Beranda blog Halaman 1779

Pansel Tetapkan 10 Capim Baznas Garut Periode 2021-2026

37c75309460b6ee74265821758e37b12.jpg

KBRN,Garut : Setelah sebelumnya melaksanakan beberapa rangkaian seleksi, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut Periode Tahun 2021-2026 telah menetapkan 10 besar Capim BAZNAS Kabupaten Garut setelah melaksanakan rapat pleno di Sekretariat Panitia di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukagalih Garut.

Ketua Pansel Capim BAZNAS Periode Tahun 2021-2026 yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra, Suherman mengatakan, 

“Penetapan lima orang akan dilakukan setelah Bupati Garut mengajukan surat Permohonan Pertimbangan kepada BAZNAS Republik Indonesia (RI) untuk dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh BAZNAS RI kata Ketua Pansel Capim BAZNAS Periode Tahun 2021-2026 yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra, Suherman, Minggu (12/9/2021).

Suherman menambahkan, untuk waktu dan tempat pelaksanaan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual akan menunggu berdasarkan jadwal dari BAZNAS RI.

 “Kesepuluh orang ini akan diperiksa kesehatan jasmaninya oleh tim dr.  dari RSU dr Slamet Garut,” ujar Suherman, Jum’at (10/9/2021).

Berdasarkan Pengumuman Pansel Capim BAZNAS Kabupaten Garut Periode Tahun 2021-2026 perolehan nilai tertinggi diperoleh Rd. Aas Kosasih dengan jumlah nilai sebesar 92,55. 

Kurangi Angka Isoman, Wabup Helmi : Upaya Memutus Rantai Covid

da1d11ca6b9d5eef4ff424f22cc4a646.jpg

KBRN, Garut : Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, salah satu upaya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan mengurangi angka Isolasi Mandiri bagi pasien yang Covid-19.

 Terlebih, menurutnya jika ada masyarakat yang melakulan Isoman harus didukung dengan fasilitas dan pengetahuan terkait penanganan Covid-19 yang memadai.

 “Jadi untuk masyarakat (Isoman) ini dikhawatirkan tidak punya fasilitas, sehingga penanggulannya itu tidak sesuai dengan yang diharapkan, oleh karena itu kita cari tempat yang baik, tempat yang kira-kira masyarakat senang di situ,” tutur Helmi usai membuka acara Diseminasi Program Pendalaman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Percepatan Pencegahan Stunting di Garut, Minggu (12/9/2021).

 Pihaknya dikemukakan Helmi, telah melakukan survei di beberapa tempat di Garut bagian Selatan, namun diakuinya kemungkinan tempat yang nyaman untuk pasien adalah hotel.

“Hasil survai disejumlah tempat di wilayah Garut Selatan,hanya hotel yang tepat dan cocok untuk dijadikan tempat isoman,”pungkasnya.

Pengakuan Jin Qorin Amel dan Tuti Ungkap Pelaku Pembunuhan di Subang

suarasubang.com – Kabar terbaru pembunuhan ibu dan anak di , Jawa Barat semakin menarik. Kini heboh pengungkapan kasus dengan cara ghaib memakai jin. Hal ini karena polisi masih kesulitan menemukan pelakunya.

Dikabarkan jika tim penerawangan Madura ghoib Chanel berhasil mewawancarai jin almarhumah korban pembunuhan Subang, Tuti dan Amel. Mereka melakukan wawancara terkait kronologi kejadian dirinya dibunuh dengan sadis oleh pembunuhnya.

Pengakuan Jin Qorin Tuti

Seperti dikutip dari terkini.id, rekaman wawancara jin Qorin Tuti korban pembunuhan di Subang itu diunggah pengguna YouTube Fredy Sudaryanto Sport. Video berdurasi 15 menit namun dipotong dengan alasan menghormati kerja kepolisian.

Tampak tim Madura Ghoib bertanya apa yang dilakukan pembunuh kepada almarhumah Tuti. “Ibu setelah dieksekusi diapakan? Digotong atau diapakan?,” tanya tim Madura Ghoib.

Jin almarhumah Tuti kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Ia mengaku diseret oleh pelaku dari belakang.”Digeser (diseret) dari belakang,” kata jin Tuti.

Pengakuan Jin Qorin Amel

pembunuhan amel subang

Lebih jauh, sang pemilik konten juga bahkan mengaku video rekaman jin almarhumah korban pembunuhan itu yakni Amel sudah diserahkan ke Polres Subang.

Dilihat dari rekaman video itu, jin almarhumah Amel menceritakan detik-detik pembunuhan terjadi. Jin tersebut mengungkapkan pembunuh ada dua orang. Pengakuan Amel ini pun mendadak menjadi perbincangan publik.

Dalam narasinya, youtuber itu mengungkapkan bahwa suara dalam video tersebut sengaja disamarkan untuk menghormati penyelidikan aparat kepolisian.

Ia pun juga mengaku sengaja menyamarkan dua nama pelaku yang disebut oleh jin almarhumah Amel tersebut.

“Suara disamarkan karena tidak mau mendahului aparat kepolisian. Semuanya ada di aparat kepolisian, kita sebagai pemirsa warga saja, jadi tidak akan disebutkan nama dan sebagainya, akan disamarkan,” ujar Fredy Sudaryanto.

Seperti diketahui, dalam videonya terdengar jin Amel mengungkapkan detik-detik ia dihabisi oleh pelaku pembunuhnya.

Jin almarhumah Amel mengatakan, saat kejadian ia sedang dalam posisi tertidur kemudian bangun dan melihat ibunya sudah dihabisi oleh pelaku.

Setelah menyaksikan ibunya dibunuh pelaku, jin almarhumah Amel mengaku dikejar dan dipukul oleh pria yang disebutnya ‘bapak’.

“Tiba-tiba saya lihat ibu. Saya dikejar sama bapak, dipukul juga,” kata jin almarhumah Amel sambil menangis.

kepolisian subang

Tim penerawangan Madura Ghoib Channel yang merupakan komunitas Pesanggrahan Sabdo Pandhito Sakti.

Mereka mengaku video rekaman jin almarhumah korban pembunuhan itu sudah diserahkan ke Polres Subang.

Tim penerawangan Madura Ghoib Channel pun menyebut video rekaman pengakuan jin almarhumah Amel tersebut adalah benar adanya, asli pengakuannya.

“Video rekaman itu apa adanya, tidak direkayasa. Video itu milik kami dan Youtuber sudah minta izin siarkan rekaman itu dari kami,” ujarnya.

Adapun para Youtuber yang mendapatkan video penerawangan jin Amel itu sengaja menyamarkan nama pembunuh dengan alasan untuk menghormati tim kepolisian di Subang dan Jawa Barat.

Hal senada juga disampaikan tim Madura Ghoib Channel. Mereka tak ingin mendahului kerja dan penyelidikan dari tim kepolisian di Subang.

Bahkan, tim penerawangan Madura Ghoib itu mengaku bahwa wajah pelakunya tertampang dalam video rekaman tersebut.

Namun, Tim Madura Ghoib Channel menyebut pihaknya belum mengunggah video itu ke manapun.

Menurut mereka, pada saatnya nanti video rekaman lengkap itu akan diunggah setelah ada kejelasan pelaku dari kepolisian Subang.

Kang Akur Meresmikan Pagon Sport Park

IMG-20210912-WA0004.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi meresmikan Pagon Sport Park di Ds. Pagon Kecamatan Purwadadi didampingi oleh anggota DPRD Julian Robert dan Kades Pagon Kecamatan Purwadadi Asep Iwan Kurniawan. Sabtu (11/9/2021).

Kades Pagon Asep Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pembangunan Pagon Sport Park Desa Pagon Kecamatan Purwadadi adalah salah satu tempat sarana olah raga yang terbangun atas aspirasi dari pemuda dan masyarakat Desa Pagon melalui anggota dewan yang dibangun berkat bantuan dari Pemerintah Daerah. Dirinya berharap, hadirnya Pagon Sport Park mampu menjadi sarana olahraga masyarakat, sehingga melahirkan atlet unggul.

Selain itu sarana olahraga tersebut juga otomatis akan membuka peluang usaha warga sekitar sehingga dampak perekonomian akan meningkat karena Pagon Sport Park tersebut juga menjadi salah satu taman bermain dan wisata olahraga yang akan banyak orang menggunakan fasilitas tersebut.

Kang Akur sapaan akrab Wakil Bupati Subang Agus Masykur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada pemerintah desa Pagon dan masyarakat desa Pagon yang telah membangun Pagon Sport Park yang mampu memberikan manfaat banyak untuk masyarakat.

Dirinya berharap semoga sarana olah raga yang telah dibangun, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, terutama dalam hal perwatannya karena sarana ini akan menjadi aset Desa Pagon dan masyarakatnya kedepannya. Dengan fasilitas yang ada seperti lapang futsal, lapang volley, arena skateboard, taman bermain dan kios-kios pedagang, diharapkan memberikan semangat baru untuk masyarakat dalam berolahraga sekaligus bermain di Pagon Sport Park sehingga mampu meningkatkan imunitas untuk kesehatan di tengah pandemic covid-19 saat ini.

Kang Akur pada kesempatan tersebut juga mengajak kepada masyarakat untuk terus menerapkan protocol kesehatan yang ketat walaupun Subang saat ini PPKM memasuki level 2 atau zona kuning. Masyarakat jangan euphoria merasa sudah bebas dari covid-19 karena covid-19 masih belum tahu kapan berakhir. Kang Akur mengajak bagi masyarakat yang belum di vaksin untuk segera mendaftar untuk di vaksin ke puskesmas terdekat untuk meningkatkan herd imunity.

Peresmian Pagon Sport Park ditandai dengan potong pita oleh Kang Akur didampingi oleh para tamu undangan. Dilanjutkan dengan bermain futsal bersama antara tim Kang Akur melawan tim pegawai Desa Pagon.

Turut hadir pula pada kegiatan tersebut Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Subang Ega Agustine Rosyadi, tokoh masyarakat  Bambang Herdadi, Kasipem Kecamatan Purwadadi, Ketua LPM berserta jajaran, Ketua BPD beserta jajaran.

Linda Megawati Sosialisasikan Penguatan Pendataan Keluarga di Subang

IMG-20210911-WA0053.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Anggota DPRRI Komisi XI Linda Megawati SE, M.Si, bekerja sama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melaksanakan sosialisasi penguatan pendataan keluarga dan kelompok sasaran bangga kencana bersama mitra kerja tahun 2021.di Rest Area Resto Rosin, Jalan Otista, Desa Cisaga, Kecamatan Cibogo Subang, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Linda Megawati bahwa, sosialisasi tersebut yang dimana adalah salah satu tugas dari anggota DPR yaitu adanya legislasi adanya budgeting juga kontrol perundang-undangan.

“Kita sudah buat tata pelaksanaan bagaimana sih untuk proses sosialisasi dari BKKBN untuk ke daerah dan secara budgeting juga kita sudah direncanakan, juga secara kontrolnya ternyata sudah bisa melihat langsung bahwa pelaksanaan sosialisasi BKKBN sudah dilaksanakan khususnya yang ada di Kabupaten Subang, dan Intinya kita juga sudah bisa ketemu lagi yang di mana kami beserta BKKBN akan melaksanakan sosialisasi untuk penguatan PK dan kelompok di sini,” katanya.

Lebih lanjut Linda menjelaskan bahwa dimasa Pandemi sekarang ini banyak sekali Wabinar yang membahas mengenai ketahanan keluarga menurut Undang undang nomor 10 tahun 1992, bahwa ketahanan keluarga yaitu kondisi dinamik suatu keluarga, yang memiliki teladan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik dan mental, spiritual guna hidup mandiri untuk mencapai keluarga Harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu Linda juga mebahas 8 pungsi kelualga. Salahsatunya, fungsi agama, cinta kasih, sosial budaya perlindungan reproduksi pendidikan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Dengan delapan fungsi itu bagaimana anak mendapatkan lingkungan yang bener-bener dididik juga dia sesuai dengan umurnya, dengan delapan fungsi keluarga tersebut bisa selalu diterapkan dalam keluarga untuk menuju keluarga yang sejahtera dan Harmonis,” imbuhnya.

Sementara itu ditambahkan sekertaris Dinas DP2KBP3A Kabupaten Subang, Nunung Nurhayati mengatakan, bahwa kabupaten Subang, PK dan kelompok sasaran bangga Kencana bersama mitra kerja tahun 2021 sebetulnya pendataan keluarga ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali hanya untuk tahun 2000 baru dilaksanakan tahun 2021 ini tidak berarti kedepannya pendataan jadi di tahun 2026 tapi tetap dilaksanakan untuk yang berikutnya di tahun 2025.

“Ya kita nanti ada pendataan lagi di tahun 2026 setiap tahunnya bukan berarti tidak ada pendataan tapi pendataan yang data setiap tahun nanti kita melaksanakan pendataan kembali di tahun 2025 ya ini sebetulnya di kependudukan ini atau BKKBN, dengan undang-undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera sekarang sudah berubah menjadi undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan di pasal 1 ayat 8 kita mengenal KB,” terangnya.

Dijelaskan dia juga bahwa undang undang Keluarga Berencana adalah berdasarkan undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upaya mengatur kelahiran anak kemudian KB juga jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kehamilan kemudian melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuatu sesuai dengan hak reproduksi dan untuk mewujudkan keluarga yang harmonis terbentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan Sejahtera kemudian sehat maju Mandiri memiliki jumlah anak yang ideal.

“Keluarga berkualitas tentunya itu tujuan dari keluarga berencana ya kemudian berdasarkan pasal 47 bahwa ini menyangkut pembangunan keluarga melalui bina ketahanan dan kesejahteraan keluarga melaksanakan fungsi-fungsi keluarga,” tutupnya.

Transisi Pandemi Jadi Endemi, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi

edf4aba7e9bd72bb634f51eff7051780.jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini pemerintah tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 guna melakukan persiapan transisi status pandemi menjadi endemi.

“Pemerintah gencarkan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu langkah persiapan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi,” kata Muhadjir saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Klinik PKU Muhammadiyah Darussalam Medika, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebong, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/9/2021).

Meskipun vaksinasi dipercepat untuk mengubah status pandemi menjadi endimi, Muhadjir menegaskan kunci untuk merubah status pandemi jadi endemi adalah kesadaran masyarakat untuk terus terbiasa mematuhi protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan.

“Tidak usah disuruh, tidak usah dipelototi oleh aparat, pak polisi tidak perlu menggiring semua orang untuk pakai masker. Maka itu endemi akan terjadi,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, endemi akan terjadi juga bila masyarakat sudah terbiasa dan memiliki anggapan Covid-19 akan selalu berada di sekitarnya seperti penyakit pada umumnya. 

Masyarakat juga bisa memahami akan kondisinya, seperti berani memeriksakan diri saat merasa tertular Covid-19 dan memeriksakan diri saat menjadi kontak erat. 

“Pokoknya kalau kesadaran masyarakat tumbuh maka proses endemisasi dari Covid-19 sudah berjalan,” cetus Menko PMK.

Ombudsman Datang ke Subang, Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik

IMG-20210910-WA0018.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi didampingi Sekda Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Tim Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat yang dipimpin oleh Noer Adhe Purnama dan Kartika Purwaningtyas di rumah dinas Wakil Bupati Subang, Jumat (10/9/2021).

Kedatangan tim Ombudsman tersebut terkait laporan penilaian survey lapangan di beberapa tempat terutama Puskesmas, OPD dan lembaga vertikal yang ada di Kabupaten Subang.

Noer Adhe Purnama selaku koordinator penilaian kepatuhan pelayanan public dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat mengatakan bahwa penilaian dilakukan dengan metode Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Lokasi yang dikunjungi diantaranya Puskesmas Cikalapa, Puskesmas Sukarahayu dan Puskesmas Cibogo. Untuk OPD diantaranya Kantor Disdik, Dinkes, Disdukcapil dan DPMPTSP. Untuk lembaga vertikal diantaranya kantor BPN dan Polres.

Kabag Organisasi Purwani menyatakan tim penilai dari Ombudsman hadir ke Subang dalam maksud mengetahui kondisi lapangan untuk mendorong kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Tujuan perbaikan peningkatan kualitas pelayanan publik serta pencegahan maladministrasi melalui implementasi komponen standar pelayanan pada tiap unit pelayanan publik,” katanya.

Kang Akur sapaan akrab Wakil Bupati Subang Agus Masykur mengucapkan rasa terima kasih kepada tim penilai dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat yang sudah melaksanakan penilaian survey lapangan langsung di wilayah Subang.

“Dengan adanya penilaian langsung dilapangan oleh tim penilai, semoga Kabupaten Subang melalui pihak terkait mampu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik di OPD maupun lokasi penilaian lainnya,” katanya.

Kang Akur juga menuntut kepada para ASN untuk memiliki jiwa inisiatif, kreatif dan penuh inovasi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat disetiap OPD masing-masing. Dengan hal demikian diharapkan kedepannya segala pemasalahan yang ada cepat dapat segera tertangani sehingga akan lebih baik dari sebelumnya.

Pengrajin Gerabah di Blanakan Sumringah Saat Bertemu Wabup Subang

IMG-20210910-WA0017.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan para pengrajin gerabah di Kampung Getak Dusun Tegal Panjang Tengah, Desa Rawamekar, Kecamatan Blanakan. Kamis (9/9/2021).

Dalam kunjungannya, Kang Akur sapaan akrab Wakil Bupati Subang Agus Masykur bersilaturahmi langsung dengan pengrajin, salah satunya Nardi dari kelompok pengrajin gerabah Gema Barokah.

Pengrajin merasa bahagia telah dikunjungi Wakil Bupati Subang dan pada kesempatan tersebut para pengrajin berharap adanya bantuan sarana dan prasarana serta bantuan penyediaan bahan baku tanah.

Pengrajin dihadapan Wabup menyampaikan beberapa hal dan harapan terkait kerajinan gerabah yang saat ini banyak masyarakat Getak Dusun Tegal Tengah Panjang yang mata pencahariannya sebagai pengrajin gerabah, diantaranya sulitnya bahan baku yang harus ngambil dari Desa Rawameneng, dibutuhkannya alat atau mesin dudukan pemutar gerabah dan alat penggiling tanah/mixer yang lebih modern karena saat ini masih mengolah menggiling tanah secara tradisional.

Kang Akur dalam kunjungan tersebut merasa bangga akan adanya pengrajin gerabah yang kualitasnya mampu bersaing dengan gerabah dari daerah lain. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta bahan baku, Kang Akur akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk anggaran perubahan untuk segera dibantu bagi kelompok pengrajin gerabah warga Desa Rawamekar.

Kerajinan gerabah Rawamekar sampai saat ini sudah sampai pasar luar Subang, seperti ke Bekasi, Bogor, Karawang dan daerah lainnya sehingga perlu didukung.

Turut hadir pada kesempatan tersebut untuk mendampingi Kang Akur yaitu Kades Rawamekar Wartakusuma, Kapolsek dan Danramil.

Belasan Napi Kejari Korban Kebakaran Lapas Tangerang

b8d0af8d365de25c55063eeac1476677.jpg

KBRN, Tangerang: Sebanyak 11 orang narapidana atau warga binaan dari Kejaksaan Negeri Tangerang tewas dalam kebakaran Lapas Kelas I A Tangerang, Rabu (8/9/2021) lalu.

Dari jumlah tersebut salah satunya adalah warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan alias Afsel.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana mengatakan, data narapidana Kejaksaan Negeri Kota Tangerang yang telah inkracht dan dilimpahkan dari Lapas Pemuda ke Lapas Kelas I A Tangerang berjumlah 11 orang.

“Dari 44 yang meninggal, 11 narapidana atau warga binaan berasal dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang yang telah inkracht (berkekuatan hukum tetap, red),” kata Dewa kepada rri.co.id, Minggu (12/9/2021).

Termasuk, sambung Dewa, WNA asal Afsel atas nama Samuel Muchado Nhavene yang terbukti dipengadilan kasus narkoba.

Sementara, lanjutnya, identitas 10 narapidana lain yang tewas dalam insiden kebaran itu yakni, Chendra Susanto Bin Then Ho, Lim Anggie Sugianto Bin Go Shong Weng, Anton Alias Capung Bin Idal, Pujiono aliaa Destro Bin Mundori, Muhamad Yusuf Bin Mamat,  Chepi Hidayat Bun Didin Komarudin, Mad Idris alias Boy alias Jenong Bin Adrismon, Bustanil Arifin Bin Arwani, Mashuri Bin Hamzah dan terakhir Rizal alias Sangit Bin Tinggal.

“Dalam hal ini, kami dari Kejari Kota Tangerang turut prihatin dan ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran kemarin,” tutur Dewa.

Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menyatakan, ada delapan narapidana dari wilayahnya yang menjadi korban.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tangerang Selatan, Anggara Hendra Setya Ali mengungkapkan, pihaknya sudah mendata narapidana yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas saat kebakaran terjadi.

“Dari 41 korban jiwa itu, kemudian bertambah tiga orang, kami crosscheck. Untuk warga binaan yang dari Tangerang Selatan bagaimana. Dari total 44 korban jiwa itu, delapan di antaranya diketahui merupakan napi yang perkaranya ditangani Kejari Tangerang Selatan,” kata Anggara.

Menurut Anggara, delapan korban sebelumnya terjerat tindak pidana narkoba, pada tahun 2018-2020, dan kini sudah berkekuatan hukum tetap.

“Kemarin setelah dicek itu warga binaan yang dulu berperkara di sini ada tujuh orang. Yang dari awal berperkara di sini. Terus ada tambahan tiga orang yang meninggal, satu di antaranya dari sini,” kata Anggara. (DNS)

Cegah Varian Baru, Pintu Masuk Negara Diperketat

1bdfcc89bdc47056867271ea7a3f334e.jpeg

KBRN, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perketat tata laksana di pintu masuk negara Indonesia bagi pendatang dari luar negeri. Para pelaku perjalanan luar negeri akan dilakukan pemeriksaan sequencing guna mengantisipasi masuknya varian baru virus Covid-19 ke Indonesia termasuk varian MU.

Mutasi virus SARS-CoV-2 semakin mudah ketika seseorang yang terpapar melakukan aktivitas perjalanan yang tinggi. Semakin banyak infeksi juga akan menyebabkan semakin mudah virus ini bermutasi.

Untuk itu Kemenkes terus-menerus melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait dalam rangka pengawasan di pintu-pintu masuk negara Republik Indonesia.

“Untuk itu kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Republik Indonesia seperti bandar udara, pelabuhan laut internasional untuk terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi dalam siaran pers yang diterima, Minggu (12/9/2021).

Saat ini, Indonesia menempati peringkat keenam dunia sebagai negara yang warganya paling banyak mendapatkan vaksinasi Covid-19, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brasil dan Jepang.

Pemerintah juga memantau pelaku perjalanan luar negeri seperti WNI yang baru kembali dari Kolombia, Ekuador, maupun negara-negara yang mengumum kan sudah ada penyebaran varian MU di negaranya.

Nadia menyebut, data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 2.24% warga negara Indonesia yang kembali dari perjalanan luar negeri teridentifikasi positif meski hasil tes dari negara sebelumnya dinyatakan negatif.

Sebanyak 0.83% warga negara asing yang datang ke Indonesia dinyatakan positif setelah dites di pintu masuk kedatangan Indonesia, padahal hasil tes sebelumnya dari negara asal kedatangannya dinyatakan negatif.

Pada periode 1 sampai 31 Agustus 2021, 4.5% pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 dari jumlah total kedatangan 36.722 orang.

