Beranda blog Halaman 25

Menikmati Sate Maranggi Kolam Ikan di Cigadung Subang yang Viral

Sate Maranggi Cigadung Subang

Subang – Warung Sate Maranggi di Desa Cigadung, Kabupaten Subang, kini menjadi magnet baru bagi para pemburu kuliner. Lokasinya yang berada tepat di pinggir kolam ikan memberikan sensasi makan yang berbeda dari warung sate pada umumnya.

Pengunjung bisa menikmati tusukan daging empuk sambil melihat ribuan ikan yang berenang aktif di bawah tempat duduk mereka. Suasana asri dan angin sepoi-sepoi di area pesawahan menambah daya tarik tempat makan ini hingga viral di media sosial.

Pemilik warung, Ade, mengungkapkan bahwa ide konsep ini muncul secara spontan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan. Ia ingin pengunjung tidak hanya kenyang, tetapi juga merasa rileks dengan pemandangan air dan ikan.

“Alhamdulillah, sejak viral banyak yang datang dari luar Subang seperti Bandung dan Jakarta hanya untuk merasakan sensasi makan di atas kolam,” ujar Ade.

Menu andalan di sini tentu saja Sate Maranggi dengan bumbu meresap yang disajikan bersama sambal tomat segar dan kecap pedas. Dagingnya yang lembut menjadi alasan utama pelanggan rela mengantre cukup lama, terutama saat akhir pekan.

Selain rasa, harga yang terjangkau menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Satu porsi sate lengkap dengan nasi atau lontong dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, disarankan datang lebih awal sebelum jam makan siang untuk menghindari antrean panjang. Lokasinya yang mudah dijangkau menjadikannya destinasi kuliner wajib saat melintasi wilayah Subang.

Kehadiran warung ini turut menggerakkan ekonomi warga sekitar Desa Cigadung melalui sektor pariwisata kuliner. Fenomena ini membuktikan bahwa inovasi tempat makan yang unik mampu menarik minat publik secara luas.

UMK Subang 2026 Sah Naik 6,5 Persen Jadi Rp3,7 Juta

Kenaikan UMK Subang 2026

Subang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Subang untuk tahun 2026. Keputusan ini membawa angin segar bagi para pekerja di wilayah lumbung padi tersebut.

Besaran UMK Subang kini menyentuh angka Rp3.739.062 per bulan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dibandingkan upah tahun sebelumnya.

Penetapan angka ini merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.840-Kesra/2025. Kebijakan upah terbaru ini mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2026.

Kenaikan upah di Subang terpantau lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat. Pemerintah mempertimbangkan variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah dalam penghitungan tersebut.

Pj Bupati Subang, Imran, menjelaskan bahwa proses pengusulan angka ini telah melewati diskusi panjang bersama Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab). Sinergi antara serikat buruh dan pengusaha menjadi kunci kesepakatan.

“Kami telah mengirimkan rekomendasi tersebut ke Pemerintah Provinsi sesuai dengan aspirasi yang berkembang di lapangan,” ujar Imran.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, pelaku industri diminta tetap menjaga stabilitas operasional perusahaan dengan regulasi baru ini.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang akan segera melakukan sosialisasi masif ke seluruh perusahaan. Pengawasan ketat juga bakal dilakukan untuk memastikan setiap pemberi kerja mematuhi standar upah terbaru.

Libur Akhir Tahun, Jalur Wisata Ciater Subang Sempat Padat Merayap

Jalur wisata Ciater Subang macet

Subang – Ribuan kendaraan memadati jalur wisata Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (27/12/2025). Lonjakan volume pengunjung yang merayakan libur akhir tahun memicu ketersendatan arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Kepadatan kendaraan sempat mengular di beberapa titik strategis jalur perbukitan ini. Mobil pribadi asal luar daerah mendominasi pergerakan jalan sejak pagi hari tadi.

Petugas Satlantas Polres Subang bergerak cepat mengatur arus di sejumlah persimpangan padat. Polisi memfokuskan penjagaan pada simpul pertemuan jalan agar kendaraan tidak mengunci jalur utama.

