Beranda blog Halaman 114

Cirebon Siap Cetak Tenaga Kerja untuk Pabrik Mobil Listrik BYD Subang

pelatihan tenaga kerja Cirebon untuk BYD
Foto: Pabrik BYD. (Foto: Doc. BYD.)

Subang – Kota Cirebon ditunjuk sebagai salah satu daerah strategis untuk menyiapkan calon tenaga kerja bagi pabrik BYD di Subang. Pabrik yang dimiliki oleh perusahaan mobil listrik asal China itu membutuhkan ribuan tenaga kerja untuk mendukung operasionalnya.

Instruktur UPT LTK Disnaker Kota Cirebon, Supriyadi, menyebutkan bahwa Disnakertrans Provinsi Jawa Barat mengundang seluruh UPTD BLK dari wilayah Rebana untuk membahas kebutuhan ini. Dari pertemuan itu, diketahui bahwa BYD Subang membutuhkan sekitar 18.000 tenaga kerja.

Provinsi Jawa Barat pun merancang pelatihan untuk 2.500 calon tenaga kerja. Sebanyak 1.000 orang akan dilatih oleh BLK di kawasan Rebana, 1.000 orang oleh BLK Provinsi, dan sisanya 500 orang oleh lembaga swasta.

Wilayah Rebana sendiri mencakup tujuh daerah: Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Sumedang, dan Kuningan. Dari jumlah 1.000 orang yang dilatih di Rebana, akan dibagi secara proporsional kepada BLK masing-masing daerah.

“Kita menunggu informasi teknis dari provinsi. Jumlah peserta akan disesuaikan dengan kapasitas pelatihan di masing-masing daerah,” jelas Supriyadi.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan akan disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di setiap kota. “Kami hanya pelaksana dan penyedia peserta. Penyelenggaranya tetap dari provinsi,” ujarnya.

Delapan Pelatihan Vokasi Siap Digelar

Terlepas dari program pelatihan untuk BYD, Disnaker Kota Cirebon juga telah menyiapkan delapan pelatihan vokasi yang akan digulirkan tahun ini. Pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.

Beberapa pelatihan yang akan dibuka antara lain pembuatan roti dan kue, servis motor, mengemudi mobil, montir mobil, rias pengantin, barbershop, perawatan AC, serta menjahit. “Semua pelatihan ini dibiayai oleh APBD dan satu kelas berisi sepuluh peserta,” ujar Supriyadi.

Pelatihan ini dijadwalkan dimulai pada Juni atau Juli 2025. Diharapkan lulusan pelatihan dapat terserap di berbagai industri, termasuk kawasan Rebana yang tengah berkembang.

“Semoga dari sini bisa ikut mengisi kebutuhan tenaga kerja di Rebana. Kita siapkan SDM-nya agar bisa bersaing,” tutup Supriyadi.

Kapolres Subang Tegas Berantas Premanisme di Kawasan Industri Suryacipta

keamanan kawasan industri Subang
Foto: www.mediajabar.com

Subang – Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Suryacipta pada Jumat (9/5/2025). Lokasi yang dikunjungi adalah area pembangunan PT. IPK Manufacturing milik PT. BYD.

Kunjungan ini merupakan bagian dari patroli dialogis dan wujud nyata komitmen Polres Subang menjaga keamanan kawasan industri strategis. Langkah ini penting dalam mendukung pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, AKBP Ariek menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap aksi premanisme, intimidasi, ataupun pungutan liar di wilayah hukum Subang. Ia menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan.

“Kami pastikan iklim investasi di Subang tetap aman dan kondusif. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengganggunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pengelola kawasan, dan sistem keamanan internal perusahaan. Kolaborasi ini menjadi kunci menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Sebagai langkah konkret, Polres Subang menempatkan personel khusus di sekitar proyek PT. BYD. Selain itu, telah didirikan Posko Pemberantasan Premanisme tepat di depan lokasi pembangunan.

Pihak manajemen PT. BYD dan pengelola kawasan Suryacipta menyambut baik dukungan dari aparat keamanan. Mereka menyatakan situasi keamanan hingga kini berjalan kondusif dan terkendali.

Kunjungan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kolaborasi. Ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menciptakan lingkungan investasi yang sehat, aman, dan bebas gangguan di Kabupaten Subang.

