Beranda blog Halaman 8

Pengambilan Air Ilegal di Gempol: Ancaman Lingkungan dan Kerugian PAD Subang

pengambilan air ilegal di Gempol

Praktik pengambilan air ilegal di Gempol kini tengah menjadi sorotan tajam warga dan aparat setempat. Sebuah perusahaan perseorangan di Desa Gempol, Kecamatan Pusakanagara, diduga kuat melakukan eksploitasi Air Bawah Tanah (ABT) tanpa izin resmi. Penggunaan sumur bor ilegal ini dilakukan demi kepentingan komersial melalui bisnis Reverse Osmosis (RO).

Penyedotan air secara masif ini membawa dampak buruk bagi ekosistem lingkungan sekitar. Selain itu, aktivitas tersebut memicu risiko kekeringan bagi warga yang tinggal di area terdampak. Perusahaan tersebut juga menyebabkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang karena menghindari pajak air tanah.

Dugaan Tindak Pidana Eksploitasi Alam

Keresahan warga semakin memuncak akibat aktivitas yang mereka nilai sebagai pencurian sumber daya alam. Tokoh masyarakat Desa Gempol, CN Supryatna, menegaskan bahwa masalah ini sudah masuk ke ranah pidana. Menurutnya, teguran administratif dari Satpol PP saja tidak akan memberikan efek jera yang cukup.

“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku usaha tersebut,” ungkap Supryatna pada Senin (2/3/2026). Ia menambahkan bahwa perusahaan tersebut meraup keuntungan besar tanpa memberikan kontribusi apa pun kepada negara. Hal ini menunjukkan adanya ketidakadilan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Kerugian Ekonomi dan Harapan Warga

Nilai ekonomi dari penjualan air ilegal ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah setiap tahunnya. Tanpa adanya setoran pajak, aktivitas ini secara murni merugikan kas daerah Kabupaten Subang. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah Subang menjadi terhambat akibat hilangnya potensi pendapatan dari sektor pajak.

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menertibkan praktik ilegal ini. Proses hukum yang tegas diharapkan dapat menghentikan eksploitasi yang merusak lingkungan. Masyarakat menginginkan keadilan agar sumber daya alam di Desa Gempol dapat terjaga untuk generasi mendatang.

Optimalkan Pelayanan, Paguyuban Dapur MBG Subang Gelar Konsolidasi

Makan Bergizi Gratis Subang

Paguyuban Mitra BGN terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan program Makan Bergizi Gratis Subang. Langkah ini diwujudkan melalui agenda konsolidasi dan sosialisasi bersama seluruh mitra dapur serta 30 Koordinator Kecamatan SPPG se-Kabupaten Subang. Kegiatan strategis tersebut dilaksanakan pada Selasa (02/03/2026) bertempat di BRIN Subang.

Selain itu, agenda ini melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan operasional dapur di wilayah tersebut. Melalui pertemuan ini, seluruh pihak berharap program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dapat berjalan optimal demi masa depan anak Indonesia.

Langkah Strategis Sesuai Kebijakan BGN

Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan setiap mitra menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sekretaris Paguyuban Dapur MBG Subang, Niko Rinaldo, menyatakan bahwa koordinasi rutin sangat penting untuk menyamakan persepsi. Oleh karena itu, sosialisasi kebijakan menjadi agenda wajib agar pelayanan tetap sejalan dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Aspek lingkungan juga menjadi fokus utama dalam sosialisasi kali ini. Dapur operasional tidak hanya dituntut memenuhi standar keamanan pangan, tetapi juga harus mengelola limbah dengan bijak. Keterlibatan DLH dinilai sangat strategis untuk memberikan panduan teknis mengenai kebersihan lingkungan sekitar dapur kepada para mitra.

Evaluasi dan Penguatan Operasional

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang produktif antar-mitra dapur. Setiap Koordinator Kecamatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan dinamika serta tantangan distribusi yang terjadi di lapangan. Dengan demikian, standar pelayanan kepada penerima manfaat dapat terus diperbaiki secara berkelanjutan.

