Beranda blog Halaman 27

Wabup dan Ketua DPRD Subang Kompak Hadiri Rapurna TMMD ke-46 di Mabes TNI AD

Rapurna TMMD ke-46 Subang

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, bersama Ketua DPRD Subang menghadiri Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-46 Tahun Anggaran 2025. Agenda strategis ini digelar di Aula Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

​Kehadiran dua pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Subang dalam bersinergi dengan TNI. Forum ini menjadi wadah evaluasi sekaligus perencanaan program pembangunan yang menyasar desa-desa di seluruh Indonesia.

​Rapat Paripurna kali ini tidak hanya membahas pembangunan fisik, tetapi juga mitigasi kebencanaan. Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dinilai vital dalam menghadapi potensi bencana alam yang kerap terjadi.

​Wakil Bupati Subang menekankan pentingnya peran TNI dalam situasi darurat. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang yang menempatkan TNI sebagai garda terdepan pertahanan dan penanggulangan bencana.

​”Dalam Rapurna tadi juga, menyoroti berbagai ancaman bencana di berbagai daerah. Yang tentunya menjadi, perhatian TNI dalam membantu pemerintah daerah, dalam menangani dan menanggulangi bencana tersebut, dan TNI menjadi garda terdepan, sesuai perintah Undang-undang tentang TNI,” ujar H. Agus Masykur Rosyadi.

​Melalui TMMD ke-46, diharapkan percepatan pembangunan di Kabupaten Subang semakin optimal. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan wilayah.

Sekretariat DPRD Subang Sabet Juara 3 SAKIP 2025, Bukti Kinerja Makin Akuntabel

Sekretariat DPRD Subang Juara SAKIP

Sekretariat DPRD Kabupaten Subang sukses meraih Juara 3 dalam Anugerah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa kinerja aparatur di lingkungan dewan semakin akuntabel.

​Prestasi membanggakan tersebut diumumkan dalam acara Anugerah SAKIP dan Reformasi Birokrasi (RB) Perangkat Daerah Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Pemda Subang pada Rabu, 10 Desember 2025.

​Berdasarkan hasil evaluasi tim penilai, Sekretariat DPRD Subang berhasil mengantongi nilai total 85,30 dengan predikat A. Nilai tersebut mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu perangkat daerah dengan kinerja terbaik tahun ini.

​Capaian ini menegaskan komitmen kuat Sekretariat DPRD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Hasil evaluasi ini juga mencerminkan efektivitas penggunaan anggaran yang semakin berorientasi pada manfaat nyata.

​Sebagai informasi, Juara 1 kategori Perangkat Daerah diraih oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan nilai 88,80. Sementara itu, posisi Juara 2 ditempati oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Subang dengan perolehan nilai 87,40.

​Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Subang, Dadang Kurnianudin. Kehadiran berbagai elemen pemerintahan menandakan sinergi kuat dalam upaya peningkatan kualitas reformasi birokrasi di Kabupaten Subang.

7 Desa Wisata Baru Diresmikan, Perkuat Subang sebagai Destinasi Unggulan

Kabupaten Subang semakin memantapkan posisinya di peta pariwisata Jawa Barat. Sebanyak tujuh desa wisata baru resmi diluncurkan pada sebuah acara meriah di Lapangan Sepak Bola Desa Rawalele, Dawuan, Sabtu (13/12/2025).

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, hadir langsung dalam acara Pre Event Launching ini. Ia mengapresiasi langkah strategis Subang dalam mengembangkan potensi lokal.

​Ketujuh desa yang diperkenalkan tersebut adalah Desa Sukasari, Situsari, Cisampih, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung. Masing-masing desa siap memikat wisatawan dengan keunikan tersendiri.

​Mereka menawarkan beragam potensi menarik. Mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya Sunda, hingga kearifan lokal seperti agrowisata, kuliner, dan atraksi kesenian yang khas.

​Iendra Sofyan menegaskan bahwa Subang memiliki anugerah alam dan budaya yang luar biasa. Kehadiran desa wisata ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan.

​”Kehadiran tujuh desa wisata baru ini tentunya menjadi langkah strategis untuk memperkuat Subang sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat,” kata Iendra.

​Lebih dari sekadar tempat liburan, program ini membawa misi pemberdayaan. Masyarakat lokal didorong untuk terlibat aktif dalam ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.

​”Program ini bukan sekadar menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal,” tambahnya.

​Acara peluncuran ini dikemas dengan berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah gowes santai bertajuk ‘Gowes to Dewi’ yang diikuti antusias oleh warga.

​Tak ketinggalan, setiap desa menampilkan atraksi seni budaya kebanggaan mereka. Kemeriahan acara ditutup dengan pertunjukan seni Bajidoran yang menghibur.

Ribuan Lowongan Kerja Terbuka, VinFast Subang Resmi Tancap Gas

Lowongan kerja VinFast Subang

Kabar baik bagi para pencari kerja di Kabupaten Subang dan sekitarnya. Pabrik mobil listrik asal Vietnam, VinFast, kini resmi beroperasi dan siap menyerap ribuan tenaga kerja.

​Kepastian ini muncul usai acara Grand Opening pabrik di kawasan Cibogo, Senin (15/12/2025). Kehadiran raksasa otomotif ini diproyeksikan menjadi mesin baru penggerak ekonomi daerah.

​CEO VinGroup Asia, Pham Sang Chau, menegaskan komitmennya. Ia menyebut pabrik ini akan membuka ribuan peluang kerja yang bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Subang dan Jawa Barat.

​Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyambut antusias peluang ini. Sosok yang akrab disapa Kang Rey ini langsung pasang badan untuk memastikan warganya menjadi prioritas utama.

​Kang Rey menetapkan target ambisius namun pro-rakyat. Ia mengunci kuota 70 persen tenaga kerja di pabrik tersebut khusus untuk warga ber-KTP Subang.

​”Terkait dengan serapan tenaga kerja, kami telah berkoordinasi bahwa nantinya 70 persen tenaga kerja akan diisi oleh masyarakat Kabupaten Subang,” tegas Kang Rey.

​Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Subang akan menggandeng perguruan tinggi lokal. Langkah ini diambil agar lulusan asal Subang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

​Tak hanya soal pabrik mobil, kawasan sekitar VinFast juga akan dikembangkan menjadi kawasan industri hijau. Hal ini diyakini akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan UMKM setempat.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut mendukung penuh langkah ini. Ia melihat potensi besar pengembangan kendaraan listrik di Indonesia yang didukung harga terjangkau.

​Dengan beroperasinya VinFast, harapan baru bagi ekonomi Subang telah lahir. Warga kini menanti realisasi janji penyerapan tenaga kerja yang masif tersebut.

Pabrik VinFast Resmi Beroperasi di Subang, Kang Rey Kunci Kuota 70% Pekerja Lokal

Pabrik VinFast Subang

Era baru industri otomotif di Kabupaten Subang resmi dimulai. Pabrik manufaktur kendaraan listrik VinFast menggelar Grand Opening di Kecamatan Cibogo pada Senin (15/12/2025).

​Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, hadir langsung dalam momen bersejarah ini. Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni.

​Kehadiran raksasa otomotif asal Vietnam ini membawa angin segar bagi perekonomian daerah. CEO VinGroup Asia, Pham Sang Chau, memproyeksikan terciptanya ribuan lapangan kerja baru.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, potensi kendaraan listrik (EV) di Indonesia sangat besar, apalagi dengan harga yang terjangkau.

​Sementara itu, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menaruh harapan besar. Ia ingin investasi ini memberi manfaat nyata bagi warganya.

​“Dengan adanya VinFast, saya berharap dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Kabupaten Subang, baik dari sisi perekonomian maupun penyerapan tenaga kerja,” ujar Kang Rey.

​Kang Rey menekankan bahwa kehadiran pabrik ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan lingkungan sekitar. Ia tidak ingin warga lokal hanya menjadi penonton.

​“Dengan berdirinya Pabrik VinFast ini, harus memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat Subang, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan pabrik,” tegasnya.

​Terkait penyerapan tenaga kerja, Kang Rey telah menyiapkan skema khusus. Ia memastikan mayoritas pekerja berasal dari putra daerah.

​“Terkait dengan serapan tenaga kerja, kami telah berkoordinasi bahwa nantinya 70 persen tenaga kerja akan diisi oleh masyarakat Kabupaten Subang dan 30 persennya diisi oleh tenaga kerja dengan spesifikasi khusus. Kami juga akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi di Kabupaten Subang agar lulusannya dapat bekerja di sini,” jelas Kang Rey.

​Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, menambahkan bahwa VinFast akan menciptakan efek ganda (multiplier effect). Pertumbuhan ini juga akan menyasar sektor UMKM dan pengembangan kawasan industri hijau.

​Menutup keterangannya, Kang Rey optimistis masalah pengangguran akan teratasi. Rencana pengembangan kawasan industri di sekitar pabrik juga sudah disiapkan.

​“Di sebelah Pabrik VinFast ini nantinya akan dibangun kawasan industri lain yang dapat menampung banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, saya optimistis masyarakat Subang dapat terserap dengan cepat,” pungkasnya.

Pabrik VinFast Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Target Awal 50 Ribu Unit Mobil Setahun

Subang – VinFast resmi meresmikan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Kehadiran pabrik ini menjadi tonggak baru bagi perkembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat posisi Subang sebagai kawasan industri strategis di Jawa Barat.

Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar.

CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau mengungkapkan jika di fase 1, pihaknya siap mengguyur pasar domestik dengan kendaraan yang diproduksi di pabrik baru ini.

Pada tahap awal, VinFast menggelontorkan investasi lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi awal 50 ribu unit kendaraan per tahun.

Pabrik VinFast di Subang dibangun dan mulai beroperasi hanya dalam waktu 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Fasilitas ini menjadi pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam, sekaligus pabrik keempat VinFast secara global.

Peresmian pabrik VinFast Subang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong, serta sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah, dan mitra strategis VinFast.

Beroperasinya pabrik ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong industri hijau dan pengembangan kendaraan listrik berbasis lokalisasi. VinFast menargetkan tingkat kandungan lokal lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah VinFast yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Fasilitas produksi VinFast Subang dilengkapi lini manufaktur terintegrasi berstandar internasional, meliputi proses body welding, painting, assembly, pusat inspeksi kualitas, hingga gudang logistik. VinFast juga menyiapkan area khusus untuk pengembangan kawasan pemasok (supplier park) bagi pelaku usaha lokal.

Pada kapasitas penuh, pabrik VinFast Subang diperkirakan mampu menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung, serta ribuan tenaga kerja tidak langsung di sektor pendukung. Kehadiran pabrik ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi Subang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat.

CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Menurutnya, lokalisasi menjadi kunci keberhasilan VinFast sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Produksi Mobil Listrik untuk Pasar Indonesia

Pada tahap awal, pabrik VinFast Subang akan merakit sejumlah model kendaraan listrik untuk pasar Indonesia, seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan. Model-model ini menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan, khususnya bagi konsumen muda dan keluarga.

Selain mobil listrik, pabrik ini juga dipersiapkan untuk memproduksi kendaraan listrik roda dua serta MPV listrik yang direncanakan meluncur pada 2026.

Pabrik Mobil Listrik VinFast Resmi Beroperasi di Subang

Subang – VinFast resmi meresmikan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Kehadiran pabrik ini menjadi tonggak baru bagi perkembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat posisi Subang sebagai kawasan industri strategis di Jawa Barat.

Peresmian pabrik VinFast Subang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong, serta sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah, dan mitra strategis VinFast.

Pabrik VinFast di Subang dibangun dan mulai beroperasi hanya dalam waktu 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Fasilitas ini menjadi pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam, sekaligus pabrik keempat VinFast secara global.

Dukung Industri Hijau dan Lokalisasi

Beroperasinya pabrik ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong industri hijau dan pengembangan kendaraan listrik berbasis lokalisasi. VinFast menargetkan tingkat kandungan lokal lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah VinFast yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Pabrik VinFast di Subang diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta membangun ekosistem industri kendaraan listrik yang berkelanjutan,” ujarnya.

