Beranda blog Halaman 98

50 Remaja Subang “Digembleng” di Lanud Suryadarma: Bukan Hukuman, Tapi Awal Perubahan!

pelatihan karakter siswa Subang

Subang — Senin pagi yang biasanya hanya diiringi kopi dan kabut tipis, kali ini berubah jadi panggung semangat dan harapan baru. Sebanyak 50 siswa SMP dari Kabupaten Subang resmi diberangkatkan ke Lanud Suryadarma Kalijati. Tapi tunggu dulu, ini bukan kirim-kirim sembako atau kunjungan wisata, ya. Mereka akan mengikuti program pelatihan karakter dan bela negara. Serius, bukan main!

Apel pagi yang mengawal keberangkatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi—alias Kang Dedi—di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (23/06/2025). Yang hadir? Lengkap! ASN, pejabat, TNI-Polri, dan tentu saja, para calon peserta pelatihan yang wajahnya campur aduk antara grogi dan penasaran.

Di tengah deretan barisan, digelar juga penandatanganan Berita Acara Serah Terima Peserta Didik antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dan Lanud Suryadarma. Yang bertandatangan? Tak tanggung-tanggung—ada Bupati Subang Kang Rey alias Reynaldy Putra Andita, Kepala Dinas Pendidikan Ibu Nunung Suryani, serta Komandan Lanud Suryadarma. Serius dan sah, bukan sekadar basa-basi.

Kang Dedi, dalam amanatnya yang tajam tapi tetap dengan gaya khasnya yang suka nyelekit, menyuarakan kegelisahan. “Anak sekarang lebih dekat dengan HP daripada orang tuanya,” cetus beliau. Waduh, kena semua nih! Kalau dibiarkan, kata Kang Dedi, masa depan bangsa bisa tergerus bukan oleh badai, tapi oleh scrolling TikTok tanpa henti.

Tak cuma itu, struktur birokrasi pemerintahan juga kena semprot. Terlalu gemuk, kata beliau, dan kebanyakan anggaran habis di kertas, bukan rakyat. Lalu, Kang Dedi angkat topi—secara verbal—untuk Lanud Suryadarma yang dianggap bisa bersih, tertib, dan disiplin tanpa embel-embel dana jumbo. “Yang penting itu keteladanan, bukan anggaran,” katanya. Nyess!

Usai apel, suasana jadi hangat dan penuh haru. Kang Dedi mendekati satu per satu siswa. Dialog pun mengalir. Ada yang ngaku pernah tawuran, ada yang spesialis bolos, bahkan ada yang keasikan main HP di… makam! Wah, level rebahan mereka bukan main.

Namun, momen ini justru jadi titik balik. Kang Dedi menegaskan, “Anak-anak ini bukan dikirim untuk dihukum, tapi untuk dididik.” Ini bukan reality show bertahan hidup, tapi investasi sosial untuk masa depan. Ia juga menyampaikan bahwa perubahan butuh kerjasama: guru, orang tua, dan pemerintah harus satu frekuensi.

Bupati Subang, Kang Rey, menyambut program ini dengan tangan terbuka dan hati penuh harap. Ia percaya bahwa meski latar belakang anak-anak ini berwarna-warni seperti pelangi, mereka semua pantas dapat kesempatan kedua. “Mereka semua punya masa depan,” ujarnya mantap.

Dan tentu, pendidikan karakter bukan urusan sekolah semata. “Ini kerja bareng, tanggung jawab kita semua,” pesan Kang Rey, mengingatkan bahwa mendidik anak bukan seperti kirim paket J&T—setelah diantar, langsung lepas tangan.

Program ini adalah harapan, bukan hukuman. Dan siapa tahu, dari Lanud Suryadarma, kelak lahir generasi emas yang bisa membuat Indonesia bangga, bukan sekadar trending di media sosial.

120 Mahasiswa IPB “Turun Gunung” ke Subang, KKN Tematik Bawa Misi Inovasi dan Kehangatan Sosial!

KKN Tematik IPB Subang

SUBANG – Ada yang rame-rame di Subang nih! Bukan pasar malam, bukan pula konser dadakan. Tapi, rombongan 120 mahasiswa IPB University yang datang dengan semangat membara, siap membaur dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi. Bukan sekadar magang atau piknik akademik, tapi ini serius—mereka membawa tema kece: Pengembangan Berkelanjutan Agromaritim, untuk Mencapai Sosio Resilience.