Pemerintah berfokus kepada 5 negara asal pelaku perjalanan yang catatan positif Covid-19 nya tinggi pada saat datang ke Indonesia, antara lain Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Jepang.

Sementara pada periode 1 sampai 6 September 2021, 2% pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif dari jumlah total kedatangan sebanyak 7.179 orang.

Ada 5 negara asal kedatangan dengan catatan hasil positif Covid-19 yang tinggi setelah sampai ke Indonesia yakni Arab Saudi, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Mereka yang datang dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan kembali di pintu masuk kedatangan Indonesia meski sebelumnya diketahui hasil tes dari negara asalnya dinyatakan negatif.

Diketahui juga bahwa 65% dari pelaku perjalanan luar negeri belum mendapatkan vaksinasi saat masuk Indonesia, khususnya di Provinsi Jakarta. Pemerintah mengimbau orang yang akan masuk ke Indonesia dari luar negeri baik WNA maupun WNI agar dapat divaksinasi terlebih dahulu di negara asal keberangkatannya.

“Untuk itu kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Republik Indonesia seperti bandar udara, pelabuhan laut internasional untuk terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional,” ucap Nadia.

Hal-hal yang menjadi mandatory atau kewajiban adalah melakukan pemeriksaan PCR pertama saat hari pertama kedatangan. Bila hasil pemeriksaan PCR pertamanya negatif lalu dilanjutkan dengan menjalankan karantina sampai dengan hari ke-8.

Pada hari ke-7 dilakukan pemeriksaan PCR kedua saat yang bersangkutan masih menjalani karantina. Tes PCR hari ke-7 itu untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan luar negeri positif atau negatif Covid-19.

Bila hasil pemeriksaan PCR yang kedua negatif barulah dinyatakan selesai melaksanakan karantina. Tetapi bila hasil pemeriksaan PCR kedua di hari ketujuh itu positif maka harus isolasi terpusat atau perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit.

“Harapannya bahwa protokol ini bisa diterapkan Satgas Covid-1919 di bandar udara dan pelabuhan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, karena kita ketahui beberapa pintu masuk dari pelaku perjalanan internasional ini ada di beberapa provinsi lainnya,” tutur Nadia.

Proses pemeriksaan karantina harus dilakukan di daerah yang menjadi pintu masuk kedatangan luar negeri seperti di Jakarta, Denpasar, Surabaya dan pintu masuk negera yang lainnya.

Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan untuk menjaga mobilisasi pintu masuk ke Indonesia

Tak hanya itu, lanjut Nadia, pihaknya dan juga sektor terkait lainnya selalu memantau dan melakukan pemeriksaan sequencing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun yang terjadi melalui penularan lokal.

Kapasitas laboratorium pemeriksaan genome sequencing yang ada di Indonesia mampu mendeteksi sampel varian Covid-19 dalam waktu rata-rata 4 sampai 5 hari.

“Sehingga dengan kapasitas tersebut kita bisa mengisolasi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah terkonfirmasi Covid-19 dengan varian tertentu di fasilitas pelayanan kesehatan baik itu di rumah sakit ataupun di tempat isolasi yang terpusat,” tambahnya.

Sampai saat ini, tidak kurang dari 5.835 kasus sequencing telah dilakukan. hasil pemeriksaan tersebut sebanyak 2.300 kasus merupakan varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia.

Kemenkes juga memantau semua varian yang muncul baik itu varian of concern yaitu varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta maupun varian of Interest seperti varian Eta, Theta, Iota, Kappa, Lambda, MU, termasuk juga varian lokal yang muncul di Indonesia.

“Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian MU yang saat ini menyebar di 46 negara dan kami terus melakukan koordinasi dengan petugas di pintu masuk negara dan menyusun berbagai kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang dikatakan memiliki potensi kebal terhadap vaksin,” tegas Nadia.

Kemenkes juga meminta masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin protokol kesehatan walaupun pelonggaran aktivitas masyarakat sudah dilakukan dan segera divaksin sesuai dengan jadwalnya.

Recent Posts