Beranda blog Halaman 111

Judul:Suporter Persikas Ditahan Usai Bentangkan Spanduk, Gubernur Jabar Murka

Subang – Puluhan suporter Persikas Subang kini harus berurusan dengan aparat. Mereka diamankan di Mapolsek Ciasem, Subang, usai beraksi di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Aksi mereka terjadi saat gelaran “Nganjang Ka Warga” di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Rabu malam (28/5/2025). Spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” mereka bentangkan sebagai bentuk protes atas isu penjualan klub kebanggaan Subang tersebut.

Namun, momen itu justru memantik kemarahan sang gubernur. Dedi Mulyadi yang tengah berada di panggung langsung naik pitam. Ia menyebut aksi itu tidak pada tempatnya dan merasa acara rakyat telah dicemari.

“Hei, ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Anak muda enggak punya otak kamu!” teriak Dedi lantang, membuat suasana seketika hening. Ia bahkan meminta suporter tersebut segera dicari dan diamankan.

Kapolsek Ciasem, AKP Endang Kurnia, menyatakan bahwa hingga Kamis sore (29/5/2025), sebanyak 21 suporter masih diperiksa intensif di kantor polisi. Spanduk protes pun turut diamankan sebagai barang bukti.

Dalam pidatonya, Dedi menyindir keras urgensi Persikas. Ia menyebut warga Subang lebih butuh jalan dan sekolah, bukan sepak bola yang menuntut biaya tinggi. “Pemda Subang enggak cukup duitnya buat urus bola,” ucapnya.

Menurutnya, soal klub sepak bola bukan prioritas utama bagi rakyat kecil. Pindahnya Persikas ke mana pun tak akan berdampak langsung pada kebutuhan pokok masyarakat.

Bupati Subang Tinjau Rumah Singgah di Bandung, Siapkan Ambulans dan Rumah Baru untuk Pasien

Rumah Singgah Pasien Subang di Bandung
Foto: peraknew.com

Subang – Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Singgah Pasien Subang di Bandung pada Senin siang, 27 Mei 2025. Ia tak hanya meninjau lokasi yang sudah berjalan, tetapi juga menilai kelayakan beberapa rumah sebagai calon lokasi baru.

Tiga titik yang menjadi fokus peninjauan terletak di kawasan strategis, yakni Jalan Tawekal, Jalan Sabar, dan Jalan Bakti Komplek Kesehatan, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi. Semua lokasi itu dinilai aman, nyaman, dan hanya berjarak 3 menit dengan kendaraan atau 15 menit berjalan kaki ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dalam suasana hangat, Reynaldi menyapa para pasien yang sedang menginap. Ia tak datang sendiri, melainkan didampingi staf dan pejabat dari Dinas Kesehatan Subang. Santunan pun dibagikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.

“Semoga ibu bapak bisa merasa nyaman di sini. Kita doakan juga agar Pemda Subang segera bisa membeli rumah sendiri agar tak perlu menyewa lagi,” tutur Reynaldi sambil berpesan kepada pengurus rumah singgah, “Titip Rumah Singgah ini ya, Kang.”

Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk diskusi teknis antara Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, dan pengurus rumah singgah. Mereka membahas skema pelayanan pasien agar makin optimal dan manusiawi.

Tak berhenti di rencana pembelian rumah, dr. Maxi mengungkap bahwa Pemda Subang juga akan menyiapkan satu unit ambulans khusus. Kendaraan ini disediakan untuk membantu pasien dengan kondisi berat yang butuh transportasi aman dari dan ke rumah sakit. Ambulans juga akan mengurangi beban biaya perjalanan pulang ke Subang.

Bupati Subang juga mengapresiasi peran LSM Forum Masyarakat Peduli Jawa Barat (FMP Jabar), yang selama ini bersinergi dengan rumah singgah. LSM yang dikomandoi Asep Sumarna Toha alias Abah Betmen ini aktif dalam evakuasi dan pendampingan pasien dari Subang.

Pelantikan Pejabat Eselon II di Pabrik Mobil Listrik, Gaya Baru Dedi Mulyadi Pimpin Jawa Barat

Pelantikan pejabat Jawa Barat di pabrik mobil listrik
Foto: www.tintahijau.com

Pelantikan Bergaya Out of the Box di Tengah Pabrik Mobil Listrik

Langkah tak biasa ditunjukkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melantik 10 pejabat eselon II pada Rabu (28/5/2025). Bukan di kantor pemerintahan, acara pelantikan justru digelar di pabrik mobil listrik BYD, Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang.

Pelantikan ini berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat Nomor 821.2/kep.2.4-bkd/2025 tentang Alih Tugas dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Ikrar di Tengah Revolusi Industri Hijau

Dalam sambutannya, KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi—menegaskan pentingnya komitmen untuk mendorong kemajuan Jawa Barat. Menurutnya, pelantikan di tengah simbol transformasi industri seperti pabrik mobil listrik adalah penanda bahwa birokrasi juga harus siap berubah.

Birokrasi Baru: Tinggalkan Ego, Bergerak Cepat

KDM meminta para pejabat yang dilantik meninggalkan ego pribadi demi kolaborasi dan inovasi. Ia menegaskan bahwa jam kerja hanyalah formalitas jika tidak diiringi aksi nyata.

“Yang dibutuhkan itu langkah out of the box. Bukan sekadar duduk di balik meja,” ujarnya.

Pentingnya Tindakan Cepat, Bukan Tunggu Proyek

Menurut KDM, orientasi kerja para pejabat jangan hanya berfokus pada proyek besar yang membutuhkan waktu dan biaya besar. Ia mencontohkan, Dinas PU perlu punya divisi khusus untuk perbaikan cepat. Drainase rusak harus langsung diperbaiki, bukan menunggu proyek tahunan.

“Anggarkan pasir, semen. Rekrut tukang langsung. Jangan menunggu kerusakan makin parah,” tegasnya.

Berani Ambil Risiko, Demi Pengabdian

KDM menekankan bahwa jabatan publik adalah bentuk pengabdian. Risiko dari tindakan harus diambil dengan satu tujuan: melayani masyarakat. Ia menutup arahannya dengan ajakan untuk bekerja secara teknis dan taktis tanpa buang waktu.

Inilah Sosok-Sosok yang Dipilih

Berikut daftar pejabat yang dilantik:

  • Budi Kurnia, Kepala Biro Perekonomian Setda
  • Aris Budiman, Kepala Biro PBJ Setda
  • Agung Wahyudi, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang
  • Dhani Gumelar, Kepala Dinas Perhubungan
  • Yulia Dewita, Kepala Biro Organisasi Setda
  • Deni Darmawan, Direktur UOBK RSUD Al Ihsan
  • Asep Supriatna, Kepala Badan Pendapatan Daerah
  • Rinny Cempaka, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
  • Sekarwati, Kepala Biro Umum
  • Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan

Menariknya, empat dari mereka berasal dari Kabupaten Purwakarta, yakni Purwanto, Agung Wahyudi, Deni Darmawan, dan Asep Supriatna.

Kemarahan KDM di Subang: “Ini Forum Rakyat, Bukan Persikas!”

kemarahan Dedi Mulyadi di acara Nganjang ka Warga
Foto: www.lampusatu.com

Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meledak di hadapan ribuan warga dalam acara “Nganjang ka Warga” di Desa Sukamandi Jaya, Ciasem, Subang, Rabu malam (28/5/2025). Emosi sang gubernur memuncak saat sekelompok pendukung Persikas Subang menyela acara dengan teriakan dan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas”.

Padahal, saat itu KDM tengah menghadirkan momen haru. Seorang ibu sederhana dengan anak berkebutuhan khusus sedang tampil di panggung. Kisah perjuangannya membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta dan pengorbanan menyentuh banyak hati.

Suasana berubah drastis. KDM berdiri, menunjuk dengan marah ke arah pendukung Persikas. “Hei, ini forum saya dengan rakyat, bukan forum Persikas! Anak muda nggak punya otak kamu!” serunya, membuat suasana hening seketika.

Ia melanjutkan dengan nada tegas, “Persikas pindah ke mana pun, nggak akan bikin orang miskin kenyang. Orang Subang butuh jalan bagus, sekolah layak. Bukan urusan bola yang cuma hobi!”

KDM pun menyoroti realita pengelolaan sepak bola profesional. Menurutnya, dana Pemda Subang tak mungkin cukup untuk membiayai klub hingga liga profesional. “Ngurus bola itu mahal. Pemda nggak bisa dan nggak boleh buang uang rakyat buat itu,” ujarnya.

Ia kembali menyoroti kisah ibu tangguh di atas panggung. “Secara tampak, mungkin beliau terlihat lemah, bahkan dikhianati. Tapi jiwanya besar, keinginannya tinggi. Allah tunjukkan jalan untuknya.”

