Beranda blog Halaman 47

Bupati Subang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Hari Kesaktian Pancasila Subang 2025

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, didampingi Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM, memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025. Upacara berlangsung di Halaman Kantor Bupati Subang pada Rabu (1/10/2025).

Hari Kesaktian Pancasila diperingati sebagai momentum bersejarah untuk mengingatkan pentingnya menjaga ideologi Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, sekaligus benteng pertahanan dari berbagai ancaman yang dapat memecah persatuan Indonesia.

Dengan tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, peringatan tahun ini diharapkan dapat memperkuat persatuan, meneguhkan semangat kebangsaan, serta mendorong masyarakat Kabupaten Subang mewujudkan daerah yang unggul, maju, dan kompetitif dalam pembangunan berkelanjutan menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, dan religius.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Bupati Subang selaku inspektur upacara, dilanjutkan laporan Komandan Upacara IPDA Deden Mahrus Ali. Seluruh peserta kemudian mengikuti pembacaan teks Pancasila yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang.

Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh M. Rezki Alhaerin, siswa SMAN 1 Subang, sementara Ikrar Kesaktian Pancasila dibacakan oleh Nadila Nilam Az-Zahra, siswi SMAN 2 Subang. Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Subang.

Acara berlangsung khidmat dengan partisipasi unsur TNI/Polri, Satpol PP, Damkar, BPBD, Tagana, PGRI, KORPRI, serta para pelajar Kabupaten Subang. Turut hadir jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan lainnya.

Kemenhub dan Pemkab Subang Perkuat Peran Pelabuhan Patimban

Pelabuhan Patimban Subang

Subang – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, memperkuat peran strategis Pelabuhan Patimban sebagai simpul utama logistik nasional dan internasional. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan untuk memastikan Pelabuhan Patimban berfungsi optimal.
“Sinergi ini akan memastikan operasional Pelabuhan Patimban berjalan semakin lancar, terintegrasi, dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Subang, Jawa Barat, hingga tingkat nasional,” kata Masyhud dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Muhammad Masyhud dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi di Jakarta, Selasa (30/9/2025). Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan serupa yang berlaku sejak 2019 dan berakhir pada Agustus 2024.

Masyhud menyebut pembaruan kerja sama ini menjadi babak baru sinergi pemerintah pusat dan daerah. “Pembaruan kerja sama ini menandai babak baru penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung peran Pelabuhan Patimban sebagai Proyek Strategis Nasional,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan dan pelayanan jasa kepelabuhanan, dukungan pengembangan serta tata kelola pelabuhan, hingga bidang lain yang relevan. Kesepakatan ini juga akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis lebih rinci dalam enam bulan ke depan.

Pelaksanaan penyediaan jasa kepelabuhanan nantinya akan melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Subang sebagai mitra strategis.

Subang Perkuat Jejaring dan Validasi Data HIV/AIDS

HIV/AIDS Subang 2025

Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., memimpin Rapat Pertemuan Jejaring PDP dan Validasi Data Jangkauan HIV/AIDS di Kabupaten Subang. Acara berlangsung di Ruang Rapat BP4D Kabupaten Subang pada Kamis (2/10/2025).

Isu HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius di tingkat global, nasional, maupun daerah, termasuk di Kabupaten Subang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, hingga Juli 2025 tercatat 3.824 kasus kumulatif HIV/AIDS, dengan 196 kasus baru pada periode Januari hingga Juni 2025.

