Beranda Berita Subang Buruh Subang Keluhkan Antrean Panjang Pertalite

Buruh Subang Keluhkan Antrean Panjang Pertalite

Antrean panjang Pertalite

suarasubang.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi memicu fenomena antrean panjang Pertalite di berbagai SPBU wilayah Kabupaten Subang. Kondisi ini memaksa para buruh pabrik beralih menggunakan BBM bersubsidi demi menghemat pengeluaran harian mereka.

Keputusan tersebut diambil setelah harga Pertamax melonjak drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Akibatnya, banyak pengendara kini memadati jalur pengisian Pertalite hingga mengular ke jalan raya.

BACA JUGA:  Camping Ceria Subang: Bangun Karakter 160 Anak Yatim

Windi Permatasari, seorang buruh asal Pamanukan, merasa terbebani dengan selisih harga yang mencapai hampir Rp 4.000 per liter. Meskipun penggunaan Pertalite lebih murah, ia mengaku sering terlambat masuk kerja karena durasi antrean yang sangat menyita waktu.

Senada dengan Windi, Jaya Sukmana dari Kalijati mengeluhkan kepadatan di SPBU yang terjadi sepanjang hari. Ia merasa sangat berat untuk tetap menggunakan Pertamax karena harganya yang tidak lagi terjangkau bagi kantong pekerja.

BACA JUGA:  Gelaran Subangfest Volume 11 Sukses Kampanyekan Peduli Lingkungan

Petugas lapangan memastikan bahwa ketersediaan stok BBM sebenarnya masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, lonjakan konsumen yang mencapai 75 persen membuat pelayanan di jalur Pertalite tetap mengalami penumpukan kendaraan yang signifikan.