suarasubang.com – Pemerintah Kabupaten Subang tengah mempercepat perbaikan jembatan rusak di Subang demi menjamin keselamatan warga. Saat ini, kondisi infrastruktur yang memprihatinkan memaksa masyarakat nekat turun ke dasar sungai untuk menyeberang. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, telah meninjau langsung lokasi terdampak guna memastikan langkah penanganan yang cepat dan tepat.
Salah satu titik kerusakan terparah berada di perbatasan Kecamatan Kalijati dan Serangpanjang. Warga terpaksa melintasi Sungai Cikeruh melalui jalur bawah karena jembatan gantung sepanjang 48 meter tersebut sudah tidak layak. Lantai jembatan dipenuhi lubang besar yang sangat membahayakan bagi pejalan kaki maupun pengendara roda dua. Bahkan, sempat terjadi insiden seorang nenek terjatuh saat mencoba menyeberangi sungai tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang merespons keluhan ini dengan rencana perbaikan segera. Kabid Pemeliharaan Dinas PUPR, David Samsi, menargetkan proses pemulihan fisik jembatan akan rampung dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Perbaikan tersebut mencakup penggantian lantai kayu serta pemasangan sling baja yang baru. Selain itu, petugas akan memeriksa struktur fondasi secara menyeluruh untuk menjamin keamanan jangka panjang.
Di lokasi berbeda, Bupati meninjau jembatan penghubung Saluran Kalimalang di Kecamatan Blanakan. Infrastruktur di wilayah ini mengalami korosi parah akibat sering terendam banjir dalam frekuensi yang tinggi. Dampaknya, mobilitas warga antara Desa Muara dan Desa Tanjungtiga menjadi sangat terhambat. Untuk sementara waktu, pemerintah berjanji menyediakan jembatan darurat agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar selama masa renovasi.
Estimasi anggaran untuk revitalisasi total jembatan di Blanakan ini diprediksi mencapai Rp 16 miliar. Oleh karena itu, Pemkab Subang segera melakukan koordinasi dengan jajaran anggota legislatif guna dukungan pendanaan yang lebih kuat. Di sisi lain, normalisasi saluran air sepanjang 10,5 kilometer juga terus dikebut pascabanjir. Proyek ini sangat krusial karena mendukung operasional tambak udang seluas 750 hektare yang menjadi tumpuan ekonomi warga pesisir.








