Beranda blog Halaman 93

Subang Ngebut! 253 Koperasi Merah Putih Melejit 100 Persen Berkat ‘Operasi Hemat Waktu’

percepatan koperasi merah putih Subang

SUBANG – Di tengah hembusan angin musim kemarau dan keribetan administratif yang kadang bikin pusing kepala, ada kabar segar dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bayangkan, 253 desa dan kelurahan di sana kini resmi punya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih alias KD/KMP. Dan yang lebih wow: capaiannya 100 persen, tuntas semua, sebelum matahari tenggelam tanggal 30 Juni 2025!

Lho, kok bisa? Ternyata ada pasukan super cepat dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat yang turun langsung. Dipimpin Kadivyankum Jabar, Hemawati Br. Pandia, bersama Analis Hukum Ahli Muda Zaki Fauzi Ridwan, tim ini melakukan aksi monitoring yang bukan kaleng-kaleng. Mereka menyambangi Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Subang dengan misi: “Koperasi harus sah hari ini juga!”

Nah, awalnya memang masih ada 16 desa dan kelurahan yang belum beres pengesahannya. Tapi jangan salah, ini bukan karena malas, melainkan karena koordinasi yang tersendat antara notaris dan Dinas Koperasi. Makanya, Bu Hemawati dan tim langsung turun tangan. “Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengawasi pelaksanaan tugas notaris, apalagi ini adalah program yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025,” tegasnya mantap.

Bukan hanya sekadar datang lalu foto-foto dan pulang. Di ruang pertemuan yang mungkin sudah diselimuti aura tegang bercampur kopi sachet, Bu Hemawati menegaskan satu hal: sekarang giliran notaris yang harus tancap gas! Soalnya, semua dokumen musyawarah desa sudah diserahkan. Jadi kalau sampai molor, bisa-bisa disemprit oleh waktu. Apalagi deadline-nya meledak hari itu juga—30 Juni 2025.

Acara pemantauan yang padat merayap ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting, lho. Ada Ketua MPD Notaris Subang, Yoyon Karyono yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Pemda. Lalu ada Iwan Dermawan dari Ikatan Notaris Indonesia Subang, para notaris yang sudah kebanjiran akta, dan perwakilan Dinas Koperasi yang tampaknya hari itu nggak sempat ngopi dulu pagi-pagi.

Mereka duduk bareng, mencocokkan data, dan mengecek apakah ada desa yang masih main petak umpet dengan akta pendirian. Dan… beneran, ada yang baru tanda tangan akad di hari-H. Seperti mahasiswa yang baru nyicil skripsi malam sebelum sidang, mereka akhirnya beres juga.

Dengan irama cepat nan kompak, ke-16 desa yang tadinya tertinggal akhirnya finish juga di garis waktu. “Kita all out hari ini,” mungkin begitu batin para notaris sambil lap keringat. Maka, jadilah: Kabupaten Subang resmi menoreh sejarah sebagai daerah dengan 253 KD/KMP aktif dari total 253 desa/kelurahan. Nggak ada yang ketinggalan kereta, semua ikut konvoi keberhasilan!

Pencapaian ini bukan sekadar angka. Ini bukti konkret kalau Kemenkum Jabar nggak hanya serius, tapi juga lincah dan taktis dalam mendukung program nasional. Jadi, kalau nanti ada lomba percepatan koperasi tingkat nasional, Subang boleh maju duluan. Karena mereka sudah membuktikan: dengan sinergi, deadline pun bisa jadi tantangan yang menyenangkan.

Tarif Listrik Juli-September 2025 Tetap, Dompet Aman, Hati Nyaman!

Tarif listrik Juli 2025 tetap
Foto: ilustrasi

Suarasubang.com – Kabar baik datang dari langit-langit dunia kelistrikan! Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengumumkan tarif listrik untuk Triwulan III 2025. Dan tebak apa? Nggak naik! Iya, betulan—tarif listrik tetap adem ayem, seperti kipas angin yang dinyalakan di siang bolong.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, memberikan klarifikasi dengan gaya serius namun menenangkan. “Untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan daya beli masyarakat, serta daya saing industri, Triwulan III 2025 diputuskan tarif tetap, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh pemerintah,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM. Kita doakan saja semoga “tidak ditetapkan lain oleh pemerintah” itu tidak berubah pikiran mendadak.

