Beranda blog Halaman 57

Bupati Subang Tegaskan Dukungan Penuh untuk PT Subang Sejahtera

PT Subang Sejahtera BUMD Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Subang Sejahtera, Selasa (9/9/2025), di Ruang Rapat Bupati 1, Kantor Bupati Subang. Agenda utama rapat kali ini adalah penetapan jajaran Komisaris dan Direksi PT Subang Sejahtera yang dibacakan langsung oleh bupati.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Subang akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia berharap PT Subang Sejahtera mampu menjadi motor penggerak perekonomian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dukungan penuh, serta komitmen membantu SS berkembang dan sukses. BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang,” ujar Kang Rey.

Ia menekankan bahwa pembangunan PT Subang Sejahtera hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi. Dengan kerja sama semua pihak, perusahaan ini diharapkan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.

“Membangun PT SS harus dengan kolaborasi semua pihak. Saya ingin SS berkembang menjadi BUMD yang sehat, dan menyumbang PAD yang signifikan bagi Kabupaten Subang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menginginkan PT Subang Sejahtera menjadi BUMD yang fleksibel, mampu menangkap peluang, dan mengoptimalkan potensi daerah tanpa keluar dari koridor aturan.

“Integritas harus dijaga, jaga kualitasnya, agar bisa memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat, dan harus sejalan dengan pembangunan Kabupaten Subang, tapi tetap harus sesuai dengan koridor yang berlaku,” jelasnya.

Ia menutup sambutan dengan menegaskan kembali komitmennya membawa PT Subang Sejahtera menjadi perusahaan besar yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Saya sejatinya ingin membawa PT SS menjadi perusahaan yang besar,” pungkas Bupati.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah, OPD, Kepala Bagian Perekonomian Setda Subang, notaris, serta jajaran PT Subang Sejahtera.

Sepak Bola Subang Lolos ke Porprov 2026, Targetkan Medali Emas

Sepak bola Subang lolos Porprov 2026

Subang – Kabar gembira datang dari cabang olahraga sepak bola. Tim sepak bola putra Kabupaten Subang memastikan diri lolos ke babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, meski pada laga terakhir harus mengakui keunggulan tuan rumah Kabupaten Bekasi.

Dalam rangkaian pertandingan yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, tim Subang tampil impresif. Mereka sukses menundukkan Kabupaten Karawang dengan skor telak 5-1 dan mengalahkan Kabupaten Purwakarta 3-1. Pada laga penutup, Subang kalah 2-4 dari Kabupaten Bekasi. Kendati demikian, hasil tersebut tidak menggoyahkan langkah Subang menuju Porprov mendatang.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Subang, Hendra Boeng Purnawan, mengapresiasi perjuangan para pemain yang tampil penuh semangat di setiap laga.

“Ini adalah tren positif sepak bola Kabupaten Subang menuju prestasi. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar pada Porprov nanti Subang bisa meraih medali emas,” ujar Boeng.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Subang beserta jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materiil, sehingga tim bisa tampil maksimal.

“Dukungan langsung dari Pemkab Subang menjadi pemicu bagi para pemain untuk terus memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Sambil menunggu gelaran Porprov 2026, Askab PSSI Subang akan segera melaporkan hasil dan menyiapkan skema persiapan kepada pemerintah daerah.

“Insya Allah, dengan kepemimpinan Bupati Subang yang notabene anak muda pecinta sepak bola, Subang bisa menjadi kabupaten penuh prestasi, dari usia dini hingga remaja,” pungkas Boeng.

Bupati Subang Tekankan RSUD Ciereng sebagai Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Bupati Subang evaluasi kinerja RSUD Ciereng Semester I 2025

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri Rapat Evaluasi Kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Ciereng Subang Semester I Tahun Anggaran 2025 di Pendopo Abdul Wahyan, Selasa (9/9/2025). Acara ini juga dihadiri Sekda Subang H. Asep Nuroni, jajaran Asisten Daerah, Kepala OPD terkait, Tim TP2D, serta Dewan Pengawas RSUD Subang.

Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, menjelaskan bahwa rapat evaluasi ini bertujuan untuk menilai kinerja, kepengurusan, dan keuangan rumah sakit selama paruh pertama tahun 2025. Ia menegaskan, RSUD Subang kini berstatus sebagai rumah sakit pengampu madya sekaligus rujukan bagi rumah sakit swasta, terutama dalam layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi (KJSU), serta kesehatan ibu dan anak (KIA).

“Evaluasi kinerja semester I 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan pasien meningkat 8,53% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kepercayaan masyarakat semakin kuat berkat dukungan tenaga medis yang memadai, peralatan modern, serta komitmen melayani masyarakat kurang mampu. Dari sisi keuangan, realisasi target PAD/BLUD sudah di atas 50% meski menghadapi tantangan perubahan aturan BPJS dan keterbatasan kapasitas ICU,” ungkap dr. Achmad.

Bupati Subang, Kang Rey, menegaskan bahwa RSUD adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai BLUD, RSUD dituntut efektif, transparan, akuntabel, dan tetap mengutamakan mutu layanan. Ia menekankan empat elemen prioritas pembangunan, yakni infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan dasar.

“RSUD Subang bagian penting dari empat elemen itu. Tidak boleh ada pasien yang ditolak, baik yang terdata di BPJS maupun yang belum. Kesehatan adalah hak semua warga Subang,” tegas Kang Rey.

Ia menambahkan bahwa RSUD Subang harus menjaga indikator pelayanan, mulai dari kepuasan pasien, kepatuhan standar medis, efisiensi anggaran, hingga pengelolaan SDM. “Jangan ada kelalaian. Di era media sosial, satu kesalahan bisa cepat tersebar,” ujarnya.

Lebih jauh, Kang Rey menekankan perlunya keseimbangan orientasi sosial dan bisnis dalam pengelolaan BLUD. Menurutnya, masyarakat Subang harus bisa memenuhi kebutuhan pemeriksaan dan perawatan tanpa harus keluar daerah. Kehadiran rumah sakit swasta dipandang bukan pesaing, melainkan mitra dalam memperluas akses kesehatan.

“Potensi RSUD Subang besar untuk maju. Saya berharap RSUD menjadi pilihan utama dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, RSUD Subang berkomitmen melaksanakan langkah strategis, di antaranya:

  • pembenahan proses bisnis internal yang lebih efisien,
  • kerjasama operasional (KSO) untuk pengembangan layanan baru,
  • peningkatan fasilitas IGD, rawat inap, dan instalasi bedah sentral,
  • pelatihan SDM agar lebih profesional dan humanis,
  • perbaikan estetika lingkungan,
  • sinergi penyelesaian piutang SKM dengan dukungan Perda Sistem Kesehatan Daerah,
  • serta penguatan peran sebagai rumah sakit pengampu madya KJSU dan KIA.

Polres Subang Bekuk Komplotan Begal Motor di Jalan Raya Ciasem–Blanakan

Polres Subang ungkap begal motor Ciasem–Blanakan

Subang – Polres Subang melalui Satuan Reserse Kriminal berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Jalan Raya Ciasem–Blanakan, Dusun Kebon Cau, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.

Konferensi pers pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun, Kasi Humas AKP Edi Juhedi, Kasi Propam, dan jajaran Sat Reskrim Polres Subang, bertempat di Aula Patriatama Polres Subang pada Selasa (9/9/2025) sore.

Kasus ini bermula dari laporan polisi nomor LP/B/472/IX/2025/SPKT/POLRES SUBANG/POLDA JABAR pada 6 September 2025, dengan korban berinisial YJP (32), warga Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari. Peristiwa terjadi Sabtu (6/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban mengalami luka robek di wajah akibat serangan senjata tajam sebelum sepeda motornya dirampas pelaku.

Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan empat tersangka, yakni F.A. (17), Rd (25), N.S. (18), dan M.E.R. (21). Selain itu, turut diamankan barang bukti berupa enam unit sepeda motor, satu unit handphone milik korban, serta tiga senjata tajam berupa satu celurit besar dan dua celurit kecil.

Kapolres Subang menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan jalanan, khususnya begal motor.

