Beranda blog Halaman 1753

Lepas Mobil Siaga, Bupati Bersyukur Angka Covid di Kab Bandung Terus Turun

00c5a875b7f8fae37806ace7b090e95b.jpg

KBRN, Soreang : Bertempat di halaman rumah jabatannya di Soreang, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis (16/9/2021) siang, melepas delapan mobil siaga Covid bantuan dari beberapa perusahaan yang ada di Kab Bandung.

Tujuh dari mobil siaga tersebut, selanjutnya disebar ke tujuh daerah pemilihan atau dapil, sementara satu lagi disiagakan di Soreang.

Menurut Bupati, mobil siaga tersebut, nantinya tidak hanya digunakan untuk pelayanan kesehatan saja, tapi akan digunakan juga sebagai kendaraan vaksinasi untuk menjangkau wilayah di pelosok, demi mewujudkan target 80 persen vaksinasi pada akhir tahun 2021 nanti.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kab Bandung, Grace Mediana menjelaskan, hingga saat ini sudah 23 persen warga Kab Bandung yang sudah divaksin.

Grace juga bersyukur, minggu ini Kab Bandung mendapat distribusi vaksin cukup banyak, yaitu 115.000 dosis.

Vaksinasi menurut Grace, kini juga lebih diarahkan kepada para siswa dan masyarakat yang ada di pelosok. Melalui mobil siaga ini, diharapkan akan semakin mendekatkan masyarakat kepada sentra vaksinasi.

Grace juga menegaskan, kalau kasus Covid 19 di Kab Bandung terus mengalami penurunan. Kondisi itu salah satunya karena kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang semakin tinggi.

Kab Bandung sendiri menurut Grace Mediana, secara ril berada di level 2. Namun karena aglomerasi bersama Kota Bandung dan Cimahi, membuat Kab Bandung berada di level tiga.

Senada dengan Bupati, Grace Mediana juga tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dan tetap menerapkan prokes ketat, meski angka Covid 19 di Kab Bandung terus mengalami penurunan.

Dua Ribu Lebih Sekolah Dikota Bandung Melakukan PTMT

060a4afdebaa89323b563bcf817ec3c4.jpg

KBRN, Bandung : Sebanyak 2.007 sekolah dari total 4.000 lebih sekolah pada jenjang PAUD hingga SMA/SMK di Kota Bandung sudah diizinkan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Mereka diverifikasi oleh tim satgas Covid-19 dan dinyatakan layak menggelar PTM terbatas. 

Kapala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SD Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan 2.007 sekolah yang diizinkan menggelar PTM terdiri dari 330 sekolah yang sudah melaksanakan PTM pada tanggal 8 September kemarin. Sedangkan 1.667 sekolah sudah bisa melaksanakan kegiatan PTM terbatas sejak Rabu kemarin.

Dikatakan Bambang, sekolah yang menyelenggarakan belajar tatap muka tanggal 8 September kemarin diberikan kapasitas 50 persen. Sedangkan sekolah yang memulai belajar tatap muka pada tanggal 15 diberikan kapasitas maksimal 25 persen. 

“Dari 4.000 baru 2.007 (sekolah) yang menggelar PTM yang belum bisa dapat mengajukan. Kita akan verifikasi tahap ketiga ada 30 item yang diverifikasi,” ujar Bambang kepada wartawan di acara Bandung Menjawab, Kamis (16/9/2021). 

Dikatakan Bambang, jenjang SD yang paling banyak diizinkan belajar tatap muka disebabkan jumlah sekolah yang banyak. Pihaknya tidak mengizinkan sekolah untuk belajar tatap muka berdasarkan unsur kewilayahan,” Warga Bandung lebih banyak yang menginginkan PJJ,” ucapnya.

Ia menjelaskan, terdapat 16 sekolah yang mengajukan permohonan penjadwalan ulang belajar tatap muka dari tanggal yang direncanakan 15 September kemarin. 

Bambang mengutarakan evaluasi PTM terbatas relatif berjalan dengan baik dan belum ditemukan laporan tentang sesuatu yang tidak diinginkan termasuk siswa yang terpapar. Bahkan keluhan-keluhan dari orang tua relatif tidak ada. 

Bambang menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 pihaknya menyiapkan kurikulum khusus yaitu untuk pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pihaknya berharap pada awal Januari 2022 pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan 100 persen. 

“Kalau level PPKM turun lagi tidak menutup kemungkinan dihentikan, kalau lebih baik maka PTM sesuai rencana,” tandasnya.

Partai Golkar : Mari Bung Rebut Kembali Kursi Bupati Bandung

e99a8b48d621e89dedac142355934512.jpg

KBRN, Rancabali : Meski Pilkada Kab Bandung mendatang baru akan berlangsung tahun 2024 , namun mesin politik Partai Golkar sudah mulai dipanaskan.

Melalui slogan ” Mari Bung Rebut Kembali “, Partai Golkar Kab Bandung menargetkan kembali merebut kekuasaan dan menempatkan kadernya menjadi Bupati Bandung.

Sebagai upaya mewujudkan target tersebut, bertempat di Rancabali, Kamis (16/9/2021), berlangsung Pendidikan politik pembekalan dan pemantapan fungsionaris Partai Golkar Kab Bandung.

Ketua DPD Partai Golkar Kab Bandung, Sugianto menjelaskan, setelah kalah di Pilkada dan terjadi dinamika saat pemilihan pengurus, kini saatnya semua kader Partai Golkar bergerak dan menata langkah kedepan.

Sugianto tegas menyatakan, kalau 2024 mendatang, tidak bisa ditawar lagi, Partai Golkar harus memenangkan agenda politik, baik Pileg maupun Pilkada.

Pria yang karib disapa Kang Sugih memang tidak mau menyebutkan siapa calon yang dielus Partai berlambang pohon Beringin itu pada Pilkada mendatang.

Hanya saja Kang Sugih memastikan, siapapun yang diusung Partai Golkar, harus terpilih menjadi Bupati Bandung periode mendatang.

Hadir sebagai pembicara antara lain Ketua dan Wakil Ketua Dewan pertimbangan Partai Golkar Kab Bandung, Obar Sobarna dan Dadang Nasser.

Pendidikan Politik bagi kader Partai Golkar tersebut, juga dihadiri semua anggota Fraksi Partai Golkar Kab Bandung dan semua pengurus Kecamatan se Kab Bandung.

Wajib PTM Jika Tenaga Pendidik Sudah Divaksin

201eb41a9a59dec286dc4280969ef73f.jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi pendidik (guru, dosen) dan tenaga kependidikan.  

Percepatan vaksinasi bagi tenaga pendidik ini dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), khususnya di zona PPKM level 2 dan 3 seperti yang telah diperintahkan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Saat ini, berdasarkan data Pusdatin Kemenkes, per 13 September 2021, baru sebanyak 62 persen atau sebanyak 3,42 juta pendidik dan tenaga pendidik yang sudah menerima vaksinasi. Dari jumlah tersebut, 39 persen di antaranya sudah menerima 2 dosis vaksin.

Karena itu, Menko PMK memerintahkan Kemendikbudristek, Kemenag, Kemenkes, Pemda Kabupaten/Kota, Propinsi dan dinas-dinas terkait di daerah untuk berkolaborasi dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik. 

Menko PMK menargetkan pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga pendidik harus sudah selesai pada akhir September. Harapannya apabila tenaga pendidik di satuan pendidikan baik sekolah, madrasah dan pesantren sudah semuanya divaksin, maka pelaksanaan PTM wajib untuk dilakukan.

“Kalau sudah 100 persen tenaga pendidik tervaksin, maka wajib melaksanakan PTM. Tidak harus menunggu sampai 100 persen peserta didiknya divaksin. Saya rasa, kalau menunggu hingga semua tuntas, gak buka-buka itu sekolah, madrasah dan pesantren” ujar Menko PMK dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Pelaksanaan PTM, pada hari Rabu (15/9).

Menko PMK mengatakan, seiring dengan PTM yang akan dilakukan, nantinya pelaksanaan vaksinasi bagi peserta didik juga akan dikebut. Tentu saja disesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

Dia berujar, jumlah peserta didik di Indonesia sudah pasri jauh lebih banyak dari pada jumlah tenaga pendidik. Sehingga, apabila vaksinasi untuk tenaga pendidik sudah selesai, maka pelaksanaan PTM akan lebih aman untuk dilakukan. 

“Setelah vaksinasi bagi tenaga pendidik selesai, maka siswa di atas 12 tahun hingga mahasiswa ini akan menjadi prioritas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Menko PMK meminta seluruh satuan pendidikan untuk segera menyelesaikan pengisian check list kesiapan pelaksanaan PTM. Atas dasar tersebut, maka Satgas Covid Daerah segera melakukan asesmen kesiapan sekolah dan madrasah untuk menyelenggarakan PTM. Hal itu sebagaimana diatur dalam SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. 

“Asesmen kelayakan PTM harus selesai pada akhir September 2021 seiring dengan target kita selesai vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan pada akhir September 2021,” katanya.

Dalam rapat koordinasi itu hadir Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menag Yaquut Cholil Qoumas, Menhub Budi Karya Sumadi, perwakilan Kemendagri dan Polri.

Menko PMK juga meminta Kanwil Kemenag, Kepala Kantor Agama Kabupaten/Kota dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan di daerah untuk menangani vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan baik di sekolah maupun madrasah. Lebih lanjut Menko meminta agar Menkes memastikan jatah vaksin yang diperuntukkan bagi PTK dapat tersalurkan sesuai target.

Selain itu, Menko PMK meminta Kemendagri agar pemerintah daerah memprioritaskan vaksinasi bagi tenaga pendidik. Koordinasi diperlukan agar jangan sampai vaksin yg seharusnya untuk pendidik dan tenaga kependidikan justru bergeser sasarannya. Apalagi pendidikan merupakan urusan konkuren. Dia juga meminta pemerintah daerah membuat skema mitigasi resiko jika terjadi kluster di lingkungan sekolah setelah dimulainya pelaksanaan PTM. 

Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengusulkan agar dibentuk tim kecil di Kemenko PMK, guna memastikan percepatan pelaksanaan vaksinasi. Mengakhiri rapat, Menko PMK menyampaikan perlunya peninjauan kembali syarat mobilitas bagi anak dibawah 12 tahun mengingat belum dapat divaksin. Mendikburistek sangat mendukung pandangan Menko PMK, agar selaras dengan arahan Bapak Presiden pentingnya mensegerakan PTM dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

KPK: OTT Kalsel Terjadi di Kabupaten HSU

cf1889ddf2f83ac0b7b05509b8c7b2ba.jpeg

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menangkap beberapa pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan (Kalsel). OTT ini terjadi, Rabu (15/9/2021), sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, OTT yang berlangsung di Kalsel terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

“Malam tadi ada giat tangkap tangan di Kabupaten HSU (Hulu Sungai Utara),” kata Firlu Bahuri melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Namun, Firli masih enggan membeberkan kronologi kasusnya. Dia juga enggan membeberkan barang bukti yang didapat dalam operasi senyap itu.

Baca Juga: OTT di Kalimantan Selatan, Begini Penjelasan KPK

Saat ini semua pihak yang ditangkap sedang diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK. Masyarakat diminta bersabar.

“Nanti diberitahukan ke publik,” ujar Firli.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan tersangka dalam kasus ini. Tim OTT saat ini sedang sibuk menggali keterlibatan para pihak.

Pantauan RRI di KPK, terdapat 7 orang yang digelandang KPK tiba di KPK pukul 11.20 WIB.

Geger, Penemuan Mayat Pria Mengapung di Dermaga

3257b5e0da7798318e74e6df285a96ee.jpeg

KBRN, Banda Aceh: Warga Kecamatan Meuraxa digegerkan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di kawasan dermaga boat Cot Desa Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Kamis (16/9/2021), sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memacing di sekitar dermaga. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung dan menyangkut di boat nelayan yang bersandar di dermaga.

Warga yang melihat peristiwa ini langsung menghubungi aparat kepolisian setempat. Korban kemudian dievakuasi oleh pihak Kepolisian dari Polsek Ulee Lhue yang dibantu tim Inafis Polresta Banda Aceh, Babinsa Koramil 15 Meuraxa dan petugas BPBA serta masyarakat setempat.

Penemuan mayat pria ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha saat dikonfirmasi rri.co.id. Kata Ryan, pihaknya telah mengidentifikasi korban.

“Betul, saya tadi dapat info ini dari Polsek,” kata Ryan.

Dia menyebutkan, korban diketahui bernama Zoni Jamil (41). Korban diketahui warga Glumpang Tiga, Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Untuk sementara motif dan penyebab kejadian kasus tersebut masih didalami oleh Polsek Ulhe lheue dengan tim Inafis dari Polresta Banda Aceh.

“Barang-barang yang ditemukan pada korban dan sekitar korban itu ada KTP, uang kurang lebih Rp 200 ribu, kemudian ada juga umpan yang biasa digunakan untuk mancing dari moncong ikan merlin,” ungkap Ryan.

Lebih lanjut, kata Ryan, tim identifikasi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.

“Tim identifikasi sudah ke sana juga untuk proses identifikasi dan korban sudah dievakuasi menuju RSU untuk dilakukan visum. Kasus ini sementara masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Ryan.

Paper.id Kerjasama Dengan Pinjam Modal Guna Mempermudah Akses Pendanaan dan Proses Digitalisasi

Cover-press-release-Pinjam-Modal-x-Paper-id-Indo.jpeg

suarasubang.com – Paper.id resmi bekerjasama dengan Pinjam Modal selaku anak perusahaan dari PT BFI Finance TBk untuk mempermudah para pebisnis dalam mengakses pendanaan usaha. Tidak hanya itu, hal tersebut juga diharapkan dapat mempercepat digitalisasi di Indonesia sebagai bagian dari program pemerintah terutama di masa pandemi agar tetap bertahan. Urgensi ini tersirat dari keputusan yang dibuat oleh presiden Jokowi dengan menerbitkan Keppres 3/2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Terkait kerjasama tersebut, CEO & Co-founder Paper.id, Jeremy Limman mengungkapkan “Kerjasama ini menjadi langkah strategis dari Paper.id dan Pinjam Modal dalam menjangkau segmen UMKM yang membutuhkan pembayaran invoice lebih cepat untuk melancarkan arus kas melalui Paper.id & Pinjam Modal yang telah terintegrasi guna mempercepat proses penilaian dan pencairan kredit.”

Kemudahan tersebut diharapkan dapat membantu para pebisnis mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Menurut Rofikhah Rokhim selaku guru besar FEB Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa UMKM masih kesulitan dalam mendapatkan akses pendanaan karena 4 hal, minim informasi, minim teknologi, tidak lolos audit, & aset tidak terjamin.

Kerjasama antara Paper.id dan Pinjam Modal diharapkan dapat menjadi jalan keluar yang pasti. Dengan riwayat keuangan serta invoice yang telah digital, hal ini dapat membantu pengelolaan bisnis lebih efisien serta menjadi pemenuhan syarat untuk mengajukan pendanaan. Setelah itu, dana baru kemudian dikucurkan oleh Pinjam Modal guna memenuhi kebutuhan para pengusaha. Proses pembayaran dari mitra juga dapat dilakukan melalui Paper.id dengan beragam metode pembayaran yang tersedia mulai dari QRIS, Tokopedia, GoTagihan, kartu kredit, Virtual Account, hingga OVO.

“Sesuai dengan visi kami untuk mendukung perekonomian nasional terutama di sektor UMKM, kami melihat hal yg sangat baik dari platform Paper.id, yang memberikan kemudahan dalam hal invoice bagi para pelaku usaha, terutama di saat kondisi seperti saat ini dan ke depannya. Dengan kerjasama ini kami berharap dapat lebih menjangkau para pengusaha agar mendapatkan akses permodalan yang cepat, efisien, dan aman. Kami berharap para pelaku usaha dapat terus maju dan berkembang meski di tengah pandemi saat ini,” imbuh Herman Handoko, selaku CEO Pinjam Modal.

Sementara itu, kerjasama ini dapat mempermudah perusahaan besar guna mendapatkan pendanaan usaha yang aman dengan nilai yang dinamis sesuai kebutuhan mereka. Apalagi mengingat baik Paper.id maupun Pinjam Modal telah resmi berizin OJK. Dengan begitu, arus kas bisnis tetap terjaga terutama di saat pandemi yang penuh ketidakpastian.

“Para pelaku usaha harus terus didukung dengan cara apapun, begitupun dengan akses permodalan. Pinjam Modal berkolaborasi dengan Paper.id untuk mewujudkan kemudahan tersebut. Kami berharap langkah ini bisa menjadi solusi terhadap ketatnya masalah keuangan bagi para pelaku usaha dan sebagai jalan untuk tumbuh bersama-sama,” tambah Herman Handoko.

“Paper.id melihat kondisi rantai pasok yang sedang lesu akibat pandemi. Baik supplier maupun buyer sama-sama sedang terhimpit akan permodalan usaha yang sangat terbatas. Supplier sulit menagih pembayaran kepada buyer, karena kondisi pandemi yang berdampak pada penurunan pemasukan, sehingga tagihan sulit terbayar. Dengan kemudahan yang diberikan melalui Paper.id & Pinjam Modal, tentu saja tingkat keberlanjutan bisnis dapat lebih meningkat yang diikuti oleh pertumbuhan omzet bisnis secara eksponensial selama pandemi.” Terang Jeremy Limman.

Jokowi Apresiasi Dukungan Ponpes Terhadap Program Vaksinasi

caf6ea9976dcbd56727e93a89302a891.jpeg

KBRN, Aceh Besar: Presiden Joko Widodo (Jokowi), melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Aceh dengan melakukan peninjauan vaksinasi di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’Arrif, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/09/21).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pondok pesantren yang telah mendukung para santri untuk mendapatkan suntikan vaksin sehingga dapat terlindungi dari Covid-19

“Kita ingin melindungi mereka semuanya, memproteksi mereka semuanya agar tidak terkena Covid yaitu dengan vaksinasi,” ujar Presiden. 

Selain Kabupaten Aceh Besar, enam pondok pesantren di kabupaten/kota di Indonesia juga secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi.

Baca Juga: Jokowi: Kita Harus Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Baca Juga: 30.000 Masyarakat Aceh Disuntik Vaksin Dihadapan Jokowi

Enam pondok pesantren tersebut antara lain Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar, Kota Pekanbaru, Pondok Pesantren Al-Fathamiyah, Kabupaten Karawang, Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Banyumas, Pondok Modern Al-Rifa’ie 2, Kabupaten Malang, Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng. 

Dalam dialog bersama para santri melalui konferensi video, Presiden mengaku senang atas semangat para santri untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Kepala Negara berharap, dengan adanya vaksinasi para santri lebih terlindungi dan secepatnya dapat bertemu dengan para guru dan teman untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Pak Kiai saya senang sekali alhamdulillah ini para santri kelihatan sekali bersemangat dan sangat sehat-sehat semuanya, sehingga kita harapkan dengan proses vaksinasi ini para santri menjadi lebih sehat lagi dan terproteksi dari Covid-19,” tambah Jokowi. 

Salah satu perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al Rifa’ie 2, Mustika dari Ambon, Maluku mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden karena dengan adanya vaksinasi ia dapat berkumpul dengan teman-temannya. Selain itu, Mustika juga mengungkapkan kerinduannya untuk pulang ke tanah Ambon. 

“Insya Allah kalau ada liburan nanti, beta pengen pulang ke Ambon. Beta su kangen baku dapa Mama, Bapa dan ba saudara semua yang ada disana. Satu kata untuk Bapak Jokowi, tabea Bapak,” ujar Mustika. 

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas terlaksananya vaksinasi massal untuk santri demi menggapai Indonesia sehat, Indonesia hebat. Di pondok pesantren ini Bapak Presiden, kami senantiasa mendoakan bapak agar supaya diberikan anugerah oleh Allah Swt. kesehatan, kekuatan untuk memimpin bangsa ini terutama dalam menghadapi Covid-19,” ucap pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Haris Nurdin.

Sebelum mengakhiri kegiatan di Ponpes, Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk mendengarkan pembacaan puisi yang dipersembahkan oleh santriwati yang bernama Ulfa Ilma yang berjudul “38 detik puisi untuk Presiden”. Presiden Jokowi pun mengapresiasi santriwati tersebut dengan memberikan hadiah berupa sepeda.

“Terima kasih tadi atas puisinya dan untuk itu nanti saya kirimi sepeda,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi bagi santri yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Optimisme PermataBank Ajak Masyarakat Beradaptasi dan Gali Potensi Diri

Foto-1-Press-Conference-Wealth-Wisdom-2021.jpg

suarasubang.com – PermataBank kembali menggelar acara Wholistic Wealth terbesar di Indonesia, Wealth Wisdom 2021 “Wellness to Wealth”, pada 17-18 September 2021. Di tahun ke-7 penyelenggaraannya, PermataBank mengangkat tema Wellness to Wealth untuk mengajak masyarakat bangkit dan optimis dalam menggali potensi diri untuk tetap mengejar aspirasi mereka. Diadakan secara virtual, perhelatan ini akan menghadirkan 24 kelas inspiratif dengan lebih dari 50 pembicara dari berbagai latar belakang serta rangkaian kegiatan menarik yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.

Tema Wellness to Wealth dihadirkan untuk memberikan rangkaian pengalaman wholistic wealth dalam upaya menuju finansial yang kuat. Hal itu dibuktikan dengan kelas-kelas yang tidak hanya mencakup kekayaan (wealth) saja, namun juga kelas-kelas yang memberikan ilmu mengenai kegembiraan (joy), kesehatan (health), dan ketenangan diri (mindfulness). Semua menjadi kesatuan yang saling melengkapi, karena PermataBank mempercayai bahwa kualitas hidup yang seimbang menjadi fondasi makna kekayaan yang sesungguhnya.

Adanya pembatasan aktivitas luar ruang membuat masyarakat semakin terbiasa dengan teknologi. Digitalisasi hampir dapat dirasakan di seluruh lini kehidupan dan mempengaruhi cara kita bekerja, belajar, berinteraksi, berbelanja, hingga mencari hiburan. Meski perubahan ini berdampak positif pada optimalisasi teknologi, peningkatan adopsi digital juga menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang disebut digital fatigue. Rilis dari Ernst & Young melaporkan adanya kaitan kecemasan dengan adopsi digital ini. Hampir 50% responden dalam survei tersebut merasa khawatir dengan dampak internet terhadap kondisi psikologis mereka. Laporan senada juga diungkapkan dalam 2021 Connectivity and Mobile Trends Survey oleh Deloitte yang menemukan bahwa sepertiga responden merasa kewalahan dengan perangkat dan layanan digital yang perlu mereka atur.

Djumariah Tenteram, Direktur Retail Banking PermataBank mengatakan, “Di situasi yang tidak menentu seperti saat ini, masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan lebih terhubung secara digital. Perubahan ini tentu membawa dampak positif terhadap kemajuan teknologi. Namun, di lain sisi juga mengakibatkan peningkatan level stres di masyarakat yang masih belajar untuk memahami hal-hal baru di sekitarnya. Hal ini pun turut berpengaruh terhadap penurunan esensial kekayaan yang sesungguhnya. Melalui Wealth Wisdom, PermataBank berkomitmen untuk terus memberikan edukasi literasi dan inklusi keuangan serta mengajak masyarakat untuk bangkit dan optimis menggali potensi diri dan kembali mengejar aspirasi. Mengangkat tema “Wellness to Wealth”, kami berupaya memberikan wawasan, ide, dan perspektif segar kepada masyarakat untuk dapat lebih memaknai esensi wealth yang sesungguhnya dengan menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan. PermataBank percaya kualitas hidup yang seimbang adalah makna kekayaan sesungguhnya.”

Pengunjung dapat menambah pengalaman baru dan menggali potensi diri dengan menghadiri berbagai kelas yang diisi oleh tokoh ternama seperti Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI Periode 2014-2019, serta jajaran pembicara lainnya yang berkompeten di bidangnya. Sementara itu, public figure seperti Andien Aisyah, Dion Wiyoko, Boy William, Cinta Laura, hingga Reza Gunawan juga akan membagikan beragam topik mulai dari kesehatan, investasi, gaya hidup, mindfulness, sampai dengan entertainment.

Pakar ekonomi Rhenald Kasali, yang juga akan menjadi salah satu pembicara dalam Wealth Wisdom 2021 Wellness to Wealth mengungkapkan, “Tidak dapat dipungkiri pandemi menimbulkan tantangan ekonomi dan finansial bagi banyak kalangan. Hal ini pun berdampak pada semangat masyarakat dalam mencapai keinginan maupun tujuan hidup. Adanya Wealth Wisdom 2021 diharapkan membangkitkan optimisme masyarakat dalam mengembangkan potensi diri dan dapat menginspirasi mereka dalam memulihkan perekonomian.”

Antusiasme gelaran Wealth Wisdom 2021 pun turut dirasakan penyanyi muda berbakat Indonesia sekaligus Brand Ambassador PermataBank, Angel Pieters, “Wealth Wisdom 2021 merupakan salah satu acara yang ditunggu dan wajib diikuti generasi muda. Kelas-kelas yang dihadirkan selalu inspiratif dan bisa membuka perspektif generasi muda semakin luas dan tentunya membuat kita jadi lebih bijak dalam menghargai makna hidup dan kaya yang sesungguhnya. Berbagai pembahasan yang sesuai dengan situasi saat ini juga dapat membantu saya untuk lebih optimis untuk tetap berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif.”

Selain kelas-kelas inspiratif, pengunjung Wealth Wisdom 2021 juga akan menikmati performa musik yang dibawakan oleh Ardhito Pramono serta grup jazz Maliq & D’Essentials. Tidak hanya itu, akan ada pula bazar properti dan investasi serta berbagai merchant ternama yang akan memberikan penawaran spesial. Pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi tenaga kesehatan dan UMKM yang terdampak pandemi. Ada juga keuntungan ekstra bagi Anda nasabah setia PermataBank untuk berkesempatan mendapatkan penawaran spesial selama Wealth Wisdom 2021 berlangsung.

“Berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat tidak dapat dipungkiri memberikan perubahan yang signifikan terhadap enam pilar Wealth Wisdom yaitu purpose of life, health, frugality, relationship, giving, dan moments. Oleh sebab itu, melalui Wellness to Wealth, kami ingin menginspirasi masyarakat untuk memberikan perspektif lebih luas dalam melihat berbagai hal. Kami percaya kekayaan sesungguhnya didapat dari keseimbangan hidup yang berkualitas. Melalui rangkaian kegiatan di Wealth Wisdom 2021 ini, PermataBank ingin membangkitkan optimisme masyarakat sekaligus mengapresiasi ketahanan diri mereka karena telah bertahan di masa-masa sulit. Kami harap Wealth Wisdom 2021 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk tetap terinspirasi dan menginspirasi satu sama lain,” tutup Glenn Ranti, Division Head Marketing Communications PermataBank.

Masyarakat dapat mengikuti rangkaian kelas dan acara Wealth Wisdom 2021 secara gratis dengan melakukan registrasi melalui https://www.wealthwisdom.co.id/registrasi. Informasi lebih lanjut mengenai Wealth Wisdom 2021 dapat diakses melalui https://www.wealthwisdom.co.id/.

Alat Tangkap Ikan Nelayan Harus Sesuai Ketentuan

d49e8ad7aa36a9a671ef50d46632a57a.jpg

KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan kegiatan penangkapan ikan, termasuk penggunaan alat tangkap. 

“Ini salah satu kunci, aparat harus memiliki kemampuan mendeteksi, mana alat tangkap yang dilarang, mana yang dimodifikasi agar terlihat legal. Ini penting sekali dalam rangka mencegah praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Kamis (16/9/2021). 

Adin juga menyampaikan, kemampuan analisis terkait alat tangkap ini sangat penting dalam mencegah terjadinya praktik penangkapan yang merusak. Pengawas Perikanan diharapkan mampu mendeteksi terjadinya pelanggaran pada saat pemeriksaan keberangkatan kapal. 

“Kuncinya pemeriksaan pada saat kapal di Pelabuhan, ketika akan berangkat ke laut,” terang Adin 

Lebih lanjut Adin juga menyampaikan, KKP telah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas  serta Penataan Andon Penangkapan Ikan, yang diantaranya mengatur tentang jenis alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh pelaku usaha.

Oleh sebab itu, pihaknya akan memperkuat pelaksanaan pengawasannya di lapangan. 

“Sudah ada aturan mainnya, alat tangkap ini boleh dimana saja, di jalur berapa, ukuran selektivitasnya bagaimana, itu yang akan menjadi pedoman kami untuk pelaksanaan pengawasan di lapangan,” ujar Adin. 

Sementara itu, Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Drama Panca Putra menyampaikan, pelaksanaan pengawasan penangkapan ikan akan dilakukan baik pada saat keberangkatan (before fishing), pada saat di laut (while fishing), pada saat pendaratan (during landing) dan setelah ikan didaratkan (post landing).

Melalui strategi tersebut, Drama berharap agar pengawasan penangkapan ikan dapat berjalan efektif dan efisien, termasuk ketika kebijakan penangkapan terukur sudah diterapkan. 

“Ini salah satu pendekatan dalam penerapan pengawasan penangkapan terukur, saat sudah diterapkan,” ujar Drama. 

Drama juga menyampaikan, sejalan dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang lebih mendorong penerapan sanksi administrasi terhadap pelanggaran di bidang perikanan, maka Pengawas Perikanan dituntut untuk mampu memahami aspek-aspek teknis pengawasan, termasuk kaitannya dengan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan. 

“Ada aspek-aspek teknis dalam pengenaan sanksi yang itu terkait langsung dengan pelanggaran alat penangkapan ikan,” terang Drama 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pentingnya penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

Trenggono juga menginstruksikan aparat Ditjen PSDKP untuk bertindak tegas apabila menemukan pengoperasian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Recent Posts