Beranda blog Halaman 289

Wisata Kampung Ciherang Sumedang Memiliki Camping Ground

Wisata-Kampung-Ciherang-Sumedang-Memiliki-Camping-Ground.jpg

Wisata Kampung Ciherang Sumedang beroperasi sejak 2016 lalu. Berlokasi di Desa Cijambu, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Sumedang ini, berada di kawasan hutan pinus yang tidak jauh dengan aliran sungai Ciherang.

Wisata Kampung Ciherang Sumedang, Daya Tarik dan Fasilitasnya

Kampung Ciherang merupakan wisata alam, camping ground, dan penginapan. Para wisatawan bisa berkunjung kapan saja dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Dari Kecamatan Tanjungsari, destinasi wisata ini memiliki jarak tempuh hingga 10 km.

Daya Tarik

Kampung Ciherang dikelilingi pohon-pohon pinus yang hijau. Udaranya segar, bersih dan tampak asri. Cocok untuk Anda yang ingin melepas penat dan suntuk setelah lelah bekerja.

Baca Juga: Wisata Delta Island, Hanya 7 Menit dari Alun-Alun Sumedang

Destinasi wisata ini memiliki konsep wisata outdoor yang menyuguhkan spot-spot foto keren. Beberapa spot foto yang populer, yakni rumah pohon, sarang burung raksasa, kolam air dengan desain unik, dan sayap kupu-kupu.

Selain hunting foto, para wisatawan juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai macam wahana seru. Mulai dari wahana sederhana hingga yang menantang adrenalin. Seperti arung jeram, skybike, panahan, boat, flying fox, dan wahana lainnya.

Fasilitas

Wisata Kampung Ciherang Sumedang menyediakan sejumlah fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari yang berbayar hingga gratis.

Dilansir dari akun Instagram Kampung Ciherang, @kampoengciherang_official, pihak pengelola menawarkan penyewaan tenda. Harga sewa tenda untuk tiga sampai empat orang sebesar Rp 60.000.

Selain itu, para wisatawan juga bisa menikmati camping ground. Setiap orang hanya perlu membayar Rp 40.000. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk dan tiket camping.

Jika Anda ingin mengadakan acara keluarga, bisa booking pendopo. Untuk pendopo berukuran besar biaya sewanya hanya Rp 100.000 dan sudah full time. Sedangkan untuk pendopo kecil bisa Anda gunakan secara gratis.

Para wisatawan juga bisa sewa hammock full time dengan biaya Rp 20.000. Saat sewa hammock harus menyimpan tanda pengenal.

Baca Juga: Forest Walk Sumedang Jadi Wisata Ramah Lingkungan Baru

Kampung Ciherang Sumedang tidak hanya sekedar tempat wisata. Anda juga bisa melakukan prewedding dengan membayar sewa Rp 500.000 per delapan orang dan sudah include full fasilitas di dalam wisata.

Tiket Masuk

Kampung Ciherang memiliki harga tiket masuk yang cukup terjangkau, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Untuk orang dewasa, Rp 20.000 per orang sudah include kolam renang dan spot selfie.

Sementara itu, tiket masuk anak-anak Rp 20.000 per orang sudah include mandi bola, arena bermain, trampolin, dan flying fox.

Jika Anda ingin menggunakan semua fasilitas wisata Kampung Ciherang Sumedang, silahkan lakukan reservasi terlebih dahulu dengan cara menghubungi kontak yang tertera dalam akun Instagramnya. Kampung Ciherang menjadi destinasi wisata yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga maupun orang-orang terkasih lainnya. (R10/HR-Online)

Tempat Makan Enak di Depok yang Paling Populer

Tempat-Makan-Enak-di-Depok-yang-Paling-Populer-1.jpg

Tempat makan enak di Depok sangat beragam. Setiap rumah makan di Depok ini menawarkan menu masakan dengan cita rasa masing-masing. Apabila ingin mencoba kuliner Depok, maka jangan sampai melewatkan rekomendasinya di bawah ini.

Jawa Barat adalah wilayah di Indonesia yang sangat menarik untuk dikunjungi. Setiap daerah yang ada di tatar sunda ini memiliki makanan khas mereka sendiri.

Depok sendiri adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal dengan kulinernya. Ada banyak tempat makan menarik dan lezat di sini.

Tempat Makan Enak di Depok Jawa Barat

Kuliner Indonesia menawarkan beragam variasi hidangan yang kaya akan ragam cita rasa dan variasi bahan makanan. Hal ini membuat wisata kuliner selalu menarik bagi masyarakat Indonesia.

Hal tersebut sebenarnya sama seperti di Depok. Ada banyak sekali tempat makan yang terkenal karena kelezatannya.

Tempat makan di Depok juga terdiri dari berbagai jenis masakan. Jadi, Anda tidak akan pernah bosan mencicipinya.

Nah, berikut ini beberapa tempat makan yang wajib Anda coba ketika akan berkuliner di Kota Depok:

Rumah Makan Saung

Tempat Makan Enak di Depok
Foto: Istimewa

Tempat makan enak di Depok pertama rumah makan saung. Konsep saung sendiri masih banyak diminati.

Rumah makan saung di Depok pertama adalah Pondok Gurame. Di tempat ini menawarkan menu berbagai olahan ikan gurame dan menu khas Sunda lainnya. Seperti tempe tahu, tumis toge, sayur asem, dan lainnya.

Selanjutnya ada restoran Kampung Kecil yang cabangnya sudah tersebar di berbagai tempat. Di sini ada banyak olahan ayam, bebek, gurame, karedok, olahan buncis, kangkung, dan berbagai makanan lainnya.

Saung Depok Gubug Udang Situ Cibubur di Ruko Pancoran Mas Blok DEF, Jalan Raya Sawangan, Nomor 81, Mampang, Pancoran Mas ini juga menjadi rekomendasi resto saung menarik.

Cafe Unik di Depok

Foto: Istimewa

Cafe menjadi tempat penghilang bosan. Warga Depok tidak perlu bingung karena ada banyak sekali pilihan cafe yang unik dan menarik.

Tempat makan enak di Depok pertama ada Louis Cafe di Jl Mawar, Nomor 22, Depok, Pancoran Mas. Cafe unik di Depok ini membawa gaya bangunan zaman dulu dengan berbagai hidangan lezat.

The Manor Cafe dan Kopi Nako jadi rekomendasi selanjutnya. The Manor Cafe berada di Jl Ibnu Armah Nomor 8, Pangkalan Jati, Cinere.

Sementara itu, Kopi Nako berada di Jl Margonda Raya No 38, Depok. Kedua cafe ini membawa gaya aesthetic yang sangat menarik.

Chinese Food

Tempat Makan Enak di Depok yang Paling Populer
Foto: Istimewa

Di Depok juga banyak pilihan restoran yang menyediakan Chinese food. Untuk beberapa orang, Chinese food menjadi pilihan makanan lezat.

Rekomendasi pertama adalah Imperial Kitchen & Dimsum di Jalan Margonda Raya Kav. 88, Beji Depok. Restoran ini menyediakan berbagai Chinese food yang lezat seperti berbagai jenis dimsum.

Ta Wan adalah Chinese food enak di Depok dan sudah sangat terkenal. Ta Wan Restaurant berada di Pesona Square Lantai 2 Nomor 10-11, Bakti Jaya, Sukmajaya.

Anda juga bisa menemukan Ta Wan Restaurant di Margo City Square lantai GF. Terdapat berbagai dimsum hingga menu spesial di restoran ini.

Rekomendasi tempat makan enak di Depok menu Chinese food lainnya adalah Mie Ayam Berkat di Jl Margonda Raya Nomor 504, Pondok Cina, Beji, Depok. Mie Ayam Berkat sangat unik karena menawarkan makanan Indonesia dan Chinese.

Restoran Keluarga

Tempat Makan Enak di Depok
Foto: Istimewa

Rekomendasi restoran keluarga di Depok juga jadi pilihan menarik. Restoran ini biasanya tidak hanya menawarkan kuliner yang lezat, tetapi juga tempat yang luas dan nyaman.

