Beranda blog Halaman 1196

Tangan Wabup Kaur Meledak Gegara Petasan Tahun Baru, Dua Jarinya Nyaris Putus

Tangan-Wabup-Kaur-Meledak.jpeg

Tangan Wakil Bupati (Wabup) Kaur, Provinsi Bengkulu meledak hingga dua jarinya hampir putus. Insiden tragis itu terjadi saat perayaan tahun baru 2023. Awalnya Wakil Bupati Kaur Herlian Muchrim dan Bupati Kaur, H Lismidianto menyalakan petasan saat menyambut pergantian tahun 2022-2023.

Sempat beredar sebuah video yang memperlihatkan momen ketika Wakil Bupati Kaur, Herlian Muchrim menyalakan petasan kembang api di detik-detik malam pergantian tahun, Minggu (1/1/2023).

Tangan Wabup Kaur Meledak, Begini Kronologinya

Awalnya, Bupati dan Wabup Kaur bersama rombongannya tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) merayakan pergantian tahun.

Seperti terlihat dalam video yang beredar, mereka tampak berbaris di depan gedung kuliner. Setelah tepat waktu bergantinya tahun akhirnya petasan kembang api itu mereka todongkan ke arah langit.

Baca Juga: Ferdy Sambo Gugat Jokowi dan Kapolri, Minta Haknya Kembali

Pada luncuran petasan yang pertama tampaknya lancar. Ledakan kedua pun cukup membuat Wabup Kaur itu tersenyum gembira, termasuk juga para pemegang petasan lainnya.

Namun, pada luncuran keenam malah terjadi petaka. Luncuran yang seharusnya mengarah ke atas justru berbalik arah ke bawah, kemudian meledak tepat di tangan Wakil Bupati tersebut.

Sontak saja hal itu membuat keadaan di sekitar lokasi menjadi kacau dan panik. Beberapa orang bahkan terdengar menjerit histeris lantaran khawatir dengan Wabup Kaur tersebut.

Akibat insiden itu, Herlian Muchrim mengalami luka bakar yang cukup serius. Hingga pada akhirnya mobil ambulan datang membawanya untuk segera dilarikan ke RSUD Kaur.

Tangan Wabup Kaur meledak dan kini kondisinya tampak parah. Sehingga mengharuskannya mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Ia pun kemudian dirujuk ke RSUD M Yunus. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Dianggap Sewenang-wenang, Bupati Pangandaran Dilaporkan Warganya

Warga-Laporkan-Bupati-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dilaporkan warganya karena dianggap bertindak sewenang-wenang, Minggu (1/1/2023).

Buntut dari video cekcok Bupati Pangandaran dengan seorang warga, Nandang Suhendar alias Ujang Bendo melaporkan Bupati Pangandaran ke polisi.

“Sesuai kejadian di lapangan, mungkin Bupati kecewa kepada saya karena menyobek segel. Itu bukan segel tapi stiker Pemda menutup sementara kafe dan tempat hiburan,” jelas Ujang Bendo, Minggu (1/1/2023).

Baca Juga: Beredar Video Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Adu Mulut dengan Warga

Ujang Bendo menuturkan, sebelum penutupan sementara tempat hiburan, pihaknya sudah melakukan audiensi dua kali ke Komisi 1 dan Komisi 4 DPRD Kabupaten Pangandaran.

“Tapi tidak ada solusi sampai sekarang, bentuk kekesalan kami mewakili warung hiburan malam kita sobek. Bupati merasa tersinggung atau apa mungkin,” kata Ujang Bendo.

Awal Mula Bupati Pangandaran Dilaporkan Warganya

Ujang Bendo menambahkan, apabila dirinya salah maka silakan ditegur atau laporkan secara hukum

“Apakah Perdata atau tipiring, kenapa tidak dipanggil untuk duduk bersama. Saya sengaja menyobek itu (segel penutupan warung remang-remang) supaya diundang, diberikan solusi tapi sampai saat ini tidak ada,” terangnya.

Ujang Bendo menuturkan, pukul 11 malam dirinya bertemu Bupati Pangandaran di lokasi kejadian. 

“Dia (Bupati Pangandaran) melakukan tindakan yang tidak sepadan sebagai pemimpin terhadap rakyatnya. Walaupun rakyatnya salah, bahasa yang ada di video CCTV bukti kasar. Menantang berkelahi dan memukul saya. Juga ada anggota Jaga Lembur yang memukul saya,” terangnya. 

Karena mendapat perlakuan tidak enak dari Jeje Wiradinata, Ujang Bendo nekat melaporkan Bupati Pangandaran tersebut.

“Karena saya sebagai warga negara punya perlindungan dan dilindungi hukum, saya laporkan kepada pihak berwajib. Bupati dan anggota Jaga Lembur telah melakukan tindakan pidana. Tapi silakan, betul apa tidaknya nanti pengadilan yang akan menentukan,” katanya.

Baca Juga: Video Cekcoknya Viral, Bupati Pangandaran Bantah Pukul Warga

Ujang Bendo menambahkan, dirinya melakukan upaya mediasi dengan Satpol PP untuk mencari solusi.

“Pengadilan memutuskan mengesahkan usaha hiburan malam silakan berjalan kembali. Asalkan menempuh K3L sesuai Perbup dan Perda,” katanya.

Mengacu kepada hal tersebut, Ujang Bendo menegaskan, pengusaha hiburan malam di Pangandaran akan menempuh proses perizinan.

“K3L dan jangan sampai ada perbuatan asusila, kita akan tempuh itu. Sehingga kekecewaan saya kepada pemangku kebijakan, kenapa bertindak sewenang-wenang? Sebagai pemimpin yang melindungi rakyat malah memukul,” katanya.

“Nanti bisa diuji di pengadilan, ada saksi-saksi untuk lebih menguatkan. (Bupati Pangandaran) memegang muka saya disuruh sadar, justru saya sadar betul, malah beliau yang harus sadar,” lanjutnya.

300 Pekerja Hiburan Malam di Pangandaran Kesulitan Ekonomi

Ujang Bendo menuturkan, ada 38 tempat hiburan malam yang ditutup. Selain itu, ada kurang lebih 300 pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat hiburan malam.

“Ekonomi mereka para pemilik dan pekerja hiburan repot, untuk makan saja sulit,” jelasnya.

Ujang Bendo membantah, tempat hiburan malam jadi tempat prostitusi, karena karyawan hanya mendampingi tamu sambil mendengarkan musik.

“Di sana ada karyawan yang mendampingi sambil mendengarkan musik. Pekerja kafe sudah selesai kerja masuk ke kamar masing-masing. Adapun di luar itu sudah bukan urusan pemilik tempat hiburan lagi,” tegasnya.

Ujang Bendo menuturkan, laporan kepada penegak hukum karena dirinya meminta keadilan dan ingin proses hukum yang adil.

“Keputusan pengadilan soal tipiring hari Senin apa Selasa akan keluar dan hasilnya sudah dibacakan, keputusannya di atas (K3L, perizinan, jangan ada perbuatan asusila) agar ditempuh, ya akan kita tempuh,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mempersilakan jika warga melaporkannya. Ia menyebut, dirinya sedang mempertahankan kehormatan Pemda dan alim ulama.

“Saya dilaporkan bagi saya tidak ada masalah karena ini prinsip, pemimpin memiliki rasa tanggung jawab. Sebagai Bupati saya tidak nonjok, saya marah itu, karena kafe ditutup kok dibuka lagi? Prinsip saya sebagai pemimpin ada yang bisa dirangkul, digendong, disintrek, kewajiban pemimpin bagi saya ini akan kita lawan,” ungkapnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Video Cekcoknya Viral, Bupati Pangandaran Bantah Pukul Warga

Bupati-Pangandaran-Jeje-Wiradinata.jpg

harapanrakyat.com,- Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata bantah narasi video viral yang menyebutkan dirinya pukul warga saat sidak warung remang-remang.

Jeje menegaskan, peristiwa tersebut diawali dari penutupan 38 kafe remang-remang oleh Pemda, TNI/Polri, dan alim ulama.

“Penutupan merupakan kesepakatan bersama, karena tempat itu di samping menjual minuman keras juga ada prostitusi, maka kita tutup,” katanya, Minggu (1/1/2023).

Jeje menyebutkan, Pangandaran memiliki visi yang jelas. Bahkan slogan Pangandaran Juara berpijak pada karakter bangsa.

“Karenanya pengembangan wisata ini harus melindungi umat. Tidak boleh ada yang bertentangan dengan nilai dan moral agama,” jelas Jeje.

Baca Juga: Beredar Video Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Adu Mulut dengan Warga

Penutupan yang dilakukan Pemda Pangandaran, TNI/Polri dan alim ulama dilakukan dengan memasang segel di 38 warung remang-remang di Pangandaran, Batu Hiu, dan Pasar Wisata.

“Seiring waktu mereka membuka segel, ke saya banyak yang laporan dan saya sidak. Hormati itu segel pemerintah daerah kecuali ada putusan pengadilan memutuskan segel dibuka,” tegas Jeje.

Menurut Jeje, penutupan sejumlah tempat hiburan merupakan keinginan ulama dan masyarakat karena meresahkan. 

“Di sana ada yang mabuk, main perempuan, bisa juga di sana ada narkoba, maka ditutup. Sudah lama saya mendengar itu, maka jam 11 malam saya sidak ke lokasi, ada kafe buka dan main musik kan ini ditutup belum ada putusan pengadilan. Sebagai pembinaan dan pembelajaran akhirnya kendang sama organ kita ambil. Hari Senin bisa diambil di Pemda dan akan dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Bantah Pukul Warga, Bupati Pangandaran Sebut Video yang Beredar Upaya Pembunuhan Karakter

Jeje juga membantah telah melakukan pemukulan kepada warga di depan warung remang-remang sebagaimana narasi dalam video yang beredar.

“Saya usap muka Ujang Bendo supaya sadar itu salah, bukan memukul atau nonjok. Kamu ngeyel, sok jagoan ada bahasa marah seperti itu,” katanya.

Jeje menegaskan, apabila dirinya tidak marah, maka posisinya sebagai bupati bisa dipertanyakan.

“Kalau saya tidak marah kan gimana? Sebagai bupati mereka sudah kelewat batas. Tempat maksiat ditutup Pemda dengan alim ulama. Kenapa tiba-tiba disobek, padahal bukan kewenangannya? Intinya saya ingin memberikan pelajaran ada mekanisme dan aturan di Pemda. Intinya itu!” Tegasnya.

Jeje juga mempersilakan jika warga melaporkannya. Ia menyebut, dirinya sedang mempertahankan kehormatan Pemda dan alim ulama.

“Saya dilaporkan bagi saya tidak ada masalah karena ini prinsip, pemimpin memiliki rasa tanggung jawab. Sebagai Bupati saya tidak nonjok, saya marah itu, karena kafe ditutup kok dibuka lagi? Prinsip saya sebagai pemimpin ada yang bisa dirangkul, digendong, disintrek, kewajiban pemimpin bagi saya ini akan kita lawan,” ungkapnya.

Video viral yang memperlihatkan Jeje cekcok dengan warga di warung remang-remang disebut Jeje sebagai upaya pembunuhan karakter.

“Dengan video disebarluaskan ke mana-mana terlalu kecil. Mengambil cara pembunuhan politik dari sisi itu, naif politik begituan. Bung, ini masalah umat, harus dipertahankan sebagai pemimpin,” pungkasnya.

Sementara itu Ujang Bendo, pria yang cekcok dengan Jeje Wiradinata mengatakan, meskipun rakyat salah, seorang pemimpin tidak layak berkata kasar bahkan menantang berkelahi.

