Beranda blog Halaman 1711

Satpol PP Asusila, Ini Tanggapan DPRD Tangerang

af81cf3088f26b4b72ae26b9dbb41fb3.jpg

KBRN, Tangerang: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Saipul Mila mengatakan, penyamaran ini berpotensi menjadi dalih Satpol PP untuk menggunakan jasa prostitusi. Sehingga, akan menjadi Boomerang bagi Satpol PP Kota Tangerang. 

“Justru kan buktinya sudah Terjadi, kan ini sebuah catatan tersendiri untuk sebuah Satpol PP untuk merubah pola dan format ya caranya diganti. Karena ini penyamaran berhubungan dengan barang dan jasa. Barangnya si perempuan dan jasanya pelayanan itu,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu (27/10/2021). 

Menurut Saiful, dalam menegakkan Perda tersebut, Satpol PP tak usah susah payah melalukan penyamaran untuk menjebak PSK. Seharusnya, tinggal tracking di aplikasi tersebut kemudian langsung ke lokasi untuk menjaring PSK. 

“Dunia Maya yang lebih efektif, mereka (PSK, Red) saat ini tidak turun dan bergerak dijalan. Mereka pakai aplikasi, masuk ke dunia mereka kan enggak harus menjebak, cukup kita tangkap,” tuturnya. 

Politisi dari Partai Golkar itu menuturkan, Satpol PP Kota Tangerang harus bertransformasi dalam menegakkan Perda Nomor 8 tahun 2005. “Jebakan dan penyamaan ini lebih cenderung ke arah menjebak dirinya dari pada menjebak subjek yang ditangkap, karena kualitas dan perubahan manusia sulit dikendalikan ketika berhadapan dengan objek nyata,” imbuhnya. 

“Maka yang paling efektif ikutilah perkembangan zaman satpol PP bisa lebih pada profesional dalam penegakkan perda yang Perda Nomor 8 tahun 2005 tentang Prostitusi,” tambahnya. 

Saiful juga menilai  razia yang dilakukan oleh Satpol PP ini tebang pilih dan tidak profesional. Bila dalam rangka menegakkan Perda tersebut, seharusnya Satpol PP juga dapat merazia hotel atau apartemen yang berpotensi adanya aktivitas prostitusi. 

“Dan lebih baiknya jangan pilih kasihlah tuh Satpol PP liat saja banyak hotel, permainan nya disana, kalau bicara kaitan dengan prostitusi,” tegasnya. 

Saiful juga mengkritisi upaya Pemkot Tangerang yang lemah dalam menegakkan Perda tersebut. Menurut dia, razia tidak akan efektif dilakukan bisal tak diimbangi dengan solusi yang diberikan pada PSK tersebut. 

Solusinya dalam hal ini adalah pembinaan yang berkelanjutan dan penyediaan lapangan kerja bagi kaum marjinal. Bila semuanya dikolaborasikan dengan baik maka bukan tak mungkin prostitusi di Kota Tangerang menurun. 

Dibetitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras oknum Satpol PP Kota Tangerang berbuat asusila saat bertugas. 

Ketua MUI Kota Tangerang, Bajuri Khotib mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP tersebut tidak mencerminkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran. Seharusnya, Satpol PP dapat menegakkan Perda itu. 

“Penegakan perda ini agak kendor kemudian PSK merajalela, maka kita dorong ulang diraker (rapat kerja, Red) kita bikin rekomendasi ke Pemkot Tangerang agar penegakkan Perda ini lebih ditegakkan lagi,” ungkapnya kepada rri.co.id, Rabu (27/10/2021).

DPRD Subang Optimis, Gubernur Tak Tolak APBD Perubahan 2021

b2924f49deea687ea579d90f94d27644.jpg

KBRN, Subang: Terkait adanya evaluasi APBD Perubahan Kabupaten Subang 2021 di tolak Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten Subang Narca Sukanda tetap optimis bisa lolos evaluasi. 

Meski diakuinya, ada keterlambatan pembahasan yang dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Subang, dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Subang.

“Upaya oleh kami terus dilakukan, karena yang sudah disepakati oleh kita (Eksekutif maupun Legeslatif), sudah terjadi pada 20 Oktober 2021 lalu itu,” ujar Narca kepada RRI di Subang, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya kata Ketua DPRD, sebagai fungsi sosial kontrol sejak awal sudah menyurati pemerintah daerah, sebagai upaya mengingatkan, bahwa pembahasan APBD Perubahan sudah harus dilakukan oleh TAPD dan Baanggar DPRD. Surat tersebut dilayangkan DPRD sampai 3 kali, sampai ada jawaban dan alasan keterlambatan pembahasan, karena TAPD sudah melakukan lima kali varsial keuangan. Terlebih kondisi saat ini masih dalam pandemi covid -19, atau kondisinya belum normal.

“Apa yang sudah kami lakukan di DPRD, penetapan APBD Perubahan itu sudah sesuai dengan yang direncanakan, dan sesuai pengajuan dari TAPD,” tegasnya.

Adapun dengan isu ditolaknya APBD Perubahan oleh Provinsi, Narca tetap berharap, belum ada kejelasan secara resmi, atau melalui surat dari Gubernur Jawa Barat. 

“Kita secara resmi belum menerima surat langsung dari Gubernur, tentunya kita tetap berharap, kondisi belum normal ini, karena masih pandemi menjadi bahan pertimbangan Gubernur Jawa Barat,” imbuh Narca.

Ia menambahkan, pembahasan APBD Perubahan tersebut pembahasanya secara rasionalitas anggaran yang masuk ke kas daerah, yang menjadi pendapatan daerah di tahun 2021 ini.

“Pengajuannyakan sudah ada, dan nomenklaturnya jelas ada di KUA PPAS. Kita juga nanti mungkin akan memberikan penjelasan kepada Gubernur,” tukasnya.

MUI: Satpol PP Asusila Coreng Kota Tangerang

0f7f92da9a2136514673b6801aa8c436.jpg

KBRN, Tangerang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras oknum Satpol PP Kota Tangerang berbuat asusila saat bertugas. 

Ketua MUI Kota Tangerang, Bajuri Khotib mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP tersebut tidak mencerminkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran. Seharusnya, Satpol PP dapat menegakkan Perda itu. 

“Penegakan perda ini agak kendor kemudian PSK merajalela, maka kita dorong ulang diraker (rapat kerja, Red) kita bikin rekomendasi ke Pemkot Tangerang agar penegakkan Perda ini lebih ditegakkan lagi,” ungkapnya kepada rri.co.id, Rabu (27/10/2021). 

Menurut Baijuri, tak seharusnya bila melakukan penyamaran melakukan ausila karena sudah dalam keadaan tanpa busana. “Kalau penyamaran gak perlu gitu dong,” tegasnya. 

Baijuri menuturkan, peristiwa ini telah mempermalukan Kota Tangerang. Maka, harus ada tindakan tegas bagi Pemkot Tangerang terhadap anggota Satpol PP itu. 

“Itu memalukanlah, justru yang terjadi  tertangkap itu oknum yang tidak menegakkan itu Perda. Diberhentikan secara tidak hormat bagus. Ada aturan dan penegakkan, ada sidang kode etik bisa ketahuan,” tutur Baijuri. 

Baijuri juga menyarankan kepada Pemkot Tangerang untuk mengkaji ulang Perda Nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran. Mengingat, perkembangan zaman dimana PSK saat menjajakan diri tidak dijalan lagi melainkan melalui aplikasi daring. 

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin belum mau menindak anak buahnya, yakni oknum Satpol PP yang berbuat asusila saat bertugas. 

“Itu nanti saja, ya. Itu Satpol PP, kita lihat,” ungkap Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang kepada rri.co.id, Rabu (27/10/2021).

APBD Perubahan 2021 Ditolak, DPRD Subang Ungkap Fakta Sebenarnya

Ketua-dan-wakil-ketua-DPRD-Subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – DPRD Kabupaten Subang sampai saat ini belum menerima surat resmi terkait ditolaknya APBD Perubahan 2021 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Subang, Elita Budiarti, pihak pemerintah dan DPRD Kabupaten Subang masih menunggu keputusan evaluasi dari Gubernur.

“Kita tunggu keputusan evaluasi gubernur dulu, jangan berbicara yang belum pasti nanti malah blunder, karena sampai hari ini secara resmi kami DPRD belum menerima pemberitahuan evaluasi gubernur itu. Kalaupun nanti ternyata itu terjadi, semua pihak sebaiknya mencari solusi terbaik dan tidak boleh saling menyalahkan apalagi menyudutkan, angan mencari kambing hitam,” katanya.

Sementara itu ditambahkan Elita, bahwa dokumen APBD atau APBD-P itu adalah dokumen produk wujud kerjasama antara DPRD dan eksekutif, yang menurutnya, semua itu ada tanggung jawab bersama, dan ada aturan juga tahapan yang semuanya sudah diatur dalam Permendagri dan PP nomor 12.

“Kami cuman mau menjelaskan bahwa DPRD sudah menjalankan semua tupoksinya, dibuktikan dengan surat tanggal 16 Juni 2021 dan 21 Juli 2021 dan hasil Bamus pada tanggal 31 Agustus dan 29 September 2021 disitu jelas,” imbuhnya.

Dijelaskannya juga dengan beredarnya di masyarakat bahwa APBD-P Subang ditolak bahwa adanya rebutan anggaeran pokok-pokok pikiran (pokIr) dan deadlock di DPRD padahal itu tidak mempengaruhi mengenai penundaan penetapan karena sudah tidak berpengaruh, karena ajuan hasil reses lewat pokir itu sudah selesai jauh sebelum pembahasan KUA PPAS Perubahan 2021 yaitu 24 September dan 4 Oktober.

“Itu tidak benar mengenai penundaan penetapan kemarin yang mundur 1 hari, itu sudah tidak berpengaruh. Mau penundaannya 1 minggu pun tidak berpengaruh karena dari awal pun kita memang sudah terlambat. Notulensi dan surat sudah menjelaskan itu semua, jadi saya minta kepada semua pihak untuk menahan komentar yang terus nenyudutkan DPRD, karena kalau kronologis dibuka akan terlihat jelas siapa dan apa faktor penyebab nya, itu yang harusnya bisa dijadikan bahan evaluasi bupati terhadap kinerja aparat di bawahnya, terutama BKAD sebagai bagian dari TAPD, jadi sekali lagi stop saling menyalahkan dan sebaiknya tunggu hasil evaluasi gubernur dulu,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elita tidak sendiri. Ada Ketua DPRD Subang Narca Sukanda, Wakil Ketua II Aceng Kudus dan Sekwan DPRD H. Ujang Sutrisna yang bersama-sama menyampaikan terkait mekanisme alur penyusunan APBD-P yang ramai diperbincangkan publik karena ditolak Pemprov.

Sambangi BPTJ, Kadishub Jabar Bahas Berbagai Masalah

8d0a8942f0e05789051ab4e9dd41f70f.jpg

KBRN, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan Jawa Barat melakukan pertemuan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan RI.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat Koswara, diterima langsung oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Polana B Pramesti,  di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Kadishub Jabar Koswara dalam pertemuan itu menyampaikan pentingnya sinkronisasi program. Mengingat posisi strategis Bodebek sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang ada di wilayah Jawa Barat.

Selain itu juga dibahas solusi untuk mengurai berbagai permasalahan yang  menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, diantaranya kepastian pengelolaan terminal tipe B Cikarang, sesuai dengan Perpres nomor 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawsan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur. Dalam Perpres tersebut, terminal tipe B Cikarang akan di-upgrade menjadi terminal tipe A.

Kemudian dibahas juga permasalahan terminal Kota Bekasi yang sudah ditetapkan sebagai terminal tipe A, namun dalam pengelolaannya masih sebagai terminal tipe C. Pemerintah Kota Bekasi sudah merencanakan pemindahan lokasi terminal, namun terbentur kesiapan lahan.

Pembahasan lainnya yakni terkait  pengembangan transformasi masal (MRT) trase East West ( Balaraja – Jakarta – Cikarang), yang akan dibangun dalam 2 phase. Pengembangan akan dimulai pada tahun 2023.

“Jawa Barat mengusulkan penambahan lingkup pada phase 1, yang awalnya sampai Ujung Menteng (Cakung Jakarta Timur), dimohonkan berakhir di Medan Satria Kota Bekasi. Terhadap hal ini dukungan dari BPTJ sangat diharapkan,”ucap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat Koswara.

Selain itu, rencana penataan lalulintas dan angkutan di persimpangan  Ciawi Bogor dan pengembangan dermaga Muara Gembong Kabupaten Bekasi juga di bahas dalam pertemuan tersebut.

“Semoga kunjungan kerja ke BPTJ hari ini mempererat silaturahmi dan sinergitas,  agar sinkronisasi program antara provinsi dan pusat khususnya di Jabodetabek dapat berjalan sesuai rencana dan lancar,” pungkas Kadishub Jabar Koswara.

Makin Jadi Andalan Konsumen, Gojek Dorong Inovasi di Tiga Layanan Utama

Inovasi-Tiga-Layanan-Utama-Gojek.png

suarasubang.com – Memasuki usia ke-11, Gojek sebagai platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, memperkenalkan inovasi di tiga layanan utama yakni transportasi, pesan-antar makanan, dan logistik untuk semakin dapat memberikan solusi keseharian dan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi usaha mitra UMKM, serta memperluas peluang mitra driver untuk meningkatkan pendapatan.

Berbagai inovasi baru di tiga layanan utama akan semakin membuat Gojek jadi andalan masyarakat, di mana saat ini aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali per Juni 2021. Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memperkirakan kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) menjadi 1,6% dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun di tahun 2021. Kontribusi ekonomi ini meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Riset yang sama juga menemukan bahwa mayoritas konsumen Gojek loyal, bahkan 86% pelanggan tetap terus menggunakan layanan Gojek meskipun tanpa promo.

Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek dalam konferensi pers hari ini mengatakan, “Sejak Gojek lahir 11 tahun lalu, inovasi sudah menjadi bagian dari DNA kami. Kami terus hadirkan inovasi dan teknologi terbaru guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Bahkan di tengah pandemi, kami tidak berhenti menghadirkan solusi untuk membantu masyarakat beradaptasi. Inovasi pada ketiga layanan utama yang kami perkenalkan hari ini pun tidak terlepas dari nilai-nilai tersebut. Kami percaya melalui inovasi, kami bisa terus mempermudah keseharian hidup masyarakat termasuk mendukung jutaan mitra driver dan mitra usaha kami, khususnya pelaku UMKM untuk terus tumbuh meski di tengah pandemi.”

Inovasi GoFood hadirkan pengalaman kuliner terbaik

Sebagai pemimpin pasar layanan online food delivery, GoFood memiliki banyak sekali inovasi untuk memastikan pengalaman kuliner terbaik bagi pelanggan. Salah satu inovasi terkini GoFood yang digemari masyarakat adalah fitur GoFood PLUS dan Order Sekaligus yang terbukti membuat pelanggan semakin setia dan mengandalkan GoFood.

Kedua fitur ini semakin memperkuat posisi GoFood sebagai penyedia layanan pesan-antar makanan yang value for money. GoFood PLUS merupakan paket berlangganan potongan harga langsung untuk bisa bebas menikmati beragam kuliner nikmat dengan harga terjangkau, termasuk diskon ongkos kirim. Fitur ini terus menjadi andalan pelanggan dengan kenaikan jumlah pelanggan GoFood PLUS hampir 5x lipat dari Januari – Juni 2021.

Sementara fitur Order Sekaligus memungkinkan pelanggan memesan makanan/minuman dari banyak resto sekaligus di satu lokasi. Hingga kini, sudah ada 41 lokasi di 7 kota besar termasuk Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Ekspansi lokasi untuk Order Sekaligus ini meningkat 8x sejak diperkenalkan pada September 2020.

Kevin mengatakan, “Tidak hanya memanjakan pelanggan dengan pengalaman kuliner terbaik, GoFood juga mendorong eksposur merchant UMKM lokal melalui teknologi personalisasi data yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan rekomendasi kuliner dari mitra UMKM yang berada di sekitar lokasi pelanggan, sesuai dengan preferensi mereka. Pendekatan hyperlocal ini memberikan merchant UMKM akses yang semakin luas kepada pelanggan sehingga meningkatkan peluang pendapatan mereka.”

Tidak berhenti disitu, GoFood juga mendukung mitra UMKM untuk bisa makin maju dengan melengkapi aplikasi untuk mitra usaha, GoBiz, dengan fitur inovatif BizTips yang berisi berbagai tips sukses mengelola bisnis secara mandiri. Fitur ini efektif dalam membantu para mitra UMKM kuliner untuk mengelola bisnisnya secara lebih baik dan efisien.

Berkat ragam inovasi ini, GoFood terus menjadi platform andalan tidak hanya bagi pelanggan, namun juga bagi para mitra usaha untuk go online dan menumbuhkan usaha mereka di tengah pandemi:

  • Saat ini, sudah ada 1 juta mitra usaha kuliner yang memanfaatkan GoFood, yang 99% diantaranya berskala UMKM.
  • Tercatat 250 ribu mitra usaha baru bergabung di GoFood pada 2020, dan 43% dari mereka adalah pengusaha pemula.
  • Kehadiran GoFood tidak hanya mempermudah pengusaha pemula go-online tetapi juga mendukung pertumbuhan usahanya. Data internal perusahaan menunjukkan pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung ke GoFood pada kuartal dua tahun 2020 tercatat meningkat hingga 7x lipat.

Inovasi layanan transportasi Gojek – pengalaman berkendara yang makin ramah lingkungan & nyaman

Setelah sukses dengan pilot project pertama untuk kendaraan listrik motor dan mobil, kali ini Gojek memperluas rencana pemanfaatan kendaraan listrik melalui uji coba komersial. Gojek bekerjasama dengan Pertamina untuk penerapan skema battery swap pada motor listrik dari Gesit dan Gogoro. Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan, lalu selanjutnya akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan kendaraan listrik sebanyak satu juta kilometer.

Dalam uji coba komersial ini, para pengguna setia Gojek akan dapat memilih layanan kendaraan listrik pada saat menggunakan layanan GoRide, GoFood, GoSend Instant, GoShop, dan GoMart dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan.

“Uji coba komersial kendaraan listrik merupakan perwujudan salah satu komitmen sustainability kami untuk meraih target karbon netral melalui transisi ke kendaraan listrik di ekosistem Gojek pada 2030. Memahami pentingnya membangun ekosistem yang mumpuni, kami akan terus mencari solusi teknologi, infrastruktur pendukung, serta terus menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik dapat berlangsung dengan cepat sekaligus dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan bagi pelanggan dan mitra driver kami. Sebagai bentuk keseriusan kami, Gojek akan membentuk unit usaha independen yang fokus di kendaraan listrik,” ujar Kevin.

Inovasi layanan transportasi terbaru lainnya adalah GoTransit. Gojek dan PT Kereta Commuter Indonesia bekerja sama untuk menjadi yang pertama di dunia dalam mengintegrasikan tiket KRL dengan layanan transport on-demand seperti GoRide dan GoCar. Integrasi ini akan semakin mempermudah masyarakat bepergian. Berdasar data internal, sebagian besar pelanggan memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar untuk menuju dan dari stasiun kereta komuter di Jabodetabek.

Inovasi layanan logistik – perluas jaringan pastikan GoSend jadi andalan pelaku usaha

Inovasi juga diterapkan pada layanan logistik guna memudahkan konsumen melakukan pengiriman barang dan di saat sama mendukung para pelaku bisnis dan social seller untuk bertahan dan tetap tumbuh di masa pandemi.

Salah satunya adalah pengembangan GoSend API (integration application interface), yang mengintegrasikan layanan GoSend dengan platform mitra bisnis sehingga menghadirkan layanan pengiriman yang handal, cepat, dan mudah.

“Penguatan dan pengembangan integrasi API GoSend membuat layanan instant dan same day delivery menjadi pilihan pelaku usaha dan pengguna. GoSend API saat ini sudah dimanfaatkan oleh ribuan partner dan jutaan penjual. Data internal kami mencatat jumlah transaksi dari top partners GoSend seperti platform e-commerce, platform telemedik, meningkat 41% pada H1 2021 dibanding 2020. Pada periode yang sama pengguna layanan GoSend oleh UMKM juga naik dua kali lipat,” ungkap Kevin.

GoSend juga akan segera meluncurkan fitur GoSend Multidrop yang memberi kesempatan bagi para pengguna untuk mengirim beberapa paket sekaligus dengan hanya sekali ambil. Lewat fitur ini, pengguna bisa mengatur paket mana yang harus dikirimkan terlebih dahulu. Agar ongkos kirim lebih hemat sampai dengan 30%, pengguna dapat memanfaatkan fitur rekomendasi urutan pengantaran yang disediakan.

Sekda Subang Buka Pertemuan Koordinasi Program YESS

IMG-20211027-WA0055.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos M.Si menghadiri sekaligus membuka pertemuan koordinasi tingkat Kabupaten program kewirausahaan dan ketenagakerjaan sektor pertanian Youth Enterpreneur and Employment Support Service (Program YESS) di Aula BP4D, Rabu (27/10/2021).

Program YESS merupakan progran yang sangat strategis, dimana program tersebut berusaha untuk mendorong para milenial agar bisa mengembangkan potensi dan kesuksesan di sektor pertanian yang diusung langsung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bersyukur menjadi salah satu Kabupaten terpilih akan program ini karena tidak semua Kabupaten di Jawa Barat mendapatkan program ini, hanya 4 Kabupaten yang ada di Jabar.

Kegiatan ini juga merupakan regenerasi estafet untuk tetap mempertahankan serta meningkatkan kemajuan pertanian di generasi muda juga diharapkan program YESS ini dapat menjadi bagian untuk menekan angka pengangguran hingga 5 tahun ke depan.

Sekda Subang Kang Asep Nuroni yang juga mewakili Bupati Subang memberikan sambutan dan apresiasinya kepada seluruh tim pelaksana program YESS di Kabupaten Subang, dimana program YESS ini diharapkan dapat merubah mindset bahwa bertani bisa dilakukan oleh siapa saja.

“Tidak hanya kalangan orang tua namun juga dapat dilakukan oleh generasi muda tentunya dengan menerapkan berbagai konsep baru demi membangun pertanian di Kabupaten Subang,” katanya.

Dirinya menyampaikan program ini perlu didorong tenaga kerja di sektor pertanian Subang dengan Inovasi, gagasan, dan kreatifitas serta menggerakan kewirausahaan di bidang agrikultur menjadi lebih aktraktif.

Dirinya juga berharap, petani milenial yang mengikuti program YESS agar dapat dibekali kemampuan teknis dalam menganalisa pertanian yang cocok, selanjutnya dapat membuat proposal bisnis di bidang pertanian.

Selain itu, Kang Asep berharap Program YESS dapat di sinergiskan dengan kementerian pertanian dan juga dinas pertanian Kabupaten Subang.

Pada pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) IPB Bogor, Dr. Detia Tri Yunandar, S.P, M.Si , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang Drs. Nenden Setyawati M.Si, Kabid Perencanaan BP4D yang mewakili Kepala BP4D Subang.

Porkab 2021, Perolehan Medali Cabang Taekwondo Merata

872e8e151edc20415407ddbd0241469d.jpg

KBRN,Garut : Ketua Pencab Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo Kabupaten Garut, Arief Nurdin  ‘Bogar’ mengatakan, perolehan medali di cabang taekwondo yang diikuti 8 Kecamatan hampir merata di ajang Porkab 2021 ini.

“Kami mengikutsertakan 93 atlet dari 8 Kecamatan dan perolehan medalinya hampir merata dari masing-masing kecamatan,namun untuk sementara ini masih didominasi oleh Garut Kota dan Samarang untuk perolehan medalinya baik emas, perak maupun perunggu,”kata Arif ditemui di sela pertandingan Taekwondo di SMAN 1 Tarogong Garut,Rabu (27/10/2021).

Menurut Arief,ajang Porkab 2021 ini, merupakan tolak ukur untuk menghadapi even yang lebih tinggi lagi seperti menghadapi Porda Jabar.

“Banyak atlet potensial yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi Porda, bahkan salah seorang atlet taekwondo asal Garut bisa menyumbangkan satu medali emas di PON Papua beberapa waktu lalu,”tuturnya.

Arif berharap, kedepannya baik Pemerintah maupun KONI Garut lebih memperhatikan dari aspek pembinaan dan ketersediaan prasarana penunjangnya.

“Kami dari pencab taekwondo hingga saat ini belum memiliki sarana atau fasilitas arena sendiri dan masih bergabung dengan venue beladiri lainnya,mudah mudahan pemerintah bisa memfasilitasi setiap cabang dengan menyediakan sarana latihan masing masing,”harapnya.

Subang Dapat Penghargaan Peduli Zakat dari Baznas Jawa Barat

IMG-20211027-WA0053.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat beserta pejabat Forkopimda Subang hadir dalam Acara Launching Subang Jawara Zakat bertajuk santunan 1000 Santri Dhuafa dan Baznas Subang Award tahun 2021 di Pendopo Abdul Wahyan, Rabu (27/10/2021)

Subang Jawara Zakat 2021 merupakan program Baznas Subang yang memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya ASN dalam menyalurkan kewajiban Zakat maupun infak dan sodakoh. selain itu dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis santunan kepada 1000 santri dhuafa se Kabupaten Subang.

Dalam Laporannya ketua Pelaksana acara Iteng Sukarya S.Pd.I menyampaikan bahwa pemberian santunan 1000 Santri dhuafa tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan para Muzaki di Kabupaten Subang.

Paket Santunan yang diberikan senilai 500 ribu rupiah/santri berupa Sarung/mukena, Alqur’an dan uang tunai Rp. 300.000,- yang diberikan secara bertahap kepada 1000 Santri hingga bulan Desember 2021.

Sementara itu menurut Ketua Baznas Subang DR. KH. Musyfiq Amarullah, LC, M.Si Sejak dilantik pihaknya telah melaksanakan rekruitment Sumber Daya Manusia membentuk UPZ yang diantaranya yaitu mengangkat 35 staf, membentuk 968 UPZ yang terdiri dari 253 UPZ Desa, 30 UPZ Kecamatan, 15 UPZ Organisasi perangkat Daerah dan 670 UPZ mesjid dan pesantren.

Selain itu telah terbentuk pula lembaga penyaluran Zakat Baznas Subang yaitu Baznas Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB), Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahiq (LPEM) dan Micro Finance Indonesia yang dibentuk sebagai solusi mengatasi keberadaan bank emok.

KH. Musyfiq mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Subang atas dukungannya dalam meningkatkan penerimaan Zakat di Kabupaten Subang melalui Perbu Nomor 25 tahun 2021 terkait kewajiban zakat untuk para PNS dan Surat edaran himbauan kewajiban membayar Zakat untuk Non PNS dan perusahaan di Kabupaten Subang.

Ia menegaskan bahwa Baznas Subang telah berupaya menjalankan kinerjanya dan membuktikan integritasnya dalam menerima, mengelola dan mendistribusikan amanah para Muzaki.

“Dengan di launchingnya Subang jawara Zakat agar memotivasi para PNS dan masyarakat untuk menitipkan dan menyerahkan zakat infak shodakohnya ke baznas Subang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Jawa Barat Drs. Anang Jauharudin M.M.Pd memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan kinerja Baznas Subang dibawah kepemimpinan KH. Musyfiq Amarullah yang semakin meningkat serta peran Kang Jimat sebagai Bupati Subang yang telah menjadi pelopor dalam memberikan keteladanan baik dalam bentuk dukungan perbup dan Kebijakan terkait Zakat juga melalui contoh langsung dengan memberikan gajinya ke baznas.

“Terima kasih sudah menjadi pelopor sebagai satu-satunya bupati di jawa barat yang menyetorkan gajinya ke baznas,” ujarnya

Anang menjelaskan bahwa sebelum menjadi ketua Baznas Jawa Barat ia menjabat sebagai Ketua Baznas Subang dan membenarkan bahwa Kang Jimat sejak pertama kali menjabat menyerahkan gajinya ke Baznas Subang dan dirinyalah yang menerima langsung gaji Bupati.

Dengan keteladanan pimpinan daerah dan pengurus Baznas Subang dirinya mendoakan semoga baznas subang menjadi baznas terbaik di tanah air.

Atas nama pengurus Baznas Jawa Barat dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Subang atas rencana hibah sebesar 1 Milyar Tahun Anggaran 2021 untuk Baznas Subang dan menginformasikan bahwa awal bulan depan akan ada bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Subang berupa bantuan Dapur Nasional sebanyak 3000 paket.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula Penghargaan bupati peduli Zakat dari Baznas Provinsi tahun 2021 kepada kang Jimat. “Hanya bentuk lembaran tapi ini bentuk penghormatan yang luar biasa kepada bupati Subang” ujar anang.

Dalam sambutannya Kang Jimat sapaan akrab orang nomor 1 Subang tersebut mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pengurus Baznas Kabupaten Subang atas Gerakan dan berbagai inovasi baru dalam membangun kesadaran masyarakat Subang khususnya para ASN dalam membayar kewajiban zakat. Dirinya berharap dengan di launchingnya Subang Jawara Zakat akan meningkatkan motivasi masyarakat dan ASN dalam membayar Zakat yang di kelola secara profesional. Dengan semakin profesionalamya pengelolaaan zakat di kabupaten Subang diharapkan akan membantu mengentaskan kemiskinan di kabupaten Subang menuju Subang Jawara.

Kang Jimat turut mengucapkan selamat kepada peraih penghargaan Baznas Subang Award dan berharap agar dapat dijadikan motivasi untuk lebih aktif menjalankan kewajiban membayar zakat.

“Yang terpenting masyarakat dan ASN semangat berzakat dan semoga Subang penuh keberkahan dengan membayar zakat,” tutur Kang Jimat.

Terkait perihal gajinya yang diserahkan ke Baznas Subang Kang Jimat mengatakan dirinya tidak bermaksud apa-apa namun tidak lain karena merasakan betul 47 tahun yang lalu dirinya pernah mendapat santunan dari orang dermawan yang ia coba untuk berbuat hal yang sama. Ia mengatakan tidak dalam keadaan terpaksa dalam memberikan gajinya ke Baznas.

“Saya bukan memberi tapi menabung, saya simpan di baznas saya percaya 100% akan mampu menyalurkan dengan baik sesuai harapan” ucapnya yang menutup sambutannya dengan peresmian Subang Jawara Zakat

“Dengan ucapan bismillahirahmanirrohim launching Subang Jawara Zakat dengan ini saya buka,” katanya.

Berikut adalah daftar penerima penghargaan Baznas Subang Award 2021:
Penghargaan Kategori UPZ OPD Teladan diberikan kepada IRDA subang, BkPSDM dan Setda Subang

Kategori Muzaki Perorangan diberikan kepada Agus Masykur Rosyadi dan Sunengsih serta Kategori Perusahaan Pelopor Zakat diberikan kepada PT. Nawa wijaya kusuma. Sementara itu penghargaan Pelopor Zakat oleh Baznas Kabupaten Subang diberikan kepada H. Ruhimat

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Jawa Barat, Kapolres Subang, Dandim 0605 Subang, Kajari Subang, perwakilan danyonif 312 dan lanud suryadarma, para Asisten Daerah dan kepala bagian sekretariat daerah Subang, kepala perangkat daerah ketua MUI, pengurus Baznas Kabupaten Subang serta secara virtual dihadiri pula oleh Camat dan Santri Se Kabupaten Subang

H. Ruhimat Dianugerahi Penghargaan Bupati Peduli Zakat dari Baznas Jabar

baznas-subang-award.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Bupati Subang H. Ruhimat beserta pejabat Forkopimda Subang hadir dalam Acara Launching Subang Jawara Zakat bertajuk santunan 1000 Santri Dhuafa dan Baznas Subang Award tahun 2021 di Pendopo Abdul Wahyan, Rabu (27/10/2021)

Subang Jawara Zakat 2021 merupakan program Baznas Subang yang memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya ASN dalam menyalurkan kewajiban Zakat maupun infak dan sodakoh. selain itu dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis santunan kepada 1000 santri dhuafa se Kabupaten Subang.

Dalam Laporannya ketua Pelaksana acara Iteng Sukarya S.Pd.I menyampaikan bahwa pemberian santunan 1000 Santri dhuafa tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan para Muzaki di Kabupaten Subang. Paket Santunan yang diberikan senilai 500 ribu rupiah/santri berupa Sarung/mukena, Alqur’an dan uang tunai Rp. 300.000,- yang diberikan secara bertahap kepada 1000 Santri hingga bulan Desember 2021.

Sementara itu menurut Ketua Baznas Subang DR. KH. Musyfiq Amarullah, LC, M.Si Sejak dilantik pihaknya telah melaksanakan rekruitment Sumber Daya Manusia membentuk UPZ yang diantaranya yaitu mengangkat 35 staf, membentuk 968 UPZ yang terdiri dari 253 UPZ Desa, 30 UPZ Kecamatan, 15 UPZ Organisasi perangkat Daerah dan 670 UPZ mesjid dan pesantren. Selain itu telah terbentuk pula Lembaga penyaluran Zakat Baznas Subang yaitu Baznas Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB), Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahiq (LPEM) dan Micro Finance Indonesia yang dibentuk sebagai solusi mengatasi keberadaan bank emok.

KH. Musyfiq mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Subang atas dukungannya dalam meningkatkan penerimaan Zakat di Kabupaten Subang melalui Perbu Nomor 25 tahun 2021 terkait kewajiban zakat untuk para PNS dan Surat edaran himbauan kewajiban membayar Zakat untuk Non PNS dan perusahaan di Kabupaten Subang. Ia menegaskan bahwa Baznas Subang telah berupaya menjalankan kinerjanya dan membuktikan integritasnya dalam menerima, mengelola dan mendistribusikan amanah para Muzaki. Dengan di launchingnya Subang jawara Zakat agar memotivasi para PNS dan masyarakat untuk menitipkan dan menyerahkan zakat infak shodakohnya ke baznas Subang.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Jawa Barat Drs. Anang Jauharudin M.M.Pd memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan kinerja Baznas Subang dibawah kepemimpinan KH. Musyfiq Amarullah yang semakin meningkat serta peran Kang Jimat sebagai Bupati Subang yang telah menjadi pelopor dalam memberikan keteladanan baik dalam bentuk dukungan perbup dan Kebijakan terkait Zakat juga melalui contoh langsung dengan memberikan gajinya ke baznas.

“Terima kasih sudah menjadi pelopor sebagai satu-satunya Bupati di Jawa barat yang menyetorkan gajinya ke Baznas” ujarnya

Anang menjelaskan bahwa sebelum menjadi ketua Baznas Jawa Barat ia menjabat sebagai Ketua Baznas Subang dan membenarkan bahwa Kang Jimat sejak pertama kali menjabat menyerahkan gajinya ke Baznas Subang dan dirinyalah yang menerima langsung gaji Bupati. Dengan keteladanan pimpinan daerah dan pengurus Baznas Subang dirinya mendoakan semoga baznas subang menjadi baznas terbaik di tanah air. Atas nama pengurus Baznas Jawa Barat dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Subang atas rencana hibah sebesar 1 Milyar Tahun Anggaran 2021 untuk Baznas Subang dan menginformasikan bahwa awal bulan depan akan ada bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Subang berupa bantuan Dapur Nasional sebanyak 3000 paket.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula Penghargaan Bupati peduli Zakat dari Baznas Provinsi tahun 2021 kepada kang Jimat.

“Hanya bentuk lembaran tapi ini bentuk penghormatan yang luar biasa kepada bupati Subang” ujar anang.

Dalam sambutannya Kang Jimat sapaan akrab orang nomor 1 Subang tersebut mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pengurus Baznas Kabupaten Subang atas Gerakan dan berbagai inovasi baru dalam membangun kesadaran masyarakat Subang khususnya para ASN dalam membayar kewajiban zakat. Dirinya berharap dengan di launchingnya Subang Jawara Zakat akan meningkatkan motivasi masyarakat dan ASN dalam membayar Zakat yang di kelola secara profesional. Dengan semakin profesionalamya pengelolaaan zakat di kabupaten Subang diharapkan akan membantu mengentaskan kemiskinan di kabupaten Subang menuju Subang Jawara.

Kang Jimat turut mengucapkan selamat kepada peraih penghargaan Baznas Subang Award dan berharap agar dapat dijadikan motivasi untuk lebih aktif menjalankan kewajiban membayar zakat.

“Yang terpenting masyarakat dan ASN semangat berzakat dan semoga Subang penuh keberkahan dengan membayar zakat” tutur Kang Jimat.

Terkait perihal gajinya yang diserahkan ke Baznas Subang Kang Jimat mengatakan dirinya tidak bermaksud apa-apa namun tidak lain karena merasakan betul 47 tahun yang lalu dirinya pernah mendapat santunan dari orang dermawan yang ia coba untuk berbuat hal yang sama. Ia mengatakan tidak dalam keadaan terpaksa dalam memberikan gajinya ke Baznas.

“Saya bukan memberi tapi menabung, saya simpan di baznas saya percaya 100% akan mampu menyalurkan dengan baik sesuai harapan” ucapnya yang menutup sambutannya dengan peresmian Subang Jawara Zakat

“Dengan ucapan bismillahirahmanirrohim launching Subang Jawara Zakat dengan ini saya buka”

Berikut adalah daftar penerima penghargaan Baznas Subang Award 2021:
Penghargaan Kategori UPZ OPD Teladan diberikan kepada IRDA subang, BkPSDM dan Setda Subang
Kategori Muzaki Perorangan diberikan kepada Agus Masykur Rosyadi dan Sunengsih serta Kategori Perusahaan Pelopor Zakat diberikan kepada PT. Nawa wijaya kusuma. Sementara itu penghargaan Pelopor Zakat oleh Baznas Kabupaten Subang diberikan kepada H. Ruhimat

Recent Posts