Beranda blog Halaman 1359

Tebing Longsor Timpa Rumah, 2 Warga Karangjaya Tasikmalaya Terluka Parah

Tebing-Longsor-Timpa-Rumah-2-Warga-Tasikmalaya-Terluka-Parah.jpg

harapanrakyat.com,- Dua warga di Kampung Karangpaninggal, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, terluka parah usai rumah yang mereka tempati, tertimbun material longsor tebing setinggi 7 meter, Rabu (9/11/2022) malam. 

Camat Karangjaya, Kadir membenarkan musibah yang terjadi di wilayahnya.

“Betul telah terjadi tebing longsor dan menimpa rumah warga, sebanyak 3 penghuninya tertimbun longsor, 2 alami luka berat, 1 laginya hanya luka ringan,” ujar Kadir.

Korban kata dia, bernama Rohidin (60), Jemah (50) dan anaknya Elis (17).

“Korban juga tertimpa material rumah yang ambruk hingga alami luka robek dan patah tulang kaki,” katanya.

Baca juga: Identitas Mayat Terborgol di Tasikmalaya Mulai Terkuak, Diduga Warga Pangandaran

Para korban lanjut Kadir, langsung dievakuasi menggunakan tandu kain sarung, karena memang posisi rumah korban ke jalan umum tidak masuk mobil.

“Mereka (korban) kemudian dibawa dengan 1 mobil ambulans dan mobil bak menuju IGD Rumah Sakit Dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.

Menurut Kadir, musibah longsor terjadi akibat hujan lebat mengguyur wilayah kecamatan Karangjaya.

“Saat ini masih ada dua rumah warga lainnya yang terancam longsor susulan, penghuni rumah tersebut sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkas Kadir. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)

Warga Pangandaran, Catat Tanggal dan Cara Pendaftaran PPK dan PPS untuk Pemilu 2024

KPU-Pangandaran-Segera-Buka-Pendaftaran-PPK-dan-PPS-untuk-Pemilu-2024.jpg

harapanrakyat.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan segera membuka pendaftaran untuk Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Calon anggota PPK dan PPS tersebut untuk Pemilu 2024.

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin mengatakan, untuk masyarakat yang berminat menjadi anggota PPK dan PPS segera mulai mempersiapkan dari sekarang.

Sebab, rencananya pendaftaran PPK dan PPS tersebut akan mulai dibuka pada bulan November 2022 ini.

“Untuk PPK rencananya akan pada tanggal 16 November. Sementara PPS akan dibuka mulai tanggal 29 November mendatang. Sedangkan buat jadwal dan juknisnya kita masih menunggu dari KPU RI,” katanya kepada HR Online, Rabu (9/11/2022).

Pendaftaran PPK dan PPS di Pangandaran Segera Dibuka, Simak Syaratnya

Lanjutnya menambahkan, bahwa ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan oleh para calon anggota PPK maupun PPS.

Syarat tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu. Selain itu juga ada dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8/2022.

Adapun syaratnya antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 17 tahun. Kemudian, setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, serta cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

Baca Juga: KPU Pangandaran Verifikasi Faktual Parpol Non Parlemen

Selanjutnya, berintegritas dan pribadi yang kuat, jujur dan adil. Lalu bukan anggota partai politik (parpol) sekurang-kurangnya dalam waktu 5 tahun terakhir.

Selain itu, syarat lainnya adalah berdomisili di wilayah kerja PPK atau PPS, mampu secara jasmani, rohani serta bebas narkoba.

Selanjutnya, pendidikan paling rendah SMA/sederajat. Terakhir, tidak pernah dipenjara berdasarkan putusan pengadilan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun atau lebih. 

Cara Mendaftar

Sementara itu, anggota KPU Pangandaran, Maskuri Sudrajat  mengatakan, pendaftaran PPK dan PPS untuk pemilu 2024 berbeda dengan 2019.

Ia menjelaskan, bahwa perbedaan itu yakni dalam proses rekrutmen badan adhoc. Jadi, bagi para calon yang ingin mendaftar sekarang tidak lagi secara manual. Namun melainkan dengan cara online, yaitu lewat aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA). 

“Kalau dulu para calon anggota PPK dan PPS saat pendaftaran datang ke langsung kantor KPU dengan membawa berkas dan dokumen persyaratan. Tapi sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi. Karena proses pendaftaran melalui aplikasi SIAKBA,” jelasnya Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: KPU Pangandaran Paparkan Sejumlah Tahapan Pemilu 2024

Adapun persyaratannya, yakni para calon harus menyiapkan e KTP, daftar riwayat hidup, ijazah, foto, dan lain sebagainya. Kemudian syarat tersebut diunggah lewat aplikasi SIAKBA.

“Sehingga, pelamar tidak perlu datang ke kantor KPU. Aturan cara pendaftaran anggota PPK dan PPS itu tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 438/2022,” pungkasnya.

Sebagai informasi, KPU Pangandaran untuk pemilu 2024 nanti membutuhkan 50 orang sebagai anggota PPK untuk 10 kecamatan. Kemudian, 279 anggota PPS untuk 93 desa se Kabupaten Pangandaran. (Ceng/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Longsor Tutup Jalan Raya Bangunjaya-Gunungkelir Pangandaran

Longsor-tutup-jalan-raya-Bangunjaya-Gunungkelir.jpg

harapanrakyat.com,- Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tebing setinggi 10 meter longsor dan menutup akses jalan raya Bangunjaya-Gunungkelir Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022).

Hendi warga sekitar mengatakan, longsor yang melanda wilayah Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar mengakibatkan akses jalan raya tertutup material longsor.

“Longsor terjadi sekitar jam 16.00 WIB saat hujan deras, meski begitu untuk kendaraan roda dua masih bisa lewat,” katanya.

Baca Juga: Hujan Deras, Langkaplancar Pangandaran Banjir!

Derasnya hujan dan material longsor yang menutupi saluran air mengakibatkan air hujan masuk ke jalan.

“Air hujan masuk ke jalan karena saluran air tertutup material longsor, sehingga nampak seperti banjir bandang,” imbuhnya.

Meski saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan, namun kondisinya sangat licin, karena raya Bangunjaya-Gunungkelir masih banyak tanah merah yang berada di badan jalan.

“Untuk para pengguna jalan yang ingin melintas daerah tersebut tolong berhati-hati, mengingat kondisi jalan sangat licin,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Hujan Deras, Langkaplancar Pangandaran Banjir!

Langkaplancar-Pangandaran-Banjir.jpg

harapanrakyat.com,- Hujan deras mengakibatkan rumah warga Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran terendam banjir, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: Debit Sungai Citanduy Meluap, Kalipucang Pangandaran Banjir

Suherman salah seorang warga Bangunjaya mengatakan, hujan deras yang terjadi Rabu sore mengakibatkan rumah milik Yatimi kebanjiran. Selain karena hujan, saluran air yang berada di belakang rumah Yatimi mampet.

“Saluran air yang berada tepat di belakang rumah mampet tertutup berbagai sampah yang terbawa arus air,” katanya.

Selain itu, sejumlah kolam ikan pun meluap dan menjadi satu akibat banjir. Sampai berita ini diunggah belum diketahui berapa kerugian akibat kejadian tersebut. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Dishub Kota Banjar akan Pasang ATCS di 5 Lokasi Ini

Dishub-Kota-Banjar-akan-Pasang-ATCS-di-5-Lokasi-Ini.jpg

harapanrakyat.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, Jawa Barat, rencananya akan pasang ATCS atau Area Traffic Control Sistem di sejumlah traffic light titik ruas jalan kota.

Sehingga, dengan adanya ATCS tersebut, maka aktivitas pengendara pun bakal terpantau langsung.

Plt Kepala Dishub Kota Banjar, Eddy Nur Djaman, melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan, Fera Meda Pratama mengatakan, saat ini pemasangan ATCS tersebut sedang dalam proses pengerjaan.

Nantinya, terdapat lima titik lokasi strategis di ruas jalan kota yang akan dilakukan pemasangan. Adapun lima titik tersebut antara lain simpang 4 alun-alun kota Banjar.

Baca Juga: Uji Petik Sisir Kawasan Parkir, Dishub Kota Banjar Temukan Kebocoran Setoran

Kemudian, untuk lokasi yang lain yaitu simpang 4 Tanjungsukur, simpang 3 Gardu, simpang 3 jembatan baru dan simpang 4 Langensari. Selain itu juga pemasangan kamera pengawas CCTV di semua ruas jalan kota.

“Sekarang baru dalam proses pengerjaan, termasuk pemasangan kamera CCTV,” kata Fera kepada harapanrakyat.com, Rabu (9/11/2022).

Pasang ATCS, Ini Penjelasan Dishub Kota Banjar tentang Fungsinya

Lanjutnya menjelaskan, bahwa fungsi ATCS tersebut yaitu untuk memudahkan petugas dalam melakukan pengaturan traffic light.

Sehingga, nantinya untuk pengaturan itu, petugas tidak lagi ke lapangan. “Akan tetapi, cukup memantau menggunakan sistem di kantor,” jelasnya.

Menurutnya, ATCS ini berbeda dengan sistem Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang sekarang sudah berjalan. Bedanya, ketika ada perbaikan atau pengaturan durasi lampu traffic light, maka petugas harus langsung ke lapangan.

Baca Juga: Rencana Perbaikan Jembatan Parungsari, Dishub Banjar Hanya Dapat Pemberitahuan 

Selain itu, lanjutnya, dengan pemasangan sistem ATCS tersebut, maka pihaknya juga bisa memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Seperti, terdapat pengendara yang melanggar lalu lintas maupun informasi lainnya.

Ia memberikan contoh, misalnya ada pengendara yang tidak mengenakan helm. Melalui speaker yang terpasang dalam sistem ATCS tersebut, maka petugas operator dapat mengingatkan kewajiban yang harus pengendara lakukan.

“Kalau APILL itu masih konvensional. Tapi kalau dengan ATCS sistem kerjanya nanti jadi lebih mudah. Alat itu juga dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” terang Fera.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa untuk pengadaan ATCS, merupakan bantuan dari pemerintah provinsi (Banprov), yang diajukan oleh pemerintah kota pada tahun 2022.

Sejauh ini, kata Fera, untuk pemasangan ATCS saat ini masih dalam proses pengerjaan. Sebab menurutnya, proses lelang baru selesai pada akhir bulan Oktober lalu.

“Pengerjaan pemasangan ATCS masih berlangsung. Cuma untuk realisasi anggaran sebesar Rp 7 miliar belum ada. Karena itu bantuan dari provinsi, maka anggarannya juga masih di provinsi,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Epson: Perhatian Global Berfokus pada Perubahan Iklim Orang Bertindak untuk Mencegah Bencana?

Climate-Reality-Barometer_no-logo_11zon_page-0001.jpg

review1st.com – Di seluruh dunia, orang-orang meningkatkan upaya-nya untuk mencegah perubahan iklim, menurut temuan terbaru dari Climate Reality Barometer kedua dari Epson.

Penelitian dari pemimpin teknologi global menunjukkan bahwa untuk sementara ekonomi dunia terbukti menjadi gangguan dari upaya untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, perubahan iklim tetap menjadi perhatian utama bagi banyak orang.

Terlepas dari setahun dampak iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa orang-orang semakin optimis bahwa bencana iklim dapat dihindari dalam hidup mereka.

Namun, data juga menunjukkan, bahwa terdapat variasi yang signifikan dalam tingkat kepercayaan, yang didorong oleh faktor-faktor seperti ekonomi dan usia.

Optimisme – dipengaruhi oleh ekonomi dan usia?

Tidak mengherankan, masalah keuangan langsung menjadi perhatian utama masyarakat. Sementara “memperbaiki ekonomi” (22%) dan “kenaikan harga” (21%) berada di urutan teratas dalam daftar prioritas responden, perubahan iklim menempati urutan ketiga yang sangat dekat (20%).

Terlepas dari penurunan ekonomi global, konflik, dan tagihan energi yang melonjak, krisis iklim tetap menjadi perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Namun, kekhawatiran iklim tidak mengarah pada pesimisme. Sebelum COP 26 pada November 2021, 46% responden global optimis bahwa bencana iklim dapat dihindari dalam seumur hidup.

Saat dunia bersiap untuk COP27 di Mesir tahun ini, optimisme telah meningkat menjadi lebih dari 48%.

Ini terjadi terlepas dari dampak perubahan iklim yang disaksikan selama setahun terakhir, menunjukkan ‘defisit realitas’ pada orang-orang yang berpotensi salah dalam memahami dampak perubahan iklim di masa depan untuk dunia.

Menelusuri lebih jauh, jelas bahwa rata-rata global menutupi variasi regional yang mengejutkan dalam tingkat kepercayaan.

Optimisme lebih rendah di sebagian besar negara maju, misalnya, daripada di negara berkembang.??

  • Masing-masing negara anggota G7 semua mencatat tingkat optimisme secara signifikan di bawah rata-rata global 48%: Kanada (36,6%); Prancis (22,5%); Jerman (23,8%); Italia (25,2%); Jepang (10,4%); Inggris (28,4%); dan AS (39,4%).?
  • Ekonomi yang berkembang pesat dan tumbuh cepat mencatat tingkat optimisme iklim secara signifikan di atas rata-rata global: China (76,2%); India (78,3%); Indonesia (62,6%); Kenya (76%); Meksiko (66%); dan Filipina (71,9%).?

Temuan juga menunjukkan bahwa usia merupakan faktor, dengan rentang usia tertua dan termuda paling peduli tentang perubahan iklim.

Mereka yang berusia 55 tahun ke atas adalah satu-satunya kelompok yang mengutip perubahan iklim sebagai masalah global yang paling mendesak (22,2%), sedangkan kelompok 16 hingga 24 adalah satu-satunya yang menempatkannya di peringkat kedua (19,3%) – semua rentang usia lainnya menempatkannya di peringkat ketiga.?

Yasunori Ogawa, presiden global Epson, berkomentar: “Tujuan perusahaan Epson berfokus pada peningkatan kehidupan dan planet ini, dan kami akan mencurahkan sumber daya yang signifikan untuk mencapai hal ini.

Saat dunia berkumpul untuk COP27, Barometer Realitas Iklim kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberdayakan perubahan transformasional. 

“Kami berharap wawasan mengenai Barometer ini akan membantu pemerintah, industri, dan individu untuk meningkatkan upaya mereka dalam mencegah bencana iklim.

“Meskipun kami tahu jalan masih panjang, kami percaya kami dapat membangun masa depan yang lebih baik jika kami bekerja sama dan bertindak sekarang.”?? 

Realitas, pengaruh, dan tindakan?

Meningkatnya optimisme global tampaknya bertentangan dengan realitas iklim. Pada tahun 2022, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengumumkan bahwa “Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia menyebabkan gangguan yang berbahaya dan meluas di alam dan mepengaruhi kehidupan miliaran orang di seluruh dunia….”?

Tahun ini saja, gangguan telah mencakup peristiwa iklim yang merugikan di setiap benua, termasuk: ‘kekeringan besar’ selama beberapa dekade di Afrika dan Amerika Selatan; pemanasan cepat di Arktik dan Antartika; banjir mematikan di Asia dan Australasia; suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Eropa; dan danau yang lenyap di Amerika Utara.?

Ilmuwan lingkungan dan Co-CEO Change by Degrees, Dr Tara Shine, mengatakan: “Kenyataan pahitnya adalah bahwa tujuh tahun terakhir telah menjadi yang terhangat dalam catatan dan kami menghadapi risiko nyata melewati batas suhu yang aman.

“Namun survei ini menunjukkan bahwa orang-orang di seluruh dunia tetap berharap bahwa tindakan mereka bersama dengan tindakan pemerintah dan perusahaan dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

“Tantangan langsung yang dihadapi ekonomi di seluruh dunia, termasuk kenaikan harga energi dan pangan, adalah penyebab dan gejala perubahan iklim.

“Perencanaan untuk jangka panjang dan memungkinkan orang untuk mengambil tindakan iklim sekarang adalah tindakan paling kuat yang dapat dilakukan negara-negara untuk mempertahankan optimisme iklim, mengurangi polusi karbon, dan membangun ketahanan terhadap dampak iklim.”

Optimisme yang tidak memenuhi syarat mungkin dipandang sebagai angan-angan, tetapi temuan Epson menunjukkan bahwa responden mengakui dampak perubahan iklim.

Lebih dari delapan dari 10 orang (80,2%) mengutip bukti dari mata mereka sendiri – menyaksikan perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari mereka – sebagai faktor paling berpengaruh dalam membangun kesadaran. Pengaruh informasi iklim penting lainnya meliputi:?

• 75,7% mengutip tindakan dan/atau kampanye pemerintah 

• 75% mengutip berita online dan offline 

• 74.2% mengutip media sosial 

• 64,8% mengutip kampanye bisnis atau komunitas 

• 64% mengutip konferensi COP 

Tampaknya, pada tahun 2022, optimisme tidak mengarah pada rasa kepuasan diri, melainkan memacu orang untuk bertindak. Antara tahun 2021 dan 2022, jumlah responden yang memiliki, atau berencana untuk:??

• Dengan berjalan kaki dan/atau bersepeda lebih banyak telah tumbuh dari 83,7% menjadi 87,2% – 31,8% telah melakukannya selama lebih dari setahun??

• Perubahan ke energi terbarukan telah tumbuh dari 78,2% menjadi 82,4% – 18,6% telah melakukannya selama lebih dari setahun?

• Mengurangi perjalanan bisnis dan liburan internasional telah tumbuh dari 65,1% menjadi 68,2% – 23% telah melakukannya selama lebih dari setahun?

• Beralih ke kendaraan listrik telah tumbuh dari 68% menjadi 72,7% – 10,6% telah melakukannya selama lebih dari setahun?

• Mengadopsi pola makan nabati telah tumbuh dari 67,6% menjadi 68,9% – 16,5% telah melakukannya selama lebih dari setahun??

Sementara tindakan individu meningkat, jelas bahwa lebih banyak yang perlu dilakukan. Pemerintah perlu mengatur keberlanjutan, bisnis perlu mengembangkan kebijakan dan teknologi berkelanjutan, dan individu perlu mempercepat perubahan gaya hidup – jika dunia ingin memenuhi target perubahan iklim dan menghindari perubahan yang tidak dapat diubah.  

Direktur keberlanjutan Epson Europe, Henning Ohlsson, mengatakan: “Kami memiliki tanggung jawab kepada generasi muda untuk memastikan bahwa kami meninggalkan planet ini adalah keadaan yang lebih baik setelah beberapa decade mengalami kerusakan.” 

“Tidak ada satu proses solusi untuk masalah ini, kita semua harus berperan. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat semua harus bekerja sama untuk mencegah bencana ini.

“Sebagai pemimpin teknologi global, tugas kami adalah memfokuskan kembali upaya kami pada pengembangan solusi yang akan membantu mengurangi dampak lingkungan dari produk kami.

“Dengan bekerja sama dan menemukan solusi, secara kolektif kita semua dapat menginspirasi tindakan dan membawa perubahan.”  

Wabup Agus Masykur : TMMD Sangat Membantu Masyarakat dan Pemkab Subang

IMG-20221109-WA0227.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi sangat mengapresiasi hadirnya TNI Manunggal Membangun Desa di desa Jalupang Kecamatan Kalijati, yang berakhir hari ini Rabu (9/11/2022).

TMMD ke-115 Tahun 2022  resmi ditutup dengan digelarnya upacara penutupan yang dipimpin oleh Inspektorat Kodam (Irdam) III/ SLW Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman di Lapangan Desa Jalupang Kalijati.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur, menyatakan, sinergi antara Kodim tersebut agar bisa selalu diwujudkan dan dilanjutkan secara terus menerus dalam berbagai hal.

Agus Masykur juga mengapresiasi seluruh pihak, sehingga kegiatan TMMD ke-115 di Desa Jalupang dapat selesai dengan baik.

“Dengan adanya program TMMD ini, sangat membantu masyarakat termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.” ujar Agus Masykur

Hadir dalam upacara penutupan itu, hadir juga Dan Lanud Suryadarma Marsma TNI Tarjoni, Danrem 063/SGN Kolonel Inf Dany Rakca serta Kapolres Subang AKBP Sumarni.***(Harry)

Tutup TMMD Di Desa Jalupang, Irdam III/Siliwangi : TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI

IMG-20221109-WA0198.jpg

Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke-115 Tahun 2022 telah dilaksanakan dan resmi ditutup dengan digelarnya upacara penutupan yang dipimpin oleh Inspektorat Kodam (Irdam) III/ SLW Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman di Lapangan Sepakbola, Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati.

Dalam upacara penutupan ini dilakukan penandatanganan dan menyerahkan hasil program TMMD ke-115 Tahun 2022 oleh Dandim 0605 Subang, Letkol Inf. Bambang Raditya kepada Wakil Bupati Agus Masykur.

Program TMMD ke-115 Tahun 2022 dilaksanakan di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati. Selama sebulan terakhir ini telah dilakukan dan telah diserahterimakan serta diterima oleh Wakil Bupati.

Menurut Irdam III/SLW Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman, tujuan dari TMMD ini, adalah sinergi TNI dengan Pemerintah Daerah, membantu pemerintah daerah untuk membangun seluruh infrastruktur yang ada di wilayah masing-masing terutama di wilayah yang memerlukan pembangunan.

“TMMD merupakan bentuk sinergitas TNI dan masyarakat untuk mendukung serta membantu masyarakat menyelesaikan tahapan-tahapan kegiatan pembangunan, terutama di daerah yang tertinggal.” ungkap Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman.

Irdam III/SLW Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman menambahkan pembangunan yang dilakukan lewat TMMD ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat asal terus dirawat.

 

Livery Khusus KTT G20 di Wuling Air EV yang Unik

air-ev-g20-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, Denpasar – Ajang KTT G20 yang akan digelar pada bulan November ini menjadi momen bagi pabrikan mobil dan motor untuk mempromosikan kendaraan listriknya seperti Wuling Motors. Tidak hanya menyediakan 300 unit Wuling Air ev, tapi mereka juga memberikan livery khusus bagi mobil yang akan digunakan untuk menyambut para delegasi anggota G20 serta organisasi internasional ini.

Terdapat dua rancangan berbeda yang menghiasi mobil listrik berukuran compact ini. Keduanya mengusung maknanya masing-masing namun didominasi sentuhan Indonesia yang kental sebagai presidensi dari KTT G20 kali ini.

“Rasa bangga dan komitmen kami untuk mendukung berlangsungnya KTT G20 ditunjukkan juga melalui desain livery pada 300 unit Air ev sebagai official car partner. Setiap rancangan visual pada kendaraan listrik ini melambangkan persatuan dalam keberagaman Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan internasional ini. Serta visi global untuk masa depan yang lebih bersih demi kehidupan yang lebih baik,” jelas Dian Asmahani, Brand and Marketing Director Wuling Motors.

Baca juga: Wuling Berikan Pelatihan untuk Pengemudi Air EV Pada KTT G20

livery khusus air ev g20

Desain pertama untuk stiker yang melekat sebagai identitas Official Car Partner KTT G20 pada Air ev diambil dari gaya batik Megamendung. Pola kerajinan batik yang berasal dari Cirebon ini dipadankan dengan sentuhan spektrum warna merah dan oranye pada bagian body mobil serta beberapa pola awan pada bagian depan.

Filosofi di balik motif awan ini salah satunya adalah kebebasan, bersahabat, dan ketenangan. Hal tersebut sejalan dengan makna dari nama Air ev yang diambil dari bahasa Inggris bermakna udara yang bergerak bebas.

Selain motif Megamendung, Wuling Air ev yang bertugas sebagai official car partner G20 juga mendapatkan sentuhan yang melambangkan keberagaman di Indonesia.

Baca juga: Impresi Berkendara Wuling Almaz Hybrid, Beneran Irit?

livery khusus air ev g20

Tampak dari siluet beberapa bangunan ikonik di Tanah Air seperti Monumen Nasional (Monas), kompleks candi Prambanan, hingga Pura Penataran Agung Lempuyang. Hal ini melambangkan keberagaman yang bersatu. Selain itu, terdapat juga tulisan ‘Shaping Clean Tomorrow’ sebagai semangat menuju masa depan yang lebih bersih.

Pada bagian belakang, kedua desain tersebut memiliki pola dan warna yang berbeda namun dengan sentuhan tulisan yang serupa.

livery air ev g20

Pertama, terdapat kalimat ‘Together For The Sustainable Future’ yang bermakna Wuling melalui Air ev memberikan solusi mobilitas yang ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Terdapat juga kalimat ‘Made in Indonesia’ yang menegaskan bahwa setiap Air ev yang digunakan di KTT G20 dibuat di fasilitas pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat oleh anak bangsa.

Menerapkan Kaulinan Lembur, Cara KCD Pendidikan XIII Jabar Tangkal Siswa Ketergantungan Gadget

KCD-Pendidikan-Jabar.jpg

harapanrakyat.com,- Menerapkan kaulinan lembur di setiap sekolah menjadi salah satu cara Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat, dalam upaya mencegah siswa agar terhindar dari ketergantungan terhadap gadget.

Saat ini siswa sangat bergantung pada gadget. Hal itu seiring dengan kemajuan dunia teknologi yang kian pesat dan imbas pandemi Covid-19.

Satu sisi kemajuan teknologi menawarkan berbagai kemudahan melalui perangkat gadget. Namun, pada sisi lainnya ada potensi yang bisa membuat karakter siswa berubah, hingga melakukan tindakan negatif.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, KCD Pendidikan Wilayah XIII Jabar menerapkan kaulinan lembur/permainan tradisional di setiap sekolah.

Para siswa pun didorong untuk menguasai kaulinan lembur supaya terhindar dari ketergantungan perangkat berupa gadget.

Menerapkan Kaulinan Lembur Melalui Festival Egrang

Baca Juga: Pendidikan Karakter Bangsa Harus Jadi Prioritas Pemerintah

KCD Pendidikan Wilayah XIII Jabar pada bulan Oktober kemarin menggelar Festival Egrang tingkat SMA/SMK. Pesertanya siswa perwakilan SMA/SMK dari tiga daerah, yaitu Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Berkat kolaborasi kaulinan lembur dan seni budaya, kegiatan tersebut menorehkan rekor ORI (Original Rekor Indonesia) dengan peserta Festival Egrang terbanyak.

Kepala KCD Wilayah XIII Jabar, Hendra mengatakan, dalam Festival Egrang yang digelar pihaknya itu melibatkan sekitar 1.000 lebih siswa. Kegiatannya berlangsung di Lapangan Situs Astana Gede Kabupaten Ciamis.

“Pada saat Festival Egrang, saya lihat semua siswa fokus mengikuti permainan tersebut. Bahkan sebelum acara mulai mereka semua terlihat berlatih,” kata Hendra.

Jadi, tak ada siswa satu pun yang hanya berdiam dan cuma bermain gadget. Dari kegiatan inilah, Hendra sebagai Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII Jabar, optimis bisa membuktikan kaulinan lembur sangat efektif untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget.

Hendra juga menjelaskan, penerapan kaulinan lembur ini menjadi salah satu cara sekolah di Jawa Barat dalam penguatan pendidikan karakter bangsa.

“Kaulinan lembur ini kalau di Kabupaten Ciamis bernama egrang. Untuk membangun karakter siswa, kaulinan ini bisa menjadi sarana bagi setiap sekolah yang ada di Jawa Barat,” ujar Hendra.

Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Akhir Tahun 2022 untuk SD hingga SMA

Kaulinan Lembur Masuk Kurikulum Pendidikan

Dengan penerapan kaulinan lembur dalam upaya pembentukan karakter, pihaknya berharap siswa tidak hanya cerdas dan pintar saja. Tetapi mereka juga mengetahui dan menguasai budaya lokal Jawa Barat.

Oleh karena itulah, kaulinan lembur masuk kurikulum pendidikan melalui muatan lokal dalam jam pelajaran. Sehingga langkah yang pihaknya lakukan ini menjadi masif dan lebih terarah.

“Terpenting kaulinan lembur yang masuk muatan lokal itu menunjukan sikap yang selaras dengan Pancasila. Dalam hal ini siswa menunjukan sikap gotong royongnya. Baik permainan egrang maupun permainan tradisional lainnya,” jelas Hendra.

Sementara itu Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi menyebutkan bahwa, kearifan lokal perlu dilestarikan. Pihaknya setuju jika setiap KCD mengajak siswa-siswinya melestarikan permainan tradisional/kaulinan lembur.

Karena Disdik Prov Jabar sendiri punya program tematik bagi sekolah. Program tersebut memiliki tagline berbeda setiap harinya.

Baca Juga: Cegah Perundungan, SMK PK Al Ikhlas Susuru Ciamis Gelar Roots Day

Festival Egrang Selaras dengan Program Jabar Masagi

Dedi Supandi juga mengatakan, Festival Egrang menjadi salah satu upaya KCD Pendidikan Wilayah XIII dalam membentuk karakter siswa.

Kegiatan tersebut juga selaras dengan program Jabar Masagi Disdik Prov Jabar, yakni membentuk karakter anak.

Menurut Dedi, menerapkan kaulinan lembur dalam kurikulum pelajaran maupun ekstrakurikuler sekolah. Supaya para siswa, khususnya sekolah lingkup KCD Pendidikan Wilayah XIII Jabar, mempunyai karakter yang baik.

“Yang biasanya ketergantungan bermain handphone, maka dengan upaya tersebut anak itu menjadi lebih senang berbudaya. Sehingga kearifan lokal, khususnya budaya Sunda bisa dilestarikan,” pungkas Dedi Supendi. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

Recent Posts