“Walaupun rakyatnya salah, bahasa yang ada di video CCTV bukti kasar. Menantang berkelahi dan memukul saya, juga ada anggota Jaga Lembur yang juga memukul saya,” terang Ujang Bendo.

Karena mendapat perlakuan tidak enak dari Jeje Wiradinata, Ujang Bendo nekat melaporkan Bupati Pangandaran tersebut.

“Karena saya sebagai warga negara punya perlindungan dan dilindungi hukum, saya laporkan kepada pihak berwajib. Bupati dan anggota Jaga Lembur telah melakukan tindakan pidana,” tandasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus Balik Libur Tahun Baru di Garut Terpantau Lancar

Arus-Balil-Libur-Tahun-Baru.jpg

harapanrakyat.com,- Arus balik libur tahun baru di Garut pada Minggu (1/1/2023) malam terpantau lancar. Warga yang melakukan wisata ke Garut tak begitu meriah, sehingga arus lalu lintas menuju Bandung pun relatif wajar. 

Pantauan di lapangan, petugas tampak hanya memberlakukan sistem satu arah sebanyak tiga kali. 

KBO Lantas Polres Garut Iptu Sunarna mengatakan, tidak ada kepadatan yang membuat hambatan laju kendaraan, seperti di jalur Provinsi Tarogong menuju arah Kadungora hingga Nagreg.

Baca juga: Pengunjung Wisata Situ Bagendit Garut Membludak, Petugas Berlakukan Sistem Buka Tutup

“Normal tidak ada kemacetan,” kata Sunarna.

Meski terpantau normal, kata Sunarna, petugas justru telah melakukan sistem satu arah (one way) sebanyak 3 kali.

“Untuk jalur Tarogong one way dua kali, dan di jalur Kadungora satu kali one way. Tapi ya normal. Pasalnya, jika sistem one way per hari sudah 7 kali bahkan lebih dari itu baru padat,” tambahnya.

Sistem one way, katanya, merupakan cara bertindak petugas kepolisian untuk mengurai spot kemacetan. 

Namun untuk malam ini, lanjutnya, wisatawan yang keluar dari objek wisata Cipanas maupun Darajat, sudah dianggap normal. (Pikpik/R6/HR-Online)

Pastikan Malam Tahun Baru 2023 Aman, Kanwil Kemenkumham Jabar Lakukan Monitoring

Pastikan-Malam-Tahun-Baru-2023-Aman-Kanwil-Kemenkumham-Jabar-Lakukan-Monitoring.jpg

Harapanrakyat.com,- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham) Jawa Barat lakukan monitoring untuk memastikan keamanan dan kondusifitas malam pergantian tahun baru 2023.

Penyelenggara monitoring yakni Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat pada Sabtu (31/12/2022) malam.

Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Suntana, Kepala Badan Intelijen Daerah Jabar Ruddy Prasemilsa beserta perwakilan Forkopimda Jabar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, R. Andika Dwi Prasetya mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Untuk memastikan keamanan dan kondusifitas di tengah euforia malam pergantian tahun baru 2023,” katanya.

Monitoring di Beberapa Pos Pengamanan Malam Tahun Baru 2023

Andika menjelaskan, rombongan tim monitoring mengawali peninjauan dari Lobi Lokantara, Gedung Sate Bandung, sebagai titik awal.

Baca Juga : Polda Jabar Siap Amankan Malam Akhir Tahun di Obwis Pangandaran

Kemudian, rombongan melanjutkan peninjauan ke pos-pos pengamanan yang terdapat di beberapa titik di wilayah Kota Bandung.

“Mulai dari pos pengamanan Asia Afrika, Pos Terpadu Cikapayang Dago, hingga kembali ke pos pengamanan di Gedung Sate,” jelasnya.

Lalu, penutupan monitoring Kamtibmas malam tahun baru 2023 dengan teleconference daring bersama Kapolri dan Polda di seluruh Indonesia. (R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Beredar Video Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Adu Mulut dengan Warga

kmc_20230101_174034_RK0a3Orm1Y_GBrwZR3m4A.jpeg

harapanrakyat.com,- Beredar video yang memperlihatkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata terlibat adu mulut dengan seorang warga di sebuah warung kafe remang-remang blok Astana Buda, Desa Wonoharjo, Kecamatan, Pangandaran. Adegan itu terjadi pada Sabtu (31/12/2022) sekitar pukul 22.59 WIB.

Dalam video itu, memperlihatkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tengah memarahi seorang warga yang diketahui bernama Nandang Suhendar alias Ujang Bendo hingga terjadi adu mulut.

Menurut informasi, percekcokan itu terjadi karena stiker atau segel larangan warung kafe untuk tidak beroperasi robek. Sebab penutupan warung kafe itu sudah jadi keputusan bersama MUI.

Setelah Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata adu mulut dengan warga itu, sempat terjadi adu jotos antara satu warga dengan salah satu rombongan Bupati Jeje.

Tanggapan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Usai Adu Mulut

Menanggapi hal itu, Bupati Jeje menerangkan peristiwa adu mulut itu terjadi saat ia tengah melakukan sidak ke warung kafe. Mengingat Pemkab Pangandaran atas keputusan bersama dengan MUI dan TNI-Polri sudah menutupnya sekitar 3 bulan lalu.

“Saya melakukan sidak sekitar pukul 11 malam ke satu kafe. Terus masuk ke kafe yang buka dan sedang bermain musik. Saya katakan kan kalian ditutup, kan belum ada putusan pengadilan apa-apa,” ujar Jeje, Minggu (1/1/2023) siang.

Ketika itu, petugas mengambil alat musik organ dan kendang untuk pembinaan dan pembelajaran. Pemilik pun bisa mengambilnya ke kantor Pemda Pangandaran pada Senin (2/1/2023).

Baca Juga: Bupati Pangandaran Kecewa Perangkat Desa Demo Tanpa Pemberitahuan

Namun ketika akan masuk ke kafe, Jeje mendapati pintu yang sebelumnya terpasang segel sudah tersobek. Lantas Jeje pun menanyakan siapa yang berani menyobek segel larangan tersebut.

“Saya lalu bertanya kepada pak Keman yang ada di lokasi, siapa yang menyobek segel larangan warung remang-remang? Katanya, yang nyobek segel itu Ujang Bendo,” kata Jeje.

Menurut Jeje, warga bernama Ujang Bendo itu bukan pemilik kafe namun berani menyobek segel tersebut.

“Ini geger atau apa yang membeking warung itu. Saya langsung cari Ujang Bendo dan bertanya sambil marah. Jang kenapa dibuka? Katanya sudah dapat putusan pengadilan. Tapi itu keputusan pengadilan mana? Saya malah disuruh tanya ke Satpol PP,” terang Jeje.

Segel Tidak Boleh Sembarangan Dirobek

Menurut Jeje, sekalipun ada putusan pengadilan namun yang berhak untuk membuka segel itu Pemda Pangandaran. Sampai akhirnya terjadi adu mulut antara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan warga tersebut.

“Memang saat itu saya pakai bahasa aing karena sedang marah,” jelas Jeje.

Jeje pun menyebut wajar jika marah saat mendapati segel larangan tersebut ada yang merobek. Mengingat segel merupakan simbol kehormatan. Tak hanya kehormatan Pemda namun juga pada alim ulama yang ikut memasang bersama-sama.

“Tapi masih ngeyel. Seperti biasa orang sunda kalau ngeyel terus lalu saya usap mukanya. Bukan menonjok atau menjotos. Kamu ngeyel terus dan sok jagoan kami. Sesudah itu saya mundur, mungkin ada anak-anak yang kitu saya ada yang merasa tersinggung dan ada yang memukul,” jelasnya. (Madlani/R9/HR-Online)

Pengunjung Wisata Situ Bagendit Garut Membludak, Petugas Berlakukan Sistem Buka Tutup

Situ-Bagndit.jpg

harapanrakyat.com,- Pengunjung obyek wisata Situ Bagendit di Kabupaten Garut, Jawa Barat, membludak. Hal itu membuat tempat wisata tersebut over kapasitas.