Lokasinya? Tiga kecamatan jadi panggung utama: Pagaden, Pagaden Barat, dan Cisalak. Dengan 15 desa yang siap jadi ladang inovasi, para mahasiswa dibagi menjadi kelompok kecil berisi delapan orang dari jurusan berbeda. Jadi, bukan cuma kerja tim, tapi juga kerja lintas fakultas—semacam Avengers, tapi versi kampus pertanian!

Dr. Erianto Indra Putra, sang dosen pembimbing lapangan, menegaskan bahwa misi mereka tak sebatas ngejalanin program. Lebih dari itu, katanya, “Harapan kami, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, bisa memberikan pemanfaatan yang unggul dan membekas.” Alias, jangan cuma datang, foto-foto, terus pulang. Tapi benar-benar memberi kesan dan manfaat!

Nah, sambutan hangat juga datang dari Wakil Bupati Subang, Kang Akur. Sosok yang sudah langganan nyambut mahasiswa IPB sejak 2018 ini bilang, “Ini bentuk kemitraan yang konsisten, dan patut kita jaga.” Waduh, jadi makin romantis ya hubungan IPB dan Subang—kayak pasangan yang setia sejak kuliah!

Tapi Kang Akur nggak cuma senyum-senyum manis. Beliau juga nitip pesan penting: mahasiswa harus nyetel alias adaptif sama kondisi sosial dan budaya setempat. Jangan sok ilmuwan tapi nggak nyambung sama warga. Karena, katanya, “Subang hari ini sedang bergerak menuju industrialisasi, namun tetap menjaga posisinya sebagai lumbung padi nasional.”

Dan yang bikin hati makin hangat, di akhir sambutannya, Kang Akur melempar petuah ala motivator level kabupaten, “Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Jangan hanya hadir secara fisik, tapi hadir juga secara emosional dan sosial.” Duh, meleleh, Kang…

Acara ini ditutup secara resmi lewat penandatanganan serah terima peserta KKN dari pihak kampus ke pemerintah daerah. Di sana juga hadir Kepala BP4D Subang dan jajaran OPD terkait—lengkap seperti nasi liwet pakai sambel terasi dan tahu goreng!

Ketua DPRD Subang Kutuk Zionis, Serukan Boikot Produk Israel:

suarasubang.com – Ketua DPRD Kabupaten Subang, H. Victor Wirabuana, menyampaikan pernyataan tegas mengutuk kekejaman Zionis Israel dalam aksi Bela Palestina dan Konser Amal yang digelar di Alun-alun Pemkab Subang, Minggu, 22 Juni 2025. Dalam orasinya yang menggugah, Victor menegaskan bahwa penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan secara konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Victor menyuarakan sikap resmi lembaga legislatif tertinggi di Kabupaten Subang, bahwa pihaknya akan terus berdiri bersama rakyat Palestina.

“Kami dari DPRD Kabupaten Subang menyatakan sikap tegas: akan selalu membersamai perjuangan rakyat Palestina. Tidak hanya hari ini, tetapi selama penjajahan itu masih berlangsung,” tegasnya di hadapan ribuan peserta yang hadir.

Ia menambahkan bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza bukan sekadar konflik geopolitik, melainkan bentuk nyata pelanggaran hak asasi manusia dan amanat konstitusi yang harus diperjuangkan.

Poin penting dalam orasi Ketua DPRD Subang ini adalah seruan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Zionis Israel. Menurut Victor, langkah sederhana seperti kesadaran dalam berbelanja dapat menjadi bentuk nyata perlawanan sipil.

“Kita bisa mulai dari kesadaran belanja sehari-hari. Jangan dukung ekonomi yang menopang penjajahan. Ini bentuk kecil tapi bermakna dari solidaritas kita,” ujarnya.

Aksi yang digagas oleh Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB) ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya:

  • Bupati Subang Reynaldy Putra Andita
  • Anggota DPR RI Elita Budiarti dan Ateng Sutisna
  • Konser Amal bersama Wali Band yang turut menyuarakan solidaritas kemanusiaan.

Acara ini juga menayangkan dokumenter kekejaman Zionis Israel dan melakukan penggalangan dana kemanusiaan, yang hingga siang hari telah mengumpulkan donasi sementara sebesar Rp1,1 miliar, serta 2,5 gram logam mulia, yang akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya untuk rakyat Palestina.

