Beranda blog Halaman 83

Car Free Day Subang Meriah! CFD Wangsa Gofarana Disulap Jadi Festival Rakyat Penuh Warna

Car Free Day Wangsa Gofarana Subang

Subang – Setiap akhir pekan, Jalan Wangsa Gofarana di Subang biasanya jadi tempat lari-lari kecil sambil nyari bubur kacang ijo. Tapi akhir pekan ini, suasananya beda banget. CFD alias Car Free Day di kawasan ini berubah total—nggak cuma bebas kendaraan, tapi juga penuh tenda, musik, edukasi, dan semangat anti-korupsi!

Pagi-pagi buta, warga udah mulai berdatangan. Dari anak kecil yang baru bangun dengan mata masih sepet, sampai ibu-ibu semangat pakai setelan olahraga warna gonjreng. Jalan utama ditutup dari lalu lintas kendaraan, dan diganti dengan arus manusia yang jalan kaki, gowes, jajan, atau sekadar cuci mata.

Apa yang bikin CFD kali ini super spesial? Ada dua event kece badai yang ikut meramaikan: Roadshow KPK dan Kabiza Festival!

Tenda-tenda pelayanan publik berjajar rapi, layaknya bazar amal tapi dengan bonus ilmu dan layanan. Ada konsultasi kesehatan, urus administrasi, dan—ini yang jarang—edukasi anti-korupsi langsung dari KPK. Iya, KPK-nya yang itu!

Euis (38), warga yang datang sambil gandeng dua anaknya, kelihatan sumringah. “Biasanya saya cuma jogging dan beli bubur, tapi sekarang anak-anak bisa lihat pentas budaya dan saya juga sempat konsultasi BPJS. Seru banget!” ujarnya sambil tertawa kecil.

Sementara itu, Kabiza Festival menyulap jalanan jadi pasar rakyat yang penuh cita rasa dan budaya. UMKM lokal unjuk gigi: dari makanan khas, produk kerajinan, sampai busana kece buatan tangan. Yang lapar tinggal melipir, yang suka foto-foto tinggal pose di depan dekor warna-warni.

Panggung mini di sisi Selatan juga nggak mau kalah. Musik akustik dan tarian tradisional bergantian memanjakan pengunjung. Anak-anak bebas main, remaja eksis di media sosial, dan para bapak sibuk tawar-menawar di stan makanan.

“CFD ini bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan, tapi juga membuka ruang bagi warga untuk berinteraksi, belajar, dan menikmati akhir pekan dengan cara yang sehat dan produktif,” kata seorang pejabat Pemkab Subang dengan nada bangga.

Kombinasi pemkab, komunitas, pelaku UMKM, dan lembaga seperti KPK menjadikan Car Free Day di Wangsa Gofarana lebih dari sekadar rutinitas akhir pekan. Ia berubah menjadi cermin Subang yang baru—kota yang inklusif, ramai, meriah, dan penuh semangat kebersamaan. Jadi, kalau kamu ke Subang hari Minggu, pastikan sepatu jogging-mu siap, dan perutmu kosong!

Ceria di Sekolah! DEFEND ID Bikin Anak Subang Makin Cinta Bangsa

DEFEND ID Mengajar anak-anak Subang

Subang – Subang pagi itu tak sekadar disambut embun, tapi juga semangat baru dari SDN Danumaya, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo. Apa pasal? Jumat, 18 Juli 2025, langit sekolah jadi saksi datangnya rombongan spesial dari PT Dahana, bagian dari Holding Industri Pertahanan DEFEND ID. Mereka tak datang membawa rudal, tapi membawa… semangat dan cinta tanah air!

Program keren bertajuk “DEFEND ID Mengajar” ini bukan sekadar seremoni biasa. Ini misi mulia: menyalakan semangat belajar dan menanamkan nilai kebangsaan pada bocah-bocah imut Subang—dengan cara yang bikin mereka senyam-senyum, bukan ngantuk!

Empat relawan pengajar—Dinda Husnaini, Muhamad Risky Ceaser, Aulia Syifa Aninditha, dan Dwi Arimbi Wardaningrum—turun langsung ke lapangan. Tapi jangan bayangkan mereka datang dengan papan tulis dan suara monoton. Oh tidak! Mereka hadir layaknya kakak seru yang ngajak main, cerita, dan belajar sambil bercanda.

Kelas mendadak jadi panggung interaktif. Anak-anak bertanya antusias, tertawa lepas, dan ikut semua aktivitas. Suasana? Lebih rame dari warung kopi pas nobar final piala dunia!

“Kami ingin anak-anak percaya diri dan yakin bahwa mereka bisa berkarya untuk bangsa ini. Kami juga sangat senang melihat semangat dan keceriaan mereka saat mengikuti kegiatan ini. Semoga ke depan mereka tumbuh menjadi penerus bangsa yang sukses dan selalu mencintai Indonesia,” ujar tim relawan pengajar dengan mata berbinar.

Dwi Arimbi Wardaningrum, salah satu relawan, juga terlihat terharu—tapi tetap ceria. “Kami menyampaikan materi dengan cara menyenangkan, agar siswa lebih mudah menangkap pesan yang kami bawa,” katanya sambil tersenyum.

Program ini tak sekadar menyapa anak-anak. Ia juga membuktikan bahwa DEFEND ID dan PT Dahana serius, loh, dalam mendukung pendidikan dan menjalin kedekatan dengan warga sekitar lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Mimpi anak-anak Subang kini punya bahan bakar baru—semangat kebangsaan dan inspirasi dari para kakak hebat DEFEND ID. Siapa tahu, kelak dari SDN Danumaya lahir tokoh besar negeri ini. Ya siapa tahu… kan semua berawal dari mimpi kecil di kelas sederhana.

10 Penyakit Teratas di IGD RSUD Subang: Nyeri Perut Rajai Laporan Semester Awal 2025

penyakit terbanyak IGD RSUD Subang

Subang – Siapa sangka, keluhan nyeri perut dan panggul kini jadi “langganan” utama Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang. Dalam laporan resmi Semester I Tahun 2025, tercatat 360 pasien datang tergopoh-gopoh membawa rasa nyeri yang bukan main. Bisa dibilang, perut kini bukan sekadar pusat pencernaan, tapi juga pusat kunjungan ke IGD!

Di peringkat kedua, hadir infeksi virus tidak spesifik dengan 150 kasus. Meski namanya ‘tidak spesifik’, dampaknya jelas bikin tubuh lemas dan butuh penanganan cepat. Lalu disusul duet penyakit yang tak kalah “ngeselin”: asma dan nyeri perut bagian atas—masing-masing mengantongi 88 kasus.

Berikut daftar 10 besar penyakit yang paling sering ditangani IGD RSUD Subang selama Januari hingga Juni 2025:

  1. Nyeri perut dan panggul (R10.0) – 360 kasus
  2. Infeksi virus tidak spesifik (B34.9) – 150 kasus
  3. Asma tidak spesifik (J45.9) – 88 kasus
  4. Nyeri perut bagian atas (R10.1) – 88 kasus
  5. Retensi urin (R33) – 81 kasus
  6. Nyeri perut lainnya (R10.4) – 75 kasus
  7. Nyeri pinggang bawah (M54.5) – 56 kasus
  8. Luka terbuka pada kaki (S91.3) – 50 kasus
  9. Kolik ginjal tidak spesifik (N23) – 47 kasus
  10. Demam tidak spesifik (R50.9) – 34 kasus

Bukan cuma daftar penyakit yang mengundang perhatian, tapi juga angka total kunjungan pasien. Selama enam bulan pertama 2025, RSUD Subang telah melayani 94.993 pasien! Bahkan pada Juni saja, pengunjung mencapai 16.394 jiwa—bisa bikin IGD serasa stasiun di jam sibuk!

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Subang, dr. Douven Rini Damayanti, tak tinggal diam. Dalam apel pagi Senin (15/7/2025), beliau menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari diagnosis hingga pendekatan penuh empati.
“Data ini harus menjadi bahan evaluasi kita semua. Kita harus tanggap, cepat, dan tepat dalam menangani pasien, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tegas dr. Rini.

RSUD Subang juga memberi pesan penting: jangan anggap enteng keluhan seperti nyeri perut, sesak napas, atau demam. Kalau dibiarkan, bisa jadi bom waktu kesehatan. Maka, segera periksakan diri jika gejala datang tanpa permisi!

Edukasi masyarakat pun digencarkan. Dari gaya hidup sehat, asupan gizi, hingga pemeriksaan rutin, semua jadi bagian dari strategi menekan angka kunjungan akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Ingat, mencegah lebih murah daripada antre di IGD sambil pegang perut!

Aphelion Bikin Subang Dingin Menyengat, Tagana: Jangan Lupa Jaket dan Jahe!

fenomena aphelion Subang

Subang – Warga Subang, siap-siap menggigil! Fenomena aphelion tengah melanda, dan menurut Tagana Dinsos Kabupaten Subang, suhunya bukan main dinginnya! Fenomena langka ini bikin Bumi seolah sedang “ngambek” lalu menjauh dari Matahari, dan efeknya? Cuaca mendadak berubah jadi ala pegunungan tiap hari, bahkan saat siang bolong!

Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaimin, menjelaskan kepada RRI pada Jumat (18/7/2025), bahwa suhu udara turun drastis akibat posisi Bumi yang sedang berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya.
“Fenomena aphelion ini, jarak Bumi dan Matahari berjauhan dari orbitnya, sehingga cuaca menjadi ekstrim, dan suhu udara pun menjadi semakin dingin,” terang Jajang.

Jadi jangan heran kalau pagi terasa seperti buka kulkas, dan siang pun matahari cuma hangat-hangat kuku. Fenomena ini berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus, jadi stok jaket, selimut, dan minuman hangat bisa jadi kebutuhan primer untuk sementara waktu.

Tak hanya bikin badan menggigil, aphelion juga berdampak pada kesehatan. Suhu dingin yang ekstrem jadi ladang subur bagi virus-virus iseng penyebab batuk, pilek, flu, hingga gangguan pernapasan.
“Di bulan Juli ini dan Agustus nanti, suhu udara sangat dingin sekali, terutama saat malam hari, karena planet-planet termasuk Bumi, menjauh dari Matahari,” ujar Jajang, dengan nada serius yang tak bisa diremehkan.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua, untuk tak sekadar gaya saat berkendara, tapi juga pakai jaket tebal agar tubuh tetap hangat. Dan jangan lupa, stamina juga perlu dijaga! Caranya? Bukan cuma olahraga, tapi juga konsumsi makanan dan minuman bergizi yang kaya vitamin.

“Perbanyak minuman yang mengandung jahe, dan makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin D, vitamin C dan vitamin E,” pungkasnya, seakan memberi resep rahasia agar warga tetap sehat di tengah cuaca dingin menyerang.

Jadi, warga Subang, tak ada salahnya upgrade gaya hidup jadi ala-ala warga pegunungan. Yang penting, tetap hangat, tetap sehat, dan jangan sampai aphelion ini bikin tubuh drop dan dompet jebol karena beli obat!

Kapolres Subang Safari Silaturahmi, Bangun Harmoni Bareng Para Ulama

sinergi Polri dan ulama

Subang hari itu tak hanya hangat oleh matahari, tapi juga oleh semangat kebersamaan. Kamis, 17 Juli 2025, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., melakukan safari silaturahmi ke sejumlah tokoh agama di Kabupaten Subang. Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi rangkaian upaya mempererat sinergi antara aparat penegak hukum dan para penjaga moral bangsa: para ulama.

Empat titik jadi destinasi Kapolres hari itu—mulai dari Kantor MUI Kab. Subang, Kantor PCNU, PD Muhammadiyah, hingga Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah. Satu per satu dikunjungi dengan penuh takzim dan kehangatan. Dan seperti biasa, sambutan para kiai tak pernah gagal bikin suasana terasa adem meski tanpa AC.

Dalam setiap pertemuan, Kapolres tak henti mengucap terima kasih atas sambutan hangat dan komitmen para tokoh agama dalam menjaga kedamaian. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik demi ketenteraman masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungan dari para tokoh agama agar wilayah Kabupaten Subang senantiasa aman, tentram, dan kondusif. Sinergi antara ulama dan aparat penegak hukum sangat penting dalam menjaga kerukunan dan ketertiban sosial,” tegas AKBP Dony Eko Wicaksono, penuh ketulusan.

Gayung pun bersambut. Ketua MUI Subang, KH. Abdul Manaf, memberikan respons positif dan komitmen penuh untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Ketua PCNU Subang, KH. Satibi, juga menyatakan hal serupa, begitu pula Ketua PD Muhammadiyah H. Kelly Subagio dan pimpinan Ponpes Raudlatul Hasanah, KH. M. Abdul Mu’min.

Tak hanya saling bertukar salam dan senyum, kegiatan ini juga memperkuat tali ukhuwah antara institusi kepolisian dan tokoh agama—dua pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan moral masyarakat.

Silaturahmi yang berlangsung hingga pukul 15.10 WIB ini berjalan mulus tanpa hambatan. Jika diibaratkan, ini bukan cuma kunjungan, tapi seperti menjahit kembali benang persatuan agar makin kuat dan tak mudah koyak oleh riak zaman.

Kang Akur Serukan Dukung UMKM Subang di Pekan Kerajinan Jabar 2025!

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2025

Subang – Bandung bukan cuma surganya kuliner dan wisata belanja—mulai 17 hingga 20 Juli 2025, Lobi Trans Studio Mall juga jadi panggung meriah bagi karya-karya tangan kreatif dari seluruh penjuru Jawa Barat. Yap, Pekan Kerajinan Jawa Barat 2025 resmi digelar, dan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur atau yang akrab disapa Kang Akur, hadir langsung untuk memberikan apresiasi setinggi langit!

Dengan senyum khasnya, Kang Akur menyambut event ini sebagai momen emas untuk membakar semangat para pengrajin, khususnya dari Dekranasda kabupaten/kota se-Jabar. “Kegiatan ini mampu mendorong produktivitas dan kreativitas Dekranasda,” ujarnya mantap sambil melirik bangga ke arah stand Subang yang tampil kece.

Tak hanya asal tampil, Stand Dekranasda Kabupaten Subang sukses mencuri perhatian. Kang Akur memuji kehadiran produk unggulan yang bukan kaleng-kaleng—dari UMKM ecoprint hingga batik ganasan yang elegan dan pastinya punya daya saing nasional.

“Dalam kegiatan itu, Kabupaten Subang mengenalkan produk-produk UMKM ecoprint, termasuk ini batik ganasan juga,” tutur Kang Akur pada Jumat (18/7), dengan sorot mata sehangat sinar matahari pagi di Tangkuban Perahu.

Tak ingin momen ini hanya jadi pajangan, Kang Akur mengajak seluruh ASN dan masyarakat Subang untuk ramai-ramai datang dan memberi dukungan nyata. Bukan cuma jalan-jalan, tapi juga sebagai bentuk cinta kepada karya anak daerah.

“Kepada seluruh ASN Kabupaten Subang, silakan kunjungi. Karena kegiatan ini digelar dari tanggal 17–20 Juli 2025, di mana acara itu melibatkan seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten/kota se-Jawa Barat, sekaligus menjadi ajang penjurian Dekranasda Award Tahun 2025,” lanjutnya penuh semangat.

Sebagai penutup, Kang Akur meyakinkan publik bahwa produk-produk UMKM Subang bukan hanya cantik di mata, tapi juga kaya makna. “Seluruh produk UMKM yang ditampilkan di Stand Dekranasda Kabupaten Subang memiliki kualitas unggulan dan nilai lebih,” tegasnya.

Jadi, masih mau diam di rumah? Yuk, mampir ke TSM Bandung, dukung para pengrajin lokal, dan rasakan sendiri pesona produk UMKM Subang yang bikin dompet gatal pengin belanja!

Dua Pendekar Supra GTR dari Subang Siap Tempur di MotoPrix 2025!

Motoprix Subang 2025

Subang kembali bergemuruh! Bukan karena kereta lewat atau harga cabai naik, tapi karena suara raungan mesin Honda Supra GTR 150 yang bakal menggetarkan Sirkuit Gery Mang tanggal 19-20 Juli nanti. Yup, Honda Daya Jayadi Racing Team datang bukan untuk piknik, tapi untuk bertarung habis-habisan di Kejurnas Balap Motor Pirelli MotoPrix 2025 Region B!

Di bawah komando penuh semangat dari PT Daya Adicipta Motora (DAM), tim ini menurunkan dua jagoan muda yang siap membelah angin Subang: Reki Alfian dan Agam Abdillah. Keduanya bakal berlaga di kelas pemula—Reki di MP3 (Rookie), dan Agam di MP4 (Beginner). Dan tentu saja, kendaraan andalan mereka bukan sepeda ontel, tapi Honda Supra GTR 150 yang sudah siap ngebut bak kilat dikejar deadline.

Reki Alfian, sang pendekar baru dari Subang, akan menggantikan seniornya, Dafa Sagraha Kurniawan, yang sedang rehat manis memulihkan cedera. Reki jelas bukan pengganti sembarangan—dia datang dengan semangat tempur dan tekad menggebrak!

Pemilik tim, Ahmad Jayadi, tak mau kalah semangat. Dalam pernyataan resminya yang cukup bikin merinding, ia bilang:
“Ajang Motoprix Subang menjadi momentum penting bagi kami untuk terus mengasah kemampuan para pembalap muda. Kami berharap performa mereka bisa semakin solid dan memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Ahmad Jayadi, dengan wajah penuh harap dan suara yang hampir terdengar seperti nyanyian kemenangan.

MotoPrix Subang ini bukan sekadar lomba lari pakai motor. Ini adalah panggung masa depan—tempat di mana pembalap muda dibentuk, diasah, dan dipoles hingga kinclong. Dan DAM, lewat partisipasinya yang terus konsisten, membuktikan bahwa mereka bukan cuma jago jualan motor, tapi juga serius mencetak generasi pembalap profesional Tanah Air.

Jadi, siap-siap, Subang! Dua pendekar balap dari Honda Daya Jayadi Racing Team bakal bikin lintasan panas, dan siapa tahu—juga bikin hati para penggemar deg-degan sampai akhir!

FR Diciduk Satresnarkoba Cirebon Kota, Edarkan Obat Keras Tanpa Izin

peredaran obat keras tanpa izin Cirebon

Subang – Rabu malam (16/7/2025), suasana Karang Jalak, Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon, mendadak tegang. Bukan karena keributan warga atau konser dadakan, tapi karena Satresnarkoba Polres Cirebon Kota menangkap seorang pria berinisial FR (38) yang diduga mengedarkan obat keras terbatas (OKT) tanpa izin edar.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. FR yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian, langsung digelandang oleh petugas usai informasi dari masyarakat masuk ke Polsek Kesambi.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasat Resnarkoba AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Informasi awal dari masyarakat menyebutkan adanya penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa izin edar di wilayah Karang Jalak,” ungkapnya.

Setelah diamankan oleh anggota Polsek Kesambi, FR kemudian diserahkan ke Kantor Satresnarkoba lengkap dengan barang bukti yang tak bisa ditampik. Apa saja?

Barang bukti yang berhasil disita antara lain 35 butir pil jenis Dextro dan 3 pack plastik klip bening. Cukup untuk membuat FR masuk dalam daftar wajib penyidikan intensif oleh Unit II Satresnarkoba.

Saat ini, FR resmi ditahan di Rutan Mapolres Cirebon Kota. Ia dijerat dengan Pasal 435 Jo Pasal 436 Ayat (2) Undang-Undang RI No.17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, yang mengatur keras soal peredaran obat-obatan tanpa izin.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa meski bentuknya kecil, obat keras tanpa izin bisa berujung pada konsekuensi besar. Dan untuk FR, perjalanan malam itu mungkin jadi awal dari masa yang cukup panjang di balik jeruji.

Dua Srikandi RSUD Subang Tuntut Ilmu di Semarang Demi Layanan Pasien Lebih Prima

pelatihan manajer pelayanan pasien RSUD Subang

Subang – Demi pelayanan yang tak sekadar ramah, tapi juga ciamik, RSUD Subang mengirimkan dua jagoannya ke Semarang! Mereka adalah dr. Ira Lindayanti, Kepala Bidang Pelayanan Medik, dan Okay Karyawati, S.Kep., Ners., M.MKes, sang Perawat Ahli Madya. Keduanya ditugaskan untuk mengikuti Pelatihan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) di RSUP Dr. Kariadi—tempat para pejuang pelayanan kesehatan berkumpul dan berbagi jurus.

Pelatihan ini bukan jalan-jalan biasa. Ini adalah langkah strategis yang dirancang untuk memperkuat koordinasi antar lini pelayanan dan menyulap sistem perawatan menjadi lebih efisien, aman, dan berfokus pada hak pasien.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap dapat membawa pulang ilmu dan praktik terbaik untuk diimplementasikan di RSUD Subang,” ujar dr. Ira Lindayanti pada Kamis (17/7/2025). Suaranya mantap, seakan siap membedah sistem pelayanan yang kaku menjadi lebih lentur dan manusiawi.

Menurutnya, manajer pelayanan pasien bukan sekadar jabatan keren. Mereka adalah penggerak sistem yang memastikan kenyamanan dan keselamatan pasien bukan cuma slogan.
Pelatihan ini menjadi semacam ‘upgrade sistem’ bagi SDM rumah sakit agar lebih responsif dan terintegrasi.

Tak main-main, pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan terkini—dari manajemen antrean hingga komunikasi empatik. Hasilnya? Harapannya, RSUD Subang bisa memberikan pelayanan yang tak hanya cepat tanggap, tapi juga menenangkan hati pasien dan keluarga.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan pelayanan di RSUD Subang semakin profesional dan berorientasi pada pasien,” tutup dr. Ira dengan optimisme yang menular.

Dari Semarang ke Subang, semangat memperbaiki layanan tak pernah surut. Doakan dua srikandi ini pulang membawa ilmu segudang—dan tentunya, pelayanan yang makin membanggakan!

Kang Akur Ramaikan PKJB 2025, Serukan Dukungan untuk UMKM Subang: “Keren, Buatan Urang Subang!”

PKJB 2025 Subang

Subang – Bandung sore itu bukan hanya tentang macet dan cuaca mendung, tapi juga gegap gempita Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang dibuka di Lobi Trans Studio Mall, Kamis (17/07/2025). Ada satu wajah familiar yang mencuri perhatian—Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., atau yang lebih hits dengan sapaan akrabnya: Kang Akur!

Tak sendiri, Kang Akur tampil kompak bersama sang istri, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, dan rombongan pejabat Subang yang siap menyulap mall menjadi ajang pameran kebanggaan lokal.

PKJB tahun ini berlangsung dari 17 hingga 20 Juli 2025 dan menghadirkan seluruh Dekranasda dari pelosok kabupaten/kota se-Jawa Barat. Lebih dari sekadar pameran, acara ini juga jadi momen mendebarkan bagi para pengrajin, karena bertepatan dengan penjurian Dekranasda Award 2025. Siapa yang pulang bawa piala, siapa yang cuma bawa tote bag souvenir—semuanya dipertaruhkan!

Di tengah keramaian stan dan aroma wangi produk handmade, Kang Akur tak ragu memuji tampilan Dekranasda Kabupaten Subang.
“Stand Dekranasda Kabupaten Subang menampilkan berbagai produk unggulan berkualitas tinggi yang siap bersaing di tingkat nasional. Di sini juga ada produk-produk UMKM ecoprint, termasuk batik ganasan juga,” ungkapnya dengan ekspresi campur bangga dan percaya diri.

Bukan hanya datang buat formalitas, Kang Akur langsung gerilya promosi. Ia menyerukan seluruh ASN dan masyarakat Subang untuk datang langsung. Katanya, kalau mau ekonomi daerah naik kelas, ya harus mulai dari beli produk lokal, bukan cuma like dan komen di medsos.

“Kepada seluruh ASN Kabupaten Subang, silakan kunjungi. Ajak juga keluarga dan teman-teman,” ajaknya, sambil melambai—mungkin berharap langsung disambut rombongan ASN datang rame-rame.

Sebagai penutup, tak ada kata yang lebih Subang dari ini:
“Keren, buatan urang Subang!” seru Kang Akur dengan gaya khasnya, penuh semangat dan rasa cinta tanah kelahiran.

Tak ketinggalan, hadir juga para Asisten Daerah, para Kepala OPD, Camat, hingga ASN setia yang siap membuktikan bahwa dukungan untuk UMKM itu bukan sekadar jargon, tapi aksi nyata. Subang boleh bangga, karena di balik kerajinan yang indah, ada semangat gotong royong yang tak kalah cantik.

Recent Posts