Investasi Lebih dari USD 1 Miliar

Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar. Pada tahap awal, VinFast menggelontorkan investasi lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi awal 50 ribu unit kendaraan per tahun.

Ke depan, kapasitas produksi pabrik ini dapat ditingkatkan hingga 350 ribu unit per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor.

Fasilitas produksi VinFast Subang dilengkapi lini manufaktur terintegrasi berstandar internasional, meliputi proses body welding, painting, assembly, pusat inspeksi kualitas, hingga gudang logistik. VinFast juga menyiapkan area khusus untuk pengembangan kawasan pemasok (supplier park) bagi pelaku usaha lokal.

Serap Hingga 15 Ribu Tenaga Kerja

Pada kapasitas penuh, pabrik VinFast Subang diperkirakan mampu menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung, serta ribuan tenaga kerja tidak langsung di sektor pendukung. Kehadiran pabrik ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi Subang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat.

CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Menurutnya, lokalisasi menjadi kunci keberhasilan VinFast sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Produksi Mobil Listrik untuk Pasar Indonesia

Pada tahap awal, pabrik VinFast Subang akan merakit sejumlah model kendaraan listrik untuk pasar Indonesia, seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan. Model-model ini menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan, khususnya bagi konsumen muda dan keluarga.

Selain mobil listrik, pabrik ini juga dipersiapkan untuk memproduksi kendaraan listrik roda dua serta MPV listrik yang direncanakan meluncur pada 2026.

Dengan beroperasinya pabrik VinFast di Subang, pemerintah daerah berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi sentra industri kendaraan listrik yang mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan transformasi menuju industri ramah lingkungan.

Hari AIDS Sedunia, Sekda Subang: Jangan Ada Lagi Stigma dan Diskriminasi

Peringatan Hari AIDS Sedunia Subang

Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025 berlangsung meriah di Alun-alun Subang, Minggu (14/12/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

​Asep hadir didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Subang, Ny. Hj. Siti Nuraeni Nuroni. Momen ini menjadi pengingat global bahwa tantangan HIV/AIDS masih nyata di tengah masyarakat.

​Tema nasional tahun ini, “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, menekankan pentingnya sinergi. Seluruh elemen masyarakat diajak berkolaborasi memerangi pandemi ini.

​Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS Subang, Drs. H. Tatang Abdul Kudus, M.Si., mengajak semua pihak untuk peduli. Menurutnya, layanan HIV harus berkelanjutan.

​”Kita harus mengakui bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan terbesar bagi banyak orang untuk mengakses layanan pencegahan dan pengobatan,” ungkap Tatang.

​Tatang juga menargetkan epidemi AIDS bisa berakhir pada tahun 2030. Kuncinya adalah menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan bebas dari ketakutan.

​Berdasarkan data Dinas Kesehatan Subang, tercatat 3.269 orang terdeteksi mengidap HIV/AIDS sejak 1999 hingga 2024. Sementara itu, 263 kasus baru ditemukan pada periode Januari hingga Agustus 2025.

​Menanggapi data tersebut, Asep Nuroni meminta upaya pencegahan terus digalakkan. Edukasi dan layanan kesehatan harus terintegrasi dan adaptif.

​”Data ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan pengetahuan layanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap berbagai tantangan yang ada,” ujar Asep.

​Peringatan ini juga diisi dengan kegiatan Fun Walk. Asep menilai kegiatan ini efektif menyampaikan pesan solidaritas dengan cara yang positif.

​”Kegiatan ini bukan sekedar olahraga bersama, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik, kampanye hidup sehat serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV),” jelasnya.

Resmikan 7 Desa Wisata, Bupati Subang Tekankan Infrastruktur dan Budaya

7 Desa Wisata Subang

Puncak Festival sekaligus peluncuran 7 Desa Wisata Kabupaten Subang berlangsung meriah. Acara ini digelar di Lapang Sepak Bola Rawalele, Kecamatan Dawuan, pada Minggu malam (14/12/2025).

​Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang menginisiasi festival dua hari ini. Tujuh desa resmi diperkenalkan sebagai destinasi baru hasil kolaborasi lintas sektor.

​Desa tersebut meliputi Sukasari, Situsari, Rawalele, Margasari, Cisampih, Jambelaer, dan Curugagung. Peluncuran ini menandai babak baru pariwisata di wilayah Kecamatan Dawuan.

​Kepala Disparpora Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., menekankan pentingnya sinergi. Ia berharap pengelola desa wisata dapat bekerja sama demi kemajuan bersama.

​“Seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata kami harapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi supaya desa wisata Kabupaten Subang, khususnya di Kecamatan Dawuan, lebih maju dan berkembang,” ujarnya.

​Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, turut hadir mengapresiasi langkah ini. Potensi alam dan budaya di klaster ini diharapkan mendongkrak ekonomi warga.

​“Dengan dilaunching-nya tujuh desa wisata ini, mudah-mudahan bisa memberikan perputaran ekonomi yang lebih besar untuk masyarakat, sehingga masyarakat di desa-desa ini bisa lebih maju dan berkembang,” ungkap Kang Rey, sapaan akrab Bupati.

​Kang Rey mengingatkan bahwa identitas budaya dan lingkungan harus tetap terjaga. Hal ini penting untuk menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

​“Kita targetkan bagaimana nanti bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan dari dalam maupun dari luar Kabupaten Subang, sehingga menarik perhatian dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

​Selain budaya, infrastruktur menjadi sorotan utama sang Bupati. Akses jalan yang memadai adalah kunci vital keberhasilan pariwisata.

​“Jangan sampai desanya sudah jadi desa wisata, tapi akses menuju desanya masih jelek. Infrastruktur jalannya harus jadi prioritas agar orang mau datang,” ujarnya.

​Pemkab Subang kini tengah mengebut perbaikan jalan. Dukungan anggaran ratusan miliar rupiah mengalir dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memuluskan akses dari selatan hingga utara.

​”Alhamdulillah, kita sedikit demi sedikit sudah bisa memperbaiki beberapa masalah. Salah satunya jalan, mungkin Bapak-Ibu sekarang sudah mulai bisa merasakan bagaimana jalan-jalan sudah mulai leucir, Bu, untuk jalan Provinsi Pak Gubernur menggelontorkan anggaran hampir 400 miliar, Bu, untuk membenarkan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Subang. Dari mulai Tangkuban Parahu sampai ke Pantura, itu jalan sekarang di hotmix. Mungkin Bapak-Ibu (sudah) merasakan, tapi wayahnya rada macet heula karena namanya perbaikan jalan dan dikejar waktu, Bu, harus selesai sebelum tahun baru, dan nanti jalan yang belum bisa diselesaikan tahun ini, insya Allah di tahun depan akan kita selesaikan,” janji Kang Rey.

​Menutup acara, Kang Rey berharap pengembangan desa wisata ini konsisten. Sinergi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar Subang semakin maju.

​“Semoga tujuh desa wisata ini bisa Ngabret, bisa maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Kepala BNPT RI Hijaukan Subang, Tanam Pohon Simbol Toleransi

Kepala BNPT RI tanam pohon

Acara Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat di Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Subang, ditutup dengan aksi penuh makna. Sebuah prosesi penanaman pohon menjadi simbol kuat komitmen menjaga keharmonisan alam dan masyarakat.

​Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPT RI, Komjen Pol (P) Eddy Hartono. Ia didampingi oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

​Aksi ini tidak hanya melibatkan pejabat pusat, tetapi juga unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.

​Lebih dari sekadar penghijauan, penanaman ini dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai kebersamaan. Toleransi di tengah keberagaman masyarakat menjadi pesan utama yang ingin disampaikan.

​Kegiatan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk mempererat sinergi. Eddy Hartono menekankan filosofi mendalam di balik tumbuhnya pohon-pohon tersebut.

​Menurut Eddy, aksi ini melambangkan harapan agar sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat tumbuh kuat. Tujuannya jelas, yakni menjaga Subang dan Indonesia tetap aman, damai, dan toleran.

​Turut hadir menyaksikan momen tersebut sejumlah pejabat penting lainnya. Di antaranya Deputi Bidang Pencegahan BNPT, Kapolres Subang, Sekda Subang, serta perwakilan Satgas Densus 88.

Recent Posts