Beranda blog Halaman 150

Kadinkes Subang Prioritaskan Ambulans, Tolak Mobil Dinas Baru

Kadinkes Subang Prioritaskan Ambulans, Tolak Mobil Dinas Baru
Foto: subang.inews.id

Subang – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi, mengambil langkah tegas dengan menolak pengadaan mobil dinas baru. Ia lebih memilih mengalihkan anggaran tersebut untuk pembelian ambulans demi meningkatkan layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil.

“Anggaran ini akan kami gunakan untuk membeli ambulans bagi desa terluar di Kabupaten Subang, yaitu Desa Cupunagara,” ujarnya baru-baru ini.

Meskipun kendaraan dinasnya saat ini sudah berusia 10 tahun dan mulai berisik, dr. Maxi menegaskan bahwa mobil tersebut masih bisa digunakan dengan baik.

“Meski suaranya berisik, saya rasa mobil ini masih layak pakai,” katanya.

Keputusan ini juga selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) terkait efisiensi anggaran. Dari empat bidang di Dinas Kesehatan, termasuk sekretariat, efisiensi anggaran yang berhasil dicapai mencapai Rp2 miliar.

“Kami mengurangi perjalanan dinas, rapat koordinasi, serta bimbingan teknis yang bisa ditunda. Namun, anggaran untuk pelayanan langsung kepada masyarakat tetap tidak terganggu,” jelasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan langkah efisiensi yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang, yang juga menolak pembelian mobil dinas baru demi kepentingan masyarakat.

Guru Ngaji di Subang Curhat ke DPRD, Insentif Tak Kunjung Cair

Guru Ngaji di Subang Gelisah, Insentif Tak Kunjung Cair
Foto: subangpost.com

Subang – Tiga forum guru ngaji di Subang mendatangi DPRD Subang pada Kamis (13/3/2025). Mereka mengadu terkait insentif yang belum cair dalam beberapa bulan terakhir. Kedatangan mereka bertujuan mendesak pemerintah daerah agar segera mencairkan hak mereka.

Forum yang hadir dalam audiensi ini terdiri dari Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dan Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN). Ribuan guru ngaji di Subang khawatir insentif mereka terhambat akibat wacana efisiensi anggaran yang tengah dibahas oleh Pemkab Subang.

“Kami berharap DPRD Subang bisa memberikan solusi terbaik agar insentif ini tetap dicairkan,” ujar Ketua FKDT Subang, Agus Rahayu. Menurutnya, insentif sebesar Rp100 ribu per bulan yang biasanya diberikan dalam dua tahap sangat berarti bagi para guru ngaji.

Agus menambahkan bahwa di Subang terdapat lebih dari 8.000 guru ngaji yang mengandalkan insentif tersebut. Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran dari Gubernur tidak berdampak pada pencairan insentif mereka. “Mudah-mudahan insentif bisa diterima sebagaimana biasa sebelum Lebaran,” harapnya.

Menanggapi keluhan ini, Wakil Ketua DPRD Subang, Tegar Jasa Priatna, berjanji akan segera mencari solusi terbaik. Ia menegaskan bahwa DPRD Subang akan membahas masalah ini dengan pemerintah daerah agar insentif guru ngaji dapat segera disalurkan.

“Kami akan telusuri lebih lanjut penyebab keterlambatan ini. Mudah-mudahan segera ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak,” ujar Tegar.

Sinergi Polri dan Media: Buka Puasa Bersama Serentak di Seluruh Indonesia

Sinergi Polri dan Media: Buka Puasa Bersama Serentak di Seluruh Indonesia
Foto: jabarpress.com

Subang – Mabes Polri menggelar acara buka puasa bersama media secara serentak di tingkat Polda dan Polres di seluruh Indonesia, Kamis (13/3/2025). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan insan pers dalam membangun transparansi informasi.

Di Subang, acara berlangsung di RM Saung Empang, dipimpin oleh Wakapolres Subang, KOMPOL Endar Supriyatna, S.Kom., S.I.K. Turut hadir Kasat Narkoba, Kasi Humas, serta pejabat utama Polres Subang. Sebelum berbuka, mereka berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan lokasi acara, dibantu oleh sejumlah wartawan dan pengurus media.

