Beranda Berita Subang Harga Minyak Goreng di Subang Melonjak, Bulog Siap Operasi Pasar

Harga Minyak Goreng di Subang Melonjak, Bulog Siap Operasi Pasar

Harga minyak goreng di Subang
Oplus_16908288

suarasubang.comHarga minyak goreng di Subang, khususnya jenis curah, terpantau mengalami lonjakan harga yang sangat tajam saat ini. Sekarang, harga komoditas pokok tersebut telah menyentuh angka Rp27.000 per kilogram di pasar tradisional. Kenaikan yang mencapai Rp5.000 ini tentu memicu berbagai keluhan dari masyarakat serta para pelaku UMKM.

Faktor Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng di Subang

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Subang, M. Irwan Ahdiat, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan harga CPO global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah. Selain itu, terbatasnya pasokan Minyakita di lapangan juga turut memicu kelangkaan barang secara signifikan.

BACA JUGA:  PT SHSJ Salurkan Paket Sembako untuk Warga Cibogo Jelang Lebaran

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kenaikan harga pada bahan baku kemasan plastik bagi para produsen. Oleh karena itu, akumulasi dari berbagai masalah global dan lokal ini membuat stabilitas harga pangan menjadi terganggu. Pemerintah daerah kini terus memantau pergerakan harga agar tidak semakin membebani ekonomi warga Subang.

Dampak Bagi Pedagang dan Rencana Operasi Pasar

Melambungnya harga ini memberikan dampak yang sangat nyata bagi keberlangsungan sektor kuliner lokal. Sebagai contoh, seorang pedagang gorengan bernama Adnan mengaku terpaksa menaikkan harga jualannya demi menghindari kerugian besar. Ia sangat berharap agar pemerintah segera melakukan intervensi nyata melalui penyaluran minyak goreng murah.

BACA JUGA:  Bingkisan Lebaran PT Dahana: Pererat Silaturahmi dengan 1.500 Warga Subang

Menanggapi situasi tersebut, Pimpinan Cabang Bulog Subang, Laswenri, menyatakan kesiapannya untuk segera menggelar operasi pasar khusus. Pihaknya akan menyalurkan stok Minyakita sesuai dengan instruksi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk menstabilkan harga kembali ke level yang lebih terjangkau oleh masyarakat.

Upaya Menstabilkan Harga Sesuai Ketentuan Pemerintah

Berdasarkan ketentuan resmi, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk Minyakita tetap dipatok pada angka Rp15.700 per liter. Oleh sebab itu, seluruh jajaran Bulog di daerah diminta untuk segera bergerak cepat guna mengatasi kelangkaan. Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap beban pengeluaran harian masyarakat dapat segera berkurang secara bertahap.

BACA JUGA:  Review Florawisata D'Castello di 2026, Mau Berkunjung?

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan selama masa penyesuaian harga ini. Kerja sama antara pemerintah dan warga sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasar tetap stabil. Terakhir, pemantauan rutin akan terus dilakukan guna memastikan tidak ada pihak yang menjual Minyakita di atas batas HET.