Beranda blog Halaman 1709

Sampai Januari 2022, Kabupaten Tasikmalaya Siaga Darurat Banjir Longsor

f773dfe1a9108c1a073abb6f39bbd386.jpg

KBRN, Tasikmalaya : Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor hingga Januari tahun 2022.

Plt. Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Irwan mengatakan, penetapan ini seiring dengan memasuki musim hujan, dimana Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah rawan bencana, terutama longsor.

“Status siaga darurat, kami menyiagakan personel selama 24 jam, hingga personel di tingkat kecamatan dan desa,” kata Irwan kepada RRI, Selasa (2/11/2021).

Ia mengungkapkan, sejumlah daerah rawan bencana yang diwaspadai, diantaranya Kecamatan Salawu, Cigalontang, Puspahiang dan sejumlah daerah lainnya di wilayah selatan.

“Tersebar, ada juga yang berpotensi terjadi banjir. Di utara, seperti Kecamatan Ciawi,” ungkap Irwan.

Maka dari itu, selain menyiagakan personel, Dia juga meminta masyarakat waspada. Terutama, warga yang tinggal di daerah rawan.

“Sebaiknya berhati- hati, apalagi saat cutah hujan tinggi,” pungkasnya.

Harga Minyak Curah di Kota Bandung Melonjak Naik

2cebefdd867e3f06ac153b7192408505.jpg

KBRN,Bandung: Harga komoditas minyak goreng jenis curah di Kota Bandung sejak beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mencatat harga minyak goreng curah per kilogram Rp 18 ribu jauh dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 

Menurut Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan kenaikan harga minyak goreng mengikuti harga minyak mentah dunia. Saat ini, kondisi harga minyak dunia mengalami kenaikan di seluruh dunia dan berdampak kepada Indonesia. 

“Jadi kalau CPO naik, (harga) minyak goreng naik sekarang HET minyak goreng Rp 12.500. Sekarang sudah melonjak untuk harga curah aja di Rp 18 ribu kemasan di satu liter,” ujar Elly kepada wartawan, Selasa (2/11/2021). 

Dikatakan Elly, para petugas Disdagin memperbaharui data harga komoditas pangan tiap hari Kamis,” Seminggu sekali monitoring di tujuh pasar tradisional dan swalayan,” katanya. 

Elly mengaku sudah berkoordinasi dengan Bulog Bandung untuk membahas terkait operasi pasar,” Kita sedang menjajaki operasi pasar dengan Bulog. Hari ini mereka rapat internal dan melihat stok minyak kemasan,” bebernya.

Elly mengutarakan, pada Januari tahun 2022 minyak curah sudah tidak diperbolehkan dan harus dikemas,”Januari tahun 2022 tidak ada minyak curah harus kemasan,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku sudah memantau kondisi harga minyak goreng yang mengalami kenaikan. Pihaknya akan langsung bertindak salah satunya dengan operasi pasar,” Insya Allah kita menyikapi itu dengan konteks ya tugas kita sebagai pemerintah,” tandasnya.

Desa Hegarmanah Bangun Jaringan Internet Gratis

1b6f58d8f43d11e7b0688273ef45d3cf.jpg

KBRN,Garut : Internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat saat ini. Dengan adanya hal ini Pemerintah Desa Hegarmanah, Kecamatan Bungbulang, memfasilitasi kebutuhan internet warganya tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Desa yang berdiri sejak 2012 ini terbagi dua, yaitu area perkebunan/pertanian dan permukiman. Kepala Desa Hegarmanah, Pendi Effendi menuturkan, sudah ada beberapa program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), salah satunya adalah program internet yang ada di kantor desa. Dengan adanya bantuan internet ini, Pemerintah Desa Hegarmanah bisa memanfaatkan jaringan yang sebelumnya sudah ada yang dimiliki oleh kantor desa melalui jasa provider, sehingga pihaknya bisa mengembangkan jaringan internet tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh warga di desanya.

“Kami juga telah membangun jaringan internet yang dibagikan ke warga-warga melalui provider internet hingga bisa dinikmati empat RW. “Alhamdulillah di desa kami telah mengembangkan provider internet yang bisa dinikmati baru oleh 4 RW (Rukun Warga) dari keseluruhan 7 RW,” kata Pendi, di Kantor Desa Hegarmanah, Kecamatan Bungbulang, Selasa (2/11/2021).

Dengan adanya program internet tersebut, Pendi berterimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberikan jaringan internet di kantor desa, sehingga pemerintah desa bisa mengembangkan internet untuk masyarakat khususnya anak sekolah dikarenakan sistem sekolah yang secara daring pasa masa pandemi Covid-19.“Alhamdulillah secara bermanfaat sangat terasa sekali karena apalagi sekarang di musim pandemi ini para siswa siswi sekolah dari mulai tingkat atas sampai tingkat bawah telah menggunakan daring, secara daring internet ini sangat bermanfaat,” katanya.

Dengan adanya internet yang sudah dikembangkan oleh pihak desa ini, kini kualitas kecepatan internet di desanya sudah lebih baik dan lebih cepat sehingga bisa dimanfaatkan oleh warganya dengan baik.“Ya, untuk daring dan lain-lain bisa dimanfaatkan sekarang juga boleh dicoba dan Alhamdulillah kemarin ada pengembangan, ada penambahan dari sisi kualitas, kalau kemarin bisa sedikit lemot/loading sekarang mah alhamdulillah sudah bisa,” lanjutnya.

Ia berharap, untuk ke depannya akses internet ini tidak hanya dirasakan oleh 4 RW akan tetapi bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di Desa Hegarmanah, tak hanya bagi anak sekolah tapi juga untuk masyarakat lain untuk dapat berkomunikasi dan berbisnis di dunia digital,.

Harga Sayuran Murah, Petani dan Pengepul Merugi

594f4d490936bb0a5ef0207b6e276677.jpg

KBRN,Garut : Pengepul atau bandar yang menampung hasil bumi para petani di Kabupaten Garut mengeluhkan keterpurukan ekonomi petani saat ini.

“Kondisinya sangat menyedihkan untuk kondisi petani sayuran dan palawija saat ini,dari mulai harga hingga penjualan dan pemasarannya tidak ada peningkatan sama sekali akibat pengaruh rendahnya daya beli masyarakat dan juga faktor cuaca,”kata Ali Mustopa salah seorang pengepul di Ciateul Tarogong Garut,Selasa (2/11/2021).

Menurut Ali,stok barang melimpah hingga membusuk karena minimnya daya beli masyarakat. S elain itu hasil bumi sayuran banyak yang membusuk akibat faktor cuaca.

“Harga sayuran saat ini menukik tajam akibat stoknya melimpah akibat minimnya pembeli sehingga tidak sedikit para petani merugi,”jelasnya

Menurut Ali, sebagai pengepul pihaknya juga harus memiliki modal cadangan karena sayuran yang didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat tidak dibayar kontan alias di bon.

“Keuangan kami sering macet akibat pembeli jarang ada yang kontan sehingga kami harus memliki modal tambahan atau galing lobang tutup lobang,”keluhnya.

Ali menyayangkan kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap kelangsungan hidup para petani.

“Ironisnya,perhatian pemerintah hadir saat terjadinya lonjakan harga sayuran dipasaran yang ramai ramai melakukan sidak,namun saat harga sayuran tersungkur yang mengakibatkan kerugian besar bagi petani seolah olah pemerintah tutup mata tidak ada perhatian sama sekali,”pungkasnya.

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Garut Diserang Hama

87bcae172b4c31af9f8e58fdc3fcab1e.jpg

KBRN,Garut : Pemkab Garut mulai melakukan langkah langkah antisipasi serangan hama terhadap lahan pertanian warga di musim penghujan ini.

