Beranda blog Halaman 1113

Bupati Subang Tinjau Fasilitas RS Hamori

Bupati-Subang-saat-tinjau-RS-Hamori.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat didampingi Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dr. Nunung Syuhaeri MARS, melaksanakan kunjungan ke RS Hamori Subang, Selasa (31/01/2023).

Rumah Sakit Hamori Subang adalah rumah sakit swasta yang akan segera dibuka dan melayani masyarakat Subang mulai dari tanggal 1 Februari 2023.

Dalam kunjungan tersebut, Kang Jimat bersama Asda 2 didampingi jajaran RS Hamori meninjau pelayanan dan ruangan apa saja yang tersedia di RS Hamori mulai dari lantai 1 hingga lantai 5.

dr. Indra Mansyuri MARS, Direktur Utama RS Hamori Subang menyampaikan, RS Hamori dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan yang mumpuni dan melayani berbagai kelas termasuk nanti akan melayani kelas BPJS.

“Total tersedia 122 kamar dengan 20 kamar 63 bed BPJS dan akan mulai beroperasi pada 1 Februari 2023,” katanya.

dr. Indra menambahkan RS Hamori adalah satu-satunya rumah sakit di Subang yang dilengkapi dengan alat CT Scan 128 slice dan berharap kehadiran RS Hamori memberi manfaat bagi masyarakat Subang.

“Kami memiliki alat CT Scan 128 slice yang merupakan satu-satunya rumah sakit yang memiliki alat tersebut di Subang. Semoga menjadi salah satu bentuk layanan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Subang,” katanya.

Kang Jimat yang terlihat terkesan dengan pelayanan dan fasilitas yang ada di RS Hamori mengaku bahagia atas kehadiran RS Hamori di Kabupaten Subang.

Menurut Kang Jimat, kehadiran RS Hamori di Subang menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Subang bersama dengan RS lain yang ada do Subang.

“Akan menjawab kebutuhan pelayanan dasar kesehatan masyarakat Kabupaten Subang. Insyaallah kita sudah memiliki rumah sakit yang memadai dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan UII dan jajaran serta pegawai RS Hamori Subang.

Bupati Subang Ajak Seluruh Stakeholder Sukseskan Instruksi Presiden RI

Bupati-Subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi hadir dalam gelaran Rapat Koordinasi Daerah Forkopimda Kabupaten Subang Tahun 2023 bertempat di GOR Gotong Royong Subang, Selasa (31/01/2023).

Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni S.Sos.,M.Si selaku ketua panitia penyelanggara menyampaikan, tujuan Rakorda yang diikuti oleh Kepala Perangkat Daerah, Forkopimkec dan Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa se-Kabupaten Subang adalah sebagai tindak lanjut dari Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 yang telah dilaksanakan pada 17 Januari lalu dan dipimpin langsung oleh Presiden RI serta Rakorda Forkopimda Subang kali ini mengambil tema “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi Menuju Subang Jawara”.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran pidato presiden RI pada Rakornas 17 Januari lalu, serta penayangan capaian 4 tahun kepemimpinan Jimat-Akur.

Membuka sambutannya Kang Jimat menyatakan hari ini adalah momen bersejarah setelah berjuang selama 3 tahun menangani pandemi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih karena atas kerja keras seluruh pihak lah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Subang dapat dikendalikan.

“Alhamdulilah atas kerja keras kita bersama, Dandim dan Lapolres menggerakan aparat TNI dan Polri untuk bersama dengan tenaga kesehatan serta para camat dan kepala desa melakukan gerakan vaksinasi dengan tidak mengenal lelah, siang dan malam dan di berbagai kesempatan sehingga kita bisa mengendalikan pandemi Covid-19. Akan hal itu, pada kesempatan ini secara pribadi dan kedinasan saya ucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi seluruh camat, para kepala desa, kepala puskesmas, seluruh tenaga kesehatan, aparat TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat yang di mata saya merupakan pahlawan yang berjasa besar selama pandemi berlangsung,” katanya.

Kang Jimat menambahkan dengan dapat dikendalikannya Covid-19 di Kabupaten Subang, pertumbuhan ekonomi Subang yang sempat menurun tajam di tahun 2021 dapat kembali naik di tahun 2022 dan angka kemiskinan mengalami penurunan di tahun yang sama.

“Di tahun 2022, laju perkonomian Kabupaten Subang mulai membaik dan mengalami peningkatan menjadi 3.15% dan persentase penduduk miskin menurun ke angka 9.75%. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020, dimana laju pertumbuhan ekonomi kabupaten subang saat itu sempat terjun bebas -1.150, dampak kontraksi ekonomi tersebut dirasakan sampai tahun 2021, dimana pada tahun itu persentase penduduk miskin Kabupaten Subang menyentuh angka 10,03%, bahkan hal ini merupakan kejadian terparah selama 5 (lima) tahun terakhir,” katanya.

