Beranda Berita Subang Dedi Mulyadi Siapkan 600 Hektare Sawah Baru Gantikan Lahan Terdampak Investasi di...

Dedi Mulyadi Siapkan 600 Hektare Sawah Baru Gantikan Lahan Terdampak Investasi di Subang

Suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkomitmen menyiapkan 600 hektare sawah baru untuk menggantikan lahan yang terdampak proyek investasi di Kabupaten Subang. Hal tersebut disampaikan saat bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam rangka kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam pertemuan itu, Dedi juga mengungkapkan adanya investasi besar yang akan masuk ke Subang dari dua perusahaan otomotif, VinFast dan BYD. Diperkirakan, investasi tersebut mampu menyerap sekitar 23.000 tenaga kerja.

BACA JUGA:  TKA SD Subang 2026: Langkah Mantap Menuju Ujian Digital

Meski demikian, Dedi menyoroti keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kawasan yang terdampak. Menurutnya, meski status LP2B masih tercantum dalam peta tata ruang, kenyataannya lahan sawah di lokasi tersebut sudah tidak ada.

Untuk memastikan investasi tidak mengurangi luas lahan pertanian, pemerintah menyiapkan 600 hektare sawah baru sebagai pengganti 200 hektare LP2B yang terdampak. “Lahan pengganti kemungkinan berada di Indramayu karena dekat dengan Subang. Di sana banyak areal yang sudah ditanami padi, tetapi belum terbentuk cetak sawah,” ucap Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/8/2025).

BACA JUGA:  Kebijakan Kompensasi Penyapu Koin Jembatan Sewo untuk Mudik 2026

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan lahan pengganti memang akan berada di Indramayu. “Di Indramayu itu banyak areal yang sudah ditanami padi, tetapi belum terbentuk cetak sawah, masih tadah hujan, mengandalkan gogoranca dan sejenisnya,” katanya.

Selain itu, Dedi juga berencana mengembalikan fungsi lahan kosong milik PTPN sesuai dengan peruntukannya. “Kami akan kembalikan fungsinya menjadi fungsi perkebunan. Teh kembali teh, kopi kembali kopi, kemudian karet kembali karet. Semua akan diintegrasikan dengan kepentingan pertanian,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sidak SMKN 2 Subang: Dedi Mulyadi Soroti Lemahnya Tata Kelola Limbah