Beranda blog Halaman 913

Kolaborasi Dengan Bartega, Wuling Alvez Tampil Bak Kanvas Berjalan

Dalam-acara-Media-Iftar-Gathering-yang-diselenggarakan-di-Yougwa-Danau-Sentani-Senayan-Park-pada-hari-ini-Wuling-turut-menampilkan-satu-unit-Alvez-yang-telah-dikreasikan-oleh-Bartega-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Ada yang menarik saat acara buka puasa bersama Wuling Motors karena ada dua kolaborasi menarik antara pabrikan Tiongkok dengan industri kreatif. Pertama adalah kolaborasi dengan Bartega, di mana satu unit Wuling Alvez dijadikan kanvas berjalan dengan adanya karya seni berupa lukisan menggunakan cat akrilik di sekujur tubuhnya.

Lukisan ini terinspirasi dari mobil Wuling Alvez yang menjadi sebuah karya seni menggambarkan kehidupan modern dan dinamis di masa kini.

“Kami berkolaborasi dengan Bartega sebagai art entrepreneur ternama di Indonesia untuk berkreasi di Alvez dengan menyajikan representasi visual bergenre ilustrasi tentang Alvez yang bisa menjadi teman setia dalam setiap perjalanan hidup,” terang Dian Asmahani selaku Brand and Marketing Director Wuling Motors.

Baca juga: Wuling Alvez Tebar Pesona di Hadapan Warga Bekasi

wuling alvez kolaborasi dengan bartega

Co-founder Bartega, Benson Putra, menyambut baik inisiatif Wuling untuk bekerja sama dengan Bartega dalam kegiatan ini. Bartega menjadikan Alvez layaknya kanvas berjalan, melukis setiap sisinya dengan memperlihatkan beberapa pola dan objek menggambarkan orang yang sedang bekerja, bersosialisasi, menjalankan hobi, sampai dengan commuting untuk bekerja.

“Wuling Alvez merupakan mobil masa kini yang didesain dengan gaya stylish dan dilengkapi dengan fitur-fitur inovatif dalam rangka memudahkan penggunanya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lukisan ini mendeskripsikan sebuah gambaran yang menarik tentang bagaimana Wuling Alvez sangat menyenangkan dalam mengiringi aktivitas keseharian kita yang penuh interaksi sosial dan terbiasa mengarungi jalanan yang ramai,” jelas Benson Putra sebagai Co-founder Bartega.

Sepatu Air Jordan dengan logo Wuling Motors

Kolaborasi berikutnya adalah dengan Urban Sneaker Society (USS) yaitu sepatu hasil karya street artist sekaligus graphic designer USS, Adriel Reyhan, ini mengedepankan contemporary art dengan sentuhan street style yang terinspirasi juga dari Wuling Alvez.

“Urban Sneaker Society menuangkan style dan inovasinya dengan mengaplikasikan lima colorway Alvez dalam sepasang sepatu. Kolaborasi ini pun dapat menjadi inspirasi untuk bergaya bersama Alvez, cocok untuk mereka yang berjiwa muda dan bergaya modern,” jelas Dian.

Baca juga: Wuling Siaga Sediakan 70 Titik Servis di Pulau Jawa dan juga Sumatera

Warna abu-abu tua diambil dari varian Tungsten Steel Grey yang diaplikasikan di bagian heel tab dan back heel. Kemudian, abu-abu muda yang mewakili aksen Aurora Silver mewarnai bagian tengah sepatu. Selain LED rear lamp, pemilihan warna merah pada bagian Swoosh turut terpengaruh dari warna Carnelian Red.

Kemudian, di beberapa bagian sepatu dibubuhkan warna putih dan tali sepatu putih yang melambangkan Pristine White. Tidak ketinggalan, pada area mid sole terdapat logo Urban Sneaker Society dan tulisan Alvez bergaya street style. Logo Wuling pun digambar pada back heel sebagai statement dalam kolaborasi ini.