Ada beberapa restoran keluarga di Depok, yakni RM Mang Engkih yang memiliki banyak cabang di Depok. Restoran ini memiliki suasana yang sejuk.

Kemudian ada tempat makan enak di Depok Saung Talaga yang juga membawa konsep tradisional dan cabangnya tersebar di seluruh Depok.

Kemudian ada restoran Mang Kabayan di Jalan Margonda Raya Nomor 488, Beji, Depok dan juga restoran Pondok Laras di Jalan Akses UI Nomor 2, Cimanggis, Tugu.

Terakhir ada Soto Bu Tjondro yang ada di Jalan Siliwangi Nomor 1, Pancoran Mas, Depok. Sesuai namanya, restoran ini terkenal dengan hidangan soto.

Restoran keluarga biasanya jauh lebih luas dan suasana nyaman. Selain itu, porsi makanan yang yang tersaji juga lebih besar.

Itulah berbagai tempat makan enak di Depok yang sangat terkenal. Anda bisa memilih hidangan apa yang ingin dicicipi di Kota Depok, Jawa Barat. (R10/HR-Online)

Toleransi Umat Beragama Warnai Perayaan Natal di Kota Banjar

Natal.jpg

harapanrakyat.com,- Toleransi umat beragama warnai malam perayaan Natal di Gereja Katolik Santo Filipus, Lingkungan Jadimulya, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal itu terlihat saat warga yang beragama muslim mendatangi halaman gereja dan memberikan sebuah kue sebagai bentuk toleransi beragama.

Ketua Stasi Gereja Katolik Santo Filipus Kota Banjar, Agustinus Edi Djoko Santoso, mengatakan, setelah melaksanakan kegiatan di dalam gereja, ia kaget karena tiba-tiba banyak warga di depan.

“Jujur saya terkejut sekali, karena ini surprise sekali. Saya benar-benar tidak tahu ada acara seperti ini,” ungkap Agustinus, Minggu (24/12/2023).

Lanjutnya mengatakan, pada perayaan Natal tahun lalu, warga juga memberikan kejutan. Hanya saja kejutan kali ini cukup meriah.

Baca Juga: Ketupat Natal Wujud Toleransi Beragama Komunitas Gusdurian di Banjar

“Ini yang kedua kalinya diberi kejutan. Tapi ini adalah yang paling bagus menurut saya, karena ada tarian tradisional dan yang lainnya,” terangnya.

Agustinus menambahkan, sebagai umat Kristiani ia merasa bangga dan dihargai oleh masyarakat setempat dengan adanya toleransi tersebut.

“Kami sangat bangga sekali karena warga di sini masih bisa menerima kami semua untuk merayakan Natal,” ucapnya.

Ia berharap, toleransi beragama, khususnya di Kota Banjar, bisa terus terjaga untuk menciptakan suasana kerukunan meskipun berbeda keyakinan.

Sementara itu, warga Bobojong, Lingkungan Jadimulya, Ernawati, menyampaikan bahwa hal tersebut untuk menunjukkan rasa toleransi dan persaudaraan antar umat beragama.

“Ini merupakan inisiatif warga Bobojong untuk menunjukkan toleransi dan rasa persaudaraan. Kami turut bersuka cita bagi saudara kita yang merayakan Natal. Sama seperti halnya mereka larut bergembira bersama kami saat perayaan lebaran,” jelasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Dua Remaja Asal Cilacap Nyaris Dihajar Massa gegara Curi Pepaya di Banjar

curi-pepaya-1.jpeg

harapanrakyat.com,- Diduga mencuri pepaya ratusan kilogram, dua orang remaja ditangkap warga Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (24/12/2023).

Mereka kepergok tengah memetik dan memasukan pepaya ke dalam karung di kebun pepaya milik salah seorang warga.

Diketahui kedua terduga pelaku pencurian pepaya itu masing-masing berumur 17 tahun dan 15 tahun, warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Desa Sinartanjung, Asep Hendra Sugiharto mengatakan, kedua terduga pelaku melakukan aksinya pada pagi hari. Kemudian sore hari pepaya tersebut dibawa dan dijual ke bandar.