Sinergi Polri dan Media: Buka Puasa Bersama Serentak di Seluruh Indonesia
Foto: jabarpress.com

Dalam kesempatan tersebut, KOMPOL Endar Supriyatna mengingatkan pengendara sepeda motor untuk selalu menggunakan helm demi keselamatan berkendara. Ia juga menegaskan pentingnya peran media dalam membangun keterbukaan informasi.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar momen kebersamaan, tetapi juga wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Media adalah mitra strategis dalam menciptakan keterbukaan informasi menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Sinergi Polri dan Media: Buka Puasa Bersama Serentak di Seluruh Indonesia
Foto: jabarpress.com

Usai berbagi takjil, Wakapolres Subang bergabung dalam zoom meeting bersama Kapolri dalam rangka buka puasa bersama Polri dan media. Acara tersebut dibuka oleh Wakapolri, Komjen Pol H. Ahmad Dofiri, dan menghadirkan penceramah ternama, H. Das’ad Latief, yang turut berbagi takjil bersama Wakapolri.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan diakhiri dengan buka puasa bersama, menandai komitmen Polri dalam menjaga sinergi dengan media serta masyarakat.

Subang Siap Terapkan Rumah Panggung: Solusi Cerdas Atasi Banjir dan Lindungi Lingkungan

Subang Siap Terapkan Rumah Panggung: Solusi Cerdas Atasi Banjir dan Lindungi Lingkungan

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan rumah panggung dan penataan perumahan guna mengatasi banjir serta menjaga kelestarian lingkungan. Kebijakan ini merupakan hasil pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada 12 Maret 2025.

Langkah Strategis Atasi Banjir dengan Hunian Ramah Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan perumahan harus selaras dengan keseimbangan alam. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kesalahan dalam perencanaan infrastruktur telah memperburuk dampak banjir di banyak wilayah. Oleh karena itu, semua pembangunan di masa depan harus mengutamakan konsep tahan bencana dan ramah lingkungan.

“Kami tidak bisa terus-menerus menghadapi banjir akibat perencanaan yang keliru. Pembangunan harus berorientasi pada mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem,” ujar Sirait. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang merusak lingkungan melalui kebijakan perumahan yang tidak berkelanjutan.

Rumah Panggung: Solusi Tepat untuk Kawasan Rawan Banjir

Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah pengembangan rumah panggung, terutama di wilayah rawan banjir seperti Subang, Karawang, dan Bekasi. Konsep ini telah terbukti efektif di beberapa daerah di Indonesia, termasuk proyek percontohan yang sukses diterapkan di Muara Angke, Jakarta Utara, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Kementerian PKP juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat realisasi proyek ini. Dukungan dari sektor swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan rumah panggung bagi masyarakat terdampak.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Penataan Hunian

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik kebijakan ini dan menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengeluarkan regulasi tegas terkait larangan pembangunan di kawasan rawan bencana, termasuk lahan persawahan dan perkebunan.

“Kami akan memastikan tidak ada lagi pembangunan yang mengancam keseimbangan lingkungan dan memperburuk risiko bencana,” tegasnya.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menambahkan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan di Subang utara, terutama bagi permukiman di bantaran sungai.

“Kami akan menata ulang kawasan perumahan agar tidak ada lagi rumah yang berdiri di atas lahan persawahan. Ini selaras dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan hunian yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Bupati Sumedang, Bupati Purwakarta, dan Bupati Majalengka. Mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan perumahan berbasis mitigasi bencana sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Dengan penerapan rumah panggung dan penataan permukiman yang lebih bijak, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga Subang dan sekitarnya.

Tambang Ilegal di Subang Terbongkar, Puluhan Hektare Lahan Rusak

Tambang Ilegal di Subang Terbongkar, Puluhan Hektare Lahan Rusak
Foto: Ilustrasi

SUBANG – Sebuah praktik pertambangan ilegal terungkap di Desa Rancaasih, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Eksploitasi tanpa izin ini merusak puluhan hektare lahan, memicu tindakan tegas dari kepolisian setempat.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa pihaknya tak akan ragu menindak segala bentuk pelanggaran hukum. “Kegiatan ini tidak hanya merugikan negara tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan,” ujar Ariek dalam konferensi pers pada Selasa (11/3/2025). Dalam kesempatan itu, polisi menghadirkan seorang tersangka berinisial JLY (55), yang diketahui merupakan pengusaha pertambangan.

Eksploitasi Tanpa Izin

Investigasi mengungkap bahwa tambang tersebut hanya memiliki izin eksplorasi, bukan produksi atau eksploitasi. Namun, aktivitas penambangan tanah merah tanpa izin tetap dilakukan sejak Januari 2025.

“Kasus ini bermula dari temuan aktivitas penambangan ilegal pada 26 Januari 2025. Luas lahan yang dieksploitasi mencapai 22 hektare, padahal izin eksplorasi mereka hanya 3,41 hektare,” ungkap Ariek. Artinya, sekitar 18,59 hektare telah dieksploitasi tanpa dasar hukum yang sah.

Hasil tambang berupa tanah merah dijual secara langsung kepada pembeli perorangan dengan harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per rit kendaraan. Dengan jumlah yang dipasarkan, keuntungan yang diperoleh tersangka ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman

Dalam penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen perizinan, daftar transaksi, serta dua unit ekskavator yang digunakan untuk kegiatan penambangan.

Tersangka dijerat Pasal 158 dan/atau Pasal 160 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Kasus Serupa Sebelumnya

Polres Subang sebelumnya telah menertibkan sejumlah perusahaan pertambangan ilegal. Namun, mereka tidak dikenakan sanksi pidana karena material tambangnya digunakan untuk proyek strategis nasional.

Menanggapi hal ini, PT Suryacipta Swadaya menegaskan bahwa pihaknya tidak menggunakan tanah dari luar kawasan dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Subang Smartpolitan. “Kami memanfaatkan sumber daya yang tersedia di kawasan kami sendiri, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” kata Head of Sales & Tenant Relations Suryacipta Swadaya, Binawati Dewi.

Kapolres Subang Salurkan 150 Paket Beras untuk Warga Cipeundeuy

Kapolres Subang Salurkan 150 Paket Beras untuk Warga Cipeundeuy
Foto: tintahijau.com

Subang, TINTAHIJAU.COM – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, membagikan 150 paket beras kepada warga di Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat, pada Rabu (12/3/2025).

Penyaluran bantuan ini berlangsung di lokasi pabrik mobil listrik di Desa Sawangan, setelah acara deklarasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Secara simbolis, paket beras diserahkan kepada perangkat desa untuk didistribusikan kepada warga yang berhak menerima.

“Sebanyak 150 paket beras diberikan kepada warga kurang mampu di tiga desa,” ujar AKBP Ariek Indra Sentanu, didampingi Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan.

Setiap penerima mendapatkan satu kilogram beras yang dikemas dalam kantong plastik. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan warga, terutama dalam menyambut bulan Ramadan.

“Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban mereka,” tambah Kapolres.

Es Krim Diduga Sebabkan Keracunan, Kafe Warjo Subang Tak Miliki SLHS!

Es Krim Diduga Sebabkan Keracunan, Kafe Warjo Subang Tak Miliki SLHS!
Foto: Ilustrasi

Subang – Sepuluh orang mengalami dugaan keracunan setelah menikmati es krim saat buka puasa bersama di kafe WARJO Subang. Ironisnya, kafe tersebut ternyata tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang seharusnya menjadi standar wajib bagi tempat pengolahan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, dr Maxi, S.H, M.H.Kes, mengungkapkan bahwa dari sepuluh korban, empat di antaranya merupakan orang dewasa, sementara enam lainnya adalah anak-anak. Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi es krim di kafe tersebut.