Kang Jimat mengingatkan, laju pertumbuhan ekonomi yang naik dan angka kemiskinan yang menurun bukan berarti kewaspadaan turun karena sesuai dengan arahan Presiden RI di Rakornas lalu semua pihak harus bersiap dengan kemungkinan resesi global dan ancaman krisis pangan yang dapat berakibat pada inflasi daerah.

“Kita harus bersiap menghadapi kemungkinan resesi global di tahun 2023 dan ancaman krisis pangan yang akan berefek langsung terhadap inflasi daerah,” katanya.

Oleh karena itu, bupati menginstruksikan kepada 1. Kepala Dinas DKUPP untuk selalu memantau pergerakan harga-harga kebutuhan pokok, dan sentiasa berkoordinasi dengan BULOG untuk ketersedian cadangan bahan pokok, 2. Para kepala desa untuk melakukan penguatan ketahanan pangan dengan penggunaan dana desa yang tepat guna dan tepat sasaran seperti pengadaan bibit atau benih dengan memanfaatkan pekarangan untuk dijadikan rumah pangan lestari dan tidak kalah penting adalah pembangunan lumbung pangan desa, dan 3. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menekan angka kemiskinan dan ketersediaan pangan adalah dengan gerakan Sapapait Samamanis. Beas perelek, bawang, tomat dan cengek sisihkan satu bulan sekali di setiap rumah dan kumpulkan hasilnya bagikan bagi keluarga tidak mampu.

“Dengan gerakan ini diharapkan dapat membangun ketahanan pangan di tingkat RT bahkan desa,” katanya.

Terkait pembangunan Nasional dan Jawa Barat bagian selatan, Kang Jimat menyatakan Subang akan memiliki wajah baru sehingga harus disiapkan segala sesuatunya terutama insfrastruktur dan regulasi agar masyarakat Subang tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam 3 (tiga) tahun terakhir berupaya membuka akses jalan Serangpanjang-Cipeundeuy yang nantinya akan terkoneksi dengan pintu tol KM 89 yang langsung menuju Pelabuhan Patimban. Pembukaan jalan tersebut bertujuan untuk mempermudah akses wilayah selatan Kabupaten Subang dengan zona industri yang akan tumbuh seiring dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban. Pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Subang sedang menyusun rancangan peraturan daerah yaitu raperda tentang ekosistem dan kemudahan investasi daerah. Dalam rancangan perda tersebut diamanahkan keterlibatan BUMD Kabupaten Subang dalam semua aktivitas usaha yang akan ada di Kabupaten Subang sehingga masyarakat Kabupaten Subang tidak menjadi penonton atau yang sering diistilahkan “ayam mati di lumbung padi.”

Selanjutnya, Kang Jimat menyampaikan terkait capaian penurunan stunting di Kabupaten Subang yang atas kerja keras semua pihak dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Jimat-Akur, Kabupaten Subang memiliki prevalensi stunting di angka 15,7% atau lebih baik dari angka prevalensi stunting Jawa Barat. Angka ini juga menempatkan Kabupaten Subang di urutan ke lima terbaik capaian prevalensi stunting dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kang Jimat menghaturkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang mendukung penurunan stunting di Kabupaten Subang namun tetap berpesan agar seluruh pihak harus terus gencar dan bekerja keras menuju Subang Zero Stunting atau minimal mencapai target nasional yaitu angka prevalensi stunting sebesar 14% melalui berbagai program yang diluncurkan di bawah kepemimpinan Jimat -Akur.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas capaian tersebut. Akan tetapi kita jangan berpuas diri, masih kurang 1,7 % untuk mencapai target nasional penurunan stunting di angka 14%. Saya juga instruksikan kepada Dinas Kesehatan melalui bidan desa dan DP2KBP3A melalui pos KB desa untuk melakukan identifikasi potensi anak lahir stunting dan saya menghimbau kepada para kepala desa untuk mengalokasikan dana desa tahun 2023 dalam rangka penurunan angka stunting. Lakukan gerakan kaus merah atau ‘kotak amal untuk stunting menuju generasi sehat’ di setiap pelaksanaan majelis taklim atau pelaksanaan sholat Jumat di setiap minggu pertama pada setiap bulannya. Hasilnya serahkan ke kader disetiap RW untuk pengadaan telur dan susu yang kemudian dibagikan kepada sasaran stunting di setiap RW. Saya yakin dan percaya dengan gerakan yang masif dan sinergis dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, Kabupaten Subang bisa mencapai target nasional penurunan stunting di angka 14% atau bahkan zero stunting,” paparnya.

Kang Jimat juga menekankan agar semua pihak mampu menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2024 serta memberikan 2 kabar gembira atas diraihnya predikat Inovatif oleh Kabupaten Subang dan Indeks Desa Membangun Kabupaten Subang terkualifikasi maju.

