Beranda blog Halaman 163

Tebing 10 Meter Ambrol, Jalur Sumedang-Subang Buka Tutup

Dok. BPBD Sumedang

SUBANG– Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang-Subang pada Minggu (16/2/2025) malam menyebabkan tebing setinggi 10 meter di Kampung Lamping, Desa Cibungur, Kecamatan Rancakalong, longsor. Material longsoran menutup sebagian badan jalan, membuat akses terganggu.

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Atang Sutarno, mengungkapkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 20.10 WIB. “Longsor ini akibat hujan berintensitas tinggi sejak sore. Meskipun jalan tertutup material longsor, kendaraan masih bisa melintas melalui bahu jalan dan kebun milik warga,” ujarnya.

Namun, untuk pembersihan total, pihak BPBD masih menunggu alat berat. “Pembersihan manual tidak memungkinkan karena ada risiko longsor susulan,” tambah Atang.

Penanganan Longsor Berlangsung Hingga Dini Hari

BPBD Sumedang bersama tim gabungan dan warga setempat bergerak cepat untuk membuka kembali jalur yang tertutup. Dengan bantuan alat berat, proses pembersihan dimulai sejak dini hari hingga pukul 03.15 WIB pada Senin (17/2/2025). Hingga pagi hari, akses jalan di wilayah Dusun Lamping, Desa Cibungur, masih diberlakukan sistem buka tutup.

“Atas pertimbangan keamanan, arus lalu lintas sementara dialihkan melewati tanah milik warga di sekitar lokasi longsor,” jelas Atang. Ia pun mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengingat potensi longsor susulan masih ada.

Upaya pembersihan terus dilakukan agar jalur Sumedang-Subang bisa kembali normal secepatnya. Pihak berwenang meminta pengendara untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Tak Kunjung Kembalikan Mobil Pinjaman, Dudi Dibekuk Polisi di Karawang

Tak Kunjung Kembalikan Mobil Pinjaman, Dudi Dibekuk Polisi di Karawang
dok. Polsek Cisalak

SUBANG – Seorang pria asal Cisalak, Subang, akhirnya diamankan polisi setelah dua bulan menghilang usai meminjam mobil dan tak kunjung mengembalikannya. Pelaku, Dudi Sihabudin, ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Cisalak Subang di sebuah persembunyian di Kampung Ciherang, Desa Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, pada Senin (17/2/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolsek Cisalak, Iptu Endang Pirtana, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula pada Desember 2024. Saat itu, Dudi meminjam mobil Mitsubishi Pickup putih milik seorang pria bernama Apek.

Namun, hingga pertengahan Februari 2025, mobil tersebut tak kunjung dikembalikan. Pelaku bahkan menghilang tanpa jejak, membuat pemilik mobil kebingungan.

“Awalnya pelaku hanya meminjam, tetapi setelah berbulan-bulan mobil tak juga dikembalikan, dan ia pun sulit dihubungi,” ujar Iptu Endang pada Senin (17/2/2025) petang.

Merasa dirugikan, Apek akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Cisalak. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dan menemukan titik terang bahwa Dudi berada di wilayah Telukjambe Barat, Karawang.

Tim Reskrim Polsek Cisalak bergerak cepat. Pada Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, mereka meluncur ke lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku. Dengan bantuan Polsek Telukjambe Barat, petugas berhasil membekuk Dudi tanpa perlawanan.

“Pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti satu unit mobil Pickup Mitsubishi putih milik korban,” tambah Iptu Endang.

Kini, Dudi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Kasus ini pun masih terus dikembangkan untuk proses hukum lebih lanjut.

Pj Bupati Subang Pimpin Rapim Terakhir, Tekankan Kelancaran Sertijab

Pj Bupati Subang Pimpin Rapim Terakhir, Tekankan Kelancaran Sertijab

SUBANG – Penjabat (Pj) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, M.T., memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) terakhirnya sebelum masa jabatannya berakhir. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati 2 pada Senin (17/02/2025) ini menjadi momen penting menjelang serah terima jabatan kepada pemimpin baru.

Rapim tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten Daerah (Asda), Staf Ahli (Sahli), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kepala Bagian (Kabag) terkait. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan soliditas dan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut transisi kepemimpinan.

