Beranda blog Halaman 151

Subang Genjot Minat Baca Anak, Target Kunjungan Perpustakaan 60 Ribu di 2025

Subang Genjot Minat Baca Anak, Target Kunjungan Perpustakaan 60 Ribu di 2025
Foto: tintahijau.com

Subang – Subang tengah menargetkan peningkatan minat baca masyarakat, terutama anak-anak, dengan harapan kunjungan ke Perpustakaan Daerah mencapai 60 ribu pada tahun 2025. Tren positif ini didorong oleh berbagai program literasi yang terus digalakkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Subang.

Lonjakan Kunjungan Perpustakaan

Pada tahun 2023, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Subang tercatat 27 ribu. Angka ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 40 ribu pada 2024. Kepala Disarpus Subang, Yeni Nuraeni, menyampaikan bahwa target tahun 2025 ditetapkan lebih ambisius, yakni 60 ribu kunjungan dalam setahun.

“Sejak Januari hingga Februari 2025, perpustakaan telah mencatat sekitar 6 ribu kunjungan per bulan. Kami optimis tren ini terus meningkat,” ujar Yeni dalam acara Pekan Literasi Kabupaten Subang, Selasa (11/3/2025).

Selain meningkatkan jumlah pengunjung, Disarpus juga berupaya memperbaiki Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Subang yang sebelumnya masih berada di zona merah dengan angka 46.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, turut hadir dalam Pekan Literasi dan meninjau berbagai fasilitas perpustakaan, seperti Pojok Baca Digital, ruang multimedia, serta area baca. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini.

“Membaca adalah kunci bagi generasi muda yang produktif. Saya harap adik-adik yang hadir di sini bisa menjadi game changer dengan membiasakan membaca. Mulai sekarang, tentukan ingin menjadi apa di masa depan, karena kebiasaan hari ini akan menentukan kesuksesan besok,” ungkapnya.

Bupati juga menginstruksikan Disarpus untuk lebih aktif mengundang siswa SD dan SMP dari berbagai daerah di luar Kota Subang agar lebih banyak yang mengenal dan memanfaatkan perpustakaan. Selain itu, fasilitas dan koleksi buku akan terus ditingkatkan guna memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Inspirasi dari Kang Rey

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey membagikan kisah pribadinya tentang bagaimana kebiasaan membaca membentuk cara berpikir dan kepemimpinannya.

“Saat kuliah, saya lebih sering membaca buku daripada hanya mendengarkan materi. Buku adalah jendela dunia yang memberi kita wawasan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Maka, saya mengajak anak-anak muda Subang untuk lebih banyak membaca dan menjadikan buku sebagai referensi utama dalam kehidupan,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Subang optimis dapat mencapai target peningkatan literasi dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar yang lebih hidup dan inspiratif.

Evaluasi dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Subang Didesak DPR

Evaluasi dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Subang Didesak DPR
Foto: Deretan mobil terparkir di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (money.kompas.com)

suarasubang.com – Pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur guna mendukung program pembangunan nasional. Namun, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai ada beberapa proyek yang perlu dievaluasi karena ketidaktepatan dalam perencanaannya. Ia menyoroti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan Kawasan Industri Subang Smartpolitan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum optimal dalam mendukung konektivitas industri dan logistik.

Kawasan Industri Subang Smartpolitan sendiri memiliki luas 2.717 hektar dan mulai dibangun pada 2020. Dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), proyek ini telah menyedot anggaran Rp 5 triliun pada tahap pertama dan dijadwalkan beroperasi pada 2024.

Namun, dalam kunjungannya baru-baru ini, Bambang Haryo mengungkapkan bahwa industri belum masuk ke kawasan tersebut, bahkan infrastruktur dasarnya masih belum siap.

Integrasi yang Dinilai Tidak Efektif

Rencana integrasi Subang Smartpolitan dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati juga dipertanyakan. Jarak kawasan industri ini ke Pelabuhan Patimban sekitar 60 kilometer dan ke Bandara Kertajati mencapai 80 kilometer. Menurut Bambang, jarak sejauh ini membuat biaya transportasi logistik menjadi mahal dan kurang efisien. Idealnya, kawasan industri seharusnya berlokasi maksimal lima kilometer dari pelabuhan agar lebih hemat biaya dan waktu.

“Jika terlalu jauh, pelaku industri akan enggan beroperasi di sana karena ongkos logistik yang tinggi. Saya belum melihat adanya perusahaan yang berminat masuk ke kawasan ini,” ungkapnya.

Pelabuhan Patimban Belum Siap Beroperasi

Selain kawasan industri, kesiapan Pelabuhan Patimban juga menjadi sorotan. Hingga kini, pelabuhan yang dirancang untuk menangani peti kemas dan kendaraan bermotor itu belum memiliki crane untuk bongkar muat.

Padahal, pembangunan pelabuhan ini terbagi dalam tiga tahap, dengan target kapasitas mencapai 3,75 juta TEUs pada tahap pertama (2018-2021), 5,5 juta TEUs pada tahap kedua (2022-2025), dan 7 juta TEUs pada tahap ketiga.

“Tanpa crane, bagaimana kapal logistik bisa bersandar? Akibatnya, banyak industri masih mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok. Ironisnya, hingga awal 2024, anggaran pembangunan Patimban sudah hampir mencapai Rp 40 triliun, tetapi belum bisa beroperasi sebagaimana mestinya,” tegas Bambang.

Desakan Evaluasi dan Percepatan Pembangunan

Dengan besarnya dana yang telah digelontorkan, Bambang Haryo meminta pemerintah segera mengevaluasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur ini. Jangan sampai proyek strategis nasional justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat optimal bagi industri maupun perekonomian nasional.

“Kawasan Industri Subang Smartpolitan sudah menelan dana APBN Rp 5 triliun, tetapi belum menunjukkan progres signifikan. Begitu pula dengan Pelabuhan Patimban yang masih jauh dari harapan. Jika tidak segera dievaluasi, proyek-proyek ini berisiko mangkrak,” pungkasnya.

Subang Bentuk Warga Peduli AIDS, Asep Nuroni Tekankan Peran Masyarakat

Subang Bentuk Warga Peduli AIDS, Asep Nuroni Tekankan Peran Masyarakat
Foto: lampuhijau.co.id

Subang – Kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS semakin diperkuat dengan pembentukan Warga Peduli AIDS di Kecamatan Subang. Inisiatif yang digagas oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang ini mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., yang hadir langsung dalam acara tersebut pada Selasa, 11 Maret 2025, di Kantor Kecamatan Subang.

Dalam sambutannya, Asep Nuroni mengapresiasi langkah KPA dalam membentuk komunitas yang peduli terhadap pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Menurutnya, isu ini bukan sekadar masalah medis, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, termasuk stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.

“HIV/AIDS bukan hanya tantangan kesehatan, tetapi juga tantangan sosial. Data menunjukkan peningkatan kasus di berbagai daerah, sehingga keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan,” ujar Asep.

Dengan adanya program ini, ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam edukasi, pendampingan, serta menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Mewujudkan lingkungan yang inklusif dan mendukung, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan penyebaran HIV/AIDS. Kita berharap program ini membawa manfaat nyata bagi pelayanan publik dan kehidupan sosial di Kabupaten Subang,” tambahnya.

Asep juga menegaskan bahwa semangat kepedulian terhadap HIV/AIDS harus terus berlanjut dengan aksi nyata di masyarakat, bukan hanya berhenti pada seremoni pembentukan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BP4D, Kabag Kesra, Camat Subang, Korwil Pendidikan Kecamatan Subang, Kementerian Agama Kabupaten Subang, serta seluruh lurah se-Kecamatan Subang. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi dalam upaya menanggulangi HIV/AIDS secara komprehensif.

