Beranda blog Halaman 1768

Offline Race UNPAD MTR, Bakal Digelar 19 September

f85792feb23e614b1766b1345ea9ea68.jpeg

KBRN, Bandung: Yayasan Palawa Indonesia bekerjasama dengan IKA UNPAD Bandung, bakal menggelar offline race UNPAD MTR, 19 September 2021 mendatang.

Menurut rencana kegiatan yang sedianya akan berlangsung pada 27 Juni 2021 ini, akan mendapat jadwalbaru pada 19 September 2021. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Palawa Indonesiabekerjasama dengan IKA Unpad ini, pun telah mendapat rekomendasi dari Dispora Jawa Baratmelalui surat rekomendasi yang diterbitkan secara khusus. 

Dispora Jabar memandang kegiatan inisebagai bagian dari olahraga rekreasi atau sport tourism yang akan mendatangkan manfaat dan dikelola dengan mematuhi peraturan terkait kondisi pandemi sesuai dengan berbagai peraturan yang ada,termasuk juga Surat Keputusan Gubernur Jabar tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan danPenanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Fasilitas Olahraga Publik.

Perizinan daripihak berwenang di Sumedang pun telah dipersiapkan dengan baik. Dengan kata lain, peserta tinggal mempersiapkan diri untuk menikmati jalur lari dengan pemandanganindah dan vegetasi asri yang menjanjikan oksigen berlimpah. Pada titik ketinggian tertentu, bilaberuntung jarak pandang tidak tertutup kabut atau awan, peserta dapat menikmati pemandangan indahKota Sumedang dan Bandung di kejauhan.

Untuk memenuhi unsur prokes, IdeaRun selaku race management Unpad MTR menetapkan sejumlahperaturan relevan. Peraturan tersebut mengacu sejumlah hal, di antaranya CHSE Kemenparekraf tentangLomba Lari Massal Jalan Raya dan juga Surat Keputusan Gubernur Jabar tentang Protokol Kesehatanuntuk Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Fasilitas OlahragaPublik. Di antaranya, pelari dan petugas diharuskan telah mendapat vaksin Covid-19.

Jumlah peserta offline race ini akan dibatasi sebanyak 150 pelari saja yang dibagi dalam dua kategori 42Katau Trail Marathon dan 21K atau Trail Half Marathon. Pada saat race pack collection sehari sebelumoffline race digelar, pelari terseleksi pun akan menjalani test untuk mendeteksi virus Covid-19. 

Apabilaterdekteksi virus Covid-19, maka pelari mengundurkan diri dengan berbesar hati dan tidak diizinkanberada di lokasi kegiatan demi kepentingan Kesehatan semua pihak yang terlibat. Tes serupa pun akanditerapkan kepada panitia dan seluruh kru yang bertugas pada offline race tersebut.

Selain itu, seluruh peserta yang terseleksi harus mematuhi persyaratan mandatory gear yang harusdibawa sesuai ketetapan.

 “Kami akan melakukan cek terhadap perlengkapan wajib ini dalam beberapakesempatan, termasuk secara random dilakukan di rute lari,” ujar Safrita Aryana, Direktur IdeaRun yangjuga bertindak sebagai race director kegiatan ini dalam siaran persnya yang diterima RRI, Minggu (5/9/2021).

Kegiatan ini pun memiliki nilai tambah berupa program baby tree plant atau penanaman pohon untukpenghijauan. Kawasan penghijauan berlokasi di kaki Gunung Manglayang di sekitar Kampus UnpadJatinangor. Pohon yang ditanam akan disediakan oleh Bank Indonesia Jawa Barat. Akan dipilih jenispohon yang cocok dengan habitat dan ekosistem di kawasan tersebut sehingga diharapkan akan dapatmemberikan manfaat banyak, termasuk menjaga sumber mata air di sana. 

“Kegiatan baby tree plant inimerupakan tradisi yang dilakukan sejak MTR 2015 dan 2016 lalu,” ujar Juston Pangaribuan, Ketua Panitia.

Beruntunglah peserta yang berkesempatan bergabung pada offline race Unpad MTR mendatang, karenaakan dapat menikmati keistimewaan Gunung Manglayang tersebut secara maksimal. Arief Wismoyonoadalah tim pengelola rute Unpad MTR, yang telah disurvey dan disiapkan sejak tahun lalu.

Pakai Jurus Downhill Arief Wismoyono Catat Waktu Terbaik UTMB, Perancis

b7bd923185482ed86cb0ea2c2dd68123.jpg

KBRN, Bandung:  Arief Wismoyono dari Manglayang Academia, tercatat sebagai salah satu peserta yang mengambil kelas Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 170 km dengan venue startdan finish di Chamonix, Perancis. 

Rute yang dilalui melewati tiga negara di mana Pegunungan Mont Blancatau Monte Blanco itu berada; yakni Perancis, Swiss dan Italia.

Lomba lari trail dunia yang telah berlangsung 12 tahun ini, menjadi arena “naik haji” para pelari trail.Selain medan yang berat bersuhu dingin di bawah 8 derajat Celcius, sehingga membutuhkan ketahananfisik dan mental, untuk lolos pun pelari harus mengumpulkan sejumlah point ITRA (International TrailRunning Association) dari sejumlah lomba lari trail sebelumnya. 

Tahun ini 10 ribu pelari lolos point dan berlari pada aneka kategori, termasuk Arief Wismoyono dan lima pelari trail Indonesia lainnya.

Persiapan dan latihan Arief tak lepas dari kecintaannya terhadap Gunung Manglayang.

 “Saya jatuh cinta pada Gunung Manglayang, keren dan medannya lengkap,” ujar Arief yang biasa disapa MangAip, dalam keterangannya yang diterima RRI Minggu, (5/9/2021).

Ia pun membentuk Manglayang Academia, dan menjadi “rektor” di sana. Bersama Taofik HIdayatyang berperan sebagai “dosen” mereka berlatih secara rutin dan terprogram. Sejumlah pelari trail lainpun kerap bergabung dan berguru kepada mereka. Dari observasi pada kesempatan mengikuti UTMBtahun lalu, Arief menyimpulkan bahwa medan latihan yang tepat untuk UTMB adalah GunungManglayang.

Gunung Manglayang adalah salah satu gunung di Jawa Barat yang posisinya berada di belakang KampusUnpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

Gunung ini, memiliki puncak dengan ketinggian 1.818 MDPL..Untuk menuju ke puncaknya, pelari akan disuguhi rute yang relatif technical dengan elevation gainsekitar 2.342m dan gradient 32 persen. Tingkat kesulitan yang sangat teknis ini dijadikan tantangan untuk ditaklukkan.

 Dari pengalaman mengikuti UTMB tahun 2017, Arief menarik pelajaran bahwa berlari diturunan adalah kunci untuk “mencuri” waktu. Sekitar 10km terakhir di UTMB adalah jalur turunan.

“Apalagi suhu sangat dingin, mendorong kita untuk terus bergerak,” katanya. Dan hal itu yang kemudiania buktikan. 

Pada 10km terakhir, ia menyusul banyak pelari dari mancanegara.

 “Seingat saya, sekitar 39pelari yang saya susul,” katanya lagi. 

Kemampuan berlari downhill-nya itu diapresiasi peserta yang ialewati. 

“Mereka memberi semangat dan bertepuk tangan,” ujar Arief lagi. Ia pun menyelesaikan jarak170km tersebut dalam waktu 35 jam 56 menit dengan jurus rahasianya: downhill skill.

Kepatuhan Prokes Pengelola Wisata di Subang, 90 Persen

81295a079c8a96708e35871020c48b58.jpg

KBRN, Subang: Kepala Bidang Destinasi dan Produk Wisata Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang Ida Farida menilai, kepatuhan pengelola objek wisata terhadap protokol kesehatan (Prokes) dan ketentuan lainnya, mencapai 90 persen.

