suarasubang.com — Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Subang tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (20/4/2026). Agenda besar ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kesiapan akademik sekaligus mental para siswa didik. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para siswa lebih siap menghadapi transisi sistem ujian yang kini mulai beralih ke basis digital secara menyeluruh.
Antusiasme dari berbagai satuan pendidikan di wilayah ini terpantau sangat tinggi dalam mengikuti jadwal simulasi tersebut. Tercatat sebanyak 23.482 siswa dari 127 SD negeri maupun swasta turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Oleh karena itu, besarnya jumlah peserta ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya adaptasi teknologi dalam pendidikan sudah merata di seluruh wilayah Subang.
Simulasi Strategis untuk Penguatan Literasi Digital
Kepala Bidang Pembinaan SD, Apud Setiwan, menegaskan bahwa TKA tahun ini bukan hanya sekadar agenda ujian rutin tahunan. Sebaliknya, program ini berfungsi sebagai simulasi krusial bagi siswa agar mereka memiliki gambaran teknis mengenai model soal yang akan dihadapi nanti. Selain itu, pengalaman langsung menggunakan perangkat digital akan membantu mengurangi rasa gugup siswa saat pelaksanaan ujian yang sesungguhnya.
Fokus utama dari kegiatan ini memang terletak pada pembiasaan siswa terhadap penggunaan teknologi informasi di dalam kelas. Menurut Apud, tantangan terbesar bagi anak didik saat ini bukan hanya terletak pada penguasaan materi pelajaran semata. Namun, mereka juga harus mampu beradaptasi dengan perangkat layar serta menjaga stabilitas mental saat mengerjakan soal secara digital.
Evaluasi Teknis dan Kesiapan Infrastruktur Sekolah
Selain menguji kemampuan siswa, agenda TKA ini berperan sebagai instrumen evaluasi bagi kesiapan infrastruktur di setiap sekolah. Pihak Disdikbud Subang ingin memastikan bahwa seluruh perangkat teknis dan jaringan internet di 127 sekolah sudah siap beroperasi maksimal. Dengan demikian, segala potensi hambatan teknis dapat dideteksi dan diperbaiki lebih awal sebelum ujian akhir benar-benar dilaksanakan.
Disdikbud berkomitmen untuk terus memantau jalannya simulasi agar standar kualitas pendidikan digital tetap terjaga dengan baik. Hingga saat berita ini diturunkan, seluruh proses pelaksanaan TKA di berbagai titik dilaporkan berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala yang berarti. Keberhasilan awal ini memberikan sinyal positif bagi masa depan digitalisasi pendidikan dasar yang merata di seluruh Kabupaten Subang.








