Beranda blog Halaman 1493

Suzuki Satria F150 Dapat Penyegaran Warna Baru

rockomotif-warna-baru-suzuki-satria-f150.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Demi memberikan tampilan yang lebih berani serta eye cathcy, warna baru Suzuki Satria F150 kini hadir dengan nuansa yang lebih menggairahkan.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi merilis sepeda motor tersebut dengan pemilihan nuansa baru dengan menyematkan Solarize Silver – Mettalic Triton Blue. Melalui pemilihan skema tersebut, PT SIS, yakin bahwa citra ini memberikan tampilan yang lebih berani beda dan menarik perhatian.

Dalan keterangan resminya, Teuku Agha, 2W Sales and Marketing Departemen Head PT SIS, menjelaskan pemilihan aksen baru ini sebagai karakter yang mengatkan hyperunderbone mereka untuk konsumen setianya.

“Satria F150 adalah motor yang sangat populer dan tetap memiliki banyak penggemar. Kami memahami, karakter pengguna sepeda motor ini sangat senang dengan sesuatu yang spesial dan tidak biasa,” jelas Teuku Agha dalam keterangan resminya.

Perpaduan aksen silver dan biru khas dari pabrikan memberikan semangat baru yang besar bagi penggear dan calon pemilik motor tersebut. Tidak hanya pada bodi saja, namun aksen baru ini juga turut disematkan pada bagian velg yang mempertegas penampilannya.

Meski mengusung aksen baru, namun untuk spesifikasi yang disematkan pada motor ini tetap sama dengan generasi sebelumnya.

Dibekali dengan jantung pacu silinder tunggal berkubikasi 150 cc DOHC 4 valve, motor ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 13,6 kW dan torsi puncak 13,8 Nm.

Model ini juga dibekali dengan liquid cooling system yang berperan untuk menjaga suhu mesin tetap optimal.

Di samping itu, model ini juga turut menyematkan fitur modern seperti LED headlight, full digital speedometer, 1-push electric starter serta diperkuat dengan struktur rangka Suzuki Advanced Twin-Spar Frame yang dikenal dengan kualitas, ringan serta kuat.

Mengenai harga yang ditawarkan untuk warna baru Suzuki Satria F150 ini adalah Rp 29,9 jutaan. Harga tersebut berlaku untuk DKI Jakarta dengan status On The Road.

Usaha Dina Priscillia Belum Buahkan Podium di Kejurnas Slalom Cianjur 2022

rockomotif-dina-priscillia-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, Cianjur – Peslalom wanita Dina Priscillia kembali menapaki kerasnya pertarungan di ajang Kejurnas Slalom 2022 putaran keempat yang berlangsung di Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (17/9/2022).

Saat melakoni persaingan di Kelas Wanita, peslalom bertubuh mungil ini memang mendapat perlawanan yang cukup berat dari para pesaingnya. Terlebih ada satu nama yang cukup dikenal luas oleh kalangan pecinta balap Indonesia, yakni Alinka Hardianti.

Setelah melakoni Heat 1 dan Heat 2, Dina Priscillia, menjelaskan bahwa hasil yang ia dapat pada seri keempat ini memang jauh dari apa yang dia harapkan. Pasalnya, ia gagal melangkah ke babak final di Tanah Pasundan ini.

“Untuk putaran keempat yang berlangsung di Cianjur, harus lebih banyak belajar lagi. Ini juga untuk kebaikan saya buat ke depannya supaya lebih baik lagi,” jelas peslalom wanita yang menggeber Honda Jazz ini.

Di samping itu, meski harus berhadapan dengan para peslalom wanita lain yang bertarung di putaran keempat ini, namun ia mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hal yang memotiviasi untuk tampil lebih baik lagi.

Menurut Dina Priscillia, ketatnya persaingan yang terjadi di atas lintasan juga menjadi alasan untuk memotivasi diri agar bisa tampil lebih baik lagi pada seri berikutnya.

“Persaingan di Kejuaraan Wanita itu bisa jadi motivasi kita supaya lebih baik lagi dari yang lainnya. Di seri ini saya merasa kurang cepet bawa mobilnya mungkin, soalnya kan udah lama enggak latihan lagi,” tambahnya.

Pada seri Cianjur ini, perolehan prestasi yang dibawa pulang juga mengalami penurunan. Pasalnya, pada seri ketiga di Tulungagung, Jawa Timur, Dina Priscillia berhasil masuk ke peringkat lima di Kejuaraan Wanita.

“Kalau hasilnya menurun ya enggak apa-apa, artinya saya harus lebih banyak belajar lagi. Dalam hal ini dari persiapan fisik juga menjadi pr terbesar saya, dan next saya harus mempersiapkan fisik lebih baik lagi,” imbuhnya.

Untuk seri selanjutnya, masih ada dua putaran yang akan dilangsungkan di Tangerang, dan Semarang. Untuk menyiapkan performa terbaiknya, ia akan menempa latihan lagi untuk mempersiapkan fisik serta kemampuannya mengantisipasi mobil dengan lebih baik.

PWI Majalengka Kecam Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Dua Wartawan di Karawang

IMG-20220921-WA0007.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka, mengecam dugaan aksi kekerasan yang diwarnai dengan aksi dugaan penyekapan kepada dua wartawan di Kabupaten Karawang.

Ketua PWI Majalengka menilai aksi tersebut sudah mencederai kebebasan Pers dan merupakan bentuk kriminalitas terhadap jurnalis yang harus segera disikapi serius. Oleh karena itu maka, pihaknya Meminta agar pihak kepolisian segera menangkap dan mengusut tuntas para pelakunya.

Pardi Supardi, Ketua PWI Majalengka mengatakan, jika pihaknya mengecam peristiwa tersebut. Dan berharap para pelakunya bisa segera ditangkap.
Dijelaskan dia, dengan alasan apapun aksi kekerasan terhadap wartawan tidaklah dibenarkan, apalagi para wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi dengan UU. Kalaupun ada hal yang berkaitan dengan pemberitaan, maka cara penyelesaiannya sudah diatur dalam UU Pers No 40 tahun 1999 melalui jalur Dewan Pers, atau menggunakan hak jawab dan lainya.

“Kami pengurus PWI Majalengka tentunya mengutuk keras terjadinya aksi kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Karawang, semoga kasus kasus seperti ini tidak akan terjadi lagi di Indonesia,” terang pria akrab disapa Pai tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari grup PWI Jabar kemarin. Diketahui jika di Kabupaten Karawang ada dua orang wartawan yakni Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang. Keduanya didampingi kuasa hukumnya sudah membuat laporan polisi di Polres Karawang, dengan nomor laporan STTLP/174/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin malam 19 September 2022.

Kronologis Peristiwa

Usai launching Persika 1951 Gusti yang saat masih berada di stadion Singaperbangsa Karawang, dibawa oleh yang mengaku orang suruhan seorang pejabat Karwang berinisial A.

Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Sesampainya di kantor tersebut ruangan langsung ditutup tidak boleh ada yang masuk selain orang orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan korban.

Dilaporkan korban alat kerja wartawan seperti gadget, hand phone korban dirampas. Selang waktu beberapa saat setelah korban di bawa ke ruangan tersebut mulai mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan tersebut.

Bahkan menurut laporan korban oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekoki korban dengan air kencing sebanyak tiga kali.

Kecuali itu, korban pun mendapat hantaman kepala. tinju di beberapa bagian tubuhnya.

Korban Gusti pun mendapat ancaman jika soal ini berlanjut dan korban melapor, keluarga akan dihabisi. Korban dapat ke luar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya yang mengetahui korban ada di ruang itu. Koban mengalami penyekapan satu malam, yakni Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Korban di aniyaya dari malam hingga pagi hari hingga tak dasarkan diri dan bisa pulan karena di jempaut oleh saudaranya. Kemudian korban diselamatkan dan bawa ke salah satu kantor Dinas dan baru pulang pukul 18.00 WIB Minggu sore 18 September 2022.

Berbeda dengan korban lainya yaitu Zaenal. Dia dijemput dari rumahnya pukul 04.00 WIB Minggu. Setelah berada di dalam mobil penjemput Zaenal terusa terusan disiksa.

Karena siksaan itu Zaenal Mustofa mengalami luka robek di bagian kepala.

Berdasar kronologi dugaan penyekapan dan penganiayaan yang seperti dilaporkan ke pihak kepolisian di Karawang tersebut, PWI Majalengka menyatakan menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan. (Rojan)

Harga Pupuk Naik, Petani Jeruk Lemon di Pangandaran Merugi

Petani-Jeruk.jpg

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Harga pupuk naik membuat petani jeruk di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami kerugian. Naiknya harga pupuk terjadi seiring dengan melambungnya harga BBM.

Eka, petani jeruk asal Kecamatan Padaherang mengatakan, semenjak adanya kenaikan BBM, harga jual jeruk lemon juga ikut naik.

“Harganya mengalami kenaikan 500 rupiah. Semula harga per kilonya 2.000 rupiah, sekarang menjadi 2.500 rupiah,” kata Eka kepada HR Online, Selasa (20/09/2022).

Meskipun harga jeruk lemon ada kenaikan, lanjutnya, namun hal itu tidak menjadikan petani jeruk meraup untung. Karena tidak sebanding dengan biaya perawatan tanamannya.

“Harga bahan baku pendukung tanaman jeruk lemon, seperti harga pupuk naik. Jadi dengan naiknya harga jual jeruk lemon 500 rupiah per kilo itu masih tidak seimbang,” ungkapnya.

Baca Juga : Pesanan Melimpah, Perajin Bata di Pangandaran Sumringah

Eka pun berharap adanya kesesuaian harga agar para petani tidak merugi. Apalagi saat ini hama penyakit sedang menyerang tanaman jeruk.

Jika kurang terawat, kata Eka, otomatis pohon jeruk tersebut buahnya tidak akan normal seperti biasanya. Bahkan tidak sedikit yang berjatuhan.

“Oleh sebab itu, para petani jeruk lemon berharap pihak instansi terkait mau membantu saat kondisi sedang sulit ini,” ungkapnya.

Eke menyebutkan, jika kondisi normal, satu kali panen jeruk lemon bisa mencapai 1 kwintal. Namun seiring dengan harga pupuk naik dan adanya serangan hama, maka hasil panen pun mengalami penurunan.

“Jeruk lemon hasil dari Pangandaran ini kita jual ke kota-kota besar. Baik kota di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat,” pungkasnya. (Ntang/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Penggali Sumur Kritis di Dalam Sumur, Diduga Terkena Gas Beracun

Penggali-Sumur.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Seorang penggali sumur kritis di dalam sumur, diduga terkena gas beracun. Peristiwa ini terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (21/09/2022).

Hal itu pun sontak membuat warga sekitar syok dan mencari bantuan untuk segera mengevakuasi korban yang merupakan penggali sumur.

Perangkat Desa Ciherang, Ade Rismayanto mengatakan, kejadian tersebut berlangsung ketika korban tengah melakukan pekerjaan nguras sumur milik tetangganya di Dusun Ciherang, RT 10/02, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari.

“Penggali sumur itu bernama Dedi Suryadi. Tadi kedapatan sudah tergeletak di dasar sumur. Rekan kerjanya saat melihat korban tergeletak langsung panik dan minta tolong. Beruntung relawan cepat datang dan segera melakukan evakuasi korban. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Banjarsari. Alhamdulillah, kini korban sudah siuman,” terang Dedi.

Baca Juga : Lomba Merpati Tinggi Bupati Ciamis Cup di Banjarsari Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, relawan dari Pos Damkar WMK Banjarsari, Uju Suparman menjelaskan, kondisi udara dalam sumur sangat pengap, serta tercium aroma bau yang menyengat. Ia menduga korban tak kuat menghisap gas yang keluar saat tengah berada di dasar sumur.

“Saat evakuasi penggali sumur, kedalaman sumur sekitar 10 meteran. Kondisi dalam sumur sangat kedap udara. Terus tercium aroma bau yang menyengat. Entah itu gas atau memang aroma bau lumpur. Katanya sumur ini pernah pemiliknya kuras 11 tahun silam. Jadi bisa saja menimbulkan bau yang sangat tajam,” terang Uju.

Pantauan HR di lapangan, petugas PKM Banjarsari terlihat sigap saat memberikan pertolongan terhadap korban. Pada saat masuk Puskesmas, kondisi penggali sumur kritis. Badannya sangat lemas dan kritis. Bahkan tidak sadarkan diri. (Suherman/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Tidak Layak Huni, Warga Kota Banjar Ini Akhirnya dapat Bantuan Bedah Rumah

Rutilahu.jpg

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tidak layak huni, Iim Burhanudin (70), warga Lingkungan Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan bantuan rehab rumah.

Tangisan bahagia mengiringi pembongkaran rumahnya. Pasalnya, Iim mendapat bantuan bedah rumah dari Baznas, Jabar Bergerak Kota Banjar, dan Kodim 0613 Ciamis.

Iim Burhanudin mengaku sangat bahagia dan bersyukur lantaran mendapat bantuan bedah rumah. Sebelumnya, rumah semi permanen dengan dinding bilik bambu itu tak pernah diperbaiki sejak puluhan tahun lalu. Sehingga kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan.

“Senang sekali, karena sudah puluhan tahun belum pernah mendapat perbaikan,” ungkap Iim Burhanudin, Selasa (20/09/2022).

Di rumah sangat sederhana itu  Iim mengaku tinggal bersama dua orang anak, tiga orang cucu, dan satu orang menantu. Sedangkan istrinya sudah meninggal dunia.

Dulunya Iim bekerja di salah satu pol angkutan kota (angkot). Namun, sejak tahun 2016 ia berhenti karena terjatuh, dan kakinya tak bisa berjalan normal.

Baca Juga : Dampak Proyek BBWS Citanduy, Ribuan Hektare Sawah di Kota Banjar Berpotensi Gagal Panen

“Saya punya asam urat terus jatuh. Dulu juga pernah sampai nggak bisa jalan selama enam bulan,” kata Iim.

Sementara itu, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Inf. Wahyu Alfiyan Arisandi mengatakan, melihat kondisi rumah yang tidak layak huni, pihaknya bekerjasama dengan Baznas dan Jabar Bergerak untuk memberikan bantuan bedah rumah.

“Kegiatan ini awalnya merupakan diskusi kita bersama. Alhamdulillah, berkat upaya kita bersama bisa mengusulkan bantuan bedah rumah tidak layak huni untuk Pak Iim,” terangnya.

Target Bedah Rumah Tidak Layak Huni Selesai 14 Hari

Target kegiatan bedah rumah ini, lanjut Wahyu Alfiyan, akan selesai dalam waktu 14 hari kedepan. Hal itu supaya Iim dan keluarganya bisa segera menempati rumahnya.

Baca Juga : TNI dan Warga Bangun Jalan di Purwaharja Banjar Melalui BSMSS Kodim Ciamis

“Kita optimis selama 14 hari kedepan kegiatan ini selesai, dan kita serahkan kepada Bapak Iim untuk menempati bersama keluarganya,” kata Wahyu Alfiyan.

Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman menambahkan, pihaknya telah memiliki kriteria bahwa warga tersebut berhak mendapat bantuan bedah rutilahu (rumah tidak layak huni).

“Salah satu kriterianya adalah rumah pak Iim ini dihimpit oleh dua rumah permanen. Hasil pengecekan memang rumahnya tidak layak huni,” katanya.

Pihaknya pun berharap bantuan bedah rumah itu dapat terealisasi sesuai dengan target dan bermanfaat bagi penerimanya.

“Mudah-mudahan ini terealisasi, karena RAB anggaran dari Baznas Provinsi itu sebesar 25 juta rupiah. Sedangkan RAB yang kita tentukan sebesar 38 juta rupiah. Jadi untuk kekurangan kita akan berkolaborasi dengan para agnia,” pungkas Ari. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Dermaga Minim, Nelayan Jayanti Minta Pemerintah Bangun Pelabuhan

21e30920af4b5084f22da0d8344f16b2.jpg

KBRN, Jayanti : Nelayan pantai Jayanti Kabupaten Cianjur mengeluhkan minimnya sarana maupun prasarana dermaga, untuk tambatan perahu. Apalagi jumlah perahu para nelayan di pantai Cianjur Selatan ini, kian bertambah, sehingga dermaga yang ada tidak lagi cukup menampung perahu.

Hae, salah seorang nelayan pantai Jayanti Kabupaten Cianjur mengatakan, untuk memarkir perahu, nelayan terpaksa menggunakan lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pelelangan ikan (TPI). Bangunan TPI yang sudah tidak layak, dirubuhkan oleh para nelayan.

“Terpaksa merubuhkan bangunan TPI yang memang sudah mau ambruk. Kami swadaya untuk merubuhkan bangunan, dan menggunakan lahannya untuk parkir perahu. Karena ombak tinggi, jadi perahu di parkir di darat, sekaligus kalau ada perbaikan,”ucap Hae kepada RRI di saat ditemui di pantai Jayanti, Cidaun, Kabupaten Cianjur baru-baru ini.

Ia juga mengatakan, bukan hanya perahu milik nelayan di pantai Jayanti yang berlabuh di pesisir pantai.

“Sekarang perahu terus bertambah, ada sekitar ratusanlah perahunya. Bukan hanya nelayan Jayanti, tapi juga nelayan di luar Jayanti. Dermaganya kecil, terus sekarang tidak bisa menampung. Bahkan ada perahu nelayan yang ditambat hingga muara,”jelas dia.

Hae dan nelayan lainnya di Jayanti pun berharap, pemerintah daerah dapat segera membantu para nelayan membuat dermaga atau pelabuhan yang representative dan dapat menampung semua perahu. 

Bukan hanya itu, para nelayan pun minta sarana maupun prasarana juga dilengkapi, seperti salah satunya bangunan TPI yang sudah ambruk.

“Bangunan TPInya mau ambruk, bahaya kalau dipakai bisa ada korban. Kami berharap pemerintah dapat segera membangun pelabuhan atau dermaga, supaya kami tidak bingung mau nambat perahu. Apalagi saat ini gelombang tinggi, takut perahu terseret ombak,”pungkas dia.

Kolaborasi Bio Farma, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Universitas Padjajaran, Menuju Kedaulatan Pakan Hijauan Ternak

92264dcf2af226844221f1252540e0af.jpg

KBRN, Bandung: Bio Farma menggelar Seminar “Mewujudkan Kemandirian Peternak Melalui Kedaulatan Hijauan Makanan Ternak” sekaligus Launching Buku Panduan Budidaya Rumput Odot, Selasa (20/9/2022).

Acara yang digelar di Hotel Grand Mercure Bandung ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan membedah buku Panduan Budidaya rumput odot yang dihadiri oleh peserta dari kelompok peternak, dinas peternakan, mahasiswa, akademis, dan peserta lainnya dengan mendatangkan para narasumber yang kompeten di bidangnya

Buku Panduan Budidaya rumput odot tersebut di-launching langsung oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sigit Reliantoro, Kepala Pusat Riset Peternakan, Pertanian dan Pangan BRIN Tri Puji Priyatno dan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Bio Farma Suharta Wijaya. Buku ini disusun oleh 3 lembaga yaitu Bio Farma, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Buku ini disusun dalam rangka mendukung pengembangan budidaya rumput odot yang dapat digunakan oleh masyarakat peternak sebagai petunjuk dalam budidaya rumput odot mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, cara menanam, pemelliharaan, teknik panen, dan pengelolaan paska panen.

Kerjasama antara Bio Farma, BRIN, dan Unpad telah berhasil mengembangkan Hijauan Makanan Ternak berupa Rumput Odot/ Rumput BBU. Rumput odot memiliki nilai nutrisi terutama protein yang lebih besar daripada rumput biasa dengan kadar protein sampai 15%, dan dipakai sebagai pakan ternak ruminansia

Keberhasilan pengembangan budidaya rumput odot di Bio Farma, selanjutnya dikembangkan oleh masyarakat peternak di wilayah Kecamatan Cisarua, Parongpong, dan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran rumput odot pada kalangan peternak di wilayah tersebut menjadi solusi bagi mereka yang selama ini kesulitan mencari rumput dengan kualitas tinggi. Bio Farma berkomitmen untuk menciptakan kemandirian masyarakat yang tinggi dengan mengembangkan potensi Peternak Millenial Cikalong Wetan untuk dijadikan sebagai agen perubahan sesuai dengan slogan CSR Bio Farma No One Leave Behind.

Manajemen Risiko dan SDM Bio Farma Suharta Wijaya dalam sambutannya menyatakan bahwa Bio Farma akan terus mendukung dan berpartisipasi dalam mewujudkan ketahanan pangan secara nasional.

 “Serta terus meningkatkan program-program untuk pengembangan atau kontribusi kepada masyarakat,”ucap Suharta dalam keterangan yang diterima RRI Rabu, (21/9/2022).

Kepala Pusat Riset Peternakan, Pertanian dan Pangan BRIN Tri Puji Priyanto menyatakan piahaknya mengapresiasi kerjasama dengan Bio Farma.

 “Saya atas nama BRIN mengucapkan terima kasih kepada Bio Farma, Unpad yang telah berkolaborasi dalam riset penghijauan makanan ternak, karena ini baru pertama kali dalam penelitian. Melalui seminar ini kita mendapatkan ide-ide yang bagus untuk terobosan kedepan,”ucap dia.

Acara seminar ini, terdapat dua sesi yang dipandu oleh moderator Dr. Agus Rahmat, Drs. M.Pd selaku Rektor Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD, yaitu sesi pengantar dari penulis dan sesi pemaparan narasumber.

Seluruh narasumber menyatakan bahwa tidak ada keraguan dari rumput odot, karena salah satu fokusnya adalah memasukkan masalah masyarakat menjadi kebijakan perusahaan. Di penghujung acara, terdapat beberapa peternak yang melakukan sharing session atas keberhasilan ternak rumput odot mereka.

Sebelum adanya edukasi dan penyuluhan dari Bio Farma terkait rumput odot, mereka cukup lama membutuhkan waktu untuk mendapatkan rumput, namun semenjak ada rumput odot ini sangat membantu mereka dalam beternak. Kerjasama antara Bio Farma, BRIN, dan Unpad banyak diberi apresiasi atas creative action yang membumi dengan dampak signifikan terhadap ekonomi peternak melalui penanaman odot.

Wagub Jabar Dorong Pembangunan SPBN di Wilayah Dermaga

0271358e55003e9230006744668fc7a0.jpeg

KBRN, Bandung: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong perusahaan migas dan Pertamina untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di daerah-daerah pesisir. Tujuannya guna memudahkan nelayan mendapatkan solar bersubsidi.

Menurut Wagub Jabar,  nelayan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi, khususnya solar yang menjadi bahan bakar utama untuk melaut.

Wagub  juga menuturkan, banyak nelayan terpaksa tidak melaut hingga berminggu-minggu karena tidak mendapatkan BBM bersubsidi.

“Sebelum ada kenaikan (BBM), biasanya mereka (nelayan) agak kesulitan untuk mendapatkan BBM khususnya solar, kemudian ditambah sekarang ada kenaikan, lebih sulit lagi,” ucap Uu  usai Rapat Koordinasi Rencana Penyaluran BBM bagi Nelayan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/9/2022).

“Sekalipun diperbolehkan dengan kartu mereka membeli solar bersubsidi, tetapi mereka ngantri dan mereka jauh dari dermaga. Oleh karena itu, saya minta kepada pihak migas ataupun Pertamina untuk membangun SPBN yang ada di wilayah-wilayah yang barusan disampaikan itu untuk dibangun,” tuturnya.

Meskipun kebutuhan SPBN sangat banyak, Pak Uu menuturkan bahwa, setidaknya, pembangunan dapat diutamakan bagi daerah-daerah pelabuhan aktif, seperti Pangandaran, Bekasi, wilayah pantai utara dan wilayah pantai selatan.

“Kami agak sedikit memaksa untuk membangun SPBN ini. Mudah-mudahan mereka (perusahaan migas dan Pertamina) punya keinginan ataupun niat baik sesuai dengan keinginan kami dan keinginan para nelayan,” tuturnya.

Selain ketersediaan bahan bakar bersubsidi, Pak Uu juga mengatakan bahwa permasalahan para nelayan mencakup kurangnya dermaga di berbagai tempat, serta sulitnya mendapatkan modal melaut, sehingga banyak dari para nelayan terjerat hutang kepada rentenir. Ia menegaskan, Pemda Provinsi Jabar sudah mengambil langkah-langkah guna mengurai kebutuhan para nelayan tersebut.

Untuk dermaga, kata Pak Uu, pihaknya akan mengutamakan pembangunan di wilayah prioritas karena mayoritas tidak membutuhkan dermaga besar, sehingga dapat diupayakan sesuai kemampuan Pemda Provinsi Jabar.

Sedangkan untuk menanggulangi hutang kepada rentenir, Pemda Provinsi Jabar  melibatkan pihak perbankan untuk membantu para nelayan.

“Kebutuhan tentang dermaga, ini sudah diinventarisasi karena kebutuhannya sangat banyak, diambil skala prioritas yang akan dibangun sesuai dengan kemampuan kami di berbagai tempat,” ucap Pak Uu.

“Kami sudah dapat izin dari Pak Gubernur untuk mengundang pihak perbankan yang ada di wilayah Jabar, baik bank bjb ataupun perbankan lainnya, untuk diminta memberikan kebijakan dan perhatian kepada nelayan di saat mereka mau melaut, supaya tidak seperti itu (berhutang pada rentenir),” imbuhnya.

Pabrik Printer Epson Beralih ke Listrik Terbarukan

wp-1663667510239.jpg

review1st.com – Seiko Epson Corp. hari ini mengumumkan bahwa listrik yang digunakan di salah satu anak perusahaan manufaktur printer terkemuka PT Indonesia Epson Industry (IEI) mulai sekarang akan dihasilkan dari sumber energi biomassa terbarukan.

Transisi ke listrik terbarukan ini terjadi setelah kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juli lalu dengan pemasok listrik lokal yang baru saja mulai beralih dari batu bara ke energi biomassa.

IEI, yang merupakan pelanggan pertama perusahaan listrik yang mengubah ke biomassa, menggunakan sekitar 37 GWh listrik per tahun dan akan membutuhkan sekitar 22.828 ton bahan bakar biomassa pertahunnya.

Energi yang digunakan untuk pembangkit listrik berasal dari sumber energi alam termasuk
cangkang sawit yang terbentuk dari banyaknya pohon-pohon sawit di daerah tersebut.

Cangkang sawit dihasilkan setelah kelapa sawit diekstraksi dan sebelumnya dianggap sebagai limbah.

Namun, baru saja dilihat sebagai sumber yang baik untuk bahan bakar biomassa karena mudah terbakar pada suhu tinggi dikarenakan airnya yang rendah dan kandungan kalori yang tinggi.

Dalam Visi Lingkungan yang ditetapkan pada tahun 2021, Epson berkomitmen untuk dapat bebas karbon dan sumber daya bawah tanah pada tahun 2050.

Untuk mencapai tujuan dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, Epson telah memposisikan penggunaan listrik terbarukan sebagai tindakan utama dalam skema pencapaian Target Berbasis Sains 2025.

Oleh karena itu, perusahaan telah menetapkan tujuan Utama untuk mengubah 100% listrik terbarukan di seluruh dunia pada tahun 2023.

Untuk mencapai hal ini, Epson secara berkelanjutan mengubah situsnya di seluruh dunia menggunakan sumber termasuk panel surya besar, panas bumi, dan pembangkit listrik tenaga air berdasarkan karakteristik wilayah.

“Kami bangga dapat menyelesaikan transisi ke bahan bakar biomassa,” kata Emile Pattiwael, presiden IEI.

“Epson hanyalah sebuah perusahaan, tetapi kami telah menunjukkan bagaimana kami dapat berkontribusi pada keberlanjutan dengan bekerja sama dengan mitra untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Kami sangat mendorong perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa.” lanjut Emile Pattiwael, presiden IEI.

Recent Posts