Subang Terapkan Pembinaan Karakter 14 Hari untuk Tangani Kenakalan Remaja

pembinaan karakter remaja Subang
Foto: www.radarbandung.id

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang kini mengambil langkah tegas untuk menanggulangi maraknya kenakalan remaja. Fokus utama ditujukan pada para pelajar yang terindikasi terlibat tawuran dan perilaku menyimpang lainnya.

Langkah ini menyusul insiden yang baru-baru ini digagalkan oleh Polsek Jalancagak. Belasan pelajar dari wilayah Jalancagak dan Sagalaherang berhasil diamankan sebelum sempat tawuran di Ciater, Subang.

Sebagai upaya pembinaan, para pelajar tersebut akan mengikuti program pendidikan karakter. Kegiatan ini akan berlangsung di barak militer Lanud Suryadi Suryadharma Kalijati Subang.

Bupati Subang, Reynaldy, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendata siswa yang akan ikut serta. Surat persetujuan dari orang tua juga sedang dikumpulkan sebagai syarat keikutsertaan.

“Saat ini sudah ada sekitar 30 anak yang terdata. Insya Allah, paling lambat hari Senin mereka bisa dibawa ke Lanud,” ujar Reynaldy pada Jumat (9/5/2025).

Program ini akan berlangsung selama 14 hari. Selama periode tersebut, para pelajar akan mengikuti kegiatan yang bertujuan membentuk kedisiplinan dan karakter positif.

Jika setelah 14 hari belum ada perubahan perilaku, siswa dapat kembali dikirim ke barak untuk pembinaan lanjutan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membentuk generasi muda yang lebih baik.

Pembinaan dilakukan bersama personel militer dari Lanud Kalijati dan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan suasana disiplin yang mampu mengubah perilaku siswa.

Program ini juga didasari oleh Surat Edaran Gubernur Jawa Barat mengenai konsep karakter Gapura Panca Waluya. Tujuannya membentuk pelajar yang sehat, baik, benar, pintar, dan sigap.

Surat Edaran tersebut mengatur bahwa siswa dengan perilaku menyimpang harus menjalani pembinaan khusus, dengan persetujuan orang tua. Pembinaan dilakukan secara sinergis antara pemprov, pemkab, dan unsur TNI/Polri.

Orang tua menyambut baik program ini. Mereka berharap pembinaan militer mampu menyadarkan anak-anak dari perilaku negatif yang mulai mengkhawatirkan.

“Saya pribadi mengapresiasi langkah cepat Pemkab Subang. Kadang kami kewalahan membimbing anak di rumah. Semoga ini jadi titik balik,” ujar Silvi, salah satu orang tua siswa.

Bupati Subang Tancap Gas Perbaiki Jalan, Blusukan hingga Sunatan Massal

pembangunan jalan Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur. Didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, Kang Rey blusukan ke desa-desa wilayah pantura Subang pada Jumat (9/5/2025), sekaligus menghadiri sunatan massal gratis untuk 89 anak di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem.

Tak hanya hadir secara simbolis, Kang Rey dan rombongan turun langsung ke jalan menggunakan sepeda motor. Turut serta dalam Saba Desa kali ini Sekretaris Daerah H. Asep Nuroni, Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana, Asda I H. Rahmat Effendi, serta sejumlah kepala dinas dan pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama. Ia bahkan menargetkan seluruh jalan di Subang akan mulus pada tahun 2027. Pernyataan ini disambut antusias oleh ratusan warga yang hadir.

“Target saya, 2027 jalan di Subang leucir,” tegasnya disambut tepuk tangan warga.

Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi seluruh warga Subang.

Komitmen ini tak sekadar janji. Selama dua tahun masa kepemimpinannya, Kang Rey menargetkan perbaikan terhadap sekitar 320 kilometer jalan rusak. Langkah ini diperkuat dengan peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur yang melonjak tajam tahun ini.

Tercatat, Pemkab Subang menggelontorkan dana sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp80 miliar.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan kolaborasi antara eksekutif serta legislatif, harapan besar tertumpu pada upaya membangun Subang yang lebih baik, nyaman, dan maju.

Khitanan Massal Warnai Kunjungan Bupati Subang ke Desa Sukamandi Jaya

khitanan massal Subang
Foto: www.rri.co.id

Subang – Sebanyak 89 anak mengikuti khitanan massal gratis di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Subang, pada Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Saba Desa yang digagas oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Program Saba Desa diawali dengan kunjungan ke berbagai desa di Kecamatan Cikaum dan berakhir di Desa Sukamandi Jaya. Selain kegiatan sosial seperti khitanan massal, agenda ini juga difokuskan untuk meninjau kondisi infrastruktur daerah, termasuk jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.