“Upaya atau antisipasi yang dilakukan terhadap serangan hama dimusim hujan ini dalam rangka untuk mrngamankan hasil produksi pertanian warga baik pangan seperti padi,hortikultura hingga palawija dan perkebunan,”kata Kasi Serelia Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Garut,Endang Junaedi,Selasa (2/11/2021).

Endang mengatakan,pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah daerah rawan banjir dan longsor untuk segera dilakukan mitigasi resiko bencana.

“Areal.lahan pertanian warga di daerah rawan longsor dan banjir selalu menjadi kotban saat bencana ditengah tingginya curah hujan saat ini,sehingga diperlukan langkah langkah pengamanan atau.mitigasi bencana, termasuk melakukan normalisasi saluran air “jelasnya.

Sementara itu,serangan hama hampir merata disetiap wilayah kecamatan menyetang lahan pertanian warga secara sporadis.

“Hama tikus,WBC,pengerek batang,keresek blas metupakan jrnis jenis hama yang ketap.menyerang tanaman padi,horti,palawija hingga arela lahan perkebunan warga baik dimusim.kemarau mauoun musim hujan.Namun hal itu bisa diantisipasi dengan pengendalian sarana pestisida,”paparnya.

“Untuk dibulan oktober ini baru sekitar 500 hektar lebih lahan pertanian warga secara kumulatif yang diserang oleh hama,sementara tahun sebelumnya mebcaoai 3 ribu hektar lahan warga diserang oleh hama dan 1 ribu hektar diantaranya mengalami gagal panrn atau puso,”tuturnya.

Namun demikian,serangan hama tersebut yidak berpengaruh pada hasil produktivitas  lahan pertanian warga.

“Secara kwantitas produksi pertanian warga mulai dsri padi,horyi dan palawija masih surplus,bahkan untuk tanaman jagung kabupaten Garut masih bisa menyuplai 40 persen dari produksi jagung,”pungkasnya.

40% Wilayah Subang Blind Spot Belum Terkoneksi Internet

sekda-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si mewakili Bupati Subang membuka dan mengikuti rapat virtual Assesment (penilaian) Smart City dari Kementerian Komunikasi Dan Informatika. Bertempat di ruang rapat segitiga, Rumah Dinas Bupati. Senin, 1 November 2021.

Dalam rangka program gerakan menuju Smart City, Kabupaten Subang sudah menyiapkan perihal-perihal untuk syarat memenuhi program Smart City yakni dengan mempersiapkan jaringan koneksi internet baik dari Diskominfo maupun PT. Telkom di seluruh daerah yang ada di Kabupaten Subang untuk menunjang pelayanan berbasis internet bagi para pegawai OPD dan juga masyarakat. Integrasi teknologi akan memudahkan dan mempercepat pelayanan, dimana juga terdapat juga 44 Inovasi kerja berbasis teknologi yang ada di Kabupaten Subang untuk menuju Subang Jawara Smart City.

Sampai tahun 2021, jumlah server yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika sebanyak 9 buah, sedangkan dikelola di perangkat daerah lain berjumlah 14 buah serta titik akses internet berjumlah 118 akses yang tersebar di seluruh instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Subang dan beberapa lokasi fasilitas Publik. 60% wilayah Kabupaten Subang sudah terkoneksi internet sementara 40% nya merupakan blindspot (hutan,bukit,dan pedalaman) namun solusi untuk mencapai 100% akan terus di lakukan.

Penilaian aspek-aspek yang dilakukan oleh perwakilan ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, secara rinci di mulai suprastruktur, struktur, SDM, Infrastruktur, infrastruktur hardware serta infrastruktur aplikasi dan kesiapan masyarakat. Dalam pemaparan akan aspek-aspek ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskominfo serta Kabid E-Gov Kabupaten Subang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kang Asep menyampaikan sambutan Bupati Subang yang ingin Subang menjadi Smart City dan diri nya sangat bersemangat atas pembangunan dan pengembangan Smart City karena merupakan konsep elektronik dalam berbagai pelayanan.

