Beranda blog Halaman 1106

Diduga Upaya Penculikan Anak Terjadi di Ciamis, Menimpa Siswa Kelas 4 SD

Diduga-Upaya-Penculikan-Anak-Terjadi-di-Ciamis-Menimpa-Siswa-Kelas-4-SD.jpg

harapanrakyat.com,- Diduga upaya penculikan anak terjadi di SDN 1 Mekarjadi, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis pada Rabu (1/2/2023).

Dugaan upaya penculikan anak tersebut menimpa salah satu siswa kelas 4 SD bernama Farel. Namun, pihak sekolah dan siswa lainnya mengantisipasi kejadian tersebut. 

Kepala Sekolah SDN 1 Mekarjadi, Yudi Kurniawan menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat jam istirahat. Tiba-tiba, seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun, mengenakan masker masuk ke sekolah melalui gerbang belakang.

Perempuan itu langsung datang ke ruang kelas 4 dan mencari Farel. Setelah ketemu, si perempuan membawa tas siswa tersebut dan mengajak pulang ke rumah Farel.

“Karena anaknya tidak mengenal perempuan itu, lalu teman-teman nya melapor ke wali kelas,” jelasnya, Kamis (2/2/2023).

“Lalu, perempuan itu saya panggil. Saya tanya, apa keperluannya mengajak pulang Farel,” tambahnya.

Perempuan yang Diduga Melakukan Upaya Penculikan Tak Kenal Farel

Yudi melanjutkan, si perempuan mengaku tujuannya ke sekolah itu untuk menanyakan rumah Farel. Karena tidak tahu, Ia mengajak Farel pulang untuk menunjukan jalan.

“Saya tanya ke Farel, dia tidak mengenal perempuan itu siapa, begitu pula perempuan tersebut tidak mengenal Farel,” katanya.

Baca Juga : Viral Penculikan Siswi SD di Padang, Ibu Korban: Maafkan Anak Saya Mengarang Cerita

Pengakuan tersebut membuat Yudi curiga. Namun, Ia mengira perempuan itu bermaksud menagih ke orang tua Farel, hanya saja tidak tahu alamatnya.

“Tapi, kalau ingin nagih dari koperasi atau semacamnya itu, pasti sebelumnya ada survey terlebih dulu ke rumahnya. Dari sana saya semakin curiga,” ungkapnya.

Karena curiga adanya upaya penculikan, Yudi tidak mengizinkan perempuan tersebut membawa siswanya pergi. Terlebih, saat itu masih dalam kegiatan pembelajaran. 

“Saya bilang, kalau saya beri izin terus tidak pulang ke rumahnya bagaimana, nanti kami dari sekolah yang harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah itu, Yudi pun menyuruh Farel untuk memberitahu alamat rumahnya secara lengkap ke perempuan tersebut.

Namun, perempuan itu memaksa untuk membawa siswanya pulang dan menunjukan alamat rumahnya.

“Saya bilang tidak saya izinkan. Saya bilang takut nantinya ada culik, karena saat ini sedang ada isu penculikan. Nah, setelah saya sampaikan begitu perempuan itu pun langsung pergi bersama rekannya menggunakan motor,” jelasnya.

Baca Juga : Percobaan Penculikan Anak PAUD di Kota Banjar, Begini Klarifikasinya

Yudi menerangkan, setelah perempuan itu pergi lama, pihaknya menghubungi orang tua Farel untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut sekaligus menanyakan, apakah perempuan tersebut ada datang ke rumah atau tidak. 

“Kata orang tua Farel, tidak ada siapapun yang datang ke rumahnya, malah ibunya langsung datang ke sekolah karena khawatir terhadap anaknya,” terang Yudi.

Sekolah Akan Memperketat Penjagaan

Atas kejadian itu, Yudi akan memperketat serta menghimbau kepada orang tua siswa untuk waspada dan berhati-hati pasca terjadinya dugaan upaya penculikan tersebut.

