Beranda blog Halaman 121

Khitanan Massal Warnai Kunjungan Bupati Subang ke Desa Sukamandi Jaya

khitanan massal Subang
Foto: www.rri.co.id

Subang – Sebanyak 89 anak mengikuti khitanan massal gratis di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Subang, pada Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Saba Desa yang digagas oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Program Saba Desa diawali dengan kunjungan ke berbagai desa di Kecamatan Cikaum dan berakhir di Desa Sukamandi Jaya. Selain kegiatan sosial seperti khitanan massal, agenda ini juga difokuskan untuk meninjau kondisi infrastruktur daerah, termasuk jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.

Bupati Reynaldy menegaskan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Ia menargetkan seluruh jalan di Kabupaten Subang akan dalam kondisi baik pada tahun 2027. “Target saya, 2027 jalan di Subang leucir,” ujarnya di hadapan warga.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan kelancaran seluruh program pembangunan. Ia berharap, dengan dukungan masyarakat, semua rencana dan target yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan bersama.

Cara Unik Calon Haji Subang Tandai Koper, dari Boneka hingga Gayung

Calon Haji Subang Tandai Koper
Foto: www.detik.com

Subang – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon haji asal Subang punya cara unik untuk menandai koper mereka. Tak hanya label nama, beberapa memilih menggunakan boneka, gayung, hingga botol minum sebagai penanda.

Kasi Haji dan Umroh Kabupaten Subang, Rojak, mengatakan bahwa kebiasaan ini sudah menjadi tradisi. Namun, pihaknya tidak mengeluarkan instruksi khusus terkait penandaan koper. Semua dilakukan atas inisiatif para jamaah.

“Untuk tanda koper kita tidak memberikan arah secara khusus, mungkin inisiatif jamaah agar mudah dikenali. Ada yang pakai gayung, tempat minum, dan sebagainya,” ujar Rojak saat proses pengumpulan koper di kantornya, Jumat (9/5/2025).

Penandaan koper ini bertujuan memudahkan jamaah saat pengambilan koper di Arab Saudi. Dengan begitu, risiko koper tertukar bisa diminimalkan.

Setiap koper diperiksa secara teliti oleh petugas. Tujuannya memastikan tidak ada barang yang tertinggal dan koper dalam kondisi aman. Koper-koper ini dikumpulkan dari berbagai KBIH di Subang, sebelum akhirnya dikirim ke Embarkasi Haji Indramayu.

“Hari ini koper milik calon jemaah haji yang akan berangkat besok dengan kloter 8 KJT sebanyak 445 orang dikumpulkan hingga sore. Malamnya akan diberangkatkan ke Embarkasi Indramayu,” jelas Rojak.

Tahun ini, Kabupaten Subang mendapat kuota haji sebanyak 1.163 orang. Mereka terbagi dalam tiga kloter: kloter 8 KJT berangkat 10 Mei 2025, kloter 14 KJT pada 17 Mei 2025, dan kloter 26 KJT pada 28 Mei 2025.

“Kloter 8 KJT akan diberangkatkan pada Sabtu. Rencananya akan dilepas langsung oleh Bupati Subang di Islamic Centre Asrama Haji Subang,” tambahnya.

Rojak juga mengingatkan larangan membawa barang berlebih dan barang terlarang. Sosialisasi sudah dilakukan jauh hari, termasuk pengingat kembali menjelang keberangkatan.

Angin Segar untuk Petani dan Nelayan: Rencana Prabowo Hapus Utang Disambut Haru

penghapusan utang petani dan nelayan
Foto : tirto.id

Subang – Rencana Presiden Prabowo Subianto menghapus utang petani dan nelayan yang telah menumpuk selama puluhan tahun disambut dengan penuh haru oleh masyarakat. Di Subang, Jawa Barat, daerah agraris dan pesisir, kabar ini bagaikan oase di tengah beban ekonomi yang kian berat.

