Beranda blog Halaman 9

Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan Raih Penghargaan The Best CEO 2025

Direktur Utama PT Dahana

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, sukses menyabet penghargaan bergengsi sebagai The Best CEO 2025. Beliau menerima apresiasi ini dalam ajang Leadership Award yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta pada Kamis (26/2/2026).

Direktur Utama PT Dahana

SWA Media Group bekerja sama dengan Dunamis Organization Services menyelenggarakan acara tersebut untuk mengukur efektivitas kepemimpinan. Kemenangan ini membuktikan kemampuan Hary dalam menakhodai perusahaan industri bahan berenergi tinggi tersebut.

Kategori dan Kriteria Penilaian

Hary Irmawan memenangkan kategori Best CEO – Turnover Rp 1 Triliun hingga Rp 10 Triliun. Penilaian ini didasarkan pada survei The 4 Essential Roles of Leadership yang sangat ketat.

Metode tersebut mengukur empat peran esensial seorang pemimpin, yakni membangun kepercayaan dan menciptakan visi. Selain itu, pemimpin juga dinilai dari kemampuannya dalam menjalankan strategi serta membimbing potensi tim secara optimal.

Pengakuan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan Hary yang membawa PT Dahana tumbuh secara berkelanjutan. Perusahaan ini terus eksis melayani berbagai sektor strategis seperti pertambangan umum, minyak dan gas, hingga sektor pertahanan.

Semangat Kolaborasi dan Inovasi

Dalam sambutannya, Hary Irmawan menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim. Beliau mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh insan PT Dahana yang telah bekerja dengan profesional.

“Penghargaan ini bukan semata untuk saya pribadi. Kepemimpinan yang kuat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh insan perusahaan,” ungkap Hary dengan penuh syukur.

Hary juga menegaskan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi besar untuk memperkuat transformasi perusahaan. PT Dahana berambisi untuk terus meningkatkan daya saing serta memperluas kontribusi strategisnya di tingkat nasional maupun global.

Sebagai bagian dari Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, PT Dahana tetap berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Perusahaan terus memperkuat tata kelola yang baik guna mendukung agenda transformasi industri strategis nasional di masa depan.

Atasi Krisis Sampah Subang: Ateng Sutisna Desak Reformasi Pengelolaan Total

pengelolaan sampah di Subang

Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, menyoroti tajam pengelolaan sampah di Subang. Beliau mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengambil langkah konkret untuk membenahi sistem yang ada. Menurut Ateng, tumpukan sampah saat ini bukan sekadar merusak pemandangan, melainkan mengancam kesehatan warga dan ekologi. Oleh karena itu, evaluasi total terhadap tata kelola persampahan sangat mendesak untuk dilakukan.

Fokus Pengurangan Sampah dari Hulu

Politisi Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa sistem kumpul-angkut-buang sudah tidak relevan lagi. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terbatas menuntut adanya strategi baru yang lebih efektif. Ateng mendorong agar fokus pengelolaan sampah di Subang dimulai dari tingkat rumah tangga dan desa.

Penyelesaian masalah harus terintegrasi dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dini. Selain itu, Pemkab perlu memperbanyak fasilitas pemulihan material (Material Recovery Facility) di berbagai titik. Warga dan koperasi lokal juga harus dilibatkan untuk menghidupkan kembali bank sampah agar tercipta ekonomi sirkular yang menguntungkan.

Reformasi Anggaran dan Edukasi Masyarakat

Ateng menyadari bahwa keterbatasan APBD sering menjadi hambatan dalam penanganan masalah lingkungan. Namun, beliau menegaskan bahwa anggaran yang minim tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan kelalaian pengelolaan. Isu sampah harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran daerah agar penanganan lebih maksimal.

Selain dukungan fasilitas fisik, komitmen kebijakan yang kuat sangat diperlukan untuk perubahan ini. Pemkab didorong aktif mencari pendanaan alternatif melalui hibah maupun kemitraan swasta. Selanjutnya, edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih harus terus digalakkan secara masif agar kesadaran kolektif terbentuk.

Jika reformasi menyeluruh tidak segera dimulai, dampak buruknya akan membebani generasi mendatang. Oleh karena itu, sekarang adalah saat yang tepat bagi Subang untuk berbenah demi lingkungan yang lebih sehat dan asri.

Tembus Pasar China, Ekspor Manggis Subang Capai Nilai Miliaran Rupiah

ekspor manggis Subang

Sektor pertanian Kabupaten Subang kembali menorehkan prestasi gemilang di pasar internasional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono secara resmi melepas ekspor manggis Subang sebanyak 3 ton menuju Tiongkok pada Kamis (26/2/2026). Langkah strategis ini membuktikan bahwa kualitas komoditas lokal mampu bersaing di tengah ketatnya standar pasar global.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, turut mendampingi proses pelepasan pengiriman tahap kedelapan ini. Kegiatan ekspor tersebut dikelola langsung oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm sebagai wadah pemberdayaan petani setempat.

Nilai Transaksi Capai Rp6,6 Miliar

Dalam sambutannya, Menteri Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi atas kinerja koperasi yang sangat produktif tersebut. Sejak pengiriman perdana hingga tahap kedelapan, total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai angka fantastis, yakni Rp6,6 miliar.

“Keberhasilan ini menjadi penanda kuat bahwa koperasi kita memiliki daya saing tinggi di level dunia,” ujar Ferry. Selain itu, beliau mengungkapkan rencana ekspansi Koperasi Upland Subang Farm untuk membangun unit bisnis pengemasan nanas kaleng guna menyasar pasar Timur Tengah.

Dukungan Pendanaan dari LPDB

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap rencana perluasan pasar tersebut. Oleh karena itu, Menteri Koperasi mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk menyediakan fasilitas pembiayaan bagi para petani.

Direktur Utama LPDB, Krisdiyanto, menyambut positif arahan tersebut dengan menyiapkan dana tahap awal sebesar Rp4 miliar. Jika kinerja koperasi terus berkembang, nilai pembiayaan berpotensi meningkat hingga Rp20 miliar melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.

Mimpi Besar Pertanian Subang

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian yang merupakan impian sejak lama ini. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan standar internasional produk Subang setelah sebelumnya sukses mengekspor komoditas kopi.

Selanjutnya, tantangan utama ke depan adalah memastikan komoditas unggulan lain seperti nanas dapat memenuhi spesifikasi pembeli luar negeri. Agus berharap bimbingan berkelanjutan dari kementerian dapat terus melahirkan produk juara yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Review Florawisata D’Castello di 2026, Mau Berkunjung?

Review Florawisata D'Castello di 2026, Mau Berkunjung?
Review Florawisata D'Castello di 2026, Mau Berkunjung?

suarasubang.com – Kalau kamu mencari tempat yang bikin galeri HP penuh dalam sekejap, Florawisata D’Castello di Ciater adalah jawabannya. Sejujurnya, tempat ini bukan buat kamu yang mencari ketenangan hutan yang sunyi, tapi buat kamu yang suka visual “nabrak”, warna-warni, dan vibes ala negeri dongeng.

Sebagai asisten yang juga memantau tren media di Subang, berikut adalah review jujur saya untuk kunjungan kamu di tahun 2026 ini:

Detail Spot Ikonik Florawisata D’Castello

D’Castello bukan sekadar “kastil”, melainkan perpaduan arsitektur Turki dan Rusia (terinspirasi dari Katedral St. Basil) yang berdiri di lahan seluas 10 hektar milik penyanyi Dewi Perssik. Berikut adalah spot detailnya:

1. King Castle (Kastil Utama)

Ini adalah bangunan pertama yang Anda temui. Arsitekturnya sangat mencolok dengan kubah-kubah warna-warni ala Rusia.

  • Fakta: Berfungsi sebagai gerbang masuk utama dan area lobi yang sangat luas. Di dalamnya terdapat ornamen bunga plastik premium di langit-langit yang sering dijadikan spot foto pertama.

2. Jembatan Tangan (Golden Bridge Style)

Ini adalah salah satu wahana paling ikonik yang sering salah sebut.

  • Detail: Jembatan panjang berwarna kuning yang seolah-olah ditopang oleh sepasang tangan raksasa, terinspirasi dari Golden Bridge di Ba Na Hills, Vietnam.
  • Fungsi: Menghubungkan area kastil menuju area taman bunga di bagian bawah. Dari sini, Anda bisa melihat hamparan kebun teh Ciater secara menyeluruh.

3. Patung Mickey Mouse Raksasa

Di tengah taman bunga, terdapat instalasi seni berupa patung tikus ikonik (Mickey Mouse) yang terbuat dari rangkaian bunga (topiary).

  • Fakta: Ukurannya sangat besar dan menjadi titik kumpul (meeting point) favorit bagi wisatawan rombongan atau keluarga.

4. Food Garden (Kantin Terbuka)

Berbeda dengan kantin biasa, area makan di sini mengusung konsep taman semi-terbuka yang sangat luas.

  • Detail: Meja-meja makan dikelilingi oleh tanaman gantung dan bunga. Lokasinya berada di tengah area wisata, memudahkan pengunjung untuk beristirahat tanpa harus keluar kompleks.

5. Aurora Dome

Sebuah struktur kubah transparan yang terletak di area taman.

  • Fakta: Sering digunakan sebagai spot foto premium atau area santai. Desainnya yang futuristik kontras dengan bunga-bunga organik di sekelilingnya.

6. Air Terjun Buatan & Kolam Air Mancur

Di beberapa titik terdapat aliran air terjun buatan yang menambah kesejukan suasana pegunungan Ciater.


Fakta Operasional & Fasilitas (Update 2026)

InformasiDetail Fakta
Lokasi AkuratJl. Raya Ciater, Kec. Ciater, Kabupaten Subang (Persis di samping jalan provinsi).
Harga TiketWeekday: Rp30.000 | Weekend/Holiday: Rp40.000 (Harga bisa berubah di musim libur panjang).
Fasilitas IbadahMushola yang sangat luas dan bersih, mampu menampung banyak jamaah sekaligus.
ParkirKapasitas sangat luas, bisa menampung puluhan bus pariwisata dan ratusan mobil pribadi.

Tips Navigasi untuk Pelancong

  • Jalur Kursi Roda: D’Castello dirancang cukup ramah disabilitas dan lansia karena jalur utamanya menggunakan bidang miring (ramp), bukan hanya tangga.
  • Waktu Kunjungan: Karena lokasinya terbuka (outdoor), sangat disarankan datang sebelum pukul 11.00 atau setelah pukul 15.30 untuk menghindari terik matahari yang menyengat, mengingat Ciater meski sejuk, mataharinya cukup terik di siang hari.
  • Persiapan Hujan: Karena ini wisata taman terbuka, selalu siapkan payung atau jas hujan, karena cuaca Ciater sering berubah mendadak dari cerah ke kabut/gerimis.

Pelabuhan Patimban di Subang, Siapa yang Diuntungkan?

Pelabuhan Patimban di Subang, Siapa yang Diuntungkan?

suarasubang.com – Berdiri di bibir pantai Patimban hari ini, Februari 2026, rasanya seperti sedang menyaksikan dua dunia yang saling bertabrakan. Di satu sisi, deretan crane raksasa berwarna merah putih menjulang gagah, sibuk memindahkan ribuan kontainer dan mobil ke kapal-kapal berukuran raksasa. Di sisi lain, deburan ombak yang dulu tenang kini sering kali membawa aroma solar dan suara bising mesin industri.

Pelabuhan Patimban bukan lagi sekadar mimpi besar di atas kertas pemerintah. Ia adalah realitas yang telah mengubah wajah Subang selamanya. Namun, seperti halnya setiap perubahan besar, ada luka yang tercipta di balik megahnya beton dermaga. Mari kita bedah pro dan kontra dari “Raksasa Maritim” kebanggaan warga Subang ini secara jujur.

Sisi Terang: Harapan Baru di Gerbang Dunia

Bagi para pendukungnya, Patimban adalah “anugerah ekonomi” yang akhirnya memutus rantai ketergantungan Subang hanya pada sektor pertanian.

  1. Pusat Gravitasi Ekonomi: Dulu, anak muda Subang harus merantau ke Cikarang atau Karawang untuk mencari kerja di industri. Kini, dengan adanya Subang Smartpolitan yang terhubung langsung ke Patimban, lapangan kerja tersedia di halaman rumah sendiri.
  2. Efisiensi Logistik Nasional: Patimban sukses mengurangi beban Tanjung Priok yang sudah sangat sesak. Dengan kapasitas ekspor kendaraan yang mencapai 600.000 unit per tahun di 2026 ini, Subang resmi menjadi pelabuhan otomotif terbesar di Indonesia.
  3. Akselerasi Infrastruktur: Tanpa Patimban, mungkin kita harus menunggu belasan tahun lagi untuk melihat jalan tol akses yang kini membelah Subang, memangkas waktu tempuh, dan menaikkan nilai tanah secara drastis.

Secara naratif, Patimban adalah cerita tentang Subang yang “naik kelas”—dari kabupaten transit menjadi pemain global.

Sisi Gelap: Harga yang Harus Dibayar

Namun, argumen ekonomi makro sering kali menutup mata terhadap realitas mikro yang dialami warga pesisir. Bagi mereka yang hidup dari laut, Patimban punya wajah yang berbeda.

  1. Nasib Nelayan yang Tergusur: Narasi pilu datang dari para nelayan lokal. Area tangkapan mereka (fishing ground) kini tertutup area terbatas pelabuhan dan jalur kapal besar. Mencari ikan kini harus lebih jauh ke tengah laut, yang berarti butuh bahan bakar lebih banyak—biaya yang sering kali tak tertutup oleh hasil tangkapan.
  2. Ancaman Lingkungan: Reklamasi dan pengerukan laut dalam mengubah arus air. Warga di sekitar Pusakanagara mulai mengeluhkan abrasi pantai yang lebih cepat dan hilangnya hutan mangrove yang dulu menjadi benteng alami dari badai.
  3. Gegar Budaya & Kesenjangan Sosial: Masuknya ribuan pekerja dari luar daerah membawa pergeseran gaya hidup. Harga tanah dan kebutuhan pokok di sekitar pelabuhan melambung tinggi, membuat warga lokal yang tidak terserap lapangan kerja industri merasa menjadi “penonton” di tanah kelahirannya sendiri.

Titik Temu: Pembangunan yang Memanusiakan

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “perlu atau tidak”, karena kapal-kapal sudah bersandar. Pertanyaannya adalah: Maukah kita berbagi ruang?

Pembangunan yang murni bersifat narasi ekonomi angka sering kali gagal melihat aspek manusia. Patimban tidak boleh hanya menjadi “negara di dalam negara” yang hanya memperkaya korporasi. Argumen utamanya harus tetap: Seberapa banyak warga asli Subang yang benar-benar sejahtera karena pelabuhan ini?

Solusi seperti pelatihan keahlian (upskilling) bagi anak nelayan agar bisa bekerja di otoritas pelabuhan, pemberian beasiswa, dan restorasi ekosistem mangrove bukan lagi sekadar pilihan “CSR”, melainkan kewajiban moral yang harus ditagih terus-menerus.

Sebuah Titik Balik

Patimban 2026 adalah bukti bahwa Subang bakal melangkah ke era baru. Secara positif, ia adalah lokomotif kemajuan. Secara negatif, ia adalah pengingat bahwa kemajuan selalu meminta tumbal.

Tugas kita sekarang—sebagai media, warga, dan pemerintah—adalah memastikan bahwa tumbal tersebut tidaklah sia-sia. Jangan sampai pelabuhan ini megah bercahaya di malam hari, sementara lampu-lampu di rumah nelayan di sekitarnya justru meredup karena kehilangan mata pencaharian.

Patimban 2026: Menatap Wajah Subang sebagai Raksasa Maritim Baru Indonesia

pelabuhan patimban subang 2026
pelabuhan patimban subang 2026

suarasubang.com – Jika Anda berkendara ke arah pesisir utara Subang hari ini, pemandangan alat berat yang bekerja tanpa henti dan struktur dermaga yang semakin memanjang ke tengah laut adalah pemandangan sehari-hari. Pelabuhan Patimban bukan lagi sekadar proyek di atas kertas; ia adalah denyut nadi masa depan ekonomi Jawa Barat yang kini sedang mencapai puncaknya.

Memasuki akhir Februari 2026, proyek yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menunjukkan akselerasi yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, pembangunan fisik Pelabuhan Patimban telah menyentuh angka 83,37%. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa target penyelesaian besar di Oktober 2026 berada di jalur yang tepat.

Kapasitas Raksasa yang Mengubah Peta Logistik

Tahun 2026 menandai lompatan besar bagi kapasitas Patimban. Dari yang semula hanya mampu melayani 218.000 kendaraan (CBU) per tahun, pengembangan Car Terminal fase ini akan mendongkrak kapasitasnya hingga 600.000 unit kendaraan. Ini menjadikan Subang sebagai gerbang utama ekspor otomotif nasional, mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat padat.

Tak hanya kendaraan, Container Terminal (Terminal Peti Kemas) juga sedang dipacu untuk mampu melayani hingga 1,9 juta hingga 2 juta TEUs. Dengan kedalaman alur pelayaran yang mumpuni, kapal-kapal raksasa berukuran 61.000 DWT kini mulai rutin merapat, menghubungkan produk-produk industri Subang langsung ke pasar global seperti Jepang, China, dan Filipina tanpa perlu transit lama.

Tol Akses Patimban: Jembatan Penghubung Ekonomi

Salah satu data yang paling ditunggu oleh warga Subang adalah perkembangan konektivitas darat. Per Februari 2026, pembangunan Jalan Tol Akses Patimban telah mencapai progres 68%.

Meskipun beberapa paket pekerjaan dijadwalkan selesai sepenuhnya secara bertahap hingga 2028, fungsionalitas jalan tol ini mulai terasa manfaatnya dalam memangkas waktu tempuh logistik dari kawasan industri seperti Subang Smartpolitan dan Cipali menuju dermaga. Akses ini adalah kunci yang akan memastikan barang-barang dari pabrik langsung masuk ke kapal dengan efisiensi tinggi.

Dampak Nyata bagi Wargi Subang

Bagi masyarakat lokal, Patimban 2026 bukan hanya soal kapal dan kontainer. Kehadiran pelabuhan ini telah memicu tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di sekitarnya.

  1. Lapangan Kerja: Ribuan tenaga kerja terserap, baik dalam fase konstruksi maupun operasional pelabuhan.
  2. Sentra UMKM: Munculnya kawasan pendukung pelabuhan menciptakan peluang bagi usaha katering, penginapan, hingga jasa logistik lokal.
  3. Magnet Investasi: Subang kini menjadi primadona investor global. Kawasan industri hijau (Green Industry) mulai menjamur di sekitar pelabuhan, menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Inovasi dan Keberlanjutan

Yang menarik, pembangunan Patimban tahun ini juga menerapkan teknologi konstruksi ramah lingkungan. Penggunaan silt curtain untuk menjaga kualitas air laut saat pengerukan serta teknologi Cement Deep Mixing (CDM) memastikan struktur pelabuhan tetap kokoh namun tetap menjaga kelestarian ekosistem pesisir Subang.

Pelabuhan Patimban di tahun 2026 diharapkan menjadi bukti nyata transformasi Subang. Dari kabupaten yang dikenal dengan keasrian alam dan nanasnya, kini bersiap menjadi mesin penggerak ekonomi maritim Indonesia. Oktober 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru, di mana mata dunia akan tertuju pada pesisir utara kita.


Data Penting Update Februari 2026:

  • Progres Fisik: 83,37%.
  • Target Rampung: Oktober 2026.
  • Kapasitas Kendaraan: 600.000 CBU/tahun.
  • Kapasitas Peti Kemas: ~2 Juta TEUs.
  • Progres Tol Akses: 68%.

Kuliner Subang Kota: 5 Destinasi Rasa Paling Hits dan Autentik

suarasubang,com – Bagi pelancong yang sedang transit atau berkunjung ke Subang, pusat kota menyimpan kejutan kuliner yang tidak ada duanya. Lupakan sejenak jalur utama, mari masuk ke area Karanganyar dan Cigadung untuk menemukan lima titik rasa yang selalu membuat orang rela kembali lagi.

Berikut adalah rekomendasi kuliner terbaik di Subang Kota yang sudah divalidasi lokasinya:

1. Bakso & Mie Ayam H. Virgo: Ikon Bakso Pusat Kota

Tidak ada warga Subang yang tidak tahu tempat ini. Terletak tepat di jalan utama, Baso Virgo adalah standar emas untuk bakso di Subang. Kuahnya bening, segar, dengan bakso urat yang sangat terasa daging sapinya. Tempatnya yang strategis menjadikannya titik awal yang pas untuk memulai petualangan kuliner Anda.

  • Alamat: Jl. Otto Iskandardinata No.20, Karanganyar, Kec. Subang (Dekat perempatan Wisma Karya).
  • Harga: Rp15.000 – Rp25.000.
  • Jam Buka: 09.00 – 20.30 WIB.

2. Bakso Jando Mas Siswo: Legendanya Bakso Urat & Tetelan

Kalau Anda tipe yang suka blusukan demi rasa, ini tempatnya. Meski masuk ke dalam gang, antreannya luar biasa. Ciri khasnya adalah Jando (lemak susu sapi) yang melimpah dan gurih. Ini adalah pionir bakso jando di Subang yang sudah ada sejak tahun 80-an.

  • Alamat: Gg. Srangenge, Karanganyar, Kec. Subang (Masuk dari Jl. Letnan Jend. Suprapto).
  • Harga: Rp15.000 – Rp22.000.
  • Jam Buka: 11.00 – 20.00 WIB.

3. RM Padang Jaso Bundo: Cita Rasa Minang di Tanah Pasundan

Untuk pencinta masakan Minang, Jaso Bundo adalah juaranya di area Cigadung. Porsinya mantap, bumbunya berani, dan rendangnya dikenal sangat empuk. Tempat ini menjadi favorit para pekerja kantor dan warga sekitar karena konsistensi rasanya.

  • Alamat: Jl. MT Haryono No.12, Cigadung, Kec. Subang.
  • Harga: Rp20.000 – Rp40.000.
  • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB.

4. Ikan Etong Bakar A Badru: Kuliner Spesifik Khas Subang

Belum sah ke Subang kalau belum makan Ikan Etong. Ikan ini punya kulit tebal yang jika dibakar akan menghasilkan tekstur daging yang putih, padat, dan sangat gurih. A Badru adalah tempat paling legendaris untuk menikmati hidangan ini di pusat kota.

  • Alamat: Jl. Eyang Dongdo, Karanganyar, Kec. Subang.
  • Harga: Rp40.000 – Rp80.000 (Tergantung ukuran ikan).
  • Jam Buka: 16.00 – 22.00 WIB (Sangat populer untuk kuliner malam).

5. RM Cigadung: Juara Ayam Goreng Dadakan

Jika Anda mencari hidangan nasi yang lengkap, RM Cigadung menawarkan ayam goreng dadakan yang disajikan panas-panas. Dipadukan dengan sambal dadak yang pedasnya nampol dan lalapan segar, tempat ini mendefinisikan kenikmatan makan siang khas Sunda di Subang.

  • Alamat: Jl. Brigjen Katamso No.12, Dangdeur, Kec. Subang (Area Cigadung).
  • Harga: Rp25.000 – Rp50.000.
  • Jam Buka: 09.00 – 21.00 WIB.

5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026

5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026
5 Rekomendasi Bakso Paling Hits di Subang 2026

suarasubang.com – Menelusuri jalanan Kabupaten Subang tak lengkap rasanya tanpa mencicipi “comfort food” sejuta umat: Bakso. Dari pusat kota hingga sudut pemukiman, Subang menyimpan permata kuliner yang konsisten mendapatkan ulasan tinggi karena kualitas daging dan gurihnya kaldu.

Di antara deretan warung bakso yang menjamur dari arah Jalancagak hingga ke pusat kota, beberapa nama berhasil mencuri perhatian warganet dengan rating tinggi dan ribuan ulasan di Google Maps.

Berikut adalah rekomendasi bakso paling enak di Subang yang wajib Anda coba, lengkap dengan detail lokasinya:

1. Bakso & Mie Ayam H. Virgo

Bagi warga pusat kota Subang, Bakso Virgo adalah destinasi utama. Kedai ini terkenal dengan tekstur baksonya yang kenyal dan sangat terasa dagingnya. Ratingnya sangat stabil karena konsistensi rasa kuahnya yang bening namun kaya kaldu.

2. Bakso Jando Mas Siswo

Jika Anda menyukai sensasi bakso urat dengan tambahan “jando” atau tetelan lemak yang melimpah, tempat ini juaranya. Meski lokasinya berada di dalam gang, para pelanggan setia rela mengantre demi menikmati gurihnya bakso urat yang autentik.

3. Bakso Tusuk Joss

Bagi Anda yang mencari variasi bakso modern dan unik, Bakso Tusuk Joss menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Tempat ini populer di kalangan warga lokal yang mencari porsi mantap dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.

4. Baso Parahyangan

Baso Parahyangan menawarkan cita rasa bakso khas Jawa Barat dengan kuah yang sangat gurih namun tetap ringan. Selain baksonya, mie ayam di sini seringkali menjadi pilihan favorit keluarga karena suasananya yang nyaman.

5. Baso Granat (Raja Baso)

Bagi Anda yang menyukai bakso dengan tekstur urat yang kasar dan ukuran yang memuaskan, Baso Granat di area Marengmang ini patut dicoba. Rasanya yang kuat dan porsinya yang royal menjadikannya salah satu favorit di kawasan tersebut.


Tips Kulineran di Subang:

Hampir semua warung bakso legendaris di atas akan mengalami lonjakan pengunjung pada jam makan siang (12.00 – 13.00) dan akhir pekan. Datanglah lebih awal atau di sore hari untuk menikmati suasana yang lebih santai.

2 SPPG di Subang Rilis Daftar Menu untuk Ibu Hamil, Balita, dan Siswa

suarasubang.com – ​Belakangan ini, perbincangan mengenai standar kelayakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah menu yang disajikan sudah benar-benar memenuhi standar gizi seimbang?

Menjawab Sorotan Publik dengan Transparansi

​Alih-alih menutup telinga dari kritik, sebuah langkah transparansi yang patut diapresiasi justru datang dari dua Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) di Subang, yakni SPPG Pasirkareumbi 03 dan SPPG Dangdeur 08. Secara terbuka, mereka merilis daftar menu paket gizi lengkap dengan rincian harga untuk periode 26–28 Februari 2026.

​Langkah ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik. Sasarannya pun jelas dan terukur: menyentuh kelompok paling rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak usia sekolah.

Bukan Sekadar Makanan Instan, Ini Soal Intervensi Gizi

​Bidan Tety Asriyanti, selaku pengelola SPPG Dangdeur 08 dan Pasirkareumbi 03 yang juga merupakan Mitra BGN, menegaskan bahwa ada proses panjang di balik setiap kotak makanan yang dibagikan. Ini bukan asal kenyang.

​”Kami menyusun menu ini dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok,” tutur Tety. Ia memastikan setiap paket telah dihitung takaran karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta tambahan energinya. Program ini murni dirancang sebagai intervensi gizi yang terukur.

Bongkar Isi Paket: Dari Abon hingga Susu UHT

​Untuk membuktikan komitmen tersebut, inilah rincian naratif dari paket menu yang disalurkan. Setiap kategori mendapatkan perlakuan berbeda, menyesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh mereka:

1. Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • ​Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • ​Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

2. Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • ​2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • ​Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.

3. Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • ​Roti tawar (Rp15.000).
  • ​Abon 40 gram (Rp11.000).
  • ​Kacang polong (Rp2.000).
  • ​4 buah kurma (Rp2.000).

4. Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • ​Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • ​Abon 20 gram (Rp7.000).
  • ​Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

​Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

​Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi. Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • 2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.

Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • Roti tawar (Rp15.000).
  • Abon 40 gram (Rp11.000).
  • Kacang polong (Rp2.000).
  • 4 buah kurma (Rp2.000).

Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • Abon 20 gram (Rp7.000).
  • Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi.

Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

Kumpulan Resep Spesial untuk Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Selama bulan suci ini, penting untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi. Dalam artikel ini, kami akan membagikan kumpulan resep yang terbagi menjadi tiga kategori utama: menu sahur yang praktis, menu takjil yang segar, dan menu berbuka puasa yang bergizi.

Menu Sahur yang Praktis

Sahur merupakan waktu yang krusial sebelum memulai puasa. Oleh karena itu, hidangan sahur sebaiknya memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi. Berikut adalah beberapa resep sahur yang praktis dan mudah disiapkan:

  • Nasi Goreng Sayur: Campurkan nasi dengan sayuran segar seperti wortel, buncis, dan telur. Tambahkan kecap manis untuk rasa yang lebih nikmat.
  • Omelet Sayur: Kocok telur dan tambahkan sayuran seperti bayam dan tomat. Masak hingga matang dan sajikan dengan roti tawar.
  • Yogurt dengan Buah: Campurkan yogurt plain dengan potongan buah-buahan segar seperti pisang dan stroberi untuk sajian yang segar dan menyehatkan.

Menu Takjil yang Segar

Takjil adalah hidangan yang disajikan untuk berbuka puasa sebagai pembuka sebelum menikmati hidangan utama. Berikut adalah beberapa pilihan takjil yang segar dan menggugah selera:

  • Es Buah Segar: Campurkan berbagai macam buah seperti melon, semangka, dan anggur dengan sirup dan es serut untuk kesegaran yang optimal.
  • Puding Cokelat: Buat puding cokelat yang lembut dan sajikan dengan saus karamel. Hidangan ini pasti disukai oleh semua anggota keluarga.
  • Kroket Kentang: Goreng kroket kentang yang diisi dengan sayuran dan rempah. Camilan ini cocok untuk mengganjal perut sebelum makan malam.

Menu Berbuka Puasa yang Bergizi

Setelah seharian berpuasa, berbuka puasa dengan hidangan bergizi sangat penting untuk mengembalikan energi. Berikut adalah beberapa resep berbuka puasa yang dapat Anda coba:

  • Sup Ayam dan Sayuran: Sup yang kaya akan protein dan vitamin dari ayam serta sayuran. Ini adalah pilihan yang sempurna untuk menghangatkan tubuh setelah berpuasa.
  • Parcel Daging Sapi: Daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah dan disajikan dengan nasi hangat. Menu ini penuh rasa dan gizi.
  • Salad Quinoa: Campurkan quinoa dengan sayuran segar dan dressing lemon untuk hidangan yang sehat dan menyegarkan.

Kesimpulan

Selama bulan Ramadhan, penting untuk memperhatikan asupan makanan agar tetap sehat dan bertenaga. Dengan memanfaatkan resep-resep praktis untuk sahur, takjil yang menyegarkan, dan hidangan berbuka puasa yang bergizi, Anda dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih baik. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Ramadan ini membawa berkah dan kebahagiaan.

Recent Posts