Beranda blog Halaman 53

Bupati Subang Lantik ASN dan Serahkan SK PPPK Tahap II

Pelantikan ASN dan PPPK Subang 2025

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, melantik serta mengambil sumpah/janji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II serta SK CPNS menjadi PNS. Acara berlangsung di Kantor BKPSDM Kabupaten Subang, Rabu (17/09/2025).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak sembilan orang PPPK resmi menerima SK pengangkatan, sementara satu orang CPNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diangkat penuh menjadi PNS.

Pelantikan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur, demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan, menjadi ASN bukan hanya sekadar status, melainkan amanah besar. “Menjadi ASN bukan sekadar mendapatkan status, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab. ASN hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, tugas utama ASN adalah memastikan setiap kebijakan, program, dan layanan benar-benar berpihak pada masyarakat. Kang Rey juga mengajak para ASN yang baru dilantik untuk menunjukkan loyalitas, komitmen, serta mendukung program strategis daerah.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM Subang, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

ASN Subang Raih Lulusan Terbaik PKP 2025 dengan Proyek SIPAM

ASN Subang lulusan terbaik PKP 2025

SUBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Subang. H. Iman Mutaqien Nopiana, SE., M.AP, Kasi Trantib Kecamatan Cikaum, berhasil meraih predikat lulusan terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 yang digelar Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).

Iman menjadi satu-satunya peserta dari Pemkab Subang yang meraih nilai tertinggi, mengungguli 48 peserta lain dari berbagai instansi, termasuk Pemerintah Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Nias, Kabupaten Belitung, UIN Raden Intan Lampung, hingga Kementerian Perindustrian RI.

PKP merupakan program wajib bagi ASN yang menduduki jabatan struktural Eselon IV/a dan IV/b. Selama empat bulan, Iman mengikuti pendidikan intensif. Lebih membanggakan lagi, keikutsertaannya tidak membebani APBD Subang karena dibiayai secara mandiri usai menerima surat pemanggilan dari LAN RI melalui BKPSDM serta surat perintah dari Sekretaris Daerah Kabupaten Subang.

Dalam pelatihan ini, Iman mengusung proyek perubahan berjudul “Sistem Pengawasan Jam Malam (SIPAM)”. Program tersebut merespons Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 51/PA.03/DISDIK dan Surat Edaran Bupati Subang Nomor 400.3.1.03/Disdikbud tentang penerapan jam malam bagi pelajar.

SIPAM hadir untuk menjawab keresahan orang tua terkait masih banyaknya pelajar yang berkeliaran hingga larut malam. “SIPAM adalah wujud kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Kami ingin memastikan anak-anak fokus pada pendidikan dan terhindar dari hal-hal negatif,” ungkap Iman.

Meski sudah berjalan sejak Agustus 2025, peluncuran simbolis SIPAM dilakukan awal September dengan melibatkan Muspika Cikaum, Polsek, Koramil 0508 Puwadadi, Ketua PGRI, para kepala sekolah, Linmas desa, Karang Taruna, hingga instansi vertikal lainnya. Patroli gabungan dilakukan setiap malam setelah pukul 21.00 WIB di titik rawan tempat pelajar biasa berkumpul, seperti warung kopi, minimarket, dan area publik.

Penghargaan lulusan terbaik diserahkan langsung oleh Kepala Pusjar SKTAN LAN RI pada penutupan PKP Angkatan II Tahun 2025, Kamis, 18 September 2025, di Gedung Serba Guna Pusjar SKTAN LAN RI, Jatinangor, Sumedang.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi ASN Subang untuk terus berinovasi, sekaligus bukti bahwa ASN daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Kodim 0605/Subang Kawal Optimasi Lahan Non Rawa untuk Swasembada Pangan

Optimasi lahan non rawa Subang

SUBANG – Kodim 0605/Subang berkomitmen penuh mengawal program optimasi lahan non rawa seluas 5.374 hektare di Kabupaten Subang. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat swasembada pangan dan ketahanan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, melalui Pasi Ter Kodim 0605/Subang, Lettu (Inf) Ganjar Andriana Belo. “Komitmen kami TNI-AD, sudah menjadi perintah, atau komando langsung bapak Panglima TNI, bapak KASAD, bapak Aster AD, bapak Pangdam III Siliwangi, hingga pak Dandim 0605/Subang. Kami pasti mengawal dan mendampingi jalannya optimasi lahan non rawa ini, agar berjalan sukses,” ujarnya kepada RRI Subang, Rabu (17/9/2025).

