Beranda blog Halaman 1615

Dies Natalis ke-68, GmnI Subang Potong Tumpeng Bersama Kaum Marhaen

gmni-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Minggu, 27 Maret 2022 GmnI Subang menggelar Refleksi Dies Natalis GMNI Subang Ke-68 yang mengusung tema : Mempertajam Gerakan Reinassance Pedagogie Demi Kejayaan Nusantara. Dalam dies natalis kali ini GmnI Subang mengundang beberapa perwakilan kaum marhaen yang terdiri dari petani yaitu Uju, perwakilan serikat nelayan Subang Samsul, Perwakilan buruh Subang dari KASBI Edi Junaedi, OKP Cipayung Plus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang H. Adik Lf Solihin serta para OKP lainnya.

Ketua Pelaksana Dies Natalis GmnI Subang, Angga Ahmad Ridho menyampaikan bahwasannya kegiatan ini merupakan inisiasi dari kawan-kawan untuk tetap konsen memperjuangkan marhaenisme.

Presiden BEM Universitas Subang yang merupakan kader GMNI Subang mengatakan, Ia melihat GMNI sebagai Kawah Candradimuka, GMNI merupakan tempat dimana ia digembleng dari yang tidak tahu bisa menjadi tahu banyak hal.

“Di dalam GMNI inilah saya banyak belajar, tentang bagaimana manejerial gerakan. Bagaimana menjadi seorang pemimpin, maka beruntunglah saya sebagai kader dilahirkan di dalam organisasi ini,” Imbuhnya.

Perwakilan Buruh Subang, Edi Junaedi memaparkan bahwa per hari ini GMNI harus ikut serta mengawal para buruh di kabupaten Subang, dimana banyak sekali problem yang belum terselesaikannya baik itu perda ketenagakerjaan, Omnibuslaw yang in-konstitusional ataupun hak-hak buruh yang lain.

Sementara, perwakilan serikat nelayan Subang, mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh kawan-kawan GmnI. Mengingat sangat jarang momen seperti ini, dimana para buruh, nelayan, dan petani hadir dalam satu waktu yang sama.

“Namun sangat menyayangkan ketidak hadiran eksekutif didalam kegiatan ini, dimana kami para nelayan ingin menanyakan perhatian dari pemkab Subang terhadap kami para kaum nelayan. Dimana kami tidak bisa melaut, karena berdirinya perusahaan-perusahaan akibat adanya pelabuhan Patimban. Bahkan jaring-jaring yang kami pasang pun malah rusak tertabrak oleh kapal yang berlalu-lalan,”ungkapnya.

Sedangkan perwakilan petani sendiri menginginkan agar para mahasiswa yang tergabung dalam GMNI ini, selalu berjuang atas kepentingan rakyat bawah, kami juga sangat membutuhkan kawan-kawan mahasiswa untuk dapat menyuarakan apa yang menjadi masalah bagi para petani.

Ketua DPC GMNI Subang, sebagai penanggungjawab dalam kegiatan ini, Fernando Manggala dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMNI sudah memasuki usia ke 68 Tahun, merupakan usia yang cukup matang sebagai organisasi pengkaderan. Dimana ketidakhadirannya ekseskutif dalam kegiatan ini, bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.

“Justru kita lebih khawatir apabila perwakilan para marhaen inilah yang tidak hadir. Karena GmnI berdiri dengan Usia menginjak Ke-68 Tahun, bukan karena hadir atau tidaknya pejabat pemerintah dalam setiap kegiatannya, melainkan karena adanya rakyat marhaen. Karena kita memiliki spirit perjuang marhaenisme, dengan salam perjuangan marhaen menang. Namun realita hari ini, kaum marhaen ini belum menang,” katanya.

“Kita sebagai DPC GmnI Subang, mendorong pemerintah kabupaten Subang agar segera dibuatkannya Payung Hukum bagi para kaum marhaen. Dimana per hari ini, kita belum memiliki perda perlingdungan petani, yang dimana kita merupakan lumbung pangan terbesar ketiga di Jawa Barat, kita juga belum memiliki Perda perlindungan Nelayan, yang saat ini sudah berdirinya Pelabuhan Internasional Patimban, Dan kita juga belum memiliki Perda Ketenagakerjaan, padahal kita memiliki Ratusan Pabrik dikabupaten Subang, sedangkan perdanya belum dibuat,” lanjut Nando.

