Beranda blog Halaman 147

Pemkab Subang Tingkatkan Transparansi dengan SIRUP 2025

Pemkab Subang Tingkatkan Transparansi dengan SIRUP 2025
Foto: mediajabar.com

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang terus berkomitmen menciptakan sistem pengadaan barang dan jasa yang transparan serta akuntabel. Hal ini ditegaskan dalam acara “Transparansi dan Akuntabilitas Pengadaan Barang/Jasa Melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kabupaten Subang 2025” yang digelar di Aula Pemda Subang.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, didampingi Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, menekankan bahwa SIRUP bukan sekadar alat administrasi, tetapi langkah strategis untuk membangun pemerintahan yang bersih dan terbuka.

“Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar jargon. SIRUP hadir agar seluruh proses pengadaan barang/jasa di Kabupaten Subang bisa diakses publik, sehingga tidak ada celah bagi praktik yang tidak sehat,” ujar Kang Rey dalam sambutannya.

Mendorong Pengadaan yang Efisien dan Akuntabel

Kegiatan ini merujuk pada Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan adanya SIRUP, masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih mudah memantau proses pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Kepala Bagian UKPBJ Kabupaten Subang, Hj. Eva Dahlia, A.KS., M.AP, mengungkapkan bahwa sistem ini bertujuan mempercepat pengadaan sekaligus meningkatkan Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Berikut beberapa capaian UKPBJ Kabupaten Subang:

✅ Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) masuk kategori Baik dengan nilai 82,14. ✅ Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK dalam sektor pengadaan barang/jasa memperoleh skor 78,93. ✅ Tingkat kematangan organisasi UKPBJ telah mencapai level 3 (Proaktif). ✅ Realisasi Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai 96,20% dari komitmen belanja pengadaan.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Subang memberikan UKPBJ Award 2025 kepada instansi yang mengimplementasikan sistem pengadaan elektronik secara optimal.

Penerima UKPBJ Award 2025

Kategori OPD:

  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Badan Pendapatan Daerah
  • Dinas Perikanan

Kategori Kecamatan:

  • Kecamatan Serangpanjang
  • Kecamatan Kalijati
  • Kecamatan Subang

Kategori UPTD Puskesmas:

  • Puskesmas Batangsari
  • Puskesmas Ciasem
  • Puskesmas Jalancagak

Pemkab Subang Tegaskan Pengadaan yang Adil

Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diprioritaskan dalam proyek pengadaan barang/jasa.

“Semua harus sesuai aturan. Jika ada yang mengatasnamakan saya untuk mendapatkan proyek, saya pastikan itu tidak benar. Dan orang tersebut harus menghadap saya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh OPD untuk segera menginput dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025 melalui SIRUP paling lambat 31 Maret 2025. Selain itu, minimal 40% dari anggaran belanja barang/jasa harus dialokasikan untuk produk dalam negeri.

Sebagai penutup, Kang Rey menekankan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“APBD kita terbatas, jadi kita harus fokus pada prioritas utama seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Dengan sistem yang transparan dan perencanaan yang matang, saya yakin kita bisa menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Subang dalam lima tahun ke depan,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, perwakilan Forkopimda Subang, para kepala OPD, camat, kepala puskesmas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pimpinan BUMN/D se-Kabupaten Subang.

Safari Ramadhan Subang: Santunan, Infrastruktur, dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Safari Ramadhan Subang: Santunan, Infrastruktur, dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Foto: peraknew.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita B.R., S.IP., bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., menghadiri Safari Ramadhan 1446 H/2025 M di Kantor Kecamatan Tanjungsiang pada Selasa (18/03/2025). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Subang.