“Tidak ada ruang bagi pelaku begal motor maupun kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Subang. Setiap pelaku akan ditindak cepat, tegas, dan terukur sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada serta segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kejahatan jalanan, khususnya begal motor, akan kami berantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Satibi, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas kinerja Polres Subang. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan para pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Kegiatan konferensi pers berlangsung aman dan kondusif.

Subang Jajaki Kerjasama Internasional dengan Delegasi Hokkaido Jepang

kerjasama internasional Subang Hokkaido Jepang

Subang – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menerima kunjungan resmi Delegasi Pemerintah Daerah Hokkaido, Jepang, Selasa (9/9/2025). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menjajaki peluang kerjasama internasional di berbagai bidang strategis.

Kepala Bagian Kerjasama Setda Kabupaten Subang, Wastim Edi, menyampaikan bahwa pihak Hokkaido tertarik menjalin kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Rencana kerjasama tersebut, meliputi penguatan pendidikan bahasa Jepang di Subang, pemberian beasiswa, pembukaan kesempatan kerja di bidang keperawatan, dan kesejahteraan sosial, pertukaran budaya dan kuliner, hingga sektor perikanan, pertanian, logistik, dan industri,” ungkap Wastim.

Wakil Kepala Sekolah Kejuruan Internasional dan Budaya Kesejahteraan Higashikawa, Kuroda Hidetoshi, menilai Subang dan Hokkaido memiliki banyak kesamaan potensi. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan tenaga perawat di Jepang, khususnya dalam perawatan lansia.

“Dari divisi pendidikan Hokkaido, kami siap mendampingi, dan memberikan pelatihan bahasa maupun keterampilan keperawatan. Jepang membutuhkan banyak tenaga perawat, dan sudah ada murid-murid dari 14 negara, termasuk Indonesia, yang mengikuti program ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Akur, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, dialog ini membuka peluang kerjasama yang luas dan saling menguntungkan, baik dalam bidang pendidikan, pertukaran budaya, pengembangan sumber daya manusia, maupun sektor lainnya.

“Melalui kunjungan ini, saya berharap, hubungan persahabatan antara Subang dan Hokkaido semakin erat. Jadikan pertemuan ini sebagai titik awal bagi kerjasama yang lebih luas, kuat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian niat kerjasama internasional antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan Pemerintah Daerah Hokkaido. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Bupati Subang dan Wakil Kepala Sekolah Kejuruan Internasional dan Budaya Kesejahteraan Higashikawa. Kedua pihak sepakat membangun hubungan kerjasama berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan kemajuan bersama.

Acara ini turut dihadiri Kabag Kerjasama Setda Subang, perwakilan Disdikbud, Dinkes, Disnakertrans, RSUD, Bagian Kesra, Kepala Divisi Dukungan Karier Global, staf Divisi Dukungan Karier Global, dosen Bahasa Jepang, Direktur PT Issinndou, penerjemah Tim Hokkaido, dosen UPI, Direktur Yayasan Amala Bina Insani, serta pendamping dari PT Issinndou.

Bupati Subang Hadiri Milad ke-2 RS Hamori, Apresiasi Peran Rumah Sakit Swasta

Bupati Subang hadiri Milad RS Hamori apresiasi peran rumah sakit swasta

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menghadiri perayaan Milad ke-2 Rumah Sakit (RS) Hamori dengan tema “Hamori to Infinity and Beyond” di Hotel Laska, Selasa (9/9/2025). Acara tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Subang, Dewan Komisaris dan Direksi PT Hamori Medical Center, jajaran RS JIH grup, serta para dokter spesialis.

Dalam sambutannya, Kang Rey mengucapkan selamat ulang tahun sekaligus harapan agar RS Hamori terus memberikan pelayanan terbaik.

“Selamat ulang tahun yang kedua untuk Rumah Sakit Hamori. Mudah-mudahan bisa terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Subang, menjadi rumah sakit yang terbaik, dan apa yang dicita-citakan ke depan bisa terlaksana semua,” ucapnya.

Bupati menekankan pentingnya peran RS Hamori dalam mendukung layanan kesehatan di Subang. Ia mengakui keberadaan rumah sakit swasta sangat membantu pemerintah daerah, terutama karena kapasitas RSUD masih terbatas.