Dalam pertemuan itu, Kang Ade—sapaan akrab Pj Bupati Subang—menegaskan pentingnya kelancaran proses serah terima jabatan (sertijab). Ia mengingatkan seluruh jajaran agar memastikan transisi berlangsung transparan dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Rencananya, sertijab akan dilaksanakan di Istana Negara. Ini merupakan kehormatan sekaligus pengakuan terhadap pentingnya proses ini,” ujar Kang Ade.

Selain membahas sertijab, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kerapihan kota. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap sigap dalam menghadapi dinamika pemerintahan, terutama mengingat masih banyak kebijakan yang menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Menutup Rapim terakhirnya, Kang Ade menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin selama ia menjabat. Ia juga memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam kepemimpinannya serta berharap kerja sama yang solid terus berlanjut demi kemajuan Kabupaten Subang.

BLK Subang Siapkan Ratusan SDM Tiap Tahun untuk Hadapi Industrialisasi

BLK Subang Siapkan Ratusan SDM Tiap Tahun untuk Hadapi Industrialisasi
Foto: uptdblksubang.blogspot.com

SUBANG– Kabupaten Subang tengah bersiap menyambut era industrialisasi. Dengan hadirnya Pelabuhan Patimban dan berkembangnya kawasan industri, kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat. Demi memastikan warga setempat tidak hanya menjadi penonton, Balai Latihan Kerja (BLK) Subang terus berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di dunia kerja.

Kepala BLK Subang, Ucu Kuswandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melatih ratusan tenaga kerja setiap tahun, jauh sebelum geliat industrialisasi mulai terasa di daerah tersebut.

“Sejak awal rencana pembangunan Pelabuhan Patimban dan kawasan industri di Subang, kami sudah mengambil langkah preventif dengan menyiapkan calon tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan,” ujar Ucu.

BLK Subang telah menggelar berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan permintaan industri, seperti operator alat berat, tenaga keamanan (security), basic cleaning, supir, hingga tenaga bongkar muat.

“Sekarang saatnya mereka siap bekerja. Misalnya di BYD, kami telah mendata kembali peserta yang sudah mengikuti pelatihan. Semua persyaratan lamaran kerja mereka sudah kami siapkan agar ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, kami sudah punya datanya,” jelasnya.

Meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, BLK Subang tetap berkomitmen untuk melatih lebih banyak tenaga kerja setiap tahunnya.

Pada tahun 2024, sebanyak 560 orang telah mendapatkan pelatihan dari dana APBN, ditambah sekitar 400 peserta yang didanai oleh APBD. Sebagian dari mereka dipersiapkan untuk bekerja di sektor industri, sementara sebagian lainnya diarahkan untuk berwirausaha.

Namun, Ucu mengakui bahwa jumlah tenaga kerja yang telah dilatih masih belum mencukupi kebutuhan industri yang terus berkembang. Oleh karena itu, pihaknya terus mencari solusi agar dapat memaksimalkan potensi SDM di Subang.

“Kami terus menjajaki berbagai program yang berkaitan dengan BLK, baik dari dalam maupun luar Subang. Tidak semua kebutuhan tenaga kerja bisa kami penuhi sendiri, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah yang sangat penting,” pungkasnya.

Panen Berlimpah! Petani Binaan Rumah Zakat di Subang Raup Keuntungan Besar

Panen Sukses! Petani Binaan Rumah Zakat di Subang Nikmati Hasil Melimpah
Foto: kabarsdgs.com

Subang – Awal tahun membawa berkah bagi para petani binaan Rumah Zakat di Desa Berdaya Palasari, Subang. Senin, 23 Desember 2024, menjadi momen istimewa saat Relawan Rumah Zakat mengunjungi lahan pertanian milik Aceng, salah satu anggota Kelompok Tani Muda Sejahtera.

Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Cecep Cipto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, para petani menunjukkan hasil panen yang menggembirakan.

Aceng menanam berbagai jenis sayuran, termasuk terong, lalap, sawi, dan pakcoy. Kali ini, ia sukses memanen sekitar 50 kilogram sawi. Dengan optimisme tinggi, ia berharap permintaan pasar terus meningkat, terutama menjelang musim liburan dan tahun baru.

“Biasanya, pedagang bakso dan mi ayam membutuhkan banyak sawi di periode ini. Semoga harga di pasaran terus naik agar hasil panen semakin menguntungkan,” ujar Aceng penuh semangat.

Kelompok Tani Muda Sejahtera merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) yang didirikan Rumah Zakat sejak 6 Desember 2018.

Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan dukungan modal, sarana, dan pendampingan. Kepala Desa Palasari, Asep Deden Sudrajat, turut mengapresiasi inisiatif ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat atas dukungannya dalam membangun perekonomian desa kami,” tuturnya.

Menjelang akhir tahun, lonjakan harga sayuran menjadi angin segar bagi para petani. Di Batam, misalnya, harga sayuran yang biasanya berkisar Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp23.000–Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca serta meningkatnya permintaan selama musim liburan.

Dengan adanya dukungan dari Rumah Zakat dan keberadaan BUMMas Tani Muda Sejahtera, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Harga jual yang kompetitif menjadi peluang besar bagi mereka untuk terus berkembang, menghasilkan produk berkualitas, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Briptu Jerin, Polisi Subang yang Taklukkan Tour of Kemala 2025 di Yogyakarta

Briptu Jerin, Polisi Subang yang Taklukkan Tour of Kemala 2025 di Yogyakarta
Foto: www.kotasubang.com

Subang – Briptu Jerin Octagian dari Polres Subang kembali mengharumkan nama institusinya dengan meraih juara pertama dalam ajang balap sepeda bergengsi, Tour of Kemala 2025.

Kompetisi yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (16/2/2025) ini mempertandingkan berbagai kategori dengan total 1.794 peserta.

Briptu Jerin berhasil menjadi yang tercepat di kategori Men Open Amateur setelah menyelesaikan rute sejauh 55 kilometer. Keberhasilannya ini mengungguli pesaing tangguh seperti Bintang Ramadhan (Polda Kalteng), Krisman Adit Pamungkas (Polda Kalteng), Ridho Fauzie (Polda Kalsel), dan Muhammad Panji Ramadan (Polri) yang masing-masing menempati posisi dua hingga lima.

Ajang Tour of Kemala 2025 juga menarik perhatian peserta internasional dari berbagai negara, termasuk New Zealand, Prancis, Vietnam, Thailand, Filipina, China, dan Singapura. Hal ini semakin mengukuhkan kompetisi ini sebagai event balap sepeda bergengsi di Asia Tenggara.

Sementara itu, di kategori profesional, Muhammad Ridwan tampil gemilang dengan menjuarai balapan sejauh 123 kilometer. Perbedaan jarak tempuh ini menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta dari berbagai latar belakang.

Tour of Kemala 2025 yang diinisiasi oleh Yayasan Kemala Bhayangkari tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para atlet, tetapi juga wadah pembinaan bagi talenta muda balap sepeda Indonesia.

Dengan semangat kompetitif yang tinggi, ajang ini diharapkan mampu mencetak bibit unggul yang dapat bersaing di level internasional.

Ribuan Pelanggaran Lalu Lintas di Subang Terjaring dalam 4 Hari, Mayoritas Tak Pakai Helm!

Ribuan Pelanggaran Lalu Lintas di Subang Terjaring dalam 4 Hari, Mayoritas Tak Pakai Helm!
Foto: www.tintahijau.com

SUBANG – Operasi Keselamatan Lodaya 2025 di Kabupaten Subang baru berjalan empat hari, namun jumlah pelanggaran yang tercatat sudah mencapai ribuan kasus.

Data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang mengungkapkan, sejak 10 hingga 14 Februari, sebanyak 1.835 kendaraan tercatat melakukan pelanggaran.

Dari angka tersebut, sebanyak 351 pengendara dikenai sanksi tilang, sementara 1.484 lainnya mendapat teguran. Mayoritas pelanggaran yang ditemukan adalah tidak mengenakan helm dan berboncengan lebih dari satu orang.

Selain itu, banyak pengendara yang melawan arus serta tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Kasat Lantas Polres Subang, AKP Sudirianto, menegaskan pentingnya disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama. “Kami mengimbau pengendara untuk selalu membawa surat-surat kendaraan, memakai helm, tidak berboncengan lebih dari satu orang, tidak melawan arus, serta menghindari penggunaan knalpot brong,” ujarnya.

