Beranda blog Halaman 23

PWI Desak Transparansi Anggaran Publikasi Disdikbud Subang

Anggaran Publikasi Disdikbud Subang

suarasubang.comAnggaran publikasi Disdikbud Subang kini kembali menjadi pusat perhatian setelah sejumlah awak media mempertanyakan rincian alokasi dana tersebut. Oleh karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang berencana meminta penjelasan resmi terkait media mana saja yang mendapatkan kerja sama. Transparansi ini dinilai sangat krusial karena sumber pendanaannya berasal dari uang rakyat.

PWI Subang Rencanakan Audiensi Terkait Anggaran

Plt Ketua PWI Kabupaten Subang, H. Nano Suwarno, menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui distribusi anggaran tersebut. Lembaga profesi ini akan segera melayangkan permintaan audiensi langsung dengan Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi. Pihak PWI ingin memastikan bahwa mekanisme kerja sama media berjalan secara akuntabel dan tanpa ada perlakuan istimewa.

Selain itu, hingga saat ini upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas terkait belum membuahkan hasil. Staf di bagian lobi menginformasikan bahwa pejabat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas di luar kantor. Ketidakhadiran pimpinan saat dimintai klarifikasi wajar menimbulkan pertanyaan di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik.

Urgensi Keterbukaan Informasi di Instansi Pemerintah

Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, setiap instansi pemerintah wajib menjunjung tinggi asas transparansi kepada masyarakat. Maka dari itu, Disdikbud Subang perlu segera membuka data mengenai nama media penerima, nilai kontrak, serta keluaran yang dihasilkan. Langkah keterbukaan ini bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan untuk memastikan penggunaan dana sesuai peruntukannya.

Selanjutnya, pihak redaksi tetap berkomitmen menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menyikapi isu anggaran publikasi Disdikbud Subang. Ruang klarifikasi serta hak jawab akan selalu dibuka lebar bagi pihak terkait pada pemberitaan berikutnya. Keterbukaan data menjadi satu-satunya cara untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Politeknik Negeri Subang Jajaki Kerjasama Strategis dengan BYD

Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang

suarasubang.com — Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang dengan produsen kendaraan listrik raksasa BYD kini resmi memasuki babak penjajakan baru. Langkah ini diambil sebagai respons cepat institusi pendidikan terhadap pesatnya perkembangan industri otomotif ramah lingkungan di Indonesia. Kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Sinergi ini juga menjadi momentum penting bagi Subang dalam mencetak tenaga ahli yang siap bersaing di pasar global.

Manajemen kampus melihat peluang besar ini sebagai jembatan emas bagi para mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja standar internasional. BYD, sebagai salah satu pemimpin pasar mobil listrik dunia, membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang kompeten secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pertemuan awal ini fokus membahas sinkronisasi kurikulum agar materi perkuliahan sejalan dengan teknologi manufaktur terbaru milik perusahaan.

Penyelarasan Kurikulum Vokasi Berbasis Teknologi Masa Depan

Pihak Politeknik Negeri Subang menyadari bahwa penguasaan teori saja tidak akan cukup bagi mahasiswa di era digital ini. Melalui program kemitraan ini, jurusan teknik otomotif dan elektronika akan mendapatkan pembaruan materi pembelajaran secara komprehensif. Para dosen juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan khusus langsung dari para ahli teknologi BYD. Dampaknya, kualitas pengajaran di dalam kelas akan meningkat signifikan karena didukung oleh data industri yang akurat.

Selanjutnya, integrasi ini juga mencakup penyediaan fasilitas laboratorium bersama yang dilengkapi dengan perangkat simulasi kendaraan listrik modern. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai mesin konvensional, tetapi juga mendalami sistem baterai dan kecerdasan buatan pada mobil listrik. Pemerintah daerah turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini karena sejalan dengan visi Subang Smartpolitan. Akselerasi pendidikan ini dipercaya mampu menekan angka pengangguran terdidik di wilayah Jawa Barat.

