Beranda blog Halaman 58

Minimarket Modern di Subang Tuai Keluhan, Warga Khawatir Pedagang Kecil Terpinggirkan

Minimarket modern Subang pedagang kecil

Subang — Maraknya pendirian minimarket modern hingga pelosok desa di Kabupaten Subang menuai keluhan masyarakat. Keberadaan toko modern yang semakin masif dinilai mengancam keberlangsungan pedagang kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi lokal.

Salah seorang warga menyampaikan keluhan melalui media sosial Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. Ia menyoroti belum adanya pembatasan tegas terhadap pembangunan minimarket di dekat warung tradisional. “Keluhan dan saran serta permohonan diperhatikan untuk pedagang kecil. Sebab banyak minimarket modern pendiriannya masif sampai ke desa, jarak dekat dengan warung kecil. Apakah tiada pembatasan untuk pendirian minimarket modern?” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @dpmptspsubangofficial. Pihaknya menegaskan pendirian minimarket modern tidak bisa sembarangan, melainkan harus melalui proses perizinan yang ketat.

Adapun syarat perizinan meliputi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR)
  • Persetujuan Lingkungan

“DPMPTSP Subang berkomitmen untuk selalu transparan dan responsif dalam memberikan informasi terkait perizinan usaha di Kabupaten Subang,” tulis akun resmi tersebut.

Meski demikian, warga menilai kehadiran minimarket modern tetap berdampak langsung pada pedagang tradisional. Persaingan harga, kenyamanan belanja, hingga promosi membuat warung kecil semakin sulit bertahan.

“Kalau semua serba minimarket, lama-lama warung kecil bisa gulung tikar. Kasihan pedagang kecil yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap seorang warga di Subang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya memperketat perizinan, tetapi juga membuat regulasi yang melindungi pedagang kecil. Dengan demikian, warung-warung tradisional tetap dapat bertahan dan menjadi bagian penting dalam perekonomian desa.

Evaluasi Kinerja Layanan Aduan: Sekda Subang Umumkan OPD dan Kecamatan “Terngabret” hingga “Terkudet”

Evaluasi kinerja aduan masyarakat Subang

Subang — Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, memaparkan hasil evaluasi kinerja perangkat daerah dan kecamatan dalam menindaklanjuti aduan masyarakat melalui media sosial resmi Bupati dan Pemkab Subang. Evaluasi ini dilakukan untuk periode 31 Juli hingga 31 Agustus 2025.

Selama sebulan penuh, tercatat 754 aduan masyarakat yang dipantau tindak lanjutnya oleh tim monitoring. “Dari 754 aduan ini terlihat bagaimana perangkat daerah, dan kecamatan merespons keluhan, kritik, maupun masukan warga. Ada yang sudah sangat responsif, tapi masih ada juga yang perlu ditingkatkan kecepatannya. Hari ini kita umumkan secara terbuka siapa yang cepat, siapa yang terlambat, agar menjadi motivasi bagi semuanya,” jelas Kang Asep, sapaan akrab Sekda Subang, Senin (8/9/2025).

Predikat Keaktifan Bermedia Sosial

Untuk kategori keaktifan bermedia sosial, predikat Terngabret diraih oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM, serta Kecamatan Pabuaran. Sedangkan predikat Terkudet diberikan kepada Sekretariat Daerah Kabupaten Subang dan Kecamatan Pusakanagara.

Predikat Tindak Lanjut Aduan OPD

Evaluasi tindak lanjut aduan masyarakat dibagi menjadi tiga klaster:

  • Klaster 1 (22–206 aduan): Terngabret diraih Satpol PP dan Damkar, serta Dinas PUPR. Cukup Ngabret diberikan kepada Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Klaster 2 (22–35 aduan): Terngabret diraih Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan. Cukup Ngabret diberikan kepada Dinas Kesehatan, Disnakertrans ESDM, serta DLH. Predikat Kurang Ngabret diberikan kepada Dinas Pertanian.
  • Klaster 3 (1–9 aduan): Terngabret diraih BPBD, Disparpora, Disnakeswan, Disdukcapil, Bapenda, BKPSDM, RSUD Subang, dan DPMPTSP. Cukup Ngabret untuk Diskominfo dan DKUPP. Kurang Ngabret diberikan kepada Setda, Bagian Ekonomi Setda, BP4D, Bagian Umum Setda, DPMD, Bagian Kesra Setda, dan Dinas Perikanan.

Predikat Tindak Lanjut Aduan Kecamatan

Untuk kategori kecamatan, hasil evaluasi juga dibagi menjadi tiga klaster:

  • Klaster 1 (38–55 aduan): Terngabret diraih Kecamatan Subang. Kecamatan Pagaden dan Purwadadi mendapat predikat Kurang Ngabret.
  • Klaster 2 (15–25 aduan): Terngabret diraih Kecamatan Ciater, Patokbeusi, Blanakan, Pabuaran, Kalijati, Compreng, dan Pamanukan. Cukup Ngabret diberikan kepada Kecamatan Cipunagara, Pagaden Barat, Binong, Ciasem, Cibogo, dan Cikaum. Kurang Ngabret untuk Kecamatan Cipeundeuy, Tambakdahan, dan Pusakanagara.
  • Klaster 3 (3–14 aduan): Terngabret diraih Kecamatan Tanjungsiang. Cukup Ngabret untuk Kecamatan Jalancagak, Pusakajaya, Legonkulon, Dawuan, Cisalak, Sukasari, dan Sagalaherang. Kurang Ngabret diberikan kepada Kecamatan Kasomalang, Serangpanjang, dan Cijambe.

Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi perangkat daerah dan kecamatan di Subang untuk semakin responsif dalam melayani aduan masyarakat melalui kanal digital.

Ponpes Mumtaz Mizani Resmi Berdiri, Tambah Warna Baru Pendidikan Pesantren di Subang

Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang

Kabupaten Subang kembali menorehkan sejarah dengan hadirnya lembaga pendidikan baru, Pondok Pesantren Mumtaz Mizani. Pesantren yang berlokasi di Jl. Veteran, Kelurahan Sukamelang, Subang ini diresmikan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Subang.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., dalam acara yang berlangsung khidmat dan meriah. Sejak awal, ratusan siswa menyambut lantunan salawat yang dipimpin Gus Aldi. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan Wayang Ajen yang menampilkan empat dalang sekaligus.

Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M. beserta istri Hj. Upik Rofiqoh, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar H. Boy Hari Novian, S.E., M.M., Kepala Kemenag Kabupaten Subang Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., Kepala MAN 1 Subang Neneng Arwinie, S.Pd., M.Pd., Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., serta Ketua Muslimat NU Subang Hj. Iis Salamah.

Wakil Bupati Subang dalam sambutannya menyampaikan optimisme atas berdirinya pesantren baru ini. Menurutnya, Ponpes Mumtaz Mizani akan menjadi wadah strategis untuk melahirkan generasi berilmu, berakhlak, sekaligus siap menghadapi tantangan zaman. “Pemkab Subang berkomitmen mendukung langkah positif di bidang pendidikan dan keagamaan,” ujarnya.

KH. Maman Imanulhaq, selaku pengasuh pesantren, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme sivitas MAN 1 Subang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun peradaban umat yang lebih maju.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman menegaskan bahwa pesantren merupakan benteng moralitas bangsa. “Dengan hadirnya Mumtaz Mizani, kita berharap lahir generasi yang unggul secara ilmu, kokoh dalam iman, dan kuat akhlaknya,” tegasnya.

Kepala MAN 1 Subang, Neneng Arwinie, juga menilai bahwa peresmian pesantren yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi menjadi simbol sinergi pendidikan formal dan nonformal. Ia berharap siswa-siswinya dapat tumbuh menjadi pribadi berpengetahuan luas, terampil, dan berakhlakul karimah.

Rangkaian acara ditutup dengan simbolisasi peresmian berupa pemotongan pita, pemotongan tumpeng, dan penampilan hadrah siswa MAN 1 Subang. Momen ini menandai hadirnya Ponpes Mumtaz Mizani sebagai bagian baru dari khazanah pendidikan dan pesantren di Subang.

BPBD Imbau Warga Subang Siaga Ancaman Gempa Sesar Lembang dan Balibis

Warga Subang waspada sesar Lembang dan Balibis

Subang – Masyarakat Kabupaten Subang diminta tetap siaga dan waspada terkait potensi gempa bumi akibat keberadaan dua sesar aktif yang melintasi wilayah tersebut, yakni Sesar Lembang dan Sesar Balibis. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, kepada RRI di Subang, Minggu (7/9/2025).