Untuk mendukung program ini, seluruh Babinsa dilibatkan sebagai ujung tombak TNI-AD di lapangan. Mereka bertugas mendampingi petani sekaligus memastikan kelancaran pembangunan proyek penunjang seperti lining dan jalan usaha tani yang dilaksanakan oleh kelompok tani maupun Dinas Pertanian.

“Hambatan itu bisa berbentuk gangguan dari oknum-oknum tertentu yang ingin mengerecoki jalannya pembangunan tersebut, dan TNI-AD melalui Babinsa-nya akan hadir untuk mengawal,” tegasnya.

Lettu Ganjar menambahkan, Kodim 0605/Subang siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program optimasi lahan non rawa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai garda terdepan, kami siap melaksanakan pengawalan dan pendampingan optimasi lahan non rawa, agar sukses dan tanpa hambatan apapun,” tandasnya.

Ketua DPRD Subang Ultimatum DLH Bersihkan Sampah TPS Jalitri

Sampah TPS Jalitri Subang

SUBANG – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalitri, Subang, menuai keluhan warga. Bau menyengat dan belatung yang memenuhi lokasi membuat Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, turun tangan langsung pada Kamis, 18 September 2025.

Dalam kunjungan itu, Victor didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Subang, Hendra Boeng Purnawan, serta Kabid Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, Irwan Wibawa. Ia menegaskan, masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kita bersepakat, dalam dua hari ke depan sampah di Jalitri harus clear dan clean. Jangan sampai menumpuk lagi,” tegas Victor.

Untuk mencegah masalah terulang, Victor meminta DLH menyiagakan lebih banyak armada. “Saya tidak mau tahu, setelah ini harus standby 10 armada supaya sampah tidak menumpuk lagi,” ujarnya.

Meski begitu, Victor mengakui adanya sejumlah kendala. Armada yang tersedia terbatas, sebagian kendaraan mengalami kerusakan, dan akses menuju TPA Jalupang cukup sulit.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Sampah DLH Subang, Irwan Wibawa. Menurutnya, kebutuhan ideal armada di Subang mencapai 80 unit, namun saat ini baru tersedia 26 unit.

Irwan juga menjelaskan bahwa di Kecamatan Subang terdapat empat TPS, yaitu Jalitri, Sidodadi, Terminal, dan Pujasera. Dari empat lokasi itu, TPS Terminal menghasilkan sampah paling banyak, sekitar 15 ton per hari. Sedangkan TPS Jalitri menampung hingga 10 dump truk dengan kapasitas 5–6 ton per truk setiap harinya.

Victor menegaskan DPRD Subang akan terus mengawal penanganan sampah. Tujuannya agar Subang terbebas dari kesan kumuh dan masyarakat bisa hidup lebih sehat serta nyaman.

DPRD Subang Didesak Bangun Monumen untuk Bupati Pertama dan Kedua

monumen Bupati pertama Subang

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang didesak segera membangun monumen atau memberikan penghargaan kepada Bupati Subang pertama, Danta, dan kedua, Acu Samsudin.

Desakan ini disampaikan Ketua LESBUMI PCNU Kabupaten Subang, Agus Eko Muchamad Solihin, kepada anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono, pada Senin (15/9/2025) di ruang Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang.

“Sudah sejak lama, Pemerintah Kabupaten Subang seperti abai terhadap jasa-jasa yang telah ditorehkan oleh mantan Bupati Danta dan Acu,” ujar Eko.

Menurutnya, seharusnya Pemkab Subang memberikan penghargaan layak bagi kedua mantan Bupati tersebut. “Mantan Bupati yang lain sudah diberikan penghargaan, sementara Bupati pertama, saat dilakukan pemekaran Kabupaten Karawang menjadi Karawang Timur, serta yang ‘menggondol’ menjadi Kabupaten Subang, tidak diberi penghargaan,” ucap Eko.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono, menyatakan siap menindaklanjuti desakan LESBUMI PCNU. “Kami akan lakukan komunikasi dengan para pihak terkait hal ini,” ucap Beni.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian LESBUMI PCNU Subang. “Memang banyak jasa beliau atas Kabupaten Subang ini, mudah-mudahan segera terrealisasi,” harap Beni.

PLB Dahana, Solusi Penyimpanan Bahan Peledak Aman dan Efisien

PLB Dahana penyimpanan bahan peledak

Subang – PT Dahana memperkenalkan layanan Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada pengunjung Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IICGE) 2025. Fasilitas ini hadir sebagai solusi bagi perusahaan migas yang membutuhkan penyimpanan bahan peledak secara aman, efisien, dan sesuai regulasi.

Muty S. Desrini, Senior Manager Pemasaran & Operasional Sektor Minyak dan Gas PT Dahana, menjelaskan bahwa PLB Dahana mampu menjawab tantangan logistik bahan peledak, termasuk kepastian hukum. “PLB Dahana dirancang mengikuti aturan kepabeanan yang jelas sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 272/PMK.04/2015. Dengan begitu, pelanggan dapat merasa tenang karena semua aspek legal dan teknis sudah terpenuhi. Hingga saat ini, perusahaan Geothermal di Indonesia 90% memanfaatkan PLB Dahana,” ujarnya.

Berlokasi di kawasan Energetic Material Center (EMC) Subang, Jawa Barat, PLB Dahana berada di pusat pengembangan bahan peledak terbesar di Asia Tenggara. EMC yang dilengkapi fasilitas produksi modern menjadikan PLB Dahana bagian dari ekosistem solid untuk mendukung industri pertambangan, geothermal, dan konstruksi.

Letak PLB yang strategis di kawasan ekonomi Rebana juga menjadi nilai tambah. Dengan akses ke Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan Tol Cipali, PLB Dahana mampu memangkas biaya transportasi bahan peledak ke berbagai wilayah di Indonesia. Efisiensi ini membantu konsumen menjaga daya saing biaya operasional.

“Selain efisiensi biaya, PLB Dahana juga membantu pelanggan dalam memonitor bahan peledak berupa inventory management system serta CCTV. Stok bisa dipantau secara real-time. DAHANA ingin memberikan kepastian dan kenyamanan kepada pelanggan,” tambah Muty.

Berbagai keunggulan yang ditawarkan PLB Dahana mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan penyimpanan bahan peledak terbaik, aman, dan terpercaya.

Polres Subang Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

Polres Subang bibit jagung

Subang – Polres Subang menerima bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang digagas Presiden Republik Indonesia. Penyerahan berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Subang pada Kamis, 18 September 2025, pukul 10.30 WIB.

Acara dipimpin Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., bersama JF PMHP Ahli Muda Andrie Anggraeni, S.P. Kegiatan ini juga dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Subang dan personel Polres Subang.

Dinas Pertanian menyerahkan total 250 kilogram bibit jagung dengan rincian: Bisi Maskot 20 kg, Bisi Macho 20 kg, Bisi Primadona 20 kg, Thunder 120 kg, Bejo 40 kg, dan Bayer Dekalb 30 kg.

Kapolres Subang menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. “Bantuan bibit jagung ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung program nasional yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sekda Subang Dorong Komitmen Perbaikan Pelayanan Publik Lewat Sosialisasi EKPPP 2025

pelayanan publik Subang 2025

Subang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan Sosialisasi Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (EKPPP) di Aula BP4D Subang pada Kamis, 18 September 2025. Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang serta menegaskan pentingnya komitmen perbaikan berkelanjutan.

Kepala Bagian Organisasi Setda Subang, Suangsih, S.Pd., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2023. Tahun 2025 juga menjadi tahun kedua bagi Kabupaten Subang melaksanakan EKPPP secara mandiri.

Asisten Administrasi Umum, H. Dadang Kurnianudin, S.IP., menyoroti adanya transformasi sistem evaluasi dari berbasis link menuju aplikasi. Perubahan ini menuntut perangkat daerah lebih adaptif terhadap digitalisasi. Kegiatan sosialisasi diikuti perwakilan perangkat daerah yang menjadi kontributor EKPPP.

Sekda Asep Nuroni menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan adalah tanggung jawab seluruh instansi. “Kekurangan dalam pelayanan publik harus kita perbaiki bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujarnya. Ia menambahkan, evaluasi mandiri memberi Pemkab Subang gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi layanan publik, sejalan dengan reformasi birokrasi.

“Output dari kegiatan ini adalah Indeks Pelayanan Publik dari setiap unit lokus evaluasi. Kekurangan dalam pelayanan publik harus kita perbaiki bersama, agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara di tengah-tengah mereka,” tegasnya. Strategi pelaksanaan EKPPP mandiri juga memungkinkan potret evaluasi lebih luas, tidak hanya terbatas pada lokus yang ditentukan pemerintah pusat.

Sekda mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan sosialisasi ini sebagai sarana menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen untuk pelayanan publik yang lebih baik. “Kami berharap para kontributor EKPPP dapat menyimak materi dari narasumber dengan baik sehingga ada kesamaan pemahaman, demi terwujudnya pelayanan publik Kabupaten Subang yang berkualitas, adaptif, dan inovatif,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 perangkat daerah sebagai kontributor EKPPP. Hadir pula narasumber dari CV. Putra Purnama Indonesia, tim Bagian Organisasi Setda Subang, serta seluruh perangkat daerah Kabupaten Subang.

Kapolres Subang Letakkan Batu Pertama Prasasti Tatag Trawang Tungga

Prasasti Tatag Trawang Tungga Subang

SUBANG – Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Prasasti Lapangan Tatag Trawang Tungga di Lapangan Apel Mapolres Subang, Kamis (18/9/2025).

Kapolres menyebut prasasti tersebut akan menjadi simbol semangat kebersamaan dan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. “Prasasti ini, sebagai simbol semangat kebersamaan dan pengabdian Polri, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Dony.

Ia menambahkan, pembangunan prasasti juga merupakan wujud komitmen Polres Subang dalam memperkuat nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan dedikasi anggota kepolisian terhadap bangsa dan negara. “Juga sebagai tanda, komitmen kuat Polri, dalam memperkuat nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan dedikasi anggota Polri, terhadap bangsa dan negara,” tandasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, dan kondusif hingga acara selesai.

Subang Ngabret! Kreativitas dan Kolaborasi Jadi Mesin Inovasi di SIF 2025

Subang Innovation Festival 2025

SUBANG – Alun-Alun Subang mendadak jadi panggung ide-ide segar pada Selasa (16/9). Subang Innovation Festival (SIF) 2025 resmi dibuka dengan semangat “Ngabret” ala khas urang Sunda: ngebut, tapi tetap penuh makna.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., tampil lantang. Ia menegaskan bahwa Subang tidak boleh jalan di tempat. “Subang Innovation Festival menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kolaborasi adalah kunci pembangunan. Melalui ajang ini semua orang diberi kesempatan untuk menunjukkan gagasannya dan menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Subang,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menurut Kang Asep, Subang punya harta karun bukan hanya dari alam, tapi juga dari otak-otak cemerlang warganya. “Karya yang sudah dihasilkan jangan berhenti di sini. Teruslah berinovasi, karena inovasi bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan panjang menuju kesejahteraan masyarakat,” pesannya, seakan mengingatkan bahwa ide segar tak boleh kadaluarsa.

Tak hanya omong kosong, Pemkab Subang pun tancap gas lewat gerakan One Agency One Innovation. Kang Asep bahkan mewajibkan tiap perangkat daerah melahirkan minimal satu inovasi. “Ini bagian dari transformasi menuju pelayanan publik yang unggul,” tandasnya.

Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP., menambahkan, SIF 2025 hadir dengan tema “Akselerasi Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Ia menyebut festival ini jadi ajang unjuk gigi bagi 23 inovator mulai dari siswa SMP, SMA/K, mahasiswa, hingga OPD. Semua tampil dengan gagasan yang, kata anak sekarang, bikin geleng-geleng kepala.

Dan tentu, pesta ide ini tak lengkap tanpa penghargaan. Inilah pemenang Subang Innovation Festival 2025:

Subang Innovation Challenge

  • Juara 1: Kelompok DIKA (Digitalisasi Verifikasi Data Kependudukan – Hemat Data Aman Mudah tanpa Perantara)
  • Juara 2: Kelompok OPTIMUS PRIME (Optimalisasi Usaha Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Ekonomi UMKM)
  • Juara 3: Kelompok Rangkul Subang (RANGKUL – Raihan Akses Nurturing Generasi Kualitas Unggul)

Kategori SMP

  1. SMP IT Assyifa Boarding School Jalancagak
  2. SMPN 1 Ciasem
  3. SMP IT Alamy

Kategori SMA

  1. SMKN 1 Subang
  2. SMAN 1 Pamanukan
  3. MAN 1 Subang

Kategori Perguruan Tinggi

  1. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
  2. Politeknik Negeri Subang
  3. Universitas Mandiri Subang

Kategori OPD

  1. SMPN 1 Ciasem
  2. Diskominfo Subang
  3. SMPN 3 Pabuaran

Dan yang paling mencuri perhatian: SMPN 1 Ciasem berhasil meraih gelar Juara Umum.

Festival ini semakin meriah dengan kehadiran Wakil Ketua DPRD Subang, perwakilan daerah tetangga dari Bekasi, Cirebon, Indramayu, Purwakarta, Sukabumi, Bandung, juga BP2D Jawa Barat. Forkopimda, OPD, camat, hingga tokoh-tokoh masyarakat ikut larut dalam euforia Subang yang “ngabret” menuju masa depan penuh inovasi.

Recent Posts