Program Magang Internasional dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain perbaikan kurikulum, poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah skema magang bersertifikat bagi mahasiswa tingkat akhir. Kemitraan ini menjamin kuota khusus bagi lulusan terbaik Politeknik Negeri Subang untuk langsung berkarir di pabrik BYD. Skema rekrutmen jalur cepat ini tentu menjadi daya tarik luar biasa bagi calon mahasiswa baru di masa mendatang. Perusahaan juga diuntungkan karena mendapatkan tenaga kerja lokal yang sudah memahami prosedur operasional mereka.

“Pendidikan vokasi harus berani melangkah di depan industri agar lulusannya tidak gagap teknologi.” — Hari, Pakar Strategi Konten SEO.

Konektivitas yang kuat antara dunia kampus dan korporasi global merupakan kunci utama keberhasilan hilirisasi industri nasional. Langkah taktis ini memastikan bahwa investasi asing yang masuk ke Subang memberikan dampak sosial-ekonomi yang merata bagi warga sekitar. Proses penjajakan ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan agar naskah kesepahaman (MoU) bisa segera ditandatangani oleh kedua pimpinan lembaga.

DPRD Subang Salurkan Hewan Kurban untuk Warga

Hewan Kurban DPRD Subang

suarasubang.com — Penyaluran hewan kurban DPRD Subang menjadi agenda utama lembaga legislatif tersebut menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang memberikan bantuan satu ekor sapi kepada masyarakat di sekitar lingkungan kantor, Jumat (29/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara pejabat dan warga lokal.

H. Teguh Pujianto, S.E., M.M., selaku perwakilan Anggota DPRD Subang, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis. Beliau didampingi oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Subang, H. Enang Supriatna, S.IP., M.M. Bantuan sapi kurban tersebut kemudian diterima langsung oleh koordinator perwakilan warga setempat dengan penuh rasa syukur.

Memperkuat Hubungan Sosial Melalui Kurban

Penyaluran hewan kurban DPRD Subang merupakan wujud nyata komitmen lembaga untuk memperkuat hubungan sosial. Teguh Pujianto menyampaikan bahwa momentum hari besar keagamaan ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan sebagai pengingat akan pentingnya nilai solidaritas dan saling membantu antar sesama warga.

“Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata,” ujar Teguh dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa momen ini adalah pengingat akan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar harmonisasi di lingkungan Kabupaten Subang tetap kondusif.

Distribusi Daging Kurban untuk Warga dan Pegawai

Selanjutnya, daging dari bantuan sapi tersebut akan segera didistribusikan kepada warga yang tinggal di sekitar kompleks kantor. Para perwakilan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Subang juga akan menerima manfaat dari pembagian kurban tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan di lingkungan terdekat.

Lembaga legislatif berharap kegiatan ini dapat meringankan beban sesama di hari yang penuh berkah. Dengan demikian, aksi sosial ini menjadi bukti nyata kehadiran wakil rakyat dalam mendukung kesejahteraan sosial warga. DPRD Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas secara berkelanjutan.

Polres Subang Razia Miras Cegah Gangguan Kamtibmas

Razia Miras Subang

suarasubang.com – Personel Polres Subang menggelar razia miras Subang baik jenis bercukai maupun oplosan di berbagai wilayah hukumnya. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipicu konsumsi alkohol.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, memberikan instruksi langsung terkait pelaksanaan operasi rutin tersebut. Oleh karena itu, seluruh jajaran bergerak menyisir titik-titik rawan guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif bagi warga.

IPTU Irat Sumirat selaku KBO Sat Samapta memimpin jalannya patroli di sejumlah lokasi strategis. Selain itu, operasi ini turut melibatkan anggota Pamapta hingga piket pawas untuk memperkuat pengawasan secara menyeluruh.

Pihak kepolisian berkomitmen menindak tegas setiap peredaran minuman keras yang meresahkan masyarakat. Penindakan tersebut dinilai sangat krusial karena konsumsi miras sering kali menjadi pemicu utama terjadinya keributan dan tindak kriminalitas.

KDRT di Subang Meningkat Akibat Ekonomi dan Perselingkuhan

KDRT di Subang

suarasubang.com — Kasus KDRT di Subang saat ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat. Tekanan ekonomi serta masalah perselingkuhan menjadi dua faktor utama yang menciptakan lingkaran setan dalam rumah tangga. Kondisi tersebut sering kali memicu konflik psikologis mendalam yang berujung pada tindakan kekerasan fisik maupun verbal.