“Arahan selanjutnya dari bapak presiden adalah menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah dalam menyongsong pemilu tahun 2024. Saya tutup sambutan ini dengan 2 (dua) kabar gembira di awal tahun 2023. Yang pertama; berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri tentang indeks inovasi daerah provinsi, kabupaten dan kota tahun 2022 Kabupaten Subang ditetapkan sebagai kabupaten inovatif dengan peringkat ke-34 dari 514 kabupaten kota se-Indonesia atau peringkat ke-5 se-Jawa Barat. Kabar gembira yang ke-2 adalah berdasarkan keputusan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi tentang status kemajuan dan kemandirian desa, bahwa skor indeks desa membangun Kabupaten Subang di angka 0.7251 atau terklasifikasi maju,” katanya.

Menutup sambutannya Kang Jimat menyatakan apa yang telah Jimat-Akur lakukan bagi Kabupaten Subang selama ini masih memiliki banyak kekurangan sehingga dirinya berharap seluruh pihak selalu kompak demi kemajuan Kabupaten Subang.

Selanjutnya Kapolres Subang, AKBP. Sumarni dalam paparannya menyampaikan mengenai Strategi Menjaga Stabilitas Kamtibmas Menjelang Pemilu di Kab. Subang yang tentu semua ini sesuai dengan UU Polri.

AKBP Sumarni juga menambahkan upaya menciptakan masyarakat dapat menghalau masyarakat bertindak kriminal melalui program ‘Jumat curhat’ dalam rangka menangkap keluhan saran dari masyarakat dan ‘Minggu curhat’ yang dilaksanakan di lingkungan gereja.

Disampaikan pula oleh AKBP Sumarni bahwa dalam rangka Menjaga Stabilitas Kamtibmas Menjelang Pemilu di Kab. Subang dilakukan Penindakan penyalahgunaan narkotika, ganja, obat obatan terlarang dan tembakau sintetis; laka lantas yang meningkat karena dengan pesatnya wisata, ketidak terbtiban masyarakat dalam berlalu lintas; isu kamtibnas terkini meliputi tawuran, penculikan anak, aksi begal, penurunan bendera parpol, radikalisme/toleransi dan intoleransi; dasar polri dalam pemilu dengan tegas bahwa kami bersiifatnya netral; menghimbau ASN untuk memposisikan netral pula; dentifikasi permasalahan jelang pemilu meliputi penyelenggara, masyarakat, peserta pemilu dan pemerintah daerah; kerawanan ditahapan pemilu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengaliran; potensi konflik pemili 2024 yakni (konflik antar peserta) dan (konflik antar peserta dan penyelenggara).

Di akhir paparannya, AKBP Sumarni juga menambahkan agar terus mereaktivasi satkamling agar dapat mengantisipasi kejahatan konvensional, serta menyampaikan untuk selalu menjaga netralitas, patuhi Pedoman aturan disiplin ASN dan Hindari tindakan yang dapat memicu perselisihan

“Polres Subang dan jajaran tidak ada kepentingan apapun kecuali kondusifitas daerah dalam pelaksanaan pemilu 2024,” tegasnya.

Dilanjutkan dengan paparan Dandim 0605 Subang oleh Letkol Inf Bambang Raditya, M.Han tentang Peran kodim 0605 Subang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di kab. Subang.

Letkol Inf Bambang Raditya, M.Han menyampaikan giat pokok yang telah dan terus dilakukan diantaranya giat penanaman jagung 100 Ha; pengadaan pupuk organik; pelatihan UMKM dan mendorong penggunaan kompor hemat energi.

Letkol Inf Bambang Raditya, M.Han juga menyampaikan strateginya dalam Menurunkan kemiskinan ekstrem dengan Melaksanakan giat Babinsa masuk dapur, (melakukan pengecekan masyarakat yang kurang mampu); Menjaga stabilitas keamanan; melaksanakan mitigasi bencana alam dan menyiapkan PPRC; netralitas pemilu; Menurunkan angka stunting dengan melaksanakan program bapak asuk anak Stunting

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Subang melalui Kasi Pidana Khusus Aep Saepuloh, SH. Mereview hasil rakornas yaitu penguatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi Peran kejaksaan dalam ekonomi dan inflasi di daerah sesuai instruksi, melakukan koordinasi, dan pendampingan hukum.

Dilanjutkan dengan Pemaparan dari kepala BPS Subang, Ahmad Solihin Mengenal inflasi Kabupaten Subang, dirinya menuturkan pengendalian Inflasi ini penting yang dapat memberikan info tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga dan perubahan yg dipakai untuk pengambilan keputusan.

“Penyebab inflasi pengaruh suplai dan musiman seperti idul Fitri, tahun baru, dan lain-lain. Serta psikologis masyarakat terkait panic buying, gejolak internal dan eksternal,” ungkapnya.

Kepala Bulog Subang Ramaijon Kisaran memaparkan tentang peran perum Bulog cabang Subang dalam menjaga ketahanan pangan yaitu sebagai operator: penyerapan baik dalam maupun luar, pemerataan stok di seluruh Indonesia, Penyaluran, Penyiapan dan pengadaan pangan untuk cadangan beras pemerintah (CBP). Yudha juga menyatakan Subang menjadi penyalur beras keempat terbesar skala nasional.