Menindaklanjuti laporan ini, tim Dinkes Subang segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Sayangnya, tidak ditemukan sampel es krim baik di lokasi maupun di klinik tempat pasien dirawat.

“Sampel sudah tidak ada karena telah dibersihkan. Para pasien mencurigai es krim sebagai penyebabnya karena teksturnya yang mencair, berbeda dari biasanya yang lebih padat,” ujar dr Maxi, Rabu (12/03/2025).

Saat ini, dari sepuluh korban, dua orang masih menjalani perawatan di klinik. Selain itu, dalam proses pemeriksaan, terungkap fakta mengejutkan bahwa kafe WARJO Subang ternyata tidak memiliki SLHS.

“Saya cukup kaget, warung sebesar itu ternyata belum memiliki SLHS. Padahal, tempat pengolahan pangan wajib memiliki sertifikat ini. Tanpa SLHS, kafe tersebut berada di luar pengawasan resmi Dinkes Subang,” tegas dr Maxi.

Dinkes Subang berencana berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti kasus ini. Namun, kewenangan pemberian sanksi berada di tangan Satpol PP.

Sebagai langkah pencegahan, dr Maxi mengimbau seluruh pengelola tempat pengolahan pangan, termasuk restoran, kafe, hotel, kantin, warteg, depot air minum, dan jasa boga, untuk segera mengurus SLHS.

“Dinkes Subang siap memberikan pelatihan selama dua hari dan melakukan inspeksi lokasi guna memastikan keamanan serta kualitas pangan yang disajikan kepada pelanggan,” pungkasnya.

Bupati Subang Dorong Budaya Membaca untuk Masa Depan Cerah

Bupati Subang Dorong Budaya Membaca untuk Masa Depan Cerah
Bupati Subang Reynaldi Saat Menemui Para Pelajar SD dan SMP Yang Berkunjung Ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

Subang – Pekan Literasi Kabupaten Subang menjadi momentum penting bagi peningkatan budaya membaca di kalangan pelajar. Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi dan Sekda Asep Nuroni, mengunjungi Perpustakaan Daerah pada Selasa (11/3/2025). Acara ini dihadiri oleh siswa dari berbagai sekolah, termasuk SDN Pagaden, SDN Sompi, SDN Dr. Samsi, dan SMP 5 Subang.

Dalam kunjungannya, Bupati dan rombongan meninjau fasilitas perpustakaan, seperti Pojok Baca Digital, ruang multimedia, serta area baca. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pelajar yang tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, mengungkapkan bahwa PT Dahana dan Bank Subang turut berkontribusi dalam acara ini dengan membagikan 200 paket makanan bergizi bagi anak-anak. Sebanyak 150 paket berasal dari PT Dahana, sementara 50 lainnya disediakan oleh Bank Subang.

Yeni juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Subang. Sebelumnya, IPLM berada di angka 46, yang masuk dalam zona merah. Namun, tingkat kunjungan perpustakaan meningkat dari 27 ribu pada tahun 2023 menjadi 40 ribu di tahun 2024. Target tahun 2025 pun ditetapkan lebih ambisius, yakni 60 ribu kunjungan per tahun, dengan tren positif yang sudah terlihat sejak Januari dan Februari.

Dalam sambutannya, Bupati Subang menekankan bahwa membaca adalah kunci membangun generasi muda yang produktif. Ia mengajak para pelajar untuk menanamkan kebiasaan membaca sebagai modal masa depan.

“Saya ingin adik-adik di sini menjadi game changer. Mulailah membaca dengan niat yang kuat karena masa depan dibentuk dari apa yang kita lakukan hari ini,” ujar Kang Rey.

Bupati juga meminta Dinas Perpustakaan untuk secara rutin mengundang anak-anak SD dan SMP, terutama dari daerah pelosok, agar semakin banyak pelajar yang mengenal dan memanfaatkan perpustakaan. Selain itu, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan koleksi buku guna menciptakan lingkungan membaca yang nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey berbagi pengalamannya yang menunjukkan betapa pentingnya membaca bagi kesuksesan seseorang.