Wakil Ketua DPRD Subang, Tegar Jasa Priatna, menyebut kebijakan ini sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar wacana ekonomi, melainkan langkah konkret yang menyentuh kebutuhan dasar petani dan nelayan.

Menurut Tegar, penghapusan utang akan mengurangi beban biaya produksi. Imbasnya, harga komoditas bisa lebih stabil karena petani dan nelayan tak lagi dibebani utang musiman yang selama ini menjadi lingkaran setan.

Ia mengisahkan bagaimana para petani harus meminjam ke tengkulak setiap musim tanam demi bibit dan pupuk. Hasil panen pun kerap habis hanya untuk melunasi utang. Siklus itu menciptakan tekanan mental dan ekonomi yang luar biasa.

“Bayangkan bila utang ini benar-benar dihapus. Kita akan melihat senyum lepas para petani kita,” ujar Tegar dengan nada optimistis.

Namun, ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar kebijakan ini tepat sasaran. Menurutnya, jika diterapkan dengan baik, langkah ini bisa menjadi titik balik sejarah pembangunan desa di Indonesia.

Tegar menilai kebijakan ini sebagai awal kebangkitan rakyat kecil. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kesenjangan ekonomi, negara dinilainya hadir untuk menguatkan akar rumput: sawah, laut, dan mereka yang selama ini bekerja dalam senyap.

Respons positif juga datang dari para pelaku lapangan. Casim (53), nelayan asal Blanakan, tak kuasa menahan air mata saat mendengar rencana penghapusan utang. Ia menyebut langkah ini sebagai jawaban atas doa panjang mereka.

“Kami kerja dari malam sampai pagi. Cuaca buruk dan harga ikan tak menentu. Tapi utang jalan terus. Kalau benar dihapus, itu anugerah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hal senada disampaikan Ahmad (45), petani padi asal Ciasem. Menurutnya, utang mereka bukan karena malas, melainkan karena sistem yang tidak mendukung. Harga pupuk terus naik, sementara harga gabah tak kunjung stabil.

“Kalau utang ini dihapus, itu seperti hidup kami dimulai lagi. Tapi kali ini, dengan harapan,” ungkap Ahmad.

Ia berharap pemerintah juga memberikan dukungan lanjutan seperti subsidi pertanian dan jaminan harga panen agar petani bisa benar-benar bangkit.

Polres Subang Siaga, Bobotoh Diimbau Rayakan Juara Persib Tanpa Knalpot Brong

Polres Subang imbau bobotoh rayakan juara Persib
Foto: jabar.tribunnews.com

Subang – Kemenangan Persib Bandung di Liga 1 2024-2025 menjadi kabar menggembirakan bagi para bobotoh. Meski kompetisi belum berakhir, euforia juara sudah terasa di berbagai daerah, termasuk Subang.

Polres Subang pun bergerak cepat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Para bobotoh diimbau merayakan keberhasilan tim kebanggaannya dengan tertib dan aman.

“Taati aturan lalu lintas, gunakan helm, dan jangan pakai knalpot brong,” tegas Kasatlantas Polres Subang, AKP Sudirianto, Jumat (9/5/2025).

Ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan ragu bertindak tegas terhadap pelanggaran. Truk telah disiapkan untuk mengangkut motor bobotoh yang memakai knalpot brong saat konvoi.

Penertiban kendaraan dengan knalpot brong sudah dilakukan sejak laga Persib melawan Malut United. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kami minta bobotoh tidak menggeber-geber motor. Rayakan kemenangan dengan tertib, jangan sampai euforia merusak ketenangan lingkungan,” ujarnya.

Konvoi perayaan masih akan berlangsung hingga akhir musim. Pertandingan terdekat digelar malam ini, saat Persib menjamu Barito Putera di Stadion GBLA, Kota Bandung.

Setelah itu, Persib masih akan menghadapi Persita Tangerang dan Persis Solo. Dua pertandingan terakhir ini pun akan digelar di kandang, di depan ribuan bobotoh.

