suarasubang.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Subang menyatakan kesiapan penuh menjalankan kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terbaru, Nanik S Deyang. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Subang dan Indonesia secara umum.
Pernyataan kesiapan ini muncul setelah kegiatan konsolidasi nasional BGN yang berlangsung di Bogor. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengelola program dari berbagai daerah untuk menyamakan visi.
Komitmen Pengawasan dan Kualitas Layanan
Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar. Beliau menyatakan akan tetap melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lapangan secara rutin.
Selain itu, para pengelola SPPG menyambut positif ketegasan ini. Hal tersebut dianggap sebagai bukti keseriusan dalam menjaga kualitas layanan, akuntabilitas, serta kedisiplinan seluruh pelaksana program.
Arahan Presiden Mengenai Tata Kelola
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya tata kelola yang baik. Beliau ingin program strategis nasional ini dijalankan secara profesional, transparan, dan taat hukum.
Oleh karena itu, pemerintah akan menyiapkan anggaran tambahan untuk lembaga audit seperti BPKP, KPK, dan Kejaksaan Agung. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap dapur program MBG dapat diaudit secara menyeluruh.
Target Besar dan Dampak Ekonomi Desa
Presiden juga menetapkan target besar untuk menjangkau hingga 85 juta penerima manfaat melalui 30.000 SPPG di seluruh Indonesia. Selain fokus pada gizi, program ini dirancang menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Dengan demikian, ekonomi petani di desa diharapkan terus bertumbuh dan meningkat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dukungan dari Mitra SPPG di Subang
Mitra SPPG di Kabupaten Subang, termasuk wilayah Pasirkareumbi, Dangdeur, dan Cisalak, menyatakan siap mengikuti seluruh arahan. Teti Asriyanti selaku perwakilan mitra menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan layanan bagi seluruh penerima manfaat.
Menurutnya, penguatan pengawasan dan evaluasi adalah langkah positif. Upaya ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.