Turut hadir mendampingi secara langsung Asisten Daerah II dr. Nunung Syuhaeri, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Subang Dra. Euis Hartini M.Si, serta Kabid E-Gov Diskominfo Doan Pahlevi, sementara itu mengikuti secara virtual Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Subang Drs. Mas Indra Subhan.

Vaksinasi Hampir Capai 60%, Wabup : Terimakasih Nakes dan Satgas Covid-19

wabup-agus-masykur.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi memimpin briefing staf didampingi Sekda Subang H. Asep Nuroni dengan para kepala OPD di ruang Rapat Bupati II, sedangkan para camat se-Kabupaten Subang mengikuti briefing staf secara virtual dikantor Kecamatan masing-masing. Senin (1/11/21).

Dalam briefing staf tersebut menyampaikan beberapa hal pembahasan yaitu perkembangan penanganan covid-19 dan akselerasi vaksinasi menuju PPKM level 2 di Kabupaten Subang, capaian penyerapan anggaran kegiatan di tahun 2021, dan penanganan antisifasi bencana menghadapi musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Subang Dr. Maxi menyampaikan bahwa terkait dengan perkembangan kasus covid-19 sampai hari ini sudah mencatat total kasus 10. 507 orang, yang sudah sembuh 9965 orang, yang meninggal 527 dan yang masih positif di Subang tinggal 15 orang. Angka kesembuhan 94, 84% sedangkan angka kematian 5%.

Dari 235 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang, ada 250 tidak ada kasus selama seminggu ini, hanya ada 3 desa yang ada kasus, jadi total zona hijau di Subang 98,871%.

Sampai hari Minggu tanggal 31 Oktober 2021, capaian cakupan vaksinasi covid-19 usia 12-59 tahun sekitar 57,84% atau 743.413 orang warga sudah di vaksin. Melebihi target sekitar 100.813 atau 7,84% dari target 50%. Sedangkan cakupan vaksin lansia sekitar 46,40% atau sekitar 65.270 warga lansia yang sudah divaksin, melebihi target sekitar 6,42% atau sekitar 8.997 orang lansia.

Dengan perolehan tersebut maka Kabupaten Subang diharapkan akan mendapatkan hasil kewaspadaan Covid 19 di level 2 berdasarkan intruksi menteri dalam negeri.

Dengan cakupan vaksin yang telah melampaui batas 50% diharapkan hasil kewaspadaan covid-19 Subang akan memasuki level 2 berdasarkan indicator syarat menuju level 2.

Dr. Maxi pun menambahkan bahwa pihaknya akan tetap fokus melakukan vaksinasi kepada warga dan siap melaksanakan akselerasi vaksinasi menuju kewaspadaan Covid 19 level 1 dengan syarat minimal vaksinasi dosis 1 usia 12-59 tahun sebesar 70% dan vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 60%.

Sekda Kabupaten Subang H. Asep Nuroni menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim kesehatan, tim satgas dan unsur terkait terkait vaksinasi yang sudah mencapai target cakupan sehingga PPKM Subang akan menuju level 2.

Sekda pun mengingatkan terkait cuaca ekstrim yang saat ini terjadi agar berbagai penanganan bencana alam untuk menjadi perhatian semua pihak.

Kang Akur sapaan Wakil Bupati Subang Agus Masykur mengapresiasi dan berterima kasih kepada para camat, tim kesehatan, kepala Puskesmas, tim Satgas, unsur TNI/Polri yang sudah bekerjakeras bersinergi dalam mendukung terlaksananya akselerasi vaksinasi di Kabupaten Subang sehingga sudah mencapai target yang sudah diharapkan sesuai dengan waktu yang ditentukan juga.

“Siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapatkannya, dengan kerja keras, kerjasama dan motivasi bersama alhamdulillah target tercapai” ujar kang akur yang berharap pula semoga dari pencapaian tersebut Subang mendapatkan predikat level 2 kewaspadaan covid 19”, imbuh Kang Akur.