“Kita juga perketat di lingkungan sekolah, untuk siswa nantinya masuk dari pintu depan dan keluar dari pintu depan lagi. Nanti, pintu belakang akan dijaga ketat oleh guru,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Ciamis, Kompol Ismet Inono membenarkan adanya laporan terkait dugaan upaya penculikan terhadap salah satu siswa kelas 4 di SDN 1 Mekarjadi tersebut.

“Iya benar, ada laporan dugaan upaya penculikan. Saat ini kita masih konfirmasi pihak keluarga dan masih kita dalami,” pungkasnya. (Ferry/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Tergiur Umroh Murah Meriah, 106 Calon Jamaah di Bogor Malah Kena Tipu

Tergiur-Perjalanan-Umroh-Murah-Meriah-106-Calon-Jamaah-Malah-Kena-Tipu.jpg

harapanrakyat.com,- Sedikitnya 106 calon jamaah kena tipu akibat tergiur perjalanan umroh murah meriah. Sehingga, ratusan jamaah tersebut pun gagal berangkat umroh.

Terungkapnya penipuan hingga penggelapan sejumlah uang milik jamaah umroh tersebut, saat salah satu korban melaporkan ke pihak kepolisian Polresta Bogor, Jawa Barat.

Kapolresta Bogor, Kombes Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan, salah satu korban yang menjadi korban melaporkan kepada polisi akibat gagal umroh.

“Korban selalu dijanjikan berangkat umroh oleh pelaku berinisial CT, yang merupakan pemilik travel Chiesya Family,” ungkap, Kamis (2/1/2023).

Lanjutnya menambahkan, korban umroh murah meriah saat melapor mengaku mengalami kerugian hingga Rp 200 juta.

Terduga pelaku menjanjikan akan memberangkat korban bersama keluarganya pada bulan Desember 2022 lalu.

“Namun sampai saat ini tidak kunjung juga berangkat. Hingga korban melaporkan kasus ini ke polisi,” ucapnya.

Pihak kepolisian pun langsung mengamankan CT di rumahnya yang berada di daerah Sentul, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: 121 Warga Bogor Jadi Korban Penipuan Jual Beli Tanah, Total Kerugian Miliaran Rupiah

Selain mengamankan pelaku dan mengintrograsinya, Polres Bogor juga memintai keterangan dari saksi-saksi.

“Sedangkan dari hasil penyidikan, sedikitnya ada 106 orang yang belum diberangkatkan. Dan pelaku menjanjikan para korban ini berangkat pada tahun 2022 lalu,” bebernya.

Modus Perjalanan Umroh Murah Meriah di Bogor

Lebih lanjut Kombes Bismo mengatakan, total kerugian yang 106 calon jamaah umroh alami yakni sebesar Rp 1,8 miliar.

“Barang bukti yang kita amankan yakni rekening koran, percakapan, buku rekening, vaksinasi, kemudian id card, hingga paspor,” katanya.

Baca Juga: Saksi Mahasiswa IPB Bogor Ini Paparkan Kronologi Penipuan

Adapun modus pelaku untuk menjerat calon korban, adalah dengan menawarkan perjalanan umroh murah meriah seharga Rp 5 juta hingga Rp 12 juta.

Kombes Bismo menuturkan, bahwa yang menjadi otak dari penipuan dan penggelapan kepada calon ratusan jamaah umroh tersebut adalah wanita bernisial CT.

“Terduga pelaku sudah kita amankan di Mako Polresta Bogor. Pelaku dikenakan Pasal 372 JO 378 KUHP, dengan hukuman empat tahun penjara,” tuturnya,

Kapolresta Bogor menyebutkan, pihaknya membuka pengaduan kepada masyarakat yang menjadi korban perjalanan umroh murah meriah.