Polres Subang Bongkar Tambang Ilegal di Tanjungan Rancaasih, Satu Pelaku Diamankan

Polres Subang Bongkar Tambang Ilegal di Tanjungan Rancaasih, Satu Pelaku Diamankan
Foto: tribratanews.jabar.polri.go.id

Subang – Kasus penambangan ilegal kembali mencuat di Kabupaten Subang. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Subang berhasil mengungkap aktivitas tambang tanpa izin di Tanjungan Rancaasih, Patokbeusi, Subang. Seorang tersangka berinisial JLY (55) telah diamankan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers pada Selasa (11/3/2025) mengungkapkan bahwa JLY telah menjalankan aktivitas tambang ilegal selama tiga bulan. Kegiatan ini terungkap setelah petugas menemukan adanya penambangan tanah merah tanpa izin pada 26 Januari 2025.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tambang tersebut mencakup area seluas 22 hektare, dengan 1,9 hektare di luar izin eksplorasi. Dalam operasinya, tersangka menggunakan dua unit excavator dan menjual material tambang dengan harga Rp230-300 ribu per rit.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk alat berat, dokumen tambang, serta daftar transaksi penjualan. Atas perbuatannya, JLY dijerat dengan Pasal 158 dan/atau Pasal 160 Ayat (2) UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba. Ia terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Kapolres Subang menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas pelanggaran hukum di sektor pertambangan ilegal. Selain merugikan negara, aktivitas ini juga berpotensi merusak lingkungan.

Frasa kunci utama: , tambang tanpa izin, kasus pertambangan liar, tambang tanah merah, operasi tambang ilegal

Revitalisasi Tambak Pantura: Subang Siap Jadi Pusat Budidaya Nila Salin

Revitalisasi Tambak Pantura: Subang Siap Jadi Pusat Budidaya Nila Salin

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung revitalisasi tambak di wilayah Pantura Jawa. Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini.

Dalam sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Bupati 1 pada Senin (10/03/2025), Kang Rey—sapaan akrabnya—menegaskan kesiapan daerahnya untuk berkolaborasi demi kesuksesan program budidaya nila salin ini.

Direktur Ikan Air Laut Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Tinggal Hermawan, menjelaskan bahwa revitalisasi tambak merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan.

Tidak hanya meningkatkan produksi, program ini juga mencakup industrialisasi dan hilirisasi, sehingga hasil perikanan dapat dikelola lebih optimal dari hulu ke hilir.

Menurut Kang Rey, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat setempat dan kepala desa.

Kang Rey menekankan pentingnya komunikasi yang baik agar setiap tahap implementasi berjalan lancar. “Sehebat apa pun programnya, kalau masyarakat tidak dilibatkan, akan sulit berjalan. Kepala desa memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti aspek lahan sebagai faktor krusial yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. “Lahan hutan dan kebun di Subang cukup sensitif. Jangan sampai ada persoalan yang menghambat jalannya program ini. Selama tidak merugikan masyarakat dan negara, kami siap mendukung penuh,” tegasnya.

Kang Rey berharap revitalisasi ini dapat menata ulang tambak-tambak yang masih kurang produktif agar lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia bahkan telah meninjau langsung kondisi tambak di Rawameneng dan Blanakan, yang menurutnya masih memerlukan banyak perbaikan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Subang akan menyiapkan berbagai kebutuhan guna memastikan keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, revitalisasi tambak Pantura diharapkan membawa dampak positif bagi sektor perikanan dan ekonomi lokal.

DAHANA Berbagi Kebahagiaan: Santunan Anak Yatim dan Renovasi Panti di Bulan Ramadhan

DAHANA Berbagi Kebahagiaan: Santunan Anak Yatim dan Renovasi Panti di Bulan Ramadhan

Subang – Direktur Utama PT DAHANA, Hary Irmawan, bersama jajaran Direktorat Utama mengunjungi Yayasan Nurul Qur’an Hidayatullah di Kampung Cikareo, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Subang, pada 10 Maret 2025. Kegiatan bertajuk DAHSYAT (Dahana Sayang Anak Yatim) ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap anak-anak yatim piatu, sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan.

Puluhan anak yatim menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan spesial dari PT DAHANA. Tak hanya itu, perusahaan juga menyerahkan bantuan renovasi untuk meningkatkan kenyamanan sarana panti asuhan yang dikelola Yayasan Nurul Qur’an Hidayatullah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sosial PT DAHANA dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Hary Irmawan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan sedikit meringankan beban adik-adik di sini. Semoga doa dari mereka dan para pengurus yayasan dapat membawa keberkahan bagi DAHANA, sehingga kami terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Hary.

Sementara itu, Ustadz Rohmat Hidayatullah, mewakili Yayasan Nurul Qur’an Hidayatullah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan dari PT DAHANA. Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut di masa depan.

Keseruan acara DAHSYAT semakin terasa dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari permainan interaktif, kultum Ramadhan, hingga buka puasa bersama. Anak-anak terlihat begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh tim DAHSYAT.

Salah satu penerima santunan, Devan Dwi Putra, menyampaikan rasa bahagianya atas kepedulian PT DAHANA. “Terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu dari DAHANA. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dan DAHANA semakin sukses,” ucapnya penuh haru setelah menyantap hidangan berbuka puasa.

Program DAHSYAT ini merupakan bagian dari Harmoni Ramadhan DAHANA, yang mencakup berbagai kegiatan sosial lainnya seperti Masjid Berseri, bantuan untuk marbot masjid, mudik gratis, bantuan sembako bagi lansia, serta pembagian takjil gratis untuk masyarakat. Tak berhenti di satu lokasi, program DAHSYAT akan terus berlanjut selama dua pekan ke depan dengan mengunjungi panti asuhan lainnya di Subang.

Kapolres Subang dan Bhayangkari Berbagi Sembako untuk Warga

Kapolres Subang dan Bhayangkari Berbagi Sembako untuk Warga
dok.Polres Subang

Subang – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum berbagi dan mempererat kebersamaan. Dalam semangat kepedulian, Polres Subang menggelar bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Subang, Ny. Lione Ariek Indra Sentanu, menyerahkan bantuan tersebut di Lapangan Apel Polres Subang pada Senin (10/3/2025). Kegiatan ini bertujuan meringankan beban warga sekaligus memperkuat ikatan antara Polri dan masyarakat.

Menurut Kapolres, aksi sosial ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga upaya mempererat tali silaturahmi guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif selama Ramadhan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat semakin harmonis, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Bupati Reynaldy Wujudkan Rumah Sakit Internasional di Pantura Subang

Bupati Reynaldy Wujudkan Rumah Sakit Internasional di Pantura Subang
Foto: tintahijau.com

SUBANG– Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menunjukkan komitmennya dalam membangun Rumah Sakit Internasional di Pantura Subang. Langkah ini merupakan bagian dari janji politiknya, yang kini mulai direalisasikan secara bertahap.

Saat ini, Pemkab Subang tengah bernegosiasi untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit yang akan berlokasi di Sukasari. Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat mendukung operasional Pelabuhan Patimban sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam briefing staf Pemkab Subang pada Senin, 10 Maret 2025, Bupati Reynaldy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan ini sejalan dengan upaya memperbaiki fasilitas publik lainnya. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah kabupaten.

“Saya ingin Subang memiliki wajah baru dengan jalan yang lebih baik dan penerangan yang optimal. Untuk jalan provinsi, insya Allah ada bantuan dari Pemprov, namun kita akan fokus pada tanggung jawab daerah,” ungkapnya.

Tak hanya soal infrastruktur, Bupati Reynaldy juga menargetkan Subang masuk dalam 10 besar Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

“Saya tidak ingin Subang berada di peringkat bawah. Target kita adalah minimal masuk 10 besar. Ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan kita,” tegasnya.

Ia pun menginstruksikan Inspektorat untuk memperkuat koordinasi dengan KPK dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar skor MCP Subang terus meningkat.

Mantan Komisaris Dalangi Peredaran MinyaKita Palsu di Subang

Mantan Komisaris Dalangi Peredaran MinyaKita Palsu di Subang

Subang – Polda Jawa Barat mengungkap kasus peredaran MinyaKita yang tidak sesuai takaran di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Minyak goreng bersubsidi dalam kemasan 800 mililiter ternyata hanya berisi 760 mililiter, tetapi dijual dengan label 1 liter. Praktik curang ini merugikan konsumen dan mencoreng program minyak bersubsidi pemerintah.

Dalam kasus ini, seorang pria berinisial K ditetapkan sebagai tersangka. Lalu, bagaimana peran K dalam skandal ini?

Eks Komisaris Berulah

Dirreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Deni Okvianto, mengungkapkan bahwa K merupakan mantan komisaris PT NNI, produsen resmi MinyaKita di Subang. Meskipun izin dan sertifikasi perusahaan tersebut telah dibekukan sejak Januari 2025, K tetap melanjutkan produksi secara ilegal.

“Tersangka K tetap mengoperasikan PT NNI seolah-olah memiliki izin. Padahal, perusahaan itu sudah tidak beroperasi secara resmi. Dengan pengalamannya sebagai komisaris, K membuat produk sendiri yang tidak sesuai standar,” ujar Deni dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (10/3/2025).

Produksi Ilegal dan Keuntungan Besar

Berbekal pengetahuan tentang industri ini, K mulai memproduksi MinyaKita palsu. Ia mengemas minyak mentah dalam botol yang menyerupai produk asli, lalu memasarkannya dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.300 per liter.

“Produksi dilakukan sejak akhir Januari hingga Februari. Dalam satu bulan, K telah menghasilkan 44 ton minyak curang ini dan menjualnya ke pedagang pasar serta pengecer,” jelas Deni.

Dari bisnis ilegalnya, K meraup keuntungan hingga Rp256 juta dalam waktu singkat. Saat ini, tim penyidik masih menelusuri sumber pasokan minyak yang digunakan oleh tersangka.

Jaringan dan Modus Operandi

K tidak bekerja sendirian. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa ia memiliki delapan karyawan untuk membantu produksi dan distribusi minyak sawit palsu tersebut.

“Tersangka juga mendapatkan kemasan, stempel, serta dus yang menyerupai produk asli dari kenalannya ketika masih menjabat sebagai komisaris,” kata Jules.

Meski kasus ini memiliki kesamaan dengan praktik serupa yang diungkap di Jakarta, Polda Jabar memastikan bahwa kasus di Subang berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan jaringan lain.

Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap lebih jauh jaringan distribusi dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam praktik ini.

Dedi Mulyadi Terjun Langsung ke Sungai Saat Banjir, Netizen: Pemimpin Sejati!

Dedi Mulyadi Terjun Langsung ke Sungai Saat Banjir, Netizen: Pemimpin Sejati!
Foto: KDM Channel

suarasubang.com – Aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik. Saat banjir melanda Sukabumi, ia turun langsung ke lokasi tanpa ragu. Tanpa persiapan khusus, Dedi dengan kemeja hitam yang biasa ia kenakan sehari-hari, nyemplung ke sungai yang hampir sedada orang dewasa.

Bersama Dandim, Kapolres, serta aparat dan warga setempat, Dedi bahu-membahu membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Plastik, kayu, hingga bantal guling, ia angkat satu per satu dari air. Aksi ini direkam dan diunggah ke kanal YouTube KDM Channel pada 8 dan 9 Maret 2025.

“Lapor Pak Kapolri, Pak Kasad, Kapolres sama Dandimnya kerja. Mantap!” ujar Dedi dalam video tersebut.

Netizen pun bereaksi. Banyak yang membandingkan gaya Dedi dengan gubernur lain yang lebih memilih meninjau banjir dari helikopter atau menggunakan perahu karet di air dangkal. Unggahan ini menjadi viral di media sosial dan menuai beragam komentar.

“Kang Dedi beda! Rela nyebur ke sungai, bersihin sampah sendiri. Gak kayak yang cuma inspeksi dari atas,” tulis seorang netizen.

“Ini baru pemimpin! Bukan sekadar pencitraan, tapi benar-benar kerja buat rakyatnya,” tambah yang lain.

Beberapa warganet bahkan berharap Dedi maju dalam pemilihan presiden. Mereka menilai kepemimpinannya sebagai bukti nyata dedikasi tanpa basa-basi.

“Kalau Dedi Mulyadi jadi presiden, saya dukung 1000 persen!” tulis seorang pengguna media sosial.

Aksi turun langsung seperti ini jarang terlihat dari para pemimpin daerah. Keberanian dan kepedulian Dedi Mulyadi menjadi sorotan dan inspirasi banyak orang. Apakah gaya kepemimpinan seperti ini akan menjadi tren baru di kalangan pejabat? Kita tunggu saja.

Recent Posts