Bupati Reynaldy menegaskan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Ia menargetkan seluruh jalan di Kabupaten Subang akan dalam kondisi baik pada tahun 2027. “Target saya, 2027 jalan di Subang leucir,” ujarnya di hadapan warga.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan kelancaran seluruh program pembangunan. Ia berharap, dengan dukungan masyarakat, semua rencana dan target yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan bersama.

Cara Unik Calon Haji Subang Tandai Koper, dari Boneka hingga Gayung

Calon Haji Subang Tandai Koper
Foto: www.detik.com

Subang – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon haji asal Subang punya cara unik untuk menandai koper mereka. Tak hanya label nama, beberapa memilih menggunakan boneka, gayung, hingga botol minum sebagai penanda.

Kasi Haji dan Umroh Kabupaten Subang, Rojak, mengatakan bahwa kebiasaan ini sudah menjadi tradisi. Namun, pihaknya tidak mengeluarkan instruksi khusus terkait penandaan koper. Semua dilakukan atas inisiatif para jamaah.

“Untuk tanda koper kita tidak memberikan arah secara khusus, mungkin inisiatif jamaah agar mudah dikenali. Ada yang pakai gayung, tempat minum, dan sebagainya,” ujar Rojak saat proses pengumpulan koper di kantornya, Jumat (9/5/2025).

Penandaan koper ini bertujuan memudahkan jamaah saat pengambilan koper di Arab Saudi. Dengan begitu, risiko koper tertukar bisa diminimalkan.

Setiap koper diperiksa secara teliti oleh petugas. Tujuannya memastikan tidak ada barang yang tertinggal dan koper dalam kondisi aman. Koper-koper ini dikumpulkan dari berbagai KBIH di Subang, sebelum akhirnya dikirim ke Embarkasi Haji Indramayu.

“Hari ini koper milik calon jemaah haji yang akan berangkat besok dengan kloter 8 KJT sebanyak 445 orang dikumpulkan hingga sore. Malamnya akan diberangkatkan ke Embarkasi Indramayu,” jelas Rojak.

Tahun ini, Kabupaten Subang mendapat kuota haji sebanyak 1.163 orang. Mereka terbagi dalam tiga kloter: kloter 8 KJT berangkat 10 Mei 2025, kloter 14 KJT pada 17 Mei 2025, dan kloter 26 KJT pada 28 Mei 2025.

“Kloter 8 KJT akan diberangkatkan pada Sabtu. Rencananya akan dilepas langsung oleh Bupati Subang di Islamic Centre Asrama Haji Subang,” tambahnya.

Rojak juga mengingatkan larangan membawa barang berlebih dan barang terlarang. Sosialisasi sudah dilakukan jauh hari, termasuk pengingat kembali menjelang keberangkatan.

Angin Segar untuk Petani dan Nelayan: Rencana Prabowo Hapus Utang Disambut Haru

penghapusan utang petani dan nelayan
Foto : tirto.id

Subang – Rencana Presiden Prabowo Subianto menghapus utang petani dan nelayan yang telah menumpuk selama puluhan tahun disambut dengan penuh haru oleh masyarakat. Di Subang, Jawa Barat, daerah agraris dan pesisir, kabar ini bagaikan oase di tengah beban ekonomi yang kian berat.

Wakil Ketua DPRD Subang, Tegar Jasa Priatna, menyebut kebijakan ini sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar wacana ekonomi, melainkan langkah konkret yang menyentuh kebutuhan dasar petani dan nelayan.

Menurut Tegar, penghapusan utang akan mengurangi beban biaya produksi. Imbasnya, harga komoditas bisa lebih stabil karena petani dan nelayan tak lagi dibebani utang musiman yang selama ini menjadi lingkaran setan.

Ia mengisahkan bagaimana para petani harus meminjam ke tengkulak setiap musim tanam demi bibit dan pupuk. Hasil panen pun kerap habis hanya untuk melunasi utang. Siklus itu menciptakan tekanan mental dan ekonomi yang luar biasa.

“Bayangkan bila utang ini benar-benar dihapus. Kita akan melihat senyum lepas para petani kita,” ujar Tegar dengan nada optimistis.

Namun, ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar kebijakan ini tepat sasaran. Menurutnya, jika diterapkan dengan baik, langkah ini bisa menjadi titik balik sejarah pembangunan desa di Indonesia.

Tegar menilai kebijakan ini sebagai awal kebangkitan rakyat kecil. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kesenjangan ekonomi, negara dinilainya hadir untuk menguatkan akar rumput: sawah, laut, dan mereka yang selama ini bekerja dalam senyap.

Respons positif juga datang dari para pelaku lapangan. Casim (53), nelayan asal Blanakan, tak kuasa menahan air mata saat mendengar rencana penghapusan utang. Ia menyebut langkah ini sebagai jawaban atas doa panjang mereka.

“Kami kerja dari malam sampai pagi. Cuaca buruk dan harga ikan tak menentu. Tapi utang jalan terus. Kalau benar dihapus, itu anugerah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hal senada disampaikan Ahmad (45), petani padi asal Ciasem. Menurutnya, utang mereka bukan karena malas, melainkan karena sistem yang tidak mendukung. Harga pupuk terus naik, sementara harga gabah tak kunjung stabil.

“Kalau utang ini dihapus, itu seperti hidup kami dimulai lagi. Tapi kali ini, dengan harapan,” ungkap Ahmad.

Ia berharap pemerintah juga memberikan dukungan lanjutan seperti subsidi pertanian dan jaminan harga panen agar petani bisa benar-benar bangkit.

Polres Subang Siaga, Bobotoh Diimbau Rayakan Juara Persib Tanpa Knalpot Brong

Polres Subang imbau bobotoh rayakan juara Persib
Foto: jabar.tribunnews.com

Subang – Kemenangan Persib Bandung di Liga 1 2024-2025 menjadi kabar menggembirakan bagi para bobotoh. Meski kompetisi belum berakhir, euforia juara sudah terasa di berbagai daerah, termasuk Subang.

Polres Subang pun bergerak cepat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Para bobotoh diimbau merayakan keberhasilan tim kebanggaannya dengan tertib dan aman.

“Taati aturan lalu lintas, gunakan helm, dan jangan pakai knalpot brong,” tegas Kasatlantas Polres Subang, AKP Sudirianto, Jumat (9/5/2025).

Ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan ragu bertindak tegas terhadap pelanggaran. Truk telah disiapkan untuk mengangkut motor bobotoh yang memakai knalpot brong saat konvoi.

Penertiban kendaraan dengan knalpot brong sudah dilakukan sejak laga Persib melawan Malut United. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kami minta bobotoh tidak menggeber-geber motor. Rayakan kemenangan dengan tertib, jangan sampai euforia merusak ketenangan lingkungan,” ujarnya.

Konvoi perayaan masih akan berlangsung hingga akhir musim. Pertandingan terdekat digelar malam ini, saat Persib menjamu Barito Putera di Stadion GBLA, Kota Bandung.

Setelah itu, Persib masih akan menghadapi Persita Tangerang dan Persis Solo. Dua pertandingan terakhir ini pun akan digelar di kandang, di depan ribuan bobotoh.

Polres Subang akan mengawal seluruh rangkaian konvoi hingga puncak perayaan penyerahan trofi, Minggu, 25 Mei 2025.

“Pengamanan akan terus kami tingkatkan hingga pertandingan terakhir,” pungkas Sudirianto.

Ombudsman RI Kawal Penggusuran Sepadan Irigasi Curug Agung agar Tak Rugikan Warga

Ombudsman RI penggusuran Curug Agung
Foto: ombudsman.go.id

Subang – Ombudsman Republik Indonesia menegaskan pentingnya perlindungan hak warga yang terdampak penggusuran bangunan di sepanjang Saluran Irigasi Curug Agung, Desa Dawuan Kaler, Kabupaten Subang. Proses revitalisasi irigasi dinilai krusial, namun tidak boleh mengabaikan keadilan bagi masyarakat.

Hal ini ditegaskan Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dalam audiensi yang digelar Jumat (9/5/2025). Audiensi melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, serta sejumlah instansi pengelola sumber daya air dan pertanahan.

Pertemuan tersebut merupakan respons atas keluhan warga terkait pembongkaran bangunan yang berada di sepadan irigasi. Proyek ini dilakukan untuk perbaikan saluran dan pelebaran akses jalan. Ombudsman RI menegaskan bahwa proses tersebut harus menjunjung prinsip keadilan.

“Kami hadir untuk memberi rasa aman. Irigasi memang penting, tapi hak masyarakat tidak boleh dilanggar. Harus ada solusi konkret dan kesepakatan bersama,” kata Yeka Hendra Fatika.

Dalam audiensi, ditemukan adanya bangunan yang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dokumen hak tanah yang sah. Hal ini menandakan bahwa proses penggusuran tak bisa dilakukan secara gegabah. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pun menjadi keharusan.

Ombudsman RI meminta semua pihak menunda sementara proses penggusuran. Penundaan ini berlangsung selama 1-2 minggu sambil menunggu hasil verifikasi dokumen dan fakta di lapangan. Tindakan apa pun harus sesuai hukum yang berlaku.

Jika nantinya penggusuran tetap dilakukan, Yeka menekankan perlunya dana kerohiman atau ganti rugi yang pantas bagi warga terdampak. Menurutnya, perlindungan hukum dan hak warga negara adalah prinsip yang tak bisa ditawar.

Permasalahan status lahan juga menjadi sorotan. Lahan sepadan sungai yang disengketakan tercatat dalam pengelolaan beberapa instansi, seperti Perum Jasa Tirta II dan Dinas SDA Jawa Barat. Sementara itu, irigasi yang direvitalisasi menopang pengairan bagi hampir 2.000 hektare lahan pertanian.

“Proses harus adil dan patuh aturan. Kantor Perwakilan Ombudsman RI Jawa Barat akan terus mengawal ini. Irigasi jalan, tapi masyarakat juga harus merasa aman,” tutup Yeka.

Ombudsman RI berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara kolaboratif dan manusiawi. Prinsip keadilan dan hak asasi menjadi pondasi dalam setiap langkah penyelesaian yang diambil.

Subang Serahkan Rumah Bersubsidi Pertama untuk Pekerja Migran, Kang Rey: Ini Bentuk Keberpihakan Nyata

Rumah bersubsidi untuk pekerja migran
Foto: subang.go.id

Subang — Suasana haru dan bahagia menyelimuti Perumahan Bumi Pagaden Permai 3, Kamis (08/05), saat digelar Seremoni Serah Terima Kunci Program Rumah Bersubsidi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam menyediakan hunian layak. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga seperti P2MI, PKP, BPS, BP Tapera, dan Bank BNI menjadi penggeraknya.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau Kang Rey, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam mendukung setiap program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kita dorong bersama terwujudnya Asta Cita Presiden untuk membangun tiga juta rumah,” ujar Kang Rey dengan optimis.

Kang Rey juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif. Menurutnya, program rumah bersubsidi ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap para pejuang devisa yang rela berjauhan demi keluarga.

“Ini bentuk keberpihakan pada para pekerja migran—pejuang keluarga yang telah banyak berkorban,” tambahnya.

Ia menyebut program ini selaras dengan visi Subang: membangun daerah yang unggul, maju, dan kompetitif dalam bingkai pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan.

Kang Rey pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong demi memperluas akses terhadap hunian yang layak dan manusiawi.

“Selamat menempati rumah baru. Jadikan ini tempat tumbuh, kembali, dan menata masa depan,” tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman lintas lembaga. MoU ini memperkuat komitmen pembiayaan rumah bagi para PMI bersama Kementerian PKP, P2MI, BNI, BPS, dan BP Tapera.

Simbolisasi penyerahan kunci rumah dilakukan langsung oleh Menteri P2MI, Dirjen Perumahan Perdesaan, dan Direktur Consumer Banking BNI.

Dirjen Perumahan Perdesaan, Dr. Imran, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi Presiden RI dalam memberikan “karpet merah” bagi rakyat, termasuk PMI.

“Pekerja migran juga harus mendapatkan hak atas hunian yang layak,” ujarnya.

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menambahkan bahwa ini adalah kebijakan pertama dalam sejarah yang secara khusus menyasar PMI dan keluarganya.

“Inilah momentum bersejarah—pertama kalinya rumah bersubsidi diberikan khusus untuk para pekerja migran Indonesia,” ungkapnya bangga.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI, Kepala BPS RI, Komisioner BP Tapera, jajaran Pemprov Jabar, Sekda Subang, kepala OPD, dan sejumlah undangan lainnya.

Recent Posts