Victor menutup orasinya dengan seruan moral:

“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ini amanat konstitusi, ini perintah kemanusiaan. Kita tidak bisa diam melihat pembantaian terhadap anak-anak dan warga sipil tak bersenjata. Ini bukan konflik, ini kejahatan,” pungkasnya.

Subang Bersatu, Sampah Tersapu: Aksi Bela Palestina + Konser Amal + Pasukan Orange = Kombinasi Epik!

Aksi Bela Palestina Subang
Foto: lampusatu.com

SUBANG – Ribuan warga Subang tumpah ruah di Alun-alun Subang, Minggu pagi nan penuh semangat (22/6/2025), untuk mengikuti Aksi Damai Bela Palestina plus konser amal bareng Wali Band. Tema acaranya bikin dada berdebar nasionalis: “Subang Bersatu untuk Palestina Merdeka”. Dari lantunan dzikir hingga lantunan lagu, dari sholat subuh berjamaah hingga sarapan bareng, suasananya seperti reuni akbar warga penuh semangat kemanusiaan.

Tapi tunggu dulu, euforia massa biasanya berbanding lurus dengan jejak-jejak sisa bungkus makanan dan plastik bekas minuman. Nah, di sinilah muncul pahlawan tak pakai jubah: pasukan oranye DLH Kabupaten Subang!

Tanpa perlu aba-aba panjang, Dinas Lingkungan Hidup langsung gercep (gerak cepat) menurunkan Tim Saber Sampah. Yaya Sunarya alias Ogi, sang koordinator tim, tampil bak kapten regu pembersih semesta. Katanya, “Iya alhamdulillah jadi kami (DLH Subang) Kolaborasi dengan panitia event. Jadi kami ada persiapkan baik tim dan sarananya.”

Ogi menjelaskan kalau koordinasi dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Jadi, timnya sudah siap siaga dengan 2 cator (motor pengangkut sampah), 15 petugas bersemangat, trashbag jumbo, dan senjata pamungkas: sapu lidi sakti mandraguna.

“Sehingga event peduli dan kemerdekaan untuk Palestina dari Subang tidak menyisakan sampah berserakan. Karena tim kami sigap dan langsung bekerja setelah event selesai,” lanjutnya. Kalau saja ada lomba kebersihan pasca-keramaian, DLH Subang bisa boyong piala!

Plt Kadis LH Subang, Iwan Rudianto, juga ikut angkat topi (secara virtual) kepada timnya. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu 30 menit saja—yep, hanya setengah jam!—sampah-sampah dari ratusan ribu pengunjung sudah bersih tanpa sisa. Lebih cepat dari mie instan dua porsi.

Aksi bela Palestina kali ini memang bukan sembarang aksi. Dari pukul 4 pagi, masyarakat sudah datang, ikut sholat subuh berjamaah, dzikir bareng, hingga sarapan damai. Semua bersatu menyuarakan penolakan terhadap genosida Israel atas Palestina, dengan harapan doa dan solidaritas bisa menembus batas-batas benua.

Yang tak kalah membanggakan, aksi ini juga menjadi konser amal yang berhasil menggugah dompet-dompet warga. Petugas keliling bagai “sales sedekah” dan kotak amal berjajar di seluruh stand UMKM. Hasilnya? Fantastis. Donasi mencapai Rp1,12 miliar! Iya, M-I-L-I-A-R, bukan typo.

Dari konser hingga kebersihan, dari sholat subuh hingga gotong royong, acara ini bukan cuma jadi penggerak nurani, tapi juga bukti bahwa solidaritas tak pernah kehabisan energi—apalagi kalau diiringi sapu lidi dan semangat persatuan.

Berita ini telah dimuat di lampusatu.com dengan judul “Pasukan ‘Orange’ DLH Subang Langsung Gercep Sapu Bersih Sampah Usai Aksi Bela Palestina dan Konser Amal di Alun-Alun Subang”.

Subang Serius Jadi Lumbung Padi: “Kang Akur” Tanam Padi Bareng Alumni IPB, Pakai Alat Canggih!

Contract Farming Subang 2025
Foto: bewara.co.id

SUBANG – Kalau biasanya tanam padi pakai caping dan lumpur di kaki, kali ini beda, Sobat Tani! Di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, ada aksi tanam padi yang lebih kekinian—bukan cuma karena teknologinya, tapi juga karena kolaborasinya yang aduhai! Sabtu, 21 Juni 2025, Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur, turun langsung ke sawah dalam Program Contract Farming 2025. Serius, tapi santai. Santai, tapi berdampak!

