Beranda blog Halaman 849

TPT Ambruk Timbun Rumah Warga Buniseuri Ciamis

TPT-Ambruk.jpeg

harapanrakyat.com,- Hujan deras menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk dan menimbun sebagian ruangan rumah Yati Inayah di Dusun Kota, Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (1/5/2023) malam.

Bagian dapur dan kamar mandi Yati Inayah pun rusak parah karena tertimpa material tanah.

Kepala Desa Buniseuri Ateng Ruswanda mengatakan, TPT ambruk membuat rumah warga rusak berat.

“Tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta,” katanya, Senin (1/5/2023).

Baca Juga: Hujan Angin, Pohon Kelapa Tumbang dan Timpa Rumah di Purwadadi Ciamis

Menurut Ateng, saat kejadian penghuni rumah sedang berada di depan. Bahkan saat TPT ambruk, penghuni rumah tidak menyadarinya.

“Berdasarkan informasi saat kejadian penghuni rumah sedang berada di ruangan depan bahkan ketika TPT ambruk tidak diketahuinya. Tidak terdengar karena gemuruh suara air hujan,” jelasnya.

Ateng menjelaskan, pemilik rumah baru mengetahui dapur dan kamar mandinya tertimbun material tanah pada Senin (1/5/2023) pagi.

“Penghuni rumah mengetahuinya pada pagi hari ketika hendak pergi ke dapur didapatinya ruangan dapur dan kamar mandi sudah tertimbun material tanah,” katanya.

Ateng menambahkan, saat ini korban beserta keluarganya tidak mengungsi karena kerusakan hanya terjadi di dapur dan kamar rumah. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023 di Kota Banjar Lancar Terkendali

Arus-Mudik-dan-Balik-Lebaran-di-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Polres Banjar, Polda Jabar, mengungkapkan selama pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun 2023 situasi lalu lintas dalam keadaan lancar dan terkendali.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, melalui Kasat Lantas Polres Banjar AKP Yudiono mengatakan, operasi ketupat lodaya ini akan berakhir pada malam nanti.

“Nanti tepat jam 12 malam operasi ketupat lodaya dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun 2023 dinyatakan selesai,” kata Yudiono, Senin (1/5/2023).

Menurutnya, selama kegiatan operasi tersebut di wilayah Kota Banjar terpantau aman dan lancar.

“Situasi di wilayah Kota Banjar sampai dengan hari ini berjalan cukup baik dan lancar, tidak ada kendala apapun,” terangnya.

Baca Juga: Cerita Supir Toyota Avanza Sebelum Menghantam Mobil Boks di Perbatasan Jabar-Jateng

Ia menjelaskan, selama arus mudik dan balik lebaran kendaraan yang melintasi wilayah Kota Banjar terpantau seimbang yakni kendaraan roda dua dan roda empat pribadi.

“Untuk kendaraan yang melintas wilayah Kota Banjar hampir berimbang, tapi untuk kendaraan roda dua kebanyakan ke arah Pangandaran dan roda empat ke arah Jawa Tengah,” jelasnya.

Lanjut Yudiono, selama kegiatan pengamanan arus mudik dan balik tersebut tidak ada kejadian menonjol, hanya ada satu kejadian kecelakaan lalu lintas dan sempat menutup arus lalu lintas di jalur selatan.

“Hanya ada satu kejadian kecelakaan kemarin antara mobil boks dan minibus. Namun itu juga tidak ada korban jiwa pengemudi mengalami luka ringan,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Korban Tenggelam di Situ Datar Pangalengan Bandung Ditemukan Meninggal

pencarian-korban-tenggelam-situ-datar-3.jpeg

harapanrakyat.com – Tim SAR berhasil menemukan korban tenggelam di Situ Datar Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bernama Karim Amarullah (27) dalam keadaan meninggal.

Tim SAR gabungan, menemukan jasad korban yang tenggelam itu sekitar pukul 17.33 WIB. Tim penyelam SAR Bandung, berhasil menemukan jasad korban setelah proses pencarian yang memakan waktu beberapa jam setelah kejadian.

Komandan Tim Rescue SAR Bandung, A Rafik mengatakan, penemuan jasad korban tenggelam itu setelah tim penyelam mengetahui posisi korban melalui aqua eye.

Baca Juga : Dua Wisatawan Jadi Korban Tenggelam di Situ Datar Pangalengan Bandung

“Jasad korban tidak jauh dari sekitar lokasi korban terjatuh. Tim penyelam menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal,” ungkap Rafik di lokasi kejadian, Senin (1/5/2023).