“Jujur saja pemerintah daerah terbantu dengan kehadiran rumah sakit-rumah sakit swasta di Kabupaten Subang, karena RSUD masih terbatas kapasitasnya sehingga pasien sering menumpuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Pantura Subang. RS bertipe C ini akan berdiri di atas lahan milik Pemda di Kecamatan Sukasari.

“Master plan pembangunannya akan disiapkan pada 2026, dengan target pembangunan bisa berjalan pada 2028. Pembiayaannya secara gotong royong dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RS Hamori, dr. R. Alief Radhianto, MPH, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua tahun penuh kerja keras dan pembelajaran. Ia menegaskan komitmen RS Hamori untuk menjadi mitra kesehatan yang terpercaya, profesional, dan humanis.

Sejak berdiri, RS Hamori telah melayani rata-rata 10.000 pasien rawat jalan, 1.500 pasien UGD, 1.100 pasien rawat inap, dan 450 pasien operasi setiap bulan.

Sebagai rangkaian Milad, RS Hamori juga menambah satu armada ambulans gawat darurat dengan fasilitas medis terkini. Selain itu, rumah sakit ini melanjutkan program CSR berupa bantuan iuran BPJS Kesehatan untuk 1.050 peserta selama satu tahun.

Di akhir acara, Kang Rey kembali berharap RS Hamori dapat terus maju dan menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Subang.

Bupati Subang Apresiasi ASN Responsif Aduan Masyarakat

evaluasi kinerja ASN Subang respons aduan masyarakat

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memimpin apel gabungan ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Senin (8/9/2025). Apel ini turut dihadiri Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM, serta Sekretaris Daerah H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Dalam laporan evaluasi, Sekda Subang memaparkan kinerja perangkat daerah dan kecamatan dalam menanggapi aduan masyarakat melalui media sosial resmi Bupati dan Pemkab Subang. Periode 31 Juli hingga 31 Agustus 2025 tercatat 754 aduan yang ditindaklanjuti oleh tim monitoring.

“Dari 754 aduan ini terlihat bagaimana perangkat daerah dan kecamatan menanggapi keluhan, kritik, maupun masukan warga. Ada yang sudah sangat responsif, tapi masih ada juga yang perlu ditingkatkan kecepatannya. Hari ini kita umumkan secara terbuka siapa yang cepat, siapa yang terlambat, agar menjadi motivasi bagi semuanya,” ungkap Kang Asep.

Pada kategori keaktifan bermedia sosial, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, ESDM serta Kecamatan Pabuaran meraih predikat Terngabret. Sementara Sekretariat DPRD Subang dan Kecamatan Pusakanagara mendapat predikat Terkudet.

Evaluasi tindak lanjut aduan masyarakat dibagi dalam tiga klaster.

  • Klaster 1 (22–206 aduan): Satpol PP dan Damkar serta Dinas PUPR meraih predikat Terngabret. Dinsos, Dishub, dan Disdikbud mendapat predikat Cukup Ngabret.
  • Klaster 2 (22–35 aduan): Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan mendapat predikat Terngabret. Dinkes, Disnakertrans ESDM, serta DLH mendapat predikat Cukup Ngabret. Dinas Pertanian tercatat sebagai Kurang Ngabret.
  • Klaster 3 (1–9 aduan): BPBD, Disparpora, Disnakeswan, Disdukcapil, Bapenda, BKPSDM, RSUD Subang, dan DPMPTSP meraih predikat Terngabret. Diskominfo dan DKUPP mendapat predikat Cukup Ngabret, sementara beberapa perangkat daerah lain mendapat predikat Kurang Ngabret.

Untuk kategori kecamatan, hasilnya juga dibagi menjadi tiga klaster. Kecamatan Subang meraih predikat Terngabret di klaster 1, sedangkan Kecamatan Pagaden dan Purwadadi mendapat predikat Kurang Ngabret. Pada klaster 2, tujuh kecamatan termasuk Ciater, Patokbeusi, dan Pabuaran meraih predikat Terngabret, sementara beberapa kecamatan lainnya dinilai Kurang Ngabret. Adapun Kecamatan Tanjungsiang menempati posisi Terngabret di klaster 3.

Penghargaan berupa trofi dan medali diserahkan langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda kepada perwakilan OPD dan kecamatan penerima.

Dalam arahannya, Bupati Reynaldy mengawali dengan puji syukur serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan apel gabungan bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana mempererat silaturahmi, kekompakan, dan sinergi. Ia juga menyinggung situasi Subang yang tetap kondusif meski sempat terjadi aksi unjuk rasa berkat kerja sama aparat, pemerintah, dan masyarakat.

Bupati menegaskan kinerja ASN kini dinilai langsung oleh masyarakat melalui media sosial. Karena itu, konsistensi dan kecepatan tindak lanjut menjadi tantangan utama.

“Kinerja kita kini dinilai langsung oleh masyarakat, bukan sekedar laporan di meja kerja. Karena itu saya meminta seluruh perangkat daerah dan kecamatan bekerja secara serius, tidak menunda-nunda, dan selalu mengedepankan tanggung jawab,” tegas Kang Rey.

Ia menambahkan bahwa penghargaan hanyalah pemacu semangat. Hal yang terpenting adalah kehadiran ASN benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Subang.

“Penghargaan ini hanya pemacu semangat. Yang utama adalah bagaimana kehadiran kita sebagai ASN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Subang. Setiap laporan dan aduan masyarakat adalah amanah yang harus kita jawab dengan kerja nyata,” tutupnya.

Bupati Subang Tegaskan Percepatan Infrastruktur Lewat E-Katalog

percepatan pembangunan infrastruktur Subang lewat e-katalog

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang harus mulai berjalan pada akhir September. Ia menekankan pentingnya percepatan sekaligus transparansi dengan memanfaatkan sistem e-katalog.

Menurutnya, langkah ini harus segera dilakukan karena hasil evaluasi dari Gubernur Jawa Barat baru turun pertengahan September. Setelah evaluasi keluar, proyek infrastruktur bisa langsung dieksekusi.

“Start untuk pembangunan infrastruktur akhir September ini harus sudah jalan. Karena kita baru pertengahan September nanti turun evaluasi dari gubernur, setelah evaluasi turun baru itu bisa jalan semua,” jelasnya.

Bupati Reynaldy menilai sistem e-katalog mampu mempercepat pengadaan sekaligus menjaga transparansi. Ia membandingkan dengan lelang manual yang memakan waktu hingga 45 hari, sementara kebutuhan pembangunan tidak bisa ditunda.

“Saya menekankan dan mewanti-wanti PUPR untuk bisa melaksanakan semuanya cepat karena waktunya mepet. Kalau lelang manual bisa lama. Maka saya minta kita rubah pakai e-katalog, dan acuan bisa melihat ke provinsi atau kabupaten lain yang sudah menerapkannya,” kata dia.

Untuk memastikan penerapan berjalan efektif, ia meminta Dinas PUPR melakukan studi banding ke daerah yang sudah lebih dulu menggunakan e-katalog. Dengan begitu, Subang bisa segera menyesuaikan dan mengimplementasikan sistem tersebut.

Selain percepatan, Reynaldy juga menegaskan tidak boleh ada praktik titip proyek dalam pembangunan infrastruktur. Semua pihak, termasuk mereka yang dekat dengan pejabat, tidak boleh mendapatkan perlakuan khusus.

“Saya meminta semuanya fair sesuai ketentuan. Tidak ada yang boleh titip-titip. Kalaupun ada orang dekat saya yang ikut, tetap harus sesuai aturan. Yang utama itu kualitas, bukan karena embel-embel orang saya atau bukan,” tegasnya.

Ia menambahkan kualitas hasil pekerjaan menjadi prioritas utama. Proyek tidak boleh dikerjakan asal-asalan hanya karena faktor kedekatan dengan pejabat.

“Kualitas juga harus diperhatikan betul-betul. Saya tidak mau ada yang dimenangkan hanya karena ini saudaranya bupati atau orangnya bupati, sehingga mengabaikan kualitas. Itu saya tidak mau,” ujarnya.

Dengan penerapan e-katalog dan prinsip transparansi, Reynaldy berharap pembangunan infrastruktur di Subang dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan menghasilkan kualitas terbaik.

“Saya ingin Subang bisa maju dengan cara yang benar, dengan kualitas yang baik. Karena yang terpenting itu hasil yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar proyek selesai,” pungkasnya.

Sekretariat DPRD Subang dan Kecamatan Pusakanagara Dapat Predikat “Terkudet” dalam Layanan Medsos

Sekretariat DPRD Subang Terkudet

Kinerja Sekretariat DPRD Kabupaten Subang dan Pemerintah Kecamatan Pusakanagara mendapat sorotan tajam. Keduanya meraih predikat “Terkudet” atau paling kurang aktif dalam menanggapi aduan masyarakat melalui media sosial.

Temuan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Subang, Asep Nuroni, saat apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (8/9/2025). Evaluasi dilakukan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan untuk periode 31 Juli hingga 31 Agustus 2025.

Menurut Asep Nuroni, total 754 aduan masyarakat masuk melalui akun media sosial resmi milik Pemkab Subang. “Dari 754 aduan ini, terlihat bagaimana perangkat daerah dan kecamatan merespons keluhan, kritik, maupun masukan warga,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar perangkat daerah sudah cukup responsif. Namun, ada yang masih perlu meningkatkan kecepatan tanggapan. “Ada yang sudah sangat responsif, tapi masih ada juga yang perlu ditingkatkan kecepatannya,” imbuh Asep yang akrab disapa Kang Asep.

Dalam evaluasi tersebut, predikat “Terngabret” atau paling cepat merespons diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM serta Kecamatan Pabuaran. Sebaliknya, Sekretariat DPRD Subang dan Kecamatan Pusakanagara mendapat penilaian sebagai “Terkudet”.

Asep berharap pengumuman ini bisa menjadi dorongan agar seluruh jajaran Pemkab Subang lebih proaktif dan cepat tanggap dalam melayani masyarakat melalui platform digital.

Dedi Mulyadi Tanggapi Tunjangan Rumah DPRD Jabar Rp62-71 Juta: “Tidak Masalah Dihapus”

Tunjangan rumah DPRD Jabar

Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi sorotan publik terkait besarnya tunjangan rumah anggota DPRD Jabar yang mencapai Rp62 juta hingga Rp71 juta per bulan.

Tunjangan fantastis ini dinilai publik tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Diketahui, anggota DPRD Jabar menerima tunjangan rumah Rp62 juta, wakil ketua Rp65 juta, dan ketua Rp71 juta, di luar berbagai tunjangan lain seperti komunikasi, reses, transportasi, hingga paket jabatan.

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan tunjangan tersebut lahir pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil. “Pergub itu terbit pada 2021 (era Ridwan Kamil) dan sejak saya dilantik pada 20 Februari 2025, tidak ada peningkatan tunjangan perumahan untuk DPRD,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Meski demikian, ia menegaskan siap meninjau ulang bahkan menghapus tunjangan tersebut jika terbukti bertentangan dengan prinsip keadilan. “Apa pun jenis tunjangan jabatan yang diterima penyelenggara negara yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan melukai hati masyarakat, tidak masalah dihapus,” tegasnya.

Dedi juga mencontohkan penghematan di level gubernur. “Tunjangan perjalanan dinas Gubernur dari Rp1,5 miliar menjadi Rp100 juta. Lalu tidak ada fasilitas baju dinas baru, kendaraan dinas baru,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Jabar, Dodi Sukmayana, memastikan tidak ada kenaikan gaji maupun tunjangan sejak aturan itu berlaku. “Tidak ada kenaikan (gaji dan tunjangan),” katanya. Ia menambahkan, total penghasilan anggota DPRD Jabar rata-rata sekitar Rp90 jutaan per bulan sesuai Pergub Nomor 189 Tahun 2021.

Sorotan publik terhadap isu tunjangan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar kebijakan anggaran lebih berpihak pada rasa keadilan masyarakat.

Recent Posts