Kang Akur juga menghimbau dalam memasuki masa akhir tahun agar seluruh pihak tetap waspada terkait terjadinya gelombang ketiga covid 19.

Dirinya pun berpesan kepada para Perangkat Daerah terkait agar bisa beradaptasi terhadap perkembangan cuaca saat ini terkait penanganan banjir dan berbagai bencana di Kabupaten Subang. Implementasikan terkait anggaran dan tindakan dalam penanganan penanggulangan bencana.

Turut hadir pada kegiatan briefing tersebut para Asda, para Kabag lingkup Setda Subang.

Dukung Kemandirian Industri Pertahanan, Menhan Prabowo ke Subang

prabowo-di-dahana.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero) di Subang, Jawa Barat, Senin (1/11/2021) guna memeriksa kesiapan industri pertahanan, khususnya propelan di PT Dahana.

Dalam sambutannya, Menhan Prabowo menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju dan mandiri.

Industri yang kuat diharapkan mampu memberikan multiplier effect baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bagi bangsa Indonesia.

“Kemandirian industri pertahanan juga diharapkan dapat mewujudkan pergeseran pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan,” ungkap Menhan Prabowo.

Adapun Menhan Prabowo mengingatkan agar PT Dahana selalu melakukan kerja yang terbaik bagi bangsa agar dapat membawa industri pertahanan dalam negeri semakin maju.

Saat ini, PT Dahana tengah melakukan inovasi di semua lini bisnisnya, termasuk industri propelan yang nantinya akan menjadi bahan baku bagi Munisi Kaliber Kecil dan Munisi Kaliber Besar untuk stakeholder pertahanan dan keamanan.

Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket. Kebutuhannya di dalam negeri selama ini, diimpor dari luar negeri sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020- 2024 menyebut salah satu sasaran penguasaan teknologi kunci program prioritas 2020-2024 adalah propelan.

Pembangunan pabrik propelan diharapkan dapat menciptakan kemandirian industri hulu pertahanan nasional, menciptakan detterent effect, multiplier effect, memberikan jaminan supply munisi dan substitusi impor.

Direktur Utama PT Dahana (Persero) Wildan Widarman menjelaskan bahwa pembangunan industri propelan telah berjalan. Fase pertama telah diinisiasi oleh Kemhan dengan membangun Pabrik Nitrogliserin, Pabrik Acid Plant serta Fasilitas Pendukung Industri Propelan seperti Gardu Trafo Listrik, Water Treatment Plant, Laboratorium dan Fasilitas Uji Balistik.

“Bersama Balitbang Kemhan, saat ini sedang dilanjutkan ke tahapan pembangunan Pabrik Spherical Powder,sehingga Indonesia dapat mandiri serta memiliki efek getar di kawasan regional,” ungkap Wildan Widarman.

Selama berada di PT Dahana, Menhan Prabowo juga melakukan plant tour ke fasilitas produksi milik Dahana, salah satunya Pabrik Nitrogliserin yang dibangun oleh Kemhan.

“Melalui kunjungan kerja Menhan ini, diharapkan dapat semakin memperteguh komitmen Kemhan dalam memberdayakan industri dalam negeri untuk penguatan pertahanan negara”, ujar Wildan.

Ternyata Program Makmur Pupuk Indonesia Berhasil Tingkatkan Produksi Petani 44%

program-Makmur-pupuk-Indonesia.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas petani hingga 44 persen.

Hal ini terungkap dalam panen program Makmur untuk komoditas padi yang dilakukan di atas lahan seluas 35 hektar yang berada di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hamparan sawah ini merupakan lokasi pertama kalinya program Makmur diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan, bahwa program Makmur merupakan ekosistem yang dapat memberikan kemudahan bagi petani nasional dalam berbudidaya.

Pasalnya, dalam ekosistem tersebut, petani akan mendapatkan akses permodalan, agro input berkualitas, bimbingan teknis serta jaminan offtaker dan asuransi.

“Hasilnya adalah peningkatan produktivitas yang berujung pada peningkatan keuntungan petani. Perlu kami sampaikan juga, bahwa program Makmur ini mengedepankan penggunaan pupuk komersil dari Pupuk Indonesia Grup,” kata Nugroho.

Nugroho mengatakan bahwa komoditas padi yang dipanen para petani mengalami peningkatan produktivitas. Di mana, sebelum mengikuti program Makmur Pupuk Indonesia rata-rata 5,5 ton per hektar, setelah bergabung produktivitasnya menjadi 7,94 ton per hektar. Kenaikan produktivitas petani yang mengikuti program Makmur meningkat sebesar 44%.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat, atas dukungan, bimbingan dan bantuannya selama ini sehingga Program Makmur dapat berjalan dengan baik,” kata Nugroho.

Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek, Maryadi mengatakan bahwa peningkatan produktivitas juga disertai peningkatan keuntungan petani. Sebelum ikut program Makmur, petani untung sekira Rp 25,5 juta per hektar, sedangkan saat ini bisa untung hingga 33,6 juta per hektar atau meningkat hingga 32 persen.

Maryadi menuturkan bahwa di balik kenaikan hasil panen petani Ciasem, ada peran banyak pihak. Termasuk para agronom Tim Makmur yang selalu mendampingi petani. Ia mengatakan, Tim Makmur selalu berkoordinasi dengan petani binaan dan memantau perkembangan tanaman di setiap tahapan.

“Bahkan kadang-kadang, akhir pekan pun tim Makmur siap datang jika petani membutuhkan konsultasi,” kata Maryadi.

Setelah panen, menurut Maryadi, para petani ini juga tak perlu kesulitan menjual gabah mereka. Sebab, Pupuk Indonesia Pangan akan membeli gabah mereka dengan harga yang baik.

“Peningkatan hasil panen setelah ikut program Makmur ini menjadi bukti nyata. Petani lain di wilayah ini tidak perlu ragu untuk ikut Program Makmur,” kata Maryadi.

Sementara itu, Ketua BUMDES Ciasem Nursoleh mengatakan bahwa rumpun padi di sawah tersebut tumbuh lebat, jumlah malai bercabang banyak dan merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok berisi. “ulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik,” kata Nursoleh.

Pria yang berperan sebagai collective agent dalam panen program Makmur ini mengungkapkan bahwa hasil panen menggembirakan ini bukan tanpa tantangan. Sekira dua bulan lalu, kata Nursoleh, di salah satu area hamparan sawah ini, sempat ada padi yang diserang wereng. Namun dengan kolaborasi Tim Makmur dan para petani, hama wereng bisa ditanggulangi.

“Alhamdulillah berkat nutrisi tanaman dan pestisida yang tepat, hama wereng bisa diatasi dan panen tetap produktif,” kata Nursoleh.

Program Makmur telah dijalankan oleh masing-masing anak perusahaan Pupuk Indonesia, seperti PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Petrokimia Gresik. Semua anak perusahaan menjadi project leader di masing-masing wilayah yang telah ditentukan penyebarannya.

Saat ini, PT Pupuk Kujang Cikampek terpilih menjadi project leader program Makmur di Desa Ciasembaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Program Makmur telah diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun 2021, target luasan lahan Program Makmur seluas 50 ribu hektare. Adapun, komoditas yang menjadi fokus program ini yakni padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis. Realisasi program Makmur hingga September 2021, secara nasional telah mencapai 50.799 hektar dan melibatkan 31.596 orang. petani.

Panen Raya di Subang, Program Makmur Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Hingga 44 %

panen-raya-Subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengungkapkan Program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas petani hingga 44 persen. Hal ini terungkap dalam panen program Makmur untuk komoditas padi dilakukan di atas lahan seluas 35 hektar yang berada di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hamparan sawah ini merupakan lokasi pertama kalinya program Makmur diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan bahwa program Makmur merupakan ekosistem yang dapat memberikan kemudahan bagi petani nasional dalam berbudidaya. Pasalnya, dalam ekosistem tersebut, petani akan mendapatkan akses permodalan, agro input berkualitas, bimbingan teknis serta jaminan offtaker dan asuransi.

“Hasilnya adalah peningkatan produktivitas yang berujung pada peningkatan keuntungan petani. Perlu kami sampaikan juga, bahwa program Makmur ini mengedepankan penggunaan pupuk komersil dari Pupuk Indonesia Grup,” kata Nugroho.

Nugroho mengatakan bahwa komoditas padi yang dipanen para petani mengalami peningkatan produktivitas. Di mana, sebelum mengikuti program Makmur Pupuk Indonesia rata-rata 5,5 ton per hektar, setelah bergabung produktivitasnya menjadi 7,94 ton per hektar. Kenaikan produktivitas petani yang mengikuti program Makmur meningkat sebesar 44%.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat, atas dukungan, bimbingan dan bantuannya selama ini sehingga Program Makmur dapat berjalan dengan baik,” kata Nugroho.

Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek, Maryadi mengatakan bahwa peningkatan produktivitas juga disertai peningkatan keuntungan petani. Sebelum ikut program Makmur, petani untung sekira Rp 25,5 juta per hektar, sedangkan saat ini bisa untung hingga 33,6 juta per hektar atau meningkat hingga 32 persen.

Maryadi menuturkan bahwa di balik kenaikan hasil panen petani Ciasem, ada peran banyak pihak. Termasuk para agronom Tim Makmur yang selalu mendampingi petani. Ia mengatakan, Tim Makmur selalu berkoordinasi dengan petani binaan dan memantau perkembangan tanaman di setiap tahapan.

“Bahkan kadang-kadang, akhir pekan pun tim Makmur siap datang jika petani membutuhkan konsultasi,” kata Maryadi.

Setelah panen, menurut Maryadi, para petani ini juga tak perlu kesulitan menjual gabah mereka. Sebab, Pupuk Indonesia Pangan akan membeli gabah mereka dengan harga yang baik.

“Peningkatan hasil panen setelah ikut program Makmur ini menjadi bukti nyata. Petani lain di wilayah ini tidak perlu ragu untuk ikut Program Makmur,” kata Maryadi.

Sementara itu, Ketua BUMDES Ciasem Nursoleh mengatakan bahwa rumpun padi di sawah tersebut tumbuh lebat, jumlah malai bercabang banyak dan merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok berisi. “ulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik,” kata Nursoleh.

Pria yang berperan sebagai collective agent dalam panen program Makmur ini mengungkapkan bahwa hasil panen menggembirakan ini bukan tanpa tantangan. Sekira dua bulan lalu, kata Nursoleh, di salah satu area hamparan sawah ini, sempat ada padi yang diserang wereng. Namun dengan kolaborasi Tim Makmur dan para petani, hama wereng bisa ditanggulangi.

“Alhamdulillah berkat nutrisi tanaman dan pestisida yang tepat, hama wereng bisa diatasi dan panen tetap produktif,” kata Nursoleh.

Program Makmur telah dijalankan oleh masing-masing anak perusahaan Pupuk Indonesia, seperti PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Petrokimia Gresik. Semua anak perusahaan menjadi project leader di masing-masing wilayah yang telah ditentukan penyebarannya.

Saat ini, PT Pupuk Kujang Cikampek terpilih menjadi project leader program Makmur di Desa Ciasembaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Program Makmur telah diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun 2021, target luasan lahan Program Makmur seluas 50 ribu hektare. Adapun, komoditas yang menjadi fokus program ini yakni padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis. Realisasi program Makmur hingga September 2021,  secara nasional telah mencapai 50.799 hektar dan melibatkan 31.596 orang petani.

Recent Posts