Beranda blog Halaman 1737

Selamatkan Keponakan, Ni Kadek Wahyu Antari Tewas

b98399155d7cb9967c9c4e47fea78797.jpeg

KBRN, Bangli:  Gempa bumi berkekuatan 4,8 SR di Bali pada Sabtu (16/10/2021) meninggalkan kesedihan.  Seorang warga bernama Ni Kadek Wahyu Antari meninggal dunia lantaran menyelematkan keponakannya dari gempa tersebut.

I Made Diksa, salah seorang kerabat korban bercerita dalam kejadian gempa bui itu, korban Ni Kadek Wahyu Antari berupaya menyelamatkan keponakannya Lionel Adi Putra.

Sambil menggendong keponakannya itu, korban Kadek  Wahyu Antari, berlari ke arah Danau Batur. Namun naas, keduanya dihadang oleh jurang sehingga mereka langsung dihantam oleh bebatuan dari runtuhan tebing di atas rumah mereka.

“Korban sambil memeluk keponakan panik kemudian berlari, namun sayang di depan mereka ada jurang. Tubuh mereka pun dihantam batu dan menimbunnya,” tutur Diksa pilu saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/10/2021).

Saat kejadian, kata I Made Diksa, para korban sedang tertidur lelap. Namun tiba-tiba mereka dikagetkan oleh guncangan gempa yang cukup keras. Tidak berselang, suara gemruh tebing pun terdengar dan material langsung menerjang rumah mereka.

“Semuanya kalang kabut menyelamatkan diri,” tutur Diksa, yang menjabat Perbekel Desa Abang Batu Dinding itu.

Sedangkan korban selamat Made Mudawati (42), Nopa Nopita Sari (18) dan I Gede Solikin (28). Dua korban selamat kini dirawat di RSUD Bangli karena mengalami patah tulang, sementara yang mengalami luka ringan dirawat di Puskesmas Kintamani IV.

Diketahui, sebanyak 5 rumah kepala keluarga (KK) warga yang tinggal di kaki perbukitan Kintamani ini, porak poranda pasca-dihantam tanah longsor akibat gempa bumi berkekuatan 4,8 SR, Sabtu (16/10/2021).

Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP I Gusti  Agung Dhana Aryawan didampingi Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta menyebutkan, bencana tanah longsor terjadi akibat gempa bumi dini hari tadi sekitar pukul 04.00 wita. Setidaknya, ada 8 titik longsor termasuk tanah longsor yang menimpa rumah korban.

“Ada 4 korban yang sempat tertimbun, dua bisa diselamatkan dan dua meninggal dunia,” ujar Kapolres.

Kata dia, pihaknya bersama TNI, BPBD Propinsi Bali, Kabupaten Bangli serta intansi terkait bersama sama melaksanakan evakuasi terhadap korban tanah longsor.

“Karena akses jalan darat tertutup oleh timbunan longsor kami menggunakan jalur air sehingga para korban diangkut menggunakan boot (kapal) oleh anggota kami,” ucap Kapolres. (imr)

Pertambangan Timah Ilegal Marak, Ombudsman Awasi Maladministrasi

32cfe81f03b5b4d7c33ac9dd749de4c3.jpg

KBRN, Jakarta: Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto memastikan pihaknya mengawasi praktek maladministrasi, salah satunya terkait kasus pemegang Izin Usaha Pertambangan (lUP) yang tidak memenuhi syarat tapi menjadi penadah hasil tambang secara ilegal.

“Sebanyak 61 persen publik belum  mengetahui maladministrasi dan keberadaan Ombudsman. Selain itu pihaknya perlu mengawasi pelayanan publik khususnya substansi pertambangan timah,” jelas Hery dalam keterangan pers yang diterima rri.co.id, Sabtu (16/10/2021).

Penjelasan itu juga disampaikan Hery dalam diskusi publik tata niaga pengelolaan timah untuk meningkatkan kontribusi dan manfaat bagi bangsa dan negara, di Swiss Bell Hotel, di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, belum lama ini.

Dia mengatakan, ada banyak problematika pertambangan timah saat ini, seperti banyak kasus pemegang izin usaha pertambangan atau lUP yang tidak memenuhi syarat tapi menjadi penadah hasil tambang secara ilegal. 

 “Yang mendapat untung dari kasus ini adalah negara lain. Mereka membeli sebanyak-banyaknya timah ilegal untuk hilirisasi dan kembali dijual di Indonesia,” katanya.

Kemudian ia menambahkan, lemahnya tata niaga timah, karena belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kondisinya berbeda dengan nikel yang terus didorong pemanfaatanya.

“Ekspor timah ke negara tetangga, angkanya telah turun sejak pemerintah melarang ekspor timah di tahun 2020.Tuntutan beseran royalti dari pertambangan timah oleh Pemda Bangka Belitung dinilai belum proposional, produksi timah masih rendah dan konsumsi domestiknya pun masih kecil,” terangnya.

Ombudsman, kata Hery, juga memberikan saran perbaikan kepada Kementerian ESDM sebaiknya segera mempercepat serapan komoditas timah untuk dalam negeri melalui penguatan industri. 

“Hilirisasi timah harus dipercepat, perizinan daring dan kemudahan fiskal terkait bea impor dan tax holiday telah pemerintah sediakan. Investasi untuk hilirisasi timah berpotensi mendorong serapan tenaga kerja dan dampak ekonomi lainnya,” terangnya.

Sebab, kata Hery industri timah hilir di dalam negeri belum berkembang. Untuk bahan baku solder jumlahnya masih minim dan harus dipenuhi melalui impor. Begitu pula dengan produk tin plate, kebutuhan domestik berkisar 283 ribu ton.

“Industri dalam negeri hanya mampu menyediakan 160 ribu ton. Sisanya terpaksa dari luar negeri pemerintah harus memperbaiki regulasi tata niaga timah terutama dalam konsistensipenegakkan hukum. Mendorong peningkatan produksi timah yang relevan dengan peningkatan PNBP, pelayanan publik terkait kemudahan perizinan sektor pertambangan timah khususnya pertambangan rakyat agar tidak terus menerus liar alias ilegal,” tegasnya.

Ia mengharapkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM, KLHK, Kemendag, dan PT Timah agar terus sosialisasi dan edukasi dengan perlibatan stakeholders pertambangan timah dengan metode pentahelix terkait regulasi pengelolaan pertambangan timah yang sesuai asas pelayanan publik dan tata pemerintahan yang baik.

“Strategi Pentahelix merupakan kolaborasi elemen pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, masyarakat, dan pers dalam mewujudkan perubahan lebih baik,” katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, Amir Syahbana, menyampaikan mengenai pandanganya sebagai persepektif Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah dalam mengelola pertambangan timah di Babel. 

“Urusan ekspor, saya tidak bisa terlalu banyak berkomentar, karena itu terkait perdagangan, tetapi secara komprehensif, lebih kepada satu kesatuan timah, bahasa normatif kegiatan usaha pertambangan.Kondisi saat ini seperti diketahui, bahwa lahirnya Undang-undang nomor 3 tahun 2020 tetang Minerba maka semua otoritas pengelolaan pertambangan menjadi tanggungjawab Menteri ESDM,” kata Amir.

Akan tetapi, sambungnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan masyarakat selaku pemilik wilayah atau produsen timah tidak bisa lepas tangan, disamping itu gubernur merupakan wakil dari pemerintah pusat di daerah.

“Tentunya keinginan kita tata niaga timah tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat dengan harga timah yang telah mencapai rekor tertinggi mencapai US$ 37.475 per metrik ton ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Menurutnya, dampak dari tingginya harga timah saat ini langsung ke masyarakat. Namun, tidak untuk pemprov yang belum merasakan dana bagi hasil sumber daya alam, mineral dan batu bara.

“Dengan harga timah naik, tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi, efeknya itu multi player terutama bisnis pertambangan timah,” terangnya.

Selain itu, dengan tingginya harga timah diharapkan mendorong naiknya royalti yang diterima Provinsi Bangka Belitung nantinya.

“Nah, untuk komoditas emas itu tarif royalti progresif tergantung harga, jadi 3,75 persen sampai 5 persen mengacu dari pada itu, kita mengusulkan supaya tarif timah bisa mengikuti komoditas emas dan harga timah,” kata Amir.

Amir, mengatakan dengan meningkatnya harga timah, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah berkali-kali berusaha meminta ke pemerintah pusat agar adanya peningkatan pendapatan dari royalti dana bagi hasil.

“Keinginan kita Ingin lebih dari itu terkait penerimaan daerah dalam hal ini di APBD, dari dulu tarif royalti hanya 3 persen, Pemprov itu sudah berkali-kali berkeinginan ada peningkatan tarif dan juga telah ke BUMN PT Timah minta saham seperti perusahaan tambang di provinsi lainya,” urainya.

Keinginan Pemprov, kata Amir meminta komoditas timah juga tarif royalti progresif tergantung harganya. Menurutnya, apabila tarifnya royalti dari timah naik progresif maka akan berpengaruh pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNBP) dan dana bagi hasil (DBH).

Kalau memang dapat progresif seperti komoditas emas, harga naik, tarif naik. Tetapi namanya peraturan pemerintah level atau produk hukumnya sudah antar kementerian bukan hanya Kementerian ESDM. Semoga saja permohonan dikabulkan dengan harapan tarif royalti naik,” urai Amir. 

Dalam diskusi publik tata niaga pengelolaan timah, hadir narasumber lainnya yakni Jabin Subiyanto (Sekjen Asosiasi Eksportir Timah Indonesia/AETI), Suratman (pengamat hukum pertambangan), Shulby Yozar Ariadhy, Sumarno (pelaku usaha tambang timah rakyat). Peserta diskusi berasal dari sejumlah perwakilan organisasi, seperti KNPI, HMI, mahasiswa, Ombudsman Babel, Dinas ESDM dan sejumlah instansi/organisasi terkait lainnya.

Karhutla di Lembah Seulawah Aceh Besar

276d475bee91522bcf10bffd3d9e5147.jpg

KBRN, Banda Aceh: Selain 20 hektare lahan gambut di Kabupaten Nagan Raya, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seluas 3 hektare terjadi di Desa Palapa Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Sabtu (16/10/2021).

Informasi diterima RRI.co.id, dari Pusat Pengendalian dan Operasi (PUSDALOPS) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan, peristiwa yang terjadi pada pukul 12.00 WIB tersebut, masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwajib.

Dijelaskan, api berhasil dipadamkan 3 jam kemudiaan setelah BPBD Kabupaten Aceh besar Pos Saree mengerahkan 1 (satu) unit armada pemadam kebakaran dan didukung oleh empat personel.

Sebelumnya lahan gambut seluas 20 hektare di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terbakar, Sabtu (16/10/2021). Hingga siang tadi, api belum mampu dipadamkan petugas. 

“Api belum padam. Ini kami dari BPBD dibantu TNI Polri dan masyarakat sedang memadamkan api di lokasi kebakaran,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Nagan Raya, Sudirman saat dihubungi rri.co.id. 

Menurut Sudirman, kebakaran terjadi sejak Kamis (14/10/2021) pukul 16.15 WIB. Lokasi kebakaran berada di Desa Puloe Krot, Kecamatan Darul Makmur. 

“Luas lahan terbakar ± 20 hektar,” ujarnya.

Anies: Formula E Jakarta, 4 Juni 2022

e3121abd8bcd183786b7f698bedd2bc3.jpg

KBRN, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyambut positif Jakarta yang telah ditunjuk menjadi tuan rumah balap mobil listrik Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang. 

Hal itu diungkapkan Anies usai membagikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sementara kepada warga di Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (16/10/2021).

“Jakarta menyambut baik bahwa sudah diumumkan kita menjadi tuan rumah dan kita akan bersiap untuk 4 Juni 2022, itu saja,” kata Anies kepada wartawan, di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Sabtu (16/10/2021). 

Namun demikian Anies enggan berbicara panjang lebar perihal persiapan Formula E yang digelar pada tahun depan.

Menurutnya saat ini dirinya mengutamakan IMB Sementara bagi warga.  

“Mengenai Formula E penjelasannya nanti, lebih penting rakyat mendapatkan IMB Sementara. Itu jauh lebih penting daripada berita tentang Formula E,” tutur Anies. 

Anies juga enggan menjelaskan dimana nantinya Formula E akan digelar.

Menurutnya FEO Limited selaku penyelenggara yang akan mengumumkan lokasi balap dari lima lokasi alternatif. 

“Biar mereka (penyelenggara) yang umumin, gubernur urus rakyat Tanah Merah,” sambungnya. 

Sebelumnya FIA World Motor Sport Council telah memutuskan Provinsi DKI Jakarta menjadi tuan rumah ajang balap Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang. 

Keputusan yang dilaksanakan di Paris, Perancis pada 15 Oktober 2021 sekaligus juga meratifikasi kalender balapan musim ke-8 tahun 2021/2022.

Chief Championship Officer Formula E sekaligus sebagai Co-founder Formula E, Alberto Longo, memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Indonesia, melalui DKI Jakarta. 

Memasuki balapan musim ke-8, Formula E akan hadir di kota-kota ikonik dunia, termasuk Diriyah (Saudi Arabia), Rome, Monaco, Berlin, Vancouver, New York, London dan Seoul. 

Jakarta E-Prix 2022 nantinya akan jadi gelaran balap mobil listrik pertama dari tiga balapan yang akan dilaksanakan secara berturutan. (Miechell Octovy Koagouw)

Ega Agustine Rosyadi Ditunjuk Sebagai Ketua FOKBI Subang

IMG-20211016-WA0048.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Federasi Olah Raga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Kabupaten Subang baru saja terbentuk dan baru diresmikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah FOKBI provinsi Jawa Barat Tetet Sutardjo melalui SK kepengurusan FOKBI Kabupaten Subang. Jum’at (15/10/21).

Ega Agustine Rosyadi yang merupakan istri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi terpilih dan ditunjuk sebagai ketua DPC FOKBI Kabupaten Subang.

Ketua Umum DPD FOKBI Jabar Tetet Sutardjo mengatakan kehadiran FOKBI Subang akan semakin memperkuat serta menyosialisasikan olah raga kreasi budaya kepada masyarakat.

“Selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPC FOKBI Kabupaten Subang yang sudah terbentuk dan akan segera untuk dilantik.” ucapnya.

Dirinya juga berharap, Semoga DPC FOKBI Kabupaten Subang mampu mensosialiasasikan kesenian dan budaya olahraga kepada semua warga, khususnya di kalangan milenial sehingga mampu menggali dan mengembangkan potensi budaya lokal menuju Subang Jawara.

Sementara itu, Ega Agustine menyampaikan rasa bangganya atas terbentuknya kepengurusan DPC FOKBI Kabupaten Subang. Dirinya berharap dengan hadirnya organisasi FOKBI Kabupaten Subang bisa menghidupkan gairah olahraga kreasi budaya di Kabupaten Subang.

“Kami jajaran pengurus FOKBI Kabupaten Subang, siap mengemban tugas memasyarakatkan olah raga kreasi budaya kepada masyarakat, dengan akan disiapkannya berbagai program kegiatan, salah satunya akan mengembangkan kembali senam poco poco,” pungkas Ega Agustine.

Penyerahan SK Kepengurusan diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPD FOKBI Provinsi Jawa Barat Tetet Sutardjo kepada Ketua DPC FOKBI Kabupaten Subang Ega Agustine Rosyadi dihadapan para pengurus FOKBI Jabar dan Subang di ruang rapat rumdin Wakil Bupati Subang.

FPAUD Subang Gelar Pertemuan dengan Para Istri Camat

IMG-20211016-WA0013.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Forum Pendidikan Anak Usia Dini (FPAUD) Kabupaten Subang kembali gelar pertemuan dengan pengurus Ikatan Istri Camat (IIC) Kabupaten Subang. Setelah sebelumnya, minggu lalu bersama pengurus Ikatan Guru Radhatul Athfal (IGRA) Kab. Subang.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi dan membangun kesepahaman akan pentingnya PAUD. Gelaran giat tersebut dilaksanakan di rumah Koordinator IIC Desa Kasomalang Kec. Kasomalang, Jumat (15/10/2021).

Ketua FPAUD Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, yang juga selaku Bunda PAUD Kabupaten, mengatakan pertemuan ini merupakan penyamaan persepsi tentang pentingnya PAUD dan eksistensi organisasi Forum PAUD ditingkat Kecamatan.

Gerakan membangun kebersamaan diantara organisasi mitra IGTKI, IGRA dan HIMPAUDI dan membangun aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna harus terwujud ditingkat Kecamatan sampai ke tingkat desa.

“Untuk mengawali kegiatan Forum PAUD ditingkat Kecamatan dan Desa, akan dimuali dengan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa sekaligus pelantikan pengurus Forum PAUD ditingkat Kecamatan dan Desa. Setelah pengukuhan Forum PAUD Kecamatan harus mengadakan Rapat Kerja Kecamatan (RAKERCAM) sebagai mekanisme perumusan program kerja organisasi,” ujar Hj. Yoyoh.

Selanjutnya, Hj. Yoyoh berharap pertemuan ini adalah awal dari komitmen bersama para istri Camat untuk berdiri di garda terdepan dalam memimpin perjuangan mewujudkan organisasi mitra yg profesional dan PAUD berkualitas.

Ditempat yang sama, Koordinator IIC Kab. Subang Ibu Hj. Dede mengatakan bahwa IIC mempunyai potensi besar untuk menggerakan semua pihak agar peduli PAUD, karena istri Camat sebagai Bunda PAUD Kecamatan juga sebagai tokoh sentral para guru-guru PAUD di masing-masing Kecamatan. Komitmen bersama para istri Camat yang dibangun sekarang lebih membuka peluang harapan besar bahwa PAUD JAWARA yang berkualitas akan segera terwujud.

H. Ade Mulyana, S.Ag.,M.Pd sebagai Sekretaris Forum PAUD Kabupaten Subang dalam pemaparannya mengatakan:

“Perubahan sosial sebesar apapun semua diawali dari perubahan pola pikir, maka penting sekali sebelum melakukan aktivitas besar untuk mewujudkan PAUD JAWARA berkualitas diawali dengan penyamaan persepsi/pola pikir tentang pentingnya PAUD.” Kata Ade.

Diharapkan, lanjut Ade, dari pertemuan dan diskusi bersama para Istri Camat se-Kab. Subang hari ini terbangunnya persepsi sama dan terbangunnya komitmen untuk mengerahkan segala potensi demi terwujudnya PAUD JAWARA berkualitas di Kab. Subang.

“Anak usia dini hanya sekali seumur hidupnya mengalami masa emas (Golden Age) yaitu direntang usia 0-6 tahun. Menurut ahli neorologi direntang usia itulah perkembangan otak anak terjadi 80 %, sisanya 20 % trjadi perkembangan sampai usia 18 tahun. Maka komitmen bersama para Istri Camat saat ini untuk terlibat dalam perjuangan PAUD merupakan harapan besar untuk terbangunnya kualitas generasi penerus Kab. Subang di masa yang akan datang,” katanya.

Selanjutnya, H. Ade memaparkan bahwa Forum PAUD akan terus mendesign konsep-konsep kegiatan yang berbasis “basic need”/kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh guru dan lembaga PAUD. Kehadiran Forum PAUD sebagai dirigen dari irama aktivitas para organisasi mitra dalam mewujudkan tujuan bersama untuk PAUD JAWARA berkualitas.

Ternyata Drainase Mampet Karena Sampah Menjadi Penyebab Banjir di Ciater

IMG-20211016-WA0007.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Hujan deras mengguyur Ciater pada hari Kamis 13 Oktober 2021 membuat ruas jalan sekitar mengalami banjir.

Kabar di media sosial menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat adanya beberapa bagian di Kebun Ciater yang beralih fungsi menjadi tempat wisata, namun faktanya berdasarkan hasil investigasi dati Tim Kebun Ciater dan Tim BPBD Subang, terjadinya banjir dadakan yaitu akibat dari saluran air tersumbat oleh sampah yang dibuang tidak pada tempat yang seharusnya.

Setelah dilakukan pengecekan ke saluran drainase, ternyata banyak sampah dan kayu yang menghalangi jalur air. Material yang menutupi saluran tersebut, dibersihkan secara gotong royong oleh Tim Kebun Ciater, BPBD Kabupaten Subang, Babinsa Kecamatan Ciater dan Mitra PT Candisukuh Ciater.

Hujan lebat kembali terjadi lagi keesokan harinya, dan tidak nampak genangan di jalan raya karena telah dilaksanakan pembersihan drainase.

Manager Kebun Ciater Yanyan Cahyana atau yang akrab disapa Abah Yanyan menyebutkan, sebenarnya sudah terjadi 2 kali kejadian meluapnya air ke jalan sekitar nagrog (dekat proyek wisata PT Candi Sukuh), pihak Kebun Ciater pun sudah mendapat laporan terkait hal tersebut baik dari masyarakat maupun dari Camat Ciater.

“Namun saat itu kami belum dapat menemukan sumber dari luapan tersebut, dan baru setelah kejadian banjir hari rabu tg 13 Oktober 2021 keesokan harinya kami cek bersama-sama dengan kecamatan, petugas BPDB Kab Subang dan pihak mitra PT. Candi Sukuh, ditemukan sumber luapan air berasal dari gorong-gorong yang berada di sebrang jalan proyek Candi Sukuh setelah diperiksa tersumbat oleh berbagai material sampah antara lain plastik, kayu dan batu, setelah dibersihkan Kamis pagi tanggal 14 Oktober 2021, dan terjadi hujan lebat sore hari nya kami cek ke lapangan Alhamdulillah saluran air berfungsi dengan baik dan tida ada lagi luapan air ke jalan, mudah-mudahan tidak terjadi lagi ke depannya,” katanya.

Direncanakan hari Jumat 15 Oktober kami dari Tim Kebun Ciater bersama Mitra PT. Candi Sukuh dan Muspika Kecamatan Ciater akan melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa sampah eks banjir tersebut.

Petugas BPDB Subang menyatakan sebaiknya untuk menyikapi kejadian bencana alam semua pihak harus melakukan mitigasi terlebih dahulu jangan asal tuduh tanpa di cek kebenaran nya terlebih dahulu, seperti kejadian banjir yang terjadi di wilayah kebun Ciater tempo hari tanggal 13 Oktober 2021 banyak yang upload di media sosial memberitakan bahwa kejadian banjir akibat terjadinya pembabatan hutan dan adanya proyek yang dikerjakan di areal Kebun Ciater.

Ternyata setelah diinvestigasi itu tidak benar, kejadian meluapnya air ke jalan murni disebabkan saluran drainase (gorong-gorong) yang berada di sebrang bagian atas proyek Candi Sukuh tidak berfungsi karena tersumbat sampah plastik rumah tangga dan material lainnya; setelah dilakukan pembersihan drainase berfungsi kembali dan saat ada hujan sore harinya tidak terjadi lagi kejadian banjir tersebut.

“Penggunaan beberapa titik di Perkebunan Ciater menjadi tempat wisata sudah melalui kajian dan perijinan dari Dinas terkait”, ucap Tim Optimalisasi Aset PTPN VIII.

Kejadian banjir ini menjadi pengingat untuk kita agar lebih menjaga kebersihan bumi ini dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke sungai maupun gorong-gorong saluran air, karena bencana alam yang tidak kita inginkan dapat terjadi saat memasuki musim penghujan.

Hadiri Kegiatan Bimtek KPAI, Kapolres : Masih Ada 17 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Subang

Kapolres-di-Bimtek-KPAD-Subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Kapolres Subang AKBP Sumarni Hadiri Kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Penanganan Perlindungan Anak di Kab. Subang Menuju Kabupaten Subang Layak Anak oleh KPAI di Hotel Betha Subang, Jumat (15/10/2021)

Kegiatan dihadiri juga oleh Ketua KPAI Dr. Susanto, Ketua KPAD Kab. Subang Hj. Merry Mariam, Asda I Kab. Subang H. Rahmat Effendi, Kasat Binmas Polres Subang, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Subang, Anggota dari KPAI Pusat, Perwakilan dari Dinas Pendidikan Subang, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Subang, Perwakilan dari DP2KBP3A Subang dan Perwakilan dari Dinas Sosial Kab. Subang.

Ketua KPAD Kab. Subang Hj. Merry Mariam dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Kapolres dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Penanganan Perlindungan Anak di Kab. Subang Menuju Kabupaten Subang Layak Anak.

Hj. Merry Mariam mengatakan berbagai soroton terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi. Baik melalui media cetak maupun elektronik, telah memposisikan pemerintah untuk segera mengambil keputusan dan proaktif merespon berbagai reaksi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberantasan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan dimaksud adalah membuat regulasi di tingkat pusat maupun daerah yang betul-betul menyentuh substansi permasalahan yang sedang dihadapi. Saya harapkan Bintek ini dapat menjelaskan berbagai strategi dan sistem pencegahan dini antara semua pihak, ” Ucapnya.

Kapolres Subang AKBP Sumarni, menyampaikan rasa terima kasih atas undangannya karena ini juga termasuk dalam tugas pokok Polri tentang perlindungan anak.

“Anak adalah penerus bangsa, maka dari itu harus betul – betul jaga dan lindungi keselamatannya. Masih terjadi 17 kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di Wilayah Hukum Polres Subang, yang paling banyak kasus persetubuhan anak dibawah umur, kekerasan terhadap anak, perdagangan dlan lainnya. Bahkan ada kasus persetubuhan anak dibawah umur dilakukan oleh orang tua tirinya, ada juga oleh orang tua kandungnya, kebanyakan kasus tersebut setelah kami dalami berdasarkan pengakuan para pelaku ternyata disebabkan setelah menonton konten porno yang beredar luas di media internet/situs Web, dan masalah lainnya yang rentan membahayakan anak yaitu Peredaran Narkoba, ucapnya.

Sumarni mengajak, Mari kita lakukan langkah – langkah antisipasi agar kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur tidak terjadi lagi di kab. Subang.

“Kita harus melakukan Edukasi terhadap orang tua untuk memberikan pengawasan yang ketat terhadap anaknya, jangan biarkan anak bermain tanpa ada pengawasan dari orang tuanya ataupun kerabat/orang yang di percayai. Maka dari itu kita harus sama – sama melakukan Sosialisasi terhadap para orang tua agar ajarkan anaknya supaya tidak mudah didekati oleh orang yang tidak dikenal, ataupun para anak tidak diam saja pada saat bagian sensitif mereka di sentuh orang lain”, ungkap Sumarni.

Kapolres Subang juga menambahkan, apabila ada kasus apapun yang terjadi terhadap anak dibawah umur yang diketahui silakan laporkan ke pihak kepolisian polres subang, bisa dengan hubungi Call Center kami di 110, tandasnya.

Sementara Ketua KPAI Dr. Susanto menyambut baik kerjasama yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Subang dalam rangka melaksankan kegiatan ini.

“Tugas tersebut sungguh merupakan tugas yang berat, karena terkait dengan permasalahan moral manusia. Tugas ini akan menjadi ringan apabila semua komponen memiliki komitmen bersama untuk melaksanakan Peraturan Perundang-Undang tersebut dengan arif dan bijaksana,” harapnya.

Selain itu, Asda I Kab. Subang H. Rahmat Effendi menyampaikan bahwa dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang akhir-akhir ini sangat tinggi, Pemerintah Pemerintah Kabupaten Subang telah banyak melakukan upaya-upaya penanganan maupun pemberdayaan perempuan.

Dengan melibatkan berbagai elemen, antara lain instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM pemerhati Perempuan dan Anak yang tugasnya mendorong percepatan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menghadapi dinamika dan tantangan tugas ke depan yang semakin berat dengan berbagai wujud dan tempat dengan seribu satu masalah yang dihadapi, ia berharap melalui kegiatan Bintek dan sosialisasi ini, kita semakin merapatkan barisan dan membulatkan tekad bersama menyatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah musuh kita dan karena itu harus diberantas atau dihilangkan.

Sebagai Narasumber pada Bintek dan sosialiasi tersebut adalah Penguatan Kesekretariatan KPAD oleh Elita Gafar mengenai dan Penyampaian Materi mengenai Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Subang Dra. Nunung Suryani.

Kegiatan Bintek tersebut berlangsung sehari dan diwarnai dengan dialog bersama yang melibatkan peserta yang berasal dari sejumlah Aparatur Sipil Negara/ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Unsur Polri dan TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Subang.

Kunjungi Pantura, Kang Jimat Sampaikan Akan Maksimalkan Upaya Antisipasi Banjir

Bupati-Ruhimat.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kecamatan Sukasari Bupati Subang H. Ruhimat juga lakukan silaturahmi sekaligus serap aspirasi dan penyerahan berbagai bantuan sosial untuk warga Kecamatan Pamanukan di Kantor Desa Sukareja Kecamatan Sukasari, Kamis (14/10/21).

Berbagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kecamatan Pamanukam dimulai dari acara pemberian bantuan stimulan, bantuan sosial tunai, pemberian 1 unit motor kepada Desa Rancasari dan Desa Bongas, dan reward mobil Jawara kepada desa Lunas PBB yaitu Desa Mulyasari, Desa Rancahilir dan Desa Pamanukan Hilir dari pemerintah Kabupaten Subang, serta pemberian bantuan penerima manfaat pekarangan pangan lestari (P2L) sumber dana DAK non fisik tahun 2021 dari Dinas Ketahanan Pangan kepada KWT Mulyasari Berseri Desa Mulyasari sebesar Rp. 55.000.000.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan bantuan dari Dinas Pertanian berupa bantuan brigade Pompa Air 6 inc kepada Kelompok Tani Lodan Desa Mulyasari.

Adapun penyerahan bantuan stimulan tingkat RT sebesar 10 Juta rupiah/RT diberikan kepada 43 RT dari 174 RT se Kecamatan Pamanukan diantaranya Desa Bongas (3 RT), Desa Lengkongjaya (5 RT), Desa Mulyasari (8 RT), Desa Pamanukan (11 RT), Desa Pamanukan Hilir (5 RT), Desa Pamanukan Sebrang (4 RT) Desa Rancahilir (3 RT) dan Desa Rancasari (4 RT).

Menurut kalak BPBD H. Hidayat perkara bencana terdiri dari 3 faktor yaitu alam, perilaku dan regulasi dimana curah hujan maupun cuaca tidak bisa dicegah atau di kendalikan maka buruknya perilaku manusia pun dapat menyebabkan kemudharatan bila tak terjaga dan terpelihara sedangkan regulasi yang tak beraturan pemberian izin yang bukan peruntukan maupun kebijakan pembangunan yang serampangan serta perencanaan yang tidak matang merupakan faktor terbesar yang dapat mengundang bencana alam terutama bencana banjir. Untuk itu dibutuhkan kesadaran seluruh pihak secara konperhensif untuk tidak hanya saling menyalahkan dan mengajak untuk saling mencari solusi serta melakukan semaksimal mungkin ikhtiar maupun mitigasi terhadap potensi kebencanaan dalam peran dan posisinya masing-masing.

Sementara itu dalam sesi obrolan Omat, Kang Jimat sapaan akrab orang nomor 1 di Subang tersebut menyampaikan apresiasinya atas kekompakan warga dan pemuda pantura dalam upaya penanggulangan banjir di Pamanukan, selain itu dirinya menyampaikan permohonan maafnya apabila pemerintah daerah dinilai belum maksimal dalam penanggulangan banjir di wilayah pantura umumnya dan di kecamatan Pamanukan khususnya. Dibutuhkan kerjasama dan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk menangani permasalahan banjir di wilayah Subang Utara, untuk itu dirinya akan memaksimalkan peran pemerintah daerah untuk melakukan berbagai upaya mengatasi banjir di Subang Utara khususnya di Kecamatan Pamanukan.

Tahun 2021 ini melalui Dinas PUPR dan BP4D dirinya telah menginstruksikan perencanaan dan penganggaran pembangunan untuk 78 saluran di 6 kecamatan di wilayah Subang Utara untuk normalisasi sungai sebagai antisipasi banjir. Dirinya berharap apa yang dilakukan pemerintah daerah bisa meminimalisir dampak banjir di wilayah Subang Utara dan berharap semua pihak saling bergotong royong dalam menghadapi bencana alam di Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Subang sekaligus istri Bupati Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Rahmat Effendi, Kalak BPBD H. Hidayat, Kadis Pertanian Dra. Nenden Setiawati, M.Si., Kadis Sosial Drs. H. Deden Hendriana, M.Pd., Kadis Ketahanan Pangan Dr. H. Hendrawan, SP., M.M., perwakilan Dispemdes, Perwakilan DKUPP,
Perwakilan Bapenda, Perwakilan Dinas PUPR, unsur Muspika Kecamatan Pamanukan dan seluruh kepala desa perwakilan RT Se Kecamatan Pamanukan baik langsung maupun secara virtual.

Polres Subang Gencarkan Vaksinasi Massal Bagi Lansia dan Bagikan Sembako di Dua Desa

IMG-20211015-WA0059.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Kepolisian Resor Subang, Jawa Barat terus menggencarkan kegiatan vaksinasi COVID-19 secara massal serta Pemberian Sembako Kepada Lansia di Desa Rancajaya Patokbeusi dan Desa Karang Mulya Legonkulon Subang. Kegiatan di Pimpin Langsung Kapolres Subang AKBP Sumarni.

“Pada hari ini Polres Subang kembali menggelar vaksinasi massal bagi para lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua Lokasi yaitu di Desa Rancajaya Patokbeusi dan Desa Karang Mulya Legonkulon Subang,” Ucap Kapolres Subang. Jumat (15/10/2021).

Kapolres mengatakan pihaknya telah meninjau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar 2.000 di dua Desa tersebut. “Berdasarkan hasil peninjauan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Kapolres juga mengatakan, Adapun Jumlah Lansia yang telah Tervaksin di Desa Rancajaya Patokbeusi Subang sebanyak 1.000 Orang. Dan Jumlah Lansia yang telah Tervaksin di Desa Karang Mulya Legonkulon Subang sebanyak 1.000 Orang.

Sumarni menambahkan bahwa kegiatan ini juga sesuai dengan program pemerintah agar kegiatan vaksinasi terus ditingkatkan dan digencarkan guna mendukung capaian target kekebalan komunal.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan program vaksinasi COVID-19, khususnya di Kabupaten Subang.

“Masyarakat perlu ikut berpartisipasi, salah satunya dengan mengikuti program vaksinasi, bagi yang belum mendapatkan vaksinasi agar dapat segera mendaftarkan diri,” katanya.

Selain itu, Kapolres Subang juga memberikan Bantuan Sosial berupa Sembako kepada Lansia yang telah melaksanakan Vaksin di Desa Rancajaya Patokbeusi dan Desa Karang Mulya Legonkulon Subang.

Kapolres Subang memberikan Bantuan Sosial berupa Paket Sembako kepada Tim Nakes di Desa Karang Mulya Legonkulon Subang, sebagai Apresiasi dari Polres Subang atas bantuannya sebagai Vaksinator di Desa Karang Mulya Legonkulon Subang.

Recent Posts