Beranda Berita Subang Ternyata Drainase Mampet Karena Sampah Menjadi Penyebab Banjir di Ciater

Ternyata Drainase Mampet Karena Sampah Menjadi Penyebab Banjir di Ciater

IMG-20211016-WA0007.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Hujan deras mengguyur Ciater pada hari Kamis 13 Oktober 2021 membuat ruas jalan sekitar mengalami banjir.

Kabar di media sosial menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat adanya beberapa bagian di Kebun Ciater yang beralih fungsi menjadi tempat wisata, namun faktanya berdasarkan hasil investigasi dati Tim Kebun Ciater dan Tim BPBD Subang, terjadinya banjir dadakan yaitu akibat dari saluran air tersumbat oleh sampah yang dibuang tidak pada tempat yang seharusnya.

Setelah dilakukan pengecekan ke saluran drainase, ternyata banyak sampah dan kayu yang menghalangi jalur air. Material yang menutupi saluran tersebut, dibersihkan secara gotong royong oleh Tim Kebun Ciater, BPBD Kabupaten Subang, Babinsa Kecamatan Ciater dan Mitra PT Candisukuh Ciater.

Hujan lebat kembali terjadi lagi keesokan harinya, dan tidak nampak genangan di jalan raya karena telah dilaksanakan pembersihan drainase.

BACA JUGA:  Jelang Porprov XIV, Sampah Menggunung di Jalan Bagus Yabin Kota Subang

Manager Kebun Ciater Yanyan Cahyana atau yang akrab disapa Abah Yanyan menyebutkan, sebenarnya sudah terjadi 2 kali kejadian meluapnya air ke jalan sekitar nagrog (dekat proyek wisata PT Candi Sukuh), pihak Kebun Ciater pun sudah mendapat laporan terkait hal tersebut baik dari masyarakat maupun dari Camat Ciater.

“Namun saat itu kami belum dapat menemukan sumber dari luapan tersebut, dan baru setelah kejadian banjir hari rabu tg 13 Oktober 2021 keesokan harinya kami cek bersama-sama dengan kecamatan, petugas BPDB Kab Subang dan pihak mitra PT. Candi Sukuh, ditemukan sumber luapan air berasal dari gorong-gorong yang berada di sebrang jalan proyek Candi Sukuh setelah diperiksa tersumbat oleh berbagai material sampah antara lain plastik, kayu dan batu, setelah dibersihkan Kamis pagi tanggal 14 Oktober 2021, dan terjadi hujan lebat sore hari nya kami cek ke lapangan Alhamdulillah saluran air berfungsi dengan baik dan tida ada lagi luapan air ke jalan, mudah-mudahan tidak terjadi lagi ke depannya,” katanya.

BACA JUGA:  Temui Bupati Subang, Deputi Kewirausahaan Kemenkop RI Dorong Kalaborasi Koperasi dan UMKM

Direncanakan hari Jumat 15 Oktober kami dari Tim Kebun Ciater bersama Mitra PT. Candi Sukuh dan Muspika Kecamatan Ciater akan melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa sampah eks banjir tersebut.

Petugas BPDB Subang menyatakan sebaiknya untuk menyikapi kejadian bencana alam semua pihak harus melakukan mitigasi terlebih dahulu jangan asal tuduh tanpa di cek kebenaran nya terlebih dahulu, seperti kejadian banjir yang terjadi di wilayah kebun Ciater tempo hari tanggal 13 Oktober 2021 banyak yang upload di media sosial memberitakan bahwa kejadian banjir akibat terjadinya pembabatan hutan dan adanya proyek yang dikerjakan di areal Kebun Ciater.

BACA JUGA:  Pemilu Berkualitas di Subang Bisa Dorong Kader Terbaik Jadi Pemimpin Pembaharu

Ternyata setelah diinvestigasi itu tidak benar, kejadian meluapnya air ke jalan murni disebabkan saluran drainase (gorong-gorong) yang berada di sebrang bagian atas proyek Candi Sukuh tidak berfungsi karena tersumbat sampah plastik rumah tangga dan material lainnya; setelah dilakukan pembersihan drainase berfungsi kembali dan saat ada hujan sore harinya tidak terjadi lagi kejadian banjir tersebut.

“Penggunaan beberapa titik di Perkebunan Ciater menjadi tempat wisata sudah melalui kajian dan perijinan dari Dinas terkait”, ucap Tim Optimalisasi Aset PTPN VIII.

Kejadian banjir ini menjadi pengingat untuk kita agar lebih menjaga kebersihan bumi ini dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke sungai maupun gorong-gorong saluran air, karena bencana alam yang tidak kita inginkan dapat terjadi saat memasuki musim penghujan.