Menurut Sudirianto, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dapat mengurangi risiko kecelakaan fatal dan menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat agar keselamatan di jalan dapat terjaga dengan lebih baik.

Euforia Bobotoh Subang: Birukan GOR Gotong Royong dan Nobar di 31 Titik

Euforia Bobotoh Subang: Birukan GOR Gotong Royong dan Nobar di 31 Titik
Dok. Istimewa

SUBANG – Semangat Bobotoh Subang untuk mendukung Persib Bandung tak pernah surut. Ribuan pendukung setia Maung Bandung kembali membirukan GOR Gotong Royong dalam aksi spektakuler yang menggema hingga ke layar televisi nasional. Antusiasme ini tak hanya tampak saat laga panas melawan Persija Jakarta, tetapi juga dalam momen penentuan juara Liga 1 yang diselenggarakan di 31 titik nobar resmi.

Konvoi dan Nobar: Bobotoh Penuhi GOR Gotong Royong

Sejak siang, ribuan Bobotoh sudah berkumpul di Alun-alun Pemkab Subang, bersiap melakukan konvoi panjang menuju GOR Gotong Royong. Diiringi chant kebanggaan dan aksi pyro show yang memukau, suasana semakin membara. Acara ini semakin meriah dengan adanya kuis berhadiah dan nyanyian penuh semangat yang menggema di sepanjang nobar.

Laga klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga pada Minggu (16/2) berlangsung penuh drama. Persib sempat tertinggal 2-0 di babak pertama, membuat Bobotoh di Subang sempat terpukul.

Namun, dukungan tak surut. Mereka terus menyanyikan lagu penyemangat hingga akhirnya Maung Bandung mampu bangkit dan menyamakan kedudukan 2-2. Hasil ini membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen, sementara Persija mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang.

Nobar di 31 Titik: Dukungan Maksimal dari Pemkab Subang

Dukungan terhadap Persib semakin meluas ketika Pemkab Subang menginisiasi nobar di 31 titik berbeda, termasuk di seluruh alun-alun kecamatan.

Pj. Bupati Subang, Imran, menegaskan bahwa ini adalah bentuk apresiasi terhadap kecintaan masyarakat Subang terhadap Persib. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan momen bersejarah ini, berharap Persib mampu membawa pulang trofi Liga 1 yang telah dinantikan selama satu dekade.

“Kami pastikan seluruh masyarakat Subang bisa ikut merasakan atmosfer perjuangan Persib. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi kebanggaan bagi Jawa Barat,” ujar Imran.

Persib Bandung akhirnya sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Liga 1 setelah mengalahkan Madura United di leg kedua final. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi Bobotoh yang telah menantikan gelar juara selama 10 tahun.

Euforia kemenangan terasa hingga ke pelosok Subang, membuktikan bahwa Persib bukan sekadar klub, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Bentrok Usai Laga Panas Persija vs Persib: Belasan Suporter Terluka, Puluhan Diamankan

Bentrok Usai Laga Panas Persija vs Persib: Belasan Suporter Terluka, Puluhan Diamankan
Dok. Detik

Subang– Laga klasik antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/2/2025), berakhir dengan ketegangan di dalam dan luar lapangan. Meski pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2, insiden kericuhan antar-suporter mencoreng atmosfer sepak bola nasional.

Duel Sengit di Lapangan, Drama Berlanjut di Luar Stadion

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Persija unggul lebih dulu lewat gol Gustavo Almeida pada menit ke-33, disusul tendangan Firza Andika enam menit kemudian. Namun, Persib tak tinggal diam. Di babak kedua, Nick Kuipers memperkecil ketertinggalan pada menit ke-52, sebelum akhirnya David Da Silva menyamakan kedudukan di menit ke-70 dengan tendangan cungkil yang spektakuler.

Sayangnya, atmosfer panas di lapangan merembet ke luar stadion. Kerusuhan pecah saat suporter mulai meninggalkan tribun. Beberapa oknum diduga memprovokasi, menyebabkan pengejaran terhadap individu yang disangka pendukung tim lawan.

Suporter Terluka, Puluhan Diamankan

Bentrok antar-suporter tak terhindarkan. Beberapa orang mengalami luka, terutama di bagian wajah, akibat pukulan dan tendangan. Korban yang terluka langsung mendapat perawatan dari tim medis dan beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Polisi bergerak cepat meredam situasi. Sebanyak 37 orang diamankan, terdiri dari 22 suporter Persib dan 15 suporter Persija. Mereka diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi usai pertandingan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.

Peringatan Keras untuk Suporter

Bentrok yang terjadi setelah laga ini menambah daftar panjang rivalitas panas antara kedua klub yang kerap berujung pada kekerasan. Pihak kepolisian dan panitia pertandingan menegaskan bahwa tindakan anarkis tidak akan ditoleransi. Diharapkan seluruh suporter bisa lebih dewasa dalam mendukung tim kebanggaan mereka tanpa harus mencoreng nama baik sepak bola Indonesia.

Persija dan Persib Sama Kuat, Suporter Harus Dewasa

Laga antara Persija dan Persib selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, rivalitas ini seharusnya menjadi ajang unjuk kualitas, bukan ajang balas dendam di tribun atau jalanan.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim tetap bersaing ketat di klasemen Liga 1 2024-2025, tetapi yang lebih penting, semoga insiden ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk menjaga sportivitas dan kedewasaan dalam mendukung klub masing-masing.

Muda dan Sukses! Inovasi Pemuda Subang Bangun Agrowisata Cerdas Berbasis Teknologi

Muda dan Sukses! Inovasi Pemuda Subang Bangun Agrowisata Cerdas Berbasis Teknologi
Foto: www.tribunnews.com

Subang – Adimas Muhammad Wibisana, pemuda asal Subang, Jawa Barat, sukses membuktikan bahwa bertani bisa menjadi bidang yang menjanjikan bagi generasi muda.

Lewat rumah kaca berteknologi canggih yang ia kelola, Wibisana tidak hanya menghasilkan blewah berkualitas tinggi, tetapi juga menarik wisatawan untuk merasakan pengalaman bertani secara langsung.

“Banyak yang menganggap pertanian itu kotor dan sulit, padahal dengan teknologi, kita bisa tetap dekat dengan alam tanpa kehilangan efisiensi,” ungkap Wibisana.

Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan hibah Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (YESS), program yang didanai oleh IFAD dan Kementerian Pertanian.

Program ini bertujuan menciptakan peluang bagi anak muda pedesaan agar tetap berkarya di sektor pertanian, mengingat banyak generasi muda yang lebih memilih migrasi ke kota atau luar negeri demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Pertanian masih menjadi sumber pendapatan utama bagi sepertiga dari 270 juta penduduk Indonesia, meskipun kontribusinya terhadap PDB mengalami penurunan selama 15 tahun terakhir.

Melalui program YESS, diharapkan 32.500 anak muda mendapatkan pekerjaan di sektor pertanian, 33.500 petani muda dan wirausahawan pedesaan meningkatkan keuntungan mereka, serta 50.600 anak muda memperoleh pekerjaan di perusahaan baru pada tahun 2025.

Sejak diluncurkan, program ini telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 30.000 pemuda pedesaan, meningkatkan literasi keuangan mereka, serta menyediakan lebih dari 1.400 hibah kompetitif bagi mereka yang memiliki proposal bisnis menjanjikan tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap modal.

Bagi Wibisana, hibah YESS adalah titik balik. Berawal sebagai penjual alat kesehatan, ia mulai bertani di tengah pandemi COVID-19. Dengan dukungan dana tersebut, ia berhasil menerapkan teknologi pertanian pintar di lahan seluas 1,3 hektar.\

Selain blewah, ia juga menanam pisang cavendish serta berbagai buah dan sayuran lainnya. Teknologi Internet of Things (IoT) yang ia gunakan membantu meningkatkan efisiensi irigasi, memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup pada waktu yang tepat.

Setiap bulan, pertaniannya menghasilkan hingga dua ton produk segar. Kesuksesan ini membangkitkan minat banyak pihak terhadap pertanian pintar, mendorong Wibisana untuk mendirikan pusat edukasi agribisnis bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah proyek percontohan. Jika berhasil, kami akan memperluas rumah kaca dan mencari lebih banyak investor untuk mengembangkan bisnis ini,” tegasnya.

Semangatnya menginspirasi banyak anak muda, terutama Gen-Z, bahwa pertanian bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan dengan pendekatan inovatif dan teknologi yang tepat.

Recent Posts