Selanjutnya, lanjut Rafik, pihaknya langsung membawa jasad korban ke RSU KPBS sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga korban.

Korban Tenggelam di Situ Datar Tidak Gunakan Life Jacket

Sebagai informasi, dalam kejadian nahas itu dua wisatawan tenggelam setelah perahu kano yang korban tumpangi terbalik. Kejadian itu terjadi pada Senin (1/5/2023) sekitar pukul 10.30 WIB di Situ Datar Pangalengan.

Selain Karim, salah satu korban tenggelam lainnya bernama Pinsa Prahadian (33) berhasil selamat dan langsung dibawa ke Puskesmas Pangalengan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kedua korban bermain kano tanpa menggunakan life jacket. Padahal pihak pengelola sudah mengingatkan untuk menggunakannya (life back). Saat kano itu terbalik, Pinsa berhasil terselamatkan. Adapun kedalaman Situ Datar itu mencapai 8 hingga 9 meter dengan jarak dari pinggir situ sekitar 5 hingga 6 meter,” ungkap Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Tenggelam Situ Datar Pangalengan Bandung

Kapolsek Pangalengan AKP Edi Pramana didampingi Panit 2 Opsnal Reskrim Polsek Pangalengan Rudi Kurniawan membenarkan adanya wisatawan yang tenggelam itu.

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, kejadian tersebut berawal saat kedua korban bermain perahu jenis kano di wisata Situ Datar.

Menurut saksi, lanjut Rudi, kedua korban pada saat itu hendak mencoba berbalik arah namun terperosok dari perahu kano dan tenggelam ke dasar Situ Datar. (Ecep/R13/HR Online)

Warga Ciamis Ini Nilai Program Bapanas tidak Tepat Sasaran, Kenapa?

Program-Bapanas.jpg

harapanrakyat.com,- Warga mengeluhkan program Bapanas atau bantuan Badan Pangan Nasional di Kabupaten Ciamis tidak tepat sasaran. Pasalnya, selain tidak jelas pendataannya, juga banyak warga yang layak justru tidak mendapatkan. 

Mamay, salah satu warga Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis mengungkapkan, meski saat ini banyak program bantuan pemerintah. Namun di wilayahnya banyak warga yang seharusnya dapat malah tidak menerima.

Bahkan, ia menyebut warga yang memiliki kendaraan dan rumah layak malah bisa menerima bantuan beras Bapanas yang penyalurannya melalui Bulog, Dinas Pertanian dan Dinsos. Sehingga ia menilai program tersebut tidak tepat sasaran. 

Baca juga: Komisi D DPRD Ciamis Pastikan Penyaluran Beras Bapanas Berjalan Lancar

“Itu entah salah siapa. Apakah dari pendataan atau memang program tidak melalui pendataan,” ungkapnya, Senin (1/5/23).

Sepengetahuannya, kata Mamay, dari sekian banyak program bantuan pemerintah, seperti saat pandemi, BPNT, bantuan minyak dan lainnya, biasanya pemerintah melakukan pendataan terlebih dahulu siapa saja yang bisa menerima, termasuk penambahannya.

Namun, untuk program Bapanas ini justru banyak warga yang hanya menyaksikan warga lain mengambil bantuan itu.

“Saya mendukung berbagai program pemerintah dalam menyalurkan bantuan beras. Tapi alangkah baiknya jika ada pendataan dulu, jangan sampai malah tidak tepat sasarannya,” imbuh Mamay.

Ia pun berharap ke depan bantuan kepada masyarakat bisa lebih tepat, seperti Bapanas untuk 3 bulan ini yang mana penerima mendapatkan 10 kilogram tiap bulannya. 

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Ciamis Toto Kusrinto mengungkapkan, untuk pendataan program Bapanas di Kabupaten Ciamis ini langsung oleh Kementerian Sosial. 

Sementara itu, untuk leading sektornya dari Dinas Pertanian, sedangkan pihaknya hanya ikut monitoring penyalurannya.

“Kita hanya melakukan monitoring saat penyaluran bantuan,” katanya. (Es/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Soal Raperda Perlindungan Tenaga Kerja, DPRD Kota Banjar; Tinggal Paripurna

Soal-Raperda.jpg

harapanrakyat.com,- Pansus XXXVIII DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, memastikan soal Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Tenaga Kerja sudah selesai pembahasannya.

Ketua Pansus Pansus XXXVIII DPRD Kota Banjar Annur mengatakan, saat ini raperda tersebut sudah selesai pembahasan dan sudah tahap finalisasi. 

Baca juga: Buruh di Kota Banjar Tagih Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

Pihaknya juga telah melakukan pembahasan terakhir terkait raperda tersebut pada tanggal 28 Maret lalu.

Pansus Pastikan Soal Raperda Segera Penetapan

Saat ini, kata Annur, raperda tersebut tinggal menunggu untuk pengajuan ke Badan Musyawarah atau Bamus DPRD untuk selanjutnya masuk ke tahap paripurna.

“Soal Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Tenaga Kerja sudah tahap finalisasi. Tinggal ke Bamus,” kata Annur, Senin (1/5/23).

Lanjutnya menjelaskan, terkait sejumlah aspirasi ataupun rekomendasi hak-hak buruh, pihaknya memastikan untuk sejumlah aspirasi tersebut sudah masuk dalam draft raperda.

Pihaknya menargetkan, untuk raperda ini pihaknya juga berharap segera ditetapkan dalam paripurna. 

“Kami usahakan bulan Mei ini sudah ada penetapan,” katanya.

Sebelumnya, momen peringatan Hari Buruh Internasional KSPSI Kota Banjar, mengajak kepada buruh untuk memahami dan menempatkan posisi antara pekerja dengan pengusaha sebagai mitra dalam hubungan industrial.

Selain itu, KSPSI juga menyinggung soal Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Tenaga Kerja yang sudah dibahas tingkat Pansus DPRD, namun belum juga ada penetapan. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Buruh di Kota Banjar Tagih Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

Raperda-Perlindungan-Tenaga-Kerja.jpg

harapanrakyat.com,- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Banjar, Jawa Barat, singgung Raperda Tenaga Kerja yang sampai saat ini tidak terdengar lagi.

Selain itu, KSPI juga mengajak kepada buruh untuk memahami dan menempatkan posisi antara pekerja dengan pengusaha sebagai mitra dalam hubungan industrial.

Ketua KSPSI Kota Banjar Yogy Indrijadi mengatakan, dalam peringatan hari buruh ini pihaknya menyinggung soal rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Tenaga Kerja yang telah dibahas di tingkat Pansus DPRD.

Baca juga: Sejarah SOBSI, Organisasi Kiri yang Berjuang agar Buruh Dapat THR 

Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah mendorong optimalisasi perlindungan pekerja sejak raperda masih dalam tahap pembahasan.

Optimalisasi perlindungan pekerja yang pihaknya rekomendasikan tersebut di antaranya perlindungan hak pekerja bagi pekerja asisten rumah tangga. 

“Termasuk juga siswa atau mahasiswa yang melakukan magang atau praktek kerja lapangan. Meski mereka pelajar tetapi sifatnya bekerja sehingga harus mendapatkan perlindungan. Bahkan sampai ke asisten rumah tangga,” katanya, Senin (1/5/23). 

Ia menambahkan, keberadaan buruh dan pengusaha merupakan mitra dalam hubungan industri. Sehingga, buruh bukan beban bagi pengusaha, apalagi dalam kondisi seperti saat ini.

Tagih Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

Terpisah, Ketua Federasi Serikat Buruh Militan (F-SBM) Kota Banjar Irwan Herwanto, mengatakan, Perda Perlindungan Tenaga Kerja merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja.

Dari informasi yang pihaknya terima Raperda tersebut hanya mengatur tentang kewajiban perusahaan dalam memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Semestinya, kata Irwanto, raperda tersebut tidak hanya mengatur soal perlindungan tenaga kerja. Tetapi juga mengatur penyelenggaraan ketenagakerjaan seperti penempatan dan perluasan tenaga kerja dan soal hubungan industrial lainnya.

“Pada dasarnya permasalahan ketenagakerjaan di Kota Banjar tidak hanya terbatas pada perlindungan sosial saja. Akan tetapi, permasalahan lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan pun perlu diatur lebih lanjut,” katanya.

Berdasarkan informasi, Pansus XXXVIII DPRD Kota Banjar mulai melakukan pembahasan terkait raperda penyelenggaraan perlindungan tenaga kerja sejak tanggal 20 September 2022. Namun, 7 bulan berlalu Raperda tersebut belum terdengar lagi. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Tenggelam Situ Datar Pangalengan Bandung

Pencarian-Korban-Tenggelam-Situ-Datar.jpeg

harapanrakyat.com – Tim SAR Bandung masih melakukan upaya pencarian satu korban tenggelam di Situ Datar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (1/5/2023).

Korban yang saat ini masih dalam upaya pencarian itu bernama Karim Amarullah Malik Akbar (27), warga Komplek Bukit Cinunuk Indah Blok D Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Sebagai informasi, dalam kejadian nahas itu dua wisatawan di Situ Datar Pangalengan, tenggelam setelah perahu kano yang korban tumpangi terbalik. Kejadian itu terjadi pada Senin (1/5/2023) sekitar pukul 10.30 WIB.

Selain Karim, salah satu korban tenggelam lainnya bernama Pinsa Prahadian (33) berhasil selamat. Saat ini, Pinsa langsung mendapat perawatan intensif di Puskesmas Pangalengan.

Baca Juga : Dua Wisatawan Jadi Korban Tenggelam di Situ Datar Pangalengan Bandung

Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril menjelaskan, hingga Senin petang tim gabungan masih melakukan pencarian korban Karim. Namun, jika kondisi pencarian hari pertama tidak memungkinkan dan korban belum ditemukan, maka pihaknya akan melanjutkan upaya pencarian pada hari kedua.

“Kedua korban bermain kano tanpa menggunakan life jacket. Padahal pihak pengelola sudah mengingatkan untuk menggunakan (life back). Saat kano terbalik, Pinsa berhasil terselamatkan. Namun korban atas nama Karim, hingga saat ini masih dalam pencarian. Adapun kedalaman Situ Datar itu mencapai 8 hingga 9 meter dengan jarak dari pinggir situ sekitar 5 hingga 6 meter,” ungkap Jumaril.

Untuk mendukung proses pencarian korban tenggelam di Situ Datar Pangalengan itu, lanjut Jumaril, pihaknya telah menerjunkan tim rescue. Sekitar pukul 15.20 WIB, kata Jumaril, tim sudah berada di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pencarian korban tenggelam itu.

“Saat ini Tim SAR gabungan masih melaksanakan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian. Tim melakukan upaya pencarian dengan cara penyelaman dan menggunakan aqua eye,” ucapnya.

Korban Tenggelam di Situ Datar Berusaha Kendalikan Kano Namun Gagal

Sebelumnya, Kapolsek Pangalengan AKP Edi Pramana melalui Panit 2 Opsnal Reskrim Polsek Pangalengan Rudi Kurniawan membenarkan adanya wisatawan yang tenggelam di Situ Datar itu.

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, saat itu kedua korban sedang bermain perahu jenis kano di Situ Datar tersebut. Nahas, kano yang mereka tumpangi terbalik dan korban pun tenggelam.

Baca Juga : Korban Kedua Wisatawan Tergulung Ombak Pantai Santolo Ditemukan Tewas Pagi Ini

“Kejadiannya sekitar pukul 10 pagi tadi. Kami memperoleh laporan dari masyarakat mengenai adanya orang tenggelam di Situ Datar. Mendapat informasi itu, petugas Polsek Pangalengan langsung menuju lokasi kejadian berkoordinasi dengan instansi lainnya,” ungkap Rudi.

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, kejadian tersebut berawal saat kedua korban bermain perahu jenis kano di wisata Situ Datar. Menurut saksi, lanjut Rudi, kedua korban pada saat itu hendak mencoba berbalik arah namun terperosok dari perahu kano dan tenggelam. (Ecep/R13/HR Online)

Dua Wisatawan Jadi Korban Tenggelam di Situ Datar Pangalengan Bandung

Pencarian-Korban-Tenggelam.jpeg

harapanrakyat.com – Dua orang wisatawan di objek wisata air Situ Datar, Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi korban tenggelam saat bermain kano. Kedua korban itu yakni Pinsa Prahadian (33) dan Karim Amarullah Malik akbar (27).

Salah satu korban bernama Pinsa Prahadian, warga Kelurahan Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, berhasil selamat.

Namun, satu korban lainnya yaitu Karim Amarullah Malik Akbar (27) warga Komplek Bukit Cinunuk Indah Blok D Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, hingga saat ini masih dalam proses pencarian petugas gabungan.

Baca Juga : Korban Kedua Wisatawan Tergulung Ombak Pantai Santolo Ditemukan Tewas Pagi Ini

Kapolsek Pangalengan AKP Edi Pramana didampingi Panit 2 Opsnal Reskrim Polsek Pangalengan Rudi Kurniawan membenarkan adanya kejadian korban tenggelam itu. Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, saat itu kedua korban sedang bermain perahu jenis kano di Situ Datar tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 10 pagi tadi. Kami memperoleh laporan dari masyarakat mengenai adanya korban tenggelam di Situ Datar. Mendapat informasi itu, petugas Polsek Pangalengan langsung menuju lokasi kejadian berkoordinasi dengan instansi lainnya,” ungkap Rudi di lokasi kejadian, Senin (1/5/2023).

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para saksi, kejadian tersebut berawal saat kedua korban bermain perahu jenis kano di wisata Situ Datar. Menurut saksi, lanjut Rudi, kedua korban pada saat itu hendak mencoba berbalik arah namun terperosok dari perahu kano dan tenggelam.

Baca Juga : Sadis! Seorang Suami di Bandung Tusuk Istri Hingga Tewas

Melihat kejadian tersebut, lanjut Rudi, beberapa orang yang berada di lokasi kejadian saat itu berupaya melakukan pertolongan kepada korban. Namun, seorang korban berhasil terselamatkan sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian.

“Untuk korban selamat atas nama Prinsa Prahadian, langsung kami bawa ke Puskesmas Pangalengan untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Sedangkan untuk korban tenggelam lainnya yaitu Karim Amarullah, masih dalam pencarian tim gabungan,” ungkap Rudi. (Ecep/R13/HR Online)

Jalan di Cisayong Tasikmalaya Tertutup Longsor, Akses Kendaraan Lumpuh

Longsor-di-Cisayong-Tasikmalaya-Tutup-Jalan-Akses-Kendaraan-Lumpuh.jpg

harapanrakyat.com,- Longsor dari tebing menutup jalan di Kampung Singkursari, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (1/5/2023).

“Hujan deras terus menerus dengan intensitas tinggi, mengakibatkan longsor tebing setinggi 3 meter. Bahkan material longsoran sampai menutup akses jalan,” kata Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, Senin (1/5/2023).

Akibat longsoran itu, lanjut Jembar, warga pun terpaksa yang tadinya akan melintas ke jalan tersebut, memilih putar balik mencari jalan alternatif lain.

“Warga lebih memilih putar balik lewati alternatif jalan lain, ya meski lebih jauh,” ujarnya.

Baca Juga: Tebing Setinggi 10 Meter di Tasikmalaya Longsor Tutup Akses Penghubung 3 Desa

Pihaknya bersama petugas BPBD, TNI, Polri bersama warga langsung membersihkan material longsor yang menutup jalan di Desa Santana Mekar, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Jembar menerangkan, bahwa dalam kejadian longsor tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja akses jalan sempat tersendat.

Baca Juga: Rumah Warga Tasikmalaya Rusak Diterjang Longsor, Penghuni Tertindih Reruntuhan

“Akses jalan memang tersendat. Namun kami langsung evakuasi material longsoran yang menutup jalan tersebut, agar cepat dilalui kembali oleh warga,” terangnya.

Jembar mengimbau, agar tetap berhati-hati saat melewati jalan yang banyak bukit. “Terutama saat hujan dan bukit yang rawan longsor,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Anies Baswedan Safari di Garut, Bertemu Sesepuh Pesantren Suci

Anies-Baswedan-Safari-ke-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Bakal Capres yang diusung partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat Anies Baswedan safari di Garut, Jawa Barat, Senin (1/5/2023).

Agenda Anies di Garut, yaitu menghadiri undangan sesepuh Pondok Pesantren Suci, Kecamatan Karangpawitan untuk pemberian ijazah walqiroah bagi ratusan santri yang lulus membaca kitab Muwatho.

Tak hanya itu, dalam agena safari Anies Baswedan juga menggelar temu kader dan relawan di Gedung Intan Balarea Tarogong, Garut.

Di Pondok Pesantren Suci, Anies mengenakan pakaian santri, sesuai undangan dari pengasuh, yang berencana memberikan ijazah walqiroah bagi ratusan santri yang lulus membaca kitab Muwatho. 

Baca Juga: Misteri Banyaknya Kerbau Mati Tinggal Tulang di Garut Terungkap, Ternyata Ini Pelakunya

“Lebih baik mendadak datang, daripada batal, selalu kepastian benar-benar pasti,” kata Anies, di depan ratusan santri yang hadir, Senin (1/5/2023).

Selain itu, ia menyinggung bahwa perjalanan menuju tahun 2024 merupakan perjalanan yang cukup panjang, tapi bukan perjalanan berat.

“Tantangannya perjalanan bukan kecil, ini perjalanan panjang, Insyaallah bukan perjalanan berat. Besar dan berat itu beda, berat ringan soal ridho Allah, kalau ada ridho-Nya maka perjalanan jadi ringan,” tambahnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts