Beranda blog Halaman 1738

Geledah Lokasi di Probolinggo, KPK Amankan Dokumen

ca5b10296e5643f1ed4b349cbd70eeca.jpg

KBRN, Jakarta : Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan tiga lokasi pada Jumat, dan Sabtu, 24-25 September 2021, kemarin.

Penggeledahan itu dilakukan untuk mendalami kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Probolinggo pada 2021.

“Dari tiga lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara,” kata plt juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Kata Ali, tiga lokasi itu yang dilakukan penggeledahan yakni Kantor Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Probolinggo, dan dua rumah pihak terkait di kasus tersebut.

“Selanjutnya akan di cocokkan mengenai keterkaitan bukti-bukti dimaksud dengan perkara ini dan kemudian dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara pada tersangka,” kata Ali.

Diketahui, sebanyak 22 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Probolinggo. Empat orang penerima yakni Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari, anggota DPR Hasan Aminuddin, Camat Krejengan Doddy Kurniawan, dan Camat Paiton Muhamad Ridwan. Sementara itu, sebanyak 18 pemberi yakni Sumarto, Ali Wafa, Mawardi, dan Mashudi.

Lembaga Antirasuah juga menetapkan Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im, Akhmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Syamsuddin sebagai tersangka pemberi. Mereka semua merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Probolinggo.

Puput diduga memanfaatkan kuasanya untuk mengambil untuk dari jabatan kosong. Dia mematok harga Rp20 juta untuk satu jabatan. Dalam hal ini, Puput berhak menunjuk orang untuk mengisi jabatan yang kosong sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam kasus ini, pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Alasan Yoris Tidak Memakai Pengacara, Padahal Sudah Ditawari

Yoris.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak, Subang tak kunjung usai. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dalam kasus yang mengegerkan publik tersebut.

Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tewas di dalam mobil Alphard yang terparkir di samping rumah pada 18 Agustus 2021 lalu.

Hingga saat ini, pelaku dalam kasus pembunuhan sadis di Kabupaten Subang tersebut belum terungkap. Sejumlah saksi dan alat bukti sudah diamakan pihak kepolisian.

Bahkan para saksi kunci yang merupakan keluarga korban sudah dipanggil berkali-kali. Seperti suami korban Yosef dan istri mudanya diketahui sudah beberapa kali mendatangi Mapolres Subang untuk bersaksi.

Berbeda dengan ayahnya, Yoris yang merupakan anak dan kakak korban mengatakan tidak menggunakan pengacara dalam kasus tersebut. Padahal dia sudah ditawari ayahnya yang sudah memakai pengacara dari pertama kasus ini bergulir.

“Sayakan saksi, yang meninggal itu mamah sama adik saya. Buat apa pakai kuasa hukum, saya tidak salah,” kata Yoris.

Dia mengatakan bahawa memang sempat ditawari menggunakan jasa pengacara. Namun dia menolak dan menunggu kasus ini sampai tuntas. Dia ditawari untuk menggunakan jasa pengacara oleh ayahnya.

“Biasanya untuk saksi itu nanti, setelah ada tersangka, baru kita pakai LBH yang melindungi saksi,” katanya.

Kodam lll/Siliwangi Sasar Warga Kaki Perbukitan Tangkuban Perahu, Untuk di Vaksin

fb961a7386484f3837636cc7c090d68b.jpg

KBRN, Bandung: Warga perbukitan di Kampung Sukawana Lembang, yang  berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu, diketinggian kurang lebih 1.650 meter diatas permukaan laut, menjadi sasaran vaksinasi Kodam III/Siliwangi. Infrastruktur untuk mencapai pemukiman penduduk masih berbentuk tanah dan bebatuan alami.

Kondisi seperti itu, tidak menyurutkan tekad Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto didampingi para Pejabat Utama Kodam III/Slw, menuju lokasi untuk melakukan vaksinasi secara door to door.

Untuk menuju kampung Sukawana tidak bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan roda empat. Pangdam III/Siliwangi dan rombongan tetap melakukannya dengan menggunakan kendaraan roda dua (trail). 

“Mereka harus divaksin, kita harus bantu dengan berbagai cara, meskipun lokasi permukiman penduduk di pelosok atau di pegunungan harus diperhatikan selain wilayah di daerah perkotaan. Sehingga mereka memiliki kekebalan herd immunity agar tidak mudah terpapar virus covid- 19,” papar Pangdam, melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021).

Warga di wilayah tersebut, sumringah tatkala rombongan Tentara yang dipimpin Jenderal Bintang Dua tersebut datang untuk memberikan vaksin dan paket sembako.

Diantaranya Aa Komarudin (78) dan Ena (58) warga kampung Sukawarna RT 02/12 Desa Karyawangi, yang menilai, bagaikan mimpi, seorang Pangdam datang menggunakan motor ke daerah pelosok untuk membantu masyarakat, akan kebutuhan vaksin dan sembako.

Cerita Mistis Tersesat di Gunung Guntur Lima Hari, Tidak Pernah Betemu Malam Hari Hingga Sosok Misterius

Gibran-Arrasyid-.jpg

MEDIAJABAR.COM, GARUT – Kisah pendaki Gunung Guntur, Garut yang tersesat selama lima hari menjadi perbincangan hangat. Apalagi ada cerita mistis yang membuat pendaki itu selamat.

Gibran Arrasyid (14) adalah pendaki yang mengalami sendiri harus terjebak di gunung selama lima hari. Dia kemudian mengalami kejadian-kejadian aneh.

Selain selama tersesat di gunung Gibran tidak pernah melihat malam hari, dia juga mengalami sejumlah kejadian aneh. Yakni lima orang tak memiliki wajah yang dia temui di gunung berketinggian 2.249 meter itu.

Setelah kembali pulih setelah perjalanannya selama lima hari tidak makan saat tersesat di gunung, Gibran sudah mulai bisa bercerita.

Saat dijumpai di rumahnya di Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut, Jawa Barat, Sabtu malam (25/9/2021), siswa SMP sudah bisa beebicara dengan lancar.

Dia bercerita bahwa baru dua kali naik gunung. Saat pendakian yang kedua kalinya ini dia mengalami kejadian yang diluar nalar manusia.

Didampingi oleh keluarga, dia menceritakan bahwa selama tersesat, dia tidak pernah menemukan pergantian siang dan malam.

Kemduian datang tiga sosok perempuan tua menawarinya makanan, berupa nasi dan ikan. Gibran memang merasa lapar ketika itu, tetapi dia memilih untuk tidak mengambil sajian tersebut.

Lalu datang lagi lima sosok manusia. Dia tak bisa mengenali orang-orang tersebut karena semuanya tak memiliki wajah.

“Ya ada orang yang gak kenal, 5 orang tapi wajahnya gak kelihatan,” tutur Gibran seperti dikutip dari Tvonenews.com

Gibran menceritakan bahwa kelima sosok yang tidak memiliki wajah tersebut kembali meletakkan nasi di tanah. Sambil mengatakan sesuatu.

“Geura emam (cepat makan),” ujar salah satu sosok itu.

Namun Gibran bergeming. Dia tetap tidak mengambil makanan itu. Gibran terus terdiam. Lalu dia melihat seekor monyet memakan pisang. Binatang itu kemudian membuang sebagian buah tersebut. Gibran lantas mengambil dan memakan pisang itu.

Gibran mengaku bahwa di tempat tersebut dia hanya merassakan beberapa jam saja, karena tidak ada pergantian siang dan malam.

Padahal Gibran sudah menghilang selama lima hari. Tim pencarian pendaki itu sudah berusaha mencari selama lima hari, namun tidak pernah menemukannya.

Saat hilang, Gibran kesulitan meminta pertolongan, lantaran mulutnya seperti dikunci. Dia tidak bisa berkata apa-apa saat berada di gunung tersebut.

“Mau minta tolong, bibir susah bicara kayak dikunci,” kata Gibran.

Dia juga menuturkan, bila merasa haus, Gibran meminum air dari Curug Cikoneng yang terletak tak jauh darinya.

Tim gabungan naik turun gunung untuk mencarinya. Dia baru ditemukan pada Jumat (24/9/2021) petang di Curug Cikoneng dalam keadaam lemas.

Sebelum tim penyelamat datang, Gibran menceritakan dia mendengar suara azan. Saat itulah Gibran bertemu dengan seseorang yang memberinya makan. Setelahnya, dia melihat banyak orang mendatanginya.

“Iya aya nu masihan mam, terakhir mah ngadangu azan, (ya ada yang ngasih makan, terakhir dengar suara azan),” kata Gibran.

Orang yang ditemui Gibran itu adalah Mang Ade, kuncen atau juru kunci Gunung Guntur serta tim SAR yang telah berhari-hari melacak keberadaannya.

Kini Gibran sudah berada di tempat aman, di rumahnya. Ayahnya, Alam Surahman mengatakan, Gibran langsung makan dua piring begitu tiba di tempat tinggalnya.

Tanah Longsor Kabupaten Karo,  Seorang Pekerja Meninggal

34623596cffec0e370588de3293fea30.jpeg

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tanah longsor mengakibatkan satu pekerja konstruksi meninggal dunia. Peristiwa gerakan tanah ini terjadi pada Minggu (26/9), pukul 15.08 WIB.

“Tim gabungan telah mengevakuasi dan mengidentifikasi korban setelah dua jam proses pencarian Minggu sore,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.co.id, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, longsor yang terjadi di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, ini juga mengakibatkan tiga pekerja hilang dan satu lainnya luka berat.

Tim gabungan yang dibantu warga desa masih berusaha untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang tersebut, sedangkan warga luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Korban terdampak berada di lokasi perbaikan penahan tebing jalan dan saluran air.

“Proses pencarian dan evakuasi yang terdiri dari TNI, Polri dan BPBD akan dilanjutkan pada pagi hari ini, Senin (27/9),” jelasnya.

 Upaya penanganan darurat lainnya, pihak BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait dampak tanah longsor tersebut.

Menurutnya, peristiwa longsor ini dipicu oleh struktur tanah yang labil dan hujan lebat di wilayah itu. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo masih melakukan kajian di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor.

Insiden tersebut terjadi di area pembangunan dinding penahan pada tebing jalan dan saluran air.  Pihak BPBD menyebutkan bahwa lokasi terdampak longsor pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya pada tahun lalu sehingga pemerintah daerah membangun dinding penahan sepanjang sisi jalan yang rawan longsor.

Kabupaten Karo termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi tersebut, termasuk salah satunya Kecamatan Dolat Rayat. Luas bahaya di sejumlah kecamatan tersebut mencapai 104.800 hektar.

Analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat sejumlah wilayah dengan potensi Gerakan tanah menengah hingga tinggi. Wilayah dengan potensi ini teridentifikasi di Kecamatan Barusjahe, Berastagi, Dolat Rayat, Juhar, Laubeleng, Mardingding, Merdeka, Merek, Namanteran, Payung, Tigabinanga dan Tiganderket.

Sedangkan pada kategori menengah, wilayah teridentifikasi yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kutabuluh, Simpang Empat dan Tigapanah.

Sementara itu, pantauan peringatan dini cuaca BMKG menyebutkan bahwa wilayah Sumatra Utara berpeluang hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 27 – 28 September 2021. Pantauan potensi hujan di tingkat kecamatan mencatat wilayah Dolat Rayat berpotensi hujan ringan hingga sedang pada hari ini (27/9). Pada sore hingga malam, sekitar pukul 22.00 WIB, wilayah ini berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor. Warga bersama anggota masyarakat lain dapat melakukan pemantauan bersama di lapangan, khususnya mengidentifikasi potensi gerakan tanah.

“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu untuk ditingkatkan, khususnya di saat musim hujan. Hujan lebat dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah dan berujung tanah longsor,” pungkasnya. (Foto: BNPB)

Cegah Klaster PTM, Disdik Kota Tasikmalaya Minta Tes Covid- 19 Rutin

2fdaef551f438c5196abdbf1b60d729d.jpg

KBRN, Tasikmalaya : Setelah ditemukan tenaga pendidik terpapar Covid-19 pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya meminta Satgas untuk melakukan tes Covid-19 rutin dilingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi menjelaskan, tes rutin dilaksanakan sebagai langkah diteksi dini, agar penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

“Sebelumnya ada dua sekolah terpaksa PTM nya dihentikan sementara, karena ada tenaga pendidik yang terpapar. Untuk mengantisipasi penularan, kami akan mengusulkan tes Covid-19 secara rutin,” jelas Budiaman kepada RRI, Senin (27/8/2021).

Ia melanjutkan dengan tes rutin secara acak ini, diharapkan penyebaran Covid-19 dapat diantisipasi sejak dini.

“Jika ada yang terpapar dapat diketahui lebih awal, sehingga penangannya dapat dilakukan dengan cepat,” ucapnya.

Sementara itu, Budiaman juga mengimbau sekolah memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Ini penting, prokes harus lebih ketat dilakukan,” pungkasnya.

Sekda Subang Tinjau Pelaksanaan SKD CASN Hari Pertama

seleksi-CPNS-subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, BANDUNG – Hari pertama Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang Tahun 2021 telah dilaksanakan di Telkom University Covention Hall, Bandung pada Kamis (23/09/2021).

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos.,M.Si didampingi Kepala BKPSDM Subang Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si meninjau langsung lokasi pelaksanaan sekaligus menyapa dan memberikan motivasi kepada para peserta seleksi.

Kedatangan Sekda ke lokasi ujian juga sekaligus untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tes SKD CASN 2021 di masa pandemi Covid-19, salah satunya adalah penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Ujian SKD CASN dilaksanakan di Telkom University pada 23 – 25 September 2021.
Jumlah peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Telkom University Sejumlah 1.712 orang dan Peserta Seleksi Kompetensi Non Guru di Telkom University Sejumlah 305 Orang. Sementara itu jumlah peserta yang mengikuti seleksi SKD CPNS hari pertama di Telkom University sebanyak 334 peserta.

Turut hadir mendampingi Sekda Subang, Asda III, Ir. Besta Besuki Kertawibawa, M.PPM, Inspektur Inspektorat Daerah, Drs. R. Memet Hikmat M.W. , Kepala BP4D, Hari Rubiyanto S.STP., M.Si., Perwakilan DPRD Subang, dan Petugas Telkom University.

Demo BEM, 600 Personel Diturunkan Jaga KPK

abfebb8c091f1265d02d4cce78b24c95.jpg

KBRN, Jakarta : Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto menegaskan, sebanyak 600 personel gabungan telah disiapkan untuk berjaga di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (27/9/2021).

Menurutnya, penjagaan ini dilakukan karena akan ada demonstrasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia (SI).

“Ini ada kenaikan sedikit eskalasinya, agak menambah (personel) yang biasanya 500 sekarang 600 lah, seperti itu,” kata Wakapolres Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Agus mengatakan pihaknya juga meminta bantuan personel pemadam kebakaran untuk membantu penjagaan gedung KPK. Beberapa mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk mengantisipasi massa melakukan aksi bakar-bakaran.

“Kita antisipasi ada kemungkinan kemungkinan lain, contoh ada Bakaran di sini, itu nanti terprovokasi itu. Cepat kita padamkan, mungkin nanti ada ranting atau apa (merembet) sampah yang terbakar itu yang kita amankan,” ujar Agus.

Agus juga mengatakan pihaknya akan mengutamakan sikap humanis selama demonstrasi berlangsung. Langkah itu diambil agar tidak terjadi gesekan antara polisi dengan pendemo.

“Kita benar-benar kedepankan tim nego yang di depan personel polwan, nanti terus terus dan seterusnya. Kita benar-benar mengurangi gesekan yang terjadi, antara kami dengan rekan-rekan yang melaksanakan kegiatan,” jelas Agus.

Agus juga meminta pendemo untuk menepati janjinya membuat situasi aman. Agus tidak mau demo menjadi ricuh.

“Kita yakin dan percaya bahwa hari ini akan damai,” ucapnya.

Diketahui, BEM SI berdemo hari ini menuntut pemecatan pegawai KPK yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Rencananya mereka akan melakukan orasi digedung KPK pada pukul 14.00 WIB. (imr)

Kabar Duka, Kadishub Subang H. Kusman Yuhana Meninggal Dunia

H.-Kusman-Yuhana-M.Si_.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Kabar duka datang dari keluarga besar Pemkab Subang. Salah satu pejabat yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Subang, H. Kusman Yuhana meninggal dunia.

Menurut informasi yang diperoleh redaksi, H. Kusman meninggal dunia saat menjalani perawatan di di RS Santosa pada Sabtu, 25 September 2021.

Sejumlah teman sejawat sesama pejabat di lingkungan Pemkab Subang membagikan pesan kabar duka tersebut disejumlah grup WhatsApp.

“Innalilahi wainna Ilaihi roji’uun.. telah berpulang ke Rahmatullah,, Bpk H. Kusman (Kepala Dishub) barusan di RS Santosa, Semoga Alm. diterima amal Ibadahnya, diampuni segala kekhilafannya, mendapat kenikmatan di alam kuburnya & Semoga Ditempatkan di Surga Firdaus.. Ibu Kusman beserta keluarga semoga senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan & ketabahan… Aamiin Yaa Robbal’aalamiin,” pesan yang beredar di Grup WhatsApp.

Hal tersebut dibenarkan oleh teman sejawat dan tetangga almarhum. Baliau informasinya akan dimakamkan di Desa Gambarsar, Kecamatan Pagaden, Subang.

“Benar, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata tetangga almarhum, Wawan.

 

Penemuan Mayat Bersimbah Darah di Jalan Riau

6eca55979bd901571895c051f5fc7176.jpg

KBRN, Palangka Raya: Warga jalan Riau Kompleks Puntun, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) dikejutkan dengan penemuan mayat.

Mayat tersebut diketahui adalah salah seorang warga berinisial SA (53) yang ditemukan tewas bersimbah darah.

Kapolsek Pahandut, AKP Erwin Haasian Situmorang, menjelaskan korban ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya tepat di seberang Pelabuhan Rambang oleh sang istri. Namun terdapat kejanggalan dengan kondisi jenazah korban, sehingga dievakuasi ke RSUD dr Doris Sylvanus untuk dilakukan visum.

Kata Kapolsek Pahandut, menurut hasil pemeriksaan dokter forensik, korban meninggal karena sakit yang dideritanya yakni pembekakan pencernaan. Lantaran pembuluh darahnya pecah, sehingga darah segar keluar mulai dari hidung, mulut hingga telinga.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan forensik dengan dokter di rumah sakit. Hasilnya kemungkinan ada pembengkakan di limpa. Sehingga dari komplikasi itu, pembuluh darahnya pecah. Keluar darahnya dari mulut, telinga, hidung dan lainnya. Tidak ada unsur tindak pidana karena memang sejak pagi korban ini selalu bersama dengan istri,” katanya, Senin (27/9/21).

Kapolsek Pahandut juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihaknya juga telah menerima hasil visum dari rumah sakit, sebagai bahan jika kasus tersebut tidak dilakukan penyidikan. (imr)

Recent Posts