Beranda blog Halaman 112

Subang Tertibkan Jalur Wisata: Bangli Dibongkar, Pedagang Tetap Diperhatikan

Subang – Suasana di Jalancagak, Subang berubah dalam dua hari terakhir. Bangunan liar (bangli) yang selama ini berdiri di sepanjang jalur provinsi menuju kawasan wisata Ciater resmi dibongkar oleh Satpol PP Subang. Namun, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memastikan: ini bukan penggusuran.

“Yang kami lakukan adalah penataan dan perapihan kembali,” ujar Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, langsung dari lokasi pembongkaran. Ia menegaskan, tindakan ini demi menciptakan kawasan wisata yang lebih menarik secara visual dan nyaman bagi wisatawan.

Tak ada ketegangan saat pembongkaran berlangsung. Para pedagang menunjukkan sikap kooperatif kepada petugas. Proses di hari kedua, Selasa 27 Mei 2025, berjalan kondusif. Para petugas juga sudah diperlengkapi dengan alat yang layak, setelah sebelumnya ditegur Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, karena hanya menggunakan tangan kosong.

Langkah ini memang tak lepas dari inisiatif KDM, sapaan populer Gubernur Jawa Barat, yang menilai bangli di sepanjang Jalancagak menuju Sari Ater dan Gunung Tangkuban Parahu sudah terlalu kumuh dan mengganggu estetika jalur wisata.

“Jangan sampai orang yang sedang dalam perjalanan dari Subang ke Bandung harus disambut pemandangan semrawut,” kata Bupati Reynaldy.

Namun, penataan ini tak dilakukan tanpa empati. Bupati segera menginstruksikan pendataan terhadap para pedagang terdampak. Mereka berasal dari empat desa di Kecamatan Jalancagak: Tambakan, Bunihayu, Jalancagak, dan Curug Rendeng.

“Kita akan berikan kompensasi selama dua bulan ke depan, baik berupa beras, uang tunai, atau bentuk bantuan lainnya,” tambah Bupati Reynaldy.

Diperkirakan, proses penataan seluruh jalur akan memakan waktu dua bulan. Selama masa tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.

Operasi Miras di Subang, 399 Botol Diamankan dari Lima Penjual

operasi miras Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Polres Subang kembali menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) di sejumlah titik rawan peredaran. Aksi ini berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025, dengan menyasar lokasi strategis yang kerap dijadikan tempat jual beli miras ilegal.

Operasi digelar mulai pukul 16.00 WIB hingga tuntas. Target utamanya mencakup kios-kios sekitar Terminal Subang, warung di sepanjang Jalan Raya Pagaden, serta tempat hiburan malam Artemis Milan Subang.

Hasilnya, lima orang terduga penjual berhasil diamankan. Mereka berinisial FR (35), OM (35), SK (20), N (25), dan RH (35). Petugas juga mengamankan total 399 botol miras berbagai jenis dan merek.

Di antara miras yang disita terdapat merek-merek seperti Vodka Big Boss, Anggur Merah, AO, Whiskey, Chivas, Red Label, Captain Morgan, Baileys, Black Label, Smirnoff, hingga Kawa-Kawa dan Intisari.

Semua barang bukti langsung diamankan, sementara para pelaku telah menjalani pemeriksaan hukum. Tindakan tegas dilakukan, mulai dari pendataan, penggeledahan TKP, hingga penyitaan barang bukti dan penanganan melalui proses tipiring.

Operasi ini digelar sebagai bentuk nyata komitmen Polres Subang untuk menjaga ketertiban masyarakat. Langkah ini juga bertujuan meminimalkan dampak buruk miras ilegal terhadap warga.

Kasat Res Narkoba AKP Udiyanto, mewakili Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa operasi semacam ini akan terus dilaksanakan secara rutin. Baik sebagai upaya pencegahan maupun penindakan atas pelanggaran hukum peredaran miras.

Kolaborasi Kementan dan TNI AD Hadirkan Sentra Ternak Unggul di Subang

Sentra ternak unggul Subang
Foto: www.agrofarm.co.id

Subang – Pemerintah mengambil langkah strategis memperkuat sektor peternakan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) kini menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam proyek pengembangan infrastruktur peternakan melalui pembukaan lahan pembibitan sapi unggul.

Sebanyak 80 hektare lahan tengah disiapkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lahan ini tersebar di dua titik: Kelurahan Parung dan Kelurahan Dangdeur.

Rencananya, kawasan tersebut akan difungsikan sebagai pusat pengembangan bibit sapi unggul dan layanan inseminasi buatan. Ini bukan hanya demi meningkatkan populasi ternak, tapi juga menjawab kebutuhan protein hewani nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah. Tujuannya jelas—membuka ruang investasi dan mempercepat tercapainya program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini bukan sekadar pengembangan aset, tapi juga penguatan nyata terhadap sistem pangan nasional,” ujar Agung saat rapat koordinasi di Kantor Pusat Kementan, 21 Mei 2025.

TNI AD pun turut ambil bagian. Paban VII/Kermater Sterad, M. Jamaluddin Malik, menyampaikan komitmen penuh institusinya untuk mendukung sektor peternakan sebagai bagian dari misi ketahanan pangan.

“Kami siap berkolaborasi demi tujuan bersama: ketahanan pangan nasional yang kokoh,” katanya.

Inspektorat Jenderal Kementan juga turun tangan. Inspektur IV, Pujo Haryadi, menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan proyek ini. Menurutnya, tata kelola yang baik adalah kunci agar manfaat program benar-benar menyentuh masyarakat luas.

Subang ditargetkan menjadi model kawasan peternakan modern berbasis teknologi reproduksi. Tak hanya menjadi pusat bibit unggul nasional, kawasan ini juga diharapkan mendorong kemitraan erat antara pemerintah, swasta, dan peternak lokal.

“Kolaborasi lintas sektor ini adalah bentuk pembangunan peternakan yang efisien sekaligus berkelanjutan,” tutup Agung.

Subang Bersinergi: Akselerasi Proyek Strategis Lewat Kolaborasi dengan PTPN

Kolaborasi Pemkab Subang dan PTPN I
Foto: tintahijau.com

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang terus menunjukkan tajinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kali ini, langkah konkret ditunjukkan lewat rapat koordinasi bersama PTPN I Regional 2 yang digelar di Ruang Rapat Bupati II pada Selasa, 27 Mei 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni, dan melibatkan sejumlah pejabat penting. Hadir pula perwakilan manajemen PTPN I Regional 2, menandai komitmen lintas sektor dalam menyukseskan proyek-proyek strategis.

Dalam forum tersebut, Sekda Asep menyoroti transformasi besar yang tengah terjadi di Subang. Dari daerah agraris, kini Subang berbenah menjadi episentrum ekonomi baru di Jawa Barat, ditandai dengan penetapan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan membutuhkan tangan-tangan kolaboratif dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Asep Nuroni, yang akrab disapa Kang Asep.

Ia menegaskan pentingnya peran BUMN seperti PTPN dalam menggerakkan roda pembangunan, terutama untuk proyek-proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pusat.

PTPN I, menurut Kang Asep, membawa lebih dari sekadar investasi. Mereka menghadirkan peluang bagi pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Iyan Heriyanto dari PTPN I Regional 2. Ia menekankan pentingnya dukungan dari Pemkab Subang, mulai dari penyederhanaan regulasi hingga penguatan aspek sosial dan kejelasan tata kelola aset.

“Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, sulit bagi kami merealisasikan proyek secara optimal. Kami berharap kerja sama ini jadi contoh sinergi yang ideal,” ujar Iyan.

Menanggapi hal tersebut, Kang Asep langsung bergerak cepat. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyiapkan data teknis, menyelesaikan hal administratif, dan mempercepat respons birokrasi.

“Ini forum strategis, bukan sekadar teknis. Kita perlu gerak cepat. Untuk itu, kami bentuk tim lintas OPD agar bisa menindaklanjuti secara simultan,” tegasnya.

Langkah ini selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang mengedepankan kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses pembangunan daerah.

Sinergi yang dibangun antara Pemkab Subang dan PTPN I ini diharapkan bukan hanya memperlancar proyek strategis, tetapi juga membuka banyak peluang: dari lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, hingga infrastruktur yang lebih merata.

Mang Eko Ajak Jurnalis Subang Bersatu Kembali ke PWI yang Sah

PWI Subang sah
Plt. ketua PWi Kabupaten Subang, Agus Eko Muchamad Solihin (kiri) saat memberikan keterangan pers.

SubangSubang di Titik Balik: PWI Harus Kembali ke Arah yang Benar
Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hasil Kongres di Bandung kini ditegaskan kembali sebagai otoritas yang sah. Semua keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Hendry Chairudin Bangun bersifat legal dan wajib diikuti.

Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Ketua PWI Kabupaten Subang, Agus Eko Muchamad Solihin, yang akrab disapa Mang Eko. Dalam siaran pers pada Selasa, 27 Mei 2025, ia menegaskan bahwa arah organisasi harus kembali kepada koridor resmi.

Ikuti Organisasi, Bukan Nafsu Konfrontasi
Menurut Mang Eko, anggota yang benar-benar memahami struktur organisasi tidak akan menentang surat keputusan resmi dari PWI pusat. Ia mengingatkan agar pihak-pihak yang saat ini berseberangan menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang bertentangan dengan aturan AD/ART PWI.

“Kami bersedia melanjutkan tugas sebagai pelaksana PWI Subang karena kami memahami mekanisme organisasi,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa hasil kongres merupakan keputusan tertinggi dalam struktur organisasi PWI.

Langkah Nyata: Konsolidasi dan Rekrutmen
Mang Eko memastikan akan menjalankan tugas sebagai Plt dengan penuh tanggung jawab. Tugas tersebut termasuk konsolidasi internal, rekrutmen anggota baru, dan persiapan konferensi tingkat kabupaten.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pengurus internal dan mengajak para jurnalis di Subang untuk bergabung dalam barisan resmi PWI Subang.

Antusiasme Tumbuh: 25 Jurnalis Siap Bergabung
Dukungan terhadap kepemimpinan Mang Eko perlahan menguat. Berdasarkan laporan dari Plt Sekretaris, sudah ada 25 jurnalis yang menyatakan siap bergabung dalam barisan PWI Subang.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), sebagai gerbang awal bagi anggota baru mengenal dan memahami etika serta struktur organisasi.

Kepada yang Belum Bergabung: Saatnya Pulang ke Rumah Besar PWI
Mengakhiri keterangannya, Mang Eko mengajak seluruh jurnalis Subang untuk kembali ke rumah besar PWI. Ia menegaskan bahwa SK Kemenkumham No. AHU-0000946.AH.01.08 tahun 2024 telah mengukuhkan kepengurusan PWI pusat secara legal, dengan Hendry Chairudin Bangun sebagai ketua umum dan Muhammad Iqbal Irsyad sebagai sekretaris jenderal.

“Mari kembali ke jalan yang benar. Ini bukan hanya soal organisasi, ini soal integritas,” pungkas Mang Eko.

399 Botol Miras Disita di Subang, Lima Penjual Diamankan

Penertiban miras Subang
Foto: Satres Narkoba Polres Subang saat mengamankan ratusan miras dari warung dan kios-kios di sekitar Terminal Subang Jl.Pagaden

Subang – Operasi penertiban minuman keras kembali digelar di Kabupaten Subang. Kali ini, sasaran utamanya adalah warung dan kios sekitar Terminal Subang, sepanjang Jl. Raya Pagaden, hingga tempat hiburan malam Artemis Milan Subang.

Hasilnya tak main-main. Sebanyak 399 botol miras berbagai merek berhasil disita. Lima orang yang diduga sebagai penjual pun tak luput dari jerat hukum.

AKP Udiyanto, Kasatnarkoba Polres Subang, menjelaskan bahwa operasi dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga larut. Beberapa titik rawan peredaran miras menjadi target utama tim di lapangan.

“Kelima penjual yang kami amankan yakni FR (35), OM (35), SK (20), N (25), dan RH (35),” ungkapnya.

Botol-botol yang disita terdiri dari berbagai merek terkenal seperti Vodka Big Boss, Anggur Merah, AO, Whiskey, Chivas, Red Label, Captain Morgan, Baileys, Black Label, Smirnoff, Kawa-Kawa, Atlas, Kolesom, Intisari, hingga Iceland.

Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara para pelaku sedang menjalani pemeriksaan sesuai prosedur.

Langkah yang diambil petugas mencakup pendataan, penggeledahan tempat kejadian perkara, penyitaan barang bukti, serta penerapan tindak pidana ringan.

Menurut Udiyanto, kegiatan ini merupakan bagian dari penegakan Perda Kabupaten Subang Nomor 05 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Penjualan Minuman Beralkohol.

Kemenangan Persib Disambut Meriah di Subang: Konvoi, Flare, dan Seruan Damai

Perayaan kemenangan Persib di Subang

Subang – Ribuan Bobotoh di Kabupaten Subang turun ke jalan usai Persib Bandung menutup Liga 1 musim ini dengan kemenangan dramatis atas Persis Solo. Euforia pecah di berbagai sudut kota, menandai pesta rakyat bagi pecinta Maung Bandung.

Laga pamungkas yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025), berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persib. Kemenangan ini mengunci musim manis dan mengukuhkan status Persib sebagai raja Liga 1.

Di Subang Selatan, sorak sorai pendukung tumpah di Tugu Nanas Jalancagak. Titik ikonik ini berubah jadi lautan biru dengan nyala flare dan bendera berkibar. Suasana penuh sukacita tak hanya milik Bandung, tapi milik seluruh Jawa Barat.

Konvoi berlangsung tertib meski penuh semangat. Kepolisian dan TNI berjaga di sejumlah titik untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar dan suasana tetap damai.

Nana (34), Bobotoh asal Kasomalang, mengungkapkan rasa bangganya. “Persib bukan cuma punya Bandung, ini milik Jawa Barat. Dua kali juara, itu luar biasa!” ucapnya dengan mata berbinar di tengah rombongan konvoi.

Dari pantauan lapangan, para suporter mulai memadati jalan sejak Jumat malam pukul 18.30 WIB dan membubarkan diri sekitar satu jam kemudian. Meski singkat, perayaan berlangsung meriah dan bermakna.

Bang Akbar, Bobotoh yang dikenal aktif di komunitas supporter Subang, menekankan pentingnya menjaga sikap selama perayaan. Menurutnya, euforia jangan sampai berubah jadi kekacauan yang mencoreng nama baik suporter.

“Kita semua bangga, tapi jangan sampai lupa batas. Tidak usah ugal-ugalan, jangan pakai petasan berlebihan, dan jangan rusak fasilitas umum,” tegasnya.

Peringatan serupa juga disampaikan Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu. Ia menegaskan, perayaan boleh dilakukan, tapi dengan penuh tanggung jawab. Kondusifitas wilayah adalah hal utama.

“Jangan sampai momen bahagia ini berubah jadi sumber masalah. Jaga ketertiban, jangan ganggu pengguna jalan lain, dan jangan rusak fasilitas umum,” pesannya tegas.

Dengan semangat persatuan, Bobotoh menunjukkan bahwa mencintai klub bisa sejalan dengan menjaga ketertiban. Subang jadi saksi bahwa kemenangan bisa dirayakan tanpa merusak.

Dihina karena Judi, Pria Ini Bunuh Teman Sendiri di Bendungan Subang

Pembunuhan berencana karena sakit hati

SubangTragedi Berdarah di Bendungan Subang: Pembunuhan karena Harga Diri yang Terluka
Sebuah tragedi menggemparkan warga Subang, Jawa Barat. Seorang pria bernama Suratno (25) tega menghabisi nyawa temannya sendiri, Amsori (38), hanya karena merasa tersinggung. Dendam lama yang dipicu oleh hinaan soal kebiasaannya berjudi sabung ayam meledak menjadi aksi pembunuhan brutal.

Korban Ditemukan Bersimbah Darah di Lokasi Sunyi
Mayat Amsori ditemukan pada Rabu sore, 14 Mei 2025, di Bendungan Salam Darma, Kecamatan Compreng. Tubuhnya bersimbah darah, dengan luka tusukan di punggung, dada, dan leher. Amsori dikenal sebagai petugas bank keliling, atau bank emok, yang tinggal di Desa Salam Darma, Indramayu.

Pelarian Berakhir di Ibu Kota
Tiga hari setelah kejadian, polisi berhasil mengungkap kasus ini. Pelaku ditangkap di sebuah rumah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu sore, 24 Mei 2025. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan. Suratno langsung digelandang ke Polres Subang untuk diperiksa intensif.

Rencana Kematian yang Disusun dengan Dingin
Dari pemeriksaan, terungkap bahwa pembunuhan ini bukan tindakan spontan. Suratno membawa pisau dari rumah dan sengaja mengatur pertemuan dengan Amsori. Begitu melihat kesempatan terbuka, ia langsung melancarkan serangan.

“Saya Dendam karena Sering Dihina”
Dalam pengakuannya, Suratno mengungkapkan bahwa Amsori sering mengejeknya miskin tapi doyan berjudi. Hinaan itulah yang terus menghantui pikirannya hingga memicu niat jahat. “Saya sakit hati,” ucapnya pada penyidik.

Dihantui Penyesalan, Lalu Kabur
Setelah menusuk korban, Suratno mengaku sempat panik dan dilanda rasa bersalah. Ia bahkan mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, akhirnya memilih kabur ke Jakarta untuk menghindari kejaran polisi.

Tuntutan Hukum Menanti
Kini Suratno harus menghadapi proses hukum atas perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati menanti pria yang gagal mengendalikan emosinya itu.

Bupati Subang Sidak Truk Tambang: Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Bupati Subang sidak truk tambang

Subang – Akhir pekan seharusnya jadi momen istirahat. Namun, warga Cijambe, Subang, justru dibuat resah oleh deretan truk tambang yang lalu-lalang. Suasana menjadi macet, bising, dan jauh dari kata nyaman.

Menanggapi keresahan tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra, turun langsung ke lapangan. Dalam inspeksi mendadak yang ia lakukan, terlihat jelas bahwa sejumlah truk pengangkut material alam masih beroperasi meski bukan hari kerja.

“Hari ini saya sidak truk pengangkut material alam yang nekat beroperasi di akhir pekan dan menyebabkan kemacetan,” tegas Bupati Reynaldy saat ditemui di lokasi.

Ia mengingatkan bahwa semua kendaraan tambang wajib tunduk pada Peraturan Bupati Subang Nomor 28 Tahun 2023. Aturan tersebut menetapkan batasan jam operasional truk tambang yang harus dipatuhi tanpa kecuali.

Rinciannya, pada hari kerja Senin hingga Jumat, truk hanya boleh beroperasi pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Sementara itu, pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, truk diberi ruang lebih luas: pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.

“Seluruh truk tambang wajib patuh pada jam operasional yang sudah ditetapkan,” ujar Reynaldy. Ia juga mengungkapkan rencana untuk memasang tambahan CCTV di wilayah Jalancagak guna memperketat pengawasan.

Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan aturan tidak hanya sekadar tulisan. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, tanpa pandang bulu. “Tidak ada toleransi bagi pelanggaran. Ini demi kenyamanan dan keselamatan warga Subang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmennya. Ketertiban lalu lintas dan kenyamanan warga bukan sekadar janji, tetapi prioritas yang harus dijaga, terutama saat masyarakat ingin menikmati akhir pekan tanpa gangguan.

Subang Berbenah: Dedi Mulyadi Bongkar Kios Kumuh, Hadirkan Wajah Baru Jalur Wisata

penataan bangunan liar Subang
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Subang Reynaldi Putra Andita di lokasi pembongkaran.  (Instagram @dedimulyadi71)

Subang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali turun ke lapangan. Kali ini, ia menggandeng Bupati Subang Reynaldi Putra Andita untuk membersihkan wajah kawasan provinsi dari bangunan liar.

Senin, 26 Mei 2025, menjadi momen awal perubahan. Dedi memulai langkah pembenahan dengan menyusuri jalan provinsi Subang yang selama ini dipenuhi kios-kios kumuh. Aksi tegas itu bukan sekadar penertiban, tapi bagian dari penataan menyeluruh kawasan wisata.

“Kita buka semua bangunan liar dari Subang sampai Bandung dan Sumedang,” tegas Dedi lewat akun Instagram @dedimulyadi71.

Namun, penertiban ini tak berjalan tanpa solusi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Subang juga menyiapkan kios baru. Dirancang lebih bersih, rapi, dan nyaman, bangunan baru ini bahkan akan dilengkapi toilet serta area istirahat.

“Ini cara kita menata,” ujar Dedi. Ia menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung estetika, apalagi kawasan itu menyandang status daerah pariwisata.

Sayangnya, meski menghasilkan pendapatan, kawasan tersebut selama ini justru dibiarkan kumuh. “Duitna dialaan, daerahna dibiarkan terus turun daya dukung lingkungan dan estetikanya,” katanya dengan logat khas.

Dedi juga menantang langsung keberanian Bupati Subang. “Bupatinya beranian?” tanyanya. “Berani,” jawab Reynaldi mantap.

Langkah ini tak hanya soal membongkar. Dedi juga berencana mengembalikan fungsi lahan yang sempat berubah. Kebun teh yang jadi kebun singkong akan dikembalikan ke fungsi semula, bahkan ditanami nanas jika memungkinkan kerja sama dengan Pemprov berjalan.

“Kita sewa, kita bayar, awal Juni kita bicarakan,” jelas Dedi, mantan Bupati Purwakarta, sembari meminta dukungan semua pihak.

Dengan gaya khasnya, Dedi pun menyapa warga yang menyaksikan proses pembongkaran. “Tah eceu-eceu ku aing dibongkar siah bangunana,” katanya kepada ibu-ibu yang menyaksikan kios mereka dibongkar, namun dengan harapan baru akan tempat yang lebih layak.

Recent Posts