Jadi, mulai bulan Juli sampai September 2025 nanti, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi masih konsisten. Tak terguncang inflasi, tak tergoda rayuan wacana perubahan. Termasuk juga 24 golongan pelanggan bersubsidi seperti rumah tangga kecil, bisnis mungil, hingga UMKM pejuang ekonomi lokal—semuanya aman sentosa.

Mari kita intip angka-angka tarif listrik yang akan jadi teman setia setiap tagihan bulan Anda. Untuk pelanggan rumah tangga:

  • Daya 900 VA golongan RTM, cukup bayar Rp 1.352 per kWh
  • Daya 1.300 dan 2.200 VA? Sama rata Rp 1.444,70 per kWh
  • Yang pakai 3.500–5.500 VA dan di atas 6.600 VA? Siapkan Rp 1.699,53 per kWh

Untuk dunia bisnis, siapkan kalkulator dan secangkir kopi:

  • Bisnis kecil (B-2), daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Bisnis menengah (B-3) dengan daya jumbo di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Lanjut ke industri. Yang suka pabrik berdengung dan mesin berbunyi merdu:

  • Industri menengah I-3: Rp 1.114,74 per kWh
  • Industri besar I-4: cukup Rp 996,74 per kWh saja. Lebih murah dari kopi susu di kafe!

Listrik untuk pemerintah juga tidak kena badai anggaran:

  • Penerangan jalan umum dan pelayanan pemerintahan bisa senyum tipis dengan tarif antara Rp 1.522,88 hingga Rp 1.699,53 per kWh, tergantung golongan dan tegangan.

Layanan sosial seperti sekolah dan rumah ibadah tetap mendapat pelukan hangat dari negara. Tarifnya mulai dari Rp 325 hingga Rp 925 per kWh. Sementara itu, untuk pelanggan rumah tangga subsidi? Jangan khawatir:

  • 450 VA tetap di Rp 415 per kWh
  • 900 VA di angka Rp 605 per kWh

Jadi, buat Anda yang sempat deg-degan tiap awal bulan, tenang saja. Tagihan listrik tak akan bikin jantung berdebar macam nonton horor tengah malam. Nikmati cahaya lampu tanpa drama—karena tarif tetap, dompet pun selamat.

Misteri Ratih Anggraeni: Mayat Perempuan Tanpa Busana Gegerkan Irigasi Pagaden

Mayat perempuan Pagaden

Subang — Warga Dusun Gardu, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, dibuat terkejut bukan kepalang pada Minggu pagi (29/6/2025). Bukannya temukan ikan mujair di saluran irigasi Curug Gala, malah menemukan… jasad perempuan tanpa busana. Suasana pagi yang biasanya damai mendadak berubah jadi seperti adegan pembuka film detektif.

Sekitar pukul 08.00 WIB, penemuan itu langsung menggegerkan warga. Polisi pun sigap turun ke lokasi, dan hanya dalam waktu dua jam saja—yup, dua jam, bukan dua minggu seperti sinetron—identitas korban berhasil diungkap lewat sidik jari.

“Kurang lebih dua jam setelah penemuan mayat perempuan tanpa busana tersebut, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi korban lewat sidik jari,” ujar Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, dengan gaya khas polisi yang kalem tapi tegas.

Dan siapa gerangan korban ini? Bukan artis TikTok atau pesulap keliling, tapi seorang perempuan muda bernama Ratih Anggraeni, 26 tahun, warga Kampung Sukamaju, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

“Korban diketahui bernama Ratih Anggraeni berusia 26 tahun,” lanjut Ikin.

Yang membuat kasus ini makin penuh tanda tanya—dan bukan tanda cinta—adalah fakta bahwa seminggu sebelumnya, Ratih diketahui diantar pengurus RT ke rumah ibunya di Cirebon. Jadi, kenapa bisa tiba-tiba muncul di Pagaden? Dan sama siapa? Jalan kaki? Naik angkot? Bareng siapa?

“Yang jadi pertanyaan, kenapa Ratih ada di sekitaran Pagaden dan bersama siapa korban ini datang ke Pagaden,” ungkap Ikin penuh teka-teki, seolah sedang menguji kemampuan para penonton TV kriminal.

Pihak kepolisian Polsek Pagaden bersama Satreskrim Polres Subang kini terus bergerak cepat. Sambil menanti hasil autopsi dari RS Bhayangkara Indramayu, mereka mengumpulkan keterangan dari saksi dan keluarga. Siapapun yang tahu info, saatnya jadi detektif partisipatif.

“Kami pihak kepolisian Polsek Pagaden dibantu Satreskrim Polres Subang masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi maupun dari pihak keluarga korban,” jelas Ikin lagi.

Dari hasil olah TKP dan visum luar, luka-luka yang ditemukan di tubuh Ratih bikin merinding. Ada benjolan di dahi kiri dan kanan, muka lebam, dan luka sobek di kepala. Siapapun pelakunya, tampaknya tidak main-main. Tapi jangan khawatir, tim penyelidik kita sedang bekerja keras.

“Ada luka benjolan di dahi kiri dan kanan, muka lebam, dan luka sobek di kepala korban,” ujar Ikin menutup keterangannya.

Siapa pelaku di balik tragedi ini? Misteri masih membelit. Tapi publik menanti jawaban, dan keadilan untuk Ratih semoga segera terungkap.

VinFast Fokus Bangun Pabrik di RI, Motor Listriknya Masih Parkir Dulu

VinFast Indonesia mobil listrik

suarasubag.com — Warga +62 yang sudah ngebet ngebut naik motor listrik buatan VinFast, harap bersabar ya. VinFast Indonesia baru saja menegaskan bahwa untuk sekarang, mereka belum mau dulu menyenggol urusan motor apalagi bus listrik. Kenapa? Karena mereka lagi sibuk bebikinan rumah produksi dulu di Subang, Jawa Barat!

Kariyanto Hardjosoemarto, sang CEO VinFast Indonesia, dengan lugas mengatakan, “Saat ini belum ada rencana pasti untuk motor listrik atau bus. Prioritas awal adalah perakitan model EV seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7.” Jadi, kalau kalian ngarep lihat bus VinFast ngider di jalanan Jakarta minggu depan, sabar… itu masih angan-angan.

Namun, tenang dulu! VinFast nggak langsung menutup pintu harapan. Mereka tetap buka mata, pasang telinga, sambil mantau perkembangan pasar. Kalau nanti situasi sudah mendukung, siapa tahu motor dan bus listrik pun ikut manggung. “Kami terus mengevaluasi kebutuhan pasar dan peluang jangka panjang untuk kemungkinan ekspansi produk secara infrastruktur dan prioritas strategi,” tambah Kariyanto.

Nah, bicara soal pabrik, ini nih yang bikin VinFast super sibuk. Sejak Juli 2024 lalu, mereka sudah mengumumkan bakal bangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Lahannya gede banget, 170 hektare! Nggak cuma buat numpang selfie, ini beneran bakal jadi markas produksi mobil-mobil listrik mungil nan imut seperti VF 3 sampai VF 7.

Kalau semua berjalan lancar—dan semoga nggak ngaret ala proyek kontrakan—pabrik ini bakal mulai beroperasi akhir tahun 2025. Target awalnya? Produksi 50.000 unit per tahun. Bisa dibilang, ini langkah VinFast untuk makin unjuk gigi di pasar Asia Tenggara. Bukan cuma mampir, tapi mau jadi pemain tetap.

Buat gambaran, di Vietnam sana, VinFast udah lebih dulu tancap gas. Di pabrik mereka di Hai Phong, kendaraan listrik dari berbagai segmen udah lahir. Dari mobil mini kayak VF 3, sampai SUV besar sekelas VF 8 dan VF 9, semua ada. Bahkan motor listrik pun lengkap: Klara S, Feliz S, Veon S, Vento S, sampai Evo 200. Pokoknya, tinggal pilih, mau yang gaya anak kos atau gaya sultan.

Tak ketinggalan, mereka juga punya VinBus—bus listrik gagah yang mulai beroperasi sejak 2021 di Vinhomes Ocean Park (Gia Lam). Pabriknya sendiri punya kapasitas produksi 300 ribu unit per tahun. Luar biasa, bukan?

Jadi sementara ini, untuk VinFast di Indonesia, kita nikmati dulu mobil listriknya yang mungil, kece, dan katanya bakal ramah kantong. Motor dan bus? Tunggu tanggal mainnya. Siapa tahu, kelak kamu bisa naik VinBus sambil ngopi dan dengerin dangdut remix.

Pramuka Subang Tancap Gas ke Jamda 2025: “Saya Titipkan Nama Baik Subang, Ya!”

Pramuka Subang Jamda 2025

SUBANG – Pagi yang biasanya hanya diisi dengan deretan wajah serius ASN, kali ini berubah jadi panggung semangat dan peluk-pelukan moral. Hari Senin (30/6/2025), bukan cuma hari pertama masuk kerja, tapi juga jadi hari spesial bagi 30 Pramuka kece asal Kabupaten Subang yang siap “nge-jambore” di ajang Jambore Daerah (Jamda) Provinsi Jawa Barat 2025.

Momen pelepasan kontingen ini dikemas dalam suasana apel pagi di lingkungan Pemkab Subang. Dan siapa yang melepas? Bukan orang sembarangan. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi—yang hits dengan nama panggung Kang Akur—turun langsung ke lapangan. Iya, langsung, bukan lewat Zoom!

Dalam pidatonya yang berasa seperti stand-up motivasi pagi, Kang Akur mengajak semua ASN untuk menyambut pekan kerja dengan senyum 32 karat dan semangat ala “I like Monday.” Katanya, “Mari kita jadikan diri kita sebagai orang yang I like Monday, semangat menyambut pekan kerja dengan penuh optimisme.” Wah, kalau semua ngikutin, mungkin Senin nggak bakal ditakuti lagi, ya?

Tak hanya itu, apel pagi kali ini bertepatan dengan 4 Muharram 1447 H—pas banget untuk membakar semangat baru. Kang Akur memanfaatkan momen hijrah ini untuk mendorong semangat perubahan, pelayanan prima, dan kerja penuh berkah. Syahdu tapi semangat, gitu.

Nah, di sela-sela apel, dilakukan juga pelepasan simbolis untuk empat perwakilan dari total 30 peserta Pramuka yang bakal mewakili Subang di JAMDA Jabar. Sisanya? Tenang, mereka udah siap angkat ransel dan kibarkan semangat dari barisan belakang.

Kang Akur nggak lupa kasih tepuk tangan virtual buat Kwarcab Pramuka Subang yang selama ini aktif banget membina generasi muda. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kwarcab Pramuka Subang yang secara konsisten aktif membina generasi muda. Saya percaya, Pramuka Subang adalah yang terbaik di Jawa Barat,” ujar beliau dengan penuh bangga (dan mungkin sedikit haru biru).

Dan sebelum para Pramuka ini melangkah dengan semangat pionir, Kang Akur menitipkan pesan penting yang bukan kaleng-kaleng. “Kepada adik-adik, saya titipkan nama baik Kabupaten Subang. Tunjukkan semangat, etika, dan karakter terbaik kalian di hadapan peserta dari kabupaten/kota lain.” Wah, udah kayak ngutus diplomat muda Subang nih!

Jadi, siap-siap ya Jawa Barat, pasukan semangat dari Subang bakal tampil bukan cuma keren, tapi juga penuh etika dan energi positif!

Semangat Nasionalisme Meledak di Subang! Bupati Reynaldi “Turun Gunung” Pantau Siswa Tempur Karakter

Bupati Subang kunjungi program bela negara siswa

Subang — Ada yang seru (dan serius) di Ksatrian Kompi Senapan C Yonko 461 Kopasgat! Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita S.IP., tak sekadar duduk manis di balik meja kerja. Kali ini, beliau turun langsung ke lapangan, menyambangi para siswa SMP/MTs yang sedang digembleng lewat Program Pendidikan Karakter Bela Negara dan Disiplin angkatan pertama tahun ajaran 2025.

Dengan setelan khas pemimpin daerah, Bupati Reynaldi hadir penuh semangat, menebar motivasi dan memberi arahan langsung di tengah suasana yang nyaris seperti latihan militer ringan—tapi jangan khawatir, ini bukan Squid Game, ini Bela Negara, Bung!

“Program Pendidikan Karakter Bela Negara dan Disiplin ini sangat penting untuk membentuk karakter dan disiplin siswa sejak dini. Saya berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berintegritas,” ujar beliau, lantang namun tetap adem, seperti kopi panas yang diseruput sambil hujan-hujanan.

Para siswa? Wah, mereka tampak sumringah sekaligus segar seperti habis lari keliling lapangan. Kunjungan Bupati ini jadi suntikan semangat super, seakan-akan stamina mereka langsung di-charge 100%. Bukan cuma pintar, tapi juga tegas, tangguh, dan tahan godaan TikTok!

Program ini memang bukan sembarang program. Ini adalah akar karakter, cetak biru generasi masa depan yang bukan cuma hafal rumus, tapi juga hafal makna tanggung jawab.

Tak hanya sang Bupati yang hadir. Deretan tokoh penting juga ikut meramaikan suasana, termasuk Kadisops Lanud R. Suryadi Suryadarma Kolonel Pnb Irdhyan Krisnayogi, S.AP., Dansathanlan Letkol Pas Ihwan Holoman, dan Kadisdik Kabupaten Subang Dra. Nunung Suryani, M.Si. Lengkap sudah! Kalau ini konser, bisa dibilang “full team, all access!”

Sungguh, ini bukan sekadar program. Ini adalah pertunjukan hebat yang tak dipentaskan di panggung, tapi di lapangan, di hati, dan di masa depan generasi muda Subang!

Alun-alun Subang Siap Makeover! Gedung Dakwah Dirobohkan, PKL Punya Rumah Baru!

SUBANG — Bersiaplah, Alun-alun Subang bakal tampil lebih kece dari sebelumnya! Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, seolah membawa palu Thor-nya, siap merombak wajah jantung kota agar lebih cantik, tertib, dan tentu saja—bebas macet!

“Saya melihat Alun-alun Subang dan sekitarnya harus ditata lagi,” ujar sang bupati, Sabtu, 28 Juni 2025.
Wuih, nadanya serius, bro! Rupanya, banyak keluhan warga soal kondisi ruang terbuka di Jalan Wangsa Ghofarana, Kecamatan Subang. Katanya, yang mestinya jadi tempat healing malah sering jadi ajang parkir liar dan dagang bebas tak kenal waktu.

Maka dimulailah operasi wajah kota! Gedung Dakwah yang sekarang mirip tetangga kosan yang udah lama nggak di-chat ulang—akan dirobohkan. Tenang, bukan tanpa alasan. Lahan itu akan disulap jadi sentra PKL kekinian. Tidak lagi berjualan di pinggir jalan sambil ngadem di bawah tiang listrik, para pedagang kaki lima bakal punya rumah baru yang lebih nyaman dan nggak bikin lalu lintas senam jantung.

“Gedung Dakwah akan dirobohkan dan diubah fungsinya menjadi sentra Pedagang Kaki Lima (PKL), sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Sementara untuk kegiatan keagamaan dipusatkan di Islamic Centre,” ujar Bupati Reynaldy, dengan wajah tak kalah serius dari juri MasterChef.

Tak hanya itu, kantor KUA Subang bakal boyongan ke Islamic Centre. Satpol PP pun tak ketinggalan kebagian sentuhan magis: gedung mereka yang dulunya bekas percetakan uang zaman RI lawas, akan disulap jadi bangunan ciamik bernuansa sejarah. Estetik? Jelas!

Total dana makeover ini juga nggak main-main. Pemda Subang sudah siap menggelontorkan Rp56 miliar! Dengan uang segitu, bukan hanya tampilan kota yang bisa kinclong, tapi juga harapan warga untuk hidup lebih teratur di ruang publik.

Warga pun menyambut hangat rencana ini. Maya, warga Pasirkareumbi, misalnya, sudah siap membubuhkan cap jempol (bukan di tinta biru ya, tapi di hati).
“Kan sudah disiapkan area parkir di Alun-alun Subang, tapi banyak pengunjung yang parkir di depan Masjid Agung dan sekitarnya. Itu kan menimbulkan macet,” katanya sambil mengernyitkan dahi.

Belum lagi soal PKL yang masih nekad berjualan di bahu jalan. Kadang bikin suasana jadi night market… yang sayangnya buka di jalur kendaraan.
“Rencana Bupati Subang untuk menata Alun-alun patut diacungi jempol,” tambah Maya.

Jadi, siap-siap ya warga Subang! Alun-alun sebentar lagi bukan cuma jadi tempat nongkrong sore sambil makan cilok, tapi juga contoh tata kota yang tertib, ramah pejalan kaki, dan instagramable!

Geger Pagi Hari di Subang: Mayat Perempuan Muda Ditemukan di Saluran Irigasi

penemuan mayat perempuan muda di Subang

Subang – Pagi yang biasanya tenang di Dusun Gardu, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, mendadak berubah jadi panggung ketegangan. Sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (29/6/2025), warga dibuat melongo campur panik. Pasalnya, sesosok mayat perempuan muda ditemukan terbujur kaku tanpa busana di saluran irigasi belakang Rumah Makan Gala.

Bayangkan saja, niat awal cuma mau nyiram tanaman atau cuci kaki, eh malah disambut pemandangan horor. Tak heran, suasana kampung seketika berubah jadi lokasi syuting film misteri.

Polisi langsung tancap gas ke lokasi kejadian bersama tim INAFIS. TKP langsung dipasangi garis polisi, dan korban dievakuasi ke Puskesmas Pagaden. Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, mengonfirmasi penemuan mengejutkan tersebut.

“Iya benar. Tadi pagi warga menemukan sesosok mayat perempuan muda terbujur kaku mengambang di saluran irigasi di Dusun Gardu, Desa Gunungsari, Pagaden,” jelasnya kepada awak media, dengan nada serius nan mantap.

Posisi korban cukup mengundang tanda tanya. Tubuhnya terlentang, tertutup tumpukan sampah, dan kaki menjulur naik ke TPT (Tembok Penahan Tanah) irigasi. Tak ada sehelai benang pun menempel, apalagi KTP atau SIM. Lengkap sudah teka-teki pagi itu.

“Sementara warga sekitar tak ada yang mengenali korban. Sejauh ini kita belum mengetahui identitas korban karena tak ada sehelai benang maupun identitas yang menempel di tubuh korban,” tambah Kapolsek.

Korban langsung dibawa tim INAFIS ke Puskesmas untuk visum luar. Rencana berikutnya: otopsi. Polisi pun masih memeriksa saksi-saksi demi menguak misteri siapa, dari mana, dan bagaimana perempuan muda itu bisa berakhir tragis di sana.

“Kepada masyarakat kami mengimbau mohon bersabar dan jangan berspekulasi terkait penemuan mayat perempuan tanpa busana tersebut, polisi masih terus melakukan penyelidikan, mudah-mudahan bisa secepatnya terungkap,” pungkas Kapolsek, menutup pernyataannya sambil menenangkan warga yang mulai ramai berbisik-bisik.

Bagi siapa pun yang merasa kehilangan anggota keluarga, silakan merapat ke Polsek Pagaden. Bisa jadi, kabar mengejutkan ini membawa jawaban—meski pahit.

Santri, Akhlak, dan Geng Motor Tobat: Cerita Segar dari Subang!

akhlak santri

SUBANG – Di tengah semilir angin dan dentuman rebana khas perayaan Tahun Baru Islam, Wakil Gubernur Jawa Barat, Kang Erwan Setiawan, muncul layaknya ustaz dadakan yang lagi serius tapi santai. Bertempat di Milad ke-24 Ponpes Raudlatul Hasanah, Subang, Sabtu (28/6/2025), beliau bukan sekadar datang, tapi juga membawa pesan mendalam yang dibalut gaya bicara khasnya yang penuh perasaan.

“Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu atau sekadar menjadi pintar. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga akhlak generasi muda,” ujar Kang Erwan dengan suara setengah menahan pilu. Saking emosionalnya, beliau sampai menyinggung kasus anak kandung menyiksa ibunya—dan langsung menimpali, “Nauzubillah min dzalik.” Waduh, Kang, auto merinding!

Tak hanya itu, Erwan pun menyinggung ‘alumni dunia hitam’—mantan napi dan eks anggota geng motor yang kini tobat dan nyantri. Keren, kan? Dari tukang geber motor jadi tukang geber ayat. Tapi jangan salah, kata Erwan, “Jangan hanya kumpul-kumpul. Jangan sampai terjadi tawuran lagi. Jaga ukhuwah Islamiyah, jaga habluminannas.” Pesannya tegas, tapi tetap hangat seperti teh manis di pagi hari.

Kang Erwan juga menyampaikan doa untuk seluruh santri dan para kiai agar selalu diberi kesehatan dan keberkahan. Ia menjanjikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak akan tinggal diam. “Insyaallah ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang akan terus berkolaborasi membangun pondok pesantren, termasuk Raudlatul Hasanah,” katanya penuh semangat ala orator podium.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Kang Agus Masykur Rosadi, tak mau kalah. Beliau memuji peran Ponpes Raudlatul Hasanah yang sudah dua dekade lebih menjadi tempat cuci hati dan perbaikan akhlak. “Semoga seluruh kebaikan dan amal saleh yang dilakukan selama ini dicatat dan dibalas Allah SWT,” ujarnya. Adem!

Kang Agus juga mengajak warga Subang untuk terus membangun daerah dengan semangat Subang Ngabret!—yang bukan berarti ngebut di jalanan, tapi “ngabangun bareng rakyat.” Katanya, “Insyaallah ke depan Subang semakin unggul, maju, kompetitif, dalam bingkai pembangunan berkelanjutan menuju Subang yang adil, makmur, sejahtera, dan religius.”

Acara makin meriah dengan pawai ta’aruf menyambut Tahun Baru Islam 1447 H. Ribuan santri dan warga tumpah ruah di jalanan, bukan untuk demo, tapi parade penuh nuansa religius. Mulai dari bendera, marawis, hingga wajah-wajah ceria—semuanya jadi bukti bahwa Subang tak hanya hidup, tapi juga guyub dan Islami.

Penyuluh Bersuara, Petani Terpukau! Pelatihan Public Speaking ala Warung Kopi 22.3 Subang

pelatihan public speaking penyuluh pertanian Subang

SUBANG — Pernah bayangin penyuluh pertanian tampil seperti MC kondang di acara pernikahan? Nah, itu bukan mimpi lagi! DPD PERHIPTANI Kabupaten Subang resmi menggelar Pelatihan Public Speaking pada Kamis, 26 Juni 2025. Lokasinya? Bukan aula kaku ber-AC dingin. Tapi, sebuah tempat nongkrong hits: 22.3 Coffee, Pagaden. Santai tapi berisi!

Acara ini menyedot perhatian 27 peserta pilihan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Subang. Bukan asal tunjuk—mereka dipilih berdasarkan self-assessment dan rekomendasi para koordinator kecamatan. Ketua pelaksana, Deny Kurnia, SP, bilang, “Kegiatan dilaksanakan di 22.3 Coffee Pagaden dengan suasana santai dan nonformal, sehingga diharapkan peserta dapat menyerap materi dengan baik, tidak seperti rapat-rapat yang biasa dilaksanakan secara formal dan kaku.”

Pembukaan acara terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Bidang Penyuluhan dan Sumber Daya Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Cecep Setiawan, SP., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komunikasi mumpuni bagi penyuluh. “Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam mendampingi petani. Untuk itu, kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pesan yang jelas dan inspiratif, harus senantiasa diasah agar pelayanan kepada petani semakin optimal,” ucap Cecep. Mantap, Pak Cecep!

Ketua DPD PERHIPTANI Subang, Dadan Nugraha, SP., MP., juga tak ketinggalan unjuk dukungan. Beliau menyampaikan apresiasi atas semangat peserta. Katanya, pelatihan ini adalah bagian penting dari program kerja DPD PERHIPTANI untuk mendongkrak kompetensi dan profesionalisme para penyuluh. Jelas, ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul ngopi.

Dan tentu saja, bintang panggung hari itu: Ivan Igo! Bernama lengkap Ivan Rahmat Maulana, SP., M.P., beliau bukan hanya MC kondang dan influencer, tapi juga ASN Pranata Humas di Setda Kabupaten Subang. Dengan gaya khasnya yang segar dan komunikatif, Ivan membagikan tips jitu public speaking: dari mengusir grogi, membangun percaya diri, hingga menyampaikan pesan yang bikin petani manggut-manggut kagum. Suasananya? Interaktif, penuh tawa, dan pastinya—berisi!

Harapannya, usai pelatihan ini, para penyuluh bukan hanya ahli di ladang, tapi juga jago di panggung. DPD PERHIPTANI Subang ingin penyuluh tampil percaya diri saat mendampingi petani, mengisi forum kelompok tani, hingga menjadi penggerak utama dalam pembangunan pertanian daerah.

Siapa bilang penyuluh nggak bisa jadi bintang? Di Subang, mereka siap tampil, berbicara, dan menginspirasi—dari kebun sampai mimbar!

Recent Posts