“Terduga pelaku ini pagi hari mulai memetik dan sorenya diangkut untuk dijual ke bandar,” kata Asep Hendra Sugiharto.

Sebelum dibawa untuk dijual, pelaku pencuri pepaya menyembunyikan pepaya itu di kebun yang lain agar tidak dicurigai oleh warga.

Ia menjelaskan, kedua remaja tersebut berhasil ditangkap sore hari oleh warga saat hendak mengangkut pepaya menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Operasi Lilin Lodaya 2023, Polres Kota Banjar Siagakan Ratusan Personil

“Tadi kedua terduga pelaku ditangkap oleh Wakil Ketua BPD pak Ujang Kustia dan pak Heri,” jelasnya.

Usai ditangkap warga, kedua orang remaja terduga pelaku pencurian pepaya itu langsung dibawa ke kantor Polsek Pataruman untuk menghindari amukan warga.

“Mereka kita bawa ke Polsek Pataruman, khawatir diamuk warga berikut sepeda motor dan kurang lebih 3,5 kuintal pepaya hasil curian,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Libur Natal, Arus Lalu Lintas Menuju Pantai Pangandaran Terpantau Landai

arus-lalu-lintas-menuju-pantai.jpeg

harapanrakyat.com,- Pada hari kedua libur Natal tahun 2023, arus lalu lintas kendaraan menuju objek wisata Pantai Pangandaran terpantau mulai melandai. Diperkirakan puncak libur Natal sudah terjadi pada hari Sabtu (23/12/2023).

Kapolres Pangandaran AKBP Imara Utama mengatakan puncak libur Natal tahun 2023 jatuh pada hari Sabtu kemarin. Puluhan ribu wisatawan dan ratusan bus telah masuk obyek wisata Pangandaran.

“Ada 34 ribu wisatawan yang datang dan 157 bus besar masuk ke objek wisata Pangandaran,” jelasnya, Minggu (24/12/2023).

Imara menuturkan jumlah antrian dan arus lalu lintas menuju Pantai Pangandaran pada hari minggu ini terlihat lebih landai dari hari Sabtu.

“Sebenarnya belum dihitung jumlah kunjunganya, tapi secara kasat mata lebih landai,” katanya.

Menurut Imara, kepadatan arus lalu lintas ke Pantai Pangandaran pada hari Minggu sempat terjadi dari pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Baca Juga: Pantai Muaragatah, Destinasi Wisata Alternatif Selain Pantai Pangandaran

“Itu jadwal check in dan check out hotel. Sehingga mobilitas kendaraan cukup tinggi,” ucapnya.

Selain itu, antrean tiket masuk juga tidak terlalu padat karena sudah ada dua pintu masuk.

Kadishub Pangandaran Irwansyah mengatakan kemacetan sempat terjadi pada pukul 11.00 WIB sekitar 3 jam. Hal itu terjadi karena adanya crossing kendaraan yang masuk dan keluar hotel.

” Tapi itu bisa diantisipasi karena ada tim gabungan yang mengatur arus lalin,” ujarnya.

Kata Irwansyah, jalur yang paling sibuk tetap ada di pintu utama menuju ke Pantai Barat Pangandaran. (Jujang/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Kemenkumham Jabar Beri Remisi Khusus Natal 2023 kepada 513 WBP

Remisi.jpg

harapanrakyat.com,- Sebanyak 513 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Jawa Barat, mendapatkan remisi khusus Natal 2023 dari Kemenkumham Jawa Barat, pada Minggu (24/12/2023). Remisi khusus ini diberikan kepada WBP yang menganut agama Kristen dan Katolik.

Kementerian Hukum dan HAM melalui Ditjenpas yang kemudian diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat. Khususnya Divisi Pemasyarakatan, untuk memberikan Remisi Khusus Natal tahun 2023 ini kepada 513 orang WBP/narapidana.

