Beranda Berita Subang NTT Pimpin Tingkat Kegemaran Membaca Nasional 2025

NTT Pimpin Tingkat Kegemaran Membaca Nasional 2025

Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia

suarasubang.com — Tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia saat ini berada pada level sedang. Berdasarkan data terbaru dari Perpustakaan Nasional tahun 2025, skor rata-rata nasional mencapai angka 54,80 persen. Angka ini mencerminkan perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan melalui berbagai jenis media.

Daftar Provinsi dengan Skor TGM Tertinggi

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses meraih posisi pertama dengan skor 62,05 persen. Selain itu, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Selatan menyusul di urutan berikutnya dengan skor di atas 60 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut memiliki kebiasaan membaca yang masuk dalam kategori tinggi.

BACA JUGA:  Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang: Semangat "Ngabret" Menuju Kesejahteraan Nyata

Berikut adalah sepuluh besar provinsi yang paling gemar membaca di Indonesia:

  1. Nusa Tenggara Timur (62,05%)
  2. Nusa Tenggara Barat (61,19%)
  3. Sumatera Selatan (60,86%)
  4. Maluku Utara (60,66%)
  5. Kalimantan Barat (59,85%)
  6. Sulawesi Selatan (59,84%)
  7. Sulawesi Tengah (59,51%)
  8. Sumatera Barat (59,42%)
  9. Sumatera Utara (59,36%)
  10. Kepulauan Riau (59,33%)

Kondisi Kegemaran Membaca di Pulau Jawa

Tiga provinsi di Pulau Jawa juga mencatatkan skor yang cukup kompetitif dalam survei terakhir ini. Jawa Barat memimpin wilayah Jawa dengan skor 59,19 persen. Selanjutnya, posisi tersebut disusul oleh Jawa Timur dengan 58,86 persen dan Jakarta dengan 57,23 persen.

BACA JUGA:  Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Subang Senilai Rp300 Miliar

Metodologi survei ini menggunakan pengukuran dimensi utama untuk menilai perilaku masyarakat di setiap provinsi. Skor dibagi menjadi lima kategori, mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Data ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah dalam meningkatkan literasi nasional secara berkelanjutan.