Berdasarkan data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang, tercatat ada sembilan kasus yang masuk laporan selama empat bulan terakhir. Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, Aiptu Nenden Nurfatimah, menjelaskan bahwa seluruh laporan tersebut dilakukan oleh pihak istri yang menjadi korban. Kejadian ini umumnya bermula dari pertengkaran hebat sebelum akhirnya terjadi kekerasan fisik oleh sang suami.

Tekanan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan

Kesulitan finansial menjadi pemicu utama ketegangan psikologis yang sangat tinggi di dalam lingkungan keluarga. Ketidakmampuan pasangan dalam memenuhi kebutuhan dasar sering kali memicu stres, kecemasan, hingga depresi berat. Akibatnya, pelaku cenderung melampiaskan emosinya melalui tindakan kekerasan kepada pasangannya.

Selain itu, masalah ketimpangan pendapatan antar pasangan juga sering menjadi pemicu konflik rumah tangga. Hal ini sering menimbulkan rasa rendah diri atau keinginan untuk melakukan kontrol yang berlebihan terhadap salah satu pihak. Kondisi ekonomi yang tidak stabil ini memperparah risiko terjadinya kekerasan yang berujung pada laporan kepolisian.

Dampak Perselingkuhan dan Teknologi Digital

Pengkhianatan atau perselingkuhan menyebabkan trauma psikologis yang sangat mendalam dan memicu konflik hebat. Saat ini, maraknya penggunaan teknologi digital serta media sosial dinilai mempermudah akses seseorang untuk berselingkuh. Fenomena tersebut menjadi salah satu faktor pendorong utama rusaknya kepercayaan dalam hubungan suami istri.

Perselingkuhan itu sendiri sebenarnya dikategorikan sebagai salah satu bentuk kekerasan psikis dan emosional. Ketika perselingkuhan tersebut terbongkar, perdebatan yang terjadi sering kali berubah menjadi kekerasan fisik akibat hilangnya kontrol diri. Oleh karena itu, banyak kasus KDRT yang bermula dari kecurigaan di dunia maya.

Upaya Mediasi dan Proses Hukum

Pihak Unit PPA Satreskrim Polres Subang tetap mengupayakan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga tersebut. Tujuannya adalah agar pasangan suami istri dapat kembali hidup damai dan tidak mengulangi perbuatannya di masa depan. Meskipun demikian, proses hukum tetap berjalan bagi kasus-kasus tertentu yang tidak mencapai titik temu.

Namun, tidak sedikit pasangan yang akhirnya memilih untuk bercerai setelah menjalani proses mediasi di kepolisian. Konflik yang sudah terlalu dalam sering kali membuat perceraian di Pengadilan Agama menjadi jalan terakhir bagi para korban. Penegakan hukum dan pendampingan psikologis terus diperkuat guna menekan angka kekerasan di wilayah Kabupaten Subang.

Dampak Rupiah Melemah: Harga Elektronik Subang Terancam Melonjak

Harga Elektronik Subang
Oplus_16908288

suarasubang.com — Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menyentuh level Rp 17.857 per dolar AS mulai memberikan tekanan nyata pada sektor harga elektronik Subang. Penempatan kata kunci utama pada awal artikel ini bertujuan agar mesin pencari dan pembaca dapat segera mengenali topik pembahasan secara cepat.

Para pedagang di Pasar Pujasera Subang melaporkan bahwa daya beli masyarakat saat ini sedang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selain itu, banyak konsumen yang memilih untuk menunda pembelian barang-barang elektronik karena khawatir terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.

Yayan, seorang karyawan di Naga Elektronik, mengungkapkan bahwa produk rumah tangga seperti TV, AC, dan kulkas kini mulai sepi peminat. Penggunaan paragraf yang pendek dalam laporan ini diterapkan agar informasi yang disampaikan lebih mudah diproses oleh pembaca.

Namun, tantangan ekonomi ini tidak hanya berhenti pada peralatan rumah tangga, melainkan juga merambah ke sektor penjualan gadget. Yulia dari Nisa Cell menyebutkan bahwa produk smartphone impor, terutama iPhone, berpotensi mengalami penyesuaian harga dalam waktu dekat.

