Beranda blog Halaman 117

Solidaritas untuk Palestina: Ribuan Warga Subang Siap Padati Alun-Alun dalam Konser Amal dan Aksi Bela Palestina

Aksi Bela Palestina Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Ribuan warga Subang diperkirakan akan memadati Alun-Alun Kota Subang pada Ahad, 22 Juni 2025. Mereka akan mengikuti Aksi Bela Palestina dan Konser Amal yang digelar oleh Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB).

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Subang dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat terhadap isu kemanusiaan global.

Band Wali akan tampil sebagai bintang tamu utama. Konser ini menjadi sorotan karena menggabungkan hiburan dan kepedulian, mengajak masyarakat merenungkan penderitaan rakyat Palestina sambil menguatkan rasa empati bersama.

Ketua Yayasan BMB, Cecep Muhram Mubarok, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu dalam semangat kemanusiaan. “Kami mengajak pondok pesantren, organisasi sosial, hingga warga umum untuk turut serta,” ujar Cecep.

Aksi akan diawali sejak pagi dengan Shalat Subuh berjamaah dan dzikir bersama di Masjid Agung Al-Musabaqoh. Setelahnya, rangkaian kegiatan sosial dan hiburan bernuansa kepedulian akan menyusul sepanjang hari.

Panitia juga membuka kesempatan donasi melalui rekening resmi:

Rekening Donasi: a.n. Assyifa Peduli Palestina
BSI (Bank Syariah Indonesia): 7301652032
Konfirmasi Donasi: Ressa – 0853 2059 5056

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak panitia:
Kodar – 0858 6109 2922, Amar – 0851 4126 5465, Juli – 0859 4094 1357.

Mari hadir, bersatu dalam doa, dan berbagi harapan untuk Palestina. Kecil bagi kita, berarti besar untuk mereka.

Kompensasi UMKM Dawuan Kaler: Komitmen Pemkab Subang Jaga Keadilan

kompensasi UMKM Subang terdampak penertiban
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan kepedulian terhadap para pelaku UMKM yang terdampak penertiban bangunan liar di Desa Dawuan Kaler. Kompensasi secara simbolis diberikan langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, di Rumah Dinas Bupati pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Langkah penertiban ini merupakan bagian dari program penataan kawasan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Bangunan yang ditertibkan berdiri di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal aturan. Lebih dari itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, terutama nasib warga yang terdampak.

“Saya ingin seluruh wilayah Subang tertata, tertib, rapi, dan nyaman. Seperti yang telah dilakukan Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat,” ujar Kang Rey.

Ia juga memastikan bahwa data para pedagang terdampak telah dicatat dengan rapi. Mereka akan menjadi prioritas utama jika nantinya tersedia lokasi usaha yang legal dan sesuai peraturan.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi atas kesadaran hukum warga. Melalui pesan yang disampaikan kepada Kang Rey, ia menyampaikan harapan agar langkah ini memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kang Rey menutup sambutannya dengan harapan, agar kompensasi ini bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat langsung bagi warga yang kehilangan tempat usaha.

Acara penyerahan kompensasi ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, termasuk Sekda Kabupaten Subang, Asisten Daerah I, Kepala Badan Kesbangpol, Kasatpol PP, Camat Dawuan dan Muspika, Kapolsek, serta Kepala Desa Dawuan Kaler.

Subang Siapkan SDM Lokal dengan Pelatihan Bahasa Mandarin Sambut Kehadiran Pabrik BYD

pelatihan bahasa Mandarin Subang
Foto: investor.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang tengah serius mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menyambut hadirnya pabrik mobil listrik asal Tiongkok, BYD. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Subang, pelatihan bahasa Mandarin khusus diselenggarakan bagi warga setempat.

Pelatihan ini bukan sekadar program biasa. Kepala UPTD Disnakertrans Subang, Ucu Kuswandi, menyebutkan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis agar masyarakat Subang mampu bersaing dalam proses rekrutmen kerja pabrik BYD nantinya.

Minat masyarakat cukup tinggi. Ratusan warga mendaftar pelatihan ini secara online. Namun, hanya 32 orang terpilih setelah melewati serangkaian tahap seleksi ketat. Mereka inilah yang kini mendapat kesempatan belajar langsung bahasa Mandarin.

Salah satu peserta, Sehril, menyatakan optimisme dan harapannya terhadap pelatihan ini. Ia yakin, kemampuan bahasa Mandarin akan menjadi modal penting untuk bisa bergabung di pabrik BYD.

“Ini peluang besar. Saya berharap bisa kerja di BYD dan menguasai bahasa Mandarin,” ujar Sehril penuh semangat.