Paguyuban berharap seluruh dapur di Kabupaten Subang dapat beroperasi secara lebih profesional dan tertib. Keseragaman pelayanan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional ini. Penguatan regulasi dan evaluasi teknis menjadi fondasi utama dalam mencapai kesuksesan program tersebut.

Solidaritas untuk Masa Depan Generasi

Sebagai penutup, seluruh mitra dan koordinator melaksanakan acara buka puasa bersama. Momentum ini diharapkan dapat mempererat solidaritas dan menyatukan visi dalam menyukseskan pemenuhan gizi anak-anak di Subang. Kebersamaan ini menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Paguyuban Dapur MBG Subang optimis layanan akan semakin optimal. Program ini diyakini akan memberikan dampak nyata dan signifikan bagi kesehatan generasi masa depan. Kolaborasi yang kuat akan memastikan setiap anak mendapatkan asupan nutrisi terbaik sesuai harapan bangsa.

Kapolres Subang Pimpin Pembagian Takjil untuk Masyarakat di Bulan Ramadan

pembagian takjil

AKBP Dony Eko Wicaksono selaku Kapolres Subang memimpin langsung aksi pembagian takjil kepada masyarakat di depan Mako Polres Subang pada Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan mulia ini bertujuan untuk berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan bagi para pengendara yang masih berada di jalanan menjelang waktu berbuka. Penempatan kata kunci di awal paragraf bertujuan agar pembaca dan mesin pencari dapat segera memahami topik utama artikel.

Sinergi Polri dan Mahasiswa Menebar Kebaikan

Pelaksanaan agenda yang dimulai pukul 17.30 WIB ini melibatkan berbagai unsur kepolisian dan elemen masyarakat. Ketua Bhayangkari Cabang Subang, Wakapolres, hingga pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) turut serta dalam kegiatan tersebut. Melalui sinergi ini, Polri dan mahasiswa menunjukkan wujud kebersamaan yang nyata dalam menebar kebaikan kepada sesama. Penggunaan subjudul yang jelas seperti ini sangat membantu pembaca dalam memindai informasi penting secara cepat.

Distribusi Ratusan Paket dan Imbauan Kamtibmas

Petugas membagikan sebanyak 500 paket takjil kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur tersebut. Selain menyalurkan paket makanan, Kapolres Subang juga menyempatkan diri untuk menyapa warga secara langsung. Beliau menyampaikan imbauan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar situasi selama Ramadan tetap kondusif. Penggunaan kalimat aktif seperti ini membuat pesan terasa lebih kuat dan lebih mudah diproses secara kognitif oleh pembaca.

Selanjutnya, personel kepolisian mengingatkan pengendara untuk selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. Penggunaan kata transisi di awal kalimat membantu menjaga alur teks tetap halus dan menunjukkan hubungan antar-ide. Hal ini sangat penting karena teks yang mengalir dengan baik akan membuat pengunjung bertahan lebih lama di halaman Anda.

Mempererat Silaturahmi Kepolisian dengan Warga

Kapolres Subang menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kebutuhan warga. Upaya tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan silaturahmi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat. “Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” tegas AKBP Dony.

Masyarakat menyambut positif kegiatan ini dan memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian jajaran Polres Subang. Kehadiran polisi di tengah warga menunjukkan peran aktif mereka yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap aspek sosial. Seluruh rangkaian pembagian paket makanan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

Kisah Sukses Budidaya Jangkrik: Santri Subang Biayai Kuliah Sendiri

budidaya jangkrik

Pondok Pesantren Al-Ikhlas Raudhatul Ullum di Subang kini menjadi sorotan berkat keberhasilannya mencetak wirausahawan muda. Salah satu sosok yang paling inspiratif adalah Suzamrin Sahadin Ardian (22), seorang santri asal Maluku yang sukses menjalankan budidaya jangkrik. Pemuda ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi dapat menghasilkan kemandirian ekonomi meski di tengah kesibukan menuntut ilmu agama.

Suzamrin memulai usahanya pada awal tahun 2025 dengan modal yang sangat terbatas. Awalnya, ia hanya mencoba mengelola 3 boks jangkrik sebagai tahap percobaan. Namun, berkat ketekunannya, usaha tersebut kini berkembang pesat hingga mencapai 60 boks produksi.

Keuntungan Ekonomi Budidaya Jangkrik

Masa panen komoditas ini tergolong sangat singkat, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 37 hari saja. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk beroperasi. Suzamrin menjual hasil panennya kepada pengepul dengan harga berkisar antara Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Dari setiap boks berukuran 3×1 meter, ia mampu menghasilkan rata-rata 35 kilogram jangkrik siap jual. Pendapatan kotor dari seluruh boks miliknya kini mencapai Rp15 juta per bulan. Setelah dipotong biaya operasional, Suzamrin mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp7,5 juta atau 50 persen dari total omzet.

Keberhasilan ini memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan pribadinya. Sebagai seorang yatim piatu, Suzamrin kini mampu membiayai kuliahnya di Universitas Stekom Semarang tanpa bergantung pada orang lain. Ia juga berharap usahanya ini dapat memotivasi generasi muda di Subang untuk mulai berwirausaha karena pangsa pasarnya yang masih sangat luas.

Mencetak Santripreneur di Lingkungan Pesantren

Pimpinan pesantren, KH Atep Abdul Gofar, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif para santrinya. Beliau menerapkan konsep Santripreneur untuk membekali lulusan dengan keterampilan ekonomi berbasis nilai syariah. Melalui program ini, para santri mendapatkan praktik langsung mulai dari bidang pertanian, peternakan ayam, hingga budidaya jangkrik.

Pihak pesantren berharap program ini dapat melahirkan lulusan yang tangguh secara ekonomi. Selain menguasai ilmu agama, mereka diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setelah lulus nanti. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi umat yang nyata.

Target Rampung 2027, Pemkab Subang Dukung Penuh Proyek Tol Cipali-Patimban.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan akses Tol Cipali-Patimban agar selesai pada 2027. Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menjadi magnet investasi yang memperkuat ekonomi daerah. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menegaskan bahwa kesiapan pemerintah daerah sangat krusial untuk menyokong kebutuhan infrastruktur tersebut agar mencapai target tepat waktu.

Konektivitas Terintegrasi untuk Pelabuhan Patimban.

Bupati berharap rampungnya infrastruktur ini menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat Subang. Selain itu, operasional Pelabuhan Patimban membutuhkan konektivitas yang terhubung langsung dengan pusat-pusat pengembangan kawasan strategis. Untuk itu, Pemkab terus membuka ruang koordinasi guna memastikan pembangunan berjalan secara kolaboratif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Perkembangan Proyek dan Masa Konsesi.

Jadwal penyelesaian proyek jalan tol sepanjang 37 kilometer ini kini bergeser ke April 2027. Meskipun terdapat perubahan target waktu, proyek ini akan segera memasuki masa konsesi selama 50 tahun mulai tahun 2025. Direktur Utama PT Jasamarga Akses Patimban, Victor Nazarenko Mahandre, menyebutkan bahwa dana pembebasan lahan sebesar Rp1,5 triliun dikelola secara mandiri oleh pihak Badan Usaha Jalan Tol tanpa membebani anggaran pemerintah.

Bupati Subang Akting Film Sisa Waktu Senja untuk Promosi Daerah

Bupati Subang akting film Sisa Waktu Senja

Proses pengambilan gambar film Sisa Waktu Senja di Kabupaten Subang menyuguhkan pemandangan yang sangat unik. Pasalnya, Bupati Subang akting film Sisa Waktu Senja dengan memerankan sosok kepala sekolah di SMA Negeri 1 Subang pada Minggu (01/03/2026).

Langkah ini diambil oleh Reynaldy Putra Andita BR sebagai bentuk dukungan nyata bagi industri kreatif. Kehadiran orang nomor satu di Subang tersebut bukan sekadar menjadi cameo, melainkan simbol sinergi pemerintah dengan dunia perfilman.

Totalitas Reynaldy Putra Andita di Depan Kamera

Mengenakan pakaian formal khas pendidik, Reynaldy Putra Andita BR atau akrab disapa Kang Rey tampil sangat meyakinkan. Beliau tampak luwes berinteraksi dengan para pemain dan kru film selama proses pengambilan gambar berlangsung. Kehadirannya tentu memberikan warna tersendiri bagi produksi film yang disutradarai oleh Husni Ramdan tersebut.

Menurut Kang Rey, keterlibatan langsung ini adalah cara berbeda untuk mendukung ekosistem seni. Meskipun sibuk dengan urusan pemerintahan, beliau tetap menyempatkan diri untuk berdiri di depan kamera. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Subang sangat terbuka bagi para pelaku industri kreatif nasional.

Dukungan Nyata untuk Industri Film dan UMKM

Memilih Kabupaten Subang sebagai lokasi syuting merupakan momentum strategis yang harus dimanfaatkan. Kang Rey menilai bahwa film adalah media promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan potensi daerah secara luas. Keindahan alam Subang yang terekam dalam layar diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Selain sektor pariwisata, keberadaan produksi film skala nasional ini juga mampu menggerakkan geliat UMKM lokal. “Bisa menyuguhkan hal menarik dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Subang,” ujar Kang Rey setelah menyelesaikan adegannya. Beliau optimis bahwa karya seni dapat berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga setempat.

Menampilkan Bintang Muda Nasional

Film Sisa Waktu Senja sendiri menghadirkan dua pemeran utama berbakat, yaitu Keisya Levronka dan Kiesha Alvaro. Kehadiran bintang-bintang muda tersebut diharapkan mampu mendongkrak popularitas film sekaligus wilayah Subang di mata publik. Struktur cerita yang kuat dan latar tempat yang indah menjadi kombinasi yang menjanjikan bagi kesuksesan film ini.

Sebagai penutup, pemerintah daerah berharap film ini tidak hanya sukses secara komersial di bioskop. Lebih dari itu, karya ini diharapkan mampu memperkuat citra Kabupaten Subang sebagai destinasi investasi kreatif yang andal. Dengan kolaborasi yang solid, masa depan industri perfilman dan pariwisata di Subang akan semakin cerah.

Harga Pangan di Subang Jelang Lebaran 2026: Fluktuasi dan Pengawasan DKUPP

Harga pangan di Subang mulai mengalami fluktuasi signifikan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026. Munculnya bayang-bayang inflasi di berbagai pasar tradisional Kabupaten Subang merupakan fenomena klasik Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kondisi ini terjadi karena lonjakan permintaan masyarakat sering kali berbenturan dengan kendala cuaca di sektor hulu penyediaan pangan.

Stabilitas Beras di Tengah Fluktuasi

Berdasarkan laporan harga pasar per 27 Februari 2026, pasokan komoditas bahan pokok seperti beras terpantau masih sangat stabil. Beras medium saat ini bertahan pada angka Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP tersedia di harga Rp12.000 per kilogram, sehingga kebutuhan dasar warga masih relatif aman.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan Tajam

Meskipun harga beras stabil, lonjakan harga justru menghantam komoditas sayuran dan telur ayam. Harga tomat dilaporkan melonjak tajam hingga 25 persen, sedangkan cabai rawit ikut naik sebesar 4 persen. Di sisi lain, harga telur ayam broiler terus merangkak naik karena kebiasaan masyarakat yang mulai memborong stok untuk kebutuhan sahur dan membuat kue Lebaran.

Langkah Strategis DKUPP Kabupaten Subang

Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) merespons dinamika ini dengan terus melakukan pengawasan ketat. Mengacu pada Permendag No. 07 Tahun 2019, petugas berupaya memastikan kelancaran seluruh jalur distribusi pangan. Harapannya, fluktuasi harga tidak semakin liar saat memasuki pekan pertama puasa mendatang.

Penurunan Harga di Beberapa Sektor

Kabar baik tetap hadir bagi para ibu rumah tangga karena beberapa harga pangan justru mengalami penurunan yang cukup signifikan:

  • Bawang Merah: Turun menjadi Rp35.000/kg dari harga sebelumnya Rp40.000/kg.
  • Cabai Merah Besar: Kini dibanderol Rp25.000/kg.
  • Kacang Panjang: Mengalami penurunan drastis hingga menyentuh harga Rp8.000/kg.

Secara keseluruhan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja kebutuhan harian. Pihak berwenang akan terus memastikan pasokan di pasar tradisional tetap aman agar inflasi daerah bisa terkendali selama periode HBKN ini.

Rosin Resto Subang: Destinasi Kuliner Nyaman dan Murah di Cibogo

Banyak orang mengenal Rosalia Indah sebagai salah satu penyedia jasa transportasi bus yang sangat andal. Namun, kini hadir Rosin Resto Subang sebagai destinasi kuliner menarik yang patut dikunjungi oleh warga lokal maupun wisatawan. Berlokasi strategis di Jl. Otto Iskandardinata, Cibogo, tempat ini mendobrak anggapan bahwa makanan di tempat transit selalu mahal.

Restoran ini bertransformasi menjadi pusat kuliner favorit yang tidak hanya melayani penumpang bus. Masyarakat umum kini dapat menikmati berbagai sajian lezat dalam suasana yang sangat nyaman dan representatif. Kehadirannya memberikan warna baru bagi industri pariwisata kuliner di Kabupaten Subang.

Pilihan Menu Beragam dengan Harga Ramah di Kantong

Daya tarik utama dari Rosin Resto Subang terletak pada variasi hidangan yang sangat beragam. Anda dapat menikmati perpaduan masakan Nusantara khas Jawa dan Sunda yang memiliki cita rasa autentik. Selain itu, tersedia pula berbagai pilihan menu modern yang digemari oleh generasi muda saat ini.

Pilihan menu yang tersedia mulai dari aneka olahan ayam, ikan segar, hingga nasi goreng dengan bumbu meresap. Bahkan, pengunjung bisa menikmati porsi mengenyangkan seperti Rice Bowl Chicken Katsu hanya dengan harga Rp15.000 saja. Meskipun harganya sangat bersahabat, kualitas rasa dan kebersihan penyajian tetap menjadi prioritas utama pihak pengelola.

Fasilitas Lengkap dan Area Parkir Luas

Kenyamanan pengunjung merupakan hal yang sangat diperhatikan di rumah makan ini. Rosin Resto Subang menyediakan area parkir yang sangat luas untuk menampung kendaraan pribadi maupun bus rombongan besar. Area makan di bagian dalam juga tertata rapi, bersih, serta memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga pengunjung merasa segar.

Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia secara lengkap untuk memudahkan para pengunjung. Anda dapat menemukan toilet yang sangat bersih serta musala yang nyaman untuk melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, banyak komunitas sering menjadikan lokasi ini sebagai tempat berkumpul atau acara buka puasa bersama (bukber).

Tempat Bersantai Favorit Keluarga

Lokasi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan. Pelayanan dari staf yang ramah akan membuat pengalaman makan Anda menjadi lebih berkesan. Selanjutnya, suasana restoran yang tenang membuat siapa saja betah berlama-lama sambil menikmati hidangan hangat.

Singgah ke kawasan Cibogo tidak akan lengkap tanpa mencicipi kelezatan masakan di sini. Tempat ini membuktikan diri bahwa mereka benar-benar bukan sekadar tempat istirahat biasa bagi penumpang bus. Segera agendakan kunjungan Anda dan buktikan sendiri kenyamanan maksimal yang ditawarkan.

Kawasan Rebana Subang: Sekda Teken Komitmen Strategis di Gedung Sate

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi Jawa Barat. Hal ini dibuktikan melalui langkah proaktif Sekretaris Daerah (Sekda) Subang, Asep Nuroni, yang menandatangani pakta integritas pembangunan Kawasan Rebana Subang di Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).