Polres Subang akan mengawal seluruh rangkaian konvoi hingga puncak perayaan penyerahan trofi, Minggu, 25 Mei 2025.

“Pengamanan akan terus kami tingkatkan hingga pertandingan terakhir,” pungkas Sudirianto.

Ombudsman RI Kawal Penggusuran Sepadan Irigasi Curug Agung agar Tak Rugikan Warga

Ombudsman RI penggusuran Curug Agung
Foto: ombudsman.go.id

Subang – Ombudsman Republik Indonesia menegaskan pentingnya perlindungan hak warga yang terdampak penggusuran bangunan di sepanjang Saluran Irigasi Curug Agung, Desa Dawuan Kaler, Kabupaten Subang. Proses revitalisasi irigasi dinilai krusial, namun tidak boleh mengabaikan keadilan bagi masyarakat.

Hal ini ditegaskan Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dalam audiensi yang digelar Jumat (9/5/2025). Audiensi melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, serta sejumlah instansi pengelola sumber daya air dan pertanahan.

Pertemuan tersebut merupakan respons atas keluhan warga terkait pembongkaran bangunan yang berada di sepadan irigasi. Proyek ini dilakukan untuk perbaikan saluran dan pelebaran akses jalan. Ombudsman RI menegaskan bahwa proses tersebut harus menjunjung prinsip keadilan.

“Kami hadir untuk memberi rasa aman. Irigasi memang penting, tapi hak masyarakat tidak boleh dilanggar. Harus ada solusi konkret dan kesepakatan bersama,” kata Yeka Hendra Fatika.

Dalam audiensi, ditemukan adanya bangunan yang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dokumen hak tanah yang sah. Hal ini menandakan bahwa proses penggusuran tak bisa dilakukan secara gegabah. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pun menjadi keharusan.

Ombudsman RI meminta semua pihak menunda sementara proses penggusuran. Penundaan ini berlangsung selama 1-2 minggu sambil menunggu hasil verifikasi dokumen dan fakta di lapangan. Tindakan apa pun harus sesuai hukum yang berlaku.

Jika nantinya penggusuran tetap dilakukan, Yeka menekankan perlunya dana kerohiman atau ganti rugi yang pantas bagi warga terdampak. Menurutnya, perlindungan hukum dan hak warga negara adalah prinsip yang tak bisa ditawar.

Permasalahan status lahan juga menjadi sorotan. Lahan sepadan sungai yang disengketakan tercatat dalam pengelolaan beberapa instansi, seperti Perum Jasa Tirta II dan Dinas SDA Jawa Barat. Sementara itu, irigasi yang direvitalisasi menopang pengairan bagi hampir 2.000 hektare lahan pertanian.

“Proses harus adil dan patuh aturan. Kantor Perwakilan Ombudsman RI Jawa Barat akan terus mengawal ini. Irigasi jalan, tapi masyarakat juga harus merasa aman,” tutup Yeka.

Ombudsman RI berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara kolaboratif dan manusiawi. Prinsip keadilan dan hak asasi menjadi pondasi dalam setiap langkah penyelesaian yang diambil.

Subang Serahkan Rumah Bersubsidi Pertama untuk Pekerja Migran, Kang Rey: Ini Bentuk Keberpihakan Nyata

Rumah bersubsidi untuk pekerja migran
Foto: subang.go.id

Subang — Suasana haru dan bahagia menyelimuti Perumahan Bumi Pagaden Permai 3, Kamis (08/05), saat digelar Seremoni Serah Terima Kunci Program Rumah Bersubsidi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam menyediakan hunian layak. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga seperti P2MI, PKP, BPS, BP Tapera, dan Bank BNI menjadi penggeraknya.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau Kang Rey, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam mendukung setiap program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kita dorong bersama terwujudnya Asta Cita Presiden untuk membangun tiga juta rumah,” ujar Kang Rey dengan optimis.