Dari jumlah sebanyak 513 itu, ada 510 orang yang mendapatkan Remisi Khusus I (pengurangan sebagian). Serta 3 orang mendapatkan Remisi Khusus II (langsung bebas).

Dengan adanya Remisi Khusus tersebut, R Andika Dwi Prasetya sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, menginstruksikan kepada Kusnali selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan beserta jajarannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pada intinya karena kita dalam pemerintahan ini adalah pelayan masyarakat. Perlu dipahami pula bahwa, remisi ini sebagai bentuk apresiasi bagi narapidana yang sudah berupaya menunjukkan perubahan perilakunya menjadi lebih baik,” terangnya.

Baca Juga: Program Tepas Kemenkumham Jabar dan LPKA Bandung Meriahkan Hari Ibu

Proses Pemberian Remisi Khusus Natal 2023 Secara Online

Andika juga menjelaskan bahwa, proses pemberian remisi ini dilakukan melalui system database Pemasyarakatan secara online.

Ia menyebutkan, sebanyak 510 warga binaan pemasyarakatan/narapidana yang menerima Remisi Khusus I itu terdiri dari 62 WBP/narapidana mendapatkan pengurangan 15 hari masa pidana.

Kemudian, 378 orang mendapatkan pengurangan 1 bulan masa pidana, 46 narapidana mendapatkan pengurangan masa pidana 1 bulan lebih 15 hari. Serta 24 WPB mendapatkan pengurangan masa pidana 2 bulan.

Jumlah WBP di Jawa Barat

Adapun jumlah warga binaan pemasyarakatan/narapidana yang tersebar di Jawa Barat saat ini mencapai 24.921 orang.

Dari jumlah sebanyak itu, tahanan yang beragama Protestan ada 82 orang, narapidana Protestan 466 orang. Sehingga total WBP beragama Protestan sebanyak 548 orang.

Kemudian, untuk tahanan Katolik sebanyak 29 orang, narapidana Katolik 164 orang, sehingga total WBP Katolik sebanyak 193 orang.

Sedangkan, untuk tahanan Nasrani jumlahnya 111 orang, dan narapidana Nasrani 630 orang. Total Warga Binaan Pemasyarakatan beragama Nasrani sebanyak 741 orang.

Andika menambahkan, Remisi Khusus Natal merupakan hak warga binaan/narapidana yang sudah memenuhi syarat secara administratif dan substantif.

Hal itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tapi, remisi juga bukan sekedar pengurangan masa pidana semata.

Pemerintah berharap pemberian remisi bisa memotivasi sekaligus meningkatkan keimanan warga binaan/narapidana untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Eva/R3/HR-Online)

Remaja Garut Tewas Tenggelam saat Berenang di Muara Sungai

remaja-tenggelam.jpeg

harapanrakyat.com,- Remaja bernama Zidan (22), warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, tewas tenggelam, saat berenang bersama temannya Dafa (17) di muara Sungai Cibaluk, Kecamatan Cibalong, Minggu (24/12/2024).

Dua remaja warga Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, itu sempat diselamatkan oleh warga. Namun sayangnya nyawa Zidan tidak tertolong saat dievakuasi ke rumah sakit.

Polisi menceritakan bahwa kedua remaja itu berenang di muara sungai Cibaluk saat tengah rekreasi. Lalu seorang remaja bernama Zidan tiba-tiba tenggelam. Kemudian temannya Dafa berusaha menolong tapi malah ikut tenggelam.

“Temannya yang mau menolong juga ikut tenggelam,” ujar Kasi Humas Polres Garut Ipda Adi Susilo.

Warga sekitar dan nelayan yang melihat kejadian tersebut segera menolong kedua korban. Keduanya berhasil ditarik ke pinggir sungai. Saat itu juga korban dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sesampainya di RSUD Pameungpeuk Garut, seorang remaja atas nama Zidan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Tempat Wisata untuk Libur Tahun Baru di Garut Ini Gak Bikin Dompet Jebol

“Korban segera dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, untuk mendapatkan perawatan, akan tetapi Zidan meninggal dunia,” ungkapnya.

Korban selanjutnya dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan.

“Kami menghimbau kepada para wisatawan yang bermain di pantai agar lebih berhati-hati, jangan terlalu ke tengah dan awasi anaknya,” pungkasnya. (Pikpik/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Kampung Madu Banjaranyar Ciamis Jadi Tujuan Wisata saat Libur Panjang

Kampung-Madu-Banjaranyar.jpeg

harapanrakyat.com,- Kampung Madu dan Breeding Center Bee di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi tujuan wisatawan saat libur sekolah dan akhir tahun.

Liburan menjadi momen yang bisa dimanfaatkan untuk berekreasi bersama keluarga. Ciamis bisa menjadi salah satu tujuan wisata. Selain punya alam yang indah, Ciamis juga memiliki obyek wisata yang menarik dan beda dari yang lain. Seperti obyek wisata Breeding Center Bee Kampung Madu Banjaranyar.

Wanto, Petugas Breeding Center Bee mengatakan setiap masa libur panjang, biasanya obyek ini selalu padat pengunjung. Selain gratis masuk lokasi obyek wisata, para pengunjung pun bisa merasakan sensasi sedot madu langsung dari sarangnya.

“Kebetulan untuk Breeding Centre Bee merupakan lokasi Pusat Pengembangan Lebah Trigona Unggul Jawa Barat. Lokasinya dekat dengan kampung madu,” terangnya Minggu (24/12/2023).

Menurut Wanto, walau pun akses jalan menuju kampung madu kurang baik, namun pengunjung sementara ini cukup padat menjelang libur panjang. Terpantau dari Minggu (24/12/2023) pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, pengunjung terus berdatangan.

Baca Juga: Mengenal Pendopo Bupati Ciamis, Bangunan yang Megah Gaya Eropa

“Banyak wisatawan lokal maupun luar daerah datang ke lokasi Breeding Centre Bee. Rata-rata yang datang untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan lebah maupun berfoto bersama keluarga,” katanya.

Wanto menambahkan, bagi pengunjung ingin menikmati sensasi sedot madu langsung dari sarangnya diarahkan ke Kampung Madu Banjaranyar.

“Untuk lokasi breeding kita hanya menyediakan wisata edukasi gratis bagi masyarakat untuk wisata sedot madu bisa langsung kita arahkan ke kampung madu,” pungkasnya. (Fahmi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Mengenal Pendopo Bupati Ciamis, Bangunan yang Megah Gaya Eropa 

Pendopo-Bupati-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Pendopo Bupati Ciamis yang berada di Jalan Jenderal Sudirman itu memiliki bangunan yang megah dengan gaya arsitektur kolonial Belanda. 

Berdasarkan informasi, bangunan tersebut merupakan salah satu peninggalan sejarah pada masa Belanda.

Masyarakat di Tatar Galuh Ciamis mungkin sudah tidak asing lagi dengan Pendopo Bupati Ciamis. Pasalnya bangunan tersebut berada di pusat kota Ciamis. 

Apalagi bagi pengendara yang akan menuju wilayah Jawa Tengah maupun Cirebon pastinya melintasi pendopo tersebut.

Gaya Arsitektur Pendopo Bupati Ciamis

Adapun gaya arsitektur dari Kolonial Belanda pada bangunan tersebut sangat kental. Ciri-cirinya itu adalah arsitekturnya yang bergaya eropa. Pasalnya terdapat tiang pilar yang ukuranya besar dan juga tinggi.

Pilar tersebut juga terlihat berjajar pada bagian depan bangunan tersebut. Kemudian, bagian atasnya terdapat tembok persegi panjang yang melintang dari ujung ke ujung bangunan. Tidak hanya itu, bangunan itu juga memiliki pintu dan jendela yang tinggi dan juga besar.

Sampai saat ini, bangunan tersebut masih berdiri dengan kokoh dan juga cukup megah. Bangunan Pendopo Bupati Ciamis itu kerap juga mendapatkan sebutan Gedung Negara.

Penjelasan Akademisi

Dosen Kegaluhan Unigal Ciamis, Ilham Purwa menjelaskan, berdasarkan catatan sejarah, Bangunan pendopo itu sendiri dibangun pada masa Kabupaten Galuh. 

Saat itu yang memimpin adalah Bupati RAA Kusumadiningrat alias Kanjeng Prabu yang pada saat itu memerintah pada tahun 1839 sampai 1886.

Jadi, kata Ilham, sebelum bangunan itu jadi Pendopo Bupati Ciamis, pada saat itu bangunan tersebut untuk Asisten Residen Galuh atau pada saat itu Keresidenan Belanda. 

“Sedangkan untuk Pendopo Bupati Galuh sendiri, pada saat itu berada di sebelah selatan Alun-alun atau yang saat ini digunakan menjadi Gedung DPRD Ciamis,” jelas Ilham, Minggu (24/12/23).

Ilham menambahkan, istilah Asisten Residen merupakan pegawai negeri tertinggi pada era Kolonial Belanda pada afdeling atau suatu wilayah administratif. Jadi, Asisten Residen itu bekerjasama dengan Bupati yang saat itu sebagai kepala daerah.

Sementara itu, pusat pemerintahan Kabupaten Ciamis itu dulunya Galuh mempunyai gaya yang klasik. Pasalnya, bangunan tersebut terdapat pada satu komplek itu terdapat Alun-alun, Masjid Agung, Pendopo, Gedung DPRD, Kantor Pos hingga Lapas. 

“Jadi kalau Pendopo Bupati Galuh itu adalah yang saat ini menjadi Gedung DPRD. Kalau bangunan yang bergaya Eropa atau Belanda yang saat ini jadi Pendopo Bupati Ciamis adalah Gedung Loji pada Keresidenan Belanda,” imbuhnya.

Ilham menambahkan, bangunan itu sudah ada pada masa RAA Kusumadiningrat dan pada akhir Kusumasubrata. Selanjutnya pada masa Bupati Sastrawinata, bangunan tersebut dipergunakan untuk jadi Pendopo Bupati Ciamis.

“Jadi Bupati Galuh terakhir itu Kusumasubrata, lalu diganti menjadi Kabupaten Ciamis oleh RAA Sastrawinata yang saat itu sudah menjabat 10 tahun sebelum Indonesia merdeka,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

4 Wisatawan Asal Bandung Terseret Ombak di Pantai Karangpapak Garut

Terseret-Ombak-Pantai-Karangpapak.jpg

harapanrakyat.com,- Empat orang wisatawan asal Bandung yang sedang berekreasi terseret ombak pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat, Minggu (24/12/23).

Berdasarkan informasi, keempat wisatawan tersebut bernama Riani (12), Silvia (27), Marini (27) dan Mia (27). Meski sempat terseret ombak, namun berhasil selamat setelah mendapatkan pertolongan dari nelayan setempat. 

Kasi Humas Polres Garut Ipda Adi Susilo mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat keempat wisatawan sedang berenang di pantai selatan Garut. Namun tiba-tiba mereka terseret ombak yang cukup besar. 

Awal mulanya, kata Adi, korban yang bernama Riani terseret ombak. Kemudian ibunya yang bernama Mia berusaha menolongnya, namun juga terbawa arus. 

Begitu juga Silvia dan Marini berusaha menolong Riani dan Mia, namun mereka juga terseret arus. 

“Beruntung tidak jauh dari para korban yang terseret ombak, ada nelayan sedang mencari ikan. Nelayan tersebut langsung menolong mereka,” terang Adi. 

Setelah berhasil mengevakuasi keempat korban yang merupakan warga Baleendah Bandung tersebut, kemudian korban dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk perawatan medis. 

Atas peristiwa tersebut, pihaknya pun menghimbau kepada para wisatawan yang bermain di pantai supaya lebih berhati hati. 

“Jangan bermain terlalu ke tengah, dan selalu terus awasi anak-anak. Untuk sekarang para korban tengah menjalani masa pemulihan dan kemudian nanti pulang ke Bandung,” pungkasnya. (Pikpik/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Recent Posts