Petugas kepolisian terpaksa turun tangan untuk mengatur sistem buka tutup per dua jam. Namun, sebagian calon pengunjung yang tak mau bersabar malah mengembalikan tiket dan meminta uang kembali.

Objek wisata Situ Bagendit yang berada di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disesaki ribuan pengunjung pada libur awal tahun baru, Minggu (01/01/2023). Wahana alam situ dan spot swafoto sudah sesak sejak pagi hingga siang ini.

“Buka dari jam 8 menerima karyawisata. Kemudian jam 10 kita tutup, jam 12 kita buka lagi dan jam 14 kita tutup lagi, seperti itu. Supaya adanya sirkulasi pengunjung sehingga tidak sesak aman dan nyaman,” kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Minggu (01/01/2023).

Baca Juga: Situ Ranca Hideung Cihurip, Surga yang Tersembunyi di Garut

Lanjutnya menyebutkan, penerapan sistem buka tutup pengunjung ini merupakan langkah antisipasi masalah kapasitas gedung supaya tidak terlalu berkerumun.

“Dan supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan dari aspek keamanan maupun kenyamanan pengunjung,” terang Wirdhanto Hadicaksono.

Sementara itu, sebagian calon pengunjung yang tak mau sabar lebih memilih mengembalikan tiket dan meminta uang kembali.

“Harus menunggu lama lebih baik pulang lagi. Tapi tiket bisa dikembalikan dan uang juga dikembalikan,” kata Titin, calon pengunjung wisata Situ Bagendit Garut.

Wisata Situ Bagendit menjadi buruan masyarakat karena dianggap aman dan tak terpengaruh cuaca ekstrim. Wisata ini merupakan wisata alam situ legenda, termasuk tempat swafoto. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Kunjungi Korban Kebakaran di Pamalayan Ciamis, Nanang Permana Berikan Bantuan

Kunjungi-Korban-Kebakaran-di-Pamalayan-Ciamis-Nanang-Permana-Berikan-Bantuan.jpeg

harapanrakyat.com,- Ketua DPRD Ciamis, Jawa Barat, yang juga Ketua DPC PDIP Ciamis, H Nanang Permana MH, mengunjungi warga Desa Pamalayan, yang rumahnya terbakar Minggu (1/1/2023).

Rumah yang terbakar tersebut milik Zaenal Arifin. Insiden yang menghanguskan rumah Zaenal terjadi Jumat (30/12/2022) malam.

Nanang datang bersama istri dan didampingi Satgas PDI Perjuangan Ciamis, ke lokasi rumah terbakar di Dusun Pende.

Pada kesempatan itu, Nanang Permana memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai untuk  meringankan beban korban musibah kebakaran tersebut.

“Ini ada sedikit bantuan, semoga diberikan kesabaran dan dapat menerima dengan ikhlas setiap ketetapan Allah SWT,” ujar Nanang.

Baca juga: Meriah, Nanang Permana Buka Jalan Sehat Milangkala Desa Langkapsari Ciamis

Nanang pun memberikan pesan kepada anak dari korban kebakaran, agar segera mengurusi surat surat berharga yang habis terbakar, seperti ijazah dan surat-surat tanah.

“Minta keterangan kebakaran dari BPBD atau pihak kepolisian dan pemerintah setempat, sebagai dasar dalam mengurus surat surat berharga yang habis terbakar. Lalu datang ke masing-masing sekolah untuk meminta fotocopy ijazah dan atau  keterangan  bahwa ijazah aslinya terbakar,” jelas Nanang yang juga Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis ini.