Camat Tanjungsiang, Agus Saepulah, S.E., Kp., menegaskan dukungan penuh masyarakat terhadap program pembangunan yang dicanangkan oleh Kang Rey dan Kang Akur. “Alhamdulillah, meskipun Kecamatan Tanjungsiang berada di ujung Kabupaten Subang, kami tetap berkomitmen mendukung program ‘NGABRET’ Bupati dan Wakil Bupati Subang,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemkab Subang bersama Baznas Subang menyalurkan santunan dan paket sembako kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada 10 penerima dari total 50 orang yang terdaftar. Selain itu, Pemkab Subang dan Bank BJB turut menyerahkan bantuan berupa karpet dan mikrofon nirkabel untuk Masjid Besar Baittul Muslimin.

Kantor Kemenag Subang juga berkontribusi dengan menyerahkan 20 eksemplar mushaf Al-Qur’an yang kemudian didistribusikan ke Masjid An-Nur Tanjungsiang. Sebagai simbol penghormatan terhadap kearifan lokal, Camat Tanjungsiang memberikan miniatur Golok Barlen kepada Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Dalam sambutannya, Kang Rey menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Subang. “Tahun ini merupakan awal kepemimpinan kami, dan alhamdulillah dimulai di bulan Ramadan. Saya memohon doa dan dukungan agar kita bisa bersama-sama mewujudkan perubahan positif bagi Kabupaten Subang,” tuturnya.

Salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan. Kang Rey menargetkan bahwa pada tahun 2027, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak. “Ini PR besar bagi kami. Dalam dua tahun kepemimpinan ini, saya berkomitmen menuntaskan permasalahan infrastruktur jalan di Subang. Targetnya, tahun 2027 tidak ada lagi jalan rusak seperti sekarang ini,” tegasnya.

Selain infrastruktur, peningkatan pelayanan publik juga menjadi perhatian utama. Ia meminta camat dan kepala desa untuk memberikan layanan administrasi kependudukan secara maksimal. “Saya tidak mau lagi mendengar ada warga yang harus membayar sejumlah uang untuk membuat KTP dan KK. Ini pelayanan dasar yang harus diberikan dengan baik,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Wakil Ketua TP PKK, Ketua DPRD, Kapolres Subang, Kepala Kemenag Kabupaten Subang, perwakilan Forkopimda, anggota DPRD Subang, Ketua TPPD, para kepala OPD, camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

PHRI Subang Bagikan 2.000 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

PHRI Subang Bagikan 2.000 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
Foto:www.kotasubang.com

Subang – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Subang kembali menggelar aksi berbagi di bulan suci. Bertajuk PHRI Subang Berbagi 2.000 Takjil, kegiatan ini berlangsung pada Rabu (19/3/2025) dengan dukungan dari berbagai pihak.

Takjil yang dibagikan merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Subang, Dharmawanita Kabupaten Subang, UMKM binaan PLUT KUMKM Subang, KADIN Subang, MT Raudhatunnisa, SBI, Satpoldam, Bank Subang, Perumda TRS, serta jaringan hotel dan restoran anggota PHRI Subang.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Ega Anjani Reynaldy, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., serta Ketua DWP Kabupaten Subang, Hj. Siti Nuraeni Nuroni.

Ketua PHRI Subang, Hj. Ratna Setiawan, menyampaikan bahwa aksi berbagi ini adalah agenda tahunan yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Insyaallah, kami akan terus berbagi. Ini adalah tradisi tahunan untuk menyalurkan kebahagiaan di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ratna juga berharap agar PHRI dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam membangkitkan sektor pariwisata di Subang yang tengah lesu.

Pada kesempatan ini, panitia juga menyerahkan santunan kepada 75 penerima, yang secara simbolis diberikan kepada 10 perwakilan. Santunan diserahkan langsung oleh Sekda Subang, Ketua TP PKK, dan Ketua PHRI Subang.

Mewakili Bupati Subang yang sedang meninjau banjir di Desa Patimban, Sekda Subang H. Asep Nuroni menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Insyaallah, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi sosial seperti ini sangat tepat dilakukan di bulan Ramadhan untuk meningkatkan kepedulian sosial.