“Kalau ada masyarakat yang menjadi korban penipuan pemberangkatan umroh, bisa melaporkan ke Polresta Bogor,” pungkasnya. (Arief/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Perempuan Nyopet di Mall Palembang Viral, Tak Sadar Aksinya Terekam CCTV

Perempuan-Nyopet-di-Mall-Palembang.jpeg

Seorang perempuan kedapatan nyopet di Trade Center Mall Palembang. Pelaku tak sadar aksinya terekam CCTV. Alhasil, video pelaku yang sedang nyopet tersebut viral di media sosial.

Korban pencopetan perempuan di mall tersebut adalah Zahira Difa Zahrani. Korban melaporkan kasus pencopetan ke SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (01/02/2023).

“Awalnya saya belanja di tempat kejadian perkara (TKP) dan ada seorang wanita tepat di sebelahnya. Awalnya wanita itu tidak mencurigakan, tetapi ketika saya melihat rekaman CCTV ternyata wanita itu yang membuka tasnya,” kata Zahira di SPKT Polrestabes Palembang.

Baca Juga: Viral Pria Berseragam ASN Pamer Kemaluan, Kini Diburu Polisi

Korban mengaku baru mengetahui dirinya kecopetan saat hendak membayar di kasir, ternyata resleting tas sudah dibuka.

“Saya langsung cek, memeriksa tas itu. Tapi ternyata HP Samsung Galaxy A52S warna biru sudah tidak ada lagi. Pokoknya saya harap ponselnya bisa kembali,” kata Zahira Difa Zahrani.

Aksi Seorang Perempuan Nyopet di Mall Palembang, Polisi Turun Tangan

Sementara itu, Kanit Reskrim Polresta Palembang, AKBP Haris Dinzah membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban.

“Laporan korban sudah diterima oleh anggota SPKT, dan kini laporan tersebut masih dalam pemeriksaan Bareskrim dengan upaya mengungkap identitas wanita pencopet itu,” jelas Haris Dinzah.

Terpisah, Humas Palembang Trade Center (PTC), Felice, membenarkan kejadian pencopetan tersebut sedang ditangani pihak kepolisian.

“Tunggu saja update-nya, untuk saat ini data-data yang ada sudah terkumpul, kami serahkan sebagai bukti pendukung. Kami minta agar proses kedepan tidak ada yang mencoba-coba melakukan kejahatan di PTC,” jelasnya.

Sementara itu, aksi seorang perempuan nyopet di Mall Palembang terekam jelas kamera pengawas CCTV, terjadi pada hari Selasa malam hingga Rabu 1 Februari 2023, sehingga dapat dipastikan bahwa sosok perempuan itu yang mencuri HP Samsung Galaxy A52S.

Dalam rekaman video, aksi pelaku begitu halus sehingga korban yang sedang asyik melihat-lihat bersama teman-temannya tidak menyadarinya.

Pelaku berbaju panjang, berhijab, bermotif abstrak biru, mendekati korban dan temannya sambil memegang bingkai foto berwarna putih.

Saat berdiri di belakang korban, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka tas punggung korban yang tertutup bingkai foto yang dipegangnya.

Pelaku langsung berhasil merampas HP dalam hitungan detik, lalu kabur ke sebelah kiri korban. Sementara itu, korban sama sekali tidak menyadari bahwa ponselnya telah dicuri. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Wali Kelas Ungkap Kepribadian Rahma, Pelajar SMA di Kota Banjar yang Dilaporkan Hilang

Wali-Kelas-Ungkap-Kepribadian-Rahma-Pelajar-SMA-di-Kota-Banjar-yang-Dilaporkan-Hilang.jpg

harapanrakyat.com,- Wali kelas mengungkapkan kepribadian Rahma, pelajar SMAN 2 Banjar, Jawa Barat yang kabarnya hilang. Ternyata siswi tersebut memiliki kepribadian pendiam.

Selain itu, teman satu bangku Rahma di kelas 12 IPA 4 juga mengatakan hal yang sama. Rahma juga seorang siswi yang baik.

