Beranda blog Halaman 1207

IOH Mencatatkan Penggunaan Data Tertinggi pada Tahun Baru 2023

INOC_copy_800x535.jpg

review1st.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil melayani kebutuhan telekomunikasi digital pelanggan di momen pergantian tahun baru 2023. Peningkatan lalu lintas data pelanggan tertinggi terjadi pada 1 Januari 2023 yang mencapai 16% dibandingkan hari normal.

IOH berhasil mengantisipasi lonjakan traffic tersebut dan memberikan pengalaman pelanggan terbaik pada libur Natal dan Tahun Baru dengan peningkatan kapasitas yang dilakukan dalam menyambut momen-momen besar serta pengawasan intensif yang dilakukan melalui command center IOH.

SVP-Head of Network Operations Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan,“IOH mencatat peningkatan traffic data yang disebabkan oleh penggunaan aplikasi berbasis video seperti WhatsApp, YouTube, Instagram, TitTok, dan Facebook yang paling banyak digunakan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kami sangat menghargai kepercayaan 100 juta pelanggan kami, dan kami senang dapat memberikan pengalaman digital terbaik kepada mereka di tengah tingginya kebutuhan pada periode liburan tersebut.”

Peningkatan trafik data yang cukup signifikan terlihat di beberapa kota di Pulau Jawa seperti Bodetabek, Sukabumi, Serang, dan Lamongan.

Trafik data juga tercatat naik cukup tinggi di beberapa kota lainnya di luar Pulau Jawa, diantaranya di Gowa, Bone Gorontalo dan juga Binjai Kabanjahe.

Beberapa aktivitas peningkatan kualitas jaringan dan fisik terpusat telah dilakukan untuk memastikan pelanggan menikmati pengalaman digital terbaik.

Untuk menjaga performa jaringan IOH, tim internal dan mitra di lapangan selalu siaga untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.  

Cerita Bupati Pangandaran Lawan Kemaksiatan dengan Gaya Kepemimpinan Gatotkaca

IMG_20230104_084109_Kcd1UByO5c_CeNcF9aY8c.jpeg

harapanrakyat.com,- Kisruh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan warganya berakhir damai. Namun gaya kepemimpinan Bupati Pangandaran dalam melawan kemaksiatan di Pangandaran dengan emosi tentunya jadi sorotan.

Sebelumnya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata adu mulut dan nyaris adu jotos dengan warganya. Hal itu dilatarbelakangi pencabutan segel penutupan tempat hiburan malam yang disinyalir jadi tempat maksiat.

Bupati Pangandaran pun meminta maaf atas emosi yang ia luapkan. Namun Jeje menjelaskan merupakan hal prinsip menutup tempat hiburan malam dan warung remang-remang. Jeje mengaku akan lebih tegas lagi dalam menutup tempat hiburan malam, bahkan tak hanya segel stiker tapi akan memasang palang penutupan.

“Kita serius untuk itu, besok mungkin kita pasang palang dan rencananya Kamis depan kita janji kepada para ulama mengundang mereka,” kata Jeje Wiradinata.

Bupati Pangandaran mengatakan melawan kemaksiatan harus dengan gaya kepemimpinan Gatotkaca atau Bima yang tegas.

“kalau soal marah-marah itu kan saya Bupatinya, menghadapinya pun harus memakai pola Gatotkaca atau Bima masa dengan pola Arjuna,” ungkapnya.

Menurut Jeje, hal prinsip melawan dan menghentikan kemaksiatan yang ada di Kabupaten Pangandaran. Jeje pun bersyukur dengan banyaknya dukungan dari masyarakat dan pihak lainnya.

Baca Juga: Babak Baru Cekcok Bupati Pangandaran dengan Warganya, Lanjut atau Damai?

“Artinya itu sangat berarti, mereka berharap wisata berkembang tetapi sesuai visi misi Pangandaran Juara,” ungkap Jeje Wiradinata.

Jeje Wiradinata menyebut bukan hanya wisata saja yang maju dan berkembang. Namun masyarakat pun menginginkan kemajuan wisata itu beriringan dengan menjaga moral, etika dan agama.

“Sesuai dengan visi misi Pangandaran Juara wisata berkelas dunia yang mempunyai nilai karakter bangsa. Wisatanya berkembang, tetap moral, etika, dan agama tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebelumnya, terjadi cekcok antara Bupati Pangandaran dengan salah seorang warga gegara penyobekan segel striker penutupan tempat hiburan malam (warung remang-remang). Bahkan Bupati Pangandaran sampai dilaporkan ke pihak polisian oleh warga yang bersangkutan. Namun laporan tersebut dicabut dan keduanya berdamai. (Madlani/R9/HR-Online)

Restoran Steak di Tasikmalaya, Maxwell Hingga Woody Kitchen

Restoran-Steak-di-Tasikmalaya.jpeg

Restoran steak di Kota Tasikmalaya memiliki cukup banyak peminat baik dari warga lokal maupun kalangan wisatawan. Oleh karena itu, keberadaannya sering menjadi tempat yang cocok untuk acara makan malam.

Beberapa restoran ini menyajikan steak premium dengan tingkat kematangan sesuai permintaan pelanggan. Mulai dari rare, medium rare, hingga well done bisa dibuat sesuai request.

Daging sapi dan ayam yang menjadi bahan utamanya pun merupakan daging berkualitas sehingga menghasilkan tekstur empuk.

Baca Juga: Cafe Mewah di Kota Tasikmalaya, Bukan Kaleng-Kaleng

Selain itu, dekorasi restoran steak di Kota Tasikmalaya benar-benar memanjakan tamu. Setiap detail pada bangunan menunjukkan nilai seni dari karya arsitektur.

Tamu yang menghabiskan waktu di tempat-tempat ini akan merasa seperti bangsawan Eropa berkat pelayanan, kualitas masakan, dan tata ruang yang sempurna.

Inilah 5 Restoran Steak di Kota Tasikmalaya

Untuk Anda yang sedang mencari restoran steak terbaik di Kota Tasikmalaya, berikut ini ada beberapa rekomendasi teratas untuk dikunjungi.

Maxwell Cafe & Resto

Beralamat di Jalan Veteran nomor 89, Maxwell Cafe & Resto merupakan restoran steak di Kota Tasikmalaya dengan pemandangan terbaik.

Pengunjung bisa memilih tempat duduk di area indoor atau outdoor, keduanya sama-sama nyaman untuk berbincang. Di area balkon terdapat kursi kayu jati dengan pepohonan yang rindang, sehingga udara terasa sejuk.

Budget untuk makan di Maxwell Cafe & Resto sekitar Rp 50.000 – Rp 150.000 per orang. Meki harganya terbilang mahal, namun steak yang disajikan benar-benar sepadan.

Baca Juga: Kuliner Makanan Pedas di Tasikmalaya, Bisa Jadi Penghilang Stres

Tak hanya steak, minuman mojito dan mocktail di resto ini lumayan enak sehingga cocok menjadi pendamping hidangan utama.

Orange Steak Culture

Lokasi Orange Steak Culture di Jalan R. Ikik Wiradikarta nomor 53, mudah ditemukan namun agak sulit mencari tempat parkir, sehingga masih menggunakan area bahu jalan.

Setiap datang pengunjung baru, pelayan langsung sigap mencarikan meja yang kosong dan memberikan buku menu. Kemudian, pengunjung bisa memanggil pelayan setelah siap memesan.

Menunggu makanan pun tidak terlalu lama karena proses penyajiannya cepat. Untuk rasa makanannya cukup baik dan minumannya pun enak-enak, hanya saja tidak tersedia mushola untuk pengunjung.

Namun, secara keseluruhan Orange Steak Culture layak menjadi pertimbangan jika mencari restoran steak di Kota Tasikmalaya.

Steak Roso

Restoran steak satu ini berada di kawasan pusat perbelanjaan, yaitu area Food Life Yogya Tasikmalaya, Jalan HZ Mustofa nomor 124.

Steak Roso bisa menjadi alternatif hidangan yang murah meriah, karena harga makanan per porsi berkisar Rp 25.000 – Rp 50.000 per item. Namun, meski harganya terjangkau, rasa makanannya enak dan tidak mengecewakan.

Steak Roso menjadi tempat makan yang pas ketika ingin makan Western Food dengan harga versi kearifan lokal. Restoran ini juga menyediakan menu ayam geprek dan ramen, sehingga bisa menjadi pilihan untuk yang tidak suka steak.

Hore Steak

Beralamat di Jalan Yudanegara nomor 25 B, Hore Steak menawarkan chicken crispy dengan saus melimpah. Untuk tingkat kematangannya pun terbilang pas, karena tekstur renyah di luar dan empuk di dalam.

Harga di resto ini pun lumayan terjangkau, mulai dari Rp 18 ribu per porsi sudah bisa dapat steak dengan lemon tea (bisa berubah sewaktu-waktu).

Baca Juga: Cafe Romantis di Tasikmalaya, Ngedate kayak di Drama Korea

Hore Steak menjadi restoran yang sesuai untuk berbagai kalangan, termasuk pelajar atau remaja. Di bagian belakang resto ini ada Taman Hore, tempat nongkrong bernuansa garden yang nyaman untuk nongkrong. Berkunjung ke tempat ini akan memberikan pengalaman seru saat weekend karena ada banyak spot foto menarik.

Woody Kitchen

Sesuai namanya, Woody Kitchen merupakan restoran steak di Kota Tasikmalaya yang menggunakan konsep dapur terbuka dengan elemen kayu.

Dari luar, restoran ini tampak sederhana namun kesannya berubah drastis saat masuk ke dalam. Berbagai ornamen dan dekorasi memberikan suasana hangat seperti di pedesaan.

Lokasi berada Jalan BKR nomor 9, patokannya ada di pinggir gedung futsal. Harga untuk setiap menu pun terbilang fantastis, mulai dari 25.000 hingga 100.000 per item. Namun, untuk rasanya sangat memuaskan sehingga bisa jadi tempat makan malam terbaik bersama keluarga. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Rumah Warga di Cigedug Garut Terbakar Hingga Rata dengan Tanah

Kebakaran-Rumah.jpg

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah warga di Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terbakar hingga rata dengan tanah. Peristiwa kebakaran rumah itu terjadi pada Selasa (03/01/2023) malam.

Beruntung, dalam peristiwa kebakaran rumah milik Hasanudin (27) itu tidak sampai memakan korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 100 jutaan.

Rumah yang terbakar itu tepatnya berada di Kampung Baru Tonggoh, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

Sekretaris Kecamatan Cigedug, Mamun Gunawan mengatakan, penyebab kebakaran rumah warga Cigedug itu masih belum terungkap.

Baca Juga: Satu Rumah di Panumbangan Ciamis Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik

“Penyebabnya kita belum tahu. Hanya saja rumah milik Hasanudin itu terbakar hingga rata dengan tanah,” kata Mamun Gunawan.

Lanjutnya mengatakan, orang yang pertama kali mengetahui rumah Hasanudin terbakar adalah tetangganya. Saat itu titik api menyala besar di dalam rumah.

“Tetangganya melihat titik api yang menyala di rumah Hasanudin dan langsung teriak memberitahukan ke tetangga lainnya untuk membantu memadamkan api,” paparnya.

Maman menambahkan, petuga melakukan upaya pemadaman api. Namun petugas mengalami hambatan karena lokasi rumah warga Cigedug itu jauh dari jalan raya. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)

UMK 2023 Sudah Berlaku, Disnaker Banjar: Kalau Tidak Sesuai Bakal Disanksi

IMG_20230103_213233_5dvuO6xT0z_OuitXd1358.jpeg

harapanrakyat.com,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar mengingatkan kepada perusahaan mulai 1 Januari 2023, UMK sebesar Rp 1.998.119 mulai berlaku. Perusahaan bakal mendapat sanksi apabila tidak membayar UMK sesuai Keputusan Gubernur 7 Desember 2022.

Kadisnaker Kota Banjar Sunarto melalui Kabid Hubungan Industrial Dewi Fartika mengatakan pihaknya pun telah melakukan sosialisasi melalui surat edaran terkait pembayaran UMK tahun 2023. Ada pun UMK 2023 sebagaimana edaran tersebut mulai berlaku mulai tanggal 1 Januari. Berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Pengusaha pun menyusun dan memberlakukan struktur serta skala upah pada saat menentukan besaran nilai upah pekerja yang masa kerjanya lebih satu tahun.

“Sejak tanggal 30 Desember sudah kami sosialisasikan. Kalau perusahaan tidak membayarkan sesuai UMK maka ada sanksinya,” kata Dewi Fartika kepada harapanrakyat.com, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga: Daftar UMK Jawa Barat 2023, Kota Banjar Paling Rendah

Selain skala upah, pengusaha tidak boleh membayar upah lebih rendah dari UMK 2023 yang berlaku. Kecuali pelaku usaha mikro dan kecil yang berdasarkan kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja.

Pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari ketentuan UMK tidak boleh mengurangi dan atau menurunkan upah pekerjanya sesuai ketentuan.

Dewi menerangkan apabila perusahaan tidak membayarkan sesuai UMK 2023 yang ditetapkan maka ada sanksi kepada perusahaan yang melanggar. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bagi perusahaan yang melanggar tentu ada saksinya. Tapi untuk pengawasan tersebut kewenangannya ada pada Dewan Pengawas, sedangkan kami hanya pembinaan saja,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Potret Wabup Subang Saat Kunjungi Kebun Wisata Grand Sakina Farm

IMG_20230103_204905.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengunjungi kebun wisata Grand Sakina Farm yang mengembangkan komoditas melon yang beralamat di jln. Arief Rahman Hakim, Komplek Grand Sakina Residence, RT. 65 RW. 14, Kelurahan Cigadung, Subang. Selasa (3/1/2023).

Kedatangan Kang Akur sapaan Wakil Bupati Subang Agus Masykur tersebut sekaligus untuk memanen buah melon yang dibudidayakan oleh petani Milenial Subang di Grand Sakina Farm yang cukup berhasil. Kang Akur pun sangat bangga bisa memanen serta memetik langsung buah melon dari pohonnya.

Ada beberapa varietas yang dibudidayakan dan ditanam di Grand Sakina Farm tersebut, diantara melon jenis honeydew, melon Stella dan melon golden salsa.

Grand Sakina Farm sendiri tersebut terbuka untuk umum sebagai tempat kebun wisata bila ingin merasakan metik dan makan langsung di kebunnya yang berada di wilayah kota Subang.

“Buat teman-teman warga Subang dan sekitarnya bila ingin merasakan panen dan metik sendiri dan langsung makan melon ditempat, silahkan datang saja ke Gran Sakina Farm Subang,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan buah melon ini menjadi komoditi unggulan baru Subang dan menjadi kebanggaan serta menjadi contoh buat para petani Milenial untuk bisa berkarya di lahan yg tidak terlalu luas cukup dengan metode dan teknologi hidroponik,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Subang beserta jajarannya, Lurah Cigadung, Ketua RW, Ketua RT dan para petani Milenial lainnya.

Perbaikan Jalan Penghubung di Kabupaten Bandung, Bukan Ranah Pemerintah Desa

jalan-rusak-tenjolaya-2.jpg

harapanrakyat.com,- Terkait belum adanya perbaikan jalan rusak yang merupakan penghubung Kabupaten Bandung dan Cianjur, pemerintah desa setempat membenarkan hal tersebut.

Pemerintah desa mengaku sering mengusulkan perbaikan jalan rusak itu pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Bandung. Akan tetapi, hingga saat ini pengajuan tersebut belum terealisasi.

Kepala Desa Tenjolaya, Ismawanto Somantri mengatakan, selain menghubungkan antara Desa Tenjolaya dengan Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, jalan itu juga menghubungkan ke daerah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut.

Baca Juga : Jalan Penghubung Kabupaten Bandung dan Cianjur Rusak, sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah Diperbaiki

“Jalan tersebut sampai dengan saat ini masih dalam kondisi jelek, bahkan sejak Indonesia sebelum merdeka pun, jalan ini belum pernah ada perbaikan jalan. Kalau jalan ini masuk ke dalam wilayah desa, tentunya saya akan perbaiki untuk masyarakat,” ungkap Ismawanto, Selasa (3/1/2023).

Akan tetapi, lanjut Ismawanto, jalan tersebut bukan termasuk kewenangan desa. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak untuk perbaikan jalan penghubung yang rusak ini.

Ismawanto mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Bandung hingga pemerintah pusat agar dapat mengalokasikan anggaran perbaikan jalan rusak di lokasi tersebut.

Sebab, lanjut Ismawanto, akses jalan ini sangat penting bagi warga, baik warga di Kabupaten Bandung maupun warga di Kabupaten Cianjur dan Garut.

“Kasihan masyarakat. Jalan ini sangat penting, terutama bagi yang sakit, ibu yang mau melahirkan. Saya pernah juga membawa jenazah warga Kampung Dewata yang meninggal di rumah sakit. Tidak ada jalan lain, kecuali menggunakan jalan itu,” ungkapnya.

Ismawanto juga membenarkan, selain akses mobilitas warga setempat, jalan itu juga menjadi akses bagi warga dari Kabupaten Cianjur dan Garut.

“Desa Tenjolaya dan Desa Sugihmukti ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Garut dan juga Kabupaten Cianjur. Jalan ini menghubungkan bukan antar desa saja, tetapi menghubungkan juga ke Cianjur dan Garut,” tuturnya.

Saat Pemilu Berlangsung, Jalan Rusak Jadi Tantangan Petugas

Kebutuhan perbaikan, lanjut Ismawanto, bukan sekedar jalan rusak saja. Melainkan perbaikan jembatan kayu yang hingga saat ini masih terbuat dari kayu seadanya hasil swadaya masyarakat. Termasuk penerangan jalan umum.

Baca Juga : Masa Jabatan Kurang dari Satu Tahun, Ridwan Kamil Diminta Fokus

“Saya mewakili masyarakat mengharapkan pemerintah daerah dan pusat agar memperhatikan kebutuhan perbaikan jalan ini agar menjadi akses yang layak dilalui,” ungkapnya menambahkan.

Tidak hanya aktivitas masyarakat yang terganggu dengan masih rusaknya jalan penghubung ini, demikian juga dengan petugas desa saat pemilihan umum (Pemilu) berlangsung.

Untuk menjangkau tempat pemungutan suara di daerah Kampung Dewata dan sekitarnya, petugas harus berjibaku melewati jalan rusak tersebut.

“Sudah beberapa kali Pemilu, warga disuruh turut berperan serta dalam pesta demokrasi. Tetapi ironisnya, setelah Pemilu itu selesai hak masyarakat memperoleh infrastruktur publik yang layak, masih terabaikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, jalan penghubung antara wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur bagian selatan, serta Kabupaten Garut, Jawa Barat,  kondisinya rusak parah. Bahkan, sebelum kemerdekaan RI hingga saat ini, jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

Baca Juga : Waspada! Ada 700 Titik Jalan Berlubang di Jawa Barat

Secara administratif kewilayahan di Kabupaten Bandung, jalan penghubung itu berada di antara Kampung Dewata Desa Tenjolaya dan Kampung Mandala Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan penghubung itu cukup berbahaya jika pengendara sepeda motor melewati jalan tersebut. Terlebih jika musim hujan tiba, kondisi jalan berbatu cukup licin jika pesepeda motor melintasi jalan tersebut.

Selain itu, genangan air bercampur lumpur merah juga turut memperparah kondisi kerusakan jalan. Hal itu pun menyulitkan pesepeda motor saat melintasi jalan.

Selain kondisi jalan berbatu, di beberapa titik di ruas jalan tersebut juga banyak genangan air bercampur lumpur merah. Hal itu pun dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Bahkan, sesekali di jalan itu juga terlihat angkutan umum berupa elf dari arah Kabupaten Cianjur maupun dari wilayah Kabupaten Garut bagian selatan melintas menuju Ciwidey Kabupaten Bandung. (Ecep/R13/HR-Online)

Harga BBM Non Subsidi Turun, Kendaraan di SPBU Kertahayu Ciamis Tetap Antri Pertalite

SPBU.jpg

harapanrakyat.com,- Pertamina resmi menurunkan harga BBM non subsidi. Meski begitu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terlihat mengantri di layanan BBM subsidi jenis Pertalite.

Seperti halnya di SPBU Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. pantauan harapanrakyat.com, Selasa (03/01/2023), sejumlah kendaraan baik roda empat maupun roda dua terlihat memasuki antrian layanan BBM jenis Pertalite.

Bahkan, dari sejumlah antrean kendaraan tidak nampak ada yang masuk ke jalur antrian BBM non subsidi jenis Pertamax. Meski pihak manajemen SPBU telah memasang papan informasi penurunan harga BBM non subsidi.

Direktur SPBU Kertahayu Edi Yus mengatakan, sejak adanya kenaikan harga BBM, omset penjualan BBM non subsidi (Pertamax), serta Pertamina Dex sangat anjlok/jomplang dengan penjualan Pertalite. 

“Setiap hari jumlah kendaraan yang masuk untuk mengisi BBM di SPBU Kertahayu hanya menyerbu BBM jenis Pertalite. Sementara untuk Pertamax bisa kita hitung dengan jari,” kata Edi kepada harapanrakyat.com, Selasa (03/01/2023).

Baca Juga: Sejumlah Warga Ciamis Kecewa Tak Dapat Pertalite Harga Lama

Ia menyebutkan, jika dihitung dari seratus persen kendaraan yang masuk, paling hanya sekitar 7 hingga 10 persenan saja yang mengisi BBM non subsidi jenis Pertamax.

“Itu pun jika jumlah antrian Pertalite sangat padat. Kalau antrian Pertalite longgar, hampir rata-rata kendaraan itu masuk ke jalur BBM subsidi atau Pertalite,” papar Edi.

Pihak SPBU Informasikan Harga BBM Non Subsidi Turun

Menurutnya, saat adanya penurunan harga tersebut pihaknya tak henti-henti memberitahukan kepada masyarakat.

“Untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa BBM non subsidi jenis Pertamax turun harga, kami sengaja memasang papan informasi di pintu masuk SPBU,” katanya.

Baca Juga: Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900, Harga Pertalite Kapan Turun?

Selain itu. lanjut Edi, pihaknya juga selalu memberikan arahan kepada para pengendara yang tengah antri Pertalite, bahwa harga Pertamax turun.

“Namun ya begitu, sepertinya masyarakat masih memilih harga BBM subsidi yang lebih murah harganya,” ujarnya.

Seperti diketahui saat ini pemerintah telah menurunkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax, Pertamina Dex, dan Pertamina Turbo.

Untuk BBM jenis Pertamax turun dari harga Rp 13.900 per liter menjadi Rp 12.800. Lalu, Pertamax Dex dari harga Rp 18.800 turun menjadi Rp 16.750, dan Pertamax Turbo dari Rp 15.200 menjadi Rp 14.050 per liter. (Suherman/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana Bicara Soal Kepemimpinan Rasulullah

Ketua-DPRD-Ciamis-Nanang-Permana-Bicara-Soal-Kepemimpinan-Rasulullah.jpeg

harapanrakyat.com,- H Nanang Permana MH, Ketua DPRD Ciamis, Jawa Barat, yang merupakan kader PDI Perjuangan (Soekarnois), berbicara soal kepemimpinan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Rasulullah merupakan pemimpin terbaik sepanjang masa. “Beliau (Rasulullah) merupakan uswah atau contoh yang sempurna,” ujar H Nanang, Selasa (3/1/2023).

Dalam kepemimpinannya, Rasulullah SAW selalu memberi contoh wujud apa yang diucapkannya.

“Jika melarang judi maka dia tidak judi, jika menyuruh umat salat tepat waktunya, beliau beri contoh. Beliau dakwah menyampaikan dilarang mabuk atau minum khamr, maka beliau tidak minum khamr,” kata Ketua DPC PDIP Ciamis ini.

Baca juga: Kunjungi Korban Kebakaran di Pamalayan Ciamis, Nanang Permana Berikan Bantuan

Selain memberikan contoh kepada umat, dalam kepemimpinannya, Nabi Muhammad SAW begitu dilandasi dengan keikhlasan dan kesabaran.

“Nah untuk ikhlas dan sabar ini yang memang semua orang perlu belajar, karena dengan ikhlas dan sabar akan lahir tindakan yang bijak menghadapi siapapun,” ungkapnya.

Lanjut Nanang, salah satu sikap sabar dan ikhlas Rasulullah, yakni saat beliau dakwah ke orang Thaif, Rasul diusir, dikejar sampai dilempari hingga kakinya berdarah.

Saat itu, Malaikat Jibril bertanya ke Rasulullah, kalau mau gunung ini akan ditimpakan kepada mereka (orang Thaif).

Namun Rasulullah SAW menjawab jangan. Beliau malah berdoa, ya Allah beri mereka petunjuk, karena sesungguhnya mereka tidak tahu.

“Jadi betapa Rasulullah memberi contoh begitu lembutnya, sebuah perintah tegas pun yang tidak dilaksanakan, jika itu karena tidak tahu, maka akan dimaafkan dan Rasulullah mendoakan ke orang tersebut agar dapat hidayah,” jelas Nanang yang juga Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis ini.

Meski demikian, Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinannya juga menunjukan ketegasannya.

Salah satu contoh, saat perang, Rasulullah melakukan perjanjian dengan Yahudi Bani Quraizah. Kemudian Bani Quraizah itu berkhianat dan melakukan kesalahan, maka Rasulullah menghukumnya.

“Jadi tindakan tegas Rasulullah itu dilakukan kepada orang yang sudah tahu hukum,” ucap Nanang.

“Banyak hal banyak teknik bagaimana Rasulullah memimpin umatnya, berjalan dijalan kebenaran  kehidupan, untuk mencapai Ridho Allah, jadi mari kita contoh Rasulullah,” pungkasnya. (Fahmi/R8/HR Online)

Masa Jabatan Kurang dari Satu Tahun, Ridwan Kamil Diminta Fokus

Anggota-DPRD-Jabar-Haru-Suandharu.jpeg

harapanrakyat.com,- Anggota DPRD Jawa Barat, Haru Suandharu mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjaga amanahnya sebagai kepala daerah, hingga akhir masa jabatan.

Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, akan berakhir pada 23 September 2023.

“Maka harus fokus, di akhir masa jabatan ini jangan sampai sudah berhenti sebelum waktunya,” ungkap anggota DPRD Jabar itu kepada wartawan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga : Pemkot Bandung Cabut Perwal PPKM di Kota Bandung

Menurutnya pada momentum berakhirnya masa jabatan bagi kepala daerah, maka DPRD akan melihat apa saja yang belum selesai. Mulai dari janji kampanye atau politik hingga target-target program kerja selama menjabat.

“Sebetulnya tidak ada yang istimewa, tinggal nanti ada pertanggungjawaban masa akhir jabatan. Nanti akan dilihat mana saja target-target, janji kampanye, indikator keberhasilan yang sudah tercapai dan belum tercapai,” jelasnya.

Terkait janji-janji Ridwan Kamil, lanjutnya, hanya tinggal menyempurnakan saja di akhir kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

“Pembahasannya sudah kemarin pada saat APBD 2023, tinggal peluangnya itu APBD Perubahan 2023, dan sisanya tinggal menjalani saja,” ucapnya.

Lebih jauh, terkait dengan janji politik Ridwan Kamil, Ia mengungkapkan bahwa DPRD Jawa Barat akan membentuk panitia khusus (pansus). Hal itu untuk melihat atau melaporkan terkait dengan apa yang telah terealisasi maupun yang belum terealisasikan.

“Kemudian nanti juga ada laporan akhir masa jabatan gubernur. DPRD akan membentuk pansus. Satu per satu (program) mana saja yang tercapai dan tidak tercapai, mana saja yang masih menjadi persolan dan yang menjadi keberhasilan. Itu kami akan melihatnya secara objektif,” tuturnya.

Baca Juga : Jalan Penghubung Kabupaten Bandung dan Cianjur Rusak, sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah Diperbaiki

Akhir Masa Jabatan, Ridwan Kamil Tidak Akan Buat Program Baru

Sementara terkait pernyataan Ridwan Kamil yang tidak akan membuat program baru di sisa jabatannya, Haru menilai bahwa apa yang telah dilakukannya sudah selesai.

“Sekarang lebih kepada bagaimana pelaksanaan APBD 2023. Karena kalau masa perencanaan, masa kerja, itu sudah selesai dan tinggal yang 2023 ini. Mungkin ada yang masih bisa perlu penyempurnaan. Saya paham apa maksud pak Gubernur (tinggal menyempurnakan program),” ucapnya.

Oleh karena itu, Haru berharap Ridwan Kamil serta jajarannya dapat fokus di 2023 untuk menyelesaikan beberapa program yang belum selesai.

“Harapannya menghadapi tantangan-tantangan di 2023, mulai dari resesi global, meningkatnya indeks generasi, lalu penanganan kasus stunting, kemiskinan ekstrem, jumlah kemiskinan yang meningkat. Ini saya kira yang harus menjadi fokus bagi Pemerintah Provinsi Jawa barat saat ini” paparnya.

Sebelumnya, pada sisa masa jabatannya yang kurang dari satu tahun sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan menyempurnakan beberapa program pada masa kepemimpinannya.

Ridwan Kamil mengatakan, bahwa di sisa masa jabatannya yang tinggal hitungan bulan tidak akan membuat program baru di Provinsi Jawa Barat.

“Saya enggak ada program baru, yang ada menyempurnakan saja. Jadi gak ada program baru,” ungkap Ridwan Kamil. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

Recent Posts