Kang Rey juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif. Menurutnya, program rumah bersubsidi ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap para pejuang devisa yang rela berjauhan demi keluarga.

“Ini bentuk keberpihakan pada para pekerja migran—pejuang keluarga yang telah banyak berkorban,” tambahnya.

Ia menyebut program ini selaras dengan visi Subang: membangun daerah yang unggul, maju, dan kompetitif dalam bingkai pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan.

Kang Rey pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong demi memperluas akses terhadap hunian yang layak dan manusiawi.

“Selamat menempati rumah baru. Jadikan ini tempat tumbuh, kembali, dan menata masa depan,” tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman lintas lembaga. MoU ini memperkuat komitmen pembiayaan rumah bagi para PMI bersama Kementerian PKP, P2MI, BNI, BPS, dan BP Tapera.

Simbolisasi penyerahan kunci rumah dilakukan langsung oleh Menteri P2MI, Dirjen Perumahan Perdesaan, dan Direktur Consumer Banking BNI.

Dirjen Perumahan Perdesaan, Dr. Imran, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi Presiden RI dalam memberikan “karpet merah” bagi rakyat, termasuk PMI.

“Pekerja migran juga harus mendapatkan hak atas hunian yang layak,” ujarnya.

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menambahkan bahwa ini adalah kebijakan pertama dalam sejarah yang secara khusus menyasar PMI dan keluarganya.

“Inilah momentum bersejarah—pertama kalinya rumah bersubsidi diberikan khusus untuk para pekerja migran Indonesia,” ungkapnya bangga.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI, Kepala BPS RI, Komisioner BP Tapera, jajaran Pemprov Jabar, Sekda Subang, kepala OPD, dan sejumlah undangan lainnya.

Ciater Rayakan Milangkala ke-17, Bupati Subang Dorong Percepatan Pembangunan dan Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Milangkala Kecamatan Ciater ke-17

Subang – Kecamatan Ciater, Subang, merayakan hari jadinya yang ke-17 dengan penuh semangat dan kebersamaan, Kamis (8/5/2025). Bertempat di Lapang Upacara Kecamatan Ciater, acara berlangsung meriah dan sarat makna.

Dengan tema “Rempug Jukung Sauyunan, Ngalarat Tapak Sejarah, Dina Raraga Ngawujudkeun Subang Ngabret–Jabar Istimewa”, peringatan Milangkala kali ini menghadirkan berbagai kegiatan. Mulai dari Pagelaran Jaipong, Gebyar Senam, Donor Darah, hingga Tabligh Akbar, turut memeriahkan suasana.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat Ciater yang telah berkontribusi dalam pembangunan wilayahnya.

“Selamat ulang tahun ke-17 untuk Kecamatan Ciater. Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa dari warga, tokoh masyarakat, pemuda, dan panitia,” ucap Kang Rey dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa peringatan Milangkala bukan hanya ajang nostalgia, tetapi juga momentum mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kang Rey berharap Ciater mampu menjadi motor penggerak Subang Selatan. Menurutnya, potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki perlu digarap serius dengan tetap menjunjung kearifan lokal.

“Hari ini bukan hanya perayaan, tapi pernyataan. Ciater siap melesat bersama Subang menuju masa depan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa visi pembangunan Subang lima tahun ke depan harus terwujud melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan. Ia mendorong pemerintah desa dan kecamatan untuk terus bersinergi dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan tepat sasaran.

“Mari jadikan Milangkala ini sebagai energi baru. Ciater harus menjadi teladan dalam inovasi dan kolaborasi,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Kang Rey mengajak seluruh masyarakat untuk aktif terlibat dalam pembangunan, demi Ciater yang lebih maju, religius, ramah lingkungan, dan kompetitif.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Subang, Asisten Daerah I, Kabag Tata Pemerintahan, perwakilan MUI, PGRI, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ciater.