“Saat kuliah, saya lebih sering membaca buku dibanding hanya mendengarkan materi. Buku adalah jendela dunia yang membuka wawasan, memberi referensi, dan membentuk pemikiran kita,” tuturnya.

Ia berharap perpustakaan daerah dapat menjadi daya tarik literasi, tidak hanya bagi masyarakat Subang, tetapi juga dari luar daerah melalui berbagai inovasi dan program literasi.

PT DAHANA Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Yayasan Al Muzakki

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim binaan Yayasan Al Muzakki, Majasari, Subang. Kegiatan ini berlangsung pada 11 Maret 2025 dan disambut hangat oleh Ketua Yayasan, Ustadz Deden Abiwarga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT DAHANA, khususnya Direktorat Teknologi & Pengembangan, atas kepeduliannya kepada kami. Bantuan ini sangat berarti, mulai dari bedah panti, santunan, hingga berbuka puasa bersama. Semoga PT DAHANA semakin berkah di bulan Ramadhan ini,” ujar Ustadz Deden.

Sebanyak 50 anak yatim piatu menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan. Ini merupakan bagian dari komitmen sosial PT DAHANA dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan.

Selain santunan, PT DAHANA juga mengadakan program renovasi panti asuhan. Berbagai perbaikan dilakukan, termasuk pengecatan bangunan, penggantian pintu kamar mandi, serta penyediaan tempat tidur, kasur, dan bantal baru bagi penghuni panti. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan anak-anak yatim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT DAHANA, Yusep Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dalam mendukung anak-anak yatim adalah bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban adik-adik di sini dan membawa kebahagiaan menjelang Ramadhan. Sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilakukan bersama, akan berdampak besar bagi generasi penerus bangsa,” ungkap Yusep.

Salah satu santri penerima santunan, Lina Sintia, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia berharap PT DAHANA terus maju dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Terima kasih PT DAHANA atas santunan dan perbaikan tempat tinggal kami. Bantuan ini sangat berguna dan membuat kami lebih nyaman. Semoga PT DAHANA semakin berkembang dan membawa berkah,” kata Lina.

DAHANA Gelar Program MAGRIB: Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

DAHANA Gelar Program MAGRIB: Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan menggelar program MAGRIB (Makanan Gratis Berbuka Puasa). Kegiatan ini berlangsung di beberapa titik keramaian di Subang pada Selasa, 11 Maret 2025. Melalui inisiatif ini, DAHANA membagikan takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan.

Ketua Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DAHANA, Eman Suherman, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Selain meringankan beban dalam mempersiapkan berbuka, program ini juga mempererat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas sekitar.

“Berbagi takjil di bulan Ramadan sudah menjadi agenda rutin insan DAHANA. Semoga program ini membawa manfaat bagi penerima maupun karyawan yang terlibat. Mari kita jadikan Ramadan ini penuh berkah untuk semua,” ujar Eman.

Menariknya, takjil yang dibagikan dalam program MAGRIB berasal dari UMKM sekitar. Langkah ini tidak hanya membantu masyarakat yang berpuasa, tetapi juga memberdayakan para pelaku usaha kecil dengan menyerap produk mereka.

Program MAGRIB DAHANA merupakan bagian dari rangkaian Harmoni Ramadan 2025. Selain berbagi takjil, kegiatan ini mencakup program Masjid Berseri, bantuan untuk marbot dan pengurus masjid, perbaikan fasilitas ibadah, santunan anak yatim, hingga program mudik gratis.

Keterlibatan generasi muda DAHANA menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan ini. Eman berharap, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial dapat diwariskan kepada generasi penerus perusahaan bahan peledak ini. Dengan berpartisipasi langsung, mereka dapat memahami pentingnya kolaborasi dan berbagi dengan masyarakat.

“Sebagai BUMN yang menjunjung tinggi nilai AKHLAK, kami ingin menanamkan semangat kepedulian kepada generasi muda DAHANA. Harapannya, mereka terus memiliki jiwa sosial tinggi dan siap berkontribusi untuk kemajuan bersama,” pungkas Eman.

Recent Posts