Beranda blog Halaman 28

Subang ‘Leucir’ Bukan Isapan Jempol, Bupati Reynaldy Targetkan 182 Km Jalan Mulus

Bupati Subang targetkan jalan Leucir

Komitmen Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dalam membenahi infrastruktur jalan tak main-main. Ia menetapkan target ambisius perbaikan jalan hingga tahun 2026 demi kenyamanan warganya.

​Pemerintah Daerah (Pemda) Subang kini menaikkan anggaran perbaikan jalan secara signifikan. Dana sebesar Rp250 miliar per tahun siap digelontorkan untuk proyek vital ini.

​Reynaldy mengungkapkan hal tersebut saat membuka Jambore Posyandu Kabupaten Subang Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Batalyon 312 Kala Hitam, Sabtu (13/12/2025).

​Menurut Reynaldy, anggaran sebelumnya yang hanya Rp50 miliar per tahun sangat jauh dari kebutuhan riil. Kebutuhan perbaikan jalan di Subang sebenarnya mencapai Rp1,2 triliun.

​Setelah dilantik, ia langsung melakukan efisiensi APBD. Belanja yang bersifat seremonial dan kurang prioritas dipangkas untuk dialihkan ke infrastruktur.

​“Sateuacanna ngan Rp50 miliar per taun, padahal kabutuhanna nepi ka Rp1,2 triliun. Sanggeus abdi dilantik, APBD dibuka, nu teu penting jeung seremonial dileungitkeun. Alhamdulillah, di ahir 2025 anggaran jalan ningkat jadi Rp250 miliar khusus kanggo infrastruktur jalan,” ungkap Reynaldy.

​Dengan dana segar ini, ia optimis target 90 kilometer jalan mulus bisa tercapai di akhir 2025. Padahal, masa jabatannya baru berjalan delapan bulan.

​Langkah ini akan terus berlanjut ke tahun berikutnya. Pada tahun 2026, Reynaldy menargetkan tambahan perbaikan sepanjang 92 kilometer lagi.

​“Insyaallah, di ahir 2025 urang tiasa ngabenerkeun 90 kilometer jalan. Terus di taun 2026 ditargetkeun deui 92 kilometer jalan bakal dirampungkan,” jelasnya.

​Jika semua berjalan sesuai rencana, jalanan di seluruh Kabupaten Subang diproyeksikan akan mulus pada tahun 2027. Ini menjadi kabar baik bagi mobilitas warga yang selama ini terhambat jalan rusak.

​“Mudah-mudahan taun 2027 jalan di Kabupaten Subang laleucir, teu aya deui keluhan jalan rusak,” pungkasnya.

Jelang Vonis Korupsi Kalijati Subang, Petisi Warga Jadi Bukti Baru

Kasus korupsi Kalijati Subang

Drama persidangan kasus dugaan korupsi retribusi Pasar Kalijati Timur, Subang, kini memasuki babak krusial. Sebuah kejutan muncul menjelang pembacaan vonis oleh Majelis Hakim.

​Terdakwa Ahadiyat Amaludin, Kepala Desa Kalijati Timur, mendapatkan dukungan moral yang tak terduga. Dukungan tersebut datang langsung dari masyarakat desanya dalam bentuk sebuah petisi resmi.

​Para Ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) Desa Kalijati Timur kompak menandatangani petisi ini. Dokumen tersebut kini telah berada di tangan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

​Tim kuasa hukum Ahadiyat, yang dipimpin Fajar Ikhsan, menyerahkan petisi ini sebagai bukti tambahan. Mereka memasukkannya dalam duplik pada persidangan tanggal 11 Desember 2025 lalu.

​Majelis Hakim merespons positif langkah tersebut. Mereka menerima dokumen dukungan warga itu dan berjanji akan mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan final.

​Tim pembela menegaskan bahwa petisi ini baru terkumpul setelah tahap pembelaan atau pleidoi. Isinya menegaskan bahwa terdakwa tidak pernah menyebabkan kerugian sosial bagi warganya.

​Sebaliknya, warga justru merasakan manfaat nyata dari kepemimpinan Ahadiyat. Pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan sosial menjadi poin utama yang mereka rasakan.

​Kuasa hukum menilai bukti ini sangat vital. Hal ini menunjukkan ketiadaan niat jahat (mens rea) dari terdakwa dalam menjalankan tugasnya.

​”Kontribusi pada pembuktian kebenaran materiil yang menunjukkan fakta sosial bahwa masyarakat sebagai penerima manfaat justru mendukung Terdakwa,” bunyi kutipan dalam dokumen duplik tersebut.

​Kasus ini sendiri menyeret Ahadiyat bersama Sutisna, Direktur BUMDes Makmur Lestari. Keduanya terjerat dugaan penyimpangan pengelolaan dana retribusi dan parkir pasar.

​Jaksa Penuntut Umum sebelumnya menuntut hukuman berat bagi keduanya. Mereka menghadapi ancaman 8 tahun penjara serta kewajiban membayar uang pengganti miliaran rupiah.

​Kini, nasib kedua terdakwa berada di ujung palu hakim. Sidang pembacaan vonis yang dinanti-nanti publik ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2025.

Pindad Siapkan Lahan di Subang, Impian Mobil Nasional Segera Jadi Nyata

Pabrik mobil nasional Pindad

Kabar gembira datang dari industri otomotif tanah air. PT Pindad kini bersiap mengembangkan mobil nasional dengan menggandeng berbagai pihak strategis.

​Mereka bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Himpunan Kawasan Industri (HKI). Langkah ini merupakan wujud nyata Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

​Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, berharap kesepakatan ini berdampak nyata.

​“Benar-benar dikawal sehingga hambatan di lapangan bisa diselesaikan dengan cepat. HKI juga tengah mengawal RUU Kawasan Industri dan memperluas promosi kawasan Indonesia ke tingkat global,” ujar Rachmat.

​Pindad tidak main-main dalam proyek ini. Mereka telah menyiapkan lahan khusus di Subang, Jawa Barat, sebagai pusat produksi.

​Area tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas perakitan modern. Kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 500 ribu unit per tahun.

​Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menegaskan keseriusan pihaknya. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana.

​“Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kami harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” tutur Sigit.

​Kolaborasi lintas sektor ini membawa harapan besar. Indonesia berpeluang mandiri dalam memenuhi kebutuhan kendaraan dalam negeri.

​“Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian industri otomotif agar menjadi sebuah industri berkelas dunia,” pungkas Rachmat.

Gelontorkan Rp8 Miliar, Kang Rey Muluskan Dua Jalan di Cikaum

Saba Desa Cikaum

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi kembali turun ke lapangan. Mereka menggelar agenda Saba Desa di Kecamatan Cikaum pada Jumat (12/12/2025).

​Rombongan memulai perjalanan dari arah Kalijati menuju Desa Kawunganten. Agenda langsung dibuka dengan peresmian jalan poros Kawunganten—Sindangsari di Dusun Panembong.

​Akses sepanjang 150 meter ini sangat vital bagi aktivitas harian warga. Perbaikan ini membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan nyaman.

​Tak hanya satu, Kang Rey juga meresmikan ruas jalan kedua di lokasi berbeda. Jalan Cikaum Barat—Tanjungsari Barat sepanjang 380 meter kini telah mulus teraspal.

​Perbaikan infrastruktur ini menjawab impian masyarakat yang sudah lama dinantikan. Kecamatan Cikaum memang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah tahun ini.

​Wilayah ini menerima pagu anggaran perbaikan jalan tertinggi se-Kabupaten Subang. Nilai alokasinya cukup fantastis, yakni mencapai lebih dari Rp8 miliar.

​Kang Rey menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan jalan. Hal ini dilakukan demi tercapainya target visi Subang Leucir 2027.

​Selain fisik, sektor ekonomi desa juga menjadi sorotan utama. Kang Rey dan Kang Akur menyempatkan diri meninjau BUMDes di Desa Tanjungsari Barat.

​Desa ini memiliki produk unggulan berupa pupuk organik Siganik. Selain itu, mereka juga memproduksi air mineral kemasan bernama Sumber Sigap Berkah.

​Kunjungan ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah bagi pelaku usaha lokal. Kang Rey ingin UMKM di Kabupaten Subang terus tumbuh dan berdaya saing.

​Rangkaian Saba Desa berlanjut dengan menyapa warga di beberapa desa lainnya. Rombongan mengunjungi Cikaum Timur, Mekarsari, Pasirmuncang, Sindangsari, hingga Tanjungsari Timur.

​Kegiatan ditutup dengan meriah di Lapangan Desa Gandasari. Acara pamungkas ini diisi pertandingan sepak bola, sunatan massal, dan Senam Ngabret bersama Ketua TP PKK, Ny. Ega Anjani Reynaldy.

Jalan Rusak Tahunan Diperbaiki, Warga Patimban Subang Luapkan Kegembiraan

Perbaikan jalan Patimban

Raut bahagia kini terpancar dari wajah warga Dusun Galian dan Trungtum, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Mereka menyambut antusias dimulainya perbaikan jalan di lingkungan mereka yang selama ini dinantikan.

​Kepala Desa Patimban, Ibnu Al Mahdi, turun tangan langsung memimpin proses pembangunan infrastruktur ini. Langkah ini memastikan pengerjaan berjalan lancar demi kenyamanan masyarakat.

​Proyek perbaikan jalan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Melalui kolaborasi apik bersama pihak swasta dan Pemerintah Desa Patimban, mereka berupaya memeratakan pembangunan fasilitas umum hingga ke pelosok dusun.

​Sebelumnya, warga harus bergulat dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, akses utama tersebut rusak parah dan tidak beraturan.

​Kondisi jalan semakin parah ketika memasuki musim hujan. Kerusakan tersebut sempat menghambat mobilitas dan aktivitas harian masyarakat setempat dalam waktu yang cukup lama.

Pabrik BYD Subang Nyaris Garis Finis, Target “Brojol” Bayi Listrik Awal 2026

Pabrik BYD Subang

Kabar panas lagi-lagi datang dari markas besar BYD di Subang Smartpolitan.

Raksasa mobil listrik ini ternyata lagi ngebut pol-polan merampungkan pabrik anyar mereka.

Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhou, kasih bocoran kalau proyek ini jalannya mulus banget bak jalan tol.

Bangunan pabrik sudah makin gagah dan progresnya nyaris menyentuh garis finis.

Mereka optimis akhir tahun 2025 ini semua urusan konstruksi bakal kelar tanpa drama.

“Kami yakin fasilitas ini selesai pada akhir tahun dan produksi bisa dimulai pada awal 2026,” ujar Eagle Zhou penuh percaya diri.

Jadi, siap-siap saja awal tahun depan jalanan kita bakal diserbu mobil listrik rakitan lokal.

Nggak cuma pabrik, mereka juga sibuk tebar pesona dengan memperbanyak stasiun pengisian daya alias SPKLU.

Bahkan, BYD juga gandeng PLN buat siapin home charger biar pemilik mobil nggak pusing cari colokan.

Era mobil listrik buatan Subang sepertinya sudah di depan mata nih, Sobat!

Semoga harganya nanti bisa makin bersahabat sama kantong kita ya!

Alun-Alun Compreng Resmi Glowing, Wabup Subang Titip Pesan Jangan Nyampah!

Alun-Alun Compreng

Warga Compreng akhirnya punya tempat nongkrong baru yang kece badai.

Alun-Alun Compreng resmi dibuka dengan wajah baru yang lebih fresh dan menawan.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur, datang langsung buat potong pita.

Beliau senang bukan main lihat antusiasme warga yang tumpah ruah di lokasi.

Tapi, ada satu pesan penting yang Kang Akur wanti-wanti banget ke semua pengunjung.

Beliau minta tolong biar fasilitas keren ini dijaga bareng-bareng dari tangan jahil.

“Karena ini milik kita semua, mohon dijaga ya, mohon dijaga dari tangan-tangan jahil, mohon dijaga kebersihannya karena tentu yang akan rugi kita semua,” ujar Kang Akur penuh harap.

Kebersihan itu kunci utama biar Alun-Alun ini tetap enak dipandang dan bikin betah.

Kalau tempatnya nyaman, otomatis roda ekonomi pedagang kecil di sekitar bakal ngebut.

Apalagi rencananya bakal ada Car Free Day tiap pekan yang siap bikin suasana makin meriah.

Jadi, buat warga Compreng, yuk rawat ikon baru kebanggaan kita ini biar tetap glowing selamanya!

Polres Subang Bongkar Praktik Sulap BBM, Pelaku Gigit Jari

Polres Subang

Polres Subang kembali bikin gebrakan dengan membongkar praktik licik sulap-menyulap BBM.

Kali ini, giliran sindikat pemalsu bahan bakar yang harus gigit jari karena markasnya diobrak-abrik polisi.

Para pelaku nekat mengoplos BBM subsidi jenis Pertalite biar kelihatan mewah kayak Pertamax.

Modusnya klasik tapi merugikan banyak orang, apalagi kalau bukan demi untung gede dengan cara instan.

Kapolres Subang nggak main-main soal ini dan langsung sikat habis para pemain nakal di wilayah hukumnya.

Penggerebekan ini jadi bukti kalau polisi nggak pernah tidur buat mengawasi gerak-gerik mencurigakan yang rugikan masyarakat.

Barang bukti BBM oplosan yang siap edar pun berhasil disita sebelum sempat masuk ke tangki kendaraan warga.

Bayangkan kalau BBM abal-abal ini sampai merusak mesin motor atau mobil kesayangan, pasti bikin nyesek.

Polisi juga mewanti-wanti warga biar lebih jeli dan nggak gampang tergiur harga miring yang nggak masuk akal.

Semoga dengan tertangkapnya para pelaku ini, stok BBM di Subang jadi lebih aman dan terjamin kualitasnya ya!

Bripka Toto Heryanto: Polisi “Hijau” dari Subang yang Bikin Pekarangan Jadi Duit

Bripka Toto Heryanto

Kenalan yuk sama Bripka Toto Heryanto, sosok polisi hits yang lagi jadi buah bibir di Subang.

​Bhabinkamtibmas kece dari Polsek Pagaden ini baru saja diganjar penghargaan keren dari Polda Jabar.

​Bukan karena nangkap maling ayam, tapi karena ide gilanya menyulap lahan tidur jadi mesin cuan.

​Di Desa Cidadap, Pak Toto sukses besar jadi “kompor” program Pekarangan Bergizi.

​Bayangkan saja, pekarangan yang tadinya cuma tempat rumput liar pesta pora, disulap jadi kebun produktif.

​Mulai dari terong ungu yang gemoy sampai melon manis siap panen, semuanya ada di sana.

​Nggak cuma itu, beliau juga bikin gerakan bagi-bagi bibit cabai rawit gratis buat warga.

​Enaknya lagi, hasil panennya dijamin bakal dibeli sama BUMDes, jadi warga nggak perlu pusing cari pembeli.

​”Program inovatif Bripka Toto berfokus pada lima pilar utama yang dijalankan melalui kolaborasi kuat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cidadap,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan memuji.

​Selain main tanah, Pak Toto juga jago urus peternakan lele dan ayam KUB yang telurnya laris manis.

​Semua modalnya disokong penuh sama BUMDes, bikin perputaran ekonomi desa makin ngebut bak motor balap.

​Intinya, Pak Toto membuktikan kalau polisi nggak cuma jago pegang pistol, tapi juga jago pegang cangkul demi perut rakyat.

​Semoga virus rajinnya Pak Toto ini nular ke desa-desa lain ya!

Polres Subang Bongkar Sindikat Oplos BBM: Pertalite Disulap Jadi Pertamax!

Polres Subang

Kabar geger datang dari dunia hitam yang bikin dompet negara boncos parah.

​Polres Subang sukses besar obrak-abrik markas sindikat pemalsu BBM bersubsidi yang super licin.

​Tim Satreskrim yang lagi patroli dapat “bisikan” dari warga soal aktivitas mencurigakan di sebuah kontrakan di Kaliangsana, Kalijati.

​Benar saja, pas digerebek, tempat itu isinya bak laboratorium kimia buat racik BBM oplosan.

​Modusnya canggih banget, Pertalite dicampur tiner dan bahan kimia lainnya biar warnanya jadi biru mirip Pertamax.

​”Informasi warga mengarah pada dugaan pengoplosan BBM bersubsidi,” kata AKBP Dony, Kapolres Subang yang memimpin langsung operasi ini.

​Sayangnya, pelaku sempat kabur alias ngacir duluan sebelum polisi datang.

​Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, eh tertangkap juga di persembunyiannya di Pusakajaya.

​Tersangka berinisial AK (46) ini rupanya otak di balik bisnis haram yang merugikan negara miliaran rupiah.

​Dia jual BBM oplosan ini seharga Rp10.500 per liter, lebih murah dari Pertamax asli tapi untungnya gede banget.

​Polisi berhasil amankan barang bukti segudang, mulai dari 41 jerigen bahan kimia sampai 14 jerigen BBM oplosan siap edar.

​Akibat ulah nakalnya, si pelaku terancam hukuman penjara 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar, waduh!

​Semoga ini jadi pelajaran buat siapa saja yang mau coba-coba main curang sama uang rakyat ya!

Recent Posts