Mewakili Bupati Reynaldy Putra Andita, kehadiran Sekda Asep Nuroni menjadi simbol penting penguncian posisi strategis wilayah utara dalam peta investasi nasional. Penandatanganan dokumen di Aula Gemah Ripah ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan komitmen nyata untuk masa depan warga dalam menyongsong kemajuan ekonomi.

Pusat Gravitasi Investasi Jawa Barat

Langkah strategis tersebut dinilai sebagai kunci penting untuk memastikan Kabupaten Subang tetap menjadi pusat gravitasi investasi. Terlebih lagi, Jawa Barat baru saja mencetak rekor realisasi investasi yang fantastis sebesar Rp296,8 triliun pada tahun 2025 lalu.

Oleh karena itu, penguatan komitmen ini menjadi sangat krusial agar momentum pertumbuhan tetap terjaga. Melalui pakta integritas ini, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan target besar provinsi.

Subang sebagai Lokomotif Logistik Internasional

Dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana, Kabupaten Subang memiliki porsi peran yang sangat vital. Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menegaskan bahwa wilayah ini akan menjadi episentrum baru bagi industri manufaktur.

Selain itu, fokus utama pengembangan juga diarahkan pada optimalisasi Pelabuhan Patimban sebagai gerbang logistik internasional. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga mampu menarik investasi padat karya yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga setempat.

Kolaborasi Strategis Menuju 2030

Pemerintah Kabupaten Subang berharap kolaborasi antar-BUMD di kawasan Rebana dapat terjalin dengan solid melalui kesepakatan ini. Kawasan Rebana diproyeksikan tidak hanya menjadi simpul pertumbuhan bagi wilayah utara Jawa Barat, tetapi juga menjadi lokomotif utama ekonomi nasional.

Sebagai penutup, komitmen yang disaksikan langsung jajaran pimpinan tertinggi Jawa Barat ini menjadi fondasi menuju tahun 2030. Dengan sinergi yang kuat, Subang optimis dapat memimpin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan.

Kinerja Safety PT Dahana Raih Penghargaan Bergengsi dari PT Arutmin Indonesia

Kinerja safety PT Dahana kembali menorehkan capaian gemilang di industri pertambangan nasional. Perusahaan ini menerima penghargaan prestisius dari PT Arutmin Indonesia site Batulicin dalam ajang apresiasi mitra kerja yang berlangsung di Kalimantan Selatan pada Rabu (26/2/2026).

Langkah ini membuktikan dedikasi perusahaan dalam menjaga standar operasional yang aman dan berkelanjutan. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh KTT PT Arutmin Indonesia Batulicin, Cipto Prayitno, kepada Wendi Fauzan Saputra selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) Site Project Jhonlin Baratama.

Capaian 4.752 Hari Kerja Aman

PT Dahana menyabet dua apresiasi utama dalam kesempatan tersebut. Pertama, perusahaan meraih capaian Safety Indicator For Arutmin’s Performance (SIAP) dengan torehan luar biasa, yaitu 4.752 hari kerja aman. Torehan ini menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam menerapkan budaya K3 yang kuat di lingkungan kerja.

Wendi Fauzan Saputra menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen kolektif seluruh tim. “Kami menjadikan keselamatan sebagai nilai utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas operasional,” ungkap Wendi. Selain itu, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci utama dalam menjaga ritme kerja yang selamat.

Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Penghargaan kedua yang diraih adalah predikat sebagai partisipan aktif dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada teknis operasional, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan warga di sekitar wilayah tambang.

General Manajer Tambang Umum PT Dahana, Teja Sukmara, menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh insan perusahaan. Beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan sekaligus memperluas kontribusi sosial secara berkelanjutan.

Visi Keselamatan untuk Masa Depan

Pencapaian ini mempertegas peran strategis perusahaan sebagai mitra industri yang profesional dan andal. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan melalui praktik kerja yang aman.

Oleh karena itu, penguatan budaya K3 akan terus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah bisnis perusahaan. Dengan fondasi keselamatan yang kuat, perusahaan optimis dapat menghadapi tantangan industri pertambangan global dengan lebih percaya diri.

Recent Posts