Berdasarkan informasi dari Damkar Ciamis, kebakaran yang terjadi di Pamalayan itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun korban mengalami kerugian kisaran Rp 70 juta. (R8/HR Online/Editor Jujang)

LDNU dan Warga Langkaplancar Pangandaran Sambut Tahun Baru dengan Istighosah

LDNU-dan-Warga-Langkaplancar-Pangandaran-Sambut-Tahun-Baru-dengan-Istighosah.jpg

harapanrakyat.com,- Sambut pergantian tahun baru masehi 2023, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jabar, gelar istighosah dan sholawat.

Salah seorang pengurus LDNU Kecamatan Langkaplancar, Aminullah atau lebih dikenal dengan Amin UGB mengatakan, LDNU beserta ribuan umat islam di Langkaplancar menyambut pergantian tahun dengan beristighosah dan lantunan sholawat.

“Kegiatan dilaksanakan di rest area Gunung Singkup, Desa Bojong Kondang, Kecamatan Langkaplancar,” ujar Amin UGB, Minggu (1/1/2023) dini hari.

Baca juga: 93 Desa di Kabupaten Pangandaran Terbebas dari Prilaku ODF

Kata dia, kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan karunia yang Tuhan berikan pada manusia.

“Semoga di tahun yang baru ini kita semua, khususnya warga muslim Langkaplancar, umumnya warga muslim negara Indonesia, diberikan keteguhan iman dan mampu beradaptasi di tengah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi,” paparnya.

Amin pun berpesan kepada warga nahdliyin di Langkaplancar agar tetap solid, jaga persatuan dan kesatuan bangsa, junjung sikap toleransi agar negeri Indonesia tercinta ini tetap aman dan tentram.

“Jaga aqidah, jaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa agar Indonesia aman dan tentram,” pungkasnya. (Enceng/R8/HR Online/Editor Jujang)

Efek Imbauan BMKG, Wisata Pantai di Kabupaten Garut Sepi

Efek-Imbauan-BMKG-Wisata-Pantai-di-Kabupaten-Garut-Sepi.jpg

harapanrakyat.com,- Awal tahun 2023 sektor pariwisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat sedang terpukul.

Alih – alih dapat menyedot wisatawan saat malam pergantian tahun, justru objek wisata pantai di sepanjang laut selatan Garut malah sepi.

Objek wisata pantai Santolo, Sayang Heulang maupun Ranca Buaya, sepi pengunjung. Padahal biasanya sebelum pandemi covid 19 melanda tanah air, wisata ini dibanjiri wisatawan saat hendak perayaan pergantian malam pergantian tahun.

Salah seorang pengelola penginapan di Pantai Santolo, Garut, Bayu Tresna mengatakan, sepinya kunjungan wisatawan merupakan dampak isu cuaca buruk, yang membuat warga khawatir untuk rekreasi ke pantai.

“Ya gimana lagi, sepi, biasanya dapat puluhan juta dari penginapan sama tempat makan, tapi liburan pergantian tahun kali ini hanya dapat Rp 600 ribu saja,” kata Bayu Tresna, Minggu (1/1/2023).

Baca juga: Jalur Limbangan dan Kadungora Garut Masih Normal Jelang Pergantian Tahun

Sepinya pengunjung di awal tahun merupakan efek dari imbauan BMKG, bahwa cuaca ekstrim akan melanda beberapa kawasan di Jawa Barat.

Hal itu juga diakui pengelola menjadi salah satu faktor wisatawan khawatir mengunjungi pantai.

“Mungkin efek isu cuaca buruk, sehingga warga takut untuk berekreasi ke pantai. Ya efeknya sangat terpukul, tapi mau apa lagi,” tambahnya.

Pantauan HR Online di objek wisata pantai Santolo Kabupaten Garut, wisatawan yang mengisi liburan turun drastis.

Biasanya laut selatan Garut ini sesak oleh pengunjung jika libur tahun baru. Kali ini hanya ada beberapa pengunjung saja yang memang mengisi liburan di pantai. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)

Recent Posts