Kasatlantas Polres Subang, AKP Sudirianto, menyatakan bahwa personel kepolisian telah bersiaga penuh di sepanjang jalur. Pihaknya mengantisipasi tumpukan kendaraan di area masuk destinasi wisata.

“Anggota kami sudah siaga 24 jam dijalur wisata Ciater dan disebar di sejumlah titik khususnya di pintu masuk dan keluar tempat wisata, serta sentra oleh-oleh,” ujar AKP Sudirianto.

Para pengemudi terpaksa melambatkan laju kendaraan saat melintasi gerbang masuk destinasi populer. Antrean panjang terjadi terutama di kawasan pemandian air panas dan sentra kuliner yang ramai pelancong.

Pihak kepolisian meminta pengguna jalan untuk senantiasa menjaga jarak aman antar kendaraan. Kondisi fisik kendaraan harus prima karena medan jalan memiliki banyak tanjakan curam dan tikungan tajam.

Polisi memprediksi situasi ramai ini akan terus bertahan hingga momen malam pergantian tahun baru. Petugas tetap bersiaga di lapangan guna menjamin kelancaran arus bagi para pelancong di Subang.

Festival Hadangan & Senam Tobelo 2025 Meriahkan HUT RI ke-80 di Subang

ASN Subang Hadangan Festival 2025

Subang kembali jadi pusat keriuhan! Dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, BAPOR Korpri menggelar dua agenda spesial: ASN Subang Hadangan Festival (ASHAF) dan Senam Tobelo 2025. Acara berlangsung di Gor Tenis Indoor Subang, Selasa (26/8/2025), menghadirkan semangat olahraga tradisional sekaligus silaturahmi antar-pegawai negeri.

Festival ini dibuka resmi oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Subang, Iwan Rudianto, yang hadir mewakili Bupati. Hadangan dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Agustus, sementara Senam Tobelo akan mengisi panggung pada 28 Agustus 2025. Peserta datang dari seluruh OPD dan kecamatan se-Kabupaten Subang, membuat suasana GOR kian semarak.

Ketua pelaksana, Sopyan Rizki Haryadi, menyebut ajang ini lahir dari kolaborasi BAPOR Korpri dengan KORMI Subang, PORTINA (Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia), dan FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia). Wakil Ketua Umum KORMI Subang, M. Asyidiq, menekankan bahwa inti kegiatan bukanlah soal bakat. “Olahraga tidak dibatasi berbakat atau tidak, tetapi menjadi pilihan untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya penuh semangat.

Dari KORPRI sendiri, Wakil Ketua I, Dikdik Solihin, menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk keluarga besar KORPRI. “Kita harus tetap semangat menjadi anggota KORPRI, dan mendukung program pemerintah Kabupaten Subang,” tegasnya.

Mewakili Bupati, Iwan Rudianto memberi apresiasi. Ia menilai festival ini sebagai bukti nyata sinergi yang harus terus dipelihara. “Kegiatan ini bukan hanya olahraga dan hiburan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi ASN,” ungkapnya. Ia menambahkan, ASN wajib menjaga kesehatan, sportivitas, dan semangat karena tubuh yang bugar dan pikiran yang jernih adalah modal utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Tak hanya peserta, kegiatan ini juga dihadiri para kepala OPD, camat, unsur Forkopimda, serta perwakilan sponsor yang ikut mendukung suksesnya acara. Subang pun kian membuktikan bahwa semangat kebersamaan, budaya, dan olahraga bisa bersatu dalam satu festival penuh warna.

Desa Wantilan Jadi Pilot Project, Delegasi Gimcheon Korea Selatan Sambangi Subang

Kerja Sama Subang dan Kota Gimcheon

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menyambut hangat kedatangan delegasi dari Kota Gimcheon, Korea Selatan. Pertemuan strategis ini berlangsung di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, pada Senin (22/12/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat kerja sama internasional dalam pengembangan konsep Desa Mandiri. Delegasi Korea Selatan meninjau langsung berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Agus Masykur menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mengadopsi keberhasilan pembangunan pedesaan. Ia menilai semangat kemandirian warga Wantilan memiliki kesamaan dengan prinsip pembangunan global.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran delegasi Kota Gimcheon yang memilih Desa Wantilan sebagai lokasi tinjauan kerja sama desa mandiri,” ujar Agus Masykur Rosyadi.

Desa Wantilan sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu desa berprestasi di tingkat nasional. Fokus utama kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola ekonomi desa yang lebih modern.

Pihak delegasi Gimcheon memberikan apresiasi tinggi terhadap sambutan hangat serta keterbukaan masyarakat desa. Mereka melihat potensi besar dalam penerapan sistem pembangunan terpadu yang berkelanjutan di kawasan ini.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial semata. Hasil dari dialog tersebut diproyeksikan menjadi dasar bagi program pemberdayaan masyarakat yang lebih konkret di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi global demi kesejahteraan warga. Transformasi Desa Wantilan diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain untuk menjadi mandiri.

Bupati Reynaldy Serahkan Anugerah ASN Berprestasi Subang 2025

ASN berprestasi Kabupaten Subang 2025

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita B.R., resmi menyerahkan penghargaan Anugerah ASN Berprestasi 2025. Agenda penting ini berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang pada Rabu (24/12/2025).

Ajang tahunan ini menjadi bentuk apresiasi nyata bagi aparatur yang menunjukkan kinerja unggul di berbagai bidang tugas. Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan satuan kerja hadir menyaksikan seremoni pemberian penghargaan tersebut.

Reynaldy menekankan bahwa apresiasi ini sangat penting untuk memacu dedikasi serta profesionalisme setiap pegawai. Pemerintah daerah berharap skema penghargaan ini mampu melahirkan inovasi baru dalam lingkungan birokrasi.

Panitia telah merilis daftar pemenang yang mencakup berbagai kategori penilaian objektif. Setiap ASN yang terpilih dianggap telah memberikan kontribusi melampaui standar kerja biasa bagi kemajuan daerah.

Melalui penghargaan ini, Bupati berharap muncul semangat kompetisi positif di antara seluruh pegawai. Hal ini bertujuan agar kualitas pelayanan publik di Kabupaten Subang terus meningkat secara signifikan.

Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya integritas dalam menjalankan roda pemerintahan. Transformasi kinerja aparatur diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Subang di masa depan.

Meta deskripsi:

5 tag berita:

Bupati Subang Pimpin RUPS PT Subang Sejahtera, Tekankan BUMD Harus Adaptif dan Efisien

RUPS PT Subang Sejahtera

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Subang Sejahtera di Ruang Rapat Bupati Subang, Selasa (23/12/2025). Agenda utama rapat mencakup persetujuan rencana kerja, anggaran perusahaan perubahan 2025, serta RKAP 2026 dan perubahan badan hukum menjadi Perseroan Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut pertemuan ini sebagai momen penting untuk keberlanjutan perusahaan milik daerah. Ia menegaskan rencana kerja yang disusun harus mendorong kinerja usaha dan mengoptimalkan potensi bisnis demi kesejahteraan masyarakat.

“Persetujuan RKA ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan perusahaan berjalan lebih adaptif, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.

Status perusahaan yang berubah menjadi Perseroan Daerah menurutnya merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan profesionalisme. Dengan ini, PT Subang Sejahtera diharapkan makin sehat, mandiri, serta berdaya saing.

Bupati juga berharap direksi dan manajemen bekerja secara profesional dan inovatif dengan target kinerja terukur serta mematuhi regulasi. “Saya optimis, dengan sinergi yang kuat … PT. Subang Sejahtera mampu berkembang lebih baik …,” ujarnya.

RUPS dihadiri oleh Asda II, Kabag Perekonomian Setda Subang, serta jajaran direksi dan komisaris PT Subang Sejahtera. Bupati mengakhiri pertemuan dengan ucapan terima kasih sekaligus harapan agar keputusan rapat memperkuat kontribusi perusahaan bagi daerah.

Meta deskripsi:

5 tag berita:

Wabup Subang Dorong OSIS Jadi Pemimpin Muda Berintegritas di Gen-Z Leadership Summit

Gen-Z Leadership Summit Subang

SUBANG — Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menghadiri Gen-Z Leadership Summit & Gathering OSIS/MPK Kabupaten Subang. Kegiatan berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Senin (22/12/2025).