Dalam sambutannya, Sekda Subang yang akrab disapa Kang Asep Nuroni menekankan pentingnya penguatan pencegahan dan validasi data.
“Berdasarkan angka data kasus HIV/AIDS ini, tentunya menjadi alarm bagi kita semua bahwa upaya pencegahan, penjangkauan, serta validasi data harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut memiliki tujuan strategis dalam penanganan HIV/AIDS di Subang.
“Kegiatan hari ini sangat penting karena bertujuan untuk sinkronisasi data, meningkatkan kapasitas petugas lapangan, meningkatnya jumlah populasi kunci hasil, serta meningkatkan kerjasama dan jejaring antara petugas lapangan dan layanan kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Asep Nuroni menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap agenda ini.
“Saya sangat mendukung karena telah sesuai dan selaras dengan visi misi Kabupaten Subang dan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor pemerintah, layanan kesehatan, masyarakat, dan mitra strategis lainnya,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat sinergi bersama.
“Dengan sinergi dan gotong royong, kita dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Subang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Sekretaris 1 KPA Subang, perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Subang, serta tamu undangan lainnya.

Subang Siapkan Rp34,3 Miliar untuk Pilkades Digital 2026

Pilkades Digital Subang 2026

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang mengalokasikan anggaran Rp34,3 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Agenda demokrasi desa ini akan digelar di 165 desa dengan penerapan sistem e-voting untuk pertama kalinya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang. Rapat tersebut membahas Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan APBD 2026 di Gedung DPRD Subang, Kamis (2/10/2025).

Menurut Kang Akur—sapaan akrab Wabup—pemerintah menyiapkan segala aspek pelaksanaan Pilkades. Mulai dari regulasi, infrastruktur digital, hingga kesiapan SDM penyelenggara.

“Pilkades adalah jantung demokrasi desa, sehingga setiap langkah menuju digitalisasi harus tetap menjamin keadilan, transparansi, dan partisipasi rakyat,” tegasnya.

Langkah Subang ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 143/PMD.01/DPM-Desa tentang Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa Serentak secara Elektronik/Digital. SE yang dirilis pada Senin (22/9/2025) mengatur persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Pilkades digital. Termasuk di dalamnya administrasi, pemutakhiran data pemilih, sosialisasi, serta pelatihan dan simulasi.

Dedi menegaskan penerapan e-voting akan membuat Pilkades lebih cepat, transparan, dan efisien dibanding cara manual. Sistem ini juga diyakini mampu meminimalisasi kecurangan serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

Dengan sistem digital, warga desa diharapkan dapat menyalurkan hak pilih lebih mudah. Hambatan teknis seperti antrean panjang di TPS pun bisa diminimalkan.

Kemenhub dan Pemkab Subang Sepakat Bersinergi Kelola Pelabuhan Patimban

Sinergi Kemenhub dan Pemkab Subang Pelabuhan Patimban

Subang – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Kabupaten Subang resmi menyepakati sinergi dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban. Kesepakatan ini bertujuan memastikan pelabuhan yang berlokasi di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, dapat beroperasi optimal sekaligus memberi dampak besar bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenhub dalam pengembangan Pelabuhan Patimban yang masuk Proyek Strategis Nasional. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah. “Kesepakatan ini bukan sekedar tanda tangan, namun awal dari langkah nyata untuk membuka lebih banyak peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang,” ujarnya.

Sinergi ini melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub dan Pemkab Subang. Selanjutnya, akan dibuat perjanjian teknis lebih rinci antara Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Subang. BUMD Subang akan bertindak sebagai pelaksana operasional, memastikan layanan pelabuhan berjalan sesuai standar.

Dengan adanya koordinasi erat ini, diharapkan pengelolaan Pelabuhan Patimban lebih efisien dan terarah. Langkah ini penting untuk memaksimalkan potensi pelabuhan sekaligus meminimalkan hambatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Pelabuhan Patimban: Motor Ekonomi Baru Subang

Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi magnet investasi dan pendorong pertumbuhan ekonomi. Kehadirannya akan mempermudah aktivitas ekspor-impor, meningkatkan arus perdagangan, dan membuka lapangan kerja baru.

Bupati Subang menegaskan bahwa pelabuhan ini adalah instrumen strategis dalam transformasi ekonomi daerah. “Dengan hadirnya Pelabuhan Patimban, industri di Subang akan lebih mudah melakukan ekspor-impor sehingga Subang bisa menjadi tujuan investasi bagi investor global,” ucapnya.