Menutup Rakorda Forkopimda 2023, Kang Jimat pun menegaskan kepada para stakeholder untuk bersama-sama dalam menghadapi inflasi, sebagai motivasi, Kang Jimat akan mengadakan perlombaan untuk para kepala desa, Babinsa dan Bimaspol dalam menjalankan 9 arahan Bupati Subang.

“Saya minta temen-temen Babinsa, bimaspol sehubungan dengan para kades sangat membutuhkan suporting dari kalian. Saya akan siapkan bagi siapkan, bagi desa yang mampu menjalankan 9 program, akan dilombakan. Tolong renungkan apa yg menjadi penilaian 9 kriteria ini. Camat danramil, dan semuanya Segera ambil langkah, laksanakan rakor kecamatan. Penilaian akan dilakukan 6 bulan ke depan mulai dari hari ini dan yang dinilai yaitu 9 kriteria ini. Semoga apa yang direncanakan mampu terimplementasikan demi menuju Subang Jawara,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Kabupaten Subang, Pimpinan BJB Cabang Subang, para Asisten Daerah, Para Staf Ahli, Kepala OPD Kabupaten Subang, Muspika Kecamatan se-Kabupaten Subang, Kepala Desa se-Kabupaten Subang, dan tamu undangan lainnya.

Sulit Tarik Saldo, Nasabah BIJ Geruduk Kantor Kejari Garut

IMG_20230131_184525_CQhvv4Ce6y_FuEMW2aa0e.jpeg

harapanrakyat.com,- Sejumlah nasabah Bank Intan Jabar (BIJ) geruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jawa Barat, Selasa (31/1/2023). Mereka meminta Kejaksaan Garut untuk memfasilitasi dengan pihak bank, karena saat ini kesulitan menarik saldo.

Nasabah BIJ pun meminta Kepala Kejari Garut untuk turut bertanggung jawab atas kondisi para nasabah saat ini. Hal tersebut karena Bank BIJ sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kejari Garut dalam hal keamanan nasabah.

“Kajari Garut di media mengatakan bahwa pihaknya melakukan kerja sama dengan Bank BIJ untuk memberikan rasa aman kepada konsumen atau nasabah Bank BIJ. Faktanya, kami ini para nasabah saat ini tidak bisa mengambil tabungan, jauh dari kata aman,” kata Asep, salah seorang nasabah.

Asep meminta agar Kepala Kejari Garut ikut bertanggung jawab atas kondisi saat ini yang terjadi di Bank BIJ Garut. Seharusnya bila kerja sama itu berjalan dengan baik, kondisi yang saat ini nasabah rasakan tidak terjadi.

Baca Juga: Geger! Polisi Temukan Kebun Ganja di Garut, 167 Ganja Ditanam di Kawasan Situ Cangkuang

“Kenapa bisa sudah kerja sama dengan Kejari Garut tapi BIJ malah kolaps dan bahkan ada temuan dugaan korupsi sampai Rp10 miliar. Kami sebagai nasabah tentunya mempertanyakan, kerja sama apa yang sebetulnya antara BIJ dengan Kejari Garut,” tambahnya.

Selain mengontrog kantor Kejaksaan, massa juga mendatangi kantor Cabang BIJ yang berada di wilayah Guntur Garut, belum ada yang mau memberikan keterangan dari pihak bank atas keluhan nasabah ini.

Terkait Bank BIJ, Kejati Jabar saat ini tengah mengusut dugaan kasus korupsi penyimpangan pemberian kredit. Dugaan kerugian negara akibat penyimpangan tersebut mencapai Rp10 miliar. Penyelidikan tersebut diketahui dilakukan sejak Desember 2022 dan sudah ada delapan saksi yang diperiksa. (pikpik/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Dream Cafe and Resto Cisinga Tasikmalaya, Nongkrong di Atas Mall

Dream-Cafe-and-Resto-Cisinga-Tasikmalaya.jpeg

Dream Cafe and Resto Cisinga Tasikmalaya adalah tempat nongkrong yang unik karena berada di rooftop pusat perbelanjaan. Meski tempatnya menyatu dengan bangunan mall, pengunjung masih bisa menyantap kuliner Tasikmalaya dengan pemandangan sawah yang asri.

Lokasi berada di Mandiri Jaya (MJ) Plaza, Jalan Cisinga, Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Kawasan ini biasanya dilalui oleh orang yang berkendara keluar-masuk kota Tasikmalaya, sehingga banyak pengunjung cafe dari berbagai daerah. Karena cafe ada di mall, maka area parkir pun sangat luas.

Apabila ingin berkunjung ke Dream Cafe and Resto Cisinga, sebaiknya siapkan budget agak besar karena harga lebih mahal dari standar kota. Berikut ulasan singkat mengenai suasana tempat dan rekomendasi menu terlaris.