Kehadiran pabrik BYD di Subang bukan hal kecil. Dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun, proyek ini menjadi salah satu investasi asing terbesar di Jawa Barat. Saat ini, pembangunan pabrik sudah mencapai 30%.

Pabrik tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Tak tanggung-tanggung, sekitar 18.000 lowongan pekerjaan akan dibuka, menjadi peluang besar bagi tenaga kerja lokal yang siap bersaing.

Subang Siap Jadi Kawasan Ramah Investasi: Kang Rey Jamin Keamanan Investor

investasi aman di Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, yang akrab disapa Kang Rey, menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan berinvestasi di wilayahnya. Komitmen ini ditegaskan usai penandatanganan nota kesepakatan bersama Kapolres Subang mengenai sinergi keamanan dan ketertiban.

Penandatanganan ini berlangsung pada Jumat (16/5/2025) di Gedung Pakuan, Bandung, dalam Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah dan Kapolres se-Jawa Barat. Kesepakatan serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Tak ada keberhasilan yang bisa diraih sendirian. Kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar Rudi.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto mengutip filosofi Jawa “Toto Tentrem Kerto Raharjo”, yang berarti tertib dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menambahkan pentingnya penanganan persoalan sosial sejak dini. Ia menyoroti masalah lingkungan, kenakalan remaja, dan lalu lintas sebagai faktor penting dalam membangun masyarakat produktif.

“Kalau masyarakat tetap konsumtif, kita bisa kehilangan generasi. Harus ada perubahan mindset menuju produktivitas,” tegas KDM.

Bupati Kang Rey menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut MoU ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas daerah sekaligus menarik minat investor.

“Sinergi dengan kepolisian sangat penting. Rasa aman adalah syarat utama tumbuhnya investasi. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga demi ekonomi daerah,” jelas Kang Rey.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang siap memberikan jaminan keamanan bagi investor. Langkah tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu stabilitas investasi.

“Saya pastikan Subang aman dan nyaman. Saya dan Pak Kapolres siap bertindak terhadap siapa saja yang mencoba mengganggu investasi,” pungkasnya.

Acara penting ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, jajaran Kepala OPD, serta pejabat tinggi dari berbagai instansi di Jawa Barat.

Aksi Bersih Irigasi di Subang, Kolaborasi Nyata Demi Kelestarian Air

bersih-bersih irigasi Subang
Foto: www.indometro.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bersama Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, dan Tim Lapangan OP DI BBWS, dilakukan kegiatan bersih-bersih di daerah irigasi SS Cabang Bungur, Pamanukan seksi Binong.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 55 orang. Mereka membersihkan gulma seperti eceng gondok dan tanaman liar lainnya menggunakan alat caduk serta mesin rumput. Fokus pembersihan adalah badan saluran sekunder dan sempadan irigasi.

Tujuannya jelas: memastikan kelancaran aliran air menuju lahan pertanian di wilayah Sukasari, Anggasari, dan Tegalurung. Total luas sawah yang bergantung pada aliran ini mencapai sekitar 5.725 hektar.

Arsa, petugas lapangan dari BBWS, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas instansi ini. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi di lapangan antara DLH, kecamatan, dan desa menjadi langkah positif untuk menjaga keberlanjutan irigasi.

“Kami juga berterima kasih kepada Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) yang ikut terlibat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan kami siap berkoordinasi ke depannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Cece Rahman dari DLH Subang menyampaikan ajakan kepada seluruh pegawai BBWS dan masyarakat untuk bergerak cepat dalam menjaga lingkungan.

“Ngabret dalam aksi nyata bersih sungai, irigasi, dan pantai di Subang utara agar wilayah kita bersih dan lestari,” tegasnya.

PELITA: Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Pendidikan yang Relevan

program PELITA pendidikan lingkungan anak
Foto: www.ruangenergi.com

Subang – Suara riang anak-anak berpadu dengan dentingan botol plastik dan gemerisik kardus bekas. Suasana pagi di lapangan sekolah ini bukan sekadar ceria, tapi juga sarat makna. Di sinilah semangat belajar yang mencintai bumi tumbuh subur, berkat Program Pendidikan Lingkungan untuk Anak (PELITA).

Diluncurkan pada 2017 oleh Pertamina EP Subang Field Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, PELITA menjadi pelopor pendidikan lingkungan sejak usia dini. Dimulai dari PAUD di Desa Muktijaya, Karawang, program ini terus berkembang hingga menjangkau lebih dari 1.600 sekolah. Kurikulum tematik pengelolaan sampah kini menjadi muatan lokal yang diadopsi secara luas, berkat dukungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang.

