Beranda blog Halaman 406

Pak RT Ungkap Kronologis AL Kabur dari Rumah, Diduga Dianiaya Ortu di Kota Banjar

Pak-RT-di-lingkungan-AL-di-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Ketua RT 14 RW 18 Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, Jawa Barat, mengungkap kronologis AL (14) kabur dari rumah orang tuanya yang diduga karena mengalami penganiayaan.

Ketua RT setempat Dede Syahrodin mengaku baru mengetahui adanya kabar seorang anak yang kabur dari rumah orang tuanya pada Selasa (14/11/2023) pagi.

Menurutnya, rumah orang tua AL masuk lingkungan Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari bukan lingkungan Sukarame.

Saat itu ia didatangi oleh orang tua AL yaitu AH yang menyampaikan anaknya pergi dari dari rumah. Ia kemudian bersama orang tua AL bersama-sama mencari keberadaan anak tersebut. 

Baca Juga: Cerita Orang Tua AL di Kota Banjar, Pernah Aniaya Anaknya karena Tak Nurut

Tak berselang lama Pak RT mendapat informasi di RW 14 bahwa ada informasi anak hilang dan saat itu sudah dibawa oleh warga ke Polsek Banjar.

“Setelah ada informasi itu saya bilang sama ayahnya AL silahkan ambil di Polsek dengan baik-baik bahkan kamu harus minta maaf dan berterima kasih. Saat itu dia kemudian berangkat jemput anaknya,” kata Dede kepada wartawan saat menjenguk korban di RSUD Banjar, Senin (20/11/2023).

Kronologis AL Kabur dari Rumah, Pak RT Heran AL ada di RSUD

Lanjutnya mengatakan, selang satu hari kemudian setelah dibawa pulang ke rumahnya, ia ketemu dengan AH (orang tua AL) menanyakan keberadaan anak tersebut.

Saat itu AH menyampaikan bahwa anaknya sekarang sudah ikut sama kakaknya di Neglasari. Kemudian pada malam harinya ia mendapat informasi AL sedang dirawat di rumah sakit.

Dede pun mengaku kaget karena satu hari sebelumnya anak tersebut baru dibawa oleh kakak orang tua AL ke rumahnya di Desa Neglasari. 

“Nah kemarin saya sempat bengong saya nggak tahu si AL ini ada di RS. Kebetulan kemarin malam saya ditelepon sama Binmas Kelurahan, bilang katanya sekarang anaknya terlantar dan ada di rumah sakit,” katanya.

“Saya kaget. Loh kok bisa kan kemarin sudah dibawa pulang sama bapaknya dari Polsek terus dibawa sama kakaknya? Setelah itu saya langsung datang sama Binmas dan dua orang Kelurahan ternyata benar ada di rumah sakit ditemani sama Ua-nya,” ujarnya menambahkan.

Anak Kebutuhan Khusus, Tak Tahu Ada Penganiayaan 

Lebih lanjut Dede mengaku tidak begitu mengetahui adanya dugaan penganiayaan terhadap AL. Hal itu karena ia tidak pernah mendengar ada suara keributan.

Bahkan Dede mengaku kaget ketika mendengar terdapat luka di badan AL. Ia pun sempat bertanya tentang luka-luka lecet yang ada di tangan AL kepada ayahnya. Namun saat itu, ayahnya mengatakan anaknya sering bermain air di kamar mandi.

“Meskipun itu tetangga saya rumah berhadapan tapi kan nggak tahu bahkan nggak kedengaran,” katanya.

“Umpamanya ada penganiayaan kan mungkin kedengaran sama tetangga karena berdekatan rumahnya mungkin ada tangisan ada teriakan. Ini nggak ada, makanya saya selaku ketua lingkungan juga heran kok bisa seperti itu lukanya,” ujarnya.

Ketika ditanya soal kondisi AL merupakan anak berkebutuhan khusus, menurutnya anak tersebut kemungkinan memiliki kekurangan (keterbelakangan mental).

Kondisi tersebut setelah melihat kakaknya AL juga disekolahkan di sekolah luar biasa atau SLB. Selain itu, AL juga sudah pernah ditawari sekolah, tapi anaknya tidak mau.

“Mungkin seperti itu, jadi istilahnya ada kekurangan gitu. Itupun kakaknya kan perkiraan sudah kelas 4 SD tapi kan sekarang sekolahnya itu di SLB jadi kemungkinan ada kekurangan,” katanya.

Dede juga menyatakan orang tua AL kondisinya juga sama. Bahkan menurutnya, warga di lingkungan setempat juga sudah mengetahui keadaan orang tua AL.

“Kalau orang tuanya? Ya seperti itulah kalau ditanya-tanya kadang nyambung kadang nggak. Kita tanya sini jawabnya ke sana. Bapaknya juga begitu kalau diajak bicara bisa nyahutin tapi kadang nggak nyambung,” katanya.

“Ada kekurangan tapi saya kan nggak bisa nyebutin seperti itu, susah menceritakan karena ini kekurangan orang. Warga juga sudah pada tahu” katanya menambahkan. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Rumah Makan Sunda di Cianjur Nikmati Berbagai Masakan Khas

Rumah-Makan-Sunda-di-Cianjur-Nikmati-Berbagai-Masakan-Khas-4.jpg

Rumah makan Sunda di Cianjur bisa menjadi rekomendasi tempat kuliner terbaik saat Anda berkunjung ke Jawa Barat. Di Cianjur terdapat banyak rumah makan khas Sunda. Bahkan menawarkan berbagai pilihan menu makanan khas Sunda dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Restoran Seafood di Cianjur untuk Jamuan Keluarga

Selain itu, cita rasa yang ditawarkan tentu tidak akan kalah dengan restoran-restoran mewah umumnya. Menariknya lagi, di rumah makan ini Anda bisa menikmati menu khas Sunda dengan suasana yang nyaman.

Rumah Makan Sunda di Cianjur Paling Lengkap

Berikut ini ada beberapa rekomendasi rumah makan Sunda yang bisa Anda temukan saat berkunjung ke Cianjur, Jawa Barat. Setiap rumah makan menawarkan keunggulannya masing-masing.

Langsung saja, di bawah ini ada beberapa rekomendasi rumah makan Sunda tersebut yaitu:

Alam Sunda (Tugu Tauco)

Rumah Makan Sunda di Cianjur
Foto: YouTube
@arip channel tv

Alam Sunda (Tugu Tauco) adalah salah satu rumah makan Sunda di Cianjur. Rumah makan ini terletak di Solokpandan, Jl. HOS Cokroaminoto No.11, Muka, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tepatnya di depan Tugu Tauco Cianjur.

Bahkan Alam Sunda (Tugu Tauco) terkenal dengan aneka hidangan Sundanya yang lezat dan harganya yang terjangkau. Menu andalan rumah makan ini adalah nasi liwet, ayam bakar, dan ikan bakar.

Nasi liwet di Alam Sunda (Tugu Tauco) dimasak dengan menggunakan bumbu tradisional yang meresap hingga ke dalam nasi. Ayam dan ikan bakarnya juga memiliki rasa yang gurih dan lezat.

Selain nasi liwet, ayam bakar, dan ikan bakar, tersedia juga berbagai hidangan Sunda lainnya, seperti soto ayam, karedok, pepes ikan, dan masih banyak lagi.

Namun, di restoran ini hidangan yang paling disukai oleh para pelanggan adalah ikan gurame bakar yang disajikan dengan bumbu yang mengusung cita rasa yang khas dari tradisi kuliner.

Rumah makan ini memiliki suasana yang nyaman dan bersih. Tempatnya cukup luas, sehingga bisa menampung banyak pengunjung. Alam Sunda (Tugu Tauco) buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Saung Nikmat Cianjur

Foto: YouTube
@Mia Lasmiati

Saung Nikmat Cianjur adalah salah satu rumah makan Sunda di Cianjur yang cukup populer. Rumah makan ini terletak di Jl. Dr. Muwardi No.155, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Saung Nikmat Cianjur terkenal dengan aneka hidangan Sundanya yang lezat. Menu andalan rumah makan ini adalah soto ayam, nasi liwet, dan karedok.

Soto ayam di Saung Nikmat Cianjur memiliki kuah yang gurih dan segar. Ayamnya juga empuk dan tidak alot. Nasi liwetnya pun dimasak dengan menggunakan bumbu tradisional yang meresap hingga ke dalam nasi. Karedoknya juga segar dan lezat.

Harga menu di Saung Nikmat Cianjur cukup terjangkau. Soto ayam hanya dibanderol dengan harga Rp25.000, nasi liwet dibanderol dengan harga Rp25.000, dan karedok dibanderol dengan harga Rp20.000.

Restoran Saung Nikmat telah terkenal karena konsepnya yang unik, menggabungkan suasana saung dengan kolam dan pepohonan. Hal ini menciptakan lingkungan alami yang tenang, sempurna untuk menikmati hidangan khas Sunda.

Baca Juga: Restoran Keluarga di Cianjur, Tawarkan Beragam Hidangan Lezat

Meskipun ramainya restoran Saung Nikmat, mereka tetap mampu menyajikan hidangan dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas rasa.

Setiap hidangan disajikan dalam porsi yang melimpah, ideal dinikmati bersama teman atau keluarga.

Rumah Makan Khas Sunda H.M.Nana

Foto: Youtube
@Yulia Rahma

Rumah makan khas Sunda selanjutnya ini  H.M.Nana sebuah restoran Sunda legendaris yang terletak di Cianjur, Jawa Barat. Terkenal dengan masakan Sunda yang autentik, suasana nyaman, dan harga terjangkau.

Rumah makan ini menawarkan berbagai macam masakan Sunda, termasuk nasi liwet, ayam bakar, ikan bakar , lalapan, dan sambal. Semua bahannya segar dan bersumber secara lokal, dan hidangannya disiapkan dengan teknik tradisional Sunda.

Terletak di Jl. Raya Cugenang Km. 4 No. 46, Cianjur Satu, Jawa Barat. Restoran buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 setiap hari.

Secara keseluruhan, rumah makan khas Sunda H.M.Nana wajib dikunjungi bagi siapa pun yang menyukai makanan Sunda. Sebab rumah makan ini adalah tempat yang tepat untuk merasakan cita rasa otentik masakan Sunda dan menikmati suasana hangat dan ramah.

Rumah Makan H Didi

Rumah Makan Sunda di Cianjur
Foto: YouTube
@Ortega Laka-Laka

Rumah makan H Didi terletak di Jl. Raya Bandung – Cianjur, Cibiuk, Kec. Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Restoran ini telah menyajikan masakan asli Sunda selama lebih dari 50 tahun.

Bahkan telah mendapatkan reputasi atas hidangannya yang lezat, suasananya yang nyaman, dan harga yang terjangkau. Restoran ini terkenal dengan dekorasi tradisional Sunda, staf yang ramah, dan dedikasinya dalam menyajikan cita rasa asli Sunda.

Baca Juga: Rumah Makan Padang di Cianjur, Menu Lengkap Lokasi Strategis

Dekorasi tradisional Sunda di restoran, termasuk perabotan kayu pedesaan, pencahayaan hangat, dan seni dinding yang semarak, menciptakan pengalaman bersantap yang nyaman dan menyenangkan.

Staf yang ramah menambah suasana ramah, memastikan para tamu merasa nyaman saat menikmati cita rasa masakan Sunda. Saat datang ke Jawa Barat pastikan untuk mengunjungi rumah makan Sunda di Cianjur ini dengan menu khasnya. (R10/HR-Online)

​

Restoran Chinese Food di Cianjur Paling Populer dan Lengkap

Restoran-Chinese-Food-di-Cianjur-Paling-Populer-dan-Lengkap-4.jpg

Restoran chinese food di Cianjur memberikan penawaran harga terjangkau. Di Cianjur ada banyak restoran terbaik, termasuk chinese food. Di sini Anda tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan menu masakan khas negara China.

Baca Juga: Rumah Makan Sunda di Sumedang yang Paling Populer

Mengingat kepopuleran masakan khas tersebut di Indonesia, membuat beberapa restoran pun menyediakannya. Selain menu masakannya yang bervariasi, harga yang mereka tawarkannya pun cukup terjangkau.

Restoran Chinese Food di Cianjur Harga Terjangkau

Restoran Chinese food adalah restoran yang menyajikan hidangan khas Tiongkok. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Cianjur bisa nikmati makanan China dengan mudah. Berikut ini beberapa restoran Chinese food tersebut yaitu:

Rumah Makan Moy Tung

Restoran Chinese Food di Cianjur
Foto: YouTube Okay Bang

Rumah Makan Moy Tung adalah yang terletak di Jalan Suroso, Cianjur, Jawa Barat. Telah berdiri sejak tahun 1980 dan telah menjadi salah satu restoran Chinese food di Cianjur.

Moy Tung menawarkan berbagai macam hidangan Chinese food. Mulai dari hidangan klasik seperti nasi goreng, mie goreng, bakmi, hingga hidangan yang lebih modern seperti aneka seafood.

Baca Juga: Rumah Makan Sunda di Kuningan Tawarkan Suasana di Desa

Rumah makan ini juga memiliki area parkir yang luas, sehingga memudahkan pengunjung untuk datang dan pergi. Untuk jam buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Central Chinese Food Ko Andre

Foto: YouTube ᴰᵉⁿⁿʸ ᴳⁱᵈᵉᵒⁿ ᵀⱽ

Central Chinese Food Ko Andre adalah restoran China di Cianjur, Jawa Barat yang terkenal dengan masakan China. Rasanya lezat, layanan yang ramah, dan suasana yang nyaman.

Karena kepopulerannya, restoran ini telah mendapatkan pengikut setia dari masyarakat lokal dan pengunjung. Bahkan mengukuhkan posisinya sebagai pusat kuliner di jantung kota Cianjur.

Central Chinese Food Ko Andre lokasinya di Jl. Siliwangi No.39, Cianjur, Jawa Barat. Pintu restoran buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 setiap hari, siap menyajikan cita rasa asli Tiongkok.

Golden Palace

Foto: YouTube SinoVision

Golden Palace adalah salah satu restoran China paling populer di Cianjur. Restoran ini telah berdiri selama lebih dari 30 tahun dan telah terkenal dengan masakannya yang lezat. Terdapat menu Chinese food mulai dari hakau, siomay, pangsit, bakpao, dimsum udang dan ayam.

Baca Juga: Restoran Seafood di Indramayu, Menyediakan Beragam Menu

Dimsum di Golden Palace dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang segar dan berkualitas. Selain dimsum, Golden Palace juga menawarkan berbagai macam hidangan Chinese food lainnya seperti nasi goreng, mie goreng, bakmi, dan aneka seafood.

Restoran ini memiliki suasana yang nyaman dan elegan, serta memiliki area parkir yang luas. Secara keseluruhan, Golden Palace adalah restoran Chinese food yang lezat dan nyaman.

Restoran chinese food di Cianjur ini cocok untuk dikunjungi oleh siapa saja, mulai dari keluarga, teman, hingga rekan kerja. Berada di Jalan Siliwangi No. 39, Cianjur, Jawa Barat. Memiliki jam buka mulai pukul 9:00 pagi – 10:00 malam setiap hari. (R10/HR-Online)

Wisata Delta Island, Hanya 7 Menit dari Alun-Alun Sumedang

Wisata-Delta-Island-Sumedang.jpg

Para pecinta wisata alam, persiapkan diri Anda untuk petualangan tak terlupakan di Delta Island. Destinasi wisata ini sedang naik daun di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lokasi hanya 7 menit berkendara dari Alun-Alun Sumedang atau sekitar 2 kilometer. Tempat ini menawarkan pengalaman unik di tengah alam pedesaan.

Delta Island, yang baru beroperasi sejak tahun 2022, kini telah menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit bagi warga Kabupaten Sumedang. Bahkan bagi pengunjung dari luar kota. Berlokasi di Jalan Tegal Sari, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, destinasi ini menarik perhatian dengan keindahan sungai Cipeles yang mengelilinginya.

Keunikan Wisata Delta Island Sumedang

Camping Ground Agrowisata adalah tema yang diusung oleh Delta Island, sehingga menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan sambil merasakan atmosfer pedesaan yang tenang. 

Dengan luas area mencapai 5000 meter persegi, Delta Island menyediakan beragam fasilitas. Mulai dari kafe, kebun anggur, taman bermain, flying fox, area perkemahan, villa, hingga lahan pertanian dengan lebih dari 2000 polybag berisi beragam jenis tanaman. 

Selain itu, pengunjung dapat menikmati aktivitas seperti arung jeram, kayak, memancing, berkuda, dan fasilitas toilet yang nyaman.

Baca Juga: Curug Situhiang Majalengka: Kini Tidak Terawat, Columnar Joint-nya Hilang

Tawarkan Berbagai Kegiatan Menarik

Delta Island Sumedang bukan hanya destinasi wisata semata, namun tempat ini juga dapat digunakan untuk pertemuan di luar ruangan. Pengunjung dapat mengadakan acara reuni, arisan ibu-ibu, olahraga, senam Zumba, kegiatan Pramuka, edukasi, dan bahkan ada ruang kerja bersama (working space) di masa mendatang.

Sebagai tempat baru, Delta Island memberi kesempatan kepada UMKM untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Seperti membuat gelas dari batok kelapa, kursi dari batok, yang bisa digunakan sebagai dekorasi. 

Dengan demikian, Delta Island berkomitmen untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan destinasi wisata ini. Mereka tidak hanya menawarkan fasilitas, tetapi juga menyelenggarakan program wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa.

Hidden Gem yang Hits di Sumedang

Delta Island Sumedang menjadi “Hidden Gem” atau permata tersembunyi bagi para wisatawan. Pengunjung yang ingin mengakses destinasi ini dengan sepeda motor dapat melalui Gapura Zumba Arena di Jl. Tegal Sari, sementara pengguna mobil dapat mengambil rute melalui Jl. Sucita. 

Dengan harga tiket masuk yang terjangkau sebesar Rp 5.000, Anda dapat menikmati semua fasilitas yang ada di kawasan Delta Island.

Jika Anda mencari pengalaman yang menyenangkan dan memikat yang hanya berjarak singkat dari Alun-Alun Sumedang, Wisata Delta Island adalah tempat yang harus Anda kunjungi. Sambutlah keindahan alam pedesaan yang mengagumkan dan nikmati beragam aktivitas seru yang ada di destinasi wisata ini. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Cerita Mistis Gunung Patuha, Legenda Pak Tua dan Kawah Putih

Cerita-Mistis-Gunung-Patuha.jpg

Cerita mistis Gunung Patuha menjadi salah satu kisah atau legenda yang terkenal di seluruh Nusantara. Gunung api yang berada di Rancabali Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini memang terkenal sebagai tempat yang sarat akan sejarah. 

Gunung Patuha yang menjulang tinggi dengan ketinggian 2434 meter di atas permukaan laut memiliki daya tarik tersendiri. Salah satu ciri khasnya adalah Kawah Putih, sebuah kawah yang eksotik dengan dinding putih dan air berwarna putih.

Pak Tua, Cerita Mistis Gunung Patuha Ciwidey

Penduduk setempat memanggilnya Pak Tua, mengisyaratkan usianya yang sangat tua. Gunung ini adalah gunung api tipe B yang muncul saat dataran tinggi Bandung masih di dasar Samudra.

Letusan pertamanya pada abad ke-10 menghasilkan nama “Kawasaan” yang artinya kering lama dalam bahasa Sunda.

Baca Juga: Green Corner Pangalengan, Berkemah di Tepi Danau Situ Cileunca

Memiliki Kawah Putih yang Cantik

Perjalanan sejarah membawa kita ke abad ke-13, di mana letusan kedua melahirkan danau yang cantik, Kawah Putih. Danau ini dapat berubah warna menjadi putih dengan nuansa hijau, tergantung pada kadar belerang, suhu, dan cuaca.

Dalam legenda setempat, terdapat cerita mengenai nenek moyang dan domba lukutan yang menjadi penunggu territory kawah dan Gunung Patuha. 

Meski angker, Kawah Putih menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang penasaran dengan cerita mistis Gunung Patuha di tengah keindahan alamnya.

Destinasi Pendakian Akhir Pekan

Para pendaki juga memilih Gunung Patuha untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Jalur pendakian melalui Kawah Putih menjadi favorit, memberikan akses yang cukup mudah. 

Baca Juga: SoraCai Riverside Campsite Pangalengan, Berkemah di Tepi Sungai Bandung

Di puncak Gunung Patuha, terdapat tujuh kuburan nenek moyang yang menjadi bagian dari cerita. Cerita mistis Gunung Patuha juga menghadirkan kisah misteri yang terus berkembang, mengundang rasa ingin tahu dan kekaguman dari wisatawan. 

Dalam kisah ini, keindahan Kawah Putih dan ritual-ritual lokal menjadi magnet bagi mereka yang mencari petualangan yang tak terlupakan. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan kombinasi antara petualangan, keindahan alam, dan kisah misteri, Gunung Patuha adalah destinasi yang sempurna. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Tempat Makan Prasmanan Sunda di Bandung, Tradisi Kuliner yang Tak Boleh Dilewatkan

Tempat-Makan-Prasmanan-Sunda-di-Bandung.jpg

Tempat makan prasmanan Sunda merupakan tradisi kuliner yang tak boleh dilewatkan, khususnya bagi Anda yang sedang berkunjung ke Bandung, Jawa Barat. Daerah ini menyimpan segala keindahan alam dan keberagaman budaya, serta kekayaan kuliner yang tak kalah menarik.

Masyarakat Sunda memiliki beragam hidangan yang lezat, seperti nasi liwet, sate, sayur asem, ikan bakar, dan masih banyak lagi. Prasmanan memungkinkan orang Sunda untuk menikmati berbagai hidangan khas Sunda dalam satu waktu, sehingga mereka dapat mengeksplorasi dan menikmati berbagai rasa.

Selain itu, budaya prasmanan mencerminkan kearifan lokal dalam mengatur hidangan dan makan bersama. Tradisi ini seringkali mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, penghargaan terhadap makanan, dan adat istiadat khas Sunda.

Baca Juga: Cafe D’Pakar Bandung, Nongkrong Serasa di Negeri Dongeng

Rekomendasi 5 Tempat Makan Prasmanan Sunda di Bandung

Dari nasi liwet hingga tahu gejrot, es buah hingga ayam goreng, Bandung memiliki sejumlah tempat makan prasmanan yang menggugah selera. Artikel ini akan membawa Anda berkeliling kota Bandung untuk menemukan rekomendasi terbaik dari tempat-tempat makan prasmanan. 

1. Nasi Bancakan – Menyajikan Kelezatan Sunda yang Autentik

Alamat: Jl. Diponegoro No.25, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Nasi Bancakan adalah tempat makan prasmanan Sunda di Bandung yang sempurna untuk merasakan cita rasa yang autentik. Berlokasi di jantung Kota Bandung, Nasi Bancakan menyuguhkan hidangan prasmanan dengan pilihan menu yang melimpah. 

Mulai dari nasi liwet hingga tahu gejrot, otak-otak, es buah, dan cendol, semua disajikan dalam nuansa yang unik. Suasananya sangat ramai saat jam makan siang, sehingga pastikan Anda bersiap untuk menikmati kelezatan ini bersama orang-orang yang Anda cintai.

Baca Juga: Rumah Makan Pandan Wangi Bandung Tawarkan Menu Spesial

2. Warung Nasi Ma Eha – Pengalaman Kuliner di Pusat Pasar Bandung

Alamat: Ps. Cihapit, Jl. Cihapit No.8A, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Warung Nasi Ma Eha adalah tempat yang tak boleh dilewatkan jika Anda ingin merasakan masakan Sunda yang otentik di tengah pasar Bandung. Pasalnya, warung ini menjadi tempat berkumpulnya warga lokal dan wisatawan. 

Anda bisa memilih hidangan Anda sendiri atau menunggu hidangan yang masih hangat. Sambelnya enak, dan pemiliknya, Emak Eha, sering berada di tempat untuk berbincang dengan pelanggan.

3. Yurin Rumah Makan – Surga Makanan untuk Anak Kosan

Alamat: Jalan Cikutra.176 Cikutra, Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat

Bagi kalangan anak kosan, RM Yurin adalah tempat makan prasmanan Sunda di Bandung yang sesuai. Anda bisa memilih sendiri nasi dan lauk prasmanan yang menggoda selera. 

Menu yang beragam, mulai dari sosis balado hingga aneka olahan baso, akan memanjakan lidah Anda. Rumah makan ini memberlakukan harga yang sangat terjangkau sehingga cocok untuk kantong mahasiswa.

Baca Juga: Cafe di Bandung Tempo Dulu Desain Klasik Suasana yang Damai

4. Rumah Makan Ampera – Kelezatan Sunda di Pinggir Jalan Soekarno-Hatta

Alamat: Jl. Soekarno Hatta No.618, Manjahlega, Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat.

Rumah Makan Ampera adalah tempat bersantap yang strategis terletak di pinggir Jalan Soekarno-Hatta. Dengan suasana yang sejuk, Ampera menawarkan berbagai hidangan Sunda yang lezat. 

Jangan lupa mencoba lalapan dan sambalnya yang menggugah selera. Selain itu, tersedia fasilitas seperti mushola, toilet, dan parkir luas yang membuat pengunjung selalu datang lagi.

5. Sajian Sunda Sambara – Pilihan Formal dengan Hidangan Sunda yang Lezat

Alamat: Jl. Trunojoyo No.64, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat

Sajian Sunda Sambara adalah tempat makan prasmanan Sunda di Bandung dengan konsep unik. Anda dapat memilih sendiri hidangan Anda dari sajian makanan yang ditampilkan dan kemudian menikmatinya setelah dimasak. 

Restoran ini menyediakan berbagai menu dengan pilihan yang beragam. Suasananya tenang dan cocok untuk makan bersama keluarga atau kolega.

Jika Anda berkunjung ke kota ini, pastikan untuk mencicipi kelezatan hidangan salah satu tempat makan prasmanan Sunda di Bandung. Dari prasmanan hingga hidangan ala carte, Bandung memiliki segalanya untuk memanjakan lidah Anda dengan cita rasa Sunda yang otentik. Selamat menikmati kuliner khas Sunda yang lezat! (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sebabkan Kanker, Legislator Bandung Imbau Tinggalkan Atap Asbes

Anggota-DPRD-Kota-Bandung-Rendiana-Awangga.jpg

harapanrakyat.com – Anggota DPRD Kota Bandung, Jawa Barat, Rendiana Awangga mengimbau warga Kota Bandung untuk meninggalkan penggunaan atap asbes. Hal itu lantaran penggunaan asbes mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

“Memang penggunaan atap asbes di Kota Bandung sudah umum. Namun, bagi yang bangunan baru mari kita tinggalkan asbes dan beralih ke bahan bangunan lain yang baik dan ramah untuk kesehatan,” ungkapnya.

Rendi mengungkapkan hal tersebut seusai menerima Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (20/11/2023). Selain DFAT, hadir pula Local Initiative for Occupational Health dan Safety Network (LION) Indonesia.

Baca Juga : Segera Tangani Kawasan Kumuh di Kota Bandung

Menurutnya asbes merupakan bahan baku berbahaya yang berdampak karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Sebab ketika terhirup masa memiliki masa inkubasi 10-15 tahun di tubuh manusia.

“Warga sudah menganggap penggunaan atap asbes lantaran praktis dan ekonomis. Pengganti atau alternatifnya ada, memang secara harga lebih mahal sedikit, tapi untuk kesehatan itu jauh lebih tidak ternilai harganya,” ujarnya.

Pemkot Bandung Terbitkan Larangan Penggunaan Atap Asbes

Rendi menerangkan, sebagai bentuk keseriusan Kota Bandung terhadap pelarangan penggunaan atap asbes, maka sudah ada Perda Gedung dan Bangunan tahun 2019.

“Kota Bandung merupakan satu-satunya kota di Indonesia, yang eksplisit melarang penggunaan atap asbes. Hal itu tercantum pada pasal di Perda Gedung dan Bangunan tahun 2019. Mereka (DFAT Australia dan LION Indonesia) mengapresiasi kita akan komitmen tersebut,” tuturnya.

Selain itu, penyakit akibat penggunaan atap asbes sudah memiliki kualifikasi tersendiri, yakni Asbestos. Penyakit ini, kata Rendi, menyerang sistem pernapasan manusia hingga menimbulkan kanker.

Baca Juga : Pemkot Cimahi Terus Upayakan Penanganan Kawasan Kumuh

Sementara itu, untuk di Kota Bandung sendiri, pihaknya belum menemukan adanya laporan terkait penyakit asbestos tersebut.

“Kota Bandung belum mendengar (penyakit penggunaan atap asbes). Tapi saya pernah berdiskusi dengan dokter spesialis okupansi, sudah banyak di Bandung. Dan didiagnosa ledakan asbestos itu di Indonesia pada 2023, jika menghitung mundur dari masuknya asbes ke Indonesia,” katanya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Dirjen HAM Resmi Luncurkan Permenkumham Nomor 25 Tahun 2023 di Kota Bandung

Permenkumham-Nomor-25-Tahun-2023.jpeg

harapanrakyat.com,- Dirjen HAM Kemenkumham RI resmi meluncurkan Permenkumham Nomor 25 Tahun 2023 di Kota Bandung, Senin (20/11/2023).

Dipilihnya Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat sebagai tempat peluncuran karena punya daya tarik bagi Pemerintah Pusat. Bandung merupakan salah satu destinasi wisata favorit. Memiliki keindahan alam dan juga kerahaman para penduduknya.

Selain itu, peluncuran ini tidak terlepas sinergi yang terbangun antara Pemprov Jabar dan Kemenkumham yang terjalin sejak dulu sampai sekarang.

“27 kabupaten/kota di Jabar telah melaksanakan Peduli HAM. Hal ini sebagai titik awal sinergi bersama untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Yakni peningkatan kualitas layanan untuk semua unit kerja. Berorientasi pada kepuasan dan kebutuhan penerima layanan yang berpedoman terhadap prinsip HAM,” ujar R Andika Dwi Prasetya, Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar.

Sesuai UU No 39/1999 Pasal 8 tentang HAM menyebut perlindungan, pemajuan, penegakan dan penghormatan, pemenuhan HAM jadi tanggung jawab bagi pemerintah.

Penilaian daerah Peduli HAM dan penilaian satuan kerja dengan pelayanan berbasis HAM tidak semata-mata untuk meraih predikat HAM. Namun Pemda dan satuan kerja di Kanwil Kemenkumham Jabar harus meningkatkan layanan berbasis HAM. Sekaligus menunjukan komitmen pemerintah dalam meningkatkan HAM kepada dunia Internasional.

Andika berharap menjelang Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2023, kerja sama Pemda seluruh Jabar terhadap data dukung dalam setiap indikator untuk penilaian Peduli HAM. Ketika Pelaporan Aksi Ham tercapai, maka dapat menambah penilaian untuk daerah Peduli HAM. Sehingga dapat menyukseskan program Ranham secara nasional, bagian dalam pelaksanaan P5HAM yakni Penghormatan, Pemenuhan, Perlindungan, Penegakan dan juga Pemajuan HAM di Indonesia.

Dhahana Putra, Dirjen HAM mengatakan Undang-undang No 25/2009 mengatur pelayanan publik adalah panduan untuk pemerintah dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Hal itu perlu persamaan persepsi dari P2HAM sebagai bagian khusus dalam P5HAM.

Permenkumham Nomor 25 Tahun 2023 Diluncurkan, Jumlah Unit Kerja Meningkat

HAM tidak hanya sekadar tentang kesetaraan atau persamaan non diskriminatif. Melakukan pemenuhan hak kekhususan. Seperti pemenuhan hak untuk kelompok rentan dalam pelayanan publik, seperti lansia, penyandang disabilitas, wanita hamil dan menyusui dan anak.

Sebelum diundangkan pada 13 Oktober 2023, Permenkumham Nomor 25 tahun 2023 tentang P2HAM ini telah melalui berbagai langkah tahapan. Pada tahun 2023 ini, ada 241 Unit Kerja Lingkup Kemenkumham RI yang masuk dalam penilaian dan juga menerima Predikat Unit Kerja P2HAM dari 282 unit yang lolos tahap evaluasi.

Harapannya, Permenkumham Nomor 25 Tahun 2023 dapat meningkatkan jumlah unit kerja. Tidak hanya internal Kemenkumham, namun juga pada tingkat kementerian, pemerintah daerah dan lembaga lain sebagai penyelenggara pelayanan publik.

Baca Juga: Waspada TPPO Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Ungkap Kasus Myanmar

Dirjen HAM Kemenkumham pun memberikan apresiasi kepada Kemenkumham Jabar atas kontribusinya selama ini. Juga kepada Sekda Jabar atas fasilitas dan dukungannya.

“Semoga kerja sama ini dapat memberikan kontribusi dan seluruh kabupaten/kota di Jabar dapat mengadopsinya. Termasuk juga di pemerintah daerah seluruh Indonesia,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Berisiko Terpapar, 159 Tenaga Kesehatan di Jawa Barat Peroleh Imunisasi Hepatitis B

Ilustrasi-Imunisasi.jpg

harapanrakyat.com – Dinas Kesehatan Jawa Barat mulai melakukan imuninasi Hepatitis B bagi para tenaga kesehatan. Imunisasi itu sebagai upaya antisipasi paparan virus Hepatitis B kepada para tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, dalam imunisasi Hepatitis B itu pihaknya menargetkan 159 orang.

Ia menegaskan, perlunya para tenaga kesehatan ini memperoleh imunisasi lantaran mereka merupakan kelompok paling berisiko terpapar virus Hepatitis B.

Baca Juga : Cegah Angka Stunting Baru, Begini Upaya Pemerintah Kota Bandung

“Imunisasi itu tentu akan menyasar para tenaga medis di Jawa Barat. Teknis pelaksanaannya juga secara berkala, sesuai ketersediaan vaksin,” ungkapnya di Kota Bandung, Senin (20/11/2023).

Ia menerangkan, vaksin tersebut tidak bisa disuntik sembarangan. Artinya sebelum memperoleh imunisasi, para tenaga kesehatan ini telah melalui rangkaian screening.

“Kementerian Kesehatan baru meluncurkan program ini pada 8 November lalu. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus hepatitis,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi Hepatitis B pada tenaga kesehatan di Indonesia sebesar 4,7 persen. Sedangkan proporsi tenaga kesehatan yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.

Secara nasional, kata Vini, prioritas imunisasi ini untuk 541.243 tenaga kesehatan dan medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan lanjut. Targetnya bisa tuntas pada Februari 2024.

“Imunisasi Hepatitis B ini ada 3 dosis dengan interval minimal antara dosis pertama dan kedua adalah 1 bulan. Sementara interval minimal dosis kedua dan ketiga adalah 5 bulan,” ucapnya.

Imunisasi Tenaga Kesehatan Jawa Barat

Di sisi lain, lanjut Vini, jumlah tenaga kesehatan di Jawa Barat tidak sedikit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat 2022, sedikitnya ada 168.722 orang tenaga kesehatan di Jawa Barat.

Mereka terdiri dari tenaga medis 23.973 orang, psikologi klinis 94 orang, tenaga keperawatan 67.798 orang dan tenaga kebidanan 33.046 orang.

Baca Juga : Waspada TPPO Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Ungkap Kasus Myanmar

Selain itu, untuk tenaga kefarmasian 18.210 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3.130 orang, tenaga kesehatan lingkungan 1.889, tenaga gizi 3.326 orang dan tenaga keterapian fisik 1.695 orang,

“Ditambah tenaga keteknisian medis 5.990 orang, tenaga kesehatan lingkungan 9.552 orang dan tenaga gizi 19 orang. Jadi kami akan terus menyasar pemberian imunisasi Hepatitis B ini untuk para tenaga kesehatan di Jawa Barat,” katanya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia, Pemkab Subang Gelar Penampilan Kolaborasi 3 Dalang Wayang Golek dan Wayang Kulit

Peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia, Pemkab Subang Gelar Penampilan Kolaborasi 3 Dalang Wayang Golek dan Wayang Kulit

Bupati Subang Haji Ruhimat menghadiri serta membuka acara Jagat Wayang Subang dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional & Dunia tahun 2023. Bertempat di Lapang Bintang, Minggu Malam (19/11).

Acara yang berlangsung pada malam hari tersebut merupakan sesi kedua dalam rangakaian acara Peringatan Hari Wayang Nasional & Dunia 2023 setelah sebelumnya dilaksanakan pada pagi hari di tempat yang sama.

Pada sesi kedua ini acara utama menampilkan Kolaborasi Wayang yang terdiri Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, Ki Dalang Widodo Jaya Kusuma dan Ki Dalang Apen Supendi.

Bupati Subang H. Ruhimat mengungkapkan bahwa dilaksanakannya acara ini berdasarkan Perpres No. 30 tahun 2018 tentang Hari Wayang nasional yang ditetapkan jatuh pada tanggal 7 November. Ia melanjutkan bahwa acara ini merupakan sebuah upaya dalam melestarikan budaya asli bangsa Indonesia khususnya yang ada di Subang.

Ia berharap wayang golek dapat tetap eksis di tengah gempuran budaya impor yang mudah berkembang di masyarakat. Ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ats terselenggaranya acara ini. 

Acara dilanjutkan dengan seremonial pencabutan Kayon oleh Bupati Subang Kang Jimat yang kemudian diserahkan kepada 3 orang dalang dan 1 komposer.

Selanjutnya penyerahan penghargaan oleh Kang Jimat kepada 3 orang dalang dan 1 orang Komposer. Yaitu Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya (Wayang Golek Giriharna 3 Putra Bandung), Ki Dalang Supendi (Wayang Kulit Cinta Pusaka Putra Subang), Ki Dalang Widodo Jaya Kusumah (Wayang Golek Duta Komara Subang). Dan Gempur Santosa (Nocturnal Ensemble Subang) Sebagai Komposer Musik Kolaborasi Pada Acara Peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia Kabupaten Subang tahun 2023.

Acara dilanjutkan dengan penampilan wayang golek yang dimulai oleh Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giriharja 3 Putra Bandung.

Recent Posts