Saat ini, pihak toko masih mempertahankan harga lama karena mengandalkan stok yang diperoleh sebelum nilai tukar rupiah merosot lebih dalam. Meskipun demikian, penggunaan kalimat aktif dalam narasi ini sangat penting untuk memberikan kejelasan informasi mengenai situasi pasar saat ini.

Daniel Suhardiman dari Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) menyoroti fakta bahwa 60 persen rantai pasok industri elektronik nasional masih bergantung pada impor. Kedalaman informasi seperti ini diperlukan agar konten memiliki nilai relevansi yang tinggi bagi para pembaca.

Tekanan pada biaya produksi dan distribusi diperkirakan akan terus meningkat jika fluktuasi rupiah tidak segera stabil. Oleh karena itu, pelaku usaha berharap kondisi ekonomi dapat segera membaik guna menjaga margin keuntungan dan daya beli masyarakat.

Normalisasi Kali Cigede Mendesak Atasi Banjir Pagaden

Banjir Pagaden Subang

suarasubang.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang merespons cepat laporan masyarakat terkait banjir Pagaden Subang yang melanda wilayah Dusun Sukarandeg, Desa Gunungsari. Tim BPBD segera terjun ke lapangan guna meninjau lokasi terdampak akibat luapan air Kali Cigede. Peninjauan ini bertujuan untuk memetakan masalah yang diakibatkan oleh pendangkalan sungai di wilayah tersebut.

Komandan Regu BPBD Kabupaten Subang, Jaja, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons instan terhadap keluhan warga. Selain itu, petugas sedang melakukan asesmen mendalam sebagai bahan laporan bagi pimpinan. Hasil pendataan sementara menunjukkan bahwa terdapat 13 rumah warga yang selalu terendam setiap kali musim hujan tiba.

Dampak banjir ini juga meluas hingga merusak sektor ekonomi pertanian dan perikanan masyarakat setempat. Tercatat sekitar 30 hektare area pesawahan dan 7 hektare kolam ikan warga ikut terendam luapan air. Seluruh data pemetaan ini akan segera diserahkan untuk menentukan langkah penanganan teknis lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

Warga Pagaden Desak Normalisasi Sungai

Seorang tokoh masyarakat, Warta, mengungkapkan bahwa bencana banjir di wilayah mereka merupakan siklus rutin yang terus berulang. Oleh karena itu, kondisi saat ini semakin diperparah oleh tumpukan air kiriman dari wilayah lain yang masuk ke pemukiman. Warga merasa sangat terbebani dengan situasi yang tidak kunjung mendapatkan solusi permanen di bagian hilir sungai.

Mewakili keluh kesah warga, Warta mendesak Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera melakukan tindakan normalisasi. Pengerukan Kali Cigede menjadi prioritas utama karena kondisi sungai saat ini sudah sangat dangkal. Akibatnya, sungai tidak lagi mampu menampung debit air yang tinggi saat intensitas hujan meningkat tajam di wilayah Subang.

Sekda Subang Tinjau Qurban Sapi Presiden di RPH

Qurban Sapi Presiden Subang

suarasubang.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, meninjau langsung pelaksanaan penyembelihan qurban sapi Presiden di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Subang pada Kamis (28/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai prosedur.

Sebanyak tiga ekor sapi qurban disembelih dalam kesempatan tersebut. Satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Selain itu, terdapat bantuan dari karyawan Bank BJB Cabang Subang serta bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

Daging qurban yang telah disembelih akan dikelola dan didistribusikan melalui sejumlah masjid yang ditunjuk. Langkah ini bertujuan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Penggunaan kalimat aktif ini bertujuan untuk memperjelas informasi kepada pembaca.

Kang Asep Nuroni menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dari Bapak Presiden. Oleh karena itu, beliau menegaskan bahwa momentum Iduladha mengandung nilai sosial yang sangat kuat bagi antar masyarakat. Semangat berbagi diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga Subang.

Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudian, koordinasi antara instansi terkait memastikan kualitas daging tetap higienis sebelum didistribusikan. Struktur teks yang terbagi dalam bagian-bagian kecil ini bertujuan mempermudah pembaca dalam menyerap informasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kelancaran ibadah qurban di wilayah Subang. Paragraf pendek digunakan untuk menjaga kenyamanan pembaca agar tidak merasa lelah saat membaca.

Ratusan Mahasiswa ITB Siap Bangun Desa di Subang

KKN-D ITB 2026

suarasubang.com — Pemerintah Kabupaten Subang secara antusias bersiap menyambut kehadiran ratusan akademisi muda dari salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia. Sebanyak 358 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan bakal diterjunkan langsung ke wilayah pedesaan dalam program KKN-D ITB 2026.

Selain itu, program pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama periode Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Rencana besar tersebut dibahas secara mendalam dalam forum audiensi resmi yang mempertemukan pihak kampus dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, di ruang kerjanya pada Selasa (26/5/2026).

Fokus Pembangunan di Desa Talagasari

Kegiatan pengabdian masyarakat ini nantinya akan dipusatkan di Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. Selanjutnya, ratusan mahasiswa tersebut akan terbagi menjadi 17 kelompok kerja taktis yang memiliki beban misi khusus berupa intervensi teknologi tepat guna bagi masyarakat setempat.

Terutama, sektor energi menjadi salah satu prioritas dengan adanya pengadaan serta perbaikan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kemudian, tim mahasiswa juga akan melakukan pembenahan pada tata kelola air bersih baku serta membangun infrastruktur sanitasi warga yang lebih sehat dan memadai.

Dukungan Infrastruktur dan Pendidikan

Tidak hanya berfokus pada energi dan sanitasi, program strategis ini juga menyasar perbaikan fasilitas publik di desa. Bahkan, para mahasiswa ITB berkomitmen untuk membantu pembenahan infrastruktur fisik desa sekaligus memperkuat pilar pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah Serangpanjang.

Sekda Subang, Asep Nuroni, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap rancangan program kerja yang dipaparkan oleh Wakil Direktur Kemahasiswaan ITB, Yorga Permana. Menurutnya, intervensi keilmuan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjawab problem pemenuhan fasilitas dasar di wilayah selatan Subang secara presisi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Subang menjamin dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan KKN-D ini berjalan optimal. Dengan demikian, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan desa di Kabupaten Subang.

NTT Pimpin Tingkat Kegemaran Membaca Nasional 2025

Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia

suarasubang.com — Tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia saat ini berada pada level sedang. Berdasarkan data terbaru dari Perpustakaan Nasional tahun 2025, skor rata-rata nasional mencapai angka 54,80 persen. Angka ini mencerminkan perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan melalui berbagai jenis media.

Daftar Provinsi dengan Skor TGM Tertinggi

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses meraih posisi pertama dengan skor 62,05 persen. Selain itu, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Selatan menyusul di urutan berikutnya dengan skor di atas 60 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut memiliki kebiasaan membaca yang masuk dalam kategori tinggi.

Berikut adalah sepuluh besar provinsi yang paling gemar membaca di Indonesia:

  1. Nusa Tenggara Timur (62,05%)
  2. Nusa Tenggara Barat (61,19%)
  3. Sumatera Selatan (60,86%)
  4. Maluku Utara (60,66%)
  5. Kalimantan Barat (59,85%)
  6. Sulawesi Selatan (59,84%)
  7. Sulawesi Tengah (59,51%)
  8. Sumatera Barat (59,42%)
  9. Sumatera Utara (59,36%)
  10. Kepulauan Riau (59,33%)

Kondisi Kegemaran Membaca di Pulau Jawa

Tiga provinsi di Pulau Jawa juga mencatatkan skor yang cukup kompetitif dalam survei terakhir ini. Jawa Barat memimpin wilayah Jawa dengan skor 59,19 persen. Selanjutnya, posisi tersebut disusul oleh Jawa Timur dengan 58,86 persen dan Jakarta dengan 57,23 persen.

Metodologi survei ini menggunakan pengukuran dimensi utama untuk menilai perilaku masyarakat di setiap provinsi. Skor dibagi menjadi lima kategori, mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Data ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah dalam meningkatkan literasi nasional secara berkelanjutan.

Recent Posts