Persib Bandung Juara Liga 1, Tapi Siap-Siap Ditinggal Banyak Pemain

Persib Bandung juara Liga 1 2024/2025
Foto: cirebon.tribunnews.com

Subang – Tiga pertandingan tersisa bagi Persib adalah menghadapi Barito Putera (9 Mei), Persita Tangerang (16 Mei), dan Persis Solo (24 Mei). Walau laga masih berjalan, sorotan mulai bergeser pada masa depan skuad Persib pasca-gelar juara.

Beberapa pemain dipastikan akan mengakhiri masa baktinya karena kontrak yang segera berakhir. Bahkan, beberapa nama sudah memberi sinyal perpisahan.

Pemain serba bisa Rachmat Irianto atau Rian menjadi salah satu yang masuk daftar tersebut. Ia saat ini sedang dalam masa pemulihan cedera, sementara kontraknya berakhir pada Maret 2025.

Penyerang asal Brasil, Ciro Alves, juga akan habis kontrak pada April 2025. Ia bahkan sempat mengunggah pesan perpisahan seusai laga melawan PSS Sleman. Kabar beredar, Ciro akan hijrah ke Malut United dengan peluang kepindahan mencapai 63 persen.

Daftar pemain yang kontraknya berakhir di Mei 2025 cukup panjang. Di antaranya ada Kevin Mendoza (kiper asal Filipina), Nick Kuipers (bek asal Belanda), Edo Febriansah (bek kiri andalan), dan Ryan Kurnia (pemain sayap asal Bogor).

Beckham Putra juga masuk daftar pemain yang kontraknya berakhir, yakni pada Juni 2025. Satu nama yang dipastikan hengkang adalah Ahmad Agung. Gelandang bertahan ini akan kembali ke Persik Kediri setelah masa pinjamannya di Persib selesai pada akhir musim.

Tak hanya pemain lokal, beberapa pemain asing pun berpotensi pergi. Tiga di antaranya adalah bek Gustavo Franca, serta dua gelandang, Mateo Kocijan dan Tyronne Del Pino.

Nama terakhir, Del Pino, bahkan dirumorkan juga akan menyusul Ciro Alves ke Malut United musim depan, menurut informasi dari Transfermarkt.

Berikut daftar lengkap pemain Persib yang kontraknya habis antara Maret hingga Juli 2025:

  • Rachmat Irianto
  • Ciro Alves
  • Kevin Mendoza
  • Nick Kuipers
  • Edo Febriansah
  • Ryan Kurnia
  • Beckham Putra
  • Ahmad Agung (status pinjaman)
  • Mateo Kocijan
  • Gustavo Franca
  • Tyronne Del Pino

Musim belum benar-benar berakhir, namun Maung Bandung harus mulai bersiap menatap musim baru dengan wajah yang mungkin akan berubah.

Ibu Penjual Keripik Tulus Tolak Uang, Dedi Mulyadi Terharu dan Naikkan Bantuan Jadi Rp15 Juta

Ibu penjual keripik tolak uang
Foto: radarbogor.jawapos.com

Subang – Suasana sebuah desa di Kuningan, Jawa Barat, mendadak penuh haru saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan seorang ibu penjual keripik yang sederhana.

Momen ini terekam dalam video YouTube unggahan Lembur Pakuan Channel. Di sana, terlihat sang gubernur menerima keripik dari si ibu yang langsung memberikannya dengan tulus.

Menanggapi pemberian itu, Dedi Mulyadi mencoba membalas dengan uang tunai. Namun, ibu tersebut menolak dengan sopan.

“Kunaon dibere duit teu ditarima?” tanya Dedi dengan ketulusan yang tampak jelas di wajahnya.

Sang ibu lalu menjawab penuh keikhlasan. Ia mengatakan tidak menginginkan imbalan apa pun.

“Saya ngasih bapak nggak ada maksud apa-apa. Saya ikhlas. Saya senang sama bapak. Bapak itu berbuat baik buat semua orang,” ujarnya sambil tersenyum.