Ulasan Dream Cafe and Resto Cisinga Tasikmalaya

Cafe dengan rooftop merupakan salah satu daya tarik bagi generasi millenial dan Gen Z yang hobi nongkrong.

Baca Juga: Cafe dengan Teh Premium di Tasikmalaya, Tongkrongan Sultan

Selain menikmati minuman dan makanan, pengunjung bisa sekalian menikmati pemandangan yang indah. Apalagi daerah Cisinga terbilang sejuk karena terletak di dataran tinggi.

Nongkrong di Atas Mall

Dream Cafe and Resto Cisinga memiliki area indoor dan outdoor. Untuk area indoor, desain interior dan furnitur menggunakan konsep minimalis dengan dinding transparan seperti rumah kaca. Sedangkan area outdoor menyediakan tempat duduk dengan kursi maupun lesehan.

Jika beruntung, pengunjung bisa minum kopi saat matahari terbenam atau sunset. Pemandangan ini akan nampak cantik apabila kita melihatnya secara langsung. Selain itu, dekorasi lampu-lampu di area outdoor membuat pemandangan semakin cantik dan romantis.

Sajian Menu Berkuah

Mengingat kawasan ini cukup dingin, banyak pengunjung memesan menu hidangan berkuah di Dream Cafe and Resto Cisinga Tasikmalaya.

Salah satunya adalah sop iga, mulai dari Rp 55 ribu. Pesanan disajikan dengan hot pot bowl, sehingga kuahnya tetap hangat dan mengeluarkan asap yang wangi.

Baca Juga: Cafe dengan Rooftop di Tasikmalaya, Bisa Lihat Bintang Malam

Selain itu, ada juga masakan Western seperti steak, pasta, dan pizza. Khusus untuk steak, pelanggan bisa request tingkat kematangan sesuai selera. Namun untuk pizza jangan berharap tinggi, karena dari tampilan tidak seindah pizza di restoran atap merah.

Untuk sekedar nongkrong, pengunjung biasanya memesan dessert dan mocktail. Cara penyajian keduanya memang terbilang kreatif sehingga lumayan instagramable.

Meski Dream Cafe and Resto Cisinga Tasikmalaya juga menyediakan minuman kopi, namun entah kenapa tidak banyak pengunjung yang memesan kopinya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Parkir Liar Mulai Marak, Dishub Kota Bandung Segera Tertibkan

Kabid-PDKT-Dishub-Kota-Bandung-Asep.jpeg

harapanrakyat.com,- Parkir liar di Kota Bandung, Jawa Barat, kian marak. Selain kerap mengganggu lalu lintas, keberadaan parkir liar di sembarang tempat pun menimbulkan kemacetan.

Mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan melakukan penertiban parkir liar di sejumlah lokasi.

Kabid Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung, Asep Koswara mengatakan, penertiban parkir liar ini perlu yang dilakukan karena banyaknya pelanggaran.

“Jadi besok kita akan melakukan sosialisasi dan arahan kepada PNS, PPNS, Kejari dalam hal penertiban parkir liar di Kota Bandung,” ungkapnya di Kota Bandung, Selasa (31/1/2023).

Baca Juga : Kota Bandung Terapkan Aturan Tata Ruang Baru

Menurutnya dalam menertibkan parkir liar, pihaknya akan menurunkan 20 hingga 25 personel ke lapangan.

Lebih jauh, bagi kendaraan yang melanggar, pihaknya akan mengangkut dan menderek kendaraannya. Pihaknya pun akan memberikan sanksi berupa pembayaran retribusi kepada pelanggar.

Asep memaparkan, retribusi bagi kendaraan roda 2 yakni Rp 245.000, kemudian roda 4 sebesar Rp 550.000, dan roda 6 sebesar Rp 1.050.000.

“Kalau pemilik kendaraan ada, maka kita edukasi dan berikan stiker. Tapi jika tidak ada, maka akan kita angkut,” ucapnya.

Lokasi Sasaran Penertiban Parkir Liar

Mengenai lokasi sasaran penertiban parkir, kata Asep, pihaknya sudah menentukan hal itu. Namun, Asep enggan merinci lebih detail mengenai target lokasi penertiban tersebut.

“Untuk titik sasaran penertiban parkir, sudah kita tentukan di lapangan supaya tidak terjadi kebocoran,” ujarnya.

Asep juga mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraannya di trotoar atau sembarangan.

Baca Juga : LGBTQI Mulai Meresahkan, DPRD Kota Bandung Siapkan Raperda

“Karena trotoar bukan untuk parkir tapi untuk pejalan kaki. Maka, kita akan tinggikan trotoar supaya tidak bisa parkir sembarangan di trotoar,” ucapnya.

Ia menerangkan bahwa sejak 2017 lalu, Pemkot Bandung telah berupaya menertibkan parkir liar dengan berbagai upaya. Upaya itu mulai dari penggembokan, penempelan stiker, pencabutan pentil hingga penderekan sesuai dengan Peraturan Daerah No 3 Tahun 2020 terkait retribusi.