Acara ini diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan pengurus OSIS dan MPK dari berbagai sekolah. Forum ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan generasi muda.

Gen-Z Leadership Summit Subang

Ketua Umum Forum Komunikasi OSIS Subang (FKOS) Generasi 8, Fera Feriska, menyampaikan sambutan pembuka. Ia menegaskan gathering bukan sekadar ajang berkumpul.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi, berbagi gagasan, dan memperkuat solidaritas antarsekolah. Peran OSIS dinilai strategis dalam membentuk karakter pelajar.

“Sebagai pengurus OSIS, kita memiliki peran penting sebagai pelajar yang tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, FKOS Subang meluncurkan dua program baru. Program itu adalah FKOS Scholarship dan Laboratorium Bisnis Pelajar Subang.

Kedua inisiatif ini ditujukan untuk mendorong pengembangan kapasitas pelajar. Fokusnya pada peningkatan pendidikan dan kewirausahaan.

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur hadir mewakili Bupati Subang. Ia mengapresiasi FKOS Kabupaten Subang dan seluruh panitia kegiatan.

Ia menilai tema “Gen-Z Leadership Summit & Gathos 2025” relevan bagi pembinaan generasi muda. Forum ini disebut sebagai wadah menempa karakter sejak dini.

“Pemimpin masa depan lahir dari proses hari ini. Dua puluh tahun ke depan, kalian akan menjadi apa, sangat ditentukan dari pengalaman dan proses yang dijalani sekarang,” ujarnya.

Kang Akur menekankan pengalaman berorganisasi membentuk hard skill dan soft skill. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama dinilai krusial.

“Ada istilah yang ingin saya sampaikan, yaitu CUAN: Cerdas, Usaha, dan Aktifkan Network” jelasnya.

Ia juga mendorong OSIS berpegang pada tiga prinsip utama, yakni 3 In. Prinsip tersebut meliputi integritas, inovasi, dan kemampuan menginspirasi.

“Tentukan ingin menjadi apa dan ingin kuliah di mana. Mimpi bukan sekadar angan-angan, tetapi harus disertai dengan roadmap atau peta jalan menuju kesuksesan” lanjutnya.

Menutup sambutan, Kang Akur mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia mendorong pemanfaatan forum untuk memperluas wawasan dan jejaring.

Gen-Z Leadership Summit Subang

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Subang. Pembukaan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit pohon Subang. Bibit diserahkan Ketua FKOS Subang kepada Wakil Bupati Subang.

Gen-Z Leadership Summit Subang

Sejumlah tokoh turut hadir mendampingi. Di antaranya Ir. Beni Rubiono Anggota Komisi IV DPRD Subang, Staf Ahli Bupati, Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Moka, Duta Baca Subang, Ketua Forum OSIS, serta pengurus OSIS se-Kabupaten Subang. (Juni/KOMPIM)

Wujudkan Energi Bersih, Dahana Kembangkan Kampung KaDieu di Sugihmukti

PT Dahana Kampung KaDieu

PT Dahana resmi bersinergi dengan PT Geodipa Energi (Persero) untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi di Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini tertuang dalam program Kampung Direct Use (KaDieu) yang berpusat di Desa Sugihmukti.

PT Dahana Kampung KaDieu

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Jumat (19/12/2025). Selain Dahana dan Geodipa Energi, sejumlah perusahaan seperti PT Len Industri, PT Pindad, PT DI, dan PT SMF turut memperkuat kerja sama lintas sektor ini.

Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Dahana, Ismail Kurbani, menyebut proyek ini sebagai implementasi nyata program berkelanjutan. Inisiatif tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin energi bersih dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami memilih untuk terlibat dalam pengembangan Kampung KaDieu karena potensi luar biasa yang dimilikinya sebagai pusat inovasi pemanfaatan energi panas bumi secara langsung. Kolaborasi ini juga merupakan bentuk komitmen hijau sekaligus pemberdayaan masyarakat yang dijadikan prioritas oleh Dahana,” ujar Ismail Kurbani.

PT Dahana Kampung KaDieu

Kampung KaDieu hadir sebagai proyek percontohan yang mengintegrasikan energi panas bumi untuk berbagai sektor produktif. Fasilitas yang dikembangkan mencakup budidaya ikan nila, rumah kaca (greenhouse), hingga sarana pemandian air hangat dan sauna.

Melalui pemanfaatan energi langsung (direct use) ini, warga Desa Sugihmukti kini memiliki akses terhadap peluang ekonomi baru yang lebih mandiri. Proyek ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kebijakan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat nasional.

Ismail menegaskan bahwa keterlibatan Dahana tidak akan berhenti pada seremoni penandatanganan saja. Perusahaan berkomitmen memberikan pendampingan jangka panjang agar dampak positifnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

“Harapan kami setelah penandatanganan MoU ini adalah terwujudnya kemandirian ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Desa Sugihmukti. Dahana berkomitmen untuk terus mendampingi proses pengembangan ini agar manfaat dari pemanfaatan panas bumi dapat dirasakan secara jangka panjang dan menjadi warisan positif bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan,” pungkas Ismail Kurbani.

PT Dahana Kampung KaDieu

Upaya kolektif ini mempertegas posisi BUMN dalam mendukung transisi menuju Indonesia yang lebih hijau dan adil. Optimalisasi aset energi lokal kini menjadi kunci bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Meta deskripsi:

Tag berita:

Bupati Subang Tegaskan Rekrutmen Pekerja Tanpa Jatah, Prioritaskan Warga Lokal

rekrutmen pekerja Subang

SUBANG — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita berdiskusi dengan awak media dalam Silaturahmi Bersama Media di Legok Gintung, Ciater, Sabtu (20/12). Isu ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam dialog yang berlangsung terbuka.

Para jurnalis menyoroti kekhawatiran industrialisasi di Subang lebih banyak menguntungkan pendatang. Ketidaksiapan sumber daya manusia lokal dinilai berpotensi membuat warga Subang tersisih dari peluang kerja.

Menanggapi hal itu, Reynaldy menyebut ketenagakerjaan sebagai fokus bersama Pemkab Subang dan Pemprov Jawa Barat. Ia menjelaskan, ke depan sistem rekrutmen tenaga kerja akan menggunakan satu pintu melalui aplikasi milik Pemprov Jabar.

Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan data kependudukan dan kompetensi pencari kerja, serta kebutuhan industri. “Ke depan semua industri yang ada di Kabupaten Subang lewat satu jalur yaitu aplikasi langsung ada subnya yang terintegrasi dengan kampus dan masyarakat yang ada di Subang,” ujarnya.

Reynaldy menegaskan masyarakat Subang tetap menjadi prioritas utama. Namun, ia menolak keras praktik pembagian jatah karena rawan disalahgunakan oknum.

“Saya tegaskan hari ini tidak mau lagi ada jatah seperti itu, Saya ingin hilangkan jatah-jatahan. Masyarakat di desanya harus masuk, kalau tidak ada di Kecamatan, kalau tidak ada baru tingkat Kabupaten, nah kalau tidak ada baru cari keluar. Karena kalau jatah-jatahan nanti diperjual belikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa prioritas warga lokal harus diiringi peningkatan kualitas SDM. Karena itu, Pemkab Subang mendorong kerja sama industri dengan perguruan tinggi di daerah.

Tujuannya agar lahir tenaga kerja asli Subang yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan industri. “Tidak bisa dipaksakan kalau SDM nya tidak sesuai makanya kita cari cara bagaimana anak muda di sekitar pabrik kita masukkan ke Universitas yang sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Reynaldy menyadari kebijakan ini tidak bisa membuahkan hasil dalam waktu singkat. Ia ingin sistem yang dibangun dapat berkelanjutan dan dijalankan oleh pemimpin berikutnya.

“Di 2029 di akhir masa kepemimpinan saya dan Pak Gubernur bagaimana Bupati penerus saya tinggal menjalankan sistem yang saya buat karena masalahnya saat ini ganti pejabat ganti kebijakan sehingga tidak pernah tuntas,” pungkasnya. (Reza/DOKPIM)

Recent Posts