Tak berhenti di pendidikan formal, PELITA menjangkau lembaga keagamaan dan pendidikan di berbagai daerah seperti Majalengka, Bekasi, Depok, Purwakarta, Subang, dan Indramayu. Hingga 2024, program ini telah hadir di 40 lembaga lintas kabupaten, menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan merata.

Lebih dari sekadar edukasi, PELITA mendorong perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah. Berbagai inovasi pun lahir, seperti replikasi kurikulum PAUD Al Firdaus ke PAUD lainnya, seminar daring saat pandemi, kerja sama dengan SEAMEO CECCEP, hingga pembelajaran jarak jauh.

Puncaknya, pada 2020 PELITA mencetak rekor MURI sebagai Program Pendidikan Pengelolaan Sampah Pertama di satuan PAUD. Sebuah pengakuan atas pendekatan pendidikan kontekstual yang berdampak nyata.

Menurut Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat, PELITA membuktikan bahwa pendidikan tidak harus mahal untuk memberikan dampak besar. Program ini tak hanya membentuk anak peduli lingkungan, tapi juga memberdayakan keluarga dan menumbuhkan harapan dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan sampah rumah tangga.

Pada Hari Pendidikan Nasional, komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kembali ditegaskan. Melalui PELITA, Pertamina EP Subang mewujudkan Pendidikan Berkualitas, tujuan keempat dari SDGs. Pendidikan bukan sekadar ruang kelas, melainkan perjalanan kolektif menuju perubahan sosial dan masa depan bumi yang lebih baik.

Grand Opening PKU 2025: Subang Siapkan Ulama Muda Hadapi Era Global

Pendidikan Kader Ulama Subang 2025
Foto: www.subang.go.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmennya dalam mencetak ulama muda berkualitas melalui Grand Opening Pendidikan Kader Ulama (PKU) 2025. Acara ini digelar pada Jumat, 16 Mei 2025 di Pondok Pesantren At-Tawajun II, Kalijati.

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur, hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menekankan pentingnya regenerasi ulama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

PKU 2025 mengusung tema “Membangun Kader Ulama Muda Kabupaten Subang di Era Global”. Program ini menjadi wadah pengkaderan untuk mempersiapkan ulama masa depan yang tangguh dalam ilmu, iman, dan takwa.

Dalam sambutannya, Kang Akur mengajak para peserta untuk mengikuti PKU dengan serius. Ia menyebutkan bahwa proses tholabul ilmi harus dijalani secara sungguh-sungguh demi hasil maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa geliat industrialisasi di Subang bisa memunculkan berbagai paham yang menyimpang. Untuk itu, ulama perlu memiliki fondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat agar mampu menjadi benteng masyarakat.

Lebih lanjut, Kang Akur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan ekonomi. Aspek mental dan spiritual masyarakat juga harus diberdayakan secara seimbang.

Dalam visi besarnya, Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan pembangunan yang unggul, maju, dan kompetitif, menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, serta religius.

Kang Akur juga mendorong terjalinnya sinergi erat antara pemerintah daerah dan para ulama. Menurutnya, kekuatan kolaborasi antara pemimpin dan tokoh agama sangat dibutuhkan dalam membangun Subang secara utuh.

“Pembangunan harus menyentuh aspek ruhiyah. Ulama dan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter umat,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Kang Akur mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam menyelesaikan persoalan umat yang kian kompleks di era globalisasi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh K.H Musfiq, Ketua Baznas Kabupaten Subang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren At-Tawajun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, tokoh nasional Dr. (H.C) KH. Zulfa Mustofa, Ketua MUI Kabupaten Subang, Asisten Daerah III, Kabag Kesra, Muspika Kecamatan Kalijati, pimpinan ormas Islam, Direktur PKU, dan seluruh peserta kader ulama muda.

Frasa Kunci Utama: Deskripsi Meta:

Tag:

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Mangga, Seorang Pria Diduga Korban Pembunuhan

penemuan mayat pria di kebun mangga
Foto: aceh.tribunnews.com

Subang – Seorang pria ditemukan tewas di area kebun mangga dekat pintu air Bendungan Salamdarma, yang berada di perbatasan Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, dan Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/5/2025) sore.

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka di leher dan punggung, memperkuat dugaan bahwa ia menjadi korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar, kemarin sore kami mendapat laporan penemuan mayat pria di Kebun Mangga Kampung Karangsari, Desa Jatisari, Kecamatan Compreng,” ujarnya, Kamis (15/5/2025) pagi.