Kejujuran dan ketulusan ibu ini membuat suasana menjadi semakin mengharukan. Dedi Mulyadi, yang awalnya memberi Rp5 juta, kemudian menambah bantuannya menjadi Rp15 juta karena tersentuh oleh sikap ibu tersebut.

“Karena ibu nolak, saya tambah jadi Rp15 juta. Ini buat modal usaha, biaya hidup, dan pendidikan anak,” ucap Dedi dengan penuh empati.

Akhirnya, ibu tersebut menerima uang tersebut. Ia langsung melakukan sujud syukur sambil menangis haru di hadapan warga yang menyaksikan.

Momen ini membuat banyak warga tak kuasa menahan air mata. Ketulusan sang ibu menjadi gambaran nyata bahwa kebaikan hati tidak selalu diukur dengan materi.

Premanisme Ancam Investasi Raksasa BYD di Subang, Media China Sorot Serius

Premanisme ganggu investasi BYD
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno usai pertemuan dengan Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair di Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (22/4/2025).(KOMPAS.com/Dian Erika )

Subang – Pembangunan pabrik kendaraan listrik (EV) milik BYD di Subang, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Media China mengungkap adanya gangguan dari organisasi masyarakat (ormas) yang disebut menghambat proyek ambisius tersebut. BYD sendiri berencana membangun fasilitas dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit EV per tahun, dengan total investasi mencapai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20,3 triliun.

Media ternama South China Morning Post menyorot fenomena ini sebagai ancaman terhadap ambisi besar Indonesia menjadi pusat kekuatan EV di Asia Tenggara. Dalam laporannya, mereka menyebut gangguan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal yang telah lama menjadi momok di sektor informal seperti pedagang kaki lima.

“Kelompok penegak hukum bayangan ini kini dituduh mengganggu proyek besar yang sangat penting bagi masa depan ekonomi Indonesia,” tulis SCMP, Rabu (7/5/2025). Mereka menyebut aksi-aksi premanisme ini sudah lama menghantui proyek investasi besar di Indonesia.

Ian Wilson, akademisi dari Murdoch University Australia, menyebut bahwa kehadiran preman dalam proyek-proyek besar di Indonesia bukan hal baru. Ia menyatakan bahwa perusahaan besar biasanya memang harus “bertemu” dan berurusan dengan tokoh-tokoh lokal ketika masuk ke suatu daerah.

“Premanisme adalah hal yang umum di Indonesia. Bisa jadi ini kelalaian atau kurangnya nasihat yang tepat bagi investor,” ujar Wilson, sebagaimana dikutip dari artikel tersebut.

Kabar soal gangguan ormas ini mulai menguat setelah Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengunjungi pabrik BYD di Shenzhen, China, pada 20 April 2025 lalu. Seusai kunjungan, ia secara terbuka meminta pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang menghambat investasi.

Sementara itu, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, tidak secara langsung menanggapi isu tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa saat ini seluruh proses persiapan dan pembangunan berjalan lancar sesuai komitmen dengan pemerintah.

“Seluruh proses persiapan dan pembangunan pabrik berjalan dengan baik. Kami fokus menyelesaikan proyek ini,” ujar Luther kepada Kompas.com. Ketika diminta klarifikasi lebih lanjut, ia memilih untuk tidak memberikan penjelasan tambahan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga angkat bicara. Sekretaris Umumnya, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa aksi premanisme berkedok ormas bukanlah hal baru. Ia menyebut gangguan terhadap industri otomotif seperti yang dialami BYD sudah terjadi sejak 1998.

“Kami sedang berupaya mencari solusi bersama para pemangku kepentingan agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak menghambat investasi dalam negeri,” ujar Kukuh. Ia memastikan, masalah ini sudah dilaporkan kepada pemerintah untuk ditangani secara serius.

Recent Posts