“Tahun 2021 ada Bandrek atau Bandung mobile Derek . Kendaraan yang melanggar kami derek. Di situ ada retribusinya kami membuat Simdek (sistem informasi derek) supaya tidak terjadi suap, karena menggunakan aplikasi,” tutur Asep. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

Ridwan Kamil Masuk Golkar, Edwin Optimistis Target Pileg Kota Bandung Tercapai

ketua-DPD-Golkar-Kota-Bandung-Edwin-Senjaya.jpeg

harapanrakyat.com,- Bergabungnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar dianggap mampu menambah kekuatan suara partai.

Ketua DPD Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya mengaku optimistis dapat mencapai target kursi DPRD Kota Bandung.

Menurutnya dengan bergabungnya Ridwan Kamil tersebut ke Partai Golkar, dapat menambah kekuatan suara partai pada tahun politik 2024, termasuk di Kota Bandung.

“Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) adalah sosok yang populer di Indonesia. Tentu keberadaan beliau, berpengaruh pada suara Partai Golkar di Jawa Barat dan Kota Bandung,” ungkapnya di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/1/2023).

Baca Juga : Nasdem Jawa Barat Tidak Kehilangan Ditinggal Ridwan Kamil

Menurutnya pada pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang, Partai Golkar Kota Bandung menargetkan 10 kursi untuk DPRD Kota Bandung. Target tersebut, lanjut Edwin, sangat logis dengan kondisi saat ini.

“Ketika saya posting (mengunggah) dengan pak Ridwan Kamil, responnya cukup luar biasa. Tentu pengaruhnya cukup signifikan,” ujarnya.

Lebih jauh, Edwin menerangkan, sempat bertemu dan berbincang dengan Ridwan Kamil. Perbincangan itu dalam hal sinergitas membangun Jawa Barat bersama Partai Golkar untuk kepentingan masyarakat, termasuk Kota Bandung.

“Sosok Kang Emil luar biasa dampaknya. Maka Insya Allah target 10 kursi kami di Pemilu 2024 untuk Kota Bandung bisa tercapai,” ucapnya.

Mengenai rekomendasi pencalonan Wali Kota Bandung kepada dirinya, Edwin memaparkan, hal tersebut sudah ada dari DPD Golkar Kota Bandung. Sehingga selanjutnya, kata Edwin, menunggu rekomendasi dari DPP Golkar. 

Baca Juga : Arah Politik Ridwan Kamil Harus Jelas dan Terarah

“Tapi pilkada, berdasarkan bagaimana kursi di DPRD Kota Bandung. Jadi kita fokus lebih dulu ke Pemilihan Legislatif 2024,” ungkap Edwin. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

Geger! Polisi Temukan Kebun Ganja di Garut, 167 Ganja Ditanam di Kawasan Situ Cangkuang

Kebun-Ganja-di-Cagar-Wisata-Situ-Cangkuang-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Polisi menemukan kebun ganja di kawasan Cagar Wisata Situ Cangkuang Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Selasa (31/1/2023). Sebanyak 167 pohon haram itu berhasil ditemukan petugas Kepolisian.

Kebun ganja ditemukan Polisi di Kampung Susukan Raden, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. 

Pelaku inisial C menanam pohon ganja dengan ukuran 1 meter hingga 2 meter di antara pembatas Cagar Wisata Cangkuang dengan kolam miliknya.

“Sebanyak 167 pohon ganja, termasuk bibit, berada di wilayah Leles Garut,” kata Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, Selasa (31/1/2023) di lokasi penemuan.

Baca Juga: Candi Cangkuang Garut, Wisata Alam Peninggalan Sejarah

Kapolres merinci dari 167 pohon ganja terdiri dari 132 batang benih hasil semaian. Lalu 35 pohon ganja berumur enam hingga dua tahun dengan tinggi 1 meter sampai 2 meter.

“Jadi 132 pohon benih, 35 pohon ganja berumur dua tahun. Untuk tingginya satu sampai dua meter, sudah ada yang dipanen juga,” tambahnya.

Polisi berhasil meringkus pemilik sekaligus penanam pohon ganja, ia dikenakan pasal berlapis terkait Undang-Undang Narkotika.

“Pelaku sudah diamankan berinisial C, saat ini sedang dilakukan pendalaman,” tukas Kapolres. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Kota Bandung Terapkan Aturan Tata Ruang Baru

Daerah-Terpadat.jpg

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Bandung mulai sosialisasikan aturan tata ruang baru. Gedung dan bangunan di Kota Bandung, kedepannya harus memiliki surat layak fungsi (SLF). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 129/2022.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, saat ini Pemkot Bandung mulai mensosialisasikan Perwal 129/2022 tersebut. Tujuan penerapan perwal ini, kata Yana, agar tata kota lebih rapi.

“Peraturan ini tidak sekadar untuk melakukan penindakan sanksi, melainkan hanya ingin menata Kota Bandung menjadi lebih baik,” ungkap Yana di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/1/2023).

Yana menegaskan, mengenai syarat SLF untuk gedung dan rumah eksisting saat ini, tentunya hal itu bukan perkara mudah. Sebab, banyak bangunan yang saat ini berdiri, masih berpayung pada regulasi sebelumnya.

Baca Juga : 4 Daerah Terpadat di Jawa Barat Menurut BPS, Mana Saja?

“Regulasi sekarang ada yang berbeda dengan regulasi sebelumnya, seperti luas lahan tertentu yang sebelumnya boleh 3 lantai, tapi pada peraturan baru hanya 2 lantai,” ujar Yana.

Yana menambahkan, pihaknya mengharapkan adanya regulasi ini mampu mengatasi berbagai permasalahan tata ruang di Kota Bandung. Permasalahan tata ruang itu di antaranya banjir dan macet.

“Konon dulu Kota Bandung hanya bisa menampung untuk 800 ribu orang. Namun sekarang faktanya penduduk Kota Bandung 2,5 juta kalau malam hari, sedangkan siang hari 3,7 juta,” ungkap Yana.

Penambahan jumlah penduduk ini, kata Yana, karena aglomerasi Bandung raya yang melakukan aktivitas di Kota Bandung. Akhirnya, lanjut Yana, kemacetan dan daya dukung eksistingnya itu tidak bisa mendukung lagi.

“Makanya kita bikin rekayasa flyover, termasuk kita upayakan transportasi publik,” ucapnya.

Perwal Tata Ruang Akomodir Muatan Lokal

Sementara itu, Kepala Dinas Ciptabintar Kota Bandung, Bambang Suhari menjelaskan, historis peraturan wali kota ini lahir sebagai implementasi dari Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penataan Ruang.

“Perwal ini mengakomodir muatan lokal, sehingga mekanisme keberatan banding dan lain sebagainya, akan mengacu pada mekanisme peraturan perundang-undangan. Perwal ini sudah menjadi hukum positif yang harus kita tegakkan bersama,” kata Bambang.

Baca Juga : Kiriman Sampah Bandung Raya Capai 2 Ribu Ton

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Eko Damayanto menuturkan, sanksi administratif terdiri dari beragam jenis. Mulai dari teguran, penghentian kegiatan, pencabutan izin, hingga pembongkaran dan pengalihan fungsi.

“Untuk melakukan tahapan tersebut bisa secara bertahap, langsung, atau bisa jadi kolektif sanksi,” tutur Eko.

Ia menjelaskan, jika pihak tersebut tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, maka akan terjadi pembongkaran atau penerapan denda. Terlebih jika sudah membahayakan dan mengganggu ketertiban umum.

“Misal pemerintah mengijinkan membangun 4 lantai, namun yang terjadi bangunnya 5 lantai. Berarti lantai kelimanya itu harus dibongkar atau denda. Pembongkaran tergantung kondisi yang ada, Jika mengganggu ketertiban umum, membahayakan harus dibongkar,” ungkapnya. (Ecep/R13/HR-Online)

Terungkap! Arti Huruf “T” pada Perangkat OPPO Reno8 Series Terbaru!

Screenshot_2023-01-31-16-36-05-076_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_copy_800x540.jpg

review1st.com – OPPO melanjutkan kesuksesan dari Reno8 Series dengan menghadirkan seri baru di lini tersebut, Reno8 T Series.

Tentunya, nama baru ini menimbulkan banyak pertanyaan terutama arti dibalik huruf T pada seri perangkat tersebut, karena sebelumnya OPPO tidak pernah menggunakan huruf T pada seri maupun perangkat smartphone.

“OPPO Reno8 Series memiliki minat yang tinggi hingga saat ini. Sebagai brand yang human centric kami ingin terus memberikan kepuasan kepada konsumen, salah satunya melalui kehadiran OPPO Reno8 T Series.

Huruf T ini diperkenalkan pertama kali ke konsumen dengan makna Topped Up, dimana kami meningkatkan keunggulan di setiap sisi perangkat Reno8 T Series sebagai jawaban atas kebutuhan perangkat smartphone yang semakin modern bagi konsumen kami,” ujar Patrick Owen, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia.

Topped Up memiliki arti peningkatan besar yang menjadikan perangkat jauh lebih baik dari sebelumnya.

Topped up yang dilakukan OPPO pada Reno8 T Series meliputi peningkatan besar pada sisi performa perangkat keras yang semakin bertenaga, konfigurasi kamera dengan kemampuan kecerdasan buatan yang jauh lebih kuat, hingga desain baru kelas flagship yang memberikan tampilan jauh lebih stylish sehingga menjadi fashion statement bagi para penggunanya.

Top Up Kamera

Reno8 T menjadi perangkat Reno Series pertama yang dilengkapi dengan kemampuan Kamera Portrait 100MP. Dengan resolusi super besar, pengguna dapat dengan bebas melakukan cropping dan memperbesar foto untuk hasilkan gambar portrait sangat detail. OPPO turut menghadirkan fitur AI Portrait Super Resolution.