Panggung itu bukan sekadar tempat untuk bicara. Di sana, Dedi Mulyadi mengingatkan, bahwa prioritas utama pemerintah adalah rakyat kecil—bukan sorak-sorai di stadion.

Tag:

Persikas Dijual? Warga Subang Geram, Mantan Pemain Angkat Suara

Persikas dijual ke Sumsel United

Subang – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola lokal. Klub kebanggaan Subang, Persikas, dikabarkan akan dilego ke Sumatera Selatan dan berganti nama menjadi Sumsel United.

Isu ini sontak memantik kekecewaan warga. Tak terkecuali Adih Rohendi, mantan pemain Persikas era 90-an, yang menyuarakan keresahannya. Baginya, kabar ini bukan sekadar isu biasa.

“Sebagai mantan pemain, saya kecewa berat. Apalagi belum ada pernyataan resmi dari manajemen. Ini menyangkut kebanggaan masyarakat Subang,” ujar Adih, Rabu (28/5/2025) di Subang.

Menurut Adih, Persikas telah berjuang keras untuk bertahan di Liga 2, kompetisi kasta kedua sepak bola nasional. Keberhasilan itu diraih dengan perjuangan panjang dan dana besar dari APBD Subang.

“Naik ke Liga 2 itu butuh biaya besar. Banyak dana rakyat yang dialirkan ke Persikas. Sayang sekali kalau sekarang malah dijual,” tambahnya.

Adih juga menyoroti nasib para pemain lokal. Mereka adalah pahlawan lapangan hijau yang membawa Persikas ke posisi sekarang. Jika klub dijual, masa depan mereka pun ikut dipertaruhkan.

“Anak-anak Subang sudah berdarah-darah memperjuangkan Persikas. Kalau dijual, mereka terbuang begitu saja. Di mana keadilan untuk para pemain lokal?” tegasnya.

Ia mendesak manajemen untuk memberi penjelasan terbuka. Kejelasan soal alasan penjualan dan penggunaan dana hasil penjualan harus disampaikan secara transparan ke publik.

“Kami, masyarakat Subang, berhak tahu. Uang hasil penjualan jangan sampai menjadi bancakan. Ini soal harga diri daerah,” katanya dengan nada kecewa.

Adih juga menilai bahwa alasan finansial terlalu lemah. Ia menyoroti peluang besar yang terbuka di masa depan dengan banyaknya perusahaan yang akan berdiri di kawasan industri Subang.

“Subang akan jadi bagian dari segitiga rebana. Banyak perusahaan besar akan hadir. Itu potensi besar untuk mencari sponsor atau bapak asuh bagi Persikas,” tutupnya.

Aksi Curanmor Gagal di Pasar Cipeundeuy: Pelaku Ditangkap Warga Saat Beraksi

curanmor Pasar Cipeundeuy Subang
Foto: jabar.tribunnews.com

Frasa Kunci Utama:

Deskripsi Meta:


Aksi pencurian sepeda motor di Pasar Cipeundeuy, Kabupaten Subang, berubah jadi drama kejar-kejaran. Dua pelaku curanmor tertangkap basah saat mencoba mencuri motor matic yang terparkir di depan toko Villa Parfum, Sabtu malam (24/5/2025), pukul 22.20 WIB.

Warga yang memergoki aksi itu langsung sigap. Mereka mengejar dan menangkap pelaku sebelum sempat kabur jauh. Suasana pasar yang semula tenang berubah jadi riuh dalam sekejap.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu melalui Kapolsek Cipeundeuy Kompol Kustiawan mengungkapkan, sasaran para pelaku adalah motor Beat warna biru-putih yang ditinggal dengan kunci masih menempel. Pelaku tak sadar, pemilik motor, Agus Sutiono, sedang mendekat untuk mengambil kunci.

Agus yang sadar motornya hendak dicuri langsung mendorong pelaku hingga terjatuh. Tak tinggal diam, pelaku lari ke arah Cimayasari, dikejar warga dan polisi yang sigap memburu mereka.

Keduanya akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan ke Polsek Cipeundeuy. Mereka mengaku baru pertama kali melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Polisi menyita dua unit motor: Scoopy hitam milik pelaku dan Beat biru-putih milik korban. Barang bukti lain termasuk STNK dan BPKB korban, serta STNK milik pelaku.

Menurut Kapolsek, pelaku T berperan sebagai eksekutor yang memetik motor, sementara S bertugas mengawasi keadaan sekitar. Keduanya datang ke pasar memang sudah berniat mencuri.

Saat tiba di lokasi, mereka mendapati motor dengan kunci yang masih tergantung. Celah inilah yang coba dimanfaatkan, namun berujung apes karena korban tiba-tiba datang.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Polsek Cipeundeuy menegaskan komitmennya menjaga keamanan wilayah. Mereka mengajak masyarakat untuk terus bersinergi demi menciptakan lingkungan bebas kriminalitas.

Tag:

Subang Sambut CPNS Baru, Lepas PNS Purnabakti, dan Gaspol Reformasi Birokrasi

Pelantikan CPNS Subang 2025
Foto: subang.go.id

Subang – Aula Pemerintah Daerah Subang menjadi saksi momen penting pada Selasa, 27 Mei 2025. Sebanyak 48 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dilantik, sementara 122 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilepas menuju masa purnabakti.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, atau akrab disapa Kang Rey, didampingi oleh Wakil Bupati, Agus Masykur Rosyadi.

Dari 48 CPNS yang dilantik, 46 merupakan hasil seleksi CPNS umum. Dua lainnya adalah lulusan program pembibitan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Subang dan PTDI–STTD.

Di sisi lain, 122 PNS yang dilepas terdiri atas 56 orang yang pensiun di Mei dan 66 orang lainnya pada Juni 2025.

Kepala BKPSDM Subang, Drs. Dadang Darmawan, mengungkapkan acara ini sebagai simbol regenerasi dan keberlanjutan pelayanan publik. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kebijakan atas dukungan penuh mereka terhadap pemenuhan SDM di Subang.

“48 SK CPNS diserahkan hari ini. Dan, 1.068 SK PPPK sedang dalam proses,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kang Rey memberi selamat kepada para CPNS baru dan menyampaikan harapan besar. Ia ingin para ASN mendatang bekerja dengan akhlak, integritas, dan semangat pelayanan.

“Saya butuh mitra kerja yang siap berlari kencang. Kita wujudkan Subang Ngabret, Jawa Barat Istimewa,” tegasnya.

Untuk para PNS yang purnabakti, Kang Rey menyampaikan rasa hormat dan terima kasih. Ia menyebut masa pensiun sebagai awal babak baru untuk tetap memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Teruslah menjadi inspirasi, meski tak lagi aktif berdinas,” pesannya penuh makna.

Tak hanya seremonial, Kang Rey juga memanfaatkan momen ini untuk menegaskan visinya. Ia menyatakan komitmen penuh pada reformasi birokrasi, khususnya dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

Birokrasi lambat dan ASN tanpa integritas, menurutnya, tidak akan mendapat tempat.

“Sudah 10 ASN kami sidang, dan tindakan tegas akan menyusul. Ini bukan ancaman, tapi bukti,” ujar Kang Rey serius.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Subang, perwakilan BKN Regional III, pejabat daerah, pihak perbankan, yayasan, dan para undangan lainnya.

Subang Siap Jadi Wajah Baru Peternakan Modern Indonesia

peternakan modern Subang
Foto: m.antaranews.com

Subang – Kabupaten Subang, Jawa Barat, bersiap menjadi wajah baru peternakan modern di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan sinergi bersama TNI Angkatan Darat, wilayah ini ditargetkan menjadi pusat pengembangan bibit sapi unggul berbasis teknologi reproduksi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut bahwa proyek ini bukan sekadar memperkuat populasi bibit nasional. “Lebih dari itu, ini akan menjadi fasilitas strategis untuk memperluas kemitraan antara pemerintah, swasta, dan asosiasi peternak lokal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/5).

Langkah nyata ini diawali dengan penyediaan lahan seluas 80 hektare yang tersebar di dua titik: Kelurahan Parung dan Dangdeur. Lahan ini akan menjadi rumah bagi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang—Unit Pelaksana Teknis di bawah Ditjen Peternakan—untuk mengembangkan bibit unggul dan menyediakan layanan inseminasi buatan (IB).

Agung menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mempercepat ketersediaan protein hewani. Terlebih, program ini juga mendukung agenda nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Lahan ini bukan hanya soal peternakan. Ini peluang investasi yang besar. Kami ingin menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurutnya, keterlibatan investor akan semakin memperkuat industri sapi perah di dalam negeri.

Dukungan dari TNI AD juga menjadi kunci. Paban VII/Kermater Sterad TNI AD, M. Jamaluddin Malik, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung pembangunan sektor peternakan ini. “Kami siap bersinergi demi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Subang bukan hanya membangun peternakan, tetapi juga masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Kang Rey Siapkan Aturan Baru demi Jalanan Subang yang Lebih Tertib

regulasi kendaraan proyek Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Subang bersiap menata ulang lalu lintas jalan raya. Bupati Reynaldy Putra, atau yang akrab disapa Kang Rey, tengah merancang regulasi baru terkait kendaraan proyek agar tak semrawut di jalanan.

Langkah ini menjadi bagian dari program besar Subang Jalan Leucir yang ditargetkan tuntas pada tahun 2027. Kang Rey ingin jalan-jalan di Subang menjadi lebih tertib dan nyaman untuk semua pengguna.

Pernyataan tersebut disampaikan Kang Rey saat menghadiri Milangkala ke-17 Kecamatan Tambakdahan, Selasa (27/5/2025), di halaman Kantor Kecamatan setempat.

“Kami sedang menyusun Perbup soal jam operasional kendaraan besar. Jika ada yang melanggar di hari Jumat sampai Minggu sebelum pukul 08.00, segera laporkan,” ucapnya lantang dalam bahasa Sunda.

Tak hanya menyoal kendaraan, Kang Rey juga menyoroti pelayanan publik yang masih tersendat. Ia menegaskan, Subang butuh birokrasi yang gesit, efisien, dan digital.

“Jangan sampai warga kesulitan hanya karena birokrasi. Lewat program Subang Smart Digital, kami ingin semua urusan jadi cepat dan mudah,” katanya.

Bagi Kang Rey, pembangunan yang dilakukan Pemkab Subang harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program yang hebat, katanya, harus terasa manfaatnya di tingkat akar rumput.

Usai sambutan, suasana hangat berlanjut dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 17 tahun perjalanan Kecamatan Tambakdahan.

Tak hanya itu, Kang Rey juga menandatangani prasasti pembangunan GOR di Desa Tanjungrasa, menandai komitmen Subang dalam menguatkan infrastruktur olahraga.

Ia pun mengapresiasi semangat warga Tambakdahan dan berharap momentum ini menjadi bahan bakar baru untuk mempercepat pembangunan Subang yang lebih inklusif dan maju.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini pemantik semangat untuk terus bergerak membawa perubahan positif bagi Subang,” tuturnya.

Camat Tambakdahan, Iwan Nirwana, menyambut hangat perhatian Bupati. Menurutnya, Milangkala ke-17 adalah ungkapan syukur atas berkah dan kemajuan yang telah diraih.

“Kami siap bersinergi dengan Pemda. Harapannya, Tambakdahan terus maju, masyarakatnya sejahtera, dan Subang makin berkembang,” ujarnya penuh harap.

Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan, Polres Subang Banjir Apresiasi

Polres Subang ungkap pembunuhan cepat
Foto: tribratanews.jabar.polri.go.id

Subang – Polres Subang kembali membuktikan ketangguhannya. Dalam waktu kurang dari dua pekan, kasus pembunuhan di Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, berhasil terungkap tuntas.

Pujian mengalir dari keluarga korban. Bisri (62), kakak sepupu almarhum, menyampaikan apresiasi mendalam dalam konferensi pers di Polres Subang pada Senin, 26 Mei 2025. Ia menyaksikan langsung kegigihan aparat bekerja tanpa lelah, siang dan malam.

Dari Kapolres hingga Kapolsek Compreng, seluruh jajaran disorot positif atas kerja sama yang solid. Penangkapan pelaku dalam waktu singkat menjadi bukti keseriusan polisi dalam menangani kasus ini.

Yang membuat haru, selama proses pengungkapan, keluarga korban tidak dimintai biaya sepeser pun. “Saya salut dengan Polres Subang. Maaf, perlu saya sampaikan bahwa saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Semuanya gratis,” ujar Bisri.

Ia menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata ketulusan dan integritas aparat dalam menegakkan hukum. Kepercayaan keluarga korban pun semakin menguat terhadap institusi kepolisian.

Kini, harapan keluarga hanya satu: proses hukum berjalan lancar dan memberi keadilan yang sepadan. Mereka ingin pelaku dihukum sesuai perbuatannya.

Apresiasi ini menjadi penegas bahwa kerja cepat, transparan, dan tulus dari kepolisian mampu menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan publik.

Recent Posts