Sebagai simpul penting logistik nasional, Patimban akan memperkuat rantai pasok global dan mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di luar Jakarta. Dengan fasilitas modern dan dukungan sinergi pemerintah, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi gerbang utama produk Indonesia menuju pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Miris, Rumah Mak Sawinah di Subang Nyaris Roboh dan Tak Layak Huni

Rumah tidak layak huni Mak Sawinah Subang

Mak Sawinah, seorang janda lansia berusia 65 tahun, tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan di Desa Legonkulon RT 009/RW 006, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.

Dari potret yang diambil warga, terlihat jelas atap rumah tidak layak huni (Rutilahu) miliknya sudah rapuh dan nyaris ambruk. Dinding bambu yang dimakan usia pun tampak lapuk dan membahayakan keselamatan.

Karena khawatir rumahnya runtuh sewaktu-waktu, Mak Sawinah terpaksa sering tidur di luar, tepat di emperan rumahnya. Selain itu, lantai rumah yang masih berupa tanah membuat suasana semakin kumuh dan jauh dari kata layak.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Legonkulon, Nahrudin, menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya memberikan bantuan. “Kami selaku pemerintahan desa akan berusaha membantu untuk mewujudkan rumah yang tidak layak menjadi layak huni,” ujarnya.

Harapan besar juga disampaikan Mak Sawinah. Ia berharap bantuan dari pemerintah desa hingga Bupati Subang bisa segera terwujud agar rumahnya bisa diperbaiki dan layak ditinggali.

VinFast VF 3 Jadi Model Pertama yang Diproduksi Lokal di Subang

VinFast VF 3 produksi lokal Subang

Subang – VinFast VF 3 mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia. VinFast Indonesia bahkan menyebut bahwa model mungil ini kini menjadi tulang punggung penjualan mereka. Karena itu, VF 3 akan menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi secara lokal di Subang.

Produksi lokal tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. VinFast juga berencana mengekspor VF 3 ke negara lain yang menggunakan setir kanan. Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan dan memperkuat posisi VinFast di pasar global.

Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, menegaskan bahwa VF 3 menjadi prioritas utama dalam produksi lokal. “Diikuti nanti model yang lain. Untuk model yang lain, itu nanti kami akan informasikan berikutnya. Tentu kami terus memonitor perkembangan di pasar,” ujarnya di Hanoi, Vietnam.

Pria yang akrab disapa Kerry itu menambahkan, model dengan volume penjualan signifikan akan lebih efisien jika dirakit di Subang. “Tentu model yang memberikan volume, misalnya, signifikan atau kami lihat tren masa depan yang terus membaik. Tentu akan lebih ekonomis jika kami merakit secara lokal di Subang,” jelasnya.

Kehadiran pabrik VinFast di Subang dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat posisi di pasar otomotif nasional. Produksi lokal diyakini dapat menekan harga agar lebih kompetitif sekaligus mempercepat pasokan sesuai permintaan konsumen.

Selain itu, langkah ini selaras dengan visi VinFast untuk menjadi pemain besar di industri kendaraan listrik global. Indonesia dipandang sebagai pasar yang sangat potensial, sehingga strategi produksi lokal diharapkan membawa dampak signifikan bagi perkembangan ekosistem mobil listrik di Tanah Air.

Dinkes Subang Dorong Sertifikasi Higienis SPPG untuk Program MBG

Sertifikasi laik higienis SPPG Subang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menegaskan komitmennya dalam mendukung seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memiliki sertifikasi laik higienis dan sanitasi. Upaya ini dilakukan demi menjamin standar pengelolaan pangan yang baik pada program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Dinkes Subang, dr. Maxi, menyampaikan bahwa pelatihan khusus diberikan bagi SPPG yang belum mengantongi sertifikasi tersebut. Menurutnya, sertifikasi wajib diikuti minimal oleh karyawan yang terlibat langsung dalam pengolahan pangan. “Pelatihan ini penting, sebagai upaya mitigasi kita terhadap bahaya keracunan, akibat pengolahan pangan MBG yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

Saat ini, dari puluhan SPPG yang beroperasi di Subang, baru 21 di antaranya yang sudah mengikutsertakan karyawannya dalam pelatihan pengolahan pangan aman, higienis, dan sesuai standar sanitasi. Sementara itu, masih banyak SPPG lain yang harus segera memenuhi ketentuan tersebut.

“Pihaknya selama ini sudah melatih para karyawan, dari 21 SPPG, sisanya masih cukup banyak. Sehingga kita harapkan, bisa secepatnya mengikuti pelatihan tersebut,” pungkas dr. Maxi.

Program Oplah Pertanian di Ciasem Capai 50 Persen, Fokus pada Perbaikan TPT

Program Optimalisasi Lahan Pertanian Ciasem

Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Pertanian yang digulirkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, menunjukkan perkembangan positif. Hingga Selasa (30 September 2025), progres pelaksanaan sudah mencapai 50 persen.

Kegiatan utama dalam program ini adalah perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT). Banyak kawasan pertanian di Kecamatan Ciasem mengalami kerusakan infrastruktur sehingga berdampak pada distribusi air untuk areal sawah.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ciasem, H. Anwar, menegaskan bahwa pembangunan TPT menjadi prioritas untuk mengatasi kendala pengairan. “Pelaksanaan pekerjaan banyaknya pekerjaan TPT karena untuk kepentingan pengairan areal sawah yang selama ini menjadi kendala,” ujarnya.

Program Oplah menargetkan optimalisasi 200 hektar sawah di delapan desa wilayah Ciasem. Dengan perbaikan infrastruktur ini, UPTD berharap petani bisa meningkatkan produktivitas. “Bagi areal sawahnya yang selama ini memanen satu kali bisa jadi dua kali, atau yang dua kali selama ini menjadi tiga kali panen,” harap H. Anwar.

Selain meningkatkan hasil panen, keberhasilan program ini diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Ciasem. Optimisme ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan petani.

Dari sisi pendanaan, program Oplah seluas 200 hektar ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 640 juta. Dana tersebut terbagi di delapan lokasi dengan rata-rata Rp 80 juta per titik pekerjaan.

Terkait isu dugaan adanya potongan dana di lapangan, H. Anwar memberikan klarifikasi. “Itu tidak ada,” tegasnya.

Polres Subang Tangkap Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Mantan Istri

Penganiayaan berat Subang

Subang – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Subang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang dilakukan seorang pria terhadap mantan istrinya. Pelaku yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya ditangkap pada Sabtu, 27 September 2025 sekitar pukul 14.25 WIB di wilayah Kertasmaya, Kabupaten Indramayu.

Kasus ini terjadi pada Kamis malam, 25 September 2025 sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Compreng–Pusaka, Dusun Sukaseneng, Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Subang. Saat itu korban bernama Safitri (22) tengah mengendarai motor sebelum dihadang pelaku Kuswanto (28) hingga terjatuh.

Pelaku kemudian melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan korban mengalami luka sayat pada bagian leher. Korban sempat mendapat perawatan di klinik setempat sebelum dirujuk ke RSUD Ciereng Subang. Pihak keluarga lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Compreng.

Berdasarkan laporan polisi LP/B/15/IX/2025/SPKT/POLSEK COMPRENG/POLRES SUBANG/POLDA JAWA BARAT, Tim Resmob Polres Subang melakukan penyelidikan intensif. Hanya dalam dua hari, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D. menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas tindak kekerasan. “Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti, dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Subang,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (27/9/2025).

Untuk motif pelaku, Satreskrim Polres Subang masih melakukan pendalaman. Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Polres Subang mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap tindak kejahatan di lingkungan sekitar agar bisa ditangani cepat dan tepat.

Recent Posts