“Kolaborasi ini sangat menarik bagi saya karena Alvez yang baru diluncurkan Wuling bulan lalu ini memiliki eksterior yang atraktif sehingga menginspirasi saya untuk menuangkannya ke dalam suatu kreasi sepatu. Pemilihan warna sepatu pun terinspirasi dari lima varian warna Alvez,” terang Adriel Reyhan selaku Street Artist/Graphic Designer Urban Sneaker Society.

THR (Tak Habis-habisnya Rejeki) dari Blibli Super Epic Writing Competition

Supper-Epic-Writing-Competition.png

review1st.com – Udah mau lebaran nih! Sudah siap dapat THR (Tak Habis-habisnya Rejeki) dari Blibli? 

Jangan lewatkan kesempatan bisa ikut SUPER EPIC WRITING COMPETITION

Tema Kompetisi:

  • Yang Pasti-Pasti Ada di Blibli: pasti orisinil, pasti sampai tepat waktu, dan pasti terjangkau
  • Epic Moment Pengalaman Tukar Tambah Samsung Galaxy S23  Online dan Offline di Blibli

Syarat dan Ketentuan:

  1. Peserta adalah wartawan, baik wartawan media cetak (koran, majalah, tabloid) maupun wartawan media online.
  2. Peserta dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya yang sudah dipublikasikan di media cetak maupun di media online selama periode 28 Maret – 10 April 2023
  3. Artikel harus merupakan karya orisinil yang akan dipublikasikan pada media massa masing-masing, serta belum pernah atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  4. Artikel dapat mengulas pengalaman epic omnichannel bersama Samsung Galaxy S23 yang serba pasti dengan fitur Blibli: pasti terjangkau (Tukar Tambah), pasti sampai tepat waktu (2 Jam Sampai), pasti 100% orisinil karena Blibli adalah Samsung Official Retail Partner, serta nyaman dengan dukungan 24/7 Customer Care.

Fitur Tukar Tambah ini dapat dilakukan secara online dan offline di Blibli Store dan toko Tukar Tambah. 

  1. Menampilkan foto atau video Samsung Galaxy S23, UI/UX dari fitur Blibli (Tukar Tambah) atau Blibli Store/toko Tukar Tambah. 
  2. Artikel tidak mengandung unsur SARA.
  3. Keputusan penjurian bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
  4. Blibli berhak untuk mempublikasikan tulisan pemenang dengan mencantumkan sumber.
  5. Pengumuman pemenang akan diinformasikan melalui email resmi PR Blibli (public.relations@gdn-commerce.com)

Daftarkan diri Anda melalui tautan ini 

Ribuan Warga Mangkubumi Tasikmalaya Antri Berdesakan untuk Cairkan Bantuan

Ribuan-Warga-Mangkubumi-Tasikmalaya-Antri-Berdesakan-untuk-Cairkan-Bantuan.jpg

harapanrakyat.com,- Ribuan warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya rela antri berdesakan selama berjam-jam untuk mencairkan bantuan sosial dari Pemerintah Pusat di Gor Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (31/3/2023).

Ribuan warga tersebut merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan langsung tunai dan program keluarga harapan (PKH) senilai Rp 600 ribu.

Saking banyaknya warga yang mengantri, dari pintu masuk Gor antrian memanjang hingga nyaris ke Jalan AH Nasution. Warga berdempetan hingga saling dorong agar bisa masuk paling depan.

“Saya dari pagi jam 7 hingga siang ini belum kebagian karena ngantri, soalnya satu Kecamatan Mangkubumi jadi satu di Gor ini,” kata Yayat Ruhiyat Salah seorang KPM sambil mengantri.

Baca Juga : Penyaluran Bansos Tak Lewat E-Warung, Jumlah KPM di Kota Banjar Berkurang

Yayat menerangkan, total uang yang Ia terima selama tiga bulan jadi Rp 600 ribu. Biasanya penyaluran bantuan di masing – masing kelurahan.

Ia berharap kedepannya penyaluran bantuan dilaksanakan di tiap RW supaya tidak terjadi antrian panjang hingga berdesakan.

“Belum ada panggilan, masuk ke gor juga ngantri banget berdesakan, saya lagi puasa sekalian aja mencairkan bantuan sambil ngabuburit,” terangnya.

Meski Ribuan Warga Antri, Pencairan Bantuan Lancar

Satgas Bansos PT Pos Tasikmalaya, Ihsan Firdaus menjelaskan, total KPM se-Kota Tasikmalaya berjumlah 10 ribu, masing-masing kecamatan ada sekitar seribu.

“Sistem pembagiannya langsung bayar ke KPM, nominalnya Rp 600 ribu. Januari, Februari, Maret jadi satu, karena perbulannya dari Pemerintah itu 200 ribu,” jelasnya.

Baca Juga : Ibu Rumah Tangga Jadi Korban Perampokan di Tasikmalaya

Ihsan melanjutkan, biasanya kuota KPM mencapai 100 ribu, sehingga pencairan bantuan berlangsung di masing – masing kelurahan. 

“Tapi, karena ini sisa dari penyaluran yang sebelumnya tidak tersalurkan oleh Himbara jadi kuotanya hanya mencapai 10 ribu, sehingga disalurkan satu titik di masing – masing Kecamatan,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan ini secara serentak selama 2 hari dan tersisa satu titik di Kecamatan Mangkubumi. Menurut Ihsan, meski ribuan warga antri dan terjadi penumpukan namun pencairan bantuan ini terbilang lancar. “Alhamdulillah relatif lancar dan tersalurkan kepada KPM. ” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Erick Thohir Ungkap Alasan FIFA Mendepak Indonesia dari Piala Dunia U-20

Erick-Thohir.jpg

harapanrakyat.com,- Alasan FIFA mendepak Indonesia dari Piala Dunia U-20 tahun 2023 ini disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang juga Menteri BUMN. Setidaknya ada beberapa poin penting yang menjadi catatan FIFA.

Sebelumnya FIFA juga mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Usia 20 tahun 2023 pada Rabu (29/03/2023).

Pencabutan status tersebut setelah Erick Thohir bertemu Gianni Infantino, Presiden FIFA di Doha, Qatar.

Dilansir suara.com, Jumat (31/03/2023), Erick Thohir mengatakan bahwa Gianni menyurati Presiden Jokowi (Joko Widodo) mengenai alasan FIFA mendepak Indonesia.

Alasan FIFA Mendepak Indonesia dari Piala Dunia U-20

Baca Juga: Gubernur Jabar Kecewa Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20

Kondisi Sarana Prasarana

Erick Thohir mengungkap kalau  FIFA  melakukan pengecekan sarana prasarana untuk mendukung terselenggaranya ajang sepakbola bergengsi tersebut.

FIFA Meragukan Keamanan di Indonesia

Alasan FIFA mendepak Indonesia dari penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023 salah satunya soal keamanan.

Erick Thohir mengatakan, seharusnya Indonesia sudah menjamin keamanan. Karena hal ini menjadi pertimbangan bagi FIFA.

Ada Intervensi Pemerintah

Baca Juga: Sah! Erick Thohir Pimpin PSSI, PR Besar Sepak Bola Indonesia Menanti

FIFA khawatir banyak intervensi dari pemerintah. Salah satu pertimbangannya mencabut status Indonesia terkait tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20 tahun ini.

Indonesia Harus Berbenah

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menyampaikan bahwa FIFA melihat Indonesia yang masih perlu banyak berbenah dengan melakukan transformasi besar-besaran.

FIFA Siapkan Sanksi untuk Indonesia

Gianni menyurati Presiden Jokowi mengenai alasan FIFA mendepak Indonesia. Disinyalir isi surat itu juga menyebutkan bahwa FIFA kini sedang menyiapkan sanksi bagi Indonesia.

Ketua Umum PSSI Upayakan Indonesia Tak Disanksi

Mengenai sanksi dari FIFA, Ketua Umum PSSI Erick Thohir kini tengah upayakan agar FIFA tidak memberikan sanksi terhadap Indonesia.

Walaupun tetap ada sanksi, Erick berharap FIFA tidak memberikan sanksi yang terlalu berat.

“Sanksi terberat yaitu Indonesia tidak bisa lagi mengikuti kompetisi di seluruh dunia. Baik sebagai timnas maupun sebagai klub,” terang Erick Thohir. (Eva/R3/HR-Online)

Warga Bangbayang Ciamis Minta Pemerintah Perbaiki Tebing yang Longsor

Tebing-yang-longsor.jpg

harapanrakyat.com,- Tanah Penahan Tebing (TPT) yang mengalami longsor di Dusun Bangbayang Kidul, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis belum mendapatkan perbaikan. Padahal, longsor tersebut sudah cukup lama.

Emong, salah satu warga, mengatakan, pihaknya menginginkan agar pemerintah memperbaiki tebing tersebut dan mengevakuasi material longsor.

Baca juga: Tak Kuasai Medan Jalan, Pengendara Motor di Ciamis Nyungsep ke Selokan

Pasalnya, selain membahayakan, juga material tanah yang menutupi saluran air sangat mengganggu. Sebab, saat hujan turun air dari drainase itu membanjiri jalan, bahkan pemukiman warga.

“Ambruknya ini sudah berulang kali. Kalau yang ini pada Kamis (30/3/23) malam kemarin. Namun entah kenapa material yang menutupi drainase tidak dibersihkan,” katanya, Jumat (31/3/23).

Emong menambahkan, meski sepintas kejadian tersebut tidak akan berdampak pada lingkungan sekitar, namun ia khawatir jika hujan besar terjadi malah masuk ke pemukiman warga.

Karena itu, sebelum hal-hal yang tidak ia harapkan terjadi, seharusnya Pemkab Ciamis melalui instansi terkait agar segera memperbaikinya.

“Kalau kemarau tidak begitu masalah, tapi kan sekarang hujan masih terjadi, itu yang kita khawatirkan,” pungkasnya. (Eji/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Begini Kronologi Perkelahian Sales dan Jukir di Ciamis yang Berujung Maut

Kronologi-perkelahian-sales-dan-jukir.jpg

harapanrakyat.com,- Kronologi perkelahian sales dan jukir alias juru parkir yang berujung maut di halaman parkir belakang ACB Toserba Kecamatan Banjarsari ternyata merupakan babak kedua. 

Hal itu terungkap dari keterangan kernet mobil sales, Hendri.

Menurutnya, sekitar pukul 11.00 WIB tiba-tiba korban mendatangi pelaku dan terjadi adu mulut. Kemudian, korban melemparkan pasir ke wajah pelaku. Karena itu, keduanya pun akhirnya berkelahi.

Baca juga: Juru Parkir di Banjarsari Ciamis Tewas Usai Berkelahi dengan Sales

“Saya juga kewalahan saat melerai keduanya,” terang Hendri di hadapan petugas di balik jeruji Polsek Banjarsari, Jumat (31/3/23). 

Setelah melerai perkelahian itu, lanjutnya, akhirnya keduanya pun bubar. Sehingga, ia menegaskan saat perkelahian tidak ada yang meninggal dunia. 

“Saat saya melerai itu tidak terlihat hal yang aneh. Jadi pas berkelahi tidak ada yang meninggal,” imbuhnya.

Kronologi Perkelahian Sales dan Jukir

Hendri menambahkan, perkelahian itu merupakan babak kedua. Pasalnya, seminggu sebelumnya keduanya juga sempat terlibat perkelahian di tempat yang sama.

Penyebab ributnya dua orang tersebut, Hendri menyebut karena korban meminta uang parkir. Padahal, Hendri dan pelaku merasa sudah memberikan uang parkir di lokasi depan toko Cap Jago.

“Jadi tidak mungkin kami memberikan lagi uang parkir. Dari situlah awal mula keributan terjadi,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, lokasi parkir antara depan toko cap jago dengan ruang parkir belakang ACB Toserba merupakan dua lokasi yang berbeda, sehingga berbeda pula juru parkirnya.

Sementara itu, jajaran anggota Polres Ciamis terlihat melakukan pemeriksaan terhadap para saksi di Mapolsek Banjarsari, seperti beberapa karyawan ACB maupun Satpam.

Hingga berita ini turun, Harapan Rakyat masih belum bisa meminta keterangan kronologi perkelahian sales dan jukir secara resmi dari pihak kepolisian. (Suherman/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Kebelet Beli RX King, Pemuda Tanggung Asal Garut Nekat Curi Kerbau di Tasikmalaya

Kebelet-Beli-RX-King-Pemuda-Tanggung-Asal-Garut-Nekat-Curi-Kerbau-di-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Karena kebelet beli motor RX King, pemuda tanggung berumur 16 tahun asal Garut nekat mencuri seekor kerbau di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tepatnya di Kampung Cicaang, Desa Cipaingeun, Jumat  (31/3/2023) dini hari. 

Namun aksi pencuriannya itu terbilang kurang mulus, lantaran tertangkap basah oleh warga yang sedang ronda malam. 

Saat tertangkap, pelaku sedang santai menuntun kerbau curiannya, Ia berniat menjual kerbau tersebut ke Wilayah Taraju, Tasikmalaya, kemudian hasilnya untuk membeli motor RX King

Baca Juga : Kepergok Maling Accu Mobil, Pemuda Pengangguran di Cibinong Nyaris Diamuk Massa

Kapolsek Sodonghilir, AKP UU Maftuh mengatakan, awalnya polisi mendapat laporan seorang warga Garut tertangkap mencuri kerbau, lalu pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku.

“Iya Alhamdulillah masyarakat tidak emosi, jadi tidak main hakim sendiri. Pelaku pun berhasil kita amankan ke Kantor Polsek jumat sore ini, lalu kita limpahkan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Jumat (31/3/2023).

UU menjelaskan, pelaku sempat mengaku hendak mencuri kerbau milik bapaknya di kandang warga tersebut.

Selain karena kebelet beli motor RX King, pelaku berkilat kalau bapaknya pernah beternak kerbau di kandang yang Ia curi itu. 

Kemudian, polisi mengkonfirmasi kebenaran pengakuan pelaku tersebut yang ternyata itu tidak benar, bapak pelaku tidak pernah beternak kerbau.

“Iyah, jadi saat tertangkap pelaku ini ngakunya ke warga mau nyuri kerbau bapaknya, tapi salah sasaran. Nah ternyata setelah anggota mendalaminya, bapaknya memang gak punya ternak kerbau,” jelasnya.

Baca Juga : Curi Handphone Temannya Sendiri, Seorang Pemuda di Tasikmalaya Diringkus Polisi

Kini polisi sudah mengamankan pelaku di Mapolres Tasikmalaya. Karena masih di bawah umur, sehingga penanganannya oleh ke Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Dari pengakuan pelaku, alasan Ia nekat mencuri kerbau lantaran kebelet ingin membeli motor RX King. Harga kerbau sendiri saat ini sekitar Rp 20 juta. “Kerbaunya akan pelaku jual di daerah Taraju, tapi keburu tertangkap basah oleh warga.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Keren, Polisi di Garut Nyambi Jadi Guru Ngaji Puluhan Anak-anak

Guru-Ngaji.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang polisi di Garut memiliki kesibukan mulia di sela-sela tugasnya sebagai abdi negara. Perwira polisi tersebut nyambi jadi seorang Guru ngaji puluhan anak-anak di sekitar tempatnya berdinas.

Bahkan, Polisi yang bernama AKP Adnan itu secara sukarela tanpa memandang status anak didik dari keluarga mampu atau tidak mampu.

Baca juga: Mencekam, Garut Diterjang Longsor Bebatuan Besar, Begini Penampakannya!

Adnan yang bertugas sebagai Kapolsek Cikajang Garut itu kerap berkeliling mengajar ngaji di sela-sela tugasnya menjadi polisi. 

Seperti halnya saat mengajar di Kampung Ciharus, Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang, Adnan tampak telaten mengajarkan iqro dan Al Quran kepada anak-anak.

“Anak yang mengaji di lokasi ini ada 30 orang. Ya seperti biasa satu per satu kita ajarkan cara baca iqro bagi yang masih belajar baca iqro. Ada juga anak yang sudah bisa baca Al Quran,” kata Adnan, Jumat (31/3/2023). 

Adnan menambahkan, mengajari anak-anak cara membaca iqro dan membaca Quran di Cikajang dengan bantuan Bhabinkamtibmas.

Bahkan ia sering bertanya kepada anggotanya di mana saja tempat anak mengaji, dan ia bersedia menjadi guru ngaji tanpa harus dibayar. 

“Ya kita tanya anggota, di mana saja lokasinya. Kita keliling. jadi tidak di satu lokasi, kita gilir tiap hari,”cetusnya. 

Sosok polisi model AKP Adnan merupakan sosok yang patut menjadi contoh bawahnya. Meski berseragam coklat, ia tak jumawa dan memandang bahwa mengabdi sebagai guru ngaji merupakan pengabdian langsung kepada masyarakat. (Pikpik/R6/HR-Online/Editor: Muhafid) 

KEK Lido City Bogor Siap Menyerap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Presiden-Resmikan-KEK-Lido-City.jpeg

harapanrakyat.com – Pasca pandemi, Jawa Barat memiliki harapan besar dalam mendongkrak ekonomi dengan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido City di Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri langsung peresmian KEK Lido City itu oleh Presiden RI Joko Widodo pada Jumat (31/3/2023).

KEK Lido City menyusul dua KEK lainnya di Jawa Barat yakni KEK Cikidang Sukabumi, dan KEK Pangandaran.

Baca Juga : Penyakit Polio Berbahaya, MUI Jabar Keluarkan Fatwa

KEK Lido, kata Ridwan Kamil, berpeluang besar menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal. Bahkan taksiran jumlah kebutuhan tenaga kerja di Lido City ini mencapai 30 ribu tenaga kerja.

Gubernur menambahkan, tentu saja potensi lapangan kerja itu dapat menjadi sumber pendapatan dan memunculkan lapangan usaha baru bagi masyarakat.

“Meningkatkan ekonomi Jawa Barat berlipat-lipat. Ada puluhan ribu lapangan pekerjaan. Saya yakin ini adalah cara luar biasa meningkatkan ekonomi Indonesia,” ujar Ridwan Kamil.

Menurutnya, kehadiran Lido City juga dapat meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Ridwan Kamil pun mengaku terpancing untuk mengembangkan KEK di daerah-daerah lain.

“Kemudian ini menumbuhkan ekonomi Jawa Barat naik sangat berlipat dan saya akan berupaya memperbanyak KEK-KEK lain seperti Lido,” katanya.

Ia mengaku bangga dengan kehadiran Lido City yang dibangun di atas lahan seluas 1.040 hektare. Terlebih dengan desain kental dengan bernuansa Tanah Pasundan serta pemandangan menakjubkan.

“Presiden juga sangat bangga, apalagi pemandangannya sangat indah khas Jawa Barat,” katanya.

Baca Juga : Cagar Budaya Kota Bandung Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Untuk menempuh Lido City bisa melalui jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Infrastruktur KEK Lido City Sudah Memadai

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengungkapkan KEK Lido City hadir dengan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti bandara dan jalan tol.

“Sudah keliatan manfaatnya. Sehingga memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kita yang inginkan. Kalau kita lihat sekarang ini Tol Jagorawi dan Bocimi untuk Lido City,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku, Lido City dengan dukungan suasana pegunungan yang indah khas Jawa Barat terbilang sulit ditemukan di daerah lain. “Sulit mencari lokasi seperti di KEK Lido City ini,” ungkap Jokowi. (Atep Kurniawan/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Peristiwa Linggasirna Tasikmalaya 1963, Lurah Singaparna Terlibat Pemerasan dan Pembunuhan

Peristiwa-Linggasirna-Tasikmalaya-Tahun-1963.jpg

Pada tanggal 28 Januari 1963 Kantor Berita Nasional ANTARA mewartakan telah terjadi pemerasan yang disertai pembunuhan oleh mantan Lurah Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya. Kasus tersebut kemudian dikenal dengan peristiwa Linggasirna Tasikmalaya.

Korbannya berasal dari ragam kelas sosial, yang pasti mereka adalah golongan sosial elit daerah yang berprofesi sebagai tuan tanah, petani kaya, dan pedagang. 

Menurut keterangan dari keluarga yang ditinggalkan, pemerasan itu berbentuk permintaan harta kekayaan berupa uang secara paksa.

Baca Juga: Sejarah Perumusan Naskah Proklamasi, Diketik ketika Sahur dan Dibacakan saat Puasa

Pemaksaan tersebut disertai intimidasi yang tak main-main. Beberapa korban pembunuhan adalah orang-orang Singaparna yang menolak pemerasan.

Konon mantan Lurah Singaparna mempekerjakan orang-orang pentolan DI/TII anak buah Kartosuwiryo pada saat pemerasan itu terjadi.

Kurang lebih ada 6 orang anak buah Kartosuwiryo yang turun gunung keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka ikut bekerja dengan Lurah Singaparna bernama Otong untuk melakukan pemerasan ke setiap kampung berisi elit-elit lokal.

Atas kejadian ini warga Singaparna melapor pada pihak yang berwenang. Mereka mengadu telah diresahkan oleh oknum lurah yang sewenang-wenang telah merampas harta kekayaan.

Apalagi beberapa kali dari warga ada yang terbunuh oleh peluru anak buahnya akibat menolak permintaan paksa dari lurah tersebut.

Lurah Otong Cikal Bakal Peristiwa Linggasirna di Tasikmalaya Tahun 1963

Menurut surat kabar Bintang Timur yang terbit pada tanggal 23 Januari 1963 bertajuk, “Seorang Lurah jang Harus Dikutuk”, lurah Singaparna bernama Otong merupakan aktor utama dibalik terjadinya pemerasan yang disertai pembunuhan di kampung Linggasirna, Singaparna, Tasikmalaya.

Adapun peristiwa pemerasan ini terjadi sebelum tahun 1960-an, saat itu lurah Singaparna bernama Otong masih aktif menjabat. Karena sikap serakah sang lurah, lahirlah ide licik untuk memperkaya diri dengan cara memeras.

Baca Juga: Kisah di Balik Pembebasan Irian Barat 1963, Ada Kekecewaan RPKAD

Tak hanya itu lurah Otong juga mempekerjakan kenalan lamanya mantan gerombolan DI/TII sebanyak 6 orang.

Mereka bekerja pada lurah Otong sebagai orang yang memaksa (pemeras) warga Singaparna untuk menyerahkan sebagian hartanya pada si lurah.

Anak buat lurah Otong tersebut membawa senjata api, wajahnya seperti kombatan, mereka tak segan-segan menembak siapapun apabila permintaannya ditolak warga.

Selain memaksa warga Linggasirna di Singaparna, anak buah lurah Otong kerap meneror beberapa warga kampung lainnya. Mereka mengintimidasi masyarakat di luar Singaparna bagaikan perampok yang siap menikam dalam kondisi apapun.

Khususnya warga Singaparna tak nyaman dengan tindakan lurah Otong yang sewenang-wenang. Mereka mengadu pada aparat berwenang bersama para warga lain yang jadi korban gerombolan tersebut.

Para warga menuntut agar keamanan di Singaparna diperketat supaya peristiwa Linggasirna tak terulang kembali.

Komplotan Lurah Otong Tertangkap Militer

Pasukan militer Angkatan Darat berhasil menangkap komplotan bersenjata terduga anak buah lurah Otong di Singaparna.

Angkatan Darat mengaku telah mengincar 6 orang pentolan DI/TII anak buah Kartosuwiryo yang lolos dari operasi pagar betis di kaki gunung Galunggung pada tahun 1950.

Tentara Angkatan Darat baru berhasil menangkap 6 orang pentolan DI/TII ini pada Januari 1963, para tersangka kemudian mendekam di penjara Tasikmalaya.

Mereka menunggu putusan hakim dan menjadi tahanan kejaksaan sampai waktu yang belum ditentukan.

Ketika 6 pentolan DI/TII ini tertangkap posisi lurah Otong masih aman. Ia bebas berkeliaran kemana-mana seolah tak terjadi apa-apa.

Ketika 6 tersangka dihadapkan ke meja persidangan, mereka semua membuka mulut dan meminta agar jaksa memidanakan juga lurah Singaparna bernama Otong.

Mereka menyebut lurah Otong lah yang menjadi kepala di balik terjadinya peristiwa Linggasirna. Ia adalah orang pertama yang memiliki ide pemerasan warga bahkan dengan cara kekerasan termasuk mendorongnya agar membunuh siapapun yang menolak saat dimintai uang dengan cara memaksa.

Akibat ini terungkap polisi setempat menangkap lurah Otong yang sedang bersantai di teras rumah sambil membaca koran dan meminum teh. Sebelumnya tak ada yang berani menyangka bahwa lurah Otong pelaku utama dibalik pemerasan. Entah apa alasannya sampai pada waktu persidangan pun masih belum diketahui.

Baca Juga: Sejarah Partai Murba, Perkumpulan Penganut Politik Radikal di Indonesia

Mencurigai Lurah Otong Mempunyai Kekuasaan yang Kuat

Sebelum lurah Otong terbawa masuk penjara bersama 6 komplotan bersenjata di Singaparna, warga sekitar Linggasirna bertanya-tanya mengapa mantan lurahnya itu tidak ikut menjadi tersangka juga.

Padahal secara jelas mereka melihat lurah Otong ikut terlibat dalam pemerasan yang disertai pembunuhan di kampung Linggasirna.

Kekebalan lurah Otong terhadap hukum yang saat itu berlaku membuat warga curiga jika dirinya punya otoritas (kekuasaan) yang kuat lebih dari sekadar jadi seorang lurah.

Kendati begitu desas-desus ini tak terbukti, sebab lurah Otong tertangkap polisi setelah 6 pentolan DI/TII menuntut agar aparat berwenang juga menangkap mantan lurah Linggasirna, Singaparna, di Kabupaten Tasikmalaya.

Atas peristiwa Linggasirna masyarakat se-Singaparna Tasikmalaya  mengalami trauma yang mendalam. Hal ini tercermin dari pernyataan surat kabar Bintang Timur (1963) yang meliput kejadian sebagaimana berikut di bawah ini:

“Masjarakat Singaparna juga dg djelas melihat bagaiman kedjahatan melampaui batas-batas peri –kemanusiaan jg telah dilakukan oleh bekas lurah Singaparna. Peristiwa ini mengakibatkan psikis warga Linggasirna terganggu dan mengalami banjak trauma jg mendalam”.

Supaya tidak terulang lagi peristiwa kelam semacam ini, warga Linggasirna meminta bantuan aparat mengawasi wilayahnya. Paling tidak satuan aparat setempat membangun pos pengamanan supaya segala kejahatan bisa terbendung. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts