Beranda Berita Subang Panen Padi Organik Subang di Dawuan Melonjak Drastis

Panen Padi Organik Subang di Dawuan Melonjak Drastis

padi organik Subang

suarasubang.com — Budidaya padi organik Subang di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, mencatat lonjakan produktivitas yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil ubinan BPS, hasil panen di lahan tersebut meningkat drastis dari 1 ton menjadi 4,76 ton per hektare. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pemulihan lahan ekstrem yang sebelumnya dikenal memiliki produktivitas rendah.

Pemulihan Lahan Bekas Perkebunan

Kepala Desa Sukasari, Olih Solihin, mengungkapkan rasa syukurnya karena lahan bekas kebun rambutan tersebut kini mampu menghasilkan panen optimal. Sebelumnya, petani telah mencoba berbagai metode budidaya dan pupuk kimia namun hasilnya selalu berada di bawah rata-rata wilayah setempat. Namun, penggunaan teknologi organik terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah yang sebelumnya mengalami degradasi.

BACA JUGA:  F-PKS Subang Luncurkan Program Hari Aspirasi

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dengan Pemerintah Desa Sukasari. Dukungan juga datang dari penyedia pupuk hayati Pureplant dan pembenah tanah HumicGen untuk memperbaiki kualitas ekosistem pertanian. Melalui kerja sama ini, kesehatan tanah kembali terjaga sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani.

Metode Budidaya dan Efisiensi Biaya

Ketua Intani Jawa Barat, Riyan Sumindar, menjelaskan bahwa aplikasi teknologi ini bertujuan menekan biaya produksi agar lebih efisien. Selain itu, tanaman padi pada demplot ini memiliki masa tumbuh yang lebih singkat dibandingkan pola konvensional. Tercatat, pengambilan sampel ubinan dilakukan pada umur 86 hari dengan jadwal panen resmi pada hari ke-88.

BACA JUGA:  Bupati Subang Tolak Alih Fungsi Lahan Nanas Selatan

Selanjutnya, penggunaan mikroorganisme lokal dalam pupuk hayati berperan penting dalam mendukung pemulihan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Prosedur pengaplikasiannya pun sangat sederhana sehingga para petani dapat mengadopsinya dengan mudah di lahan masing-masing. Dengan jadwal penyemprotan yang rutin, pertumbuhan akar dan batang tanaman padi dapat berkembang jauh lebih kuat.