“Dari hasil monitoring ke sejumlah objek wisata, hapir sebagian besarnya meatuhi prokes, dan ketentuan lainnya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di sektor pariwisata,” ujar Ida kepada RRI di Subang, Minggu (5/9/2021).

Ida memgungkapkan, untuk penyediaan sarana cuci tangan, alat pengukur suhu badan, dan penerapan sosial distanching, dan pembatasan jumlah pengunjung, serta aplikasi peduli lindungi.

“Untuk yang lainnya sudah mereka penuhi, namun untuk aplikasi peduli lindungi, belum semua pengelola objek wisata terapkan,” terangnya.

Secara umum, setiap objek wisata sudah menerapkan prokes sesuai aturan yang berlaku.

“Pada umumnya, mereka sudah menerapkan prokes dengan baik,” pungkas Ida.

Mengusut Identitas Temuan Jenazah di Pulau Nasi

64acc8d744962246f07b12296f4096ec.jpg

KBRN, Banda Aceh: Warga Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada Minggu (5/9/2021) pagi, digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa kepala dan lengan. 

Korban ditemukan di sebuah kapal yang posisinya sudah telungkup. Kapal tersebut terseret arus hingga pesisir pantai Alue Reuyueng Pulo Nasi. 

Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Sebab, dilihat dari ciri-ciri kapal, bukan milik dari nelayan Aceh, tapi berasal dari luar Indonesia. 

“Kalau ciri-ciri boatnya bukan boat kapal kita Aceh. Mungkin dari Thailand. Kapal luar negeri menurut ciri-ciri kapal. Apalagi kan Pulo Aceh dekat dengan negara Thailand,” kata Panglima Laot Aceh Besar Baharuddin, Minggu (5/9/2021) petang.

Dia menjelaskan, kronologi penemuan kapal tersebut berawal dari informasi masyarakat nelayan setempat yang langsung memberitahukan kepada dirinya. 

“Kemudian informasi ini langsung kita beritahukan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan,” ujarnya. 

Tapi, Baharuddin belum dapat memastikan kapal tersebut terseret arus hingga ke Pulo Nasi.

“Belum kita tahu, terseret arus atau pembunuhan,” kata dia.

Saat ini kapal dengan bobot 5 GT itu masih berada di pesisir pantai dan belum dievakuasi. Sementara korban sudah dievakuasi. 

“Kapal masih di pinggir laut, gak bsa ditarik karena agak besar,” ucap dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah kapal ditemukan terdampar di bibir pantai sekitar Perairan Alu Reuyeung Pulo Nasi, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (5/9/2021). 

Kapal tersebut ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata di bawah kapal yang kondisinya sudah terbalik itu ditemukan sesosok mayat tanpa kepala. 

“Tadi pagi  di Perairan Alu Reuyeung Pulo Nasi ditemukan satu bush kapal 5 GT telungup dan setelah diangkat di bawah kapal ada mayat tanpa kepala dan lengan,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek. 

Dia menyebutkan, tidak ada identitas yang ditemukan pada mayat berjenis kelamin laki-laki itu. 

Saat ini, kapal beserta korban telah dievakuasi oleh warga bersama aparat keamanan setempat. 

Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Tambah Kekuatan

766b6eafcbb7ad3009cb1c1905f50939.jpeg

KBRN Biak, Papua: Skadron Udara (Skadud) 27 Lanud Manuhua Biak menambah kekuatan dengan datangnya satu unit pesawat CN-235.

Pesawat dengan tail number A-2304 ini sebelumnya telah diterbangkan Komandan Skadud  27 Letkol Pnb Yoga Wiwit dari Lanud Halim Perdana Kusuma jakarta menuju lanud Manuhua Biak.

“Kita berharap pesawat dapat mendukung tugas Skadron Udara 27. Sebagai Komandan Lanud saya berpesan agar pesawat CN 235 A-2304 maupun pesawat yang lainya dioperasionalkan dengan aman sesuai program lambangja yang terus kita galakan dan kita tingkatkan,” ujar Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Donald Kasenda, dalam saran Pers Dispen AU diterima RRI.co.id, Minggu (5/9/2021).

Marsma TNI Donald Kasenda mengatakan, pesawat A-2304 sebelumnya menjadi kekuatan Skadud  2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.  

Atas kebijakan pimpinan TNI AU, pesawat  diserahterimakan menjadi kekuatan Skadud 27 Lanud Manuhua di bawah jajaran Koopsau III.

Dengan penambahan ini, sekarang Skadud 27 mengoperasionalkan 5 unit pesawat CN-235, terdiri dari 3 unit versi angkut dan 2 unit versi intai. 

“Diharapkan penambahan ini dapat menambah kesiapan Skadud 27 dalam melaksanakan tugas-tugas operasi penerbangan di wilayah udara Koopsau III yang cukup luas,” ungkapnya.

Pesawat A-2304 baru saja selesai melaksanakan program Re-wiring, yaitu peremajaan sistem kelistrikan pesawat.

Kedatangan pesawat angkut sedang dengan tail number A-2304, di Apron Skadud 27, disambut Kadisops Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara, Sabtu (4/9/2021) kemarin.

Tradisi water salute, penyiraman air bunga, dan potong tumpeng mewarnai penyambutan pesawat yang turut dihadiri beberapa pejabat Lanud Manuhua lainnya.

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Warga Pesisir Aceh

25218f18b7f193c19448c8daae1ef52d.jpg

KBRN, Banda Aceh: Sebuah kapal ditemukan terdampar di bibir pantai Perairan Alu Reuyeung, Pulo Nasi, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (5/9/2021). 

Kapal tersebut ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata di bawah kapal yang kondisinya sudah terbalik itu ditemukan sesosok mayat tanpa kepala. 

“Tadi pagi di Perairan Alu Reuyeung Pulo Nasi ditemukan satu bush kapal 5 GT telungup dan setelah diangkat di bawah kapal ada mayat tanpa kepala dan lengan,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek, Minggu (5/9/2021).

Dia menyebutkan, tidak ada identitas yang ditemukan pada mayat berjenis kelamin laki-laki itu. 

Saat ini, kapal beserta korban telah dievakuasi oleh warga bersama aparat keamanan setempat. 

“Dan mayat tersebut oleh masyarakat nelayan setempat sudah dikebumikan di pemakaman umum Alu Reuyeung Pulo Nasi,” ujar Miftach. 

Menurut informasi yang ia terima dari Panglima Laot Aceh Besar Baharuddin, bahwa dipastikan kapal dan korban yang ditemukan bukan warga setempat. 

“Menurut bentuk kapal yang kita lihat, diduga itu bukan nelayan Aceh, tapi nelayan dari luar Indonesia,” ungkap Miftach. (DNS)

Dua Kapal Ikan Ditangkap KKP

2bd8c5b91cf1f978359de48993825a3c.jpg

KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal ikan nelayan diduga mengoperasikan alat tangkap trawl di wilayah perairan Kabupaten Aceh Timur.

Kapal kapal tersebut mengoperasikan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. 

“Kami telah mengamankan dua kapal ikan berbendera Indonesia di wilayah perairan Aceh Timur, pada Jumat (3/9/2021),” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Minggu (5/9/2021). 

Adin menjelaskan, operasi pengawasan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 08 melakukan penghentian, pemeriksaan dan penahanan (henrikhan) dua kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang telah dilarang.

“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kedua kapal tersebut diketahui juga tidak dilengkapi dengan perizinan usaha perikanan sebagaimana yang dipersyaratkan,” kata Adin.

“Dua kapal yang ditangkap adalah KM. Laksamana (20 GT) dan KM. Budi Jaya (7 GT), kedua kapal tersebut kami ad hoc ke Pangkalan PSDKP Lampulo untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya. 

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan, penertiban terhadap dua kapal yang mengoperasikan alat tangkap trawl tersebut selain merupakan upaya menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, juga sebagai langkah preventif agar tidak terjadi konflik horisontal antar nelayan.

“Mengingat pihaknya banyak menerima keluhan terkait masih beroperasinya alat tangkap trawl ini. Kalau terus dibiarkan kami khawatir akan timbul konflik antar nelayan,” kata Pung.

Punk juga memastikan, telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran yang ada di lapangan agar bersikap tegas.

“Apabila menemukan kapal perikanan yang mengoperasikan alat penangkapan ikan yang dilarang dan merusak keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan,” kata Pung.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah menandatangani Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2021 yang mengatur tentang tata penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dan Laut Lepas.

Pengaturan tersebut sendiri dimaksudkan agar kegiatan penangkapan ikan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekologi, sosial dan ekonomi.

Dalam pengaturan tersebut, pengoperasian jaring hela ikan berkantong di WPPNRI 571 sendiri diatur dengan sangat selektif diantaranya hanya untuk kapal berukuran di atas 30 GT dan beroperasi di atas 20 mil laut. 

Berdasarkan catatan KKP selama tahun 2021, KKP telah menangkap 134 kapal, terdiri dari 88 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 46 kapal ikan asing yang mencuri ikan.

Kapal ikan asing telah ditangkap merupakan 15 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina, dan 25 kapal berbendera Vietnam. (DNS)

Seorang Pendaki Terjatuh di Cadas Gunung Marapi

68e6d88482a2ae7c3cd120dd8a0a7af4.jpg

KBRN, Jakarta: Seorang pendaki bernama M. Fajran A Sidiq (18) terjatuh di Cadas Taman Wisata Alam Gunung Marapi pada Jumat (3/9/2021).

Pendaki itu  berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan pada Sabtu (4/9/2021) dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Yarsi Padang Panjang.

Informasi yang didapatkan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Sumbar ada  3 (tiga) orang Survivor  antara lain M. Fajran A Sidiq (18), Zaki (18) dan Tarius (19) yang melakukan pendakian pada hari Jumat tanggal 3 September 2021 sekitar pukul 16.00 Wib. 

“Malam harinya salah seorang dari Survivor yang bernama Fadjran tergelincir saat mau turun dari cadas Gunung Marapi,” kata BKSDA Sumbar di akun Instagramnya yang dilihat RRI.co.id, Minggu (5/9/2021).

Dengan kejadian ini, BKSDA Sumbar turut prihatin dan menyampaikan rasa duka kepada korban dan keluarga. 

“Semoga korban bisa ditangani oleh pihak medis dengan cepat dan bisa sembuh dan beraktivitas seperti sediakala. Tentunya kejadian serupa ini diharapakan tidak terulang dan diharapakan untuk para survivor untuk mengutamakan kehati hatian dan keselamatan diri,” harapnya.

BKSDA Sumbar menghimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan pendakian, karna saat ini TWA Gunung Marapi masih ditutup untuk umum sesuai surat edaran yang telah diumumkan pada Desember 2020 dan 16 Agustus 2021. (foto: Instagram BKSDA Sumbar)

Polres Subang Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak, Mbah Mijan Siap Bantu

mbah-mijan.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG  – Sudah dua minggu lebih kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang belum terungkap siapa pelakunya.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Ciseti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada 18 Agustus 2021 tersebut seperti sulit dipecahkan.

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, selain itu sejumlah alat bukti sudah disita polisi. Namun hingga saat ini belum ada titik terang siapa pelaku pembunuh Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) tersebut.

Teka-teki siapa pelaku pembunuhan saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kasus yang ditanganan pihak Polres Subang tersebut menjadi sorotan publik.

Sejumlah pihak mengomentari kasus tersebut, salah satunya paranormal kodang Mbah Mijan yang ikut berkomentar.

Dia melalui akun Twitter pribadinya mengatakan siap membantu pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku kasus tersebut jika dibutuhkan.

“Ramai kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat. Dugaan sementara, kasus ini murni pembunuhan karena tidak ada barang yang hilang,” tulis Mbah Mijan.

“Aneh, sakti, sableng bin ajaib, Pembunuh bisa masuk rumah korban tanpa merusak pintu. Jika diperlukan, saya akan bantu ungkapkan, thanks,” tambahnya.

Seperti diketahui, dua orang ibu dan anak tersebut ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil Alphard yang terparkir di samping rumah.

Kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan telanjang dan terdapat sejumlah luka dibagian tubuh. Kasus penemuan mayat ini membuat geger masyarakat sekitar.

Wabup Subang Ikuti Rakor Teknis Pemanfaatan Drone untuk Kelestarian Hutan dan Mangrove

kang-akur.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Dalam rangka tindak lanjut pemanfaatan drone untuk pelestarian hutan dan mangrove, serta telah dilaksanakannya survei lapangan pada wilayah kerja KPH Purwakarta yang meliputi wilayah Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang pada tanggal 24 -27 Agustus 2021. Dilaksanakan Rapar Koordinasi teknis pembahasan hasil survei dan peninjauan lapangan pemanfaatan drone. Jumat (3/8/2021).

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengikuti Rakor tersebut di ruang kerja Rumah dinas Wakil Bupati didampingi oleh Kabid dari Dinas Lingkungan Hidup. Rakor ini juga diikuti oleh perwakilan DLH, Kelompok Tani Hutan (KHT) Blanakan dan Asdep Pamanukan secara virtual.

Mangrove merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat, khususnya bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. Mangrove berfungsi sebagai penahan ombak, badai, melindungi daratan dari erosi dan abrasi. Mangrove menjadi filter alami sungai dari polutan dan menjaga kelebihan sedimen mencapai laut. Peran mangrove juga penting dalam menjaga biota laut dan berdampak besar pada ekonomi masyarakat sekitar. Keberadaan mangrove berdampak langsung bagi komunitas lokal.

Selain manfaat ekonomi, mangrove juga memiliki dampak besar terhadap masalah iklim. Studi menunjukkan hutan mangrove dapat menyerap karbon empat kali lebih banyak daripada hutan hujan (rainforest). Sebagian besar karbon ini disimpan dalam tanah di bawah pohon-pohon mangrove.
Plt. Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Zainuddin, menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mendorong rehabilitasi mangrove di Indonesia.

Sementara ith, Peneliti Ahli Utama Pusat Litbang Hutan Prof. Maman Turjaman  menyampaikan Kemenko Bersama tim melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi di wilayah Jawa Barat guna survei kesiapan benih mangrove untuk diolah menjadi “seed balls” atau “bola benih” dan survei lokasi yang sedianya menjadi pilot project reforestasi mangrove dengan pemanfaatan drone.

Jenis flora mangrove yang sesuai dengan syarat tersebut ada pada jenis Avicennia sp. dan Sonneratia sp. Guna mempercepat reforestasi mangrove, penanaman benih dilakukan dengan menggunakan bola benih atau seed ball. Benih tersebut nantinya akan dibungkus menjadi bola yang akan ditembakkan dari drone. Seed ball sendiri merupakan bola-bola yang berisikan benih yang dibungkus dengan lumpur.

Kang Akur menyatakan bahwa dirinya mendukung program pilot project reforestasi mangrove dengan pemanfaatan drone di daerah Ds. Muara Kecamatan Blanakan. Dirinya juga menyampaikan bahwa Hutan yang umumnya terletak di garis pantai ini berperan banyak bagi lingkungan hidup. Oleh sebab itu, menjaga hutan mangrove merupakan tindakan yang tepat agar lingkungan hidup tetap lestari.

“Mohon bantuan dari Kemenko Marves dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan hutan pesisir pantai utara Subang,” katanya.

Recent Posts