“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Semoga kegiatan ini mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa 2.000 takjil yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi yang memberi.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Ari mengenai keutamaan bulan Ramadhan, sebelum ditutup dengan pembagian takjil kepada masyarakat.

Dedi Mulyadi Kecewa: Pengerukan Sungai Bekasi Terhenti Tanpa Kejelasan

Dedi Mulyadi Kecewa: Pengerukan Sungai Bekasi Terhenti Tanpa Kejelasan

suarasubang.com – Dedi Mulyadi merasa kecewa setelah mengetahui eskavator yang sebelumnya dikerahkan untuk mengeruk Sungai Bekasi kini tak lagi beroperasi. Temuan itu ia dapati saat meninjau kembali lokasi banjir.

Saat tiba di lokasi, Dedi berharap pengerukan masih berjalan. Namun, ia justru terkejut ketika warga menginformasikan bahwa alat berat tersebut sudah tak ada di tempat. “Kemarin mesinnya di situ, sekarang kemana?” tanyanya kepada warga, seperti dikutip dari KDM Channel, Senin (17/3/2025). Warga pun menjawab bahwa setelah dirinya pergi, eskavator itu juga ikut menghilang.

Merasa ada yang janggal, Dedi segera menghubungi seseorang untuk mencari tahu alasan penghentian pengerukan. Menurutnya, pengerjaan seharusnya tetap berjalan karena proyek tersebut bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Namun, ia justru mendapat informasi bahwa pengerjaan baru akan berlanjut setelah rapat hari Senin.

“Kan tinggal diterusin, saya ini cuma ngasih contoh. Ini pengabdian pada negara dan masyarakat, bukan sekadar proyek,” tegas Dedi dalam percakapan telepon.

Orang yang dihubungi Dedi menyebutkan bahwa penghentian pengerukan merupakan keputusan kontraktor. Mendengar hal itu, Dedi pun geram dan mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut. Ia juga mendapat laporan bahwa kontraktor sudah dua hari tidak mengerahkan alat beratnya.

“Kalau dapat kontraktor yang model begini, kerja sama saja dengan tentara,” ujar Dedi dengan nada kesal.

Lebih lanjut, Dedi mencurigai bahwa penghentian pengerukan bukan hanya soal kepemilikan tanah, tetapi juga ada faktor administrasi yang menghambat proyek. Kontraktor diketahui baru memperpanjang kontraknya hingga tahun 2024 dan masih menunggu rapat untuk melanjutkan pekerjaan.

“Kalau menghadapi banjir cuma pakai administrasi, gak akan selesai-selesai. Perlu tindakan yang lebih berani,” tegas Dedi. Ia bahkan menyarankan agar kontraktor yang lamban dan tidak bertanggung jawab segera diblacklist agar tidak menghambat proyek penting seperti ini.

Polres Subang Gelar Sholat Ghaib untuk Tiga Anggota Polri yang Gugur

Polres Subang Gelar Sholat Ghaib untuk Tiga Anggota Polri yang Gugur

Subang – Sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama, Polres Subang menggelar sholat ghaib untuk tiga anggota Polri yang gugur saat bertugas di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (18/03) di Masjid Al-Furqon Polres Subang dan diikuti oleh seluruh personel, mulai dari perwira, bintara, hingga staf.

Ketiga anggota Polri tersebut gugur saat menjalankan tugas pengamanan di wilayah tersebut. Mereka dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan amanahnya. Kehilangan mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri.

Selain sholat ghaib, acara ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustaz dan diikuti oleh seluruh peserta. Doa dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta agar arwah para almarhum mendapatkan ampunan dan kedamaian.

Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri akan pentingnya pengabdian dan kesetiaan dalam menjalankan tugas, sekaligus mempererat solidaritas di antara mereka.

“Kami berharap semangat pengabdian para almarhum terus menginspirasi anggota Polri lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu.

Polres Subang juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan ketiga almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dinkes Subang Siagakan 850 Nakes di 10 Posko Kesehatan untuk Pemudik Lebaran

Dinkes Subang Siagakan 850 Nakes di 10 Posko Kesehatan untuk Pemudik Lebaran

Subang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang siap memberikan layanan terbaik bagi para pemudik dengan menerjunkan 850 tenaga kesehatan (nakes). Mereka akan bertugas di 10 posko kesehatan yang tersebar di sepanjang jalur mudik Subang. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2025, memastikan pemudik mendapatkan layanan kesehatan yang optimal selama perjalanan.

Posko Kesehatan Siaga 17 Hari

Pos pelayanan kesehatan ini akan beroperasi selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 9 April 2025. Pemudik dan masyarakat yang merayakan libur Lebaran dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan pertolongan medis jika dibutuhkan.

Kepala Dinkes Kabupaten Subang, dr Maxi, S.H, M.HKes, menyebutkan bahwa 10 posko kesehatan tersebut tersebar di wilayah selatan, tengah, dan utara Subang. Lokasi posko meliputi Asstro Highland Ciater, Simpang Ciater, Jalan Lingkar Cagak, Rest Area KM 86 A-B, Rest Area KM 102 A-B Tol Astra Cipali, Gamon, Panorama, dan Sewoharjo.

Layanan Lengkap dengan Tim Medis Profesional

Setiap posko akan dilengkapi ambulans, sopir ambulans, dokter, bidan, apoteker, dan perawat. Total ada lima tenaga kesehatan yang bertugas secara bergilir, sehingga pelayanan tetap optimal sepanjang periode mudik dan balik Lebaran.

Tak hanya posko kesehatan, Dinkes Subang juga menyiapkan 40 puskesmas yang akan beroperasi 24 jam nonstop. Hal ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi pemudik yang memerlukan pertolongan darurat di berbagai titik.

Tim Mobile dan Hotline PSC 119 Siap Siaga

Sebagai bentuk kesiapan tambahan, Dinkes Subang juga menyiagakan tim mobile yang dilengkapi dengan tiga ambulans. Selain itu, hotline PSC 119 akan aktif selama 24 jam dan terhubung langsung dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) di seluruh puskesmas.

“Target kami, dalam 5-10 menit tim sudah tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan medis,” ujar dr Maxi.

Dengan kesiapan ini, diharapkan perjalanan mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi semua pemudik yang melintas di Kabupaten Subang.

DAHANA Berbagi Kebahagiaan: Bukber Bersama Anak Yatim di Yayasan Daarul Hijrah

Subang – Tatali Wargi DAHANA menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dengan anak-anak yatim di Yayasan Panti Asuhan Daarul Hijrah Subang pada Senin, 17 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program DAHSYAT (DAHANA Sayang Anak Yatim) sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Ketua Umum Tatali Wargi DAHANA, Fera Churairah, menegaskan bahwa program DAHSYAT bukan sekadar ajang berbagi, tetapi juga membangun ikatan silaturahmi antara perusahaan, masyarakat, dan anak-anak yatim. Menurutnya, semakin banyak berbagi, semakin besar pula keberkahan yang diperoleh.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Bidang Sosial Tatali Wargi DAHANA, Herni Kohara, Ketua Bidang Ekonomi Tatali Wargi DAHANA, Erwin Yuitasari, serta para pengurus lainnya. Dalam kesempatan ini, DAHANA juga berkolaborasi dengan unit Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) untuk memberikan bantuan yang lebih luas.

Program DAHSYAT tidak hanya sebatas buka puasa bersama. DAHANA turut memberikan berbagai bantuan kepada Yayasan Panti Asuhan Daarul Hijrah, termasuk renovasi dan pengecatan panti, penyediaan tempat tidur susun, serta pembangunan fasilitas air bersih. Bantuan lainnya mencakup santunan, peralatan sekolah, bingkisan untuk anak asuh, serta dukungan operasional bagi pengurus yayasan. Kebutuhan pokok seperti sembako dan perlengkapan ibadah juga disalurkan demi meningkatkan kesejahteraan anak-anak di panti.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Daarul Hijrah, Ustadz Sukardi, mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran dan kepedulian PT DAHANA. Ia menyebut anak-anak asuhnya sangat antusias sejak mendengar rencana silaturahmi ini. Ia pun mendoakan agar DAHANA semakin maju dan sukses.

Salah satu anak asuh, Robi Zidni Elprasetyo, turut menyampaikan rasa syukur dan harapannya. “Semoga Ramadan ini membawa berkah bagi kita semua, dan PT DAHANA terus berkembang serta memberikan manfaat lebih luas lagi,” ujarnya penuh harap.

Wakil Bupati Subang Tinjau Normalisasi Irigasi di Kecamatan Dawuan, Dorong Kolaborasi Masyarakat

Subang – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, turun langsung meninjau kegiatan normalisasi dan pembersihan sampah di saluran irigasi Kecamatan Dawuan pada Selasa (18/03). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif menghadapi curah hujan tinggi di Kabupaten Subang.

Dalam kunjungan tersebut, Kang Akur didampingi oleh Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Hidayat, S.Ag., M.Si., serta Camat Dawuan dan jajaran. Mereka bersama-sama membersihkan aliran irigasi yang mengaliri Desa Curug Agung, Desa Jambelaer, Desa Margasari, dan Desa Cisampih.

Turut berpartisipasi dalam aksi gotong royong ini, Kang Akur mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat langsung. “Saya mewakili Pak Bupati ikut bergotong royong bersama masyarakat dalam kegiatan yang digagas Kecamatan Dawuan. Ini adalah inisiatif murni hasil kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah tanpa anggaran khusus,” ujarnya.

Normalisasi dan pembersihan sampah ini dinilai krusial karena saluran irigasi Dawuan memiliki peran strategis dalam mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah. “Saluran irigasi Curug Agung mengalami penyempitan, padahal panjangnya mencapai 19 kilometer dari Curug Agung ke Manyeti. Akibatnya, debit air berkurang sehingga perlu dilakukan normalisasi. Ini baru tahap awal, masih banyak titik lain yang perlu ditangani,” jelasnya.

Kang Akur juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang tetap tinggi meskipun di bulan Ramadan. Ia berharap kegiatan serupa bisa diperluas ke daerah lain di Kabupaten Subang. “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya masyarakat Kecamatan Dawuan. Semoga gerakan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Usai meninjau proses normalisasi yang melibatkan satu alat berat, Kang Akur turut melakukan penanaman pohon Jabon sebagai bagian dari upaya penghijauan di Kecamatan Dawuan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyempatkan diri berkunjung ke SMKN 1 Dawuan untuk berdialog dengan tenaga pengajar dan memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat dalam meraih cita-cita mereka.

Dedi Mulyadi Terbitkan Pergub Baru: Stop Alih Fungsi Hutan, Sawah, dan Sungai!

Dedi Mulyadi Terbitkan Pergub Baru: Stop Alih Fungsi Hutan, Sawah, dan Sungai!
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kuasa menahan tangis ketika melihat alih guna lahan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Alih guna lahan ini menjadi pemicu banjir berulang di kawasan berhawa dingin tersebut. © KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN

subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) baru yang melarang alih fungsi lahan di wilayahnya. Aturan ini mencakup perlindungan terhadap hutan, perkebunan, persawahan, danau, serta sungai agar tidak dialihkan menjadi fungsi lain.

Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas panen beras di Jawa Barat. “Pergub ini akan berdampak pada seluruh regulasi perizinan di Jawa Barat dan diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan secara signifikan,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (17/03/2025).

Penertiban Lahan di Bantaran Sungai

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut menegaskan bahwa pemerintah akan menertibkan 124 bidang tanah dan bangunan di bantaran Kali Bekasi. Penertiban ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai sesuai peruntukannya.

“Semua bangunan yang berada di badan dan sempadan sungai harus ditertibkan,” kata Nusron.

Proses penertiban akan dilakukan dengan dua skema. Pertama, bagi bangunan tanpa Sertifikat Hak Milik (SHM), penertiban akan dilakukan secara manusiawi dengan pemberian uang kerahiman. Sementara itu, bangunan dengan SHM akan dibebaskan dengan skema ganti rugi oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Pengelolaan Tanah yang Sudah Dibebaskan

Setelah lahan dibebaskan, pemerintah akan menerbitkan Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Kementerian PU atau Perum Jasa Tirta. Hal ini disesuaikan dengan pengelolaan wilayah sungai di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

“Jika sungai dikelola BBWS, maka HPL akan diterbitkan atas nama PU atau SDA. Jika berada di bawah Perum Jasa Tirta, hak atas tanah akan dikeluarkan atas nama Jasa Tirta,” jelas Nusron.

Revitalisasi Situ dan Irigasi

Selain penertiban lahan di bantaran sungai, pemerintah juga akan merevitalisasi situ yang telah punah dan diklaim sebagai tanah timbul. Data menunjukkan, terdapat 32 situ di wilayah Bekasi dan Bogor yang telah hilang akibat alih fungsi lahan.

“Kami juga akan melakukan revitalisasi irigasi dan bendungan guna memastikan ketersediaan air bagi pertanian dan lingkungan,” tambah Nusron.

Dengan kebijakan ini, diharapkan keberlanjutan ekosistem dan ketahanan pangan di Jawa Barat dapat tetap terjaga.

Insentif Guru Ngaji di Subang Tak Kunjung Cair, Fraksi PKB Desak Pemerintah Segera Bertindak

Insentif Guru Ngaji di Subang Tak Kunjung Cair, Fraksi PKB Desak Pemerintah Segera Bertindak
pijiranralkyat com

Subang – Polemik pencairan insentif bagi ribuan guru ngaji di Kabupaten Subang terus bergulir tanpa kejelasan. Hingga pertengahan Ramadan 2025, bantuan yang biasanya diberikan menjelang Idulfitri itu belum juga diterima oleh para penerima hak. Ketua DPC PKB Subang, Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengutak-atik anggaran untuk insentif guru ngaji dengan alasan apa pun, termasuk efisiensi.

“Jangan ganggu alokasi anggaran untuk guru ngaji dengan alasan apa pun, termasuk efisiensi anggaran,” ujar Zaenal dalam acara Silaturahmi Ramadan DPC PKB Subang di Jl. Otista, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Subang, Senin, 17 Maret 2025.

Zaenal, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Subang, menyoroti pentingnya peran guru ngaji dalam menjaga moral masyarakat. Menurutnya, mereka bukan hanya pendidik, tetapi juga benteng moral di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Mereka adalah pejuang tanpa pamrih yang terus mendidik masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam menjaga nilai-nilai moral,” tegasnya.

Oleh karena itu, Zaenal menekankan bahwa negara wajib hadir untuk mendukung kesejahteraan mereka. Bahkan, idealnya insentif tersebut tidak hanya diberikan tepat waktu, tetapi juga ditingkatkan setiap tahunnya hingga mencapai jumlah yang layak.

“Bukan malah hilang!” tegasnya lagi.

Dalam beberapa tahun terakhir, insentif ini selalu dicairkan menjelang Idulfitri. Namun, munculnya Surat Edaran Gubernur terkait efisiensi anggaran tahun ini diduga menjadi penyebab tertundanya pencairan dana tersebut. Meski demikian, Zaenal memastikan Fraksi PKB Subang akan terus mengawal dan memperjuangkan hak para guru ngaji agar insentif segera diberikan.

Recent Posts