Wali kelas 12 IPA 4, Narmi mengatakan, Rahma tergolong siswi yang pendiam dan tidak pernah terlibat masalah apapun di sekolahnya.

“Dia itu anaknya baik, tidak pernah ada masalah di sekolah, biasa saja seperti siswi pada umumnya,” kata Narmi kepada harapanrakyat.com Rabu (1/2/2023).

Baca Juga : Polisi Masih Selidiki Pelajar SMA di Kota Banjar yang Dilaporkan Hilang

Menurutnya, selama ini Rahma selalu masuk sekolah dan tidak pernah bolos atau tanpa keterangan.

“Belum pernah bolos atau tidak masuk sekolah tanpa keterangan sebelumnya. Tapi memang orangnya pendiam,” terangnya.

Narmi menjelaskan, Rahma terakhir kali masuk sekolah pada Jumat (27/1/2023) lalu dan tidak memiliki gelagat atau menunjukkan perilaku yang aneh.

“Hari Jumat masuk seperti biasa. Nah mulai tidak masuk sekolah itu hari Senin sampai sekarang. Rencananya hari ini kita mau ke rumahnya,” jelas Narmi.

Selain Wali Kelas, Temannya Ungkapkan Kepribadian Rahma di Kelas Pendiam

Terpisah, Dewi Wulandari yang merupakan teman kelasnya menuturkan, selama duduk satu bangku dengannya, Rahma tidak pernah bercerita tentang apapun.

“Sebelumnya nggak ada masalah apa-apa biasa saja. Orangnya pendiam nggak pernah cerita,” katanya.

Dewi melanjutkan, Ia terakhir kali bertemu dengan Rahma saat masih masuk sekolah pada Jumat (27/1/2023) lalu.

“Ketemunya terakhir pas hari Jumat, itu juga biasa saja nggak kelihatan lagi ada masalah apa-apa,” lanjutnya.

Baca Juga : Seorang Pelajar SMA di Kota Banjar Dilaporkan Hilang

Berita sebelumnya, pihak keluarga melaporkan Rahma Alya hilang sejak Senin (30/1/2023). Saat itu, Ia hendak pergi berangkat sekolah bersama temannya menggunakan sepeda motor.

Namun, bukannya masuk ke kelas Rahma Alya justru meminta berhenti di parkiran dekat sekolah. Sampai saat ini keluarga masih mencari keberadaannya. (Sandi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

121 Warga Bogor Jadi Korban Penipuan Jual Beli Tanah, Total Kerugian Miliaran Rupiah

121-Warga-Bogor-Jadi-Korban-Penipuan-Jual-Beli-Tanah-Total-Kerugian-Miliaran-Rupiah.jpg

harapanrakyat.com,- Polsek Ciomas, Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan A usai melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang dengan modus jual beli tanah. Adapun korban penipuan dan penggelapan dari AA sebanyak 121 orang. Semuanya merupakan warga Bogor.

Kejadian penipuan dan penggelapan sejumlah uang tersebut terjadi di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Ciomas Kompol Yudi Kusyadi menuturkan, kasus tersebut berawal ketika  pelaku menawarkan sebidang tanah kepada korban.

Tanah yang terduga pelaku tawarkan memiliki luas sekitar 100 meter persegi, senilai Rp 50 juta.

“Korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 49 juta kepada terduga pelaku untuk transaksi jual beli tanah tersebut,” tuturnya Kamis (2/1/2023).

Baca Juga: Saksi Mahasiswa IPB Bogor Ini Paparkan Kronologi Penipuan

Lanjutnya menambahkan, karena tidak mendapatkan kejelasan dari A sampai saat ini, maka korban pun melaporkan kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah ke pihak kepolisian.

“Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, tercatat sebanyak 121 orang menjadi korban,” katanya.

Polsek Ciomas, Polres Bekasi sampai saat ini masih mengumpulkan data dari para korban, terkait aksi penipuan hingga penggelapan tersebut.

Baca Juga: Pelajar Jadi Korban Tipu Gelap OTK, Ini Kata Disdikbud Kota Banjar

“Apabila dikalkulasikan, kerugian korban penipuan dan penggelapan tersebut ditaksir mencapai Rp 3,2 miliar,” ungkapnya.

Kasus penipuan dengan modus jual beli tanah tersebut saat ini masih ditangani oleh Kepolisian Polsek Ciomas, Polres Bekasi.

“Proses penyelidikan masih kita lakukan,” pungkas Kompol Yudi Kusyadi. (Arief/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Polisi Masih Selidiki Pelajar SMA di Kota Banjar yang Dilaporkan Hilang

Polisi-Masih-Selidiki-Pelajar-SMA-di-Kota-Banjar-yang-Dilaporkan-Hilang.jpg

harapanrakyat.com,- Rahma Alya (17), pelajar dari SMA Negeri 2 Banjar, Jawa Barat, sampai saat ini belum kembali pulang. Polisi masih selidiki kabar hilangnya pelajar SMA tersebut.

Sebelumnya, siswi tersebut berangkat ke sekolah pada Senin (30/1/2023) sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, Ia tidak sampai masuk ke ruang kelasnya.

Kapolsek Langensari, AKP Yudi Ristiyanto mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan dari orang tua pelajar tersebut pada hari Selasa (31/1/2023).

“Kami sudah melakukan upaya penyelidikan untuk menemukan siswi yang kabarnya hilang tersebut,” kata Yudi kepada harapanrakyat.com, Rabu (1/2/2023).

Yudi melanjutkan, sampai saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari 6 orang saksi, mereka merupakan orang-orang terdekat Rahma.

“Yang kita periksa terdiri dari keluarga, teman sekolahnya, teman bermain, kemudian yang mengaku sebagai pacar,” lanjutnya.

Baca Juga : Seorang Pelajar SMA di Kota Banjar Dilaporkan Hilang

Dalam pemeriksaan, orang yang mengaku sebagai pacarnya mengatakan sudah mengenal Rahma selama satu tahun.

“Itu berdasarkan pengakuan dari pria berinisial A, Ia mengaku sebagai pacar Rahma Alya,” jelasnya.

Menurut Yudi, Rahma memiliki ciri-ciri kulit sawo matang dan tinggi badan sekitar 160 cm.

“Terakhir kali, Rahma mengenakan seragam sekolah putih abu-abu dan tas berwarna hitam,” ungkapnya.

Kendati begitu, Yudi mengimbau kepada masyarakat yang menemukan Rahma Alya, agar segera melaporkan kepada petugas kepolisian.

“Bagi masyarakat yang menemukan atau mengetahui keberadaan supaya melaporkan kepada kami atau kepada orang tuanya,” pungkasnya. (Sandi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Kolaborasi Penanganan Covid-19, AMSI Terima Penghargaan dari Menkes

AMSI-Terima-Penghargaan-dari-Menkes.jpeg

harapanrakyat.com,- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menerima penghargaan atas kontribusi dan kolaborasi AMSI dalam penanganan pandemi Covid-19 dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (1/2/2023).

Sebelumnya AMSI tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) RCCE (Risk Communication & Community Engagement). 

Kementerian Kesehatan menilai AMSI yang tergabung dalam RCCE sudah memberikan kontribusi dalam penyebaran informasi terkait Covid-19. Termasuk informasi untuk mencegah hoaks selama pandemi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan kolaborasi dengan tulus dalam penanganan pandemi Covid-19. Menkes juga menyebut momen tersebut sebagai momen yang luar biasa.

“Saya harap kolaborasi ini berlanjut terus,” kata Budi, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga: AMSI Award 2022, Harapanrakyat.com Raih Penghargaan Inovasi Teknologi Terbaik

Menkes menambahkan prioritas kesehatan ke depannya perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak. Termasuk lembaga yang ada dalam Pokja RCCE.

Hal senada diungkapkan Koordinator RCCE Rizky Ika Syafitri. Ia menyampaikan apresiasi untuk AMSI yang terlibat secara aktif selama Covid-19.

“Terima kasih atas kolaborasi luar biasa, khususnya dalam mencegah hoaks dan misinformasi,” katanya.

Rizky pun berharap kolaborasi dengan AMSI terus berlanjut, lantaran pekerjaan rumah dalam bidang kesehatan masih banyak.

Sementara itu Ketua AMSI Covid-19 Center Upi Asmaradhana mengatakan, AMSI telah melakukan sejumlah kegiatan selama pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial dalam bidang kesehatan, konsultasi dengan dokter ahli terkait Covid-19, juga edukasi dalam rangka mencegah hoaks. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Kesal Tidak Dilayani, Pelanggan Tusuk Cewek Open BO di Bekasi

Kesal-Tidak-Dilayani-Pria-di-Bekasi-Tusuk-Cewek-Open-BO.jpg

harapanrakyat.com,- Polsek Bekasi Timur meringkus DS (21), atas tindak penganiayaan terhadap SV (18) yang merupakan cewek open Boking Online (BO) di Apartemen Betos atau Bekasi Town Square, Rabu (1/2/23).  

Apartemen yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) tersebut berada di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Terduga pelaku menusuk korban sebanyak tiga kali. Alasan pelaku adalah karena si cewek teman kencannya ini menolak melayaninya yang telah ia booking.

Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Ridha Poetra Aditya menjelaskan, kejadian berawal saat pelaku mencari teman kencan lewat aplikasi MiChat.

Baca Juga: Guru di Bekasi Dituduh Lecehkan Siswa SD Viral di Twitter, Ini Kronologisnya

Setelah sepakat dengan harga Rp 300 ribu, pelaku kemudian menemui korban di salah satu kamar Apartemen Betos.

“Kemudian masuk ke kamar apartemen dan menemukan korban sudah membuka celananya,” jelas Ridha di Mapolsek Bekasi Timur saat ungkap kasus penusukan terhadap cewek open BO, Rabu (1/2/23).

Namun, sambungnya, setelah menerima uang Rp300 dari pelaku, korban  mendadak menolak untuk kencan. Alasan korban menolak karena akan menerima tamu lain.

Pelaku yang emosi kemudian mengambil sebilah pisau dari dalam tasnya. Setelah itu, DS menusukannya kepada korban sebanyak tiga kali. Karena mendapat luka tusukan, korban pun dilarikan ke RSUD Kota Bekasi.

“Korban berteriak, langsung datang penghuni apartemen, security dan teman korban untuk melakukan pertolongan kepada,” lanjut Ridha.

Baca Juga: Ngeri, Kurir COD di Banyuasin Ditusuk Konsumen, Ini Penyebabnya!

Setelah penusukan terhadap cewek open BO, security apartemen kemudian langsung melaporkan ke petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli tidak jauh dari TKP.

“Karena pelaku senjata tajam, namun setelah dibantu saksi serta petugas akhirnya DS bisa kita bekuk,” katanya Ridha.

Petugas kemudian membawa terduga pelaku ke Mapolsek Bekasi Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku penusukan cewek open BO terancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Setiawan/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Dampak Gempa Garut 4,3 Magnitudo, BPBD Laporkan 25 Rumah Rusak

Dampak-Gempa-Garut-43-Magnitudo-BPBD-Laporkan-25-Rumah-Rusak.jpg

harapanrakyat.com,- Gempa berkekuatan magnitudo 4,3 melanda kawasan Garut, Jabar, pada Rabu (1/2/2023).

Gempa terjadi pukul 22.57 WIB, dan sempat dirasakan sebagian banyak masyarakat Garut.

Pasca gempa berkekuatan magnitudo 4,3 yang melanda Garut, Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut melaporkan terdapat 25 rumah rusak.

Pihak BPBD masih melakukan asesmen untuk memastikan kerusakan tersebut apakah dampak gempa atau bukan.

Kerusakan terdapat di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Samarang dan Kecamatan Pasirwangi.

“Iya kerusakan ada di Kecamatan Samarang 20 rumah, yang di Kecamatan Pasirwangi 5 rumah,” kata Satria Budi, Kepala Pelaksana BPBD Garut, Kamis (2/2/2023).

Baca juga: Kecelakaan Tewaskan Pelajar di Garut Viral, Kejadian Terekam CCTV

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut kini masih melakukan asesmen. Hal itu agar sesuai dampak kerusakan dengan yang ditimbulkan gempa.

“Makanya kita masih asesmen, untuk mengetahui pasti penyebab kerusakan. untuk korban jiwa tidak ada,” tutup Satria Budi.

Gempa Garut semalam memang sebagian masyarakat tidak merasakan, alasannya karena sudah terlelap tidur. Namun sebagian yang merasakan guncangan gempa mencapai wilayah Bandung dan sekitarnya. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)

Legenda Sepak Bola Indonesia Benny Dollo Tutup Usia, Sakit Komplikasi dan Positif Covid-19

Legenda-Sepak-Bola-Indonesia-Benny-Dollo-Tutup-Usia-Sakit-Komplikasi-dan-Positif-Covid-19.jpg

Benny Dollo tutup usia dalam usia 72 tahun pada Rabu (1/2/2023) malam. Ia merupakan legenda sepak bola yang juga mantan pelatih Timnas Indonesia.

Kabar duka tersebut berhembus melalui media sosial. Lewat unggahan akun Instagram, mantan pemain gelandang sepak bola timnas Indonesia, Firman Utina memberi kabar kepergian Benny Dollo.

Ia mengunggah foto kemesraan bersama guru sepak bolanya.

Firman menulis ucapan ‘selamat jalan’ kepada mantan pelatih sepak bola timnas Indonesia Bendol sapaan akrabnya Benny Dollo.

“Selamat jalan Bang Benny Dollo,” tulis Firman di akun instagramnya, Rabu (1/2/2023) malam.

Baca juga: Selain Egy Maulana, Inilah Daftar Pesepakbola Indonesia Yang Merantau

Tutup Usia, Benny Dollo Idap Penyakit Komplikasi

Sebelum meninggal, kabarnya kondisi kesehatan Benny Dollo semakin memburuk.

Ia harus rela menahan rasa sakit beberapa tahun yang telah menyerang kondisi tubuhnya.

Sekitar pertengahan bulan tahun lalu, Benny mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Tangerang Selatan.

Ia menderita penyakit komplikasi di antaranya ginjal, hati, lambung, darah tinggi serta positif Covid-19.

Benny Dollo Sempat Menderita Tumor Usus

Pada tahun 2016 Benny Dollo sempat mengidap penyakit tumor usus.

Akibatnya kondisi badan Benny Dollo mengalami penurunan drastis.

Ia terpaksa harus rela berhenti merumput, meninggalkan aktivitas kesehariannya sebagai pelatih sepak bola.

Pada tahun 2018, kesehatan Benny mulai membaik.  Ia beritikad untuk turun kembali ke lapangan.

Terkenal Pelatih yang Keras

Benny Dollo merupakan salah satu pelatih legendaris terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.

Ia sudah banyak memberikan ilmu menjajaki berbagai klub sepak bola di Indonesia.

Beberapa klub sepak bola yang pernah ia latih yaitu Arema, Sriwijaya FC, Persita Tangerang dan Persija Jakarta.

Pria kelahiran 22 September 1950 itu terkenal sebagai pelatih yang cukup keras.

Bukan tanpa sebab, pribadi keras tersebut merupakan upaya dirinya untuk mencetak anak didiknya menjadi pemain yang handal.

Kini Benny Dollo sudah tutup usia. Selamat jalan Bung Benny Dollo!

Recent Posts