Menurutnya, Subang yang dihimpit dua sesar tersebut membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat. Kesadaran ini penting agar masyarakat dapat segera bertindak ketika terjadi gempa.

“Saya imbau, agar masyarakat siap siaga dan waspada jika terjadi suatu waktu gempa bumi, baik itu penyebabnya dari sesar Lembang, maupun sesar Balibis,” ujar Enda.

Ia menambahkan, dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, masyarakat akan lebih memahami cara menyelamatkan diri dan keluarganya. Hal itu dapat meminimalkan risiko korban jiwa.

“Setidaknya, jika masyarakat sudah faham, mana jalur evakuasi untuk menyelamatkan diri dan keluarganya, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, BPBD Subang terus melakukan langkah antisipasi. Upaya yang dilakukan antara lain komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, serta pemetaan jalur evakuasi di daerah rawan gempa.

“Selama ini, kami sudah melakukan KIE kepada masyarakat, terkait ancaman bencana gempa bumi yang diakibatkan oleh sesar Lembang, maupun sesar Balibis,” tandas Enda.

VinFast Bangun Pabrik di Subang untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pabrik VinFast Subang kendaraan listrik

Subang – VinFast menegaskan bahwa pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, bukan sekadar menghadirkan fasilitas produksi, melainkan juga menjadi pintu masuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan kehadiran pabrik tersebut akan mendorong transisi perusahaan dari impor Completely Built-Up (CBU) ke produksi Completely Knocked Down (CKD).

“Strategi kami jelas, mempercepat transisi ke produksi CKD sambil memastikan pelanggan mendapatkan nilai terbaik,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (8/9/2025).

Dengan lokalisasi manufaktur, VinFast berharap bisa mengoptimalkan biaya, memastikan kepatuhan aturan TKDN, serta menjaga daya saing menghadapi pemain besar yang sudah lebih dulu hadir.

Saat ini, VinFast sudah menawarkan portofolio kendaraan listrik cukup lengkap untuk pasar Indonesia, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF e34, hingga VF 7. Semuanya masih didatangkan utuh dari Vietnam. Menurut Kariyanto, perusahaan tidak berfokus pada impor model baru, melainkan mendukung penuh model yang telah ada.

“Prioritas utama kami adalah memperkuat ekosistem EV di Indonesia. Ragam model yang ada sudah kami siapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan VinFast tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga menyiapkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lokal. Perusahaan menargetkan kerja sama dengan pemasok komponen, penyedia layanan, hingga mitra teknologi untuk memperkuat rantai pasok.

“Kemitraan adalah inti dari visi jangka panjang VinFast. Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemasok lokal, penyedia layanan, dan mitra teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat basis biaya perusahaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, membangun kapabilitas industri lokal, serta menempatkan VinFast sebagai bagian dari ekosistem industri Indonesia.

Seperti dilaporkan Kementerian Perindustrian, pembangunan pabrik VinFast di Subang telah mencapai 77 persen per 18 Agustus 2025 dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun.

Sekda Subang Salurkan Bantuan ATENSI untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sekda Subang salurkan bantuan ATENSI

Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si menyalurkan bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor Kementerian Sosial RI. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang, Selasa (2/9/2025).

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebanyak 141 paket diserahkan, terdiri dari nutrisi dan perlengkapan kebersihan. Dari jumlah tersebut, 60 paket diberikan kepada KPA Kabupaten Subang dan 81 paket untuk Puskesmas Pamanukan.

Sekda Subang, yang akrab disapa Kang Asep Nuroni, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih karena Subang sampai saat ini masih kondusif sehingga roda pemerintahan dapat terus berjalan untuk melayani masyarakat, salah satunya melalui program bantuan ATENSI ini,” ujarnya.

Ia menegaskan program ATENSI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kita terhadap saudara-saudara di Kabupaten Subang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Ada pula bantuan yang ditujukan untuk menjaga kesehatan, karena kesehatan merupakan faktor utama dalam kehidupan,” jelasnya.

Kang Asep berharap bantuan tersebut dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat penerima.

“Mudah-mudahan program ini bermanfaat, membawa keberkahan, dan menjadi sarana kebermanfaatan bagi kita semua,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa program ATENSI sudah sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Subang.

“Hal ini tentu sesuai dengan visi misi Kabupaten Subang yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang beserta jajaran, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kabag Kesra Setda Subang, jajaran Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Komisi Penanggulangan AIDS Subang, serta penerima manfaat program ATENSI.

Kapolres Subang Tekankan Profesionalisme dan Apresiasi Kinerja Personel

Kapolres Subang apresiasi personel

Subang – Polres Subang menggelar apel jam pimpinan yang dipimpin Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., di Lapangan Apel Polres Subang, Senin (8/9/2025). Sebanyak 280 personel mengikuti apel ini, terdiri dari Pejabat Utama (PJU), perwira, kapolsek, hingga anggota Polres Subang.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kesehatan anggota. Ia menginstruksikan Kasi Propam serta jajaran PJU untuk memperhatikan kondisi personel yang sakit agar tetap terpantau dengan baik.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel dalam mengamankan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Saat itu, Polres Subang berhasil mengamankan 129 pelajar dan mahasiswa yang terlibat.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan jajaran untuk lebih aktif melakukan sosialisasi ke SMA dan SMK terkait wawasan kebangsaan serta cinta tanah air. Sat Binmas diminta segera menyusun rencana kegiatan guna memperkuat program tersebut.

Selain itu, Kapolres menekankan persiapan menyambut kunjungan DPR RI dan Ketua MKD yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Ia menugaskan Kabag SDM bersama Wakapolres untuk menyiapkan rangkaian kegiatan, serta Kasat Intel berkoordinasi dengan Forkopimda.

Kapolres turut mengapresiasi dukungan personel terhadap tiga program pemerintah terkait SPPG (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pemerintah), penanaman, dan penjualan. Menurutnya, keterlibatan anggota Polri dan ASN menjadi bukti kedekatan Polri dengan masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap profesional dalam menjalankan tugas, baik saat patroli malam, penanganan kasus bersenjata api, maupun pengamanan aksi unjuk rasa. Kapolres menegaskan, setiap tindakan harus dilakukan tegas namun terukur sesuai prosedur.

Di akhir arahannya, Kapolres mengajak personel menjaga soliditas dan kekompakan. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan loyalitas seluruh anggota. Kapolres berharap agar Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian.

Bupati Subang Apresiasi Aksi Damai dan Kondusif di Subang

Bupati Subang apresiasi aksi damai

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian aksi unjuk rasa di Kabupaten Subang.

Hal itu ia sampaikan pada Apel Gabungan ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, 8 September 2025, di Halaman Kantor Bupati Subang. Menurutnya, suasana kondusif tercipta berkat sinergi Forkopimda, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, Subang bisa tetap aman, tertib, dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga daerah kita,” ujar Kang Rey.

Bupati menekankan pentingnya dialog, musyawarah, dan sikap saling menghormati dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai, aksi yang berlangsung di Subang menjadi contoh bahwa pendapat bisa disuarakan dengan santun tanpa merugikan masyarakat.

“Menyampaikan pendapat boleh, tapi harus dengan cara yang damai. Kalau sampai terjadi kerusuhan, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan apresiasi khusus kepada driver ojek online, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang berunjuk rasa dengan tertib serta dewasa.

“Terima kasih kepada ojol, mahasiswa, dan ormas yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Ini bukti masyarakat Subang lebih memilih damai,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Bupati mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersamaan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kita sangat terbuka terhadap aspirasi. Mari terus jaga Subang agar tetap kondusif, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

VinFast Bangun Pabrik EV di Subang, Siap Produksi 50 Ribu Unit per Tahun

VinFast bangun pabrik mobil listrik Subang

SUBANG – Menjelang berakhirnya insentif impor mobil listrik utuh (CBU) pada 2026, produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, mulai pasang gas di Indonesia. Bukan sekadar wacana, perusahaan ini tengah menyiapkan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, dengan target produksi awal 50.000 unit per tahun.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan bahwa pabrik tersebut akan memiliki desain fleksibel agar bisa diperluas sesuai kebutuhan pasar. “Kami menargetkan SOP teknis pabrik Subang pada akhir 2025. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Dari Impor CBU ke Produksi Lokal

Sejak masuk ke Indonesia, VinFast memanfaatkan insentif impor CBU, termasuk pembebasan PPnBM. Strategi ini efektif memperkenalkan lini mobil listrik mereka, seperti VF 3, serta model baru VF 6 dan VF 7. Kariyanto menyebut penjualannya sesuai ekspektasi dan unit yang diimpor sudah terdistribusi lewat jaringan diler nasional.

Strategi Pasar: Inovasi Skema Kepemilikan

Memasuki era produksi lokal, VinFast tak ingin sekadar menjual mobil. Mereka menawarkan tiga strategi jitu untuk menjaga daya saing harga sekaligus kenyamanan pelanggan:

  • Program Berlangganan Baterai: pelanggan membeli mobil tanpa harus langsung membayar penuh baterai, sehingga biaya awal lebih ringan.
  • Jaminan Nilai Jual Kembali: VinFast menjamin buyback hingga 90% dalam 6 bulan pertama, atau 70% setelah 3 tahun.
  • Gratis Isi Daya hingga 2028: pelanggan bebas mengisi di jaringan V-GREEN sampai 1 Maret 2028.

“Kami ingin memastikan pelanggan merasakan nilai kompetitif dan kenyamanan kepemilikan jangka panjang,” kata Kariyanto.

Pasar EV Indonesia Kian Matang

Data menunjukkan tren positif. Per Juli 2025, pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia sudah menembus 9,6%, naik dari 5% pada 2024 dan hanya 1% di 2022. VinFast melihat peluang emas untuk mengamankan pasokan stabil dan memperkuat kandungan lokal setelah insentif impor usai.

Investasi Besar untuk Transisi Energi

Dengan investasi senilai Rp1,85 triliun, pabrik di Subang diproyeksikan menjadi basis utama VinFast di Indonesia. Perusahaan juga menyiapkan rencana jangka panjang, mulai dari pengembangan infrastruktur pengisian daya, kemitraan lokal, hingga inovasi kepemilikan kendaraan.

VinFast optimistis mampu menjadi pemain kunci dalam transisi energi otomotif Indonesia, sekaligus menjawab tantangan mobilitas ramah lingkungan di masa depan.

FMP Jabar Bedah Rumah ke-28 di Subang, Danramil Ciasem Hadiri Peletakan Batu Pertama

Bedah rumah FMP Jabar Subang

SUBANG – Suasana hangat terasa di Dusun Jurutilu, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Sabtu (6/9/2025). Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat kembali melaksanakan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kali ini, giliran rumah milik Mak Kasih yang menjadi penerima manfaat.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-17 Media Peduli Rakyat. Tak main-main, program bedah rumah yang dijalankan FMP Jabar sudah mencapai unit ke-28, tersebar di berbagai desa se-Kabupaten Subang.

Peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh sejumlah aparatur pemerintah. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Ciasem Didi Supandi yang mewakili Camat, Kapolsek Ciasem AKP Endang Kurnia, Danramil 0506 Ciasem Lettu Inf Amin yang hadir mewakili Dandim 0605 Subang, Sekdes Sukamandijaya Supyan mewakili Kepala Desa, serta Kepala Dusun Jurutilu Jojo. Peletakan terakhir dilakukan oleh Ketua Umum FMP Jabar, Abah Betmen.

Dalam sambutannya, Lettu Inf Amin menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diwujudkan FMP Jabar. “Alhamdulillah atas kepedulian yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Peduli Jawa Barat. Program ini meringankan kesulitan masyarakat di Kecamatan Ciasem. Mudah-mudahan kegiatan positif ini terus berjalan, dan rekan-rekan selalu diberikan kekuatan serta kesehatan untuk tetap konsisten berjuang,” ujarnya.

Selain unsur Muspika dan pemerintah desa, kegiatan ini juga dihadiri para tokoh masyarakat, puluhan anggota FMP Jabar, serta wartawan Media Peduli Rakyat. Kehadiran mereka menambah semangat gotong royong untuk mewujudkan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

Dengan semangat kebersamaan, FMP Jabar terus meneguhkan komitmen: bahwa kepedulian sosial bisa menjadi pondasi untuk kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sejahtera.

Recent Posts