Sekretaris DPC PA GmnI Subang, Darmawan Santosa S.H., mengungkapkan GmnI dengan Usia 68 Tahun secara Nasional, dan 12 Tahun secara lokal berdiri di Subang. Sudah saatnya untuk menjalankan hal-hal yang kongkret yang harus mementingkan kepentingan berbangsa dan bernegara, mementingkan kepentingan masyarakat marhaen serta rakyat miskin kota.

“Karena kita sebagai penerus gagasan bung Karno harus tetap setia berada didalam rel perjuangan. Selama masih ada ratap tangis digubuk derita, GMNI harus berada paling depan dalam memperjuangkan kepentingan kaum marhaen,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang, H. Adik LF Solihin menyampaikan akan meneruskan apa yang menjadi problem para kaum marhaen apalagi dalam hal Perda, mudah-mudahan dapat segera disahkan perda-perda yang tadi disampaikan oleh perwakilan nelayan, buruh, petani dan kawan-kawan GMNI.

Kegiatan Dies Natalis ini, dihadiri pula oleh Niko Rinaldo, M.Ikom yang merupakan Alumni GmnI Subang serta Tokoh Muda Kabupaten Subang. Ia mengatakan dalam sambutannya, Meski GmnI di Subang baru berusia 12 tahun, kalau kita analogikan dengan Orang mungkin sedang labil-labilnya.

“Tetapi saya berharap sebagai orang yang dilahirkan di GmnI. GMNI harus mempunyai Grand Design yang Genuine, harus tetap membumikan Pancasila ditengah tantangan zaman seperti saat sekarang ini. Serta harus mampu melahirkan kader yang mampu survive di era di gitalisasi seperti sekarang,” katanya.

Sedangkan dihubungi secara terpisah Ketua DPC Persatuan Alumni GMNI Subang Ugi berharap para mahasiswa khususnya kader GMNI Subang agar terus menjadi garda terdepan dalam mengawal Pemerintahan, serta menjadi agen perubahan khususnya di Kabupaten Subang.

“Masih banyak problematika yang masih perlu di benahi, tugas kita mengawal jangan sampai yang menjadi kebutuhan rakyat bawah tidak terakomodir dengan baik. GMNI harus bergerak maju untuk Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Jaga Lingkungan Hidup, DLH Subang Sarankan Tanam Pohon Hias dan Buah-buahan

dc1bb1430fe40b0bdfd01970700faae9.jpg

KBRN, Subang : Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Subang, dilakukan secara pentahelix, atau melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha unsur pelajar dan media massa.

Penanganan lingkungan hidup itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Hidayat, dengan cara menanam ribuan tanaman hias, dan tanamam buah-buahan. 

Dengan menanam pohon buah-buahan itu kata Hidayat, Subang kedepan bisa menjadi sentra buah mangga. Karena pohon mangga yang di tanam di sepanjang bantaran sungai, dikelola oleh kelompok tani, dan masyarakat sekitar.

“Kita hanya melakukan penanaman pohon, selanjutnya pohon dipelihara dan di rawat oleh kelompok tani dan masyarakat sekitar. Sehingga nanti hasilnya, dapat diambil oleh kelompok tani dan masyarakat,” ujar Hidayat kepada RRI di Subang, Selasa (29/3/2022).

Hidayat mengungkapkan, target tanaman buah-buahan yang di tanam itu tidak kurang dari 50 ribu pohon, pengadaannya bekerjasama dengan Dishutbun Provinsi Jawa Barat.

Untuk 50 ribu pohon buah-buahan tersebut lanjut Hidayat, di tanam mulai dari wilayah selatan sampai dengan wilayah pantura.

“Di selatan kita tanam di daerah yang rawan longsor, sedangkan di tengah dan pantura kita tanam di sejumlah bantaran sungai, tujuannya untuk meminimalisir terjadinya banjir,” jelasnya.

Untuk tanaman hias berupa pohon hanjuan, sudah di tanam di sepanjang jalan di jalur wisata, termasuk  masuk di wilayah kota. 

“Karena wilayah selatan merupakan jalur wisata, kita hijaukan dengan tanaman hias, termasuk di wilayah Subang kota,” imbuh Hidayat.

Sementara itu untuk di pesisir pantai, penghiajauan itu LH Subang bekerjasama dengan Perum Perhutani, terkait pengadaan pohon mangroove, bertujuan untuk menahan abrasi pantai dari bencana air ROB.

“Untuk di wilayah pesisir pantai, kita juga bekerjasama dengan pihak Perum Perhutani, dalam menghijaukan pantai dengan pohon mangroove,” terangnya.

Lebih lanjut Hidayat menyebutkan, dengan penanaman pohon hias dan buah-buahan tersebut, tidak hanya sebagai upaya meminimalisir bencana alam, mulai dari longsor, banjir bandang, dan krisis air bersih, serta bencana banjir pantura. Tetapi juga pohon yang di tanam itu, dapat mengurangi pemcemaran emisi udara, yang diakibatkan polusi udara, dari kendaraan dan industri.

“Mudah-mudahan saja kita, terhindar dari berbagai ancaman bencana, tetapi kita juga dati upaya ini, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dari sentra buah-buahan nanti,” pungkas Hidayat.

Presiden Akan Naikkan Dana Desa Tahun 2023

9b306d9cb0417c2572666abe6098dcb2.jpg

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo berencana menaikkan anggaran Dana Desa di tahun 2023 nanti.

“Tahun depan insyaallah, (Dana Desa) dikembalikan atau dinaikkan,” katanya saat memberi sambutan di Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tahun 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Meski belum menyebutkan berapa nilai kenaikannya, pernyataan Presiden Jokowi ini pun langsung disambut tepuk tangan para perangkat desa yang hadir.

Baca juga: Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Desa

Presiden mengatakan, dirinya sempat ingin menambah besaran Dana Desa di tahun 2020. Namun niat tersebut terpaksa urung dilakukan karena Pemerintah harus mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Saya sudah berpikir akan menambah, melompatkan anggaran desa lebih besar lagi. Tapi Tuhan belum mengizinkan, karena uang yang dipakai untuk Covid-19 pada tahun 2020 Rp690 triliun. Besar sekali. Pada tahun 2021, sebesar Rp740 triliun, besar sekali,” tutur Presiden. 

Karenanya Kepala Negara menjelaskan, pemerintah pusat harus memotong anggaran dari kementerian/lembaga dan juga Dana Desa untuk penanganan Covid-19 sejak tahun 2020 hingga tahun 2022. 

Untuk diketahui, Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp68 triliun di tahun 2022. Angka tersebut turun sebesar Rp4 triliun bila dibandingkan dengan anggaran di tahun 2021. 

“Dana desa kami potong. Sedikit lho ya. Tidak banyak,” jelas Presiden. 

Secara keseluruhan, Presiden Jokowi mengungkapkan, Pemerintah telah mengeluarkan Dana Desa sebesar Rp468 triliun. 

“Dana yang disalurkan untuk desa itu Rp 468 triliun. Jangan dipikir uang kecil. Ini uang gede sekali, besar sekali,” tandas Presiden. 

Dia pun berpesan agar Dana Desa yang disalurkan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan desa dan masyarakat pedesaan.

Misalkan untuk pembangunan infrastruktur dasar desa seperti jalan, embung, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. 

Dies Natalis GMNI Subang Ke-68, GMNI Dengarkan Keluh Kesah Rakyat Marhaen

IMG-20220328-WA0005.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Telah digelar Refleksi Dies Natalis GMNI Subang Ke-68 yang mengusung tema: Mempertajam Gerakan Reinassance Pedagogie Demi Kejayaan Nusantara di Aula Pemda Subang, Minggu (27/3/2022).

Dies natalis kali ini GMNI Subang mengundang beberapa perwakilan kaum marhaen yang terdiri dari petani yaitu Uju, perwakilan serikat nelayan Subang Samsul, Perwakilan buruh Subang dari KASBI Edi Junaedi, OKP Cipayung Plus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang H. Adik Lf Solihin serta para OKP yang lain hadir dalam kegiatan ini.

Ketua Pelaksana Dies Natalis GMNI Subang, Angga Ahmad Ridho menyampaikan, bahwasannya kegiatan ini merupakan inisiasi dari kawan-kawan untuk tetap konsen memperjuangkan marhaenisme.

Presiden BEM Universitas Subang yang merupakan kader GMNI Subang mengatakan. Ia melihat GMNI sebagai Kawah Candradimuka, GMNI merupakan tempat dimana ia digembleng dari yang tidak tau bisa menjadi banyak hal.

“Didalam GMNI inilah saya banyak belajar, tentang bagaimana manejerial gerakan. Bagaimana menjadi seorang pemimpin, maka beruntunglah saya sebagai kader dilahirkan didalam organisasi ini,” imbuhnya.

Perwakilan Buruh Subang atau KASBI, saudara Edi Junaedi memaparkan bahwa per hari ini GMNI harus ikut serta mengawal para buruh di kabupaten Subang, yang dimana banyak sekali problem yang belum terselesaikannya baik itu perda ketenagakerjaan, Omnibuslaw yg in-konstitusional ataupun hak-hak buruh yang lain.

Sementara, perwakilan serikat nelayan Subang, mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh kawan-kawan GMNI. Mengingat sangat jarang momen seperti ini, dimana para buruh, nelayan, dan petani hadir dalam satu waktu yg sama. Namun sangat menyayangkan ketidak hadiran eksekutif didalam kegiatan ini.

“Dmana kami para nelayan ingin menanyakan perhatian dari pemkab Subang terhadap kami para kaum nelayan. Dimana kami tidak bisa melaut, karena berdirinya perusahaan-perusahaan akibat adanya pelabuhan Patimban. Bahkan jaring-jaring yang kami pasang pun malah rusak tertabrak oleh kapal yg berlalu-lalang,” katanya.

Sedangkan perwakilan petani sendiri menginginkan agar para mahasiswa yang tergabung dalam GMNI ini, selalu berjuang atas kepentingan rakyat bawah.

“Kami juga sangat membutuhkan kawan-kawan mahasiswa untuk dapat menyuarakan apa yang menjadi masalah bagi para petani,” katanya.

Ketua DPC GMNI Subang, sebagai penanggungjawab dalam kegiatan ini, Fernando Manggala dalam sambutannya menyampaikan, bahwa GMNI sudah memasuki usia ke 68 tahun, merupakan usia yang cukup matang sebagai organisasi pengkaderan. Dimana ketidak hadiran nya ekseskutif dalam kegiatan ini, bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.

“Justru kita lebih khawatir apabila perwakilan para marhaen inilah yg tidak hadir. Karena GMNI berdiri dengan Usia menginjak Ke-68 Tahun, bukan karena hadir atau tidaknya pejabat pemerintah dalam setiap kegiatannya, melainkan karena adanya rakyat marhaen. Karena kita memiliki spirit perjuang marhaenisme, dengan salam perjuangan marhaen menang. Namun realita hari ini, kaum marhaen ini belum menang. Kita sebagai DPC GmnI Subang, mendorong pemerintah kabupaten Subang. Agar segera dibuatkannya Payung Hukum bagi para kaum marhaen. Dimana per hari ini, kita belum memiliki perda perlingdungan petani, yg dimana kita merupakan lumbung pangan terbesar ketiga di Jawa Barat, kita juga belum memiliki Perda perlindungan Nelayan, yg saat ini sudah berdirinya Pelabuhan Internasional Patimban, Dan kita juga belum memiliki Perda Ketenagakerjaan, padahal kita memiliki Ratusan Pabrik dikabupaten Subang, sedangkan perdanya belum dibuat,” katanya.

Sekretaris DPC PA GMNI Subang, Darmawan Santosa S.H., mengungkapkan GMNI dengan Usia 68 Tahun secara Nasional, dan 12 Tahun secara lokal berdiri di Subang. Sudah saatnya untuk menjalankan hal-hal yang kongkret yang harus mementingkan kepentingan berbangsa &ldan bernegara, mementingkan kepentingan masyarakat marhaen serta rakyat miskin kota.

“Karena kita sebagai penerus gagasan bung Karno harus tetap setia berada didalam rel perjuangan. Selama masih ada ratap tangis digubuk derita, GMNI harus berada paling depan dalam memperjuangkan kepentingan kaum marhaen,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Subang, H. Adik LF Solihin menyampaikan akan meneruskan apa yang menjadi problem para kaum marhaen apalagi dalam hal Perda, mudah-mudahan dapat segera disahkan perda-perda yang tadi disampaikan oleh perwakilan nelayan, buruh, petani dan kawan-kawan GMNI.

Kegiatan Dies Natalis ini, dihadiri pula oleh Bung Niko Rinaldo, M.Ikom yang merupakan Alumni GmnI Subang serta Tokoh Muda Kabupaten Subang. Ia mengatakan dalam sambutannya, Meski GmnI di Subang baru berusia 12 tahun, kalau kita analogikan dengan Orang mungkin sedang labil-labilnya. Tetapi saya berharap sebagai orang yang dilahirkan di GmnI. GMNI harus mempunyai Grand Desain yang Genuin, harus tetap membumikan Pancasila ditengah tantangan zaman seperti saat sekarang ini. Serta harus mampu melahirkan kader yang mampu survive di era digitalisasi seperti sekarang. kegiatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh seluruh peserta serta tamu undangan dan dokumentasi secara bersama. Kegiatan ini berjalan lancar dan kondusif.

Sedangkan dihubungi secara terpisah Ketua DPC Persatuan Alumni GMNI Subang, Ugi berharap para mahasiswa khususnya kader GMNI Subang agar terus menjadi garda terdepan dalam mengawal Pemerintahan, serta menjadi agen perubahan khususnya di Kabupaten Subang. Masih banyak problematika yang masih perlu di benahi, tugas kita mengawal jangan sampai yang menjadi kebutuhan rakyat bawah tidak terakomodir dengan baik. GMNI harus bergerak maju untuk Kabupaten Subang.

Ini Cara DLH Subang Atasi Persoalan Sampah Rumah Tangga

ed304fac370e59308faf4f8f0ab28208.jpg

KBRN, Subang: Penanganan sampah di Kabupaten Subang, tidak lagi menjadi polemik, bagi Dinas Lingkungan Hidup. Karena secara perlahan dikelola dengan baik, sehingga sampah sekarang sudah menjadi berkah, bukan suatu masalah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Hidayat menyebutkan, strategi penanganan sampah tersebut pihaknya melibatkan seluruh OPD, dan anak sekokah mulai dari SD, SMP hingga SMA sederajat, untuk mengumpulkan sampah tersebut di bank sampah yang sudah ada.

“Kita menyadari, bahwa sampah bukan persoalan yang mudah, rumit namun kita coba urai. Caranya kita berkolaborasi dengan masyarakat, dan seluruh stakehoulder lainnya, yakni dengan membentuk bank sampah,” ujar Hidayat kepada RRI di Subang, Selasa (29/3/2022).

Hidayat mengungkapkan, potensi sampah saat ini di Kabupaten Subang per-hari bisa mencapai 1 juta ton. Sementara daya tampung di TPA yang ada, jika mengandalkan pola lama, maka sampah sebanyak itu tidak akan tertampung. Bahkan untuk sampah organik, pihaknya memanfaatkan budidaya magot, yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Anak bayi saja sekarang ini sudah berkontribusi sampah, maka kami upayakan seluruh OPD dan sekolah itu wajib menjadi anggota bank sampah. Bahkan setiap pegawai LH wajib menjadi pembina RT/RW di lingkungannya masing-masing,” terangnya.

Khusus untuk anak tegas Hidayat, selain mengedukasi anak-anak secara dini, juga sekaligus mengedukasi orang tuanya. Karena orang tua setiap hari harus menyiapkan sampah buat anaknya, sehingga sampah rumah tangga tidak lagi di buang sembarangan.

“Ya kalau mengedukasi orang tuanya langsung kita sqngat sulit, tetapi kalau melalui anaknya sih sangat mudah, itu  strategi kita untuk mengatasi masalah sampah,” jelas Hidayat.

Ia menegaskan, penanganan sampah ini dibutuhkan aplikasi bukannya teori.

“Jadi untuk menangani sampah ini, perlu kerja nyata, bukan hanya bicara teori,” tandasnya.

Kepala IKN Ungkap Tiga Aspek Pembangunan Nusantara

caf46a6d91e51136dfc2280a77cc7d9f.jpg

KBRN, Jakarta: Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan, terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi pemerintah dalam mempersiapkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yaitu perencanaan, pelaksanaan, hingga regulasi. 

Terkait dengan regulasi, menurutnya, pemerintah saat ini sedang menyelesaikan sejumlah peraturan yang mendukung pembangunan IKN.

“Kita sekarang sedang menyelesaikan empat rencana Perpres, dan juga dua rencana peraturan pemerintah dan tadi disinkronisasi bersama-sama untuk melihat kesesuaian satu dengan yang lain. Karena semuanya itu penting untuk landasan hukum kita bersama dalam melangkah ke depan,” kata Bambang usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Dalam hal perencanaan, Bambang menyebut, terus melakukan konsolidasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait, mulai dari melakukan perencanaan makro hingga rencana mikro.

Hal ini agar terjadi kesesuaian dan konsistensi dalam pembangunan IKN.

“Ini juga kita cek, saya dan Pak Dhony melakukan banyak pertemuan dengan kementerian dan lembaga untuk tadi melihat kesesuaian konsistensi dari atas sampai bawah. Dan yang bawah ini sangat penting karena inilah yang nanti akan dilihat oleh mitra-mitra kerja untuk membangun ke depannya,” ungkapnya.

Terakhir dari sisi pelaksanaan, Bambang menuturkan, saat ini pemerintah sedang melakukan sejumlah persiapan agar pembangunan IKN berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan yang ingin dijaga oleh pemerintah.

“Pada intinya kami berdua melaksanakan 4 K, konsolidasi dari sisi perencanaan, pelaksanaan, dan juga regulasi, kemudian koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, kemudian juga komunikasi, dan satu lagi kolaborasi. Kolaborasi ini dengan berbagai elemen masyarakat juga,” ucapnya.

Selain tiga aspek tersebut, Bambang yang hadir bersama Wakil Kepala Badan Otorita IKN Dhony Rahajoe menegaskan, bahwa pembangunan IKN merupakan sebuah langkah panjang yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, Kepala Badan Otorita menyampaikan bahwa berbagai elemen masyarakat dapat turut berkontribusi mewujudkan pembangunan IKN tersebut melalui dukungan pembiayaan masyarakat.

“Kalau kita lihat undang-undangnya ada dana yang didapat dari pemerintah melalui APBN, APBD, ataupun KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha), dan juga dari masyarakat sendiri. Masyarakat juga bisa urun rembuk, dan juga dalam skala-skala tertentu mereka bisa ikut serta di dalam pembangunan berbagai fasilitas di lapangan,” ujar Bambang.

Bambang juga mengatakan bahwa hingga saat ini sudah banyak inisiatif dari berbagai elemen masyarakat yang masuk untuk ikut serta dalam pembangunan berbagai fasilitas di IKN. Bambang pun menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi hal-hal prinsip untuk menjaga keharmonisan rancang bangun IKN.

“Misalnya, kami dihubungi oleh diaspora global, orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri yang jumlahnya 8 juta orang. ‘Pak, kami ingin mempunyai rumah Diaspora di IKN? Boleh enggak kami difasilitasi?’. Hal-hal seperti ini tentu merupakan inisiatif dari komunitas, inisiatif masyarakat yang baik dan mereka juga nanti akan dalam tanda petik mencari dananya sendiri untuk membangun itu,” tandasnya.

Khitanan Massal, Sambut Hari Jadi Subang ke-74

eccb9d1202af2a2cdf2e7a85113aa3e0.jpg

KBRN, Subang: Khitanan massal yang diselenggarakan Pemkab Subang, dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Subang Ke-74 5 April 2022, mendapat sambutan positif dari orang tua peserta khitanan massal tersebut.

Khitanan massal, yang diikuti kurang lebih 150 orang anak yatim piatu dan tidak mampu, serta anak terlantar, dilaksanakan di Aula Oman Sahroni Pemkab Subang, Selasa (29/3/2022).

Sukmayana warga Pasirkareumbi Subang, yang anaknya ikut di khitan massal mengatakan, dengan khitanan massal ini, dirinya merasa terbantu, terlebih saat ini masih di tengah pandemi covid-19.

“Terimakasih pak Bupati khususnya, terus terang kami sangat terbantu pak, bagi kami keluarga yang tidak mampu ini,” ujar Sukmayana kepada RRI di Subang, Selasa (28/3/2022).

Sukmana mengungkapkan, anaknya yang ikut dikhitan masih berusia 6 tahun, yang sudah meminta untuk di sunat, beruntung kemarin dari Kelurahan ada yang mendata. Sehingga tak perlu lagi bagi dirinya mengeluarkan  biaya untuk mengkhitan anaknya itu.

“Alhamdulillah pak, selain gratis anak saya di khitan di sini, anak saya juga diberi uang panyecep dari pak Bupati,” terangnya.

Sementara itu Jabatan Fungsional Ahli Muda Analis Kebijakan Bagian Kesra Setda Kabupaten Subang Widyaswari Irpanto Zein mengatakan, kegiatan khitanan massal ini bertujuan untuk membantu anak yatim piatu dan tidak mampu, serta anak anak terlantar, agar bisa dikhitan seperti anak-anak seusianya.  

“Khitanan massal ini merupakan rangkaian dari hari jadi Kabupaten Subang yang ke 74, dan khitanan masaal ini, merupakan program rutin, yang setiap tajun diselenggarakan oleh Bagian Kesra Kabupaten Subang,” ucap Widyaswari.

Ia mengungkapkan, khitanan massal ini diproyeksikan diikuti oleh 500 anak yatim piatu dan tidak mampu serta anak terlantar. Namun untuk pelaksanaan hari ini di Pendopo Oman Sahroni Kabupaten Subang, diikuti oleh 150 anak. 

“Karena saat ini masih pandemi covid-19, maka pesertanya kami batasi sebanyak 150 orang, dan ini khusus untuk masyarakat Subang kota. Sedangkan untuk sisanya nanti habis Lebaran, yang kita sebar di beberapa titik wilayah,” terangnya.

Widyaswari berharap,   khitanan massal ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat yang tidak mampu. Apalagi saat ini masih di tengah pandemi covid-19.

“Mudah-mudahan saja, setelah lebaran nanti situasi dan kondisinya sudah kembali normal, pandemi ini sudah menjadi endemi, sehingga khitanan massal ini bisa dilaksanakan sesuai harapan,” pungkas Widyaswari.

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Desa

0df55b8e9684d37d1d1c69436c0e6eef.jpg

KBRN, Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) menobatkan Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Pembangunan Desa.

Ketua DPP APDESI Surta Wijaya menyampaikan penobatan itu saat memberi sambutan dalam acara Silaturahmi Nasional APDESI Tahun 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022). 

“Kami nyatakan Bapak Presiden Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Desa. Allahu Akbar,” teriak Surta yang langsung disambut takbir para perangkat desa. 

Surta mengatakan, penobatan tersebut diberikan APDESI karena melihat kinerja Presiden Jokowi dalam membangun desa. 

“Hal yang wajar, kita juluki Pak Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Desa,” jelas Surta. 

Mendengar hal tersebut, Presiden Jokowi justru mengatakan bahwa para perangkat desa lah yang pantas disebut sebagai Bapak Pembangunan Desa.  

“Mengenai Bapak Pembangunan Desa, yang layak itu bapak ibu (kepala desa) semuanya. Bukan saya. Karena yang membangun desa itu bapak ibu semuanya, yang bekerja keras membangun desa itu bapak ibu semuanya. Saya itu bagian policy (kebijakan, red) di atas,” tutur Presiden.     

Kendaraan Niaga DFSK Super Cab Didesain untuk Pengusaha di Indonesia

rockomotif-keuntungan-dfsk-super-cab.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Keuntungan DFSK Super Cab sebagai penopang mitra usaha juga didukung dengan beberapa fitur yang telah disematkan. Sebut saja salah satunya adalah daya angkut bak belakang yang lebih besar, sehingga memberikan kemudahan dalam mengangkut berbagai keperluan usaha.

Di samping itu, keuntungan DFSK Super Cab juga telah disesuaikan dengan karakter konsumen di Indonesia melalui riset dan pengembangan. Dengan berbekal riset tersebut, PT Sokonindo Automobile, bisa menjadi kendaraan niaga yang tepat guna untuk mendukung segala kebutuhan usaha.

“Tim R&D memperhatikan betul bagaimana kebutuhan konsumen di Indonesia dan mereka wujudkan di DFSK Super Cab. Pikap ini menawarkan daya angkut yang lebih banyak, dan
akhirnya memberikan untung lebih kepada konsumen sehingga bisnis bisa jauh berkembang serta efisien,” ungkap PR & Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

Tidak hanya dari kapasitas daya angkut yang lebih besar, namun, untuk sektor kaki-kaki keuntungan DFSK Super Cab juga hadir dengan komposisi yang lebih kokoh sehingga bisa mengangkut barang bawaan jauh lebih berat untuk rata-rata kendaraan niaga ringan pikap.

Flat deck yang ditawarkan oleh DFSK Super Cab memiliki ukuran 2.460 mm x 1.670 mm x 340 mm (PxLxT) yang menjadi salah satu terbesar di kelasnya. Bak yang ditawarkan ini mampu mengangkat beban hingga 1,4 ton, menjadikan DFSK Super Cab sangat cocok bagi konsumen yang membutuhkan muatan banyak di bak belakang.

DFSK Super Cab menawarkan 2 varian mesin, yaitu varian mesin bensin DK15 1.500 cc dengan tenaga 102 dk torsi 140 Nm dan varian diesel 1300 cc dengan tenaga 75 dk torsi 190 Nm. Untuk konsumen yang membutuhkan torsi lebih besar bisa memilih mesin turbo diesel 1.300 cc yang tentunya dapat menjadi solusi dari beragam kebutuhan usaha dan konsumen di Indonesia.

Bridgestone Alenza Terpilih Sebagai Ban OEM All New Honda HR-V

rockomotif-ban-mobil-honda-hr-v.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – PT Bridgestone Tire Indonesia, resmi mengumumkan ban mobil Honda HR-V kini menggunakan produk Alenza H/L 33 sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM) untuk model terbaru ini.

Penggunaan ban mobil Honda HR-V ini dipilih karena telah dirancang khusus untuk memaksimalkan performa SUV terbaru dari PT Honda Prospect Motor. Dengan beberapa keunggulan yang sudah disematkan, penggunaan karet bundar ini akan memberikan kenikmatan serta kenyamanan dalam berkendara.

Bridgestone Alenza H/L 33, merupakan produk SUV premium dari Bridgestone Indonesia yang dirancang secara eksklusif untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang dinamis, dan tak terlupakan yang dapat memaksimalkan performa tangguh.

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat dipercaya kembali oleh Honda sebagai ban resmi bagi mobil Honda HR-V keluaran terbarunya. Kami yakin Bridgestone Alenza H/L 33 sangat cocok bagi pengguna mobil ini yang sporty dan elegan. Dibuat dengan teknologi tinggi milik Bridgestone, Bridgestone Alenza H/L 33 mampu memberikan kehandalan dan kepuasan berkendara,” ujar Bangun Istyaji, Direktur Sales dan Marketing dari PT Bridgestone Tire Indonesia.

Penggunaan Bridgestone Alenza H/L 33 ini juga telah didesain untuk bisa memberikan pengalaman terbaik dalam kondisi lintasan basah dan kering. Dengan begitu, pengendalian terhadap kendaraan akan memberikan performa terbaiknya.

Ban andalan Bridgestone Indonesia ini dilengkapi dengan pola telapak mutakhir yang dapat memberikan cengkaraman luar biasa di kondisi jalan basah dan kering. Blok telapak yang kecil juga mampu menampilkan sensasi berkendara yang nyaman dan tingkat kebisingan yang rendah. Bridgestone Alenza H/L 33 didesain menggunakan bahan material khusus untuk mengimbangi performa handal All New Honda HR-V generasi terbaru ini.

Bridgestone Alenza H/L 33 akan melengkapi Honda All New HR-V dengan ukuran ban 225/50 R18 95V dan siap menemani perjalanan para pecinta SUV premium Indonesia. (*)

Recent Posts