Fitur ini memanfaatkan kekuatan AI untuk menghadirkan detail dan kejernihan ekstra pada gambar potret yang diambil dalam situasi kurang cahaya.

Dibuat berdasarkan pembelajaran AI yang dilatih pada lebih dari 200.000 sampel foto potret, AI Portrait Super Resolution dapat mengenali, menganalisis, dan mengoptimalkan potret yang diambil di lingkungan dengan kondisi rendah cahaya.

Top Up Desain

Desain kulit fiberglass pada Reno8 T ditingkatkan dengan menghadirkan teknik baru untuk menghasilkan penutup belakang yang jauh lebih ringan dan lebih tipis dari cover yang terbuat dari kulit tradisional.

Pola jahitan kulit dihasilkan melalui proses embossing yang pertama kali digunakan pada Reno8 T. Selain itu, fitur Orbit Light kini ditingkatkan hingga dapat dipersonalisasi lebih leluasa dengan berbagai pilihan warna yang tersedia.

Top Up Performa

OPPO meningkatkan performa pada perangkat Reno8 T, salah satunya dengan menghadirkan 48 Month Fluency Protection untuk menjamin tingkat kelancaran perangkat hingga minimal 4 tahun masa penggunaan.

Reno8 T dilengkapi ColorOS 13  berbasis Android 13 terbaru yang menghadirkan lebih banyak fitur pintar kepada pengguna dengan pengalaman penggunaan yang lebih ringkas, nyaman, dan juga aman apalagi OPPO telah melakukan berbagai peningkatan keamanan pada sistem operasi ColorOS.

OPPO Reno8 T Series akan segera diumumkan di Indonesia pada 7 Februari 2023. Konsumen dapat mendaftarkan diri melalui situs resmi OPPO Indonesia (https://www.oppo.com/id/events/reno8t-series-5g-launch/form) untuk mengetahui promosi pada penjualan Reno8 T Series.

Konsumen yang melakukan pendaftaran juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai dari OPPO Reno8 T, OPPO Band 2 hingga ratusan voucher.

Pelet Mahal, Kelompok Perikanan di Kota Banjar Latihan Buat Pakan dari Bahan Lokal

Kelompok-Ketahanan-Perikanan-di-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah pembudidaya ikan sistem bioflok dari kelompok ketahanan perikanan pesantren se-Priangan Timur dilatih membuat pakan ikan buatan (pelet) menggunakan bahan lokal di Kelompok Perikanan Mina Tirtasari, Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (31/1/2023).

Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan wilayah Banjar, Agus Sugiono, mengatakan,  pembuatan pakan ikan pelet menggunakan bahan lokal untuk mengurangi biaya operasional dan perawatan karena harga pakan pelet setiap bulan naik.

Harga pelet sampai Rp 14 ribu per kilogram, sementara harga jual ikan masih standar. Karena itu, kelompok pembudidaya perikanan terutama pemula perlu diberikan pelatihan dengan membuat pakan ikan alternatif berbahan lokal. 

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan pakan ikan lokal tersebut, di antaranya tepung ikan, dedak halus, minyak ikan, vitamin dan tepung tapioka.

“Pakan ikan buatan ini solusi untuk menekan biaya produksi. Saya kalkulasi untuk pelet buatan ini selisihnya cukup banyak dengan harga pakan pabrik,” kata Agus kepada harapanrakyat.com saat pelatihan.

Upaya Kelompok Perikanan di Kota Banjar Tekan Biaya Produksi

Lanjutnya menjelaskan, pembuatan pelet tersebut bertujuan mengurangi biaya produksi. Menurutnya, perbandingan antara pakan buatan dan pakan pabrikan selisihnya cukup besar bisa mencapai Rp 6000 per kilogram.

Baca Juga: Harga Beras di Kota Banjar Melebihi HET, DKUKMP Ungkap Penyebabnya

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong kelompok perikanan untuk memanfaatkan pakan lokal buatan. Hal ini sebagai solusi menekan biaya pakan dan meningkatkan hasil produksi perikanan.

“Lumayan, selisihnya Rp 6000 per kilogram dari harga pabrik dan itu cukup membantu. Makanya, kami membuat solusi melakukan praktik tersebut untuk meningkatkan hasil produksi perikanan,” ujarnya.

“Kebetulan untuk forum ketahanan pangan yang ada di sini, di Banjar juga sudah membuat produksi pakan ikan sendiri,” katanya menambahkan.

Agus menambahkan, selain membuat pakan ikan lokal, kelompok pembudidaya ikan juga berlatih mengaplikasikan media sistem bioflok seperti mengatur kadar air dan pengisian ikan sistem bioflok.

“Jadi, ada 3 jenis pelatihan, pertama mempraktikkan penggunaan media bioflok. Lalu pemberian pakan dan penghitungan ikan sesuai dengan ukuran dan kapasitas media bioflok,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts