Beranda blog Halaman 115

Penghapusan Utang Petani dan Nelayan, Tegar Jasa: Ini Angin Segar bagi Desa

penghapusan utang petani dan nelayan
Foto: www.tintahijau.com

Subang – gWakil Ketua DPRD Subang, Tegar Jasa Priatna, menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan menghapus utang petani dan nelayan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai angin segar bagi sektor pertanian dan perikanan.

Menurut Tegar, kebijakan ini bukan hanya soal ekonomi. Lebih dari itu, ini adalah bukti keberpihakan negara kepada rakyat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

“Ini bukan sekadar wacana ekonomi, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil,” ucapnya, Senin (6/5/2025).

Ia meyakini, penghapusan utang akan meringankan beban hidup petani dan nelayan. Selain itu, biaya produksi bisa ditekan, sehingga harga komoditas lebih stabil dan kompetitif.

Tegar juga menyoroti sisi sosial dari kebijakan ini. Banyak petani dan nelayan, katanya, terjebak dalam siklus utang dari musim ke musim, terutama kepada tengkulak.

“Bayangkan, ada petani yang setiap musim harus meminjam untuk beli bibit dan pupuk. Saat panen, hasilnya langsung habis untuk membayar utang. Ini siklus yang menyesakkan,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah turut aktif dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah sangat penting agar program berjalan adil dan tepat sasaran.

Pendataan yang akurat disebutnya sebagai kunci utama. Tanpa data yang jelas, program ini rawan disalahgunakan dan bisa melenceng dari tujuan mulianya.

Jika terlaksana dengan baik, lanjut Tegar, kebijakan ini bisa menjadi langkah monumental dalam sejarah pembangunan pedesaan di Indonesia.

Ia optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, cita-cita Indonesia Maju akan dimulai dari desa, dari sawah, dari laut, dan dari para pekerja lapangan yang selama ini memberi makan bangsa tanpa pamrih.

Bupati Subang Dukung Transformasi Kesehatan di Muscab IBI ke-VII

Muscab IBI Subang 2025
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Ega Anjani Reynaldy, S.IP., menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Subang. Acara berlangsung di Grant House, Jalan Ade Irma Suryani, pada Rabu, 21 Mei 2025.

Muscab ke-VII IBI Subang kali ini mengangkat tema besar: “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti.” Tema ini mencerminkan komitmen besar dalam mendorong pelayanan kebidanan yang modern dan responsif.

Ketua pelaksana kegiatan, Hj. Siti Komala Nanengsih, SST., menjelaskan bahwa Muscab bertujuan untuk menyusun arah kebijakan organisasi dan memilih pengurus baru untuk periode mendatang. Ia menekankan pentingnya memperkuat jaringan dan menjaga orientasi organisasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Subang menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota IBI. Ia menyebut IBI sebagai mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke pelosok desa.

“Transformasi kesehatan memerlukan kolaborasi dan keterlibatan aktif dari para tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten Subang siap bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan,” ujar Kang Rey dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah terus mendukung penguatan layanan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan religius.

“Mari kita jadikan Subang sebagai kabupaten yang ramah anak dan ibu hamil. Kunci suksesnya adalah kolaborasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kang Rey mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Pantura. Baik rumah sakit negeri maupun swasta ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan layanan di Puskesmas, termasuk penambahan kamar rawat inap yang memadai agar pelayanan menjadi lebih maksimal.

“Bapak dan Ibu bidan adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Layani masyarakat sebaik mungkin,” pesannya menyentuh hati.

Tak hanya itu, Kang Rey juga membuka ruang dialog dan partisipasi aktif dari para bidan dan masyarakat. Ia menyambut kritik, saran, maupun masukan yang membangun demi kemajuan layanan kesehatan di Subang.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua IBI Provinsi Jawa Barat, perwakilan Ketua DPRD Subang, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP2KBP3A, Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP Subang, Kepala BPJS Kesehatan, serta seluruh pengurus dan anggota IBI Cabang Subang.

Subang Semrawut, Warga Desak Penataan Ulang Pusat Kota

Penataan Kota Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum ARUS Bawah Kabupaten Subang menggelar aksi damai pada Selasa (21/5/2025) pagi. Mereka berkumpul di halaman Kantor Bupati Subang untuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi tata ruang kota yang dianggap tak kunjung tertata rapi.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap wajah Kota Subang yang dinilai semrawut. Penataan kawasan kota, terutama di jantung kota seperti Alun-Alun Subang, dianggap tidak menunjukkan perubahan signifikan selama ini.

Massa membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pembenahan. Mereka menyoroti pentingnya kawasan alun-alun sebagai ruang terbuka yang edukatif, nyaman, dan terstruktur sebagai pusat aktivitas publik.

Koordinator aksi, Andi Lukman Hakim, menekankan bahwa wajah kota mencerminkan peradaban daerah. Ia menilai Alun-Alun Subang memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. “Alun-alun itu jantung Kota Subang. Harusnya bisa jadi sarana edukasi dan tempat usaha yang tertata, bukan dibiarkan semrawut seperti sekarang,” ujar Andi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Pemkab Subang segera menyusun perencanaan tata kota secara menyeluruh. Ia juga mengusulkan pembentukan tim analisis tata kota yang melibatkan akademisi, ahli perencanaan, dan masyarakat.

“Kita butuh penataan yang terarah dan berkelanjutan. Libatkan masyarakat agar kota ini tidak kehilangan identitasnya,” tegasnya.

Forum ARUS Bawah berharap aksi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Penataan kota yang baik diyakini tidak hanya mempercantik wajah Subang, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat nilai sosial warga.

Subang Bergejolak: Dana BOS Disorot, Bupati Siap Mutasi hingga Proses Hukum

penyimpangan dana BOS Subang
Foto: tintahijau.com

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyoroti serius dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Dinas Pendidikan Subang.

Temuan ini kembali mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat pelanggaran terbesar dalam pengelolaan dana BOS berada di Dinas Pendidikan. Temuan tersebut berulang dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024.

“Sudah dua tahun berturut-turut dana BOS menjadi masalah paling besar,” ujar Kang Rey — sapaan akrabnya — melalui akun Instagram resminya, @reynaldyputraofficial.

Ia mempertanyakan, apakah pelanggaran ini disebabkan ketidaktahuan kepala sekolah atau justru karena kesengajaan yang sudah menjadi pola.

“Ini yang sedang saya dalami. Apakah karena tidak tahu cara mengelola atau karena memang nakal?” ucapnya dengan nada serius.

Menjelang tahun ajaran baru, Kang Rey akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah SD dan SMP. Mereka diwajibkan menandatangani fakta integritas sebagai komitmen bersama.

Langkah ini ditempuh agar tidak ada lagi alasan di kemudian hari. Jika masih ditemukan penyimpangan, kepala sekolah akan langsung dimutasi ke tempat yang telah disiapkan.

“Saya sudah instruksikan Kadisdik. Kalau masih melanggar, dipindahkan saja,” tegasnya sambil menunjukkan hasil audit BPK.

Tak hanya itu, Kang Rey juga mengingatkan bahwa pada anggaran 2025, sanksi bisa lebih berat. Jika terbukti menyalahgunakan dana BOS, ia akan menyerahkan langsung ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kalau masih berani bermain di 2025, saya pastikan akan diproses hukum,” tambahnya.

Sorotan terhadap dana BOS ini semakin tajam usai viralnya curhatan seorang guru SD di Kecamatan Ciasem. Melalui akun Instagram @broron, guru tersebut membongkar dugaan pungutan liar oleh oknum Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa setiap sekolah diminta menyetor Rp1,2 juta setelah pencairan dana BOS. Dana tersebut diduga dikumpulkan di Kantor PGRI Ciasem untuk menutupi temuan BPK di 15 sekolah.

Unggahan ini menuai keprihatinan publik, terutama para guru yang merasa tertekan tetapi memilih diam karena takut mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Padahal, dana BOS adalah bantuan dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk mendukung operasional sekolah, bukan untuk pungutan yang tidak memiliki dasar hukum.

Anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk pengadaan alat belajar, perawatan fasilitas, hingga pengembangan perpustakaan sekolah.

Kini, masyarakat menantikan langkah nyata dari Pemkab Subang dan Dinas Pendidikan untuk membersihkan praktik menyimpang yang mencederai dunia pendidikan.

Subang Smart Digital Diluncurkan, Buka Akses Mudah ke Layanan Publik

Subang Smart Digital
Foto: https://images.app.goo.gl/AMkxVEe1U864G7b19

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita meresmikan aplikasi Subang Smart Digital pada Selasa, 21 Mei 2025. Acara peluncuran berlangsung di Aula Pemda Subang dan dihadiri para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Subang Smart Digital merupakan portal terpadu berbasis Single Sign On (SSO) yang dirancang untuk menyederhanakan akses layanan publik. Aplikasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Subang, dr. Dwinan Marchiawati, MARS, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini bertujuan mempercepat layanan publik dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Aplikasi ini diharapkan mempermudah autentikasi pengguna, mengintegrasikan layanan digital publik, dan mendukung digitalisasi di daerah,” ujarnya.

Simbolisasi peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Subang dengan menekan tombol login pada perangkat tablet. Dalam sambutannya, Kang Rey mengapresiasi kinerja cepat Diskominfo yang merampungkan pengembangan dalam waktu hanya tiga bulan.

“Alhamdulillah, ternyata dalam 3 bulan sudah selesai. Saya sangat mengapresiasi tim,” katanya.

Ia menegaskan bahwa platform ini bukan sekadar aplikasi, tetapi juga sebagai bentuk keterbukaan informasi. Akses yang cepat dan informasi yang real-time diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya harap OPD lain ikut berpartisipasi aktif dan terus memperbarui informasi setiap hari. Ini menunjukkan bahwa Subang benar-benar terbuka,” tegasnya.

Aplikasi ini juga disebut mendukung semangat Subang Ngabret—slogan pembangunan yang mencerminkan percepatan dan efektivitas pelayanan publik di Subang.

“Subang Smart Digital ini akan menjadi bukti nyata bahwa semangat Ngabret bukan hanya slogan, tapi implementasi nyata,” lanjut Kang Rey.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Command Center sebagai pusat kendali informasi dan pengaduan. Fasilitas ini nantinya diharapkan mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat.

Acara ditutup dengan penandatanganan nota komitmen penggunaan aplikasi oleh para kepala OPD. Kesepakatan ini menjadi langkah awal sinergi antarinstansi dalam mendukung pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Subang.

Subang Gencarkan Layanan KB, Ratusan Warga Antusias Ikut Program MOW

Layanan KB Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang terus aktif mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB).

Langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan dan instansi yang memiliki banyak karyawan perempuan. Tujuannya, mempermudah akses pelayanan KB langsung di tempat kerja.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas, Romli, mewakili Kepala DP2KBP3A H Yayat Sudrajat, menyampaikan bahwa salah satu contoh keberhasilan strategi ini terlihat dari kegiatan di PT Taekwang Cibogo. Perusahaan garmen tersebut menjadi lokasi pelayanan KB yang diikuti oleh lebih dari 150 akseptor.

Tidak hanya perusahaan, DP2KBP3A Subang juga menggandeng institusi lainnya. Di antaranya adalah Kodim 0605 Subang dan Rumah Sakit (RS) Lanud Suryadarma Kalijati.

Khusus di RS Lanud Kalijati, dinas akan menggelar layanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) pada Kamis, 22 Mei 2025. Layanan ini merupakan salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat yang memilih kontrasepsi jangka panjang.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan MOW cukup tinggi. Data sementara menunjukkan bahwa jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 230 orang dari berbagai kecamatan di Subang.

Para peserta mendaftar melalui masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) P5A di tingkat kecamatan. Jumlah akseptor tersebar merata, mulai dari Kalijati dengan 26 peserta, Jalancagak 25 peserta, hingga Kasomalang dengan 16 peserta.

Partisipasi ini menjadi indikator bahwa program KB masih sangat relevan dan dibutuhkan. DP2KBP3A Subang berharap kolaborasi dengan berbagai pihak bisa terus diperluas demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Aspirasi PPDB di Blanakan: Harapan Baru untuk Pendidikan Dasar yang Merata

aspirasi PPDB Blanakan
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Subang menyerap langsung aspirasi masyarakat dan satuan pendidikan di Kecamatan Blanakan. Fokus utama pertemuan ini adalah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat sekolah dasar.

Warga Blanakan menyampaikan keresahan terkait kebijakan pembatasan jumlah siswa baru dari Kementerian Pendidikan. Aturan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan tingginya antusiasme orang tua dalam mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah favorit.

Imbas dari kebijakan itu, sejumlah sekolah dasar di wilayah tersebut kewalahan menampung calon siswa. Kuota yang terbatas menyebabkan banyak anak tidak mendapatkan tempat di sekolah yang diinginkan.

Tak hanya soal kuota, masyarakat juga menekankan pentingnya pembangunan ruang kelas baru. Sekolah-sekolah yang mengalami lonjakan jumlah siswa setiap tahun, kini menghadapi tantangan keterbatasan ruang belajar yang semakin mendesak.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, anggota DPRD Subang dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat ke tingkat eksekutif daerah.

Ia menyatakan bahwa sebagai wakil rakyat, tugas utamanya adalah mengawal suara masyarakat hingga terealisasi dalam kebijakan pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Harapannya, permasalahan PPDB dan sarana pendidikan ini dapat segera ditindaklanjuti. Hal ini penting agar tidak mengganggu kualitas proses belajar-mengajar serta memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang adil dan layak.

Mahasiswa ITB Ekskursi ke DAHANA, Kupas Teknologi Bahan Peledak Terkini

Ekskursi mahasiswa ITB ke DAHANA
Foto: www.jabarpress.com

Subang – PT DAHANA kembali menjadi pusat perhatian dunia akademik. Kali ini, mahasiswa Magister Rekayasa Pertambangan dari FTTM ITB berkunjung ke Kampus DAHANA di Subang, Jawa Barat, pada 19 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari ekskursi lapangan untuk mempelajari langsung teknologi bahan peledak dan sistem peledakan industri.

Rombongan mahasiswa dan dosen pembimbing disambut hangat oleh Direktur Utama PT DAHANA, Hary Irmawan. Dalam sambutannya, Hary menjelaskan bahwa sebutan “Kampus DAHANA” bukan sekadar nama. Ia mencerminkan filosofi sebagai tempat bertemunya peneliti, akademisi, dan profesional yang berbagi ilmu serta inovasi di bidang bahan peledak.

Dosen pembimbing, Dr. Eng. Ganda Marihot Simangunsong, S.T., M.T., menekankan pentingnya ekskursi lapangan. Ia menyebut metode ini sebagai cara efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori perkuliahan dan praktik di lapangan. Melalui kunjungan ke DAHANA, mahasiswa mendapat wawasan langsung tentang proses produksi bahan peledak, standar keselamatan kerja, dan kontribusi peledakan dalam efisiensi pertambangan.

Ganda juga menyampaikan harapannya agar DAHANA dapat menjadi mitra riset bagi mahasiswa. Ia menilai kolaborasi dengan BUMN strategis seperti DAHANA sangat penting, terutama dalam mendukung penyusunan tesis yang relevan dengan kebutuhan industri nasional.

DAHANA sendiri telah menjelma menjadi pusat rujukan industri bahan peledak di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini memiliki fasilitas lengkap di Energetic Material Center, Subang. Mulai dari area perkantoran, gudang, hingga pabrik bahan peledak, seluruhnya mendukung kegiatan industri dan riset.

Dalam pemaparannya, Hary juga menjelaskan ragam lini bisnis yang digarap perusahaan. Tak hanya pertambangan umum, DAHANA juga bergerak di sektor konstruksi, kuari, migas, dan militer. Layanan yang ditawarkan meliputi peledakan, pengeboran, pengiriman, pemusnahan bahan peledak, hingga perizinan dan penyimpanan.

Mengakhiri sambutannya, Hary menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan berbagai pihak terhadap DAHANA. Ia berharap perusahaan terus berkembang dan mampu berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

Jalur Cipasung-Subang Kembali Buka Tutup, Evakuasi Longsor Masih Berlangsung

longsor Cipasung-Subang
Foto: kuninganmass.com

Subang – Jalur penghubung Cipasung-Subang kembali diberlakukan sistem buka tutup meski kendaraan sudah bisa melintas. Langkah ini diambil karena proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan.

Sejak Senin (19/5/2025), alat berat seperti eskavator terus bekerja mengevakuasi lumpur sisa longsor. Longsor terjadi pada Sabtu (17/5/2025), dan ini bukan yang pertama kali di jalur tersebut.

Titik longsor yang memicu gangguan lalu lintas kembali berada di lokasi yang sama, yakni Blok Camas, Dusun Belah, RT 09 RW 04, Desa Cantilan, Kecamatan Selejambe. Kawasan ini memang rawan karena posisi tebing yang curam dan mudah tergerus hujan.

Tebing setinggi 30 meter dengan panjang dan lebar masing-masing 30 dan 15 meter itu ambrol setelah diguyur hujan deras. Sebelumnya, akses jalan sempat lumpuh total dan kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa melintas.

Evakuasi dimulai sejak hari pertama kejadian. Pada hari kedua, alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dari badan jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa hingga hari ini, evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat desa, dan Forkopimcam setempat terus bekerja di lapangan.

Tak hanya membersihkan material longsoran, tim juga tengah membangun terasering di tebing sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah longsor susulan dan menjaga stabilitas tanah.

Indra Bayu, yang akrab disapa Ibe, menyampaikan bahwa pengerjaan hari ketiga akan dilanjutkan pada Selasa (20/5/2025) mulai pukul 08.00 WIB.

Dompet Dhuafa Madaya Hadir di Cirangkong, Subang: Sinergi untuk Kesehatan Masyarakat

Program Dompet Dhuafa Madaya di Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menerima audiensi dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat. Pertemuan ini berlangsung pada Senin, 19 Mei 2025, di ruang kerja Wakil Bupati, Gedung Sekretariat Daerah Subang.

Kunjungan tersebut membahas pelaksanaan program “Dompet Dhuafa Madaya” (Mandiri dan Berdaya) yang tengah berjalan di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan multisektor.

Perwakilan LKC Dompet Dhuafa Madaya—Virli, Alvi, dan Rahmi—menyampaikan bahwa dana masyarakat disalurkan secara efektif melalui lima pilar: ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial-budaya, dan dakwah. Fokus utama program di Desa Cirangkong saat ini adalah layanan kesehatan.

Sejak Oktober 2024, program kesehatan menjadi prioritas utama di desa tersebut, dengan perhatian khusus pada ibu dan anak. Namun, kegiatan lain di bawah pilar yang berbeda juga turut dilaksanakan secara simultan.

Wakil Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Akur, menyambut baik kehadiran program Dompet Dhuafa Madaya. Ia menilai program ini mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas sosial. Menurutnya, sinergi tersebut bisa mempercepat penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat secara menyeluruh.

Kang Akur berharap program Dompet Dhuafa Madaya bisa bersinergi dengan inisiatif lokal lainnya. Beberapa di antaranya adalah program “Nyaah ka Indung” dan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), yang menjadi andalan Pemda Subang.

Lebih jauh, ia menginginkan agar program di Desa Cirangkong ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain. Ia pun mendorong agar cakupan program Dompet Dhuafa Madaya diperluas, khususnya ke wilayah Subang bagian utara.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten Daerah I, Kabag Kesra Setda Subang, dan Kabid Dinas Sosial Kabupaten Subang. Kehadiran mereka memperkuat dukungan pemerintah terhadap program ini.


Recent Posts