Aksi ini bukan sekadar cangkul-cangkulan. Ini bagian dari gebrakan pertanian modern di Kampung Inovasi IPB, yang sejak 2019 sudah digodok matang oleh para alumni IPB. Bahkan, kata Prof. Suryo Wiyono, Dekan Fakultas Pertanian IPB, program ini sudah melewati tiga level jurus: integrasi, pembentukan kawasan, dan—yang paling keren—penerapan teknologi.

“Kerja sama, sinergi, dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, SBN, dan para petani kami harapkan dapat mendorong pengembangan Kampung Inovasi IPB agar semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat secara luas,” ujar Prof. Suryo.

Nah, makin seru lagi ketika PT Food Station Tjipinang Jaya nimbrung bawa program andalan mereka: Contract Farming. Menurut Direktur PT Food Station, Ir. Karyawan Sunarso, program ini sudah menjalar ke banyak daerah, dan kini Subang jadi bintangnya. Lahan 750 hektare di Kiarasari jadi ladang eksperimen yang menjanjikan!

Subang dipilih bukan karena asal tebak. Tapi karena punya lahan yang menggoda iman—luas, produktif, dan penuh harapan. Makanya, SBN (bukan stasiun TV ya, tapi mitra produksi lokal) dipasangkan sebagai rekan kerja utama.

Kang Akur sendiri nggak ketinggalan menyuarakan rasa syukurnya. “Terima kasih yang sebesar-besarnya tentu yang pertama kepada himpunan alumni IPB yang sudah terus-terusan melakukan inovasi untuk pembangunan di bidang pertanian,” ucapnya penuh semangat. Katanya lagi, para alumni ini sudah ngoprek urusan tani sejak berdiri, dan sekarang makin eksis serta berdampak nyata. Bukan cuma teori, tapi aplikatif dan produktif!

Beliau juga berpesan: jangan puas dulu. “Saya harap inovasi ini bisa direplikasi kepada desa-desa lain… mudah-mudahan nanti di desa lainnya untuk menopang pertahanan pangan sehingga Subang siap terus menjadi lumbung padi nasional ketiga yang akan bisa mengejar Karawang dan Indramayu,” tegasnya.

Tanam padinya nggak pake manual lagi, lho. Kang Akur dan tim tanam bareng pakai mesin transplanter, alias alat tanam padi canggih yang bisa bikin petani tersenyum lebih lebar. Turut hadir pula rombongan penting: dari Kementerian Pertanian, KADIN Jakarta dan Subang, Bulog, TNI-Polri, sampai Kepala Sekolah SMK Pertanian Compreng. Lengkap seperti nasi uduk dengan lauknya!

Jadi, kalau biasanya tanam padi cuma jadi rutinitas, kali ini menjadi panggung inovasi. Dan Subang pun melaju, siap bersaing dengan raksasa pangan nasional lainnya. Jangan heran kalau sebentar lagi ada slogan baru: “Padi Subang, untuk Indonesia Kenyang!”

Berita ini telah dimuat berdasarkan sumber asli dari bewara.co.id dengan judul “Wakil Bupati Subang, Tanam Padi Dalam Program Contrack Farming 2025 di Kampung Inovasi IPB.”

Dari Subang Menggema ke Gaza: Aksi Bela Palestina Tembus Rp1,12 Miliar, Musik Wali Ikut Menggetarkan

Donasi Aksi Bela Palestina Subang
Foto: tintahijau.com

SUBANG — Ada yang luar biasa mengguncang Alun-Alun Pemkab Subang akhir pekan lalu. Bukan konser K-Pop, bukan pula diskon besar-besaran. Tapi… gelombang cinta dan kepedulian untuk Palestina yang bikin hati merinding!

Yup, Aksi Bela Palestina yang digelar Minggu (22/6/2025) itu sukses mengumpulkan donasi fantastis: Rp1,12 miliar! Iya, benar, bukan salah ketik. Angka ini melejit jauh dari sebelumnya yang “hanya” Rp600 juta. Warga Subang, dari yang tua hingga yang muda, dari sekolah hingga perusahaan, rame-rame patungan empati.

“Ini bukan hanya tentang jumlah rupiah. Ini adalah simbol kekuatan empati masyarakat Subang. Dari desa hingga kota, dari anak-anak sekolah hingga para pengusaha, semua menyumbang sesuai kemampuan mereka. Ini luar biasa,” tutur Ketua Panitia, Kodar Udoyono, penuh semangat.

Sejak pagi, ribuan massa datang memadati alun-alun. Poster, bendera Palestina, hingga teriakan “Bebaskan Palestina!” bersahut-sahutan. Rasanya bukan demo biasa, tapi semacam festival kemanusiaan yang bikin merinding sekaligus bangga jadi orang Subang.

Yang bikin suasana makin panas (secara emosional, ya!), adalah kehadiran para tokoh penting: Bupati Reynaldy Putra, Ketua DPRD H. Victor Wirabuana, hingga anggota DPR RI seperti Elita Budiarti dan Ateng Sutisna. Mereka semua menyampaikan orasi lantang: “Subang menolak penjajahan!”

Tapi tunggu dulu, belum selesai… Aksi ini juga dibumbui irama dan lantunan dari Wali Band! Mereka bukan cuma nyanyi manis di atas panggung, tapi juga ikut menyerukan semangat kemanusiaan yang bikin air mata hampir jatuh karena bangga.

“Kami hadir bukan sekadar bernyanyi. Kami ingin menjadi bagian dari gerakan besar rakyat Indonesia yang menolak kezaliman dan membela kemanusiaan,” kata Faank, vokalis Wali band.

Donasi jumbo ini terkumpul dari berbagai cara: konser amal, kotak infak, lelang donasi, hingga transfer-transfer penuh cinta. Dan tenang, duitnya enggak nginep lama-lama. Panitia sudah siap menyalurkannya ke lembaga resmi yang akan memastikan bantuan sampai ke tangan rakyat Gaza — mulai dari makanan, obat, perlengkapan bayi, hingga trauma healing buat para korban.

Semangat warga Subang pun belum akan padam. Posko donasi tetap dibuka di sekolah, masjid, dan kantor-kantor. Masih ada banyak hati yang ingin memberi dan telapak tangan yang siap menyalurkan.

“Kita ingin menjaga semangat ini. Solidaritas terhadap Palestina bukan hanya hari ini, tapi harus menjadi komitmen jangka panjang,” tegas Kodar, tak ingin semangat ini cuma jadi tren TikTok sesaat.

Dengan lantang warga Subang berseru: “Dari Subang untuk Palestina!” Sebuah kabupaten di Jawa Barat menunjukkan, suara kecil pun bisa menggema hingga ke ujung dunia.

Berita ini telah dimuat di tintahijau.com dengan judul “Total Donasi Aksi Bela Palestina di Subang Tembus Rp1,12 Miliar”

Subang Menggema! Ribuan Warga Serukan Kemerdekaan Palestina dengan Air Mata dan Lagu Wali

aksi solidaritas Palestina Subang
Foto: tintahijau.com

SUBANG – Minggu pagi yang biasanya jadi ajang rebahan nasional, berubah jadi momen luar biasa penuh semangat di Lapang Alun-alun Pemkab Subang, 22 Juni 2025. Ribuan warga—dari balita yang baru bisa jalan, emak-emak yang bawa balita yang baru bisa jalan, sampai bapak-bapak bersorban yang membawa emak-emak yang membawa balita yang baru bisa jalan—berkumpul jadi satu suara: “Bebaskan Palestina!”

Aksi solidaritas ini bukan sekadar kumpul-kumpul manis, tapi beneran padat makna! Turut hadir tokoh-tokoh keren nan vokal seperti Elita Budiarti dan Ateng Sutisna, dua anggota DPR RI yang semangatnya seolah pakai tenaga surya—nggak habis-habis. Dalam orasi yang berkobar, mereka memompa semangat massa untuk tak lelah bersuara melawan penjajahan Israel.

Tapi tunggu dulu, acara ini nggak cuma orasi doang. Ada juga konser amal yang bikin suasana makin syahdu. Siapa yang manggung? Bukan band amatiran, tapi Wali Band! Lewat lagu-lagu religius dan kebangsaan, mereka menyelipkan pesan damai yang ngena banget sampai ke hati, bikin alun-alun terasa kayak panggung hati nurani.

Nah, siap-siap tisu, karena bagian paling bikin dada sesak adalah saat panitia memutar film dokumenter tentang kekejaman Israel terhadap warga sipil Palestina. Nggak sedikit yang menyeka air mata diam-diam. Anak-anak, ibu-ibu, sampai bapak-bapak—semuanya larut dalam duka yang tak perlu diterjemahkan.

Puncaknya? Seruan kompak yang menggema: hapus penjajahan di atas dunia, boikot produk terafiliasi Israel, dan bebaskan Palestina. Kalimat-kalimat itu tak hanya terdengar di udara Subang, tapi juga menghunjam ke relung nurani kita bersama.

Berita ini telah dimuat di tintahijau.com dengan judul “Ribuan Warga Padati Alun-alun Subang, Suarakan Kemerdekaan Palestina”

Gegap Gempita Aksi Bela Palestina di Subang: Wali Band Tampil, 10 Ribu Lebih Warga Siap Turun ke Alun-Alun!

Aksi Bela Palestina Subang

SUBANG — Ada yang beda di Alun-alun Subang Ahad ini, 22 Juni 2025. Bukan konser biasa, bukan pula unjuk rasa semata. Tapi gabungan keduanya—konser kemanusiaan dan aksi solidaritas bertajuk Aksi Bela Palestina yang siap menggetarkan hati dan mengguncang nurani.

Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB) selaku penggagas, tampaknya tidak main-main. Mereka menargetkan lautan manusia, lebih dari 10.000 peserta, mulai dari kalangan pelajar, tokoh masyarakat, ASN, komunitas masjid, hingga karyawan BUMN dan swasta akan tumpah ruah di pusat kota Subang. Bukan buat bikin keramaian, tapi buat bikin harapan.

Panggung utamanya? Siap-siap, karena Wali Band bakal tampil langsung! Tapi jangan kira ini panggung joget-joget biasa. Di tengah penampilan mereka, akan ada narasi menyentuh dan ajakan berdonasi untuk saudara-saudara kita di Palestina. Ya, begitulah: musiknya menghibur, pesannya menusuk—langsung ke hati.

Acara dimulai sejak matahari baru bangun dari peraduan, tepat pukul 06.00 WIB. Panitia sudah siap menyambut para peserta dengan senyum semangat dan rundown di tangan. Acara dibuka pukul 07.30 dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan lagu kebangsaan, termasuk lagu Palestina yang bikin merinding sejak nada pertama.

Lanjut ke pukul 08.00, suasana bakal berubah jadi haru-biru. Tokoh lintas agama, komunitas, dan para seniman akan menyampaikan orasi kemanusiaan, pembacaan puisi, hingga doa bersama. Jangan lupa sedia tisu, karena bisa jadi ini sesi yang menggetarkan mata dan jiwa.

Pukul 08.45, Wali Band bakal memanaskan panggung. Tapi tenang, panasnya bukan bikin goyang sembarangan—melainkan menggelorakan semangat untuk bersatu, peduli, dan berdonasi. “Bukan cinta biasa,” kata Wali dalam lagu—dan kali ini bukan solidaritas biasa juga!

Acara ditutup pukul 10.00 dengan penyerahan simbolis bantuan serta pengumuman donasi sementara. Tapi tenang, bagi yang belum sempat berdonasi di tempat, panitia sudah membuka rekening donasi atas nama Assyifa Peduli Palestina di BSI dengan nomor rekening: 7301652032. Satu klik bisa jadi secercah harapan di tengah gelapnya penderitaan.

Panitia juga sudah mengimbau: silakan datang dengan pakaian putih dan simbol damai seperti bendera Palestina dan Merah Putih. Tapi mohon tinggalkan dulu atribut partai dan ormas di rumah, karena ini bukan panggung politik—ini panggung kemanusiaan.

Akhir kata, Subang bukan hanya menyanyikan lagu, tapi juga menyuarakan nurani.

Berita ini dimuat berdasarkan informasi dari sumber: GENMILENIAL.ID

Aksi Sopir Truk Gedor Pintu Bupati Subang: “Kami Butuh Jalan, Bukan Halang!”

aksi sopir truk Subang tolak Perbup pembatasan jam operasional

Subang – Kabupaten Subang, Jumat sore itu bukan sekadar langit yang mendung, tapi juga suasana yang ikut bergemuruh. Bukan karena cuaca, melainkan derap kaki ratusan sopir truk yang mendatangi Kantor Bupati Subang. Mereka tidak datang untuk meminta diskon BBM atau parkir gratis, tapi untuk satu hal yang bagi mereka lebih penting dari kopi di pagi hari: jam operasional!

Dengan spanduk-spanduk mengudara dan suara klakson menggelegar seperti konser dadakan, sekitar 250 sopir dari seantero Kabupaten Subang menyuarakan keberatan mereka terhadap Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2023. Peraturan itu mengatur pembatasan jam operasional angkutan barang, ditambah lagi dengan kebijakan Over Dimension Over Loading alias ODOL. Kombinasi aturan ini terasa seperti jeruk nipis di luka—perih dan menyengat.

Tak hanya berorasi, massa sempat melampiaskan kegundahan mereka dengan aksi “pintu jebol berjamaah” di gerbang Kantor Bupati. Tapi jangan bayangkan kekacauan seperti film laga. Plh. Kapolres Subang, Kompol Endar Supriatna, tampil bak pawang badai. Dengan gaya santai tapi sigap, beliau menjelaskan, “Sekitar 250 orang supir dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang, tolak kebijakan pembatasan jam operasional angkutan barang, yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2023, serta penerapan aturan mengenai kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).”

Untuk mengawal aksi yang penuh semangat tapi rawan meletup itu, Polres Subang mengerahkan 100 personel gabungan—alias pasukan damai yang terdiri dari polisi dan Satpol PP. Tugas mereka bukan cuma jaga-jaga, tapi memastikan bahwa suara rakyat bisa sampai ke telinga pengambil kebijakan tanpa harus ada suara pecahan kaca.

“Dalam aksi unjukrasa ini, kami libatkan 100 personil Polres Subang, ditambah personil Satpol PP, guna mengawal para pengunjukrasa, agar aspirasinya tersampaikan,” kata Kompol Endar, sambil memastikan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi jurus andalan, bukan tameng belaka.

Meski suasana sempat memanas, suasana berhasil diredam seperti api yang disiram es krim. Kompol Endar menyampaikan dengan lega, “Alhamdulillah, meski sempat memanas, namun pengunjukrasa berhasil kami redam emosinya dengan mengedepankan cara humanis, sehingga massa aksi berhasil kita redam.”

Dan begitulah, Subang kembali tenang, meski suara truk mungkin masih bergema di telinga para pejabat.

Subang Berolahraga, Bhayangkara Bersatu: Sinergi TNI/Polri dan Jurnalis Guyub Gembira!

SUBANG – Ada yang seru pagi ini di Mako Polres Subang, Jumat (20/6/2025). Bukan penggerebekan, bukan pula razia kendaraan. Tapi… olahraga bareng yang diwarnai tawa, keringat, dan semangat persaudaraan!

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Subang menggelar acara bertajuk “Polri Untuk Masyarakat”. Jangan salah, ini bukan sekadar jalan-jalan manja. Di sini ada gerak jalan santai, voli yang penuh sorak-sorai, senam yang bikin otot kejut-kejut bahagia, hingga tenis lapangan yang penuh aksi dan gaya.

Plh. Kapolres Subang, Kompol Endar Supriatna, tampak ikut bergerak lincah di tengah kerumunan. Dalam keterangannya yang to the point, beliau mengatakan, “Dengan olahraga bersama ini, tentunya lebih mempererat sinergitas kita, dalam menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Subang.”

Eh, jangan dikira ini acara musiman! Kompol Endar menegaskan bahwa olahraga semacam ini adalah bentuk silaturahmi rutin antara Polri, TNI, dan para jurnalis Pokja Polres Subang. Tidak hanya pas Hari Bhayangkara saja, tetapi juga saat HUT TNI dan momen spesial lainnya.

“Sebagai bentuk sinergitas kita, olahraga bersama ini juga sering kita laksanakan, tak hanya saat Hari Bhayangkara dan HUT TNI, tetapi juga di momen-momen penting lainnya,” ujar beliau sambil menyeka peluh kemenangan.

Dan tunggu dulu, bukan TNI/Polri namanya kalau nggak kasih kejutan. Khusus untuk voli, mereka memperebutkan trophy Kapolres Cup dengan hadiah uang pembinaan dari juara pertama hingga juara harapan. Bahkan ada ribuan door prize! Mulai dari yang receh sampai yang bikin tetangga iri, semuanya disiapkan panitia dengan semangat Bhayangkara.

Kalau olahraga bisa seasyik dan sekompak ini, semoga kamtibmas di Subang juga makin mantap dan adem ayem. Pokoknya, siapa bilang olahraga cuma buat sehat? Di Subang, olahraga juga bikin guyub, tertib, dan bahagia!

Recent Posts