Tim INAFIS dan Satreskrim Polres Subang langsung melakukan olah TKP. Di lokasi kejadian juga ditemukan sebuah motor matic bernopol E 2270 TV yang diduga milik korban.

Korban diketahui bernama Amsori (50), warga Kampung Karanganyar, Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Ia bekerja sebagai petugas bank keliling.

Saat ditemukan, Amsori mengenakan sweater lengan panjang warna hitam, kaus dalam putih, celana katun hitam, sabuk cokelat, dan sepatu pantofel hitam. Ia berambut cepak dan bertubuh gemuk.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada sejumlah luka akibat benda tajam di bagian leher dan punggung,” ungkap AKP Bagus.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jasad korban dibawa ke RS Polri Sartika Asih, Bandung, untuk keperluan autopsi.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian Amsori.

“Kami imbau masyarakat dan keluarga korban untuk tidak menyebarkan opini atau informasi yang belum jelas di media sosial. Kami akan bekerja semaksimal mungkin,” tegas AKP Bagus.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan informasi mengenai identitas pelaku maupun motif pembunuhan. “Mohon bersabar, jika sudah terungkap, akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” pungkasnya.

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:

Tag:

Klinik Jadi Garda Terdepan, Pemkab Subang Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

peran klinik dalam sistem kesehatan Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menegaskan pentingnya peran klinik dalam sistem kesehatan daerah saat menghadiri Rapat Koordinasi Cabang (Rakercab) Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Cabang Subang di Aula Grand House, Kamis (15/5/2025). Menurutnya, klinik harus tampil sebagai layanan kesehatan terdepan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

Agus mengungkapkan, saat ini Kabupaten Subang memiliki lebih dari 2.200 fasilitas layanan kesehatan. Fasilitas tersebut terdiri dari rumah sakit, puskesmas, posyandu, hingga klinik yang melayani sekitar 1,6 juta penduduk.

Pemkab Subang juga tengah merencanakan pembangunan RSUD baru yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Proyek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur dan sistem kesehatan lokal.

ASKLIN diharapkan melahirkan program strategis yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Agus menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan stakeholder kesehatan, termasuk klinik swasta, sangat krusial untuk mewujudkan Subang yang sehat, maju, dan kompetitif.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyoroti pentingnya kualitas pelayanan klinik. Pelayanan yang baik, menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan dan peningkatan akses, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Rakercab juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepakatan antara Bank BJB Cabang Subang dan ASKLIN Subang. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan produk dan jasa layanan kesehatan guna memperluas akses dan efisiensi layanan klinik.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus ASKLIN Jawa Barat, Ketua ASKLIN Subang, pimpinan BJB, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Subang, serta para pemilik dan pengelola klinik se-Kabupaten Subang.

Travel Gathering 2025: Subang Siap Sambut 400 Agen Perjalanan

Travel Gathering Subang 2025
Foto: www.kotasubang.com

Subang – Subang bersiap menjadi tuan rumah ajang besar bertajuk Travel Gathering 2025 yang akan digelar pada September mendatang. Acara ini akan menghadirkan 400 agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini digagas oleh pengelola wisata Bukit Dewi Manggung dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

Rencana besar ini dibahas dalam rapat koordinasi di HD Pulle Kafe Subang pada Kamis (15/5/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari BP4D, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Disparpora, Pemcam Tanjungsiang, PLUT KUMKM Subang, serta Bidang Kebudayaan Disdikbud Subang.

Acara Travel Gathering akan dimeriahkan dengan Pameran Wisata dan Expo UMKM. Tujuannya untuk mengenalkan ragam destinasi wisata di Subang dan sekitarnya serta menampilkan beragam produk unggulan UMKM lokal.

Tak hanya itu, seni budaya khas daerah juga akan ditampilkan dalam bentuk pertunjukan. Para peserta juga dijadwalkan mengunjungi destinasi wisata pilihan di Kabupaten Subang.

Agar pengalaman para agen perjalanan lebih maksimal, mereka akan diinapkan di berbagai homestay dan penginapan di wilayah Tanjungsiang dan sekitarnya.

Owner Bukit Dewi Manggung, Nimung Sukmamurti, menekankan pentingnya pemetaan masalah kepariwisataan Subang sebelum acara digelar. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kendala saat pelaksanaan.

Sementara itu, Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebutkan bahwa momen ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan Subang dari sisi pariwisata dan potensi ekonomi kreatifnya.

Selain agenda utama, pertemuan juga membahas kolaborasi pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah. Kecamatan Tanjungsiang pun